Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 19-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 19-1

Ini ialah episode yang menyedihkan bagi OTP, dimana OTP berpisah alasannya sebuah kesalahpahaman dan tidak saling mendengarkan satu sama lain. Disini sangat terlihat keegoisan Jiang Chen, terutama ketika bab akhir. Tapi Xiao Xi juga salah sih, ia nggak mau mendengar penjelasan. Jiang Chen pada hasilnya menentukan pekerjaanya dari pada Xiao Xi, sedih banged sih, tapi timing Bo Song pas banged wkwkwkwkwkw

To Our Pure Little Beauty Episode 19: Are You Coming to Look for Me?

Xiao Xi sedang melukis di ruang seni kampusnya ketika ia sadar kalau hari sudah sangat malam, pukul 00:44.
Xiao Xi mencoba menelpon Jiang Chen, tapi tidak diangkat. Xiao Xi terus berusaha menghubunginya dalam perjalanan pulang ke asrama.
Jiang Chen sendiri di rumah sakit gres saja keluar dari ruang operasi. Ia ke loker dan menyidik ponselnya, melihat banyak panggilan tak terjawab Xiao Xi, ia menghubunginya.
Xiao Xi bertanya kenapa Jiang Chen tidak menjawab telponnya dan Xiao Xi menyampaikan ia gres saja menuntaskan operasi, ia bertanya kenapa Xiao Xi menelponnya.
Xiao Xi menyampaikan alasannya ia merindukan Jiang Chen. Jiang Chen menggodanya, kapan sih Xiao Xi tidak merindukannya dan Xiao Xi menyampaikan ia merindukan Jiang Chen sepanjang waktu.
Xiao Xi dan Jiang Chen mulai mengobrol hal-hal kecil, mirip berapa usang operasi Jiang Chen, apakah Xiao Xi sudah makan dan lain-lain, tapi lalu seorang perawat memanggil Jiang Chen alasannya dokter ingin bertemu dengannya. Jiang Chen terpaksa mengakhiri percakapan telponnya dan menyuruh Xiao Xi tidur lebih awal.
Xiao Xi cemberut dan mendesah. Kemudian ia sadar kalau gerbang asrama sudah terkunci dan ia berteriak pada penjaga supaya membuka pintu untuknya LOL.

Xiao Xi mengajak Jing Jing shopping dan Lu Yang mengeluh kenapa Xiao Xi mengajak Jing Jing bukannya Jiang Chen. JIng Jing menyampaikan kalau Lu Yang main game di rumah setiap hari, jalan-jalan keluar mirip ini tak akan membunuh Lu Yang.
Xiao Xi membenarkan Jing Jing, ia mengejek Lu Yang yang tidak berguru dan tak punya skill. Lu Yang tentu saja kesal dan menyampaikan pada Xiao Xi untuk menghormati pekerjaannya, ia ialah seorang pemain game yang terkenal.
Xiao Xi tidak peduli dan menyampaikan pada Jing Jing kalau ia benci pada laki-laki yang mengikuti Jing Jing ketika shopping, ia menyuruh Jing Jing tetapkan Lu Yang haahahahaaha.
Lu Yang makin kesal dan menyampaikan kalau Xiao Xi iri padanya alasannya Jiang Chen tidak sanggup menemani Xiao Xi.
Jing Jing merasa ini topik yang sensitif dan menyuruh Lu Yang pergi membeli es krim. Lu Yang eksklusif menurut. Xiao Xi sendiri sudah terlihat murung dan Jing Jing mengajaknya untuk lanjut shopping.

Xiao Xi akan interview hari ini, ia sedang latihan di kamar asramanya. Temannya menyampaikan kalau ini masih jam 7 pagi, kenapa Xiao Xi interview pagi-pagi sekali. Xiao Xi menjelaskan perusahaannya tidak mengecewakan jauh, jadi ia harus naik angkutan umum atau taksi, makanya ia bersiap pagi-pagi.
Temannya lalu ingat kalau pihak sekolah sudah menginformasikan mereka harus cepat pindah dari asrama (karena mereka sudah semester akhir) dan bertanya pada Xiao Xi apakah ia sudah menemukan kontrakan?
Xiao Xi menyampaikan ia belum menemukan tempat, ia bertanya balik pada temannya dan temannya menyampaikan ia belum menemukan, tapi pacarnya sudah menemukan rumah dan ia akan tinggal bersama pacarnya.
Xiao Xi mengerti, gotong royong Xiao Xi terlihat sedikit iri.

Xiao Xi hari itu melaksanakan interview di Kawaii Studio of Huace Film and TV sementara Jiang Chen mengecek pasien yang menjadi tanggung jawabnya.
Setelah selesai wawancara, Xiao Xi tampak tak bersemangat, kakinya sakit alasannya ia pake high heels dan ia mendapat sms dari temannya yang menanyakan kiprah akhirnya. Xiao Xi cemberut dan menghubungi Jiang Chen untuk memberitahukan mengenai interviewnya hari ini. Jiang Chen menyampaikan kalau ia akan menemui Xiao Xi tapi Xiao Xi tahu Jiang Chen sibuk dan menyampaikan tak perlu datang, alasannya ia free ia akan tiba ke rumah sakit menemui Jiang Chen.

Xiao Xi tiba di rumah sakit ketika melihat seorang pasien minta diperiksa oleh Jiang Chen alasannya dadanya tidak nyaman. Xiao Xi curiga sama pasien itu alasannya sengaja minta diperiksa di daerah umum, ia eksklusif lari mendekati Jiang Chen dan menatap pasien itu dengan kesal.
SI pasien menatap Xiao Xi dan sengaja memberi tahu no kamar rawat inapnya dan meminta Jiang Chen memeriksanya nanti HAHAHHAHAHA. Xiao Xi makin kesal dibuatnya.
Setelah perempuan itu pergi, Xiao Xi menatap tajam ke arah Jiang Chen dan Jiang Chen menanyakan mengenai interview Xiao Xi. Xiao Xi tidak menjawab dan menyampaikan kalau ia tak ingin Jiang Chen menyidik perempuan itu.

Jiang Chen tersenyum, kamu bercanda, itu ialah pekerjaanku.
Xiao Xi menyampaikan kalau ia berfikir perempuan itu punya niat tersembunyi/buruk.
Jiang Chen tertawa dan menyampaikan kalau Xiao Xi-lah yang memiliki jelek disini. Ia mencubit pipi Xiao Xi dan mengajaknya makan malam bersama.
Tapi ketika keduanya akan pergi, perawat malah tiba alasannya dokter kepala ingin bertemu dengan Jiang Chen.
Jiang Chen harus pergi, Xiao Xi mengerti dan meminta Jiang Chen melaksanakan yang terbaik.

JIang Chen menuntaskan operasinya pukul 2.19 malam. Ia eksklusif ke loker dan mengecek ponselnya. Ia mengirim pesan pada Xiao Xi untuk mengirim resume Xiao Xi besok, ia akan membantu mengeceknya. Hanya itu yang sanggup Jiang Chen lakukan untuk Xiao Xi.
Keesokan harinya, Xiao Xi berdiri dan membaca pesan itu. Ia membalas kalau ia sudah meminta tolong pada JIng Jing dan meminta Jiang Chen jangan mengkhawatirkannya.
Xiao Xi lalu menelpon Jing Jing, tapi yang mengangkat ialah Lu Yang, Lu Yang protes Xiao Xi menelpon Jing Jing pagi-pagi ketika weekend. Ia menyuruh Xiao Xi pergi kencan sama Jiang Chen saja, jangan ganggu Jing Jing LOL.
Xiao Xi menghempaskan badannya ke daerah tidur dan mengomel kalau ia juga mau kencan sama Jiang Chen, tapi tentu saja nggak sanggup alasannya Jiang Chen sangat sibuk.

Dokter kepala rapat dengan dokter intern alasannya mereka akan menuntaskan internship dalam waktu dekat. Saat semuanya keluar, ia meminta Jiang Chen tinggal. Dokter kepalan membicarakan mengenai kegiatan yang disponsori oleh Mentri Kesehatan, setiap provinsi menyeleksi mahasiswa kedokteran berbakat dan akan melaksanakan pembinaan selama 4 tahun di Peking Union Medical College Hospital, rumah sakit terbaik di China. Untuk rumah sakit mereka, diberi kesempatan satu orang akan mengikuti kegiatan itu dan mereka sudah mendiskusikan kalau Jiang Chen yang akan mengikutinya.
Jiang Chen menyampaikan kalau ia butuh waktu memikirkan hal itu. Dokter menyampaikan kalau Jiang Chen harus hati-hati memikirkan ini, ini ialah kesempatan yang sangat bagus. Jiang Chen mengerti.

Xiao Xi di ruang seni kampusnya malam itu, ketika Jiang Chen tiba menemuinya. Xiao Xi bahagia sekali melihat Jiang Chen dan eksklusif melompat memeluknya, alasannya sangat jarang Jiang Chen tiba ke kampusnya. Xiao Xi bahkan mengibaratkan melihat Jiang Chen dikampusnya itu mirip memenangkan lotre HAHHAHAHA.
Jiang Chen hanya tersenyum dan mengecup kening Xiao Xi sambil berkata ia akan membiarkan Xiao Xi memenangkan lebih dari sekedar lotre LOL.
Xiao Xi tersenyum dan bertanya siapa Jiang Chen, ia menyuruhnya melepaskan topengnya hehehhhehe.
Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi sudah menuntaskan kiprah hasilnya dan melihat apa yang dilukis Xiao Xi. Xiao Xi melarangnya, ia tak ingin Jiang Chen melihatnya alasannya belum selesai.
Jiang Chen bohong menyampaikan ia tak akan melihatnya tapi ia mengintip dan Xiao Xi memeluknya supaya Jiang Chen tidak melihat lukisannya. Jiang Chen mengerti dan menyampaikan ia tak akan melihatnya.

Xiao Xi bahagia banged alasannya ia memang sangat merindukan Jiang Chen, ia mengajak Jiang Chen jalan-jalan, tapi Jiang Chen tidak bisa, alasannya pukul 9 ia harus kembali ke rumah sakit.
Xiao Xi mengerti dan menyampaikan ia akan memeluk Jiang Chen hingga jam 9 malam LOL. Xiao Xi bertanya apakah Jiang Chen tiba untuk mendiskusikan sesuatu dan Jiang Chen berfikir, tampaknya ia memang akan mendiskusikan duduk kasus ke Beijing itu, tapi hasilnya ia menyampaikan tidak.
Xiao Xi bertanya apakah alasannya JIang Chen merindukannya dan menyampaikan hasilnya Jiang Chen tahu betapa berharganya dirinya.
Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi akan terus bicara sambil memeluknya begini dan Xiao Xi menyampaikan YES!
Jiang Chen tak sanggup menyampaikan apa-apa lagi. Xiao Xi tersenyum menatap Jiang Chen dan meminta Jiang Chen jangan khawatir, ia tidak akan membenci Jiang Chen meski Jiang Chen sangat sibuk dan tak sanggup berlama-lama dengannya.
awwwwww.

Jiang Chen sedang bersama dokter kepala untuk membicarakan duduk kasus pasien penyakit jantung yang sedang ditangani oleh Jiang Chen. Mereka juga membicarakan duduk kasus ke Beijing dan Jiang Chen sudah menciptakan keputusan kalau ia tak akan mengambil kegiatan itu.
Dokter kecewa mendengarnya, alasannya ini ialah kesempatan sangat anggun untuk berbagi pengetahuian Jiang Chen, ia sanggup berguru banyak bila mengikuti kegiatan itu.
Ia bertanya apa alasan Jiang Chen,apakah alasannya keluarganya ada disini makanya ia tak mau ke Beijing?
JIang Chen menyampaikan kalau ia berencana menikah dengan pacarnya (OMO).
Dokter tetap bersikeras Jiang Chen harus pergi dan meminta Jiang Chen memikirkannya lagi dengan baik, kesempatan mirip ini tidak akan tiba 2 kali. Jika Jiang Chen mengkhawatirkan pacarnya, Jiang Chen sanggup membawanya ke Beijing bersamanya.
Jiang Chen hanya terdiam.

Teman Xiao Xi satu per satu mulai pindah dari asrama. Sementara sobat yang lain kesal pada pacarnya alasannya belum menemukan kontrakan.
Mereka bertanya bagaimana dengan Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan kalau ia juga belum menemukannya, Jiang Chen sangat sibuk jadi ia juga belum membicarakan duduk kasus itu dengan Jiang Chen.
Salah satu temannya menyampaikan Xiao Xi yang belum mendapat kontrakan, belum menuntaskan kiprah final dan juga belum mendapat pekerjaan. Ia bertanya apa yang akan Xiao Xi lakukan, Xiao Xi satu-satunya yang belum menuntaskan kiprah akhir.
Teman satunya meminta Xiao Xi jangan mendengarkan temannya itu, ia meminta Xiao Xi jangan khawatir. Temannya menyampaikan kalau ia akan menelpon pacarnya untuk meminta nomor distributor perumahan dan Xiao Xi sanggup menyuruh Jiang Chen untuk mengontak distributor itu. Xiao Xi mengerti.

Tapi pada akhirnya, alasannya tidak mau menganggu Jiang Chen yang sibuk, Xiao Xi pergi sendirian ke distributor perumahan itu. Saat bertemu distributor itu, ia bertanya dimana pacar Xiao Xi dan Xiao Xi khawatir pergi sendiri dan meminta izin menelpon pacarnya.
Jiang Chen mengangkat telponnya dan Xiao Xi bertanya apakah Jiang Chen free hari ini. Jiang Chen menyampaikan kalau ia ada 2 operasi hari ini, tapi bila Xiao Xi membutuhkannya, ia sanggup menemui Xiao Xi.
Xiao Xi hasilnya menyampaikan tidak ada, ia hanya ingin mengajak Jiang Chen shopping. Jiang Chen galau kenapa Xiao Xi sibuk shopping padahal kiprah hasilnya belum selesai.
Xiao Xi menyampaikan Jiang Chen tidak perlu mengkhawatirkan itu, ia berkata akan pergi bersama JIng Jing dan temannya saja (Shopping).
Jiang Chen di rumah sakit sedang menyidik pasien penyakit jantung yang dipercayakan dokter kepala padanya. Tapi ketika ia memeriksanya, keadaan pasien itu kritis dan Jiang Chen panik, tampaknya mereka akan eksklusif melaksanakan operasi hari ini, alasannya keadaan pasien memburuk.

Xiao Xi sendirian bersama distributor perumahaan itu untuk melihat rumah kontrakan (Apartemen).
Xiao Xi sudah merasa nggak nyaman sebenarnya, ia takut, apalagi ketika laki-laki itu menyuruhnya masuk melihat-lihat. Xiao Xi tidak sanggup menggerakkan kakinya masuk ke dalam.
Xiao Xi hasilnya tetapkan untuk tidak melihat rumah kini dan ternyata laki-laki itu memang punya niat jelek pada Xiao Xi. Ia memaksa Xiao Xi masuk dan menarik tangannya. Xiao Xi panik dan berusaha melepaskan tangan si laki-laki itu, ia mengancam akan memanggil polisi.
Xiao Xi berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dan untung saja ia sanggup kabur.

Xiao Xi menangis dan menangis sesudah kejadian itu, ia terus menghubungi Jiang Chen sambil berjalan ke rumah sakit, tapi Jiang Chen tidak mengangkat telponnya.
Xiao Xi tiba di rumah sakit dan menyampaikan pada perawat kalau ia mencari Jiang Chen. Perawat itu menyampaikan kalau Jiang Chen sedang melaksanakan operasi sekarang.
Xiao Xi menangis lagi dan terduduk. Perawat itu berfikir kalau Xiao Xi bawah umur yang menyukai Jiang Chen dan ia memakluminya alasannya banyak perawat di rumah sakit yang juga menyukai Jiang Chen. Perawta itu meminta Xiao Xi mengalah alasannya Jiang Chen akan segera ke Beijing.
Xiao Xi tentu saja terkejut alasannya ini pertama kalinya ia mendengar duduk kasus Beijing. Perawat menyampaikan kalau Jiang Chen tidak hanya tampan, tapi juga sangat pintar, pemerintah provinsi menentukan Jiang Chen untuk mengikuti kegiatan selama 4 tahun itu.
Xiao Xi terkejut mendengarnya, ia menangis lagi.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top