Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 18-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 18-1

Episode 18 ini, kita akan memasuki masa kuliah para sahabat. Xiao Xi menjadi ingusan Jiang Chen dan Jing Jing.  Tapi ibarat yang saya katakan di episode 17 kemarin, kisahnya mulai nggak mengalir, banyak time jump dan beberapa adegan terasa random. Aku rasa mereka ingin fokus ke masa kerja para tokoh, makanya masa kuliah di skip skip.
Selain itu banyak ternyata adegan yang di cut dari masa SMA. Sebenarnya ada sih yang ditampilin cuma beberapa detik, saya pikir bakalan ada versi panjangnya. Sayang sekali. Nanti sesudah sinopsisnya selesai saya akan rangkum cut-scene-nya.

Tapi ini episodenya manis banged, bikin diabetes, hati-hati kalau nonton wkwkkwkw

To Our Pure Little Beauty Episode 18: Welcome

September 2009.
Xiao Xi mulai masuk asrama pada bulan september. Ia sekamar dengan 4 orang gadis dan mereka sedang beres-beres barang. Ada anak yang nggak dapat memasang kelambu dan seseorang membantunya, tapi ternyata daerah tidurnya bahkan belum dibersihkan dan anak itu menyampaikan ia akan memanggil pacarnya untuk membersihkannya (MANJA BANGED LU COI!)
Xiao Xi sendiri hanya mendengarkan mereka dan ia mulai memikirkan sesuatu.

Berkat kelambu, Xiao Xi mendapat ide untuk membantu Jiang Chen membersihkan daerah tidur di kamar asramanya. Saat Xiao Xi datang, Jiang Chen sedang memasang kelambu, ia tersenyum dikala mendengar bunyi Xiao Xi.
Xiao Xi benar-benar rajin, ia mengelap daerah tidur Jiang Chen dengan higienis dna membantunya memasang kelambu. Xiao Xi menuntaskan tugasnya dikala sobat sekamar Jiang Chen masuk dan menyampaikan kalau malam ini mereka akan mengadakan pesta penyambutan mahasiswa gres bersama mahasiswa keperawatan dan mengajak Jiang Chen ikut.
Xiao Xi bersemangat mendengarnya dan ingin ikut, sobat Jiang Chen memperbolehkannya.
Setelah Xiao Xi pergi, sobat Jiang Chen menyampaikan kalau Xiao Xi cukup manis dan bertanya siapa dia. Jiang Chen dengan tersenyum menjawab kalau Xiao Xi yaitu pacarnya. Awwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww.
*btw di asrama itu boleh ya cewek masuk kamar cowok? setahu saya di film China yang saya tonton sih nggak boleh lol.

Malam harinya, Xiao Xi hadir di pesta penyambutan mahasiswa gres fakultas kedokteran dan keperawatan Universitas Zhe Jiang. Mereka bersulang dan ada yang ingin tau dengan Xiao Xi, ia bertanya Xiao Xi dari jurusan mana sambil menuangkan alkohol untuk Xiao Xi. Jiang Chen mengambil alkoholnya dan menyampaikan kalau jurusan Xiao Xi melarang mahasiswanya minum alkohol. Xiao Xi berbisik pada Jiang Chen kalau mereka boleh minum alkohol, alasannya kalau minum wangsit mereka biasanya akan muncul. HAHAHHAHAHAA. Xiao Xi nih nganggap Jiang Chen serius, padahal Jiang Chen cuma nggak mau Xiao Xi mabuk aja XD
Jiang Chen tentu saja menatap Xiao Xi dengan mata tajam dan Xiao Xi jadi takut, ia menyampaikan kalau ia nggak minum alkohol lol.
Dalam pesta ibarat ini tentu saja nggak lengkap kalau tidak ada game, jadi salah satu senior menunjukkan game truth or Dare. Semuanya bersemangat.

Mereka mulai memutar botol dan botolnya berhenti pada seorang gadis dan si senior bertanya apakah ia sudah punya pacar atau ada orang yang disukai?
Xiao Xi berkomentar kalau pertanyaannya terlalu biasa, harusnya nanya apa warna underwear atau semacamnya (WHAT? HAHHAHAHHHAHA)
Gadis itu malu-malu dan tersenyum menatap Jiang Chen. Xiao Xi menyadarinya dan mulai cemberut. Tentu saja yang lain juga pribadi tahu kalau gadis itu menyukai Jiang Chen, mereka bahkan menyuruh si gadis menyatakan perasaan disana.
Xiao Xi benar-benar sedih dan mulai menunduk. Jiang Chen melihat reaksi Xiao Xi dan berbisik pada Xiao Xi untuk menyelamatkannya.
Xiao Xi melirik si gadis yang senyam senyum dan Xiao Xi mulai pura pura sakit perut dan Jiang Chen meminta maaf pada teman-temannya alasannya pacarnya sakit perut dan ia harus pergi. Jiang Chen membawa Xiao Xi yang masih akal-akalan sakit perut.
Yang ada disana tentu saja shock alasannya Jiang Chen ternyata punya pacar, apalagi pacarnya yaitu Xiao Xi LOL

Xiao Xi dan Jiang Chen kini tinggal berdua, Xiao Xi bahwasanya masih shock alasannya Jiang Chen menyampaikan kalau ia dalah pacar Jiang Chen.
Xiao Xi ingin mengkonfirmasi apakah ia salah dengar atau tidak dan Jiang Chen membenarkan kalau ia menyampaikan Xiao Xi yaitu pacarnya. Ia bertanya apakah Xiao Xi punya persoalan dengan itu?
Xiao Xi tentu saja menyampaikan ia tak persoalan dengan itu, justru ia senang kalau Jiang Chen menganggapnya pacar. Jiang Chen hanya tersenyum dan meninggalkannya. Xiao Xi mengejarnya dengan bahagia.
Awwwwwww, YEAH, no confession, tapi pribadi ya, kita udah pacaran, kau pacarku HAHAHAHHAHA. Tapi memang sih dari dulu udah rasa pacar  XD

Xiao Xi yang senang pribadi melapor ke kamar asrama Jing Jing. Jing Jing yang mengantuk keluar dan bertanya kenapa lagi, apakah Xiao Xi gagal menyatakan perasaan lagi pada Jiang Chen.
Tentu saja kali ini Xiao Xi dengan percaya diri menyampaikan kalau Jiang Chen sudah menganggapnya pacar. JIng Jing cukup kaget dan berkomentar kalau Xiao Xi alhasil berhasil. Xiao Xi senang sekali dan berterima kasih pada orang tuanya yang sudah memberinya wajah anggun yang cocok dengan Jiang Chen, ia juga berterima kasih pada teman-temannya, termasuk Jing Jing yang sudah mendukung dan melindunginya, makanya alhasil cintanya bersambut dan bla bla bla.
Xiao Xi pidato kayak menang award aja dan Jing Jing malas mendengarkannya, alasannya ia mengantuk, ia masuk ke kamar meninggalkan Xiao Xi yang masih bicara HAHAHAHAHHAHAHAHA.
Tapi Xiao Xi sama sekali nggak peduli, alasannya ia sangat senang hari itu.

Jing Jing sedang berguru di perpustakaan dikala Lu Yang tiba dan memandanginya dari meja lain. Tapi ternyata ada laki-laki lain yang memandangi Jing Jing dan mendekatinya, laki-laki itu menyampaikan kertas berisi no telpon, email dan SNS-nya lol.
Lu Yang panik dan mulai memarahi laki-laki itu. Jing Jing meminta maaf alasannya pacarnya memang gampang cemburu. Si laki-laki itu pergi dengan menatap tajam pada Lu Yang.
Jing Jing bertanya kenapa Lu Yang kesini lagi dan bagaimana cara Lu Yang dapat masuk ke perpustakaan kampus mereka lol. Lu Yang mengeluarkan sebuah kartu, itu apa ya, apakah ia jadi member perpustakaan kampus Jing Jing? LOL.
Jing Jing protes alasannya Lu Yang selalu mengikutinya, Lu Yang menyampaikan itu alasannya ia merindukan Jing Jing. Jing Jing hanya mendesah dan membiarkan Lu Yang disana asal tidak menganggunya belajar. Lu Yang mengerti.

Lu Yang duduk disamping Jing Jing sambil menatapnya awwwww. Ia kemudian membuka buku milik Jing Jing dan shock alasannya ia menemukan kertas lain disana (yang berisi nama, no telpon/email/SNS). Jing Jing ternyata sangat terkenal di kampus, di sela buku itu, Lu Yang tidak hanya menemukan satu atau dua, tapi banyak banged HAHAAHHAHA.
Lu Yang jadi cemburu dan ngambek LOL. Untuk membuat Lu Yang merasa lebih baik, Jing Jing mencium pipi Lu Yang, tandanya ‘aku hanya menyukaimu’ ehaaaaaak.
Jing Jing hingga aib alasannya melaksanakan itu semnetara Lu Yang malah minta nambah kiss di bibir, tapi tentu saja Jing Jing tidak mau AHAHAHAHA. Tapi Lu Yang sudah cukup puas, ia terus tersenyum menatap Jing Jing.
Aduh, ini pasangan mesra banged XD

Xiao Xi sedang galau di kamar asramanya. Saat anak lain sedang dandan untuk berangkat ke kampus, Xiao Xi galau alasannya Jiang Chen tidak menelponnya. Ia bicara sendiri, bertanya kenapa Jiang Chen belum menelponnya, apakah ia harus menelpon duluan, tapi ia tak mau Jiang Chen mengomelinya alasannya tidak sabaran. LOL. Xiao Xi galau dan galau dikala JIang Chen alhasil menelpon, Xiao Xi pribadi menjawab dengan semangat.
Jiang Chen berkata apa yang sedang dilakukan Xiao Xi dan Xiao Xi menyampaikan kalau ia sedang belajar. Jiang Chen berkata, benarkah? Padahal tadinya saya ingin mengajakmu makan diluar. Tapi alasannya kau sedang belajar, lain kali saja.
Xiao Xi tentu saja menyampaikan kalau ia ingin makan bersama Jiang Chen dan Jiang Chen mengajaknya bertemu pukul 5:30 di depan asrama Xiao Xi.
Xiao Xi tersenyum senang sesudah Jiang Chen menutup telponnya. Teman Xiao Xi bertanya apakah kini Xiao Xi sudah punya pacar dan Xiao Xi membenarkan. Ia menyampaikan kalau pacarnya sanagt tampan.

Xiao Xi dan Jiang Chen jalan berdua. Xiao Xi terus melirik Jiang Chen. Karena Jiang Chen kini pacarnya, ia ingin jalan gandengan tangan dengan Jiang Chen. Tapi tentu saja Xiao Xi ragu untuk mulai duluan.
Xiao Xi alhasil menggunakan strategi untuk mengkode Jiang Chen, ia bertanya apakah Jiang Chen tahu lagu ini, dan mulai bernyanyi lagu yang diliriknya ada kata ‘bergandengan tangan’ HAHHAHAHAHAHAHAHAHA.
Jiang Chen tertawa alasannya Xiao Xi kelihatan banged pengen gandengan. Akhirnya Jiang Chen menggandeng tangan Xiao Xi dan Xiao Xi terkejut alasannya Jiang Chen melakukannya. Awkward banged sumpah HAHHHAHAHA, mereka saling pandang dan masih malu-malu.
Tapi Xiao Xi ternyata belum puas, ia ingin gandengan tangan sambil saling mengaitkan jari dan Jiang Chen melakukannya  tanpa melirik Xiao Xi. Xiao Xi senang banged OMG XD XD XD XD XD
Pasangan yang udah kenal semenjak masih bayi (mungkin), selalu bersama-sama, dalam kekerabatan SOME sekian usang dan alhasil jadian, masih gugup satu sama lain XD

Xiao Xi dan Jiang Chen makan malam berdua disebuah restoran dan Xiao Xi bertanya apakah ini sebuah kencan dan Jiang Chen menjawab, memangnya kau menyebut ini apa? Makan malam bersama teman?
Xiao Xi menyampaikan alasannya Jiang Chen selalu bicara begitu padanya, ia jadi merasa tidak dihargai oleh Jiang Chen (Xiao Xi masih belum merasa jadi pacar sebenarnya).
Jiang Chen bertanya, kemudian apa yang harus saya lakukan? Memanggilmu ‘baby’?
Xiao Xi oke banged, tapi tentu saja Jiang Chen menolak HAHAHAHAHAHHAAHHA.

Keduanya lanjut makan dan Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi punya rencana malam ini.
Xiao Xi menyampaikan ia tak ada kegiatan malam ini dan Jiang Chen pribadi berkata, kalau begitu tinggal-lah bersamaku malam ini.
Xiao Xi yang sedang makan spagetty pribadi batuk mendengarnya, ia tersedak mie dan memuntahkannya, bahkan ada mie yang melekat dibawah hidungnya HAHAAHAHAHAHAHAHAAHA.
Jiang Chen terdiam, ia menatap Xiao Xi. Xiao Xi juga terdiam, ia menyadari kalau ia sudah melaksanakan hal yang memalukan di depan Jiang Chen dan ia mulai menangis, meminta putus dari JIang Chen, ia tak akan pernah mengikuti Jiang Chen lagi.

Jiang Chen tersenyum melihatnya. Xiao Xi benar-benar aib banged sekarang, ia cemberut dan terus minta putus. Jiang Chen bangun dari kursinya dan duduk disamping Xiao Xi. Ia memeluk Xiao Xi dan menyampaikan kalau ia tak melihat apapun tadi. Ia menepuk-nepuk Xiao Xi. Awwwwwwww.
Jiang Chen menyampaikan bahwasanya tadi ia ingin Xiao Xi menemaninya berguru alasannya besok ia ada tes. Xiao Xi menatap Jiang Chen dengan manja dan Jiang Chen bertanya apa sih yang dipikirkan Xiao Xi tadi hingga Xiao Xi batuk-batuk HAHAHAHHAHAHA.
Mereka cuma saling pandang dan mengalihkan pandangan wkwkkkwkwkwk.
Jiang Chen sih nggak jelas, Xiao Xi kan masih pure LOL
Tapi Xiao Xi lucu banged ya, alasannya ia terlihat memalukan di depan pacar ia pribadi minta putus HAHHAHAAHA.

Xiao Xi dan Jing Jing sedang berdua. Xiao Xi sedang senang membuatkan kisah cintanya dengan Jiang Chen, ia menyampaikan kalau ia dan Jiang Chen alhasil berpelukan.
Jing Jing menyampaikan kalau Xiao Xi dan Jiang Chen sudah pacaran selama setengah bulan dan ia tak mengerti kenapa hanya pelukan membuat Xiao Xi sangat senang lol.
Xiao Xi malah menyampaikan ia pikir perkembangan mereka cukup cepat. Jing Jing kemudian menunjukkan untuk menceritakan bagaimana perkembangan hubungannya dan Lu Yang. Xiao Xi tidak mau dan menutup telinganya LOL.
JIng Jing kembali ke kekerabatan Xiao Xi dan Jiang Chen, ia sangat khawatir alasannya mereka belum kissu, jangankan kissu, poppo aja belum pernah. (BTW Jing Jing lucu banged, ia mempraktekkan dengan tangannya HAHAHHAAHHAHAHA).
Xiao Xi bertanya apa persoalan itu yaitu alasannya dirinya sama sekali tidak punya daya tarik, makanya Jiang Chen belum mau kissu dengannya.
JIng Jing kemudian memperhatikan Xiao Xi dan memutarnya, ia menyampaikan kalau Xiao Xi memang punya kekurangan dalam penampilannya. Xiao Xi bertanya apa yang harus ia lakukan.
Jing Jing menyampaikan Xiao Xi harus menggunakan dress dan pake high heels.

Dan di kencan berikutnya, Xiao Xi benar-benar menggunakan dress anggun dan heels HAHAHAHHAAHAHA.
Keduanya duduk di kursi taman. Lucunya, Xiao Xi kan pendek, jadi dress-nya memang kepanjangan. DRess itu harusnya diatas lutut, tapi alasannya Xiao Xi pendek jadi dibawah lutut. Pas mereka duduk, Xiao Xi sengaja menarik dress-nya ke atas HAAAHHAHAAHAAHAHHAHA.
Ia melakukannya sambil melirik ke arah Jiang Chen . Saat Jiang Chen melirik ke arahnya, Xiao Xi pribadi melihat ke arah lain dengan membuka mata lebar, Xiao Xi gugup banged HAHAAHHAHA.
Keduanya menghabiskan waktu dengan membisu untuk beberapa saat. Xiao Xi kemudian mulai percakapan perihal paha domba HAHHAHHAHHA.
Xiao Xi mengatakan, ia mendengar senior Jiang Chen menggunakan paha domba sebagai eksperimen untuk membuat hotpot (sejenis sup) dan bertanya apakah Jiang Chen memakannya.
Jiang Chen menjawab aklau paha domba itu punya zat anestesi dan seniornya tidur selama 2 hari sesudah makan itu.
Xiao Xi hanya tersenyum dan mulai memperbaiki dress dada terbukanya LOL.
Jiang Chen berkomentar, apa kau menggunakan parfum?
Xiao Xi menyampaikan tidak dan Jiang Chen menyampaikan kalau ia mencium sesuatu. Xiao Xi galau dan mulai menarik nafas, kemudian ia tahu itu amis apa, air toilet. HAHHAHAHAHAHA Oh plis deh!

Xiao Xi menyampaikan kalau kakinya banyak benjolan di kakinya, jadi ia menggunakan air toilet. Jiang Chen menyampaikan kalau tampaknya itu bukan aroma air toilet.
Xiao Xi menyampaikan alasannya airnya kurang dingin, ia menambahkan salep.
Keduanya kemudian melongo lagi LOL. Ini mereka nggak ada percakapan lain apa? kaki domba, air toilet? HAHAAHAHAAHAHA.

Keduanya jadi awkward lagi nggak tahu harus membicarakan apa. Xiao Xi tiba-tiba bergeser menjauhi Jiang Chen. Jiang Chen kemudian meminta Xiao Xi mendekat.
Xiao Xi bertanya kenapa? Jiang Chen dengan hening mejawab, cium aku. (HAHAHHAHAHAHA).
Xiao Xi menatap Jiang Chen dengan terkejut, Jiang Chen menyurunya cepat mendekat. Xiao Xi alhasil bergeser lagi. Xiao Xi terus menatap Jiang Chen dikala Jiang Chen mendekatkan wajahnya ke arah Xiao Xi. Xiao Xi menutup matanya, ia gugup banged. Tapi Jiang Chen hanya terus menatapnya, padahal Xiao Xi udah menunggu. alhasil ia membuka matanya lagi.
Jiang Chen menyuruhnya menutup mata dan Xiao Xi melakukannya. Dan awwwwww, keduanya kissu, singkat aja ga lama-lama.
Kemudian mereka melongo dan awakward lagi, terumata Xiao Xi yang terus menatap kedepan dengan membelalakkan matanya. Jiang Chen bertanya kenapa Xiao Xi tampak linglung?

Xiao Xi menyampaikan kalau ia hanya berfikir dan bertanya-tanya kenapa Jiang Chen menciumnya. Apakah alasannya dress yang ia kenakan? Atau alasannya dirinya menarik?
Jiang Chen menjawab, Bukan. Karena betismu sangat besar.
Xiao Xi yang mendengarnya pribadi cemberut HAHHAHHAHAHAHA. Xiao Xi membalas, jadi itu alasannya aroma air toilet dan salep membuat aprhodisiac (zat perangsang)?
Jiang Chen menatap Xiao Xi kemudian menjawab, kalau aromanya ibarat formalin.
Xiao Xi kemudian bertanya lagi, jadi alasannya serangga membangunkan nafsu liarmu?
Jiang Chen menghela nafas dan menyampaikan kalau ia hanya ingin tahu apa perbedaan struktur bila kulit bibir bertemu dengan bibir lainnya.
Xiao Xi mengerti dan keduanya jadi terdiam.
HAHAHHHHAHAHAHAHAHAHAHAHHA Njir ini mereka ngomongin apa sih? Aku ngakak banged pas menulis cuilan ini, apakah ini benar pembicaraan sepasang kekasih? HAHHAHAHA.

Desember 2009.
Xiao Xi dan Jiang Chen sedang di perpustakaan. Jiang Chen sedang berguru sementara Xiao Xi menemaninya. Xiao Xi ngantuk banged, ia menyampaikan kalau ia bosan dan ingin kembali ke asrama dan tidur.
Jiang Chen nggak mau Xiao Xi pergi, ia kemudian mengambilkan Xiao Xi sebuah buku untuk dibaca. Jiang Chen membukakan buku itu untuk Xiao Xi dan Xiao Xi tersenyum, ia mulai membaca. Xiao Xi mengenakan jaket trend cuek yang lucu, dimana semua tangannya tertutup, jadi nggak ada lubang untuk jari di jaketnya, ia jadi nggak dapat membalik halaman buku itu.

JAdi setiap kali ia selesai membaca halaman, ia menyentuh Jiang Chen untuk membalikkan untuknya. Begitulah seterusnya, Jiang Chen berguru sambil membalikkan buku untuk Xiao Xi. Awwwww. Jiang Chen benar-benar pengen Xiao Xi terus disampingnya, ia sama sekali nggak terganggu terus membalikkan halaman buku untuk Xiao Xi. Tangan kirinya membalikkan halaman, tangan kanannya terus menulis.
Adegan itu dilihat oleh seseorang, ia tertarik pada mereka dan memotretnya.

Keesokan harinya, perempuan yang memotret Xiao Xi menemui Xiao Xi di jurusan seni dan ternyata ia yaitu senior dari jurusan jurnalistik.
Ia menyampaikan pada Xiao Xi kalau koran kampus sedang mengadakan aktivitas ‘Simple Little Perfect’ dan dikala mencari bahan, ia melihat Xiao Xi dan pacarnya di perpustakaan, sangat manis dan hangat, jadi ia mengambil gambar mereka. IA berfikir untuk mengakibatkan mereka berdua sebagai topik utamanya.
Xiao Xi menyampaikan tampaknya itu tak bagus, alasannya pacarnya sangat low profile. Senior itu menyampaikan kalau mereka bahwasanya tidak memerlukan persetujuan Xiao Xi dan Jiang Chen untuk menggunakan gambar itu, ia tiba untuk meminta Xiao Xi mengedit foto mereka sendiri.
Foto itu nantinya akan ditempel di pengumuman kampus dan para mahasiswa akan memvotingnya.

Beberapa waktu kemudian, papan pengumuman heboh, banyak mahasiswa disana yang melihat foto dan voting mana foto yang paling bagus. Jiang Chen tentu saja terkejut melihatnya dan memarahi Xiao Xi. Xiao Xi awalnya ingin berpura-pura tidak tahu, tapi senior itu tiba dan memuji foto editan Xiao Xi yang lebih bagus dari milik yang lain HAHHAHAHAHA.
Jiang Chen benar-benar murka alasannya ia tak suka fotonya diperlihatkan pada orang banyak.

Jiang Chen masih murka hingga malam harinya, Xiao Xi terus meminta Jiang Chen semoga berhenti murka padanya. IA bahkan menarik Jiang Chen untuk makan ubi bakar, ia akan mentraktir Jiang Chen.
Jiang Chen yang masih murka menyampaikan ia tak mau makan ubi alasannya dapat mengakibatkan kanker (what?). Penjual yang mendengar itu jadi kesal pada Jiang Chen HAHHAHAHAHAHA.
Xiao Xi tentu saja mearahi Jiang Chen alasannya menyampaikan hal itu. Tapi kemudian Xiao Xi berbisik menyampaikan kalau ia hanya akal-akalan murka semoga penjualnya berhenti murka pada Jiang Chen LOL.
Xiao Xi menyampaikan kalau ubinya aromanya sangat yummy dan akan membelinya, tapi Xiao Xi sadar ia nggak bawa uang. Xiao Xi menatap Jiang Chen yang menatap padanya, tanpa minta izin, Xiao Xi pribadi mengambil uang dari saku Jiang Chen HAHAHAHAHAHA. Well, sang pacar membisu saja, apa boleh buat ya LOL.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top