Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 2

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 2

Kalau episode pertama kemarin perkenalan abjad yang bikin baper, maka episode 2 ini berdasarkan saya lebih serius dari episode pertama, alasannya ialah disini kita akan melihat sisi lain dari Jiang Chen. Episode yang berdasarkan saya cukup sedih dan mengharukan.
Aku sangat menyukai Xiao Xi yang selalu perhatian pada Jiang Chen:)

To Our Pure Little Beauty Episode 2: Can You Find Me?

Di Sekolah, Xiao Xi terlihat tidak bersemangat. Ia berjalan dibelakang dua orang siswi yang sedang bergosip mengenai admin fansite Chun Chun yang akan menentukan moderator baru.
Awalnya sih Xiao Xi tidak terlalu tertarik, tapi dikala mendengar kalau itu informasi rahasia ia jadi tertarik dan rahasia mendengarkan percakapan keduanya. Ia kemudian malah bergabung dengan percakapan mereka, bertanya apakah info itu benar dan apa yang akan dilakukan oleh moderator gres apabila terpilih?
Keduanya menatap Xiao Xi dengan wajah berkerut alasannya ialah Xiao Xi tidak tahu apa-apa mengenai dunia fanclub, mereka kemudian meninggalkannya.
Xiao Xi berfikir apakah moderator itu begitu istimewa, kenapa mereka main rahasiaan padanya.

Tema pelajaran hari ini ialah orang tua, lebih tepatnya ayah. Guru menjelaskan mengenai jasa orang bau tanah dan bagaimana para siswa harus menghargai orang bau tanah mereka dan lain sebagainya.
Guru menyampaikan kiprah untuk menulis essay mengenai ayah, sebelum hari rabu, mereka harus mengumpulkannya.
Selama jam pelajaran, Jiang Chen kelihatan tidak bersemangat, ia terus menunduk dan Xiao Xi hanya memperhatikannya dari daerah duduknya.
Saat kiprah diumumkan, Jiang Chen juga kelihatan sakit kepala karenanya.

Saat jam istirahat, Xiao Xi bersama Fei Mao mengisi air minum dan Xiao Xi menyampaikan hari ini Jiang Chen kelihatan aneh, tidak bicara satu katapun. Fei Mao sih santai saja dan menjawab, well, kalau beliau bicara juga ga lebih dari 3 kalimat. Saat pertama kali kita masuk ke sekolah ini, saya bahkan berfikir beliau itu bisu.
Xiao Xi kesal sekali alasannya ialah Fei Mao menyampaikan hal yang jahat ihwal Jiang Chen, ia menyikut Fei Mao dengan kesal. Fei Mao mengerti dan menyampaikan kalau Xiao Xi sangat protective pada Jiang Chen.

Xiao Xi mengisi minumannya dan bertanya pada Fei Mao apa yang biasanya moderator lakukan. Fei Mao tak percaya Xiao Xi bahkan tidak tahu hal itu. Ia kemudian menjelaskan mengenai Tieba yang mempunyai aneka macam member/pengunjung dan itu akan menyampaikan laba besar kalau menjadi moderator disana (tieba itu kalau nggak salah semacam naver-nya China?).
Fei Mao menyampaikan kalau hingga menjadi moderator, maka itu artinya ditakdirkan hidup dengan nyaman. Xiao Xi mengerti dan menyampaikan kalau ia terpilih menjadi moderator.  Fei Mao shock.
Tadi sewaktu pelajaran, Xiao Xi menerima sms dan ternyata itu pemberitahuan kalau Xiao Xi terpilih menjadi moderator HAHAAHHAHAHA. Ia memperlihatkan sms-nya sebagai bukti.
Dua siswi yang pernah mengabaikan Xiao Xi dikala Xiao Xi bertanya mengenai moderator mendengar hal itu dan mendekatinya, mereka meminta Xiao Xi untuk memberi bintang pada tiap postingan mereka dan bahkan bersikap baik untuk menuangkan air padanya.
Fei Mao segera mengamankan Xiao Xi dan membawanya kabur dari sana.

Saat makan siang, Xiao Xi bertanya kenapa dua siswi itu jadi berubah perilaku padanya dan Fei Mao menjelaskan mengenai mengoleksi 100.000 perak dalam 3 tahun (kayaknya semacam ranking gitu, mungkin kalau post bagus kan sanggup bintang, trus itu sanggup ditukarin nanti jadi uang, gitu kali ya HAHHAHAHAH. Aku kurang ngerti nih T_T).
Saat keduanya sedang bicara, tiba-tiba Lu Yang tiba dan bertanya apakah Xiao Xi sedang berusaha mencari uang?
Keduanya menghentikan pembicaraan mereka. Bo Song dan Jiang Chen kemudian tiba dan duduk dihadapan keduanya. Mereka makan siang satu meja.

Xiao Xi terus memandangi Jiang Chen, ia ingin mengajak Jiang Chen pulang bersama hari ini. Tapi Lu Yang kemudian memeluk Jiang Chen dan Bo Song, meminta mereka berdua ke internet cafe hari ini, alasannya ialah ia akan menikah hari ini. HAHAHHAAHHAHAH. Karakter game-nya kali ya.
Jiang Chen dan Bo Song sama-sama menolak, dan Lu Yang kecewa, kalian ini apakah kalian benar-benar saudaraku?
Lu Yang terus berusaha mengajak mereka dan menyampaikan suatu dikala nanti mereka juga akan mempunyai istri masing-masing. Xiao Xi yang mendengarkan mereka kesal sekali alasannya ialah Lu Yang membicarakan istri masa depan Jiang Chen dihadapannya HAHHAHAHA..

Pulang sekolah, Lu yang masih mencoba mengajak mereka. Jiang Chen menolak lagi menyampaikan ia tidak tertarik melihat Lu Yang menikah. Lu Yang malah menyampaikan kalau Jiang Chen cemburu dan menyuruhnya untuk move on HAHHAHAHAH. Aku ga ngerti permainannya, jangan-jangan ada hubungannya sama game di episode 1, mungkin Lu Yang menang, hadiahnya menikah. Kan Jiang Chen waktu itu berhasil mengalahkan Bo Song, jadi beliau melawan Lu Yang dan mungkin kalah, makanya dibilang supaya cepat move on lol.
Lu Yang menarik tangan Jiang Chen mengajaknya pergi, ia juga mengajak Bo Song yang masih menolak dan lagi-lagi Lu Yang mengatakan, apa kamu benar saudaraku?
Akhirnya keduanya ikut ke internet cafe.
Xiao Xi yang semenjak tadi mendengarkan mereka, kemudian menarik Fei Mao supaya ikut dengannya, mereka akan pergi melihat sebuah ijab kabul HAHHHAAHAHA.
Fei Mao mahkan belum selesai memasukkan barangnya ke tas dan Xiao Xi sudah menariknya.

Xiao Xi dan Fei Mao tiba di internet cafe alias warnet dikala ijab kabul Lu Yang sedang berlangsung. Lu Yang excited banged dan tidak sadar Fei Mao sudah berdiri disampingnya. Saat ia melihat ke kiri, wajah Fei Mao sangat dekat dengannya dan ia terpesona. Tapi kok beliau memanggil Fei Mao ‘kakak ipar’ ya? Apakah subnya salah? lol. Fei Mao memukul kepalanya.
Xiao Xi bertanya apakah Lu Yang sudah menemukan istri untuk Jiang Chen dan Bo Song. Lu Yang menjawab kalau keduanya belum cukup level untuk menikah. Xiao Xi lega mendengarnya HAHAAHHAHAHHA. This girl, apakah beliau cemburu sama abjad game? HAHHAHAHAHA.

Xiao Xi duduk disamping Jiang Chen dan mulai membuka sesuatu, kayaknya sebuah web apa gitu, namanya QQ.
Bo Song memnaggil Xiao Xi dengan Boss / Big Bro dan bertanya apa yang sedang dibuka oleh Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan itu ialah QQ dan galau kenapa Bo Song tidak tahu. Bo Song menyampaikan mereka tidak diperbolehkan sering-sering main internet oleh pelatih, jadi beliau tidak pernah memainkannya.
Kemudian ada iklan yang muncul di komputer dan Bo Song menyampaikan kalau ia akan ikut pertandingan itu, ia bertanya apakah Xiao Xi akan datang.
Xiao Xi malah bertanya apakah menontonnya membutuhkan uang? Bo Song tertawa dan menyampaikan ia akan membayar Xiao Xi kalau Xiao Xi mau datang.
Xiao Xi baiklah dengan hal itu dan menyampaikan ia akan datang. Keduanya terus dalam mood yang bagus dan tidak menyadari kalau Jiang Chen yang semenjak tadi membisu mendengarkan merubah ekspresinya.
Xiao Xi menatap sesuatu di layar komputernya, saya nggak tau itu apa huhuhuhuhu. Di site yang saya tonton ga diterjemahin itu apa.
Xiao Xi kemudian menatap Jiang Chen yang fokus pada layar komputernya. Wajah Xiao Xi kelihatan sedih.

Guru sedang melaksanakan kunjungan mendadak ke warnet dan bertanya apakah ada anak sekolah main disana. Mata Lu Yang dengan cepat menangkap kehadiran guru disana dan mengajak semuanya kabur.
Mereka kabur rahasia dan segera menuju sepeda masing-masing. Xiao Xi menyadari sepedanya hilang dan ia panik sendiri. Bo Song menyuruh Xiao Xi duduk dibelakang sepedanya dan Xiao Xi menurut. Fei Mao naik sepeda sedniri.
Jiang Chen membonceng Lu Yang yang terus memeluk dengan erat dan membuatnya risih banged HHAAHHAHAHAAHHA.

Bo Song dan Xiao Xi boncengan dan keduanya terjatuh alasannya ialah ada orang yang lewat tiba-tiba.
Untuk melindungi Xiao Xi, Bo Song menggunakan tangan kirinya, supaya Xiao Xi tidak terhempas ke jalan.
Bo Song kelihatan kesakitan dan yang lain khawatir tapi ia kemudian menyampaikan ia hanya bercanda, jadi semuanya lega.
Lu Yang sendiri kesal alasannya ialah ia belum selesai main game tadi tapi sudah diganggu oleh kedatangan guru.
Mereka meneruskan perjalanan mereka. Bo Song kelihatan memegang lengannya dan tampaknya lengannya memang sakit, tapi ia akal-akalan baik-baik saja. awwww.
Btw saya lupa menjelaskannya di episode 1, Bo Song ini ialah seorang atlet renang.

Di rumah, orang bau tanah Xiao Xi memarahinya alasannya ialah ia kehilangan sepedanya lagi. Saat ditanya kenapa sanggup hilang, Xiao Xi menciptakan alasan ia kehilangan sepedanya dikala ia ke toko buku. Ia juga menyampaikan kalau belakangan ada banyak siswa yang kehilangan sepedanya.
Ibu mengerti dan menyampaikan akan membelikan yang baru. Tapi Xiao Xi berusaha menolak, menyampaikan belakangan ia tidak butuh sepeda, ia ingin jalan kaki ke sekolah. Karena ini akan menjadi kesempatan bagus baginya untuk berolahraga. Ayah Xiao Xi memandang puterinya dengan curiga.

Mereka kemudian mengalihkan pembicaraan ke ayah Jiang Chen. Ternyata ayah Jiang Chen sudah meninggal dunia dan sebentar lagi ialah peringatan janjkematian ayah Jiang Chen. Sejak ayahnya meninggal dunia, Jiang Chen tinggal sendirian di apartemen itu. Aku kurang tau ibunya kemana, apakah menikah lagi atau pindah dari sana, yang terang tidak tinggal bersama Jiang Chen.
Saat Xiao Xi memperlihatkan untuk membantu Jiang Chen mengurus peringatan kematian,  ayah Xiao Xi menyampaikan ibu Jiang Chen akan pulang dikala peringatan janjkematian nanti. Xiao Xi kemudian menyampaikan pada ibunya kalau mereka setidaknya harus membantu Jiang Chen alasannya ialah ibunya akan kembali, Jiang Chen ialah seorang laki-laki yang niscaya tidak tahu apa yang harus ia beli untuk ibunya nanti. Mereka ialah tetangga jadi setidaknya mereka harus membantu.
Ayah Xiao Xi tampaknya mengerti kenapa puterinya bersikeras membantu Jiang Chen dan kesannya menyampaikan uang untuk Xiao Xi supaya Xiao Xi membantu membelikan sesuatu untuk Jiang Chen.
Saat menyampaikan uang ayah bahkan mendorong kepala puterinya dengan manja, awwwww, kayaknya ayah tahu Xiao Xi suka sama Jiang Chen HAHAHHAHAHA.

Pagi itu Xiao Xi senang banged, beliau keluar rumah sambil bernyanyi-nyanyi, menyampaikan hari ini beliau akan berangkat sekolah bersama Jiang Chen. Xiao Xi sengaja nggak minta dibeliin sepeda supaya ia sanggup nebeng Jiang Chen HAHAAHHAHAHAHA.
Tapi Xiao Xi shock dikala ia tiba di parkiran sepeda apartemen mereka, sepeda Jiang Chen sudah menghilang HAHAHAHAHAHHA. Jiang Chen sudah berangkat duluan. NGAKAK! Nggak si sms dulu kek XD
Xiao Xi kesal sekali dan menendang udara.

Akhirnya pagi itu Xiao Xi berlari ke sekolah supaya ia tidak terlambat. Sekolahnya jauh banged kayaknya, ia hingga ngos-ngosan.
Kebetulan Bo Song juga gres berangkat dan melihat Xiao Xi. Ia kemudian membonceng Xiao Xi. Dalam perjalanan, Xiao Xi bertanya pada Bo Song mengenai hadiah yang bagus untuk seorang perempuan seumuran ibu Bo Song misalnya. Bo Song berfikir dan menyampaikan untuk ibunya tampaknya ibunya akan menyukai seorang suami yang baru.
Xiao Xi malah baiklah dengan hal itu tapi itu ialah sesuatu diluar jangkauannya HAHAHHAHAA.

Di sekolah, Fei Mao sudah menunggu Xiao Xi, ia tahu mereka berdua akan membicarakan sebuah rahasia, jadi ia menyampaikan ia tidak akan mecuri dengar pembicaraan mereka. Bo Song meninggalkan keduanya.
Fei MAo ternyata cuma ingin membicarakan problem moderator itu, membicarakan apa pekerjaan Xiao Xi sebagai moderator dan Fei Mao yang lebih tertarik supaya Xiao Xi menciptakan uang dari pekerjaannya sebagai moderator.
Kemudian pembicaraan mereka terhenti dikala dua siswi yang dulu tiba lagi meminta Xiao Xi untuk menciptakan post mereka berating tinggi. Xiao Xi menyampaikan belakangan ia sibuk dengan ini dan itu, ia akan mempertimbangkannya nanti.
Tapi sesudah keduanya pergi Xiao Xi kesal dan menyampaikan kalau site mereka punya peraturan, nggak sembarangan menciptakan post berating tinggi, ia sanggup kena masalah.
Fei Mao hanya tertawa dan keduanya benar-benar menikmati berada diposisi tinggi alias dibutuhkan orang lain wkkwkwkw.

Saat jam pelajaran, guru membahas mengenai kiprah ‘ayah’ yang sudah dikumpulkan para siswa dan guru mengumumkan nama-nama yang menciptakan kiprah dengan baik. Ia juga memuji Jiang Chen yang terbaik diantara semuanya, guru menyampaikan essay yang dibentuk Jiang Chen sangat menyentuh dan pada kesempatan ini, ia meminta Jiang Chen membacakan tugasnya. Jiang Chen tentu saja terkejut dan ia menolak membacakannya.
Akhirnya guru meminta yang lain membacakannya, ia meminta yang bersedia untuk tujuk tangan dan Xiao Xi malu-malu mengangkat tangannya. Saat itu teman sebangku Fei Mao juga mengangkat tangannya tapi Fei Mao menahannya dan menyampaikan pada guru Xiao Xi akan membacakannya. LOL.
Guru mengerti dan memuji Xiao Xi yang belakangan sangat aktif di kelas.
Xiao Xi kemudian membacakan essay milik Jiang Chen.

“Aku tidak terlalu ingat, apakah ayahku pernah benar-benar menyemangatiku. Ingatan insan tidak pernah sempurna. Tapi saya punya kenangan ihwal ayahku, kenangan yang paling saya ingat dikala saya berusia 7 tahun. Aku tidak sengaja menciptakan adikku jatuh. Adikku menangis. Ayah tiba dan mendorongku. Aku ingat dikala itu saya hanyalah anak umur 7 tahun.  Itu ialah pertama kalinya saya meninggalkan rumah, saya duduk sendirian dipinggir sungai. Aku menangis dan menunggu ayah untuk tiba dan menemukanku. Ayah tiba dikala matahari hampir terbenam. Mengendarai sepeda, ia membawaku untuk makan mie. Duduk dibangku belakang sepeda, melihat kembang api di kota, mendengarkan bunyi gaduh di jalanan. Mungkin ini ialah salah satu-satunya momen dalam hidupku dimana saya merasa saya sangat dekat dengan ayahku.”

Seluruh kelas melongo dikala Xiao Xi membacakan essay itu. Beberapa anak menatap ke arah Jiang Chen. Jiang Chen hanya membisu menunduk. Ia teringat kenangan masa kecilnya itu, dikala makan mie di sebuah kedai, ia masih murka pada ayahnya dan kemarahannya hilang dikala ayah menyampaikan telur mata sapi padanya.

Saat jam makan siang, Lu Yang menyampaikan essay yang ditulis Jiang Chen kali ini benar-benar mengharukan, ia bertanya apakah ayah Jiang Chen masih memperlakukannya mirip itu sekarang?
Jiang Chen membisu saja dan kemudian membenarkan. Xiao Xi menatap Jiang Chen dengan khawatir dan mengajaknya pulang bersama hari ini. Jiang Chen setuju.
Hmmmm, Jiang Chen ga bilang kalau ayahnya sudah meninggal dunia, tampaknya satu-satunya yang tahu ialah Xiao Xi.

Jiang Chen dan Xiao Xi pulang bersama, mereka berdua jalan kaki, Jiang Chen mengiring sepedanya.
Suasana sepi, alasannya ialah tidak ada yang bicara. Akhirnya Xiao Xi memulai pembicaraan, mengajak Jiang Chen makan malam di rumah mereka hari ini.
Jiang Chen hanya menatap Xiao Xi dan kemudian menyampaikan kunci sepedanya, ia menyuruh Xiao Xi membawa sepedanya pulang dan menaruh kuncinya di depan pintu rumahnya nanti. Ia ingin singgah ke suatu tempat.
Jiang Chen kemudian meninggalkan Xiao Xi. Xiao Xi tak sanggup menahannya.

Jiang Chen pergi ke kedai daerah ia dan ayahnya makan mie dulu. Tapi Jiang Chen hanya menatap daerah itu, ia tidak masuk.

Xiao Xi bersama Fei Mao di supermarket, mereka membeli barang-barang untuk keperluan ibu Jiang Chen selama menginap di rumah Jiang Chen nanti.
Fei Mao tidak mengerti kenapa Xiao Xi membeli barang-barang itu dan bertanya apakah Xiao Xi akan menikah dengan Jiang Chen HAHAAHAHAH.
Xiao Xi berkata, kamu tidak pernah dengar? Jika kamu ingin menaklukkan hari wanita, maka kamu harus memenangkan hati ibunya. *pinter wkwkkwkwkwkw
Fei Mao ingin tau apa kekerabatan Xiao Xi dan ibu Jiang Chen. Xiao Xi menyampaikan Fei Mao tidak akan mengerti meski-pun ia menjelaskan, Xiao Xi menyampaikan meski Jiang Chen tidak membicarakan ibunya, tapi dalam hati Jiang Chen selalu berharap ibunya akan pulang. Xiao Xi bertanya apakah Fei Mao tidak menyadari perilaku Jiang Chen belakangan?
Fei Mao mengambil kesimpulan kalau Xiao Xi menggunakan kesempatan ini untuk mendekati ibu Jiang Chen supaya Jiang Chen menyukainya HAHAHAHHHA. Xiao Xi menyampaikan nanti juga kalau mereka menikah, mereka akan hidup bersama lol.

Fei Mao kemudian bertanya bagaimana rasanya menyukai seseorang. Xiao Xi bersemangat dan menyampaikan rasanya itu seperti, dikala si beliau muncul dihadapanmu, semua yang ada disekitarmu mirip kehilangan warna dan diantara banyaknya orang-orang, hanya dia-lah yang bersinar.
Xiao Xi kemudian menceritakan bagaimana ia mulai menyukai Jiang Chen. Kaprikornus dikala itu Xiao Xi melihat Jiang Chen membeli buku di toko buku, kemudian seorang anak kecil yang ingin membeli pensil warna, ia meminta Jiang Chen membayarkan itu ke kasir alasannya ialah si anak pendek. Saat Jiang Chen akan membayarnya, uang anak itu kurang dan Jiang Chen menambahkannya.
Xiao Xi terpesona pada Jiang Chen semenjak dikala itu.

Fei Mao dan Xiao Xi sedang asik kisah dikala 2 siswi yang dulu menemuinya lagi, bertanya apakah Xiao Xi sudah mempertimbangkan akan menyampaikan rating tinggi untuk post mereka.
Xiao Xi jadi kesal dan meminta mereka jangan terus memberinya beban dengan seruan itu. Ia menyampaikan akan mempertimbangkannya lagi dan meninggalkan mereka. Keduanya jadi kesal dengan perilaku Xiao Xi.

Xiao Xi dan Fei Mao keluar dari supermarket dan Fei Mao memuji perilaku Xiao Xi tadi, menurutnya keren. Ia menyuruh Xiao Xi jangan bersikap lemah, apalagi dikala pertemuan para fans nanti.
Xiao Xi tiba-tiba teringat sesuatu, kalau jadwalnya bentrok. Ia kemudian mengirim sms pada admin fanclub menyampaikan kalau ia tidak sanggup membantu besok, alasannya ialah ia sudah ada komitmen lain. Tapi ia berjanji akan melindungi fanclub Chun Chun. Xiao Xi kemudian mendapatkan pesan terima kasih yang panjang seolah admin mengerti kalau Xiao Xi sangat sibuk tapi ujung-ujungnya beliau dipecat dari jabatan moderator HAHHAHHAAHAHA. Xiao Xi berkerut.

Xiao Xi sedang dijalan dikala ia bertemu beliau siswi tadi dan mereka mencoba berbaik hati mengantarkan Xiao Xi pulang. Mereka kembali bertanya mengenai rating itu dan Xiao Xi menyampaikan kalau ia sudah dipecat, ia bukan moderator lagi.
Keduanya kecewa berat dan menyampaikan kalau Xiao Xi sudah mendapatkan hadiah mereka. Xiao Xi menyampaikan akan mengembalikannya besok, ia meminta maaf.
Bo Song tiba-tiba muncul disana dan mengajak Xiao Xi pulang bersamanya. Xiao Xi merasa terselamatkan dan segera naik sepeda Bo Song.

Setelah cukup jauh, ia meminta Bo Song berhenti. Xiao Xi waspada memandang kebelakang dan dikala ia merasa aman, ia menarik nafas lega.
Bo Song tak mengerti apa yang terjadi. Xiao Xi menyampaikan ia pikir menjadi moderator akan membuatnya berkuasa, ternyata hanya dalam satu kedipan mata ia sudah dipecat. Sangat memalukan.
Bo Song tersenyum dan berkata, bagaimana kamu sanggup membandingkan menjadi moderator dan menjadi bos-ku? Kau ialah bos seorang perenang olimpiade, kamu tahu?
Xiao Xi terkejut, kamu sanggup memenangkan medali?
Bo Song berkata, besok tiba dan lihatlah pertandinganku, saya akan memenangkanya untukmu.
Xiao Xi dan Bo Song sama-sama tersenyum.
Awwwwww, ternyata program yang dimaksud Xiao Xi pada admin itu ialah pertandingannya Bo Song XD

Hari itu Xiao Xi tiba ke pertandingan Bo Song dengan membawa banner yang ia buat sendiri.
Tapi sangat disayangkan Bo Song tidak memenangkan pertandingan itu, ia berada di daerah kedua. Hal ini alasannya ialah lengannya yang cidera waktu itu T_T
PAra wartawan mengerumuni si juara 1 sementara hanya satu yang mewawancarai Bo Song, bertanya bagaimana perasaannya alasannya ialah selama ini ia selalu menjadi nomor 1, tapi hari ini menjadi nomor 2.
Bo Song sebetulnya malas menjawab pertanyaan itu, tiba-tiba terdengar teriakan dari kursi penonton, Xiao Xi dengan bannernya berteriak pada Bo Song, Bosong Bosong yang terkuat! Bosong Bosong is the best!
Bo Song melihat ke arah Xiao Xi yang memegang banner itu, ia tersenyum melihatnya. Bo Song kemudian menjawab pertanyaan dengan senyuman, meski mendapatkan daerah kedua, menurutku itu cukup bagus.
Meski Bo Song tersenyum dikala itu, tapi tentu saja dikala dibelakang ia dimarahi habis-habisan oleh pelatihnya. Bo Song membisu saja dan memegang lengannya, tampaknya bahunya memang cidera dikala itu.
Aku takut cideranya parah nih, jangan hingga gara-gara itu beliau berhenti renang T________T

Jiang Chen sibuk di rumah, beres-beres alasannya ialah ibunya akan datang. Tapi kemudian ia menerima pesan kalau ibunya tidak sanggup tiba alasannya ialah adiknya sakit. Jiang Chen kecewa.

Bo Song bersiap pulang dan Xiao Xi menunggunya di bak renang. Xiao Xi mencoba menyemangatinya, Siswa Bo Song, meski kamu menerima daerah kedua, itu tidak masalah, hal yang lebih baik akan terjadi, bos ini akan mentraktirmu.
Bo Song dan Xiao Xi ada dikedai mi untuk makan. Bo Song terus memandangi Xiao Xi dengan tatapannya yang aduuuuhhhhhhhhhhhhhh penuh cintaaaaa *tahan nafas*
Karena Bo song membisu saja, Xiao Xi bertanya apakah Bo Song masih kecewa. Ia mengingatkan Liu Xiang (pemenang medali olimpiade) juga pernah mendapatkan daerah kedua. Apa yang kamu takutkan? Coba lihat aku, seumur hidupku, berapa kali saya mendapatkan daerah pertama? Saat saya masih kecil saya mendapatkan daerah pertama menciptakan gelang plastik, dikala Sekolah Menengah Pertama guru menggambarku memilihku sebagai lukisan yang paling mirip dengan aslinya. hmmmm hanya itu saja. Lihat, bukankan saya ketinggalan jauh darimu?
Bo Song membisu saja menatap Xiao Xi sambil tersenyum. Xiao Xi bertanya apakah Bo Song setidaknya sudah damai sekarang? Kegagalan dalam 16 tahun, tapi semakin saya gagal, semakin berpengaruh diriku. Hatiku ini sangat gigih.
Bo Song mengangguk dan menyampaikan ia akan berguru dari pengalaman gagal Xiao Xi.

Bo Song kemudian melihat banner Xiao Xi dan bertanya apakah Xiao Xi sanggup menyampaikan itu padanya?
Xiao Xi menolak alasannya ialah ia salah menulis nama Bo Song, ia menyampaikan lain kali ia akan menyebarkan yang lebih bagus dan memberikannya pada Bo Song.
Bo Song bersikeras ingin itu, dan menyampaikan Xiao Xi tak perlu khawatir alasannya ialah namanya memang gampang salah tulis.
Xiao Xi membenarkan, nama Bo Song itu menyerupai goresan pena lebah dan madu (katanya dalam goresan pena china karakternya sama, bawah umur sering salah tulis dua abjad ini).
Bo Song tertawa dan Xiao Xi senang alasannya ialah kesannya Bo Song sanggup tertawa.

Bo Song masih menginginkan banner itu, ia bahkan akan tukar barang dengan medali yang gres saja ia menangkan.
Xiao Xi sebetulnya sedang resah alasannya ialah mie pesanan mereka belum datang. Ia mengecek sudah pukul 6 sore dan menyampaikan tampaknya ia tak sanggup makan bersama Bo Song, alasannya ialah ia ada komitmen penting.
Xiao Xi menyampaikan lain kali, Bo Song harus mentraktirnya dan ia bahkan menyampaikan ia ingin makan steak HAHAHHAHAHAA.
Bo Song setuju, tapi Xiao Xi harus tukar barang dengannya. Xiao Xi melihat medali itu dan menyampaikan kalau Bo Song menyukainya ia sanggup menggambarkan 10 buah untuknya.
Bo Song tetap memaksa ia menginginkan yang itu, ia bahkan menyampaikan kalau nanti ia menerima medali emas, ia akan membarternya lagi.
Xiao Xi kesannya mengalah dan menyampaikan banner itu pada Bo Song. Bo Song menyukainya.
Hmmmm, apakah alasannya ialah itu pertama kalinya ada yang menciptakan banner untuknya? Atau Xiao Xi ialah orang pertama yang mendukungnya? awww, co cweet banged XD

Jiang Chen masih di rumahnya, ia melihat pesan dari ibunya yang bertanya apakah uang Jiang Chen cukup, apakah Jiang Chen membutuhkan sesuatu, dalam beberapa hari ibunya akan pulang. Itu ialah pesan yang dikirimkan oleh ibunya beberapa waktu yang lalu, jadi Jiang Chen memang menantikan kedatangan ibunya. Tapi hari ini ibunya malah tidak jadi tiba dan Jiang Chen kecewa.
Tiba-tiba bel berbunyi, Jiang Chen membuka pintu dan Xiao Xi sudah ada di depan pintu dengan barang belanjaannya. Ia bertanya apakah ia boleh masuk, tapi Jiang Chen memblok pintu dengan tangannya dan Xiao Xi dengan gampang masuk sambil menunduk, alasannya ialah ia pendek HAHAHHAAHHAHAHHAA.
Xiao Xi senang sekali sanggup masuk ke rumah Jiang Chen. Jiang Chen bertanya apa yang dibawa Xiao Xi dan Xiao Xi menyampaikan ia membelikan beberapa barang keperluan sehari-hari, alasannya ialah ia dengar ibu Jiang Chen akan pulang. Ia tahu anak laki-laki biasanya tidak bagus menentukan sesuatu, jadi ia menentukan beberapa barang yang mempunyai kegunaan dan anggun untuk dipakai ibu Jiang Chen.
Jiang Chen yang sedang bad mood menyampaikan ia tidak membutuhkan itu dan menyuruh Xiao Xi pulang.
Xiao Xi galau dan berfikir ia salah beli barang. Jiang Chen menyampaikan lagi ia tidak membutuhkan itu.

Xiao Xi bertanya apakah Jiang Chen sudah menyiapkan keperluan untuk ibunya?
Jiang Chen kesal, kenapa saya harus menyiapkannya?
Xiao Xi juga kesal, kalau kamu belum menyiapkannya kenapa kamu tidak mau menggunakan yang saya belikan? Apakah menggunakan barang yang saya beli sangat menganggumu?
Jiang Chen makin kesa, benar, jadi tinggalkan saya sendirian!
Xiao Xi menolak pergi, ia kesal alasannya ialah Jiang Chen selalu memperlakukan orang lain dengan dingin, Apa kamu tidka tahu orang lain yang memperlakukanmu dengan baik itu sangat menganggu? Ibumu juga sangat menganggu. Ibumu menelpon ibuku pagi dan malam untuk bertanya apa yang puteranya lakukan, Apakah beliau kurusan? Apakah beliau sakit? Kenapa beliau tidak membalas pesanku? Apa kamu tidak menyadarinya? Atau kamu akal-akalan tidak menyadarinya?
Jiang Chen melongo dan kemudian ia mendorong Xiao Xi untuk meninggalkan rumahnya.
Xiao Xi kesal sekali dan berteriak, tutup pintumu dengan baik dan jangan biarkan orang lain masuk!!!

Jiang Chen membisu di rumah hingga malam, sesudah mandi ia duduk di sofa dan melihat foto keluarga mereka yang terakhir. Jiang Chen merenung.

Keluarga Chen Xiao Xi sedang makan malam, ayah dan ibu membicarakan orang bau tanah Jiang Chen. Xiao Xi terkejut alasannya ialah ia gres tahu kalau ibu Jiang Chen tidak jadi kembali. Ibu Xiao Xi kesal pada ibu Jiang Chen, ia tak mengerti apa yang ibu Jiang Chen pikirkan membiarkan anaknya tinggal sendirian. Ia bertanya pada ayah semenjak umur berapa Jiang Chen tinggal sendirian. Sejak ayah Jiang Chen meninggal, Jiang Chen tinggal sendirian. Ibu mengerti niscaya Jiang Chen sangat kesal ibunya tidak kembali.
Ayah sendiri menyampaikan kalau mereka tidak sanggup menyalahkan ibu Jiang Chen atas semuanya. Ibu Xiao Xi kesal mendengarnya alasannya ialah ayah membela ibu Jiang Chen.
Xiao Xi membisu saja mendengarkan pembicaraan orang tuanya.
Ibu kemudian menyampaikan sesuatu pada Xiao Xi, sebuah kertas, tampaknya pengumuman untuk penghuni apartemen, ia meminta Xiao Xi mengantarnya ke rumah Jiang Chen sesudah selesai makan. Ibu merasa kasihan alasannya ialah Jiang Chen harus mengurus itu sendirian tanpa orang pandai balig cukup akal yang mendampinginya.
Xiao Xi makan dengan kecepatan kilat dan mengambil kertas itu untuk mengantarkannya ke rumah Jiang Chen.
Ayah dan ibu saling pandang melihat puteri mereka. HAHAHAHHAHA.

Jiang Chen pulang dari apotik membeli obat alasannya ialah ia merasa ia tidak lezat badan. Ia kemudian tidur di sofa.
Xiao Xi tiba membawa kertas pengumuman, ia melihat pintu rumah Jiang Chen terbuka alasannya ialah tadi Jiang Chen tidak menutupnya dengan baik.
Xiao Xi masuk dengan hati-hati, ia menyampaikan ia tiba mengantar kertas pengumuman dan meminta maaf atas tragedi tadi, ia tak tahu ibu Jiang Chen tidak jadi datang.
Karena tidak ada jawaban, Xiao Xi berjalan masuk ke ruang tengah dan terkejut melihat Jiang Chen tertidur disana.
Xiao Xi mendekatinya dan menyentuh Jiang Chen, alasannya ialah masih bergerak, Xiao Xi lega HAHHAHAHA.

Ia menyentuh kepala Jiang Chen dan menyadari Jiang Chen demam. Udara malam itu sangat hirau taacuh alasannya ialah sedang hujan lebat.
Xiao Xi dengan sigap mengambil selimut di kamar, mengambil baju-baju Jiang Chen untuk menutupi badannya supaya merasa hangat.
Xiao Xi ada di rumah Jiang Chen hingga jam 9 malam, ia terus menatap Jiang Chen dan mencoba menyentuh wajahnya. Tapi Jiang Chen menyadari ia tak boleh melaksanakan itu. Ia kemudian membereskan meja dan melihat foto keluarga Jiang Chen.
Xiao Xi menatap Jiang Chen, ia yakin Jiang Chen sangat merindukan ibunya. Ia kemudian meninggalkan rumah Jiang Chen.

Tak usang sesudah itu, Jiang Chen terbangun.
Ia kaget alasannya ialah badannya terasa berat. Xiao Xi tadi memakaikan berlapis-lapis baju pada Jiang Chen, tepatnya hanya menutupi bab depan aja sih ehhehee.
Ia kemudian melihat sebuah kertas diatas meja. Aku nggak tahu itu apa, mungkin pengumuman yang dibawa Xiao Xi tadi kali ya, atau Xiao Xi menulis sesuatu sebelum pulang?

MAlam itu, Jiang Chen keluar dan pergi ke kedai mie daerah beliau dan ayahnya makan dulu. Jiang Chen memesan mie dengan telur mata sapi diatasnya.
Pemilik toko itu mengenal Jiang Chen dan menanyakan kenapa Jiang Chen tiba sendirian hari ini, ia juga bertanya apakah ayah Jiang Chen sehat?
Jiang Chen membenarkan. Pemilik meminta Jiang Chen sering tiba makan disana.
Jiang Chen kemudian mengambil ponselnya dan membalas pesan dari ibunya, menyampaikan ia mengerti ibunya tidak sanggup tiba alasannya ialah adiknya sakit dan meminta ibunya merawat adiknya.

Keesokan harinya, ayah masuk ke kamar Xiao Xi untuk membangunkannya. Xiao Xi malas keluar dari daerah tidur dan menyampaikan pada ayahnya tampaknya ayahnya harus membelikannya sepeda baru. HAHHAHAHAHA Udah nggak berpengaruh jalan kaki si Xiao Xi xD

Xiao Xi mengantuk keluar dari apartemen, ia menguap lebar dan terkejut melihat Jiang Chen ada disana, duduk diatas sepeda sambil membaca buku.
Xiao Xi menyapanya dan mendekati Jiang Chen dan sepedanya, ia menyampaikan kursi belakang sepeda Jiang Chen kelihatan sangat nyaman, tapi ia tidak akan tahu apakah benar-benar nyaman alasannya ialah ia belum pernah mendudukinya.

Jiang Chen memasukkan buku ke dalam tasnya dikala Xiao Xi terus membicarakn kursi belakang sepeda Jiang Chen yang hangat dimusim hirau taacuh dan hirau taacuh dimusim panas HAHHAAHHAHAAHHAHA.
Karena Jiang Chen tidak ada reaksi, Xiao Xi kemudian berkata kalau ia akan duduk. Jiang Chen membisu saja. Xiao Xi kecewa. JIang Chen kemudian menyampaikan tasnya pada Xiao Xi. Xiao Xi terkejut dan senyuman lebar muncul diwajahnya. Ia mulai duduk di sepeda Jiang Chen sambil menyampaikan kalau ia sangat ringan.
Dan begitulah, kesannya dalam diam, Jiang Chen dan Xiao Xi berangkat kesekolah bersama-sama, untuk pertama kalinya, Jiang Chen dan Xiao Xi boncengan berdua.

-The End-

Epilog

Karena ibu Jiang Chen akan datang, Xiao Xi ingin menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan hati calon mertua. Ia menyanyi diatas daerah tidurnya, nyanyian mengenai ibu Jiang Chen.
-Kau, keluarga yang tidak mempunyai ayah, kamu keluarga yang tidak mempunyai ayah, ayah sudah meninggal, ibu yang kesepian alasannya ialah menjadi janda, Xiao Xi akan tiba dan merawatmu.-
Karena asik menyanyi, Xiao Xi tidak sadar ayahnya membuka pintu dan mendengarkan semua itu. Ayahnya kesal dengan nyanyian Xiao Xi yang ia pikir mendoakan beliau cepat mati HAHHAHHAHAH.
Ayah marah, memangnya apa yang sudah ayah lakukan padamu? Kenapa kamu membicarakan ibu yang kesepian alasannya ialah menjanda? Membicarakan tidak punya ayah?!
Xiao Xi terkejut dan mencoba menjelaskan, tapi ayah keburu murka dan membanting pintu HAHHAHAHAHAHHAHA.

Komentar:
Ayah Xiao Xi lucu banged, meski gres tampil di episode 2 ini, saya sudah menyukai karakternya XD
Dia tau anaknya suka sama Jiang Chen, dan bahkan menyebarkan kesempatan untuk anaknya sanggup bersama Jiang Chen hehehhe.
Aku ingin tau apa yang terjadi dengan orang bau tanah Jiang Chen, kenapa ibunya tidak tinggal bersama mereka. Apakah dulu orang tuanya sempat cerai?
Ayah Xiao Xi menyampaikan mereka tak sanggup melimpahkan semua kesalahan pada ibu Jiang Chen maksudnya apa ya?
Dan kenapa kok kayaknya nggak ada yang tahu ayah Jiang Chen meninggal dunia?
Apakah alasannya ialah Jiang Chen memang nggak punya teman akrab?

Xiao Xi lucu banged, imut-imut ngegemesin. Dia seorang teman yang loyal, ingat aja beliau punya komitmen untuk menonton pertandingan Bo Song dan menentukan komitmen itu daripada  perkumpulan dengan fanclub, hingga ia dipecat jadi moderator.
Aku suka sekali dikala Xiao Xi menyemangati Bo Song yang gagal menerima daerah pertama. Aku rasa semenjak dikala itu Bo Song mulai menyukai Xiao Xi dengan serius.
Sejak awal sih Bo Song sudah tertarik, tapi mungkin masih belum serius kali ya, tapi di episode 2 ini kelihatan banged. Aku jadi galau alasannya ialah Bo Song juga bikin baper XD XD
Jiang Chen sih kayaknya udah mulai mencicipi itu semenjak di warnet dikala Bo Song mengajak Xiao Xi menonton pertandingannya.
BTW saya khawatir nih cidera Bo Song akan membawa hal jelek pada kekerabatan Xiao Xi dan Jiang Chen, takutnya nanti kalau Xiao Xi tau beliau jadi merasa bersalah banged :'(

Aku gres nyadar kalau Jiang Chen memang nggak banyak bicara ya. Saat Fei Mao menyampaikan Jiang chen juga kalau buka ekspresi nggak lebih dari 3 kalimat, ternyata bener banged. Kayaknya hingga episode 2 ini beliau memang bicara nggak pernah lebih dari 3 kalimat sekali buka ekspresi HAHAHAHHAHAHAHAAHHA.
Dari pov Fei Mao bener sih, beliau nggak ngerti apa menariknya si Jiang Chen itu. Tapi dari pov Xiao Xi, Jiang Chen memang bikin baper. Mereka berdua udah mulai makin dekat, Jiang Chen dan Xiao Xi. Dari yang menunggu berangkat hingga berangkat sama-sama, udah boleh naik sepedanya pula, aduh XD
Aku pengen liat masa kecil keduanya, kira-kira ada nggak ya, kan mereka satu apartemen udah usang banged ya XD
Mungkin mereka sering ketemu, tapi gitu-gitu aja, Xiao Xi sendiri gres merasa tertarik semenjak melihat Jiang Chen membayarkan anak kecil itu.
Kalau Jiang Chen kapan ya? Apa alasannya ialah Xiao Xi ngekor terus jadinya beliau tertarik? Masa?
Karena di episode 1 kemudian saya merasa Jiang Chen udah semenjak usang memperhatikan Xiao Xi.

Bagi yang bertanya dimana saya menonton drama ini, saya menontonnya di youtube, pake engsub. Tapi kayaknya sudah banyak yang dihapus nih, biasalah youtube memang gitu 😅
Silakan Klik untuk Episode 1 dan Episode 2 ☺️

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top