Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 17-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 17-1

Mulai dari episode ini, kita akan berpisah dari masa Sekolah Menengan Atas Xiao Xi dkk. Sedih sih, alasannya kita nggak akan melihat mereka dalam balutan seragam Sekolah Menengan Atas lagi. Tapi ingin tau juga dengan kehidupan universitas mereka. Tapi saya malah merasa semenjak masuk ke part 2 alias masa kuliah, kok ceritanya jadi agak membosankan dan random gitu ya. Memang sih OTP makin sweet dan bikin gemes, tapi plot-nya jadi nggak teratur gitu, apalagi di episode 18 nanti. Well kini masih episode 17 sih ya HAHHAHAAHHA.

To Our Pure Little Beauty Episode 17: If you can recall

Ujian Akhir Sekolah disini tampaknya merangkap dengan Ujian Masuk Universitas, alasannya saya lihat Xiao Xi dkk hanya satu kali ujian. Setelah ujian selesai, Xiao Xi tampak khawatir, tampaknya ia tidak sanggup mengerjakan dengan baik. Saat petugas memperbolehkan mereka keluar, Xiao Xi pribadi lari mengambil tasnya dan menemui JIang Chen yang sudah menunggunya.
Xiao Xi bertanya bagaimana ujian Jiang Chen dan Jiang Chen ia menyampaikan ia tak tahu bagaimana hasilnya nanti. Ia mengajak Xiao Xi untuk pergi.

Sementara itu di daerah lain, Lu Yang menunggu Jing Jing. Jing Jing keluar dari ruang ujian dan melihat Lu Yang. Ia melewati Lu Yang begitu saja dan Lu Yang sudah feeling kalau Jing Jing niscaya murka padanya.
Tapi Jing Jing hasilnya menarik nafas dalam dan menghentikan langkahnya, menyuruh Lu Yang ikut dengannya. Lu Yang senang mendengarnya. Jing Jing juga tersenyum diam-diam.

Setelah ujian selesai, para siswa kembali mengenakan seragam mereka dan masuk ke kelas masing-masing. Hari itu wali kelas mengenakan dress merah yang cantik, tidak ibarat biasanya dan memmbuat para siswa bersorak. Hari ini ialah hari terakhir class meeting dan terakhir kalinya mereka masuk kelas, kedepannya mereka mungkin masih akan masuk tapi sanggup jadi tidak seluruh siswa yang hadir. Ini juga terakhir kalinya wali kelas akan memberi ceramah pada mereka.  Ia berharap para siswa sukses dimasa yang akan tiba dan mereka sudah melaksanakan yang terbaik selama ini, jadi mereka juga harus melaksanakan yang terbaik dimasa yang akan datang.
Para siswa melamun mendengarkan wali kelas dan perlahan-lahan mata mereka mulai berkaca-kaca. Bahkan sudah ada yang menangis.
Tentu saja Xiao Xi juga menangis.

Sementara itu ibu menunggu Xiao Xi di rumah dengan pose aneh. Ia sedang berdoa untuk kelulusan Xiao Xi. Saat Xiao Xi pulang, ibu menyuruhnya membisu bangun dan mulai membacakan mantera, mengambil jimat, mengibaskan ke arah Xiao Xi, membakarnya dan memasukkan ke air, tentu saja ia juga menyuruh Xiao Xi meminumnya.
Xiao Xi menolak tapi ibu memaksanya, ini biar Xiao Xi lulus ujian. Xiao Xi menyampaikan ia sudah ujian tadi, tak ada gunanya minum ini sekarang. Ibu menyampaikan alasannya itu ia menyuruh Xiao Xi minum sekarang, kalau minum sebelum ujian Xiao Xi akan sakit perut.
Xiao Xi tetap menolak, ia meminta ayahnya membelanya, tapi ternyata ayah Xiao Xi malah ikut memaksanya minum HAHHAHAHHAHA.
Xiao Xi cemberut banged tapi ia tetap minum. LOL. Emak-emak emang gini ya XD Aku juga sering dipaksa minum ini dan itu, tapi bukan buat ujian sih, cuma obat aja dari ini dan itu, pahitnya luar biasa lol.

Ibu Jiang Chen menemui Jiang Chen di kamarnya, ia bertanya bagaimana ujian Jiang Chen dan menyampaikan ia akan tiba ke sekolah ketika Jiang Chen mengisi form isian universitasnya.
Jiang Chen menolak, meminta ibunya tak perlu datang. Tapi ibunya memaksa kalau ia akan datang.

2 ahad kemudian.
Xiao Xi sedang membaca manga ketika ibunya masuk ke kamar dan menyuruh Xiao Xi segera mengecek hasil ujiannya. Xiao Xi terkejut alasannya ini ternyata sudah jam mengecek hasil ujian.
Ia memasukkan nomor ujian dan passwordnya. Ia menutup mata ketika menekan tombol enter dan segera berlari ke daerah tidurnya. Ayah kemudian tiba dan bertanya bagaimana hasilnya. Xiao Xi khawatir banged.
Ibu yang melihat hasil menyampaikan nilai Xiao Xi tidak mengecewakan bagus, 549 poin.
Xiao Xi cukup kaget alasannya nilainya tidak mengecewakan tinggi.

Xiao Xi segera berlari ke rumah Jiang Chen dan mengetuk pintu. ketika Jiang Chen membukanya, Xiao Xi pribadi bersemangat menyampaikan nilainya 549. Jiang Chen membisu saja.
Xiao Xi menyadari kalau tidak ada orang dirumah, ia mulai senyum-senyum dan bertanya, tampaknya tak ada orang dirumah?
Jiang Chen terkejut, apa yang ingin kau lakukan (kalau nggak ada orang dirumah)?
Xiao Xi senyam senyum dan menyampaikan kalau ia tak akan melaksanakan apa-apa, ia hanya berfikir siapa tahu Jiang Chen mau mengajaknya untuk minum secangkir teh.
JIang Chen tersenyum mendengarnya. Ia kemudian melangkah keluar dan menutup pintu. Xiao Xi terkejut alasannya ia nggak diajak masuk.
Jiang Chen menatapnya, bukannya kau bilang mau minum teh?
Xiao Xi tersneyum senang alasannya Jiang Chen mengajaknya minum diluar.

Dalam perjalanan, Xiao Xi terus menatap Jiang Chen, ia berjalan mundur sambil senyam senyum pada Jiang Chen, ia bertanya apakah Jiang Chen benar-benar akan mentraktirnya dan bertanya kenapa?
Jiang Chen kemudian mengancam kalau ia akan pulang saja dan Xiao Xi pribadi menarik tangannya menahan Jiang Chen.
Ia bertanya kemana mereka akan minum dan Jiang Chen menjawab kemana saja. Xiao Xi kemudian memberi rekomendasi tempat, ada cafe gres akrab toko buku, tapi ia juga ingin minum minuman hambar di cafe akrab sekolah. LOL.
Jiang Chen mengubah pembicaraan, bertanya UNiversitas mana yang akan dituju Xiao Xi dan Xiao Xi menyampaikan ia akan masuk universitas biasa yang akrab dengan Univ Zhe Jiang.
Jiang Chen kahwatir melihat Xiao Xi yang jalan mundur dan menyuruhnya melihat jalan tapi Xiao Xi malah meminta Jiang Chen untuk melihat jalah untuknya HAHAHAAHA.
Jiang Chen kemudian bertanya kenapa Xiao Xi tidak bertanya ihwal nilainya. Xiao Xi senang dan menarik hati Jiang Chen, ayo memohon padaku, jikalau kau melakukannya saya akan bertanya mengenai nilaimu. LOL.
Tapi pada hasilnya Xiao Xi menjawab juga, ia tak bertanya alasannya ia percaya pada Jiang Chen, Jiang Chen niscaya sanggup masuk dengan mudah. Karena itu tak ada gunanya juga bertanya.

Keduanya tiba di cafe dan memesan minuman. Jiang Chen cuma minum seteguk dan memperlihatkan pada Xiao Xi alasannya katanya kemanisan, ia kurang suka. Xiao Xi malah senang dan meminum milik Jiang Chen. Ia juga memperlihatkan miliknya pada Jiang Chen dan Jiang Chen cuma nyoba sekali kemudian mengembalikan pada Xiao Xi.
Akhirnya Xiao Xi minum dua-duanya HAHAHHAHAHHAHAHAA.
Xiao Xi menyampaikan kalau minuman milik Jiang Chen lebih segar (Watermelon juice).
Jiang Chen mulai menjelaskan secara ilmiah, menyampaikan kalau itu ialah adonan dari debu semangka dan air, dengan perbedaan aroma dan kemanisan.
Xiao Xi malas mendengarkan klarifikasi ilmiah Jiang Chen dan menyampaikan kalau Jiang Chen terus begini dihadapan orang lain, orang lain akan memukulnya lol.
Yeah, kencan mereka cuma begitu tapi Xiao Xi senang banged XD

Saat belum dewasa sibuk dengan ujian, Bo Song sibuk dengan latihan dan pertandingan demi pertandingan. Ia harus menaikkan waktunya kalau ingin menang dipertandingan selanjutnya.

Hari dimana belum dewasa mengisi form universitas mereka tiba. Wali kelas meminta mereka mengisi dengan hati-hati alasannya ini penting bagi masa depan mereka.
Jiang Chen sengaja menunggu Xiao Xi selesai, sesudah Xiao Xi selesai, ia juga ikut maju kedepan, biar mereka sanggup pulang bersama-sama. Tapi wali kelas menahan Jiang Chen, alasannya ibu Jiang Chen akan tiba untuk mengecek isian universitas Jiang Chen. Jiang Chen mengerti.
Xiao Xi kembali ke dingklik belakang menunggu Jing Jing dan Lu Yang. Lu Yang tampaknya mendaftar ke Universitas Zhe Jiang juga.
Xiao Xi, Jing Jing dan Lu Yang keluar bersama-sama, Xiao Xi menyampaikan pada JIang Chen ia akan menunggu Jiang Chen diluar. Jiang Chen tersenyum.
*ugh, udah pacaran nih?

Saat tiba diluar, Xiao Xi menyuruh Lu Yang dan Jing Jing duluan alasannya ia akan menunggu Jiang Chen. Jing Jing mengerti dan mengajaknya main kapan-kapan.
Ibu Jiang Chen tiba ke kelas, Xiao Xi menyembunyikan wajahnya. Ibu tentu saja protes alasannya JIang Chen mendaftar ke Universitas Zhe Jiang sebagai pilihan pertamanya, ia tetap ingin Jiang Chen masuk TSing Hua.
Wali kelas meminta ibu tenang, alasannya dengan nilai Jiang Chen, ia sanggup masuk kemana saja, ia ingin mereka mendiskusikannya lagi. Tapi Jiang Chen menyampaikan kalau itu ialah keputusannya, ia akan masuk ke Zhe Jiang, ia tak akan mengubahnya.
Ibu menyampaikan jikalau Jiang Chen tidak mau menggantinya maka ia yang akan menggantinya sendiri.  Jiang Chen berkata pada ibunya, Jika ibu mengerti bagaimana sifatku, ibu seharusnya tahu apa yang akan saya lakukan. Jika ibu berani mengubah pilihan universitasku, saya juga berani untuk berhenti kuliah dimasa yang akan datang.

Jiang Chen kemudian keluar dan ia tak mendengarkan ketika ibu memanggilnya.
Xiao Xi yang menunggu di luar jadi nggak lezat mendengarkan pembicaraan mereka. Jiang Chen menatap ke arah Xiao Xi dan menyentuh tas Xiao Xi mengajaknya pulang.

Jing Jing berdua bersama Lu Yang. Lu Yang menyampaikan sesuatu mengenai penyakitnya, ia bertanya apakah Jing Jing pikir kalau sakitnya sembuh ia akan sanggup punya pacar?
JIng Jing menjawab meskipun penyakit itu tak sanggup disembuhkan, Lu Yang tetap sanggup punya pacar. Lu Yang bertanya lagi, kemudian bagaimana kalau dokter memang menyampaikan itu tak sanggup disembuhkan?
Jing Jing menyampaikan lagi, meski nggak sanggup disembuhkan, Lu yang masih sanggup pacaran. Lu Yang menyampaikan ia tak sanggup melakukannya, alasannya itu tidak adil bagi pacarnya nanti.
Jing Jing menghentikan langkahnya dan menarik tas Lu Yang bertanya dengan serius, kau sedang tidak punya pacar kan? Sekarang kau sudah mempunyainya.
Jing Jing melepaskan Lu Yang dan segera berlari alasannya malu. Lu Yang masih shock dan pelahan menatap Jing Jing yang berlari. Ia kemudian mengejar Jing Jing. Jing Jing berbalik dan menyuruhnya jangan berlari, jalan pelan-pelan saja.
Lu Yang berjalan pelan-pelan ke arah Jing Jing. Saat keduanya berhadapan, mereka hanya saling pandang dan tersenyum.
Awwwwww, hasilnya ya XD

Xiao Xi dan Jiang Chen pulang bersama. Xiao Xi menyampaikan tampaknya ibu Jiang Chen sangat berharap Jiang Chen masuk Universitas Tsing Hua. Dan Jiang Chen cukup berani untuk melawannya. Xiao Xi bertanya apakah Jiang Chen benar-benar tidak akan masuk Universitas TSing Hua?
JIang Chen menyampaikan kalau ia tak akan masuk kesana. Xiao Xi mendesah dan menyampaikan sangat disayangkan. Jiang Chen menghentikan langkahnya dan menatap Xiao Xi dengan tatapan ‘ini anak gimana sih, saya nggak pergi kan alasannya kau juga, harusnya kau senang kan?’
Xiao Xi hanya menunduk dan meski ia menyampaikan sangat disayangkan, tapi tentu saja ia juga senang alasannya Jiang Chen tetap di kota ini.

Jadi, sistem disana itu ujian simpulan = ujian masuk universitas, sesudah ujian dan nilai di cek, mereka mengisi form isian mau masuk universitas yang mana dan pihak universitas akan menyeleksi menurut nilai mereka (jadi kalau zaman dulu itu namanya jalur PBUD, kalau kini namanya SNMPTN, berarti pas tahun itu di drama ini, SBMPTN nggak ada ya?).
Hari pengumuman sudah tiba, Jiang Chen berhasil masuk universitas Zhe Jiang. Jiang Rui sangat senang alasannya Jiang Chen lulus. Meski ibu sempat melarangnya, tapi ibu tetap terharu alasannya JIang Chen lulus.
JIang Chen sendiri lebih mengkhawatirkan Xiao Xi. Ia menatap ke arah kamar Xiao Xi.

Jing Jing berhasil lulus masuk Universitas Zhe Jiang dan memberi tahu ibunya. Ibu sangat bahagia, mereka berpelukan.
Lu Yang sedang main game dan JIng Jing bertanya bagaimana hasil seleksi Lu Yang. Lu yang segera mengecek dan pribadi menelpon Jing sesudah melihat hasilnya. Ia juga berhasil masuk Universitas berbeda dengan Jing Jing, tapi akrab dengan Zhe Jiang.

Sementara itu Xiao Xi menatap layar komputernya dan ternyata Xiao Xi tidak lulus. ayah dan ibu mencoba menghibur Xiao Xi, menyampaikan tidak apa-apa, mereka akan mengirim Xiao Xi ke luar negeri untuk kuliah untuk menghibur Xiao Xi.
Tapi tentu saja Xiao Xi tetap murung dan mulai menangis, alasannya ia nggak sanggup kuliah bersama Jiang Chen. Ayah dan ibu makin khawatir dan memutuskan meninggalkan Xiao Xi sendirian.

Jiang Chen mencoba menghubungi Xiao Xi tapi Xiao Xi tidak mengangkat telponnya. Jiang Rui bertanya kenapa kakaknya terus menelpon dan bertanya apakah kakaknya mencoba menghubungi Xiao Xi.
Jiang Chen cukup kaget alasannya daya tangkap adiknya cepat lol.
Tapi Jiang Rui tidak mengerti kenapa Jiang Chen terus menelpon padahal Xiao Xi ialah tetangga mereka, padahal tinggal tiba ke rumahnya saja HAHAHHAHA.
Jiang Chen gres sanggup wangsit itu LOL
iang Chen pergi ke rumah Xiao Xi dan ibu membukakan pintu.  Jiang Chen menyampaikan kalau ia mencari Xiao Xi. Ibu menyampaikan dengan khawatir kalau Xiao Xi mengurung diri dikamar sepanjang hari dan tidak mau keluar.
JIang Chen berfikir dan kemudian meminta izin untuk bicara dengan Xiao Xi. Ibu mengizinkan Jiang Chen dan meminta Jiang Chen menghibur Xiao Xi, alasannya Xiao Xi sedang murung alasannya tak lulus masuk universitas. Ia dan ayah tak sanggup meyakinkannya dan malah menambah parah keadaan alasannya mereka menyampaikan akan mengirimnya ke luar negeri.
Jiang Chen kemudian masuk dan bertemu ayah Xiao Xi. Ayah juga meminta biar Jiang Chen meyakinkan Xiao Xi dunia belum berakhir meski nggak lulus universitas.

Jiang Chen tiba di depan pintu kamar Xiao Xi dan mengetuk. Xiao Xi berfikir itu ibunya, ia menyampaikan ia tak lapar.
Jiang Chen mencoba bicara, menyampaikan kalau ini ialah aku. Xiao Xi berfikir itu ayahnya dan menyampaikan ia benar-benar tak lapar.
JIang Chen hasilnya menyebutkan namanya. Xiao Xi terkejut dan segera membuka pintu, menarik Jiang Chen masuk ke kamarnya.
Ayah dan ibu terkejut alasannya seorang laki-laki masuk ke kamar anak gadis mereka HAHHAHAAAHAA.
Xiao Xi bertanya kenapa Jiang Chen tiba dan Jiang Chen balik bertanya kenapa Xiao Xi tidak menjawab telponnya.
Xiao Xi bersedih lagi dan terduduk dilantai. Jiang Chen ikutan duduk dan suasana menjadi awkward apalagi alasannya mereka mendengar bunyi ibu dan ayah yang berbisik-bisik dluar alasannya nggak sanggup mendengarkan apa yang mereka bicarakan LOL.
Jiang Chen kemudian mengajak Xiao Xi jalan-jalan diluar dan bicara.
*HAHHAHAHA nggak lezat ya ada papa mama yang ingin tau dirumah dan nguping, apalagi cuma berdua dalam kamar XD

Bo SOng sendiri mendengarkan musik sebelum pertandingannya, ia kelihatan sedikit gugup. Tapi kemudian ia melihat papan santunan yang dibentuk Xiao Xi waktu itu dan ia kembali percaya diri. Ia berhasil memenangkan pertandingannya hari itu dan akan menelpon Xiao Xi untuk memberitahukannya. Tapi Xiao Xi tidak mengangkat telponnya.

Xiao Xi dan Jiang Chen berdua ditaman. Jiang Chen membelikan makanan dan minuman untuk Xiao Xi, sementara Xiao Xi masih terlihat sangat sedih.
Jiang Chen benar-benar *calon pacar* yang sangat baik, ia memperlihatkan minuman pada Xiao Xi dan membukakan bungkus roti untuk Xiao Xi. Xiao Xi hanya makan sedikit dan memperlihatkan pada Jiang Chen lagi.
Jiang Chen mengambil tissu dan menyuruh Xiao Xi untuk menangis saja, jangan menahannya.
Xiao Xi kemudian mengambil tissu dan mulai menangis dengan sangat keras.

Xiao Xi menangis terisak, menyampaikan kalau semuanya akan masuk universitas, hanya dirinya yang tidak lulus. Ia tidak tahu lagi apa yang akan ia lakukan sekarang. Ia bertanya pada Jiang Chen apa yang harus ia lakukan sambil menangis tersedu-sedu. Xiao Xi menyampaikan kalau ia sangat takut.
Jiang Chen berfikir dan meminta Xiao Xi untuk mencoba sekali lagi. Xiao Xi sanggup mengikuti ujian seni untuk masuk universitas, kayaknya sih les dulu setahun dan mencoba lagi tahun depan, tapi jangan pilih jalur umum, pilih jalur khusus alasannya Xiao Xi kan pengen masuk jurusan seni. Mungkin disini namanya seleksi yang menurut talenta itu kali ya, saya lupa nama istilahnya apa. Kalau zaman saya sih ada, kalau kini nggak tahu ya.
Jiang Chen menyampaikan meski mereka akan setahun lebih awal, ia akan menanti Xiao Xi ketika kelulusan. Xiao Xi menyampaikan kalau ia takut mengambil ujian lagi.
Jiang Chen kemudian bertanya apakah Xiao Xi tahu berapa poinnya diujian simpulan ini dan Xiao Xi protes alasannya Jiang Chen mau pamer nilai padanya disaat ibarat ini.
Jiang Chen menyampaikan kalau ia ingin menyampaikan ia sanggup membantu Xiao Xi. Bukankah Xiao Xi ingin mencar ilmu menggambar? Makara ikut ujian sekali lagi, ia akan membantu Xiao Xi mencar ilmu untuk masuk universitas Zhe Jiang jalur khusus (ujian seni). Jiang Chen menambahkan kalau  kuliah dijurusannya butuh waktu 5 tahun, jadi mereka sanggup lulus bahu-membahu (jurusan lain itu butuh waktu 4 tahun).
Xiao Xi kemudian jadi tak percaya diri lagi, bagaimana kalau ia tak sanggup lulus sempurna waktu. Jiang Chen jadi kesal, yang harus kau khawatirkan kini ialah bagaimana caranya sanggup masuk universitas, bukan bagaimana kalau nggak sanggup lulus sempurna waktu.
Xiao Xi cemberut, bukannya tadi kau bilang akan membantuku untuk lulus?
Jiang Chen menghela nafas dan membenarkan LOL. Xiao Xi kemudian menyampaikan kalau ia lapar dan Jiang Chen pribadi memperlihatkan roti padanya.
Awwwww. Ini couple kayak udah pacaran aja yaaaa.

*pas adegan ini saya jadi ingat You Are the Apple of My Eyes, ketika female lead yang populer berilmu nggak lulus ke univeristas pilihannya dan male lead menghiburnya huhuhu.

Sementara itu di rumah Xiao Xi, Ibu sedang menonton info olahraga mengenai kemenangan Bo Song, sementara ayah yang terus mondar-mandir dan nggak sanggup tenang.
Ia bertanya-tanya kenapa Xiao Xi belum pulang juga, ia khawatir terjadi sesuatu. Ibu meminta ayah damai dan jangan membayangkan hal yang aneh-aneh.
Xiao Xi pulang tak usang kemudian, dan menyampaikan kalau ia baik-baik saja. Ia memutuskan untuk mengikuti ujian tahun depan. Ibu khawatir alasannya akan sangat sulit mengulang lagi, ia bertanya apakah Xiao Xi punya keyakinan untuk mengikutinya dan Xiao Xi menyampaikan ia sanggup melakukannya.

Bo Song masih terus mencoba menghubungi Xiao Xi tapi tidak diangkat, jadi ia menghubungi Lu Yang. Lu Yang menyampaikan kalau Xiao Xi akan mengulang ujian lagi dan Bo Song terkejut.
ayah kemudian tiba dan menyuruh Bo Song segera keluar untuk wawancara.
Xiao Xi dan ayahnya dirumah melihat itu dan Xiao Xi menyampaikan kalau Bo Song ialah sobat sekelasnya.
Jiang Chen di rumahnya juga menonton wawancara Bo Song.
Saat Wawancara itu, Bo Song sengaja memberi semangat pada Xiao Xi, ia menyampaikan pada Xiao Xi kalau mengulang itu bukanlah hal yang menakutkan, alasannya ia juga mulai dari awal dan berhasil. Ia percaya Xiao Xi sanggup melakukannya.
Jiang Chen kesal sekali mendengarkan Bo song menyebut nama Xiao Xi di TV dan mematikan TV AHHAHAHAHAHA.
Sementara Xiao Xi terlihat cemberut di rumahnya, ia menyampaikan kalau kini seluruh negeri tahu ia tak lulus ujian masuk universitas HHAHAHAHAAHAHAHHAHA.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top