Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 19-2

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 19-2

———————————————————————————————–

Sinopsis A Love So beautiful Episode 10 Part 2

Xiao Xi menunggu Jiang Chen menuntaskan operasinya. Jiang Chen tampak berlari menemui Xiao Xi sesudah operasinya selesai.
Jiang Chen berjongkok dihadapan Xiao Xi yang duduk. Ia bertanya ada apa, kenapa banyak sekali panggilan tak terjawab dari Xiao Xi.
Xiao Xi membisu saja, Jiang Chen khawatir dan menyentuh pundak Xiao Xi, ia bertanya ada apa?
Xiao Xi menatap Jiang Chen dan berkata kalau Jiang Chen akan ke Beijing.
Jiang Chen bertanya siapa yang menyampaikan itu padanya?
Xiao Xi bertanya kenapa Jiang Chen tak menyampaikan apapun padanya?
Jiang Chen menyampaikan ia belum menciptakan keputusan mengenai itu. Xiao Xi kesal, dalam menciptakan keputusan, apakah pendapatku sangat tidak penting bagimu?
Xiao Xi menangis. Jiang Chen akan memeluknya, Xiao Xi tidak mau. Tiba-tiba HP Jiang Chen berbunyi dan Xiao Xi menyuruh JIang Chen mengangkat telpon, ia akan pergi.

Xiao Xi meninggalkan Jiang Chen. Jiang Chen menahannya. Xiao Xi menyampaikan kalau ia tidak mau menyukai Jiang Chen lagi. Ia menepiskan tangan Jiang Chen dan meninggalkannya.
Seorang perawat memanggil Jiang Chen lantaran dokter mencarinya. Jiang Chen menatap kepergian Xiao Xi, ia ingin mengejarnya tapi Jiang Chen juga tak sanggup mengabaikan pasiennya.
*Gini nih kalau drama yang salah satu tokohnya dokter, niscaya masalahnya begini. Klise sih menurutku, tapi ya tetap dibawa asik aja lol.

Xiao Xi curhat pada Jing Jing mengenai masalahnya dan Jing Jing menyampaikan ia akan meminta santunan Lu Yang untuk mencarikan kontrakan, jadi Xiao Xi tidak perlu khawatir. Mengenai pekerjaan, Xiao Xi juga niscaya akan menemukan nanti, ia meminta Xiao Xi bersabar. Sekarang Xiao Xi hanya harus fokus pada kiprah akhirnya.
Xiao Xi mengerti. Jing Jing juga menyampaikan sebaiknya Xiao Xi bicara pada Jiang Chen mengenai persoalan Jiang Chen yang akan ke Beijing itu. Xiao Xi menyampaikan kalau Jiang Chen bahkan tidak menelponnya. Jing Jing menyampaikan kalau Jiang Chen mungkin sibuk.
Xiao Xi menyampaikan kalau Jiang Chen selalu sibuk, diakhir pembicaraan mereka selalu ia ada jadwal operasi. Jing Jing menyampaikan kalau ia akan menyuruh Lu Yang memarahi Jiang Chen.
Xiao Xi menyampaikan tidak perlu, lantaran semenjak awal Jiang Chen tidak menyukainya, ia lupa akan hal itu.
Xiao Xi tampak murung dan Jing Jing mencoba menghiburnya.
*hmmmm, itulah konsekuensi pacaran sama orang sibuk, apalagi dokter, masih intern pula. Makanya dokter tuh banyak pacaran sama dokter atau perawat atau yang profesinya mirip, lantaran mereka tahu bagaimana sibuknya pekerjaan itu. Memang jadi pacar dokter itu butuh kesabaran, kalau nggak besar lengan berkuasa mending putus dari awal menurutku HAHAHHAHA.

Pasien penyakit jantung yang ditangani oleh Jiang Chen sudah melewati masa kritisnya dan mereka juga menemukan pendonor untuk pasien itu. Makara mereka akan melaksanakan operasi pencangkokan sesegera mungkin. Jiang Chen akan sibuk lagi.
Jiang Chen akan menuju ruang operasi ketika istri dan anak pasien itu mengejarnya. Mereka memohon untuk menyelamatkan suami dan ayah anaknya.
anak pasien itu bahkan menggambar untuk Jiang Chen, sebagai ucapan terima kasih, supaya Jiang Chen menyelamatkan ayahnya.

Operasi itu dimulai pukul 4 sore. Para dokter dan perawat yang ada di ruang operasi sangat berkonsentrasi lantaran ini yaitu operasi besar.
Operasi awalnya berjalan lancar ketika tiba-tiba detak jantung pasien berhenti dan pasien meninggal dunia pukul 19:40 malam.
Sepertinya itu yaitu pasien pertama Jiang Chen yang meninggal dunia, ia tampak cukup terpukul.
Jiang Chen keluar dari ruang operasi dan melihat istri dan anak pasien itu diluar. Sang istri menangis sementara anak itu memukul Jiang Chen dan menyampaikan kalau Jaing Chen jahat. Jiang Chen tak sanggup menyampaikan apapun, ia hanya membungkuk untuk meminta maaf lantaran tak sanggup menyelamatkan pasien dan ia kembali ke ruangannya.

Jiang Chen merasa ingin menemui Xiao Xi disaat menyerupai ini, ia tiba ke apartemen Xiao Xi dan menelponnya.
Xiao Xi keluar menemui Jiang Chen meski ia masih marah. Jiang Chen ingin memeluk Xiao Xi tapi Xiao Xi menepisnya. Xiao Xi bertanya kenapa Jiang Chen tiba menemuinya tengah malam begini?
Jiang Chen menyampaikan kalau hari ini ia melaksanakan operasi. Xiao Xi menyampaikan ia tahu akan hal itu makanya Jiang Chen tidak sanggup menemuinya lebih awal. Ia juga tahu kalau Jiang Chen sangat sibuk dengan banyak sekali hal. Jiang Chen tak perlu menemuinya hanya untuk menyampaikan hal itu.
Jiang Chen berkata kalau Xiao Xi tak tahu apa yang terjadi padanya hari ini dan Xiao Xi juga menyampaikan kalau Jiang Chen tak tahu apa yang terjadi padanya hari ini.
Jiang Chen berkata apakah Xiao Xi perlu bicara menyerupai itu padanya?
Xiao Xi masih kesal dan berkata bila tidak ada lagi yang mau dibicarakan, ia akan pergi. Xiao Xi meninggalkan Jiang Chen. Jiang Chen mencoba memanggilnya, bahkan meninggikan suaranya, tapi Xiao Xi tidak peduli.
*Aigoooooooo makanya komunikasi itu penting banged T_T Bo Song mana Bo Song?

Keesokan harinya, Jiang Chen ada di rumah sakit, ia masih belum baikan dengan Xiao Xi. Ia ingin menghubungi Xiao Xi tapi ia tidak sanggup menekan nomor Xiao Xi LOL.
Dokter menemuinya dan ia tahu Jiang Chen masih shock lantaran ini pertama kalinya ia melihat pasien meninggal dunia ketika operasi.  Dokter menyampaikan kalau mereka sudah mencoba yang terbaik, bahwasanya operasi hari ini memang sangat beresiko.
Jiang Chen menyampaikan kalau ia merasa ia tak melaksanakan yang terbaik, ia seharusnya sanggup melaksanakan lebih baik lagi.  Dokter menyampaikan itu sebabnya ia ingin Jiang Chen mengambil jadwal itu, disana Jiang Chen akan berguru lebih banyak lagi. Peking Union Medical College Hospital yaitu rumah sakit terbaik di China dan memiliki tim terbaik juga. Jika Jiang Chen pergi, Jiang Chen niscaya sanggup berguru banyak hal.
Jiang Chen menerima pesan dari Xiao Xi, ‘Apa kamu tahu kalau gerbang asrama sudah terkunci, sesudah kamu tiba melihatku selarut itu?’
Melihat pesan Xiao Xi malah menciptakan Jiang Chen mengambil keputusan, ia akan ikut jadwal itu.

Xiao Xi melukis di ruang seni untuk kiprah akhirnya, tapi ia tak sanggup berkonsentrasi lantaran Jiang Chen tidak membalas pesannya. Ia terus melirik ke arah ponselnya.
Jiang Chen sendiri sibuk dengan ini dan itu, ia sesekali mengecek ponselnya, melihat apakah Xiao Xi menghubunginya.
Waktu berlalu dengan hal menyerupai itu, keduanya sama-sama menunggu pacar menghubungi, mereka nggak mau menghubungi duluan.

Hari kepindahan Xiao Xi tiba. Seorang laki-laki membantu Xiao Xi membawa barang-barangnya keluar.
Saat itu Jiang Chen tiba ke asrama dan melihat Xiao Xi bersama laki-laki asing. Jiang Chen menelpon Xiao Xi dan  bertanya apa dimana dia. Ia ingin bicara dengan Xiao Xi secara langsung.
Xiao Xi menyampaikan kalau ia sedang sibuk menuntaskan kiprah akhirnya. mendengar itu Jiang Chen eksklusif mematikan ponselnya, lantaran ia tahu Xiao Xi tidak sedang mengerjakan kiprah akhirnya. Ia meninggalkan asrama diam-diam.
Ternyata laki-laki itu yaitu sahabat Lu Yang, yang membantu Xiao Xi pindahan. Mereka turun duluan, ketika Jiang Chen sudah pergi, barulah Lu Yang muncul.
Lu Yang mengeluh lantaran Xiao Xi punya banyak sekali barang, kalau ia nggak membawa temannya ia mungkin akan kelelahan. Xiao Xi menyampaikan kalau ia akan memuji Lu Yang dihadapan Jing Jing dan itu saja sudah menciptakan Lu Yang senang HAHAHAHHAAHA.

Xiao Xi akan menemui Jiang Chen di rumah sakit. Tapi ia tidak masuk dan terus menunggu diluar sambil melihat ponselnya.
Kemudian ia melihat Jiang Chen keluar bersama 2 temannya. Jiang Chen tampak senang dan sama sekali tidak terlihat khawatir lantaran pertengkaran mereka.
Xiao Xi tampak kesal + sedih, ia meninggalkan kawasan itu. Padahal bahwasanya Jiang Chen selalu menatap ponselnya dan mengkhawatirkan Xiao Xi.

Hari keberangkatan Jiang Chen ke Beijing sudah tiba. Jiang Chen masih di bandara dan menatap ponselnya. Ia teringat kenangannya bersama Xiao Xi selama ini. Ia bahkan masih menyimpan hadiah natal dari Xiao Xi, gelang yang kepanjangan itu HAHAHAHHAHAH.
Jiang Chen akibatnya tetapkan menelpon Xiao Xi, ia meminta Xiao Xi menemukannya.
Xiao Xi menyampaikan kalau Jiang Chen sudah di bandara. Jiang Chen tak peduli dan meminta Xiao Xi untuk tiba mencarinya.
Xiao Xi kesal dan memanggilnya b*st*rd! T__T
Jiang Chen membisu saja. sementara itu pesawa Jiang Chen akan berangkat.

Tapi Xiao Xi bahwasanya eksklusif tiba ke bandara. Ia berlari dan mencari-cari Jiang Chen.
Xiao Xi panik di bandara mencari Jiang Chen, ia menangis lantaran ia tak sanggup menemukan Jiang Chen. Xiao Xi terlambat.
Xiao Xi menangis sambil berjongkok ketika tiba-tiba seseorang tiba mendekatinya. Xiao Xi hanya melihat kaki laki-laki itu dan perlahan menatap keatas.
Dia yaitu Wu Bo Song yang tersenyum padanya dan berkata, ternyata saya benar, ini benar-benar dirimu!
Xiao Xi terus menangis.

-The End-


Komentar:
HAHAHHAHHAHAHAHAHAHA. Adegan terakhir harusnya murung tapi saya beneran ketawa lantaran Bo Song timingnya pas banged. Wu Bo Song yang timingnya selalu buruk tapi kali ini pas banged datangnya. Saat Xiao Xi sedang menangis lantaran Jiang Chen meninggalkannya, Bo Song kembali tiba ke kehidupannya. Tapi kasian nih sama bO song, lantaran itu akan menciptakan ia berharap lagi T_T

Masalah Xiao Xi dan Jiang Chen ini sering saya lihat dalam drama-drama dimana tokoh utamanya yaitu dokter, niscaya masalahnya lantaran waktu, lantaran sibuk dan merasa nggak dipedulikan. Makara ya, feel saya biasa aja, udah sering liat yang beginian. Udah nebak juga sih, lantaran Jiang Chen tetapkan jadi dokter niscaya cepat atau lambat persoalan ini akan muncul.
Jiang Chen masih intern dan sibuk banged memang. Aku juga punya sahabat dokter yang pas masa intern-nya memang sangat sangat sibuk. Kalau ada akad ketemuan, ia selalu berusaha datang, tapi lebih sering nggak tiba sih lantaran sibuk banged. Tapi gimana ya, namanya juga kerja, bukan lantaran dibuat-buat juga. Jiang Chen juga selalu berusaha menghubungi Xiao Xi dan menemuinya kalau ia senggang.
Aku juga nggak sanggup menyalahkan Xiao Xi lantaran ia juga butuh perhatian dan merasa kesepian. Makara pada dasarnya sih memang harus sabar dan banyak komunikasi, jangan menyembunyikan sesuatu yang penting.
Misalnya kalau Xiao Xi menyampaikan apa yang terjadi padanya hari itu, atau kalau Jiang Chen bilang semenjak awal kalau ia ditawarkan ke Beijing, apakah relasi mereka akan tetap berakhir dengan pertengkaran begini?

Jiang Chen merasa ia kurang banyak berguru dan tak sanggup membantu banyak ketika operasi, makanya ia tetapkan mengikuti pembinaan itu, itu sangat berkhasiat baginya untuk kedepannya. Aku mengerti sih kenapa ia akibatnya tetapkan untuk pergi.
Tapi saya masih belum yakin apakah ia beneran naik pesawat itu atau menunggu Xiao Xi dan melihat Xiao Xi bersama Bo Song?
Kalau Jiang Chen pergi berarti nanti time skip? HAHAHHAHAHAHA.
Drama ini sudah berakhir pada 7 Desember lalu, jadi saya yakin niscaya spoilernya sudah tersebar banyak. Tapi saya nggak mau ngomongin spoiler disini, biarlah bertanya-tanya untuk sementara waktu hohohohohoho.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top