Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 14-2

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 14-2

——————————————————————————

To Our Pure Little Beauty Episode 14 Part 2

Saat jam pelajaran, Jing Jing menciptakan keputusan dan pergi ke ruang guru. Ia menemui wali kelas dan eksekutif sekolah yang sedang membahas sesuatu.
Jing Jing menyampaikan bila yang mencuri obat penenang itu ialah dirinya, tidak ada hubungannya dengan dokter Li. Wali kelas tentu saja terkejut dan bertanya kenapa Jing Jing bicara begitu.
JIng Jing menyampaikan bila ia menyampaikan hal yang sebenarnya,  ia ada ialah orang yang mencuri obat itu, sebab ia melihat Li wei sedang tidak sehat, jadi ia membantu untuk mengambilkan obat itu. Ia menyampaikan bila ia tak tahu itu ialah hal serius.
Direktur percaya dengan kata-kata  Jing Jing dan mulai memarahinya. Wali kelas mencoba menenangkan eksekutif dengan menyampaikan bila Jing Jing masih bawah umur dan eksekutif memarahi wali kelas sebab mencoba melindungi Jing Jing.
*ini eksekutif memuakkan banged dari kemarin, kok sanggup jadi eksekutif ya? -_-

Jing Jing dibawa ke kelas oleh eksekutif dan wali kelas dan mengumumkan di depan kelas bila ia ialah siswa yang mencuri obat penenang itu dan mereka tetapkan untuk menghukum JIng Jing dan memanggil orang tuanya ke sekolah.
Lu Yang terlihat geram mendengar itu. Qiao Lu memarahi Jing Jing sebab tindakan Jing Jing kali ini sanggup membunuh seseorang. Jing Jing membisu saja.
Lu Yang bertanya pada Jing Jing apa maksudnya ini, JIng Jing menyampaikan bila ia ialah orang yang mencuri obat itu. Lu Yang kesal sekali, Kau bahkan tak tahu bentuk obat itu, bagaimana sanggup kamu mencurinya?!
Jing Jing menyampaikan bila ada keterangan di botolnya. Lu Yang benar-benar kesal, ia menendang meja dengan keras dan meninggalkan kelas. Bo Song mengejarnya.

Jing Jing menahan air matanya dan duduk di kursinya. Xiao Xi bertanya apa yang sesungguhnya terjadi. Jing Jing menyampaikan bila ia mencuri obat itu.
Jing Jing kemudian mulai menangis  sebab ia tak tahu bagaimana ia akan memberitahukan ibunya mengenai hal ini. Xiao Xi khawatir dan menyampaikan akan menemani Jing Jing.
Jing Jing menyampaikan tak perlu.

Malam harinya, Jing Jing menemui ibunya. Ibu Jing Jing bekerja disebuah kedai kuliner dan bertanya kenapa Jing tiba tanpa memberitahunya.
Jing ingin menyampaikan mengenai problem disekolah tapi ia tak sanggup mengatakannya. Ibunya khawatir bila Jing Jing dibully di sekolah atau sakit atau kekurangan uang.
Ibu kemudian dipanggil untuk membantu di dapur dan ibu meminta Jing Jing untuk cepat mengatakannya. Pada alhasil Jing tak sanggup mengatakannya dan ia menciptakan alasan kenapa ia tiba ialah sebab ingin makan pangsit.

Malam itu, Xiao Xi pulang dengan bus yang sangat padat penumpang, dorong-dorongan di dalam.
Xiao Xi terjepit, ia kesal sekali dan berteriak pada mereka yang mendorongnya, sebab sudah tak ada daerah lagi disana.
Seseorang berkomentar bila Xiao Xi cepat sekali marah.  Xiao Xi terkejut dan mendongak, ternyata Jiang Chen ada disana.
Xiao Xi kini sudah tak murka pada Jiang Chen lagi dan bertanya apakah Jiang Chen tahu bila Li Wei itu sedang depresi semenjak awal?
JIang Chen membenarkan. Xiao Xi tersenyum mendengarnya, ia lega alasan sebab Jiang Chen selalu berada akrab Li Wei ialah sebab Li Wei depresi dan Jiang Chen membantunya untuk tidak stress.
Jiang Chen belakang layar mengeluarkan kaleng gifting sprout dari tasnya dan memasukkan ke dalam tas Xiao Xi.

Ia tersenyum diam-diam. Xiao Xi saking bahagianya bahkan ikut memperlihatkan pengumuman di bus seolah ia ialah sopirnya. Jiang Chen tersenyum mendengarnya.
Dalam bus yang sempit itu, Jiang Chen melindungi Xiao Xi yang lebih kecil darinya. awwwwwwwwww.
*Adegan ini menyerupai sama It Started with A Kiss & Reply 1988 lol. Tapi nggak terlalu diliatin Jiang Chen melindunginya, bila di R88 diliatin banged sampe ke urat tangan HAHAHAHAHHAHAHA.

Keesokan harinya, Lu Yang bersikap dingin pada Jing Jing, bahkan dikala disapa ia cuek.
Wang Da membawa kabar heboh bila dokter Li kembali ke sekolah dan yang lain mulai bergosip bila ini semua kesalahan Jing Jing.
Lu Yang berdiri dengan kesal dan meminta mereka untuk diam. Ia kemudian akan berlari ke luar. Jing Jing menghalanginya, ia menyampaikan Lu Yang tak boleh pergi. Lu Yang menyampaikan bila ini bukan urusan Jing Jing.
Lu Yang pergi, Jing Jing mengejarnya. Xiao Xi, Jiang Chen dan Bo Song khawatir, mereka ikut mengejar Lu yang.

Lu Yang melupakan kesehatan jantungnya dan berlari ke ruang guru untuk menemui dokter Li.
Yang lain berusaha mengejar Lu Yang. Saat tiba di taman, Lu Yang tiba-tiba sesak nafas, pandangannya kabur dan berputar-putar, ia pingsan.
Yang lain terkejut dan berusaha membangunkannya. Jiang Chen sadar bila ini keadaan darurat dan memberi perintah pada yang lain.
Lu Yang dibawa ke UKS dan dokter Li berusaha menyelamatkannya sebab Lu Yang berhenti bernafas.
Xiao Xi dan Jing Jing gemetaran untuk menelpon rumah sakit. Dokter Li menyuruh Jiang Chen menyiapkan masker oksigen untuk Lu Yang. Setelah telpon terhubung, Xiao Xi memperlihatkan pada dokter dan dokter segera minta dikirim ambulance secepatnya, sebab ini kondisi darurat. Ia juga menjelaskan kondisi Lu Yang yang memiliki penyakit jantung.

Yang lain sedang panik dan membantu dokter Li, eksekutif sekolah malah mengomel dikala dokter menyampaikan tidak ada waktu lagi, ia harus segera memberi suntikan pada Lu Yang. Tapi eksekutif melarang sebab dokter hanya dokter sekolah, tak punya pengalaman, plus ini ancaman dan sanggup merusak nama sekolah bila gagal dan sekolah tak amu bertanggung jawab.
Wali kelas yang juga gres tiba meminta eksekutif untuk percaya pada dokter Li. Dokter tak peduli pada eksekutif dan meminta Jing Jing mengambilkan adrenalin.
Direktur masih mengomel dan mengomel, dokter kesal dan menyuruh Bo Song dan beberapa anak yang tiba untuk menahan direktur.

Jing Jing gemetaran dikala mencari adrenalin dan jarum suntik, ia memastikan bila ia mengambil obat yang benar dan memperlihatkan pada dokter.
Dokter melaksanakan dengan cekatan dan bersiap untuk menusuk jantung Lu Yang.
Xiao Xi dan Jing Jing menangis sebab khawatir.
Dokter menarik nafas dalam dan menusuk jantung Lu Yang, menyuntikkan adrenalin  dan terus memanggil nama Lu Yang. Tak berapa usang kemudian Lu Yang kembali bernafas.
Semuanya lega melihat Lu Yang kembali membuka matanya. Jing Jing terus menangis dan Xiao Xi menenangkannya.

Lu Yang dibawa ke rumah sakit sesudah itu. Jiang Chen menemaninya dan menyampaikan bila Lu Yang akan baik-baik saja. Ia menjelaskan bila Lu Yang harus tinggal di rumah sakit untuk sementara dan tak perlu ke sekolah hingga ujian masuk universitas.

Jing Jing di ruangan dokter Li, melihat dokter membereskan barang-barangnya. Dokter Li benar-benar akan meninggalkan sekolah kali ini. Ia menyampaikan ia sudah bicara pada eksekutif mengenai obat penenang itu, itu semuanya ialah tanggung jawabnya dan tak ada hubungannya dengan Jing Jing. Tapi meski begitu, Jing Jing harus tetap mendapatkan hukumannya, menulis surat permintaa maaf dan membacakan di depan seluruh siswa. JIng Jing mengerti.
Dokter Li menyampaikan bila Jing Jing punya hati yang baik untuk melindungi orang lain, tapi Jing tetap harus melindungi dirinya sendiri. Insiden ini bukan sepenuhnya kesalahan Jing Jing. Kadang-kadang kebenaran sanggup saja bukanlah yang terpenting. Ia mengingatkan JIng Jing, selain dokter UKS, ia juga ialah seorang guru. Tugasnya ialah melindungi siswanya.
Jing Jing bertanya apa rencana dokter sesudah ini dan dokter menyampaikan bila ia akan pergi ke Afrika, menjadi dokter lepas disana. Sebenarnya ia selalu ingin melakukannya, tapi sebab pekerjaannya ia tak bisa. Kaprikornus ada untungnya juga ia berhenti menjadi dokter sekolah.
Pesan terakhir dokter pada Jing Jing ialah jangan berpura-pura sakit dan menemui dokter, sebab dokter lainnya tidak gampang menyerupai dirinya.
Jing Jing hanya tersenyum mendengarnya.

Saat dokter akan keluar, Xiao Xi, Jiang Chen dan Bo Song datang. Dokter bertanya kenapa mereka semuanya tiba dan Xiao Xi menyampaikan mereka ingin mengantar dokter untuk pergi.
Dokter menyampaikan bila ini bukan problem besar dan jagan terlalu sedih, dokter lain akan tiba untuk mengisi tempatnya, meskipun tidak akan ada dokter yang sebaik dan setampan dirinya HAHHAHAHAA.
JiangChen bertanya kemana dokter LI akan pergi sesudah ini dan dokter menjawab ke Afrika. Bo Song menyampaikan ia akan mengunjungi dokter bila ia bertanding di afrika nanti.
Dokter menolak, air di afrika tidak cukup untuk minum, jadi jangan tiba untuk berenang HAHHAAHHAHHA.
Dokter alhasil berpisah dengan mereka. Jing Jing terlihat menahan air matanya. Xiao Xi tiba dan menghiburnya. Jing Jing mengajak mereka kembali ke kelas.

Saat upacara, bawah umur berkumpul di lapangan dan Jing Jing akan membacakan surat penyesalannya di hadapan seluruh siswa Sekolah Menengan Atas itu.
Saat Jing Jing akan pergi, Qiao Lu menyampaikan bila Li Wei berpesan padanya, ia minta maaf atas apa yang terjadi. Jing JIng terdiam.
Jing Jing berjalan dan berdiri di samping eksekutif sekolah yang memulai ceramahnya wacana Jing Jing yang sudah melanggar aturan sekolah dan meminta siswa yang lain mencar ilmu dari kesalahan Jing Jing.
Jing Jing akan membacakan surat penyesalannya dikala tiba-tiba terjadi kehebohan lain.
Lu Yang tiba ke sekolah dengan rambut di cat warna warni dan bahkan menggunakan anting. Semuanya terkejut melihatnya, termasuk Jing Jing. Direktur sekolah mengamuk melihat Lu Yang HAHAHAHAHA.

Lu Yang berjalan dengan gerakan lambat dan tersenyum pada teman-temannya yang tersenyum melihatnya.
Ia berdiri disamping JIng Jing dan tersenyum padanya. Direktur marah-marah pada Lu Yang dan menyampaikan meski Lu Yang punya jantung lemah, ia tak akan bersikap lemah pada Lu Yang. Bo Song menyuruh eksekutif untuk tenang.

Lu Yang membungkuk pada semuanya dan mengakui bila ia salah, ia juga ingin menyampaikan penyesalannya. Ia menyampaikan pada Jing Jing untuk tidak takut, ia akan mulai duluan.
Lu Yang: Guru, teman-teman, halo semuanya. Aku ialah Lu Yang dari senior year 3 class 8 (jadi ini kelas 3-8, gitu ya? lol, jadi kelas 2-nya kapan ya? Atau kapan mereka naik kelas 3? 0_o saya masih galau hahahahaha).
Hari ini saya ingin mengkritik diriku sendiri dihadapan teman-teman dan guru sekalian. Aku telah bersalah. Aku seharusnya tidak menyukai gadis ini terlalu dalam. (para siswa, KYAAAAAAAAAAAA, cieeeeeeee, omoooooo). Seorang gadis yang terlihat cantik, senyumannya cantik, bahkan perilaku galaknya juga terlihat manis. Selama 3 tahun disekolah ini, saya menyukainya selama 3 tahun. Meskipun ia tidak pernah menganggap rasa sukaku dengan serius, tapi hari ini saya masih menyukainya. Aku berdiri disini dan dengan jujur menyampaikan perasaanku untuk terakhir kalinya, biar ia tahu. Aku menyukainya. AKU MENYUKAINYA!

Direktur sekolah benar-benar mengamuk pada Lu yang, Bo Song dan sobat sekelas yang lain, bahkan Jiang Chen menahan eksekutif HAHAHHAHAHAHA.
bawah umur yang lain bertepuk tangan sebab keberanian Lu Yang. Jing Jing terharu mendengarnya.
Lu Yang sendiri secara langsung menyampaikan pada Jing Jing, bila ia sangat menyukai Jing Jing.
Ia tersenyum ke arah Jing Jing dan Jing juga tersenyum padanya.

Malam itu, Lu Yang tiba ke kedai daerah ibu Jing Jing bekerja. ibu Jing Jing menyediakan banyak kuliner untuk Lu Yang dan Lu yang makan dengan lahap.
Lu yang membicarakan mengenai Jing Jing pada ibunya, tentu saja ia memuji-muji Jing Jing. Lu Yang menyampaikan Jing Jing sangat baik pada mereka dan mereka mereka semuanya menyukai Jing Jing.
Ibu lega mendengarnya sebab itu artinya teman-temannya juga memperlakukan Jing Jing dengan baik. Ibu menyampaikan Jing Jing tidak pernah mengajak temannya ke rumah, ini pertama kalinya ia bertemu dengan sobat Jing Jing.
Lu Yang menyampaikan tak problem ibu tak bertemu dengan yang lain, sebab diantara sobat Jing Jing ia ialah yang paling ganteng HAHAHAHHA.
Ibu tertawa mendengar Lu yang dan menyampaikan bila Lu Yang benar-benar suka bercanda lol.

Jing Jing akan menemui ibunya malam itu dan melihat Lu Yang bersama ibunya. Ibu menikmati waktunya bersama Lu Yang, ibu memintanya sering-sering tiba dan ia akan mentraktir Lu Yang.
Lu Yang menolak, sebab bila Jing Jing tahu ia akan dibunuh. Ibu menyampaikan Jing Jing tidak akan melakukannya sebab ibu ada disana.
Jing Jing kemudian tetapkan masuk ke dalam dan ibu mengajaknya untuk makan bersama sebab sobat Jing Jing ada disana. Lu Yang menyampaikan masakan ibu Jing Jing lebih yummy daripada masakan ibunya. Ia mengajak Jing Jing duduk dan makan.
Ibu benar-benar menyukai Lu Yang dan menyampaikan bila Lu yang nggak tiba lagi ia akan sedih. Lu Yang berjanji akan tiba lagi.
Awwwww, future son in law <3

Jing Jing mengantar Lu Yang hingga ke jalan. Lu Yang menyampaikan bila ini terakhir kalinya ia menemani Jing Jing. sesudah ini ia tak akan ke sekolah lagi, ia sudah berjanji pada ibunya bila ia akan tinggal di rumah sakit dan menjalani perawatan.
Jing Jing menahan air matanya dan menyampaikan sesuatu wacana Lu Yang hari ini, Lu yang menebak apakah ia terlihat sangat keren hari ini?
Jing Jing mengangguk. Lu yang tersenyum. Ia kemudian mengucapkan selamat tinggal pada Jing Jing dan  meninggalkan Jing Jing.
Jing Jing menangis menatap kepergian Lu Yang.

-The End-

Epilog:

Sebenarnya dikala Lu Yang pertama tiba ke kedai ibu Jing Jing, ibu memukulnya dan memarahinya sebab mengaku-ngaku sobat anaknya. Penampilan Lu yang menyerupai preman, nggak mungkin Luyang ialah sobat Jing Jing HAHHAHAHAAH.
Lu Yang berusaha meyakinkan ibu bila ia benar sobat Jing Jing tapi ibu tak percaya dan mengusir Lu Yang. Lu Yang menolak keluar dan pegangan di meja. Ibu kesal dan memukul bokongnya HAAHHAHAHAHAHA.

Komentar:
Awwwww, saya nggak menyangka bila episode ini fokus pada kekerabatan Jing Jing dan Lu Yang. Aku pikir problem Li Wei akan besar lengan berkuasa besar pada kekerabatan Xiao Xi dan Jiang Chen, ternyata pengaruhnya pada Lu Yang dan JIng Jing.
Aku kasian banged sama Lu Yang pas ia tahu bila Jing Jing menyukai dokter Li. Dia awalnya kehilangan kendali sebab merasa ditipu tapi pada akhirnya, yang namanya cinta ya, ia tetap mengasihi Jing Jing.
Adegan di UKS dikala dokter Li menyelamatkan Lu Yang itu wow banged. Akting pemeran, arah kameranya keren banged disana, bikin kita sesak nafas. Plus si eksekutif itu benar-benar nyebelin HAHAHHAHAH, saya ngakak pas dokter Li menyuruh Bo song mengamankan direktur.
Dokter Li keren banged pas itu T_T

Aku pikir bakalan ada bencana di drama ini, contohnya Li Wei benar-benar bunuh diri, ternyata drama ini tetap mempertahankan youth drama yang cute (kalau di c-movie yang pernah saya tonton, youth movienya gelap-gelap LOL).
Bagaimanapun saya nggak sanggup menyukai Li Wei, ia makin nyebelin di episode ini, tapi sebab ia depresi sih ya. Tapi ia jadi menciptakan orang lain terkena imbasnya dan mamanya Li wei itu memang sesuatu banged.
Setidaknya kesalahpahaman Jiang Chen dan Xiao Xi alhasil berakhir.

BTW di episode ini Jiang Chen udah mulai berani ya HAHHAAHHHA.
Dia nggak mau kalah sama Bo Song yang akan melaksanakan apa saja untuk Xiao Xi, tapi tetap saja dengan perilaku Jiang Chen selama ini, agak gimana gitu liat ia bersikap baik, meski hati tetap berteriak.
Paling ngakak itu pas Jiang Chen bilang mau ngambil air taunya botolnya kosong HAHAHAHAHAHA, alasan doank pengen ngambilin punya Xiao Xi.
Adegan di perpustakaan itu dulu ada di teaser dan saya pikir cuma khayalan Xiao Xi doank, taunya beneran Jiang Chen yang melakukannya omg! Aku tahan nafas banged, takut-takut cuma khayalan wkkwkwkwkw.
Jiang Chen gemes kali ya, alhasil sanggup berdua dengan Xiao Xi tapi ia nggak sanggup melihat wajah Xiao Xi sebab rambut Xiao Xi menutupi wajahnya HAHAHHAAHHAHA. Aaackkk, gemeeeeeeeeeees.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top