Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 15-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 15-1

Di Episode ini, Jiang Chen menunjukkan rasa cemburunya dengan sangat terang dan saya rasa Xiao Xi menyukainya, ia sengaja menarik hati Jiang Chen HAHAHHAHHA. Bo SOng cukup peka sih, ia tau Jiang Chen cemburu dan menciptakan banyak sekali alasan ga masuk logika semoga Xiao Xi jangan bersahabat dekat dengannya. Bo Song dihadapkan pada dilema dan Xiao Xi sebagai sahabat setia untuk membantunya. Xiao Xi memang orangnya baik banged huhuhu.

To Our Pure Little Beauty Episode 15: I Want to Stay by Your Side

Waktu berlalu, gifting sprout yang diberikan Jiang Chen pada Xiao Xi sudah tumbuh. Hari itu Xiao Xi tersenyum sambil menyentuh daun gifting sprout sebelum berangkat ke sekolah. Di parkiran, Jiang Chen sudah menunggunya. Mereka saling mengucapkan selamat pagi dan berangkat bersama-sama.

Saat jam pelajaran olahraga, bawah umur ada dilapangan. Xiao Xi menyampaikan kalau ia sangat merindukan Lu Yang dan bertanya-tanya apakah warna rambut Lu Yang sudah kembali menyerupai semula. Jing Jing membisu saja.
Xiao Xi terus berkomentar betapa kerennya Lu Yang hari itu dan bertanya pada Jing Jing apakah hatinya sedikit begetar dikala Lu yang menyatakan perasaan di hadapan umum menyerupai itu?
JIng Jing membisu saja.

Saat Xiao Xi minum, tiba-tiba Bo Song yang gres selesai bermain bola tiba dan minum dari botol yang sama dengan Xiao Xi. Xiao Xi terkejut dan menyampaikan kalau ia sudah minum botol yang itu. Bo Song tak peduli, ia tersenyum dan menyampaikan ia masih meninggalkan setengahnya untuk Xiao Xi.
Jiang Chen kesal sekali melihatnya. Xiao Xi yang melihat Jiang Chen tiba dengan menawarkan air mineral yang gres untuk Jiang Chen. Jiang Chen tidak mau dan mengambil milik Xiao Xi, ia menyampaikan akan minum yang itu HAHHAHHAHAHAHA.
Ia bahkan melempar botolnya dengan kesal sesudah ia meminumnya wkkwkwkwkkwkw. Xiao Xi galau kenapa Jiang Chen begitu. Bo Song menatap mereka dari jauh. Jing Jing sih sudah tahu kalau Jiang Chen itu cemburu HAHAHAHHA.
*btw kiss nggak eksklusif dari Xiao Xi dan Bo Song, tapi selanjutnya ialah Bo song dan Jiang Chen HAAHAAHHAHAHAHAHA.

Saat berguru di kelas, tampaknya bawah umur sedang mengerjakan soal latihan, Jing Jing melihat ke arah dingklik Lu Yang. Ia kepikiran Lu Yang.
Sementara Lu Yang tidak sekolah semenjak hari itu, alasannya ialah ia harus tinggal di rumah sakit untuk penyembuhannya. Ia berguru secara pribadi di rumah sakit.

Ibu Jiang Chen tiba ke sekolah dan menemui Wali kelas. Wali kelas memuji Jiang Chen, nilainya selalu stabil, tidak mengalami penurunan dan ia sudah mendiskusikan untuk ujian masuk universitas nanti.
Tapi ibu Jiang Chen menyampaikan kalau itu tidak perlu, ia dan Jiang Chen sudah berdiskusi, Jiang Chen akan masuk ke Universitas Tsing Hua di Beijing, Universitas paling top di China kalau nggak salah. Biasanya tes masuk universitas ini lebih awal dari ujian masuk universitas lain alias SBMPTN.
Wali kelas bahagia mendengarnya, jikalau Jiang Chen berhasil masuk ke sana tentu saja akan menjadi pujian sekolah mereka.

Guru kebetulan melihat Jiang Chen yang sedang main basket dan memanggilnya. Ia menyampaikan kalau ia sudah mendiskusikan nilai Jiang Chen dengan ibunya dan ia dengar Jiang Chen akan masuk Univ. Tsing Hua. Ibu menyampaikan pada Jiang Chen kalau ia sudah mengurus semuanya (tempat tinggal dikala tes nanti dll).
Jiang Chen menyampaikan kalau ia belum memikirkan hal itu dan ibu terkejut alasannya ialah mereka sudah baiklah Jiang Chen akan masuk ke sana.
Jiang Chen menyampaikan itu pembicaraan setahun lalu, ia perlu memikirkannya lagi. Ibu kesal mendengarnya, apa yang perlu kamu pikirkan lagi, jikalau kamu tidak masuk Univ. Tsing Hua, jadi kamu mau kuliah dimana?
Wali kelas menengahi mereka berdua dan meminta mereka jangan buru-buru. Karena Jiang Chen masih muda, ini menyangkut masa depannya jadi mereka harus memikirkannya lagi.
Jiang Chen kemudian permisi untuk kembali ke kelas.

Xiao Xi sedang bersama Jing Jing. Xiao Xi bertanya apakah Jing masih memikirkan dokter Li dan Jing Jing menyampaikan ia tak yakin., ia harusnya merasa sedih tapi belakangan perasaannya jadi aneh.
Xiao Xi menyampaikan ia mengerti, alasannya ialah Lu Yang sudah menciptakan hati Jing Jing bergetar dikala itu, kalau kini masih memikirkan dokter Li, Jing Jing niscaya merasa ia gadis yang gampang jatuh cinta pada siapapun.
Jing Jing menyampaikan ia tak mau membicarakan problem itu.
Jiang Chen lewat disana dan Xiao Xi eksklusif melompat mendekati Jiang Chen, ia mengajak Jiang Chen ikut menjenguk Lu yang sore nanti, alasannya ialah ia pikir Lu yang niscaya bosan di ruamh sakit.
Bo Song kemudian bergabung dan ia baiklah mereka harus pergi, ia memastikan Jing Jing juga harus ikut. JIng Jing berfikir dan menyampaikan kalau ia tak akan pergi. Ia meninggalkan mereka.

Sepulang sekolah, Jing Jing menonton di bioskop. Ia mulai memikirkan dokter Li dikala menatap ke dingklik dimana dokter Li pernah duduk, ia mulai memikirkan bagaimana pertama kali ia jatuh cinta dan bagaimana hatinya berbunga-bunga setiap melihat dokter Li.
JIng Jing juga menatap ke dingklik tempat Lu Yang pernah duduk dan membayangkan Lu yang ada disana, bercanda menyerupai biasa, ia ingat kenangannya bersama Lu Yang, juga dikala Lu Yang mengucapkan selamat tinggal padanya. Jing Jing menangis.
Jing Jing bergantian menatap dingklik dokter Li dan Lu Yang sambil menangis.

Lu Yang ada di rumah sakit, perawat datan untuk mengambil darahnya. Lu Yang protes alasannya ialah tadi pagi ia sudah cek darah, ia menyampaikan ia tak punya cukup darah kalau mereka mengambilnya terus.
Saat itu Xiao Xi, Bo Song dan Jiang Chen tiba berkunjung dan mereka melihat dari pintu. Lu Yang kesakitan dan takut dikala darahnya diambil. Yang lain terawa.
Saat Lu Yang menyadari temannya ada disana, ia akal-akalan berpengaruh dan menyuruh perawat cepat melakukannya alasannya ialah ia ingin mengobrol bersama teman-temannya.
Setelah selesai perawat berkomentar kalau pagi ini Lu Yang menangis alasannya ialah darahnya diambil lol.

Setelah perawat pergi, teman-teman mendekatinya. Bo Song berkomentar kemana perginya si Lu Yang yang selalu bersemangat kalau membicarakan novel?
Mereka semuanya tertawa. Xiao Xi menyampaikan kalau Jing Jing tidak dapat tiba alasannya ialah harus melaksanakan sesuatu dan Lu Yang berkata kalau ia tak menanyakan Jing Jing.
Jing Jing dikala itu ternyata tiba sesudah berbelanja banyak untuk menjenguk Lu Yang. Ia ingin masuk tapi ragu. Xiao Xi melihatnya dan terkejut alasannya ialah jIng Jing tadi menyampaikan ia tak datang. semuanya menatap Xiao Xi untuk tidak membahas itu dan Xiao Xi mengerti.
Bo Song mengalihkan pembicaraan dan menyampaikan Jing Jing membeli banyak hal untuk Lu Yang, apakah Lu Yang merasa tersentuh?
Lu Yang membisu saja. Xiao Xi menambahkan selama Lu Yang di rumah sakit, Jing Jing selalu bersedih alasannya ialah ia merindukan Lu Yang.
Jing Jing mengambil sesuatu dari tasnya, ia menyampaikan kalau ia menciptakan copy-an catatan untuk Lu Yang alasannya ialah tidak masuk sekolah dan menawarkan pada lu Yang. Lu Yang dengan hirau taacuh menyampaikan ia tak membutuhkannya, alasannya ialah orang tuanya menyewa guru les untuknya.
Semuanya terkejut dan khawatir akan Jing Jing. Jing Jing mengerti. Suasana jadi terasa sangat awkward.

4 sahabat keluar dari rumah sakit, mereka berempat membisu saja. Xiao Xi khawatir pada Jing Jing dan mencoba mengajaknya bicara, tapi Jing Jing menyampaikan ia akan pulang.
Xiao Xi menatap kepergian Jing Jing dan bertanya pada Jing Chen dan Bo song apa yang harus mereka lakukan mengenai hal ini.
Bo Song memeluk bahu Xiao Xi dan menyampaikan jangan khawatir, mereka akan melaksanakan sesuatu mengenai hal itu.
Jiang Chen waspada melihat hal itu, tiba-tiba menarik Xiao Xi kesisinya, ia menyuruh Xiao Xi hati-hati alasannya ialah ada mobil.
Xiao Xi bingung, mereka ada ditrotoar dan tak ada kendaraan beroda empat disana. HAHAHHAHAHAHAHAHA.
Jiang Chen dan Bo Song saling pandang. Bo Song tahu apa problem Jiang Chen dan sengaja mengajak Xiao Xi untuk hang out bersamanya. Xiao Xi setuju. Jiang Chen yang biasanya akan bilang ‘gue pulang duluan’ kali ini nggak mau lagi meninggalkan mereka berdua, jadi ia ikut HAHAHAHAHAHHA.

Perawat tiba ke kamar Lu Yang dan melihat apa yang dibeli Jing JIng, ia menyampaikan kalau Lu Yang dihentikan makan itu. Perawat menyingkirkan tunjangan JIng Jing ke sudut. Lu Yang membisu saja.

Xiao Xi, Bo Song dan Jiang Chen hang out di tempat main bilyard.
Bo Song dan Jiang Chen akan bertarung disana. Mereka berdua benar-benar menawarkan tatapan permusuhan dan Xiao Xi hanya melihat mereka satu per satu sambil menahan senyum, terutama kalau ia melihat ke arah Jiang Chen HAHAHHAHA. Xiao Xi bahagia banged tampaknya diperebutkan dua laki-laki wkkwkwkkwkwkw.
Permainan dimulai, Jiang Chen mulai duluan. Jiang Chen bermain dengan baik, setiap Jiang Chen memasukkan bola, Xiao Xi akan kagum dan bertepuk tangan untuknya. Jiang Chen tersenyum dan sudah merasa menang.
Tapi ternyata Bo Song jauh lebih mahir dan Xiao Xi bahkan berteriak kagum dengan hiperbola menciptakan Jiang Chen makin kesal wkwkkwkwkwk.
Lucu banged pas Xiao Xi kagum pada Bo Song, Jiang Chen menatapnya tajam dan Xiao Xi menahan senyum sambil menutup mulutnya wkkkwkwkkwkwkw.

Meski Jiang Chen hebat, Bo Song memenangkan pertandingan itu.
Jiang Chen jadi kesal dan mengajak Xiao Xi pulang. Xiao Xi menolak alasannya ialah ia jadi tertarik main juga sesudah melihat keduanya bermain.
Bo Song bahagia mendengarnya dan menyampaikan kalau ia akan mengajarkan Xiao Xi, alasannya ialah level Jiang Chen masih dibawahnya. LOL.
Jiang Chen kesal banged mendengar itu dan tetapkan pulang.
Xiao Xi sendiri benar-benar berniat main bilyard bareng Bo Song dan Jiang Chen tak dapat membiarkan mereka berduaan saja.
Ia kembali ke dalam dan menarik kerah baju belakang Xiao Xi, menyeret Xiao Xi untuk pulang bersamanya HAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAAHHA.
Xiao Xi berjalan mundur sambil berteriak pada Bo song kalau lain kali mereka akan main lagi.
Jiang Chen benar-benar kejam, ia nggak melepaskan Xiao Xi dan terus menyeretnya bahkan nggak membiarkan Xiao Xi bicara pada Bo song HAHHAAHAHAHAAHHA.
Seolah-olah Xiao Xi itu anak kucing XD

JIang Chen dan Xiao Xi pulang gotong royong dan mereka masih membicarakan permainan bilyard tadi.
Xiao Xi terus membicarakan mengenai Bo Song, ia menyampaikan meskipun Jiang Chen kalah, itu bukan alasannya ialah Jiang Chen tidak dapat bermain, hanya saja level Bo Song itu berbeda, ia terlalu amazing, jikalau Jiang Chen bermain dengan orang normal, Jiang Chen niscaya menang sayangnya BoSong itu bukan orang normal. Ia harap Jiang Chen tidak sedih alasannya ialah kalah dari BoSong.
Jiang Chen kesal sekali alasannya ialah Xiao Xi terus membahas kekalahannya dan ia menutup verbal Xiao Xi dengan telapak tangannya, menyuruhnya membisu dan tangan lainnya mendorong Xiao Xi semoga Xiao Xi berjalan cepat HAHAHHAHAHAHAHHA.

Keduanya tiba di apartemen dan bertemu dengan ibu dan adik Jiang Chen. Xiao Xi menyapa mereka. Jiang Rui yang melihat kakaknya eksklusif bertanya apakah benar kalau Jiang Chen akan masuk ke Universitas TSing Hua dan Xiao Xi terkejut mendengar hal itu.
Jiang Chen membisu saja, ia melirik ke arah Xiao Xi. Xiao Xi kemudian menyampaikan kalau ia akan masuk duluan dan permisi pada mereka.
Xiao Xi sengaja berjalan lambat untuk mendengarkan tanggapan Jiang Chen. Jiang Rui terus bertanya dan ibu menyampaikan kalau tentu saja abang akan masuk ke Tsing Hua. Ia menyuruh Jiang Chen masuk ke rumah dan mengerjakan PR-nya. Ia dan adiknya akan pergi membeli buah.
Jiang Chen membisu saja, ia menatap Xiao Xi yang masuk ke apartemen.

Xiao Xi melihat hasil ujiannya dan mendesah, dengan nilai begitu ia tak akan mungkin dapat masuk Universitas Tsing Hua, jangankan Tsing Hua, salah satu universitas di Beijing saja ia nggak akan bisa. Xiao Xi galau apa yang harus ia lakukan.

Bo Song latihan renang, ia sedang pemanasan. ayahnya khawatir alasannya ialah cidera Bo song meski Bo Song menyampaikan kalau ia baik-baik saja. Jika ia tak bekerja keras ia tak akan dapat masuk ke tim nasional.
Ayah menyukai semangat Bo Song dan membantunya latihan, tapi tiba-tiba bahu Bo Song sakit lagi dan ia dibawa ke rumah sakit. Setelah mendengar klarifikasi dokter, Ayah menemui Bo Song  dan meminta Bo Song untuk istirahat sementara waktu. Bo Song terkejut dan bertanya bagaimana dengan pertandingannya. Ayah meminta Bo Song jangan khawatir dan lebih memperhatikan kesehatannya.
Bo Song menyampaikan ia dan ayahnya sudah baiklah untuk berlatih lebih keras, kenapa ayah kini malah menyuruhnya istirahat?
Ayah memaksa Bo song untuk istirahat dan jangan memikirkan hal lain.

Di sekolah, Xiao Xi melihat Bo song dan menemuinya, ia heran alasannya ialah bO Song ada di sekolah jam segini, biasanya ia latihan.
Bo Song menyampaikan ayahnya menyuruhnya istirahat 2 hari. Xiao Xi mengomentari cara istirahat Bo Song, alasannya ialah Bo Song ke sekolah dikala istirahat bahkan tidur sambil ngorok dikelas lol.
Mereka berdua kemudian bercanda dan Xiao Xi tak sengaja memukul bahu Bo Song, Bo Song kesakitan. Xiao Xi terkejut dan bertanya apakah Bo Song baik-baik saja?
Bo Song menyampaikan ia baik-baik saja, pundaknya hanya sakit sedikit dan ia sudah mengobatinya. Xiao Xi khawatir alasannya ialah Bo Song niscaya latihan sangat keras belakangan ini, ia pikir bahu Bo Song sakit alasannya ialah salah tidur di kelas.

Jiang Chen kebetulan lewat disana dan melihat Xiao Xi dan Bo Song asik mengobrol.
Ia kesal lagi melihat keduanya sangat bersahabat dan tiba mendekati mereka. Ia menyampaikan kalau wali kelas memanggil Xiao Xi.
Xiao Xi terkejut kenapa wali kelas memanggilnya alasannya ialah ia merasa tidak berbuat kesalahan belakangan ini.
Bo Song menatap Jiang Chen dengan curiga, Jiang Chen dengan cepat menciptakan alasan alasannya ialah Xiao Xi tidak fokus pada pelajarannya.
Bo Song menyampaikan bagaimana mungkin wali kelas memanggil Xiao Xi hanya alasannya ialah itu. Sekalian saja dipanggil alasannya ialah berlari dikala jam istirahat, atau pergi ke toilet padahal tidak minum air.
Xiao Xi khawatir melihat keduanya dan menyampaikan ia gres ingat ia belum menuntaskan PR bahasa inggrisnya, ia menyampaikan akan menemui wali kelas dan meninggalkan mereka.

Setelah Xiao Xi pergi, Bo Song berkomentar pada Jiang Chen, Peringkatmu memang tinggi, tapi kamu sangat jelek dalam berbohong.
Jiang Chen tak peduli dan meninggalkan Bo song.
HAHHAHAHAHHAA. Ngakak memang Jiang Chen ini bohong nggak dapat nyari alasan lain apa? Sejak kemarin ia memang ngakak banged kalau sedang cemburu XD

Xiao Xi benar-benar ke ruang guru menemui wali kelas, ia bertanya kenapa wali kelas ingin menemuinya.
Wali kelas tentu saja bingung. Xiao Xi menyampaikan kalau Jiang Chen menyampaikan wali kelas ingin menemuinya.
Wali kelas kemudian berfikir kalau mungkin ia memang ingin memanggil Xiao Xi tapi ia sudah lupa lol.
Xiao Xi malah menjelaskan mengenai kata-kata Bo Song tadi, kemungkinan dirinya dipanggil, ia menyampaikan semenjak kecil, ia sering disuruh minum banyak air, kalau minum air tentu jadi sering ke toilet. Ibunya menyampaikan kalau minum banyak air sangat anggun untuk pencernaan. Ia meminta guru jangan khawatir, meski ia sering ke toilet, ia niscaya akan fokus pada pelajarannya.
Wali kelas hanya menganga mendengar klarifikasi Xiao Xi AHHAHAHAAHAHA.
Xiao Xi memakai kesempatan ini untuk bertanya pada wali kelas, apakah anak dengan nilai tampaknya ada kemungkinan masuk ke UNiversitas di Beijing.
Wlai kelas terkejut alasannya ialah Xiao Xi ingin kuliah di Beijing. Wali kelas menyampaikan dengan nilai Xiao Xi yang sekarang, jikalau Xiao Xi ingin kuliah di Beijing dapat saja, tapi tentu saja nggak dapat masuk ke Universitas ternama, paling masuk ke universitas grade 3. Sementara kalau Xiao Xi menentukan universitas di kawasan mereka, Xiao Xi dapat masuk ke universitas bagus.
Xiao Xi terlihat sedih, ia berterima kasih dan pergi.

Xiao Xi dan Jiang Chen pulang sekolah bersama-sama. Xiao Xi curhat pada Jiang Chen kalau wali kelas menyampaikan nilainya ialah rata-rata, jadi kalau mau kuliah di Beijing paling dapat masuk ke Universitas kelas 3.
Jiang Chen berkomentar, kamu terkejut dengan itu? sesudah kelas berakhir kamu eksklusif sibuk mengobrol dengan yang lain, jikalau nilaimu tidak rata-rata, kemudian siapa yang nilainya rata-rata?
Xiao Xi kesal dan menyampaikan kalau ia tak pernah melaksanakan itu. Sejak Lu Yang tidak masuk sekolah, Jing Jing selalu berduka seperti ada yang meninggal dunia, ia hanya dapat mengobrol dengan Wu Bo Song.
Xiao Xi menyebut nama Bo Song lagi dan menciptakan Jiang Chen naik darah, ia mempercepat jalannya.
Xiao Xi bertanya apakah Jiang Chen mau membantunya belajar, kalau Jiang Chen membantunya, nilainya akan naik dan ia dapat masuk universitas di Beijing bersama Jiang Chen.
Jiang Chen bertanya, kenapa saya harus pergi ke Beijing bersamamu?
Xiao Xi balik bertanya, kemudian dengan siapa kamu ingin pergi ke Beijing? Atau kamu tidak ingin pergi ke Beijing? Jika kamu tidak pergi ke Beijing, kemana kamu akan pergi?
Xiao Xi tersenyum menatap Jiang Chen menyampaikan ia akan ikut kemanapun Jiang Chen akan pergi.
 Jiang Chen bahagia banged mendengar hal itu dan menahan senyumannya, tapi ia tak dapat eaaaaa.
Xiao Xi melihat Jiang Chen tersenyum, ah, kamu tersenyum! artinya kamu berjanji akan mengajariku, kan?!
Jiang Chen eksklusif memasang wajah hirau taacuh dan membantah kalau ia tidak tersenyum. Ia segera naik ke sepedanya. Xiao Xi mengejarnya dan menyampaikan kalau ia melihat Jiang Chen tersenyum dan menuduh Jiang Chen senyum alasannya ialah ingin mengajarinya hehehhehe.
Awwwwww, rasa-rasa udah pacaran nih, SOME!

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top