Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 20-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 20-1

Aku cukup resah ketika menonton episode 20 ini. Banyak cuilan yang saya tidak mengerti, bahkan sesudah saya renungkan, saya juga nggak ngerti LOL. Apalagi ending episode ini.
Belakangan plot drama ini agak gimanaaaa gitu, rasa kehilangan kendali.

To Our Pure Little Beauty Episode 20: Long Time No See

Episode 20 dimulai dengan adegan Wu Bo Song dibandara, ia dikejar oleh 3 fansnya untuk minta tanda tangan. Tapi Bo Song menolak sebab ia sedang buru-buru, ia menyampaikan akan bertemu dengan presiden fanclub Bo song yang menciptakan ketiga fans bingung, sebab fanclub Bo Song isinya hanya mereka bertiga HAHAHHAHAHAHAA.
Tentu saja maksud Bo Song yaitu Chen Xiao Xi. Bo Song semenjak kemenangannya dalam kompetisi nasional menjadi cukup terkenal dan sibuk. Ia bahkan kini sudah punya manager sendiri. Ia sedang dalam kendaraan beroda empat bersama managernya dan meminta managernya eksklusif ke tempat Xiao Xi, ia akan membawa kendaraan beroda empat bersamanya. Manager mengeluh sebab di kawasan sana sulit mendapat taksi, tapi ia berharap kencan Bo Song dan Xiao Xi lancar dan mereka segera punya baby HAHAHAAAHHAHA.

Bo Song tiba di perusahaan tempat Xiao Xi bekerja dan eksklusif menelponnya, ia ingin mengajak Xiao Xi ikut bersamanya, sebab Lu Yang mengajaknya memilihkan cincin pernikahan. Xiao Xi mengeluh menyampaikan Jing Jing tidak suka hal-hal yang terlalu glamor (cincin pernikahan) dan Bo song bertanya bagaimana dengan Xiao Xi. Xiao Xi eksklusif menjawab ia suka yang permatanya besar HAHHAHAHA.
Xiao Xi dan Bo Song asik bicara ketika ada panggilan masuk ke HP Xiao Xi jadi ia harus tetapkan telpon dengan Bo Song. Tak usang kemudian Xiao Xi tampak berlari menemui Bo Song dengan wajah khawatir, sebab ayahnya masuk rumah sakit.
Xiao Xi dan Bo Song eksklusif ke rumah sakit, Xiao Xi turun duluan sebab Bo Song harus memarkir mobilnya. Xiao Xi berlari masuk ke rumah sakit dan ia tampak sangat panik.

Ternyata itu rumah sakit yang sama dengan tempat Jiang Chen kini bekerja. Jiang Chen sedang bersama rekan kerjanya yang memujinya sebab Jiang Chen sudah dipromosikan menjadi direktur. Saat mereka bicara, Jiang Chen melihat Xiao Xi berlari, tapi ketika itu Jiang Chen masih agak ragu, apakah ia salah lihat atau bagaimana.
Jiang Chen dan temannya menghadari rapat tapi Jiang Chen sama sekali tidak konsentrasi sebab tadi melihat Xiao Xi. Ia tetapkan keluar untuk mencari Xiao Xi. Jiang Chen berlari kesana kemari mencari Xiao Xi dan tak usang kemudian ia melihat Xiao Xi sedang berjalan dengan sebuah kertas di tangannya.
Keduanya bertemu di lobi rumah sakit, saling menatap satu sama lain.

Bo Song tiba sesudah memarkir mobilnya dan melihat keduanya. Ia tak peduli pada Jiang Chen dan eksklusif menemui Xiao Xi untuk bertanya bagaimana keadaan ayah Xiao Xi.
Jiang Chen menyapa mereka dan Bo Song hanya menjawab sudah usang nggak melihat Jiang Chen. Xiao Xi menunduk saja. Seorang perawat mendekati mereka dan Bo Song bertanya dimana tempat pembayaran, tapi si perawat malah mau meminta tanda tangan Bo Song.
Xiao Xi menyampaikan kalau ayahnya terluka dan sedang menunggu untuk operasi. Perawat menyampaikan kalau mereka tak sanggup mendahulukan operasi ayah Xiao Xi sebab ruang operasi sudah di booking jadi harus menunggu sekitar seminggu. Xiao Xi dan Bo Song bertanya apakah boleh mendahulukan ayahnya tapi itu diluar kuasa perawat.
Xiao Xi dan Bo Song sibuk dengan perawat dan benar-benar dingin pada Jiang Chen. Kaprikornus Jiang Chen tetapkan meninggalkan mereka. Xiao Xi menatap Jiang Chen yang pergi.

JIang Chen ternyata menemui rekan kerjanya tadi untuk memintanya mengoperasi ayah temannya. Temannya awalnya menolak tapi Jiang Chen menyampaikan ia akan menggantikan kiprah temannya itu selama seminggu kedepan. Temannya memanfaatkan situsi itu dan meminta 2 ahad pada Jiang Chen. Jiang Chen oke menggantikan kiprah si dokter perempuan selama 2 minggu.

Lu Yang dan Jing Jing tiba ke rumah sakit untuk menjenguk ayah Xiao Xi, mereka bertemu dengan Jiang Chen di lorong.
Lu Yang menyapanya dengan sedikit kesal, Dokter Jiang, kamu ternyata masih tahu jalan pulang?
Jiang Chen menyapa mereka. Jing Jing kelihatan tidak suka pada Jiang Chen.
Lu Yang kesal, sebab kamu putus dengan Xiao Xi, jadi kamu juga putus hubungan dengan kami? (Intinya selama ini Jiang Chen juga ga ada menghubungi Lu Yang dkk).
Jiang Chen berfikir akan awkward kalau menghubungi mereka dan Jing Jing bertanya, apanya yang awkward kalau menghubungi kami? Kau niscaya berfikir kalau Xiao Xi dan Bo Song sudah bersama, kan?
Jiang Chen bertanya apakah mereka benar-benar jadian dan Jing Jing menyampaikan ia tak akan memberitahu Jiang Chen. Jing Jing mengajak Lu Yang meninggalkan Jiang Chen sebab Jing Jing malas melihat Jiang Chen.
JIng Jing dan Lu Yang pergi, Lu Yang masih kesal pada Jiang Chen dan menyampaikan kalau Jiang Chen sangat menyebalkan.
*Meh, jadi selama ini Jiang Chen nggak ada menghubungi mereka? PARAH BANGED.

Xiao Xi sedang menunggu taksi ketika kendaraan beroda empat putih Jiang Chen melewatinya. Jiang Chen berhenti dan bertanya ia mau kemana. Xiao Xi menyampaikan ia akan pulang untuk mengambil beberapa barang keperluan ayah dan ibunya.
Jiang Chen memperlihatkan untuk mengantar Xiao Xi, tapi Xiao Xi menolak. Jiang Chen tetap memaksa dan bahkan bertanya dimana Xiao Xi tinggal sekarang. Xiao Xi kesal dan menyampaikan kalau Jiang Chen tak perlu mengantarnya.
Jalan itu hanya satu arah dan hanya muat satu mobil, jadi ada kendaraan beroda empat yang mengantri dibelakang dan mulai murka sebab kendaraan beroda empat Jiang Chen nggak jalan-jalan. Xiao Xi kesal sekali dan terpaksa naik ke kendaraan beroda empat Jiang Chen.
Awalnya ia masu duduk di dingklik belakang, tapi penuh dengan barang dan ia tak punya pilihan selain duduk di depan.

Xiao Xi dan Jiang Chen dijalan. Xiao Xi terus menatap Jiang Chen yang mengemudi dan Jiang Chen menyuruhnya menggunakan sabuk pengaman. Xiao Xi akan memakainya tapi ia kesulitan dan Jiang Chen membantunya, tapi Xiao Xi pikir Jiang Chen akan melaksanakan sesuatu jadi ia teriak HAHAHHAHHAHA. Xiao Xi gugup banged sama mantan pacar. *btw gue benci banged sama mantan pacar yang hadir kembali dalam kehidupan sesudah nggak ada kabar bertahun-tahun HAHAHHAHA.
Jiang Chen kembali menyetir dan meminta Xiao Xi mengambilkan obat maag untuknya. Xiao Xi menurut. Xiao Xi terlihat sedikit khawatir pada Jiang Chen yang makan obat maag dan bertanya bagaimana keadaan Jiang Chen.
Jiang Chen menyampaikan kalau ia tidak punya waktu untuk makan hari ini, jadi lambungnya sakit. Xiao Xi mengkhawatirkan makan Jiang Chen dan Jiang Chen menyampaikan ia akan pulang dan memasak mie malam ini.
*Aigoooo, dokter harusnya tahu kesehatan donk, udah ga makan seharian trus pulang makan mie? ZzzzzzzzZzz

Jiang Chen mengantar Xiao Xi hingga ke apartemen dimana ia tinggal sekarang. Xiao Xi masih mengkhawatirkan Jiang Chen dan tetapkan mengajaknya ke rumah, ia akan memasakkan mie untuk Jiang Chen.
Jiang Chen menyampaikan kalau dari sini ke rumahnya hanya butuh waktu 30 menit, jadi ia pulang saja. Xiao Xi sendiri menyampaikan dari sini ke rumahnya hanya butuh waktu 1 menit.
Jiang Chen alhasil oke makan di rumah Xiao Xi. LOL. Bilang aja lu seneng mas HAHAHHAHAHAHHAHA.

Xiao Xi dan Jiang Chen di rumah Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan air hangat padanya dan ia mulai memasak mie di dapur. Jiang Chen terus menatap Xiao Xi yang sedang memasak. huhuhuhuhuhu. Jiang Chen ganteng HHAHAAHAHHA.
beberapa menit kemudian, Xiao Xi selesai memasak dan ke ruang tamu menemui Jiang Chen, tapi Jiang Chen sudah tidur di sofa. Xiao Xi menatapnya dan mencoba membangunkannya, tapi Jiang Chen tidak bangun.
Karena Jiang Chen tampak kelelahan, Xiao Xi tetapkan membiarkannya tidur. Xiao Xi duduk menonton program bola di TV. Sebenarnya Jiang Chen membuka matanya, ia cuma akal-akalan tidur saja, ia masih ingin lama-lama disana.

waktu berlalu, Jiang Chen alhasil bangun. Ia hanya menatap Xiao Xi yang menonton dan saya merasa kalau Xiao Xi pikirannya sama sekali nggak ke Tv.
Suasana sangat awkward ketika Jiang Chen mulai makan. Mereka berdua hanya membisu saja, seolah banyak yang ingin mereka bicarakan tapi tidak sanggup mengatakannya.
Jiang Chen menuntaskan makannya dengan cepat dan ia akan pulang, sebelum pulang ia mengomentari kalau mie buatan Xiao Xi terlalu asin HAAHHAAHAHHAH.

Keesokan harinya, Jiang Chen menyapa ibu Xiao Xi ketika ayah sudah masuk ke ruang operasi. Ibu bahagia sekali melihat Jiang Chen lagi, sebab sudah bertahun-tahun ia tak melihat Jiang Chen, ia memuji Jiang Chen semakin keren sekarang.
Jiang Chen memperkenalkan temannya yang akan mengoperasi ayah Xiao Xi hari ini, ibu terkejut sebab dokter itu sangat muda dan terlihat menjanjikan. Dokter perempuan itu tampaknya terkenal, ia yaitu legenda rumah sakit itu, atau semacamnya HAHHAHAA.
Dia dan Xiao Xi sempat saling pandang dan tampaknya perempuan itu cepat paham siapa Xiao Xi.

Saat menunggu ayah dioperasi, Xiao Xi mendapat telpon dari Bo Song. Ia meninggalkan ibunya dan Jiang Chen untuk mengangkat telpon itu. Jiang Chen menatapnya (dia masih ingin tau sudah sejauh apa hubungan Xiao Xi dan Bo Song).
Xiao Xi menjawab telpon Bo Song yang menanyakan operasi ayah Xiao Xi dan ingin datang. Xiao Xi menyampaikan Bo song tidak perlu tiba sebab ini hanya operasi kecil. Bo Song tetap ingin tiba sebab ia merasa tak tenang,
Xiao Xi menyampaikan sebaiknya Bo Song jangan tiba sebab kalau Bo song ke rumah sakit, para perawat muda akan mengelilinginya LOL. Bo Song mengerti.

Xiao Xi kembali ke tempat duduknya ketika ibu mendesah sebab teringat ketika Xiao Xi dan Jiang Chen pacaran dulu, mereka bahkan tak punya waktu untuk mengobrol. Tapi sekarang, mereka malah diberi kesempatan menyerupai ini. Ibu menyalahkan takdir yang mempermainkan mereka.
Xiao Xi membisu saja. Jiang Chen menyampaikan ketika itu ia masih terlalu muda dan tidak tahu cara lebih menghargai Xiao Xi.
Ibu menyampaikan kalau itu bukan kesalahan Jiang Chen, tapi puterinya yang tidak memiliki keberuntungan. LOL.
Xiao Xi membisu saja.

Operasi sudah selesai dan ibu khawatir sekali menunggu di luar. Ibu menggenggam tangan Xiao Xi sangat erat hingga Xiao Xi kesakitan. Saat dokter keluar, dokter menyampaikan kalau operasinya sukses. Ibu sangat bersyukur dan berterima kasih pada dokter, ia menggenggam tangan dokter itu.
Jiang Chen mendekati Xiao Xi dan berbisik kalau ibu niscaya menggengam tangan dokter dengan erat menyerupai tadi dan Xiao Xi panik, mengajak ibunya segera melihat keadaan ayah. Tapi ibu malah menyampaikan kalau ayah niscaya belum sadar, ngapain cepat cepat kesana wkkwkwkwkwkw.
Karena dokter masih ada jadwal operasi, ia pergi duluan dan meninggalkan mereka. Ibu ingin berterima kasih pada dokter dan mengajaknya ke rumah, ia akan memasakkan makanan untuk dokter.
Ibu tampaknya juga ingin mengajak Jiang Chen ke rumah atau mungkin masih ingin membahas hubungan Xiao Xi dan Jiang Chen (?), jadi Jiang Chen berbisik pada Xiao Xi, meminta Xiao Xi menyelamatkannya.
Xiao Xi tak punya pilihan dan menyampaikan kalau Jiang Chen masih ada tugas, ia mengajak ibunya segera ke ruangan ayah. Ibu mengerti.
Ayah kemudian keluar dari ruang operasi dan ibu eksklusif memegang wajah ayah, untuk menyuruhnya bangkit HAHAHAHA.

Xiao Xi berterima kasih pada Jiang Chen untuk hari ini. Sepertinya Xiao Xi masih ingin bicara pada Jiang Chen, berdua, tapi Jiang Chen menyampaikan kalau ia masih ada kiprah dan tersenyum mengejek meninggalkan Xiao Xi (karena tadi Xiao Xi bilang sama ibunya, Jiang Chen masih ada tugas).
Xiao Xi cemberut + kelihatan sedikit malu.

Xiao Xi menemani ayahnya malam itu ketika dokter sobat Jiang Chen tiba menemuinya.
Ia dan Xiao Xi mengobrol di ruangan ayah. Dokter ingin tau semenjak kapan Xiao Xi dan Jiang Chen saling kenal dan Xiao Xi menyampaikan kalau mereka yaitu sobat satu sekolah semenjak TK, SD, SMP, Sekolah Menengan Atas dan Universitas. HAHAHHAAHHAHA.
Dokter cukup kagum sebab mereka berdua yaitu childhood sweetheart, tumbuh dengan saling melihat satu sama lain alias sama-sama tumbuh remaja dan nggak pernah berpisah.
Xiao Xi sendiri nggak begitu tertarik membicarakan dilema itu, dan malah menguap HAHAHAHAHHAHA.
Dokter kemudian bertanya apakah Xiao Xi tahu pacar Jiang Chen dan Xiao Xi terkejut sebab Jiang Chen sudah punya pacar. Dokter menyampaikan kalau mungkin Jiang Chen aib membicarakan pada Xiao Xi mengenai pacarnya, sebab Jiang Chen menyukai perempuan yang sudah menikah.
Xiao Xi makin shock mendengarnya. Melihat reaksi Xiao Xi, dokter menyampaikan ia hanya bercanda dan mengeluh sebab Xiao Xi tidak punya sense of humor HAHHAHHAHAHA.

Keesokan harinya, ibu menyuruh Xiao Xi menyampaikan beberapa buah untuk Jiang Chen dan mengajaknya makan siang. Xiao Xi kelihatan cemberut dan ibu bertanya kenapa Xiao Xi kelihatan tidak senang, padahal ia pikir mungkin saja cinta mereka akan bersemi kembali. LOL.
Ayah menyuruh Xiao Xi jangan mendengarkan ibu, Xiao Xi harus punya harga diri dan jangan meratapi apa yang sudah ia lakukan dimasa lalu.
Xiao Xi membisu saja. Ayah menyampaikan kalau ia lebih menyukai anak muda yang kini menjadi bintang itu (Wu Bo Song). Ibu menyampaikan apa bagusnya dia? Kulitnya gelap begitu. (HAHHAHHAHHAHHAHAHAHHA). Ibu juga menyampaikan kalau 2 hari yang kemudian ia melihat Bo Song menarik hati seorang gadis di TV, memakaikan lotion.
Xiao Xi mendesah dan mengingatkan ibu kalau itu yaitu pekerjaan Bo Song (bintang iklan lotion HAHHAHAHAHA).
Ibu malah tertarik, hei, dimana saya sanggup melamar pekerjaan untuk memakaikan lotion pada laki-laki tampan?
*HAHAAAHAHHAHAHA Ngakak deh mama dan papa Xiao Xi ini, nggak berubah. BTW lucu mama jadi tim Jiang Chen dan ayah jadi tim Bo Song XD

Xiao Xi alhasil ke ruangan Jiang chen untuk menyampaikan buah, ia menyampaikan ibunya memintanya mengantarkan itu.
Jiang Chen berterima kasih dan menyampaikan kalau ia sudah melihat ayah Xiao Xi pagi ini, kondisinya sudah stabil, ayah sanggup keluar rumah sakit dalam 2 atau 3 hari.
Xiao Xi mengerti. Xiao Xi meihat-lihat ruangan Jiang Chen dan menyampaikan sebab Jiang Chen sibuk, ia tak akan menganggu Jiang Chen. Ia berterimakasih pada Jiang Chen sebab sudah membantu operasi ayahnya.
Jiang Chen terdiam, ia bahkan berhenti menulis ketika Xiao Xi menyampaikan itu.
ketika Xiao Xi akan keluar, Jiang Chen memanggilnya. Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi pernah meratapi apa yang terjadi diantara mereka?
Xiao Xi menyampaikan ia tak menyesalinya dan meninggalkan Jiang Chen. Jiang Chen terus menatapnya.
Jiang Chen jadi kehilangan konsentrasi sesudah itu, ia bahkan menuliskan nama Xiao Xi ditempat dimana ia harus menuliskan namanya lol. (ttd laporan pasien kayaknya hHAHAHAA).

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top