Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 21-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 21-1

Episode ini saya masih kesal sekali sama Jiang Chen yang menganggap insiden 3 tahun itu, hanya sesuatu yang mudah, jadi pengen balikan sama Xiao Xi lagi, seperti udah lupain aja 3 tahun lalu, kita baikan lagi. Aku sebel ia sama sekali nggak ada minta maaf huhuhuhu.
Tapi saya suka pada Xiao Xi yang bukan gadis yang mudah, mendapatkan Jiang Chen begitu saja. Xiao Xi juga sudah mencoba untuk move on, tapi namanya godaan mantan ini memang berat. HHAHAAHAHAHHAA.

To Our Pure Little Beauty Episode 21: Rosetta and Philae

Malam itu Xiao Xi tidak sanggup tidur sama sekali. Ia terus menatap ke arah langit-langit kamarnya dan bahkan mulai membayangkan ada bentu bibir disana.
Yaps, tentu saja Xiao Xi kepikiran dengan apa yang dilakukan oleh Jiang Chen malam itu, menciumnya. Xiao Xi terus memikirkan hal itu dan mencoba menghipnotis pikirannya sendiri dengan menyampaikan jikalau itu yakni sebuah mimpi buruk.

Keesokan harinya, Xiao Xi berangkat ke rumah sakit. Di bus ia memberanikan diri untuk menelpon Jiang Chen, membahas duduk kasus kemarin. Lebih tepatnya ia ingin menjelaskannya.
Begitu telpon diangkat, Xiao Xi pribadi bicara dengan sangat cepat, tanpa jeda, Jiang Chen, dengarkan aku. Aku tidak peduli perihal kenapa kamu menciumku semalam. Tapi sebuah ciuman tetaplah sebuah ciuman. saya harus menyampaikan padamu bahwa tindakanmu kemarin itu sangat salah. Kau sudah punya pacar dan kamu menciumku seolah kamu ingin menjadikanku simpananmu. Aku tidak mau kamu secara acak membuatku masuk kedalam kisah cintamu.
Xiao Xi mulai merasa gila alasannya yakni Jiang Chen sama sekali tidak bicara dan bertanya kenapa Jiang Chen membisu saja.
Tiba-tiba seorang gadis bicara dibalik telpon, ia yakni dokter Su teman Jiang Chen yang menyampaikan ia melihat ponsel Jiang Chen berbunyi dan alasannya yakni nama Xiao Xi tertulis disana, jadi ia mengangkatnya.
Xiao Xi merasa aib banged dan bertanya kenapa dokter membisu saja. Dokter menyampaikan alasannya yakni Xiao Xi bicara cepat banged jadi ia tak punya kesempatan menjelaskan siapa dirinya HHAHAHAHAH.
Xiao Xi mengerti, ia memang salah dalam hal ini dan menutup telponnya.

Siangnya, Xiao Xi di rumah sakit menemui ayah dan ibunya. Ayah sedang latihan jalan dibantu oleh ibu sementara Xiao Xi masih sibuk dengan ponselnya, ia tetapkan mengirim pesan pada Jiang Chen, ia masih menentukan kata-katanya.
Setelah yakin dan mengetiknya, Xiao Xi mengirim pada Jiang Chen. Beberapa detik kemudian Jiang Chen membalas jikalau ia ingin bicara dengan Xiao Xi. Xiao Xi mendesah alasannya yakni ia malas bertemu Jiang Chen.
Ibu memanggil Xiao Xi memintanya menemui dokter Su untuk menanyakan mengenai mereka yang akan pulang ke rumah besok. Xiao Xi mengerti.

Xiao Xi masuk ke ruangan dokter Su dan terkejut melihat seorang perempuan yang dirawat dokter Su, ia yakni Nana, pacar Jiang Chen kemarin.
Dokter Su tak tahu jikalau ternyata Xiao Xi yang mengertuk pintu tadi, jadi ia pribadi saja menyuruhnya masuk. Ia mengeluh alasannya yakni ia sangat tidak beruntung.
Xiao Xi mulai curiga dan dokter Su balasannya menjelaskan jikalau Nana yakni pasiennya yang menyamar menjadi pacar Jiang Chen. Jiang Chen ingin tahu apakah Xiao Xi masih menyukainya, jadi ia menyuruh Jiang Chen membawa pacar dikala ketemuan kemarin, alasannya yakni rasa cemburu yakni cara efektif mengetahui perasaan seseorang.
Xiao Xi mengerutkan kening dan menyampaikan jikalau Jiang Chen sudah gila.
Dokter Su menyampaikan jikalau Xiao Xi niscaya tahu Jiang Chen punya penyakit lambung, itu alasannya yakni Jiang Chen selalu memakan obat insomia untuk Xiao Xi, alasannya yakni itu perutnya sakit.
Xiao Xi galau apa maksudnya, ia menatap Nana dan Nana juga tak mengerti. Melihat reaksi mereka, Dokter Su menyampaikan jikalau ia bercanda. Ia merasa boring alasannya yakni Xiao Xi memasukkan kedalam hati lol.

Lu Yang dan Jing Jing fitting baju pengantin. Xiao Xi tiba beberapa dikala kemudian. Jing Jing kelihatan manis sekali dan Xiao Xi ikutan kagum, menyampaikan jikalau Lu Yang tampaknya menyelamatkan dunia ini dikehidupannya sebelumnya. Lu Yang sendiri saking kagumnya menyampaikan jikalau ia pikir ia menyelematkan galaksi HAHHAHAHA.
Jing Jing mendekati Xiao Xi dan menyuruh Xiao Xi untuk mencoba juga, alasannya yakni mencoba baju pengantin gratis. Xiao Xi awalnya kayak nggak mau gitu, tapi Jing Jing memaksanya.
Setelah Xiao Xi pergi, Jing Jing menguruh Lu yang mengirim pesan pada Jiang Chen dan Bo Song untuk tiba melihat Xiao Xi mengenakan baju pengantin.  Jing Jing ingin memprovokasi keduanya, alasannya yakni jikalau begini begini saja, kasihan Xiao Xi.
Lu Yang pribadi mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada keduanya, jikalau Xiao Xi akan mengenakan baju pengantik, bagi yang ingin lihat, maka datanglah sekarang.

Xiao Xi sedang sibuk menentukan baju mana yang akan ia coba dan Jing Jing tiba menghampirinya.
Xiao Xi menyampaikan ia sangat iri pada Jing Jing. Jing Jing menyampaikan Xiao Xi juga niscaya mengenakannya suatu hari nanti.
Xiao Xi tidak mau membicarakan duduk kasus itu dan sengaja memotong pembicaraan jing jing. Tapi Jing Jing menyuruhnya jangan  memotong, alasannya yakni ini yakni pembicaraan penting.
JIng Jing bertanya apa yang akan Xiao Xi lakukan, kini Jiang Chen sudah kembali. Xiao Xi menyampaikan ia tak punya rencana apa-apa, hubungannya dan Jiang Chen sudah usang berlalu. Dulu melihat lisan hirau taacuh Jiang Chen membuatnya sangat menyukainya, tapi kini ia terlalu bau tanah untuk menyukai hal itu.
Jing jing kemudian bertanya bagaimana dengan Jiang Chen, apa yang Jiang Chen katakan pada Xiao Xi.
Xiao Xi hampir menceritakan duduk kasus Jiang Chen yang menciumnya, tapi ia menggantinya dengan Jiang Chen yang membawa pacar bohongan untuk mengetesnya.
Jing Jing terkejut alasannya yakni Nana yakni pacar bohongan, tapi ia sudah menduganya, alasannya yakni Jiang Chen yang biasanya suka makan tahu kok kini suka makan daging (ibaratnya Xiao Xi tuh cuma tahu, Nana = daging sapi HAHAHHAHAHA).
Jing JIng menasehati Xiao Xi untuk bicara serius dengan Jiang chen mengenai duduk kasus ini.
Jing Jing kemudian memilihkan gaun untuk Xiao Xi dan meminta Xiao Xi mencobanya.

Jing Jing kembali menemui Lu Yang dan mereka membicarakan duduk kasus Xiao Xi. Lu Yang bertaruh untuk Wu Bo Song, ia yakin Bo Song akan memenangkan hati Xiao Xi.
Jing Jing menyampaikan Lu Yang niscaya tidak tahu jikalau Jiang Chen bahkan membawa pacar bohongan untuk melihat Xiao Xi cemburu.
Lu Yang membalas, Jing Jing juga niscaya tak tahu jikalau Bo Song berniat melamar Xiao Xi. (WOW).
Jing Jing cukup kaget mendengarnya.

Xiao Xi selesai mengganti pakaiannya dengan gaun pengantin. Saat tirai dibuka, Bo Song sudah ada disana. Bo Song terpesona dengan Xiao Xi dan berkomentar jikalau melihat Xiao Xi mengenakan pakaian pengantin begini seolah memaksa supaya ia segera menikahi Xiao Xi. Keduanya sama-sama tersenyum, aura diantara mereka manis banged.
Jiang Chen ternyata juga tiba ke kawasan itu, tapi ia hanya melihat dari luar, ia tidak jadi masuk alasannya yakni melihat Bo Song dan Xiao Xi seolah menikmati waktu mereka. hihihihihihi.

Xiao Xi dan Bo Song akan pulang bersama. Saat Xiao Xi masuk ke kendaraan beroda empat dengan mengomentari gaun pengantin yang mahal, Bo Song sudah menunggunya dengan sesuatu ditangannya, hiiiii itu kadal dan Xiao Xi berteriak ketakutan.
Bo Song menyampaikan jikalau itu yakni hewan peliharaannya HHAHAHHAHA. Xiao Xi yang takut menyuruh Bo song menjauhkan kadal itu darinya, tapi Bo song meminta Xiao Xi melihat lebih dekat, alasannya yakni kadal itu tidak mengecewakan cute HAHAHHAAHHA.
Xiao Xi perlahan melihat kadal itu dengan terang dan oke jikalau itu tidak mengecewakan lucu. Bo Song menyampaikan nama kadal itu yakni Xiao Xi (huruf Xi dari Xi Yi = kadal).
Xiao Xi tertawa mendengar namanya dan bertanya kenapa Bo song memelihara kadal kecil itu, alasannya yakni itu nggak terlihat keren sama sekali. Bo Song menyampaikan jikalau ia suka yang kecil-kecil HAHHAHAHHAAH (Xiao Xi kan kecil Xd).

Jiang Chen ada di ruangannya dikala 2 perawat tiba untuk melaporkan kondisi pasien no 8 tapi Jiang Chen malah menjelaskan mengenai kondisi dan apa yang harus dilakukan pada pasien no.3.
Perawat juga galau alasannya yakni ditandatangan Jiang Chen selalu ada nama Xiao Xi dan bertanya siapa itu. Jiang Chen tidak menjawab dan mengajak mereka ke kamar pasien lol.
Jiang Chen selama ini nggak konsentrasi gara-gara Xiao Xi dan Bo SOng HAHAHAHAAAHHAHA.

Xiao Xi ke rumah sakit membawa makan siang untuk ayah dan ibunya, tapi mereka sudah makan siang alasannya yakni Jiang Chen membelikan mereka makanan.
Ibu menyuruh Xiao Xi membawakan masakan yang dibeli Xiao Xi untuk Jiang Chen dan menyuruh Xiao Xi makan bersama dengan Jiang Chen.
Ayah menyuruh ibu berhenti melaksanakan itu pada Xiao Xi. Ibu menyampaikan jikalau ia mengkhawatirkan Jiang Chen yang sangat sibuk dan tidak sempat makan. Ibu menyampaikan 9 dari 10 dokter biasanya punya penyakit lambung gara-gara sering telat makan.
Xiao Xi hanya mendesah dan tak punya pilihan selain menemui Jiang Chen.

Xiao Xi menemui Jiang Chen di ruangannya, ia menyampaikan masakan untuk Jiang Chen dan menyampaikan jikalau ia membelinya terlalu banyak, jadi ibu menyuruhnya membagikan untuk Jiang Chen.
Jiang Chen mengerti dan ia mulai makan. Jiang Chen masih sama mirip biasanya, suka pilih-pilih makanan, jadi Xiao Xi tertawa. Ia menyampaikan jikalau Jiang Chen sama sekali belum berubah. Jiang Chen selalu mirip itu, menciptakan orang berfikir apa yang sebetulnya ia pikirkan. Sama mirip kemarin, dikala Jiang Chen menciumnya dan membawa Nana sebagai pacar bohongan. Jiang Chen menatap Xiao Xi.
Xiao Xi menyampaikan jikalau ia sudah tetapkan untuk move on.  Karena ia sudah tidak mau memikirkan apa yang sebetulnya ada dipikiran Jiang Chen.
Xiao Xi kemudian permisi. Tapi Jiang Chen menahannya dengan bertanya, 3 tahun lalu, bukankah kamu yang meminta putus? Alasan kenapa kita putus yakni alasannya yakni kamu merasa saya akan meninggalkanmu ke Beijing.

Xiao Xi membenarkan hal itu, tapi dikala itu ia sebetulnya hanya ingin memberi peringatan pada Jiang Chen dan berharap Jiang Chen akan kembali dan menemuinya. Tapi pada akhirnya, Jiang Chen tidak melakukannya. Tapi kini itu sudah tidak penting lagi, alasannya yakni itu hanyalah masa lalu.
Jiang Chen berkata, hari dikala kita putus,  pasien pertamaku meninggal dikala operasi.
Xiao Xi membalas, hari itu, saya sedang mencari apartemen dan hampir dilecehkan oleh distributor perumahan. Aku tiba ke rumah sakit untuk mencarimu, tapi yang saya dapatkan yakni kabar jikalau kamu akan ke Beijing.
Jiang Chen terkejut mendengarnya alasannya yakni ia tak tahu akan hal itu. Tapi ia tetap bersikeras dengan alasannya jikalau sebetulnya ia tidak mau ke Beijing, sehabis beberapa hari di Beijing ia menyesalinya dan kembali untuk menemui Xiao Xi tapi di bandara ia melihat Xiao Xi berpelukan dengan Bo Song. (Adegan ini di-cut sama tim produksinya huhuhuhu, padahal di teaser ada).
Xiao Xi membalas, jadi kamu pikir hanya alasannya yakni kamu meninggalkanku saya tiba-tiba punya hubungan dengan Wu Bo song?
Jiang Chen menyampaikan jikalau bukan itu maksudnya, ia meminta Xiao Xi jangan membuatnya murka alasannya yakni setidaknya hubungan mereka kini sudah cukup baik.
Xiao Xi kesal sekali. Jiang Chen tiba-tiba menerima telpon alasannya yakni ada pasien yang kritis, ia meminta Xiao Xi menunggunya, alasannya yakni ia akan kembali.

Xiao Xi masih kesal, ia mendesah dan tetap menunggu Jiang Chen. Makara ia bersandar di dingklik dan memutar dingklik itu kemudian tiba-tiba ia kehilangan kesemimbangan dan terjatuh, kepalanya terbentur meja. Xiao Xi kesakitan dan dikala ia membuka matanya, penglihatannya kabur.
Xiao Xi berusaha berjalan keluar sambil memegang bab kepalanya yang sakit, ia berjalan dan berpegangan pada dinding mencari Jiang Chen. Tapi kemudian ia dimarahi oleh perawat dan bersikap hirau taacuh padanya dikala Xiao Xi minta dicarikan Jiang Chen.
Perawat itu mengabaikan Xiao Xi dan Xiao Xi tinggal sendirian, kemudian ia mulai pusing lagi dan pingsan.
Jiang Chen melihat Xiao Xi tak usang kemudian dan berusaha membangunkannya. Xiao Xi lemas banged dan penglihatannya mulai kembali. Jiang Chen bertanya apa yang terjadi dan Xiao Xi menyampaikan jikalau tadi ia terjatuh. Ia memegang bab kepalanya yang sakit dan Jiang Chen memeriksanya. Jiang Chen terlihat khawatir dan membawanya ke ruang rawat.

Perawat tadi menyampaikan jikalau ia tahu Xiao Xi yakni teman Jiang Chen ia niscaya menyuruh Xiao Xi duduk dan menunggu tadi. Xiao Xi tidak peduli, ia lebih peduli pada kepalanya yang sakit.
Jiang Chen pergi mengambil obat dikala perawat itu bertanya apa hubungan Xiao Xi dan Jiang Chen, Xiao Xi tidak menjawabnya.
Jiang Chen kembali dengan membawa obat dan meminta Xiao Xi meminumnya. Perawat ingin membantu Jiang Chen mengobati Xiao Xi tapi Jiang Chen menyampaikan ia akan melakukannya sendirian.
Jiang Chen akan mengobati luka Xiao Xi dan Xiao Xi berteriak kesakitan, ia terus berusaha melihat ke arah Jiang Chen dan Jiang Chen menyuruhnya untuk menatap ke depan lol.
Si perawat masih saja disana melihat keduanya dan kemudian ia gres mengerti jikalau ia seharusnya meninggalkan mereka berdua, jadi ia keluar.
Saat mereka tinggal berdua, Xiao Xi menerima pesan bunyi dari Bo song menyampaikan jikalau Xiao Xi meninggalkan dressmaid-nya di mobilnya, ia akan memberikannya pada Xiao Xi besok.
Jiang Chen kemdian bicara pada Xiao Xi untuk balikan lagi, tapi Xiao Xi tentu saja tidak mau alasannya yakni seolah Jiang Chen menganggap 3 tahun ini hanya pertengkaran kecil.
Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi bersama Bo Song dan Xiao Xi menyampaikan itu bukan urusan Jiang Chen.
Jiang Chen yakin jikalau ia dan Xiao Xi akan kembali bersama suatu hari nanti. Xiao Xi yakin jikalau mereka tidak akan kembali lagi.

Jiang Chen selesai mengobati luka Xiao Xi dan menyuruhnya tiduran sambil menutup mata. Xiao Xi menurut. Tapi tiba-tiba Jiang Chen menciumnya dan Xiao Xi terkejut, tentu saja ia murka dengan apa yang dilakukan Jiang Chen.
Jiang Chen malah dengan enteng berkata jikalau gres pingsan nggak boleh terlalu excited. Zzzzzzz (I am sorry, I hate this when a man kiss a girl like that -__-).

Xiao Xi menenangkan pikirannya sehabis itu, ia sempat tidur sebentar dan kemudian terbangun lagi dikala ia mendengar bunyi ada yang teriak kesakitan, teryata Jiang Chen sedang mengobati seseorang.
Xiao Xi ingin tau dan mengintip, pasien itu murka alasannya yakni Xiao Xi mengointip dan Jiang Chen kesal alasannya yakni pasien itu berteriak pada Xiao Xi HAHAHAHA.
Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi masih pusing dan Xiao Xi menyampaikan sudah tidak lagi, ia akan pulang.
Jiang Chen memperlihatkan diri mengantar Xiao Xi menolak dan meninggalkan Jiang Chen. Jiang Chen terus menatapnya. Pasien itu bertanya apakah Xiao Xi yakni pacar Jiang Chen dan menyampaikan jikalau Xiao Xi cukup manis dan menyuruh JIang Chen baik-baik padanya.
Xiao Xi yang mendengarkan tak sanggup menahan senyumannya (karena dibilang cantik, jarang banged kan ada yang bilang Xiao Xi gitu, biasanya niscaya dibilang biasa banged, nggak cocok sama Jiang Chen lah HAHAHAH).

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top