Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 22-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 22-1

Setelah saya mengeluh mengenai sifat Jiang Chen di beberapa episode sebelumnya, saya berfikir drama ini akan meninggalkan bekas luka mengenai male lead yang tidak saya sukai dan script yang mulai kehilangan kendali, tapi episode 22 menyelamatkan drama ini.
Aku sangat menyukai episode ini terutama endingnya, aduh, meski Bo Song patah hati dan risikonya benar-benar menyerah, Jiang Chen juga risikonya menyampaikan seruan maafnya pada Xiao Xi, hal yang paling saya tunggu semenjak time jump HAHAHHAHHAAHHAH.

To Our Pure Little Beauty Episode 22: Chen Xiao Xi, Have You Heard?

Xiao Xi sedang di kantor, mengedit huruf kartun yang ia buat, wajahnya cemberut dan bos menghampirinya, menyampaikan huruf kartun yang digambar Xiao Xi dulu diikutsertakan dalam kompetisi dan memenangkan juara pertama. Tapi Xiao Xi sama sekali tidak senang mendengarnya, alasannya nggak ada hadiah uangnya HAHAHHAHAHA.
Bos mengeluh alasannya Xiao Xi selalu membicarakan uang. Xiao Xi bertanya kemudian apa yang harus ia bicarakan. Bos menyampaikan Xiao Xi tentu saja harus bicara mengenai impiannya. Xiao Xi kemudian menyampaikan impiannya yakni menciptakan komik yang sepopuler doraemon, tapi ia menyampaikan itu dengan nada tidak bersemangat lol.

Jiang Chen sendiri ada di rumah sakit, melaksanakan persiapan untuk operasi. Tapi ia tidak berkonsentrasi alasannya ia kepikiran Xiao Xi, dilihat dari sinar matanya, tampaknya Jiang Chen akan melaksanakan sesuatu.

Xiao Xi, rekan kerjanya dan bos akan makan malam bersama diluar, ketika mereka membahas akan makan apa, mata mereka menangkan Jiang Chen yang sudah menunggu. Aku nggak tahu kapan bos ini kenal sama Jiang Chen, tapi ketika melihat Jiang Chen ia pribadi mendekat dan bertanya kapan Jiang Chen kembali. Xiao Xi sendiri terlihat hirau tak acuh, ia menolak menatap ke arah Jiang Chen.
Jiang Chen menyampaikan kalau ia kembali sudah cukup lama. Bos mengejek Jiang Chen menyampaikan kalau Jiang Chen sama sekali tidak berubah (selalu mesra dengan Xiao Xi) dan Xiao Xi menegur Bos jangan menyampaikan apapun kalau tidak mengerti apapun.
Bos kemudian menyampaikan kalau mereka akan makan malam bersama untuk merayakan kemenangan Xiao Xi dan mengajak Jiang Chen. Jiang Chen melirik Xiao Xi, Xiao Xi tidak menyampaikan apapun.

Malam itu, Jiang Chen ikut makan malam bersama Xiao Xi, rekan kerjanya dan bos. Mereka kemudian bersulang untuk kemenangan Xiao Xi dan impiannya untuk merilis komik yang sepopuler Doraemon. Rekan kerjanya memuji Xiao Xi.
Bos memanggil karyawannya dengan baby dan Xiao Xi dengan ‘dear’, ia meminta mereka mengambilkan saos untuknya, tapi nggak ada yang mau. Jiang Chen risikonya mengambilkan untuk bos.
Bos bertanya dimana Jiang Chen bekerja kini dan Jiang Chen menyampaikan di Rumah Sakit Qian Jiang. Bos cukup terkejut alasannya Xiao Xi dan Jiang Chen berasal dari desa. Xiao Xi mengingatkan bos kalau kampung halamannya bukan desa. Ia bahkan menjelaskan dimana kampung halaman mereka dan bos bertanya bagaimana disana, Xiao Xi menyampaikan pemandangannya lumayan.
Jiang Chen ikut nimbrung, itu yakni desa kecil dan kami tidak memanggil orang lain dengan ‘dear’. HAHHAAHHAHAHAHA Bos pribadi terdiam.

Bos kemudian menerima telpon dari Bo song yang menanyakan Xiao Xi dan bos menyampaikan telpon pada Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan ia sedang makan malam, Bo song ingin mengajaknya keluar alasannya ada hal penting. Xiao Xi bertanya ada problem apa dan Bo Song menyampaikan ia akan menceritakannya nanti.
Xiao Xi risikonya sepakat untuk bertemu Bo song dan meninggalkan yang lain. Jiang Chen juga ikutan permisi dan mengikuti Xiao Xi.

Di luar sedang hujan, Xiao Xi menunggu Bo song dan Jiang Chen bangkit disampingnya. Tentu saja awalnya mereka membisu saja dan tak saling bicara. Tapi suasananya jadi awkward, mereka kadang saling melirik tapi nggak tahu mau bicara apa.
Xiao Xi risikonya bicara menyuruh Jiang Chen pergi, tidak perlu menemaninya. Jiang Chen membalas, memangnya keluargamu yang punya tanah disini (suka suka saya donk saya mau pergi atau enggak LOL).
Bo Song kemudian tiba dan pribadi merangkul Xiao Xi, ia menyampaikan kalau Xiao Xi memintanya, ia akan membelikan tanah disini atas nama Xiao Xi. Jiang Chen menatap keduanya.
Bo song mengajak Xiao Xi pergi dan meninggalkan Jiang Chen yang terus menatap mereka.

Hujan sudah berhenti, Xiao Xi dan Bo Song jalan-jalan berdua. Bo Song mengajak Xiao Xi makan steak dan Xiao Xi bertanya problem penting apa yang ingin Bo Song bicarakan.
Bo song tentu saja tadi berbohong, ia hanya mencari alasan untuk mengajak Xiao Xi keluar. Ia memakai ulang tahun managernya sebagai alasan dan Xiao Xi ingat kalau manager Bo song gres merayakan ulang tahunnya. Bo Song menciptakan alasan lagi, kali ini menurut kalender China.
Xiao Xi bertanya dimana manager dan Bo Song malah menyampaikan managernya meyuruh mereka berdua merayakan ulang tahunnya tanpa ia HAHAHAAHAHAHAHA.
Bo Song akil banged ngomong dan menciptakan Xiao Xi tertawa HAHHAHAHAHHA.
Bo song meletakkan tangannya di pundak Xiao Xi lagi dan Xiao Xi dengan natural melepaskannya, ia menyampaikan Bo Song selalu menyerupai ini dan menyampaikan ia akan mentraktir. Bo Song sih baiklah aja, tapi ia ingin makan steak dan bertanya apakah Xiao Xi punya uang?
Xiao Xi pribadi menjawab tidak dan Bo song berfikir harus makan apa. Keduanya melanjutkan perjalanan sambil tertawa.

Seorang pasien menemui Jiang Chen di ruangannya dan ketika melihat data pasien itu, Jiang Chen tahu ia dari perusahaan penerbitan. Jiang Chen menjelaskan mengenai keadaan pasien itu kemudian meminat waktu pada pasien itu alasannya ia ingin mendiskusikan sesuatu.
Mereka berdua kemudian pergi ke sebuah cafe dan bicara disana. Jiang Chen menyampaikan hasil gambar Xiao Xi ketika Sekolah Menengan Atas pada pasien yang berjulukan tuan Hu itu. Tuan Hu melihat gambar Xiao Xi dan memujinya, ia melihat Xiao Xi punya kreativitas. Tapi sayangnya perusahaan mereka yakni perusahaan besar yang mempublikasikan komik dari manga-ka yang sudah populer, pada dasarnya mereka nggak mempublikasikan karya manga-ka yang masih rookie.
Jiang Chen mengerti akan hal itu, alasannya itu ia ingin bertanya apakah perusahaan tuan Hu mendapatkan Vanity Publication dan tuan Hu menyampaikan jarang sekali mereka melaksanakan vanity publication, alasannya modalnya juga tidak murah. Jiang Chen tahu kalau permintaannya ini akan menyulitkan tuan Hu, tapi ia berharap Tuan Hu mau membantunya untuk ini.
Tuan Hu berfikir dan kemudian menyampaikan ia akan menelpon Jiang Chen sesudah mendiskusikan dengan timnya nanti. Jiang Chen berterimakasih.
(Jadi, Vanity Publication ini yakni penerbitan berbayar, jadi perusahaan itu akan menerbitkan karya kita dimana kita yang menanggung semua biayanya, jadi biayanya tidak ditanggung oleh perusahaan. Kalau penerbit biasa-kan mereka tertarik karya kita, mereka publikasi sendiri pake modal perusahaan. Nah disini Jiang Chen pengen perusahaan tuan Hu menerbitkan karya Xiao Xi dan Jiang Chen akan membayar semuanya biayanya).

Bo Song sedang dilokasi pemotretan, tampaknya ia akan merilis photobook. Manager menyampaikan mereka akan menemui perusahaan penerbitan dalam 2 hari dan Bo Song boleh menuliskan beberapa kata mutiara atau puisi di photobooknya nanti.

Jiang Chen bertemu dengan tuan Hu lagi untuk membicarakan problem penerbitan komik Xiao Xi. Tuan Hu menjelaskan bagaimana Xiao Xi tidak pernah mempublikasikan karyanya di internet (misalnya entah itu Xiao Xi menciptakan blog sendiri, atau upload di situs online komik dll), jadi Xiao Xi memang belum punya penggemar dan namanya juga tidak dikenal, jikalau perusahaan mereka mempublikasikan komik Xiao Xi, resikonya sangat besar.
Jiang Chen kemudian bertanya apakah itu maksudnya jikalau ia menanggung resikonya maka mereka akan mempublikasikannya?
Tuan Hu membenarkan. Ia juga menyampaikan ia sudah menghitung problem biaya penerbitan dan juga keuntungan untuk perusahaan, semuanya membutuhkan 400.000 (RMB? Dolar?).
Jiang Chen tidak problem dengan itu, ia akan menanggung semua biayanya.
(WOW, biasanya cewek nggak suka nih, kalau ada perjaka yang melaksanakan hal kayak gini buat dia, maksudku ya niscaya merasa nggak yummy lah make uang orang).

Jiang Chen mengajak Lu Yang dan Jing Jing bertemu, tapi yang tiba yakni Lu Yang alasannya JIng Jing ada urusan. Lu Yang protes pada JIang Chen yang mengajaknya keluar padahal ia sangat kelelahan, kalau problem ini tak penting, ia akan murka pada Jiang Chen.
Jiang Chen menyampaikan kalau ia mengetahui perusahaan penerbitan yang sangat tertarik pada karya Xiao Xi dan ia ingin membantu Xiao Xi menerbitkan komiknya.
Lu Yang tak mengerti kenapa Jiang Chen membicarakan problem penerbitan padanya.
Jiang Chen menyampaikan Xiao Xi selalu menghindarinya semenjak ia kembali alasannya itu ia ingin Lu yang dan Jing Jing yang menemui Xiao Xi untuk menyampaikan hal itu. Ia tak ingin kalau Xiao Xi tahu ini isu darinya, Xiao Xi akan khawatir kalau ia melaksanakan sesuatu untuk Xiao Xi.
Lu Yang kembali protes kenapa Jiang Chen dan Xiao Xi selalu menciptakan Jing JIng menuntaskan problem mereka berdua.
Jiang Chen tidak peduli dan menyampaikan kalau ia akan menjual mobilnya, ia bertanya apakah Lu Yang punya sahabat yang tertarik. Lu Yang bertanya kenapa Jiang Chen menjualnya dan Jiang Chen berbohong kalau ia ingin mengganti dengan yang baru.

JIng Jing menemui Xiao Xi di perusahaan dan menyampaikan kalau ia punya kabar bagus. Xiao Xi pernah mengirim gambar kartun yang ia buat (yang memenangkan hadiah pertama) dan Lu Yang mengirimnya secara random pada teman-temannya, kemudian ada seseorang dari perusahaan penerbitan yang melihatnya dan ingin bicara dengan Xiao Xi, mereka tampaknya tertarik menerbitkan komik Xiao Xi.
Xiao Xi tentu saja terkejut mendengarnya dan tak sanggup menyembunyikan kebahagiaannya.
Ia dan Jing Jing tiba ke perusahaan itu beberapa hari kemudian dan tentu saja skenarionya sudah dirancang oleh Jiang Chen, jadi Tuan Hu tidak menyampaikan mengenai vanity publication, tapi mereka memang tertarik untuk menerbitkan komik Xiao Xi.
Mereka bertanya apakah Xiao Xi punya ide untuk komiknya dan Xiao Xi menyampaikan ide gila menyerupai kisah perihal seorang gadis dari planet lain yang tiba ke bumi dan menciptakan versi modern dari kisah klasik China.
Tuan Hu kurang tertarik dan ingin Xiao Xi menciptakan sebuah kisah mengenai kehidupan sekolah atau kampus, ia pikir itu cocok untuk Xiao Xi. Xiao Xi kelihatan nggak puas sih, tapi alasannya ini memang kesempatan manis jadi ia setuju.

Xiao Xi ada di rumahnya, sibuk mengatur ini dan itu. Bel kemudian berbunyi dan Xiao Xi segera membuka pintu. Ternyata hari itu teman-temannya tiba berkunjung ke rumah. Jing Jing dan Xiao Xi pribadi pelukan dan Lu yang menyerupai biasa cemburu melihat mereka. Bo song juga tiba dan tak lupa membawa makanan.
Mereka duduk di ruang tamu dan Lu Yang pribadi membuka apa yang dibawa Bo Song, ia protes kenapa tidak ada buah pir. Xiao Xi menyuruh Lu yang keluar alasannya meminta pir di rumahnya. (Katanya kalau di China menyampaikan pir sebagai buah tangan atau hadiah itu akan membawa ketidakberuntungan.).

 

Xiao Xi mengumpulkan mereka untuk wangsit komiknya, alasannya ia akan menciptakan kisah mengenai masa SMA, jadi ia ingin mengambil foto mereka. Ia juga akan memikirkan huruf tokoh utama komiknya, mungkin ia akan menentukan diantara mereka. Lu Yang protes, mengingat mereka kini terkenal bagaimana Xiao Xi sanggup menciptakan huruf mereka ketika Sekolah Menengan Atas sebagai tokoh utama lol.
Bo Song sih tak peduli, demi Xiao Xi ia rela melaksanakan apapun. Saat mereka asik bicara, tiba-tiba bel berbunyi, yang lain gundah siapa yang datang.
Jing Jing  menyampaikan kalau ia menelpon Jiang Chen, ia pikir kehidupan sekolah/kampus mereka tidak lengkap tanpa Jiang Chen. Ia pribadi keluar dan membuka pintu.

Jiang Chen tiba dengan memakai pakaian Sekolah Menengan Atas dan menciptakan semuanya kaget dan menahan tawa. Lu Yang bertanya, bro, kamu melaksanakan perjalanan waktu?
Jiang Chen menyampaikan ia pikir mereka harus mengenakan pakaian Sekolah Menengan Atas alasannya komik Xiao Xi akan bertema kehidupan sekolah mereka. Mereka membayangkan bagaimana Jiang Chen naik taksi pake pakaian SMA.
Suasana mulai akrab dan Xiao Xi mengeluarkan kameranya untuk memotret mereka. Xiao Xi akan memotret Bo song pertama kali dan ingin Bo Song melaksanakan pose menyerupai ketika ia ikut kompetisi renang. Lu Yang menyampaikan ketika Sekolah Menengan Atas Bo song jarang pake baju, jadi ia menyuruh Bo Song buka baju.
Xiao Xi tertawa dan Bo Song benar-benar buka baju. Xiao Xi mengambil foto Bo song. Jing Jing mengomentari abs Bo Song, ia cukup kagum dan Jiang Chen malah mengencek abs-nya sendiri, ia kalah dari Bo Song dalam hal roti sobek HAHHAHAAHAHHAHHA.

Setelah Bo Song selesai, Xiao Xi memberi aba-aba pada Jiang Chen dan Jiang Chen mulai bangkit untuk di foto. Karena Jiang Chen sangat kaku, Xiao Xi meminta Jiang Chen berpose cute dan Jiang Chen tentu saja menyampaikan ia tak sanggup melakukannya.
Xiao Xi menyuruh Lu yang memberi teladan dan Lu Yang pribadi berpose cute banged, ia tahu banyak pose dan PD banged melakukannya, yang lain nggak tahan melihatnya dan tertawa HAHAHHAHHAHA.
Xiao Xi menyuruh Jiang Chen melaksanakan menyerupai Lu yang tapi Jiang Chen tetap menolak, ia menyampaikan ia tak tahu cara melakukannya.
Xiao Xi jadi kesal dan berkata jikalau Jiang Chen tidak mau kemudian kenapa ia tiba kemari?
Pada risikonya Xiao Xi menyampaikan jikalau Jiang Chen tak mau ia tak akan mengambil foto Jiang Chen, tapi Jiang Chen risikonya mengalah dan mulai berpose, mencoba pose cute dengan aegyo tapi kaku banged hHAHAHHAHAHAHAAH.
Semuanya tertawa dan Xiao Xi menikmati memotret Jiang Chen sambil tertawa. Bo song memperhatikan Xiao Xi dan Jiang Chen yang menikmati waktu mereka.

Ternyata perusahaan penerbitan yang akan menerbitkan photobook Bo Song yakni perusahaan dimana tuan Hu bekerja. Mereka mengadakan pertemuan untuk membicarakan problem photobook Bo Song yang berjudul ‘Descendants of the Son’ HAHAHAHAHAHAAAHHAHAHA.
Bo Song menyampaikan kalau managernya akan memilihkan foto yang akan dimasukkan dalam photobook, tapi mengenai kata-kata dan puisi yang diminta ia belum memikirkannya.
Bo Song memperlihatkan bagaimana kalau kawasan kosong diphotobooknya nanti diisi dengan gambar, ia mengenal seseorang yang sanggup menggambar untuknya. Perusahaan menyampaikan kalau mereka sudah memikirkan itu, hanya saja mereka tak sanggup memakai animator/kartunis/manga-ka random, jadi harus memakai manga-ka dari perusahaan mereka, ia sudah mengumpulkan karya mereka dan meminta Bo Song menentukan mana yang ia sukai.
Bo Song kemudian mengecek gambar satu per satu di laptop dan tertarik pada satu gambar yang manga-ka nya berjulukan Chen Xiao Xi.
Tuan HU menyampaikan kalau ia yakni rookie yang belum punya karya official, ia akan merilis komik dalam waktu dekat, tapi ia tak merekomendasikan Xiao Xi yang menggambar untuk Bo Song, alasannya komik Xiao Xi yakni vanity publication, jadi belum tentu akan populer.
Bo Song terkejut mendengar itu. Mereka menjelaskan kalau ada temannya yang sangat memikirkan karya Xiao Xi dan membayar untuk publikasi ini tanpa memberitahu Xiao Xi. Biayanya sangat mahal dan orang itu bahkan hingga menjual mobilnya.
Bo Song berfikir dan kemudian bertanya apakah orang itu berjulukan Jiang Chen dan tuan Hu kaget alasannya Bo Song mengenalnya. Bo song menyampaikan kalau Jiang Chen yakni sahabat lamanya.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top