Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 23 Akibat Part 1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 23 Akibat Part 1

Aduh, saya berusaha dengan keras menjelaskan adegan demi adegan di episode ini dan jujur saja saya kesulitan mencari kata-kata yang pas yang gampang dipahami. Seperti yang kalian tahu, saya menulis tidak memakai bahasa baku, jadi kata-katanya sesuai dengan apa yang saya pikirkan ketika saya menulisnya. Di episode 23 ini ada aneka macam adegan yang romantis, saya ketawa-ketawa sendiri ketika menulisnya, sebab saya nggak sanggup mengekspresikan kedalam kata-kata dengan baik. LOL. Maklum saya bukan anak sastra HAHAHAHAHAHA.

A Love So Beautiful Episode 23: To Our Pure Little Beauty

Di simpulan episode 22 kemarin, Jiang Chen melihat Xiao Xi tidur di daerah tidur diruangannya, dimana artinya Xiao Xi sudah memaafkan insiden 3 tahun lalu.
Di awal episode 23 ini, Jiang Chen terlihat tidur memeluk Xiao Xi (*scream!*).
Xiao Xi terbangun beberapa ketika kemudian dan melihat Jiang Chen memeluknya. Ia akan bangun tapi Jiang Chen menahannya dan bertanya beliau akan kemana?
Xiao Xi menyampaikan ia ingin ke toilet. Jiang Chen bertanya apakah beliau akan kembali dan Xiao Xi menyampaikan kalau ia akan kembali ke sana. Makara Jiang Chen memperbolehkannya pergi.
Saat Xiao Xi duduk dan akan pergi, Jiang Chen memeluknya dari belakang dan mulai bermanja-manja pada Xiao Xi. Ia memeluk Xiao Xi dan meletakkan dagunya di pundak Xiao Xi, ia meminta Xiao Xi cepat kembali. Xiao Xi tersenyum dan menyentuh wajah Jiang Chen, ia menyampaikan kalau ia akan segera kembali.
Xiao Xi keluar dari kamar itu dan Jiang Chen kembali terbaring. Aku rasa disini Jiang Chen sangat bahagia, sebab ini semua yaitu kenyataan, Xiao Xi kembali padanya. Ia tersenyum kecil.

Adegan selanjutnya yaitu sama dengan adegan awal episode pertama. Xiao Xi sedang ada di ruangannya, menulis komik, ada foto Jiang Chen tergantung disana, foto Bo Song yang tidak mengenakan baju, foto Jing Jing dan Lu Yang. Itu yaitu foto yang ia ambil beberapa waktu yang lalu, untuk rujukan komiknya.
Xiao Xi mengerjakan komiknya dengan bersemangat, ia bahkan tidak tidur hingga jam 3 pagi. Meski ia kelelahan dan mengantuk, setiap ia melihat foto Jiang Chen yang terlihat lucu, ia akan tersenyum dan bersemangat kembali.

Bo Song dan Lu Yang sedang dibandara, Bo Song tampaknya akan kembali ke Beijing untuk rekaman sebuah jadwal yang membutuhkan waktu 1 bulan. Lu Yang protes sebab itu artinya Bo song tidak akan melihat pertandingan finalnya.
Bo Song menyampaikan kalau ia butuh waktu untuk mengatur emosi dan luka hatinya. Ia meminta Lu Yang untuk menjaga Xiao Xi. Lu Yang hanya sanggup mendesah dan menyampaikan kalau ia akan melakukannya. Ia menyuruh Bo SOng untuk cepat pergi sebab biaya parkir bandara sangat mahal HAHAHHAHA.
Bo SOng tampaknya berharap Xiao Xi akan tiba mengantar kepergiannya, ia sempat melihat-lihat, tapi ia tak menemukan Xiao Xi disana.

Xiao Xi sendiri sibuk bekerja di perusahaan, saya nggak ngerti kenapa Xiao Xi tampak tidak bersemangat setiap ia bekerja. Mungkin sebab bos-nya kali ya HAHHAHAHA.
Saat jam makan siang, ia menelpon Jiang Chen dan mereka berdua akan makan siang bersama.

Xiao Xi dan Jiang Chen gandengan tangan menuju restoran dan Jiang Chen berkata tampaknya Xiao Xi sangat lelah belakangan ini. Xiao Xi membantahnya, ia mengubah topik dan bertanya kemana mereka akan makan
Jiang Chen ingin makan hotpot dan Xiao Xi kelihatan nggak semangat sebab ini demam isu panas, kenapa harus makan hotpot. Jiang Chen menyampaikan restoran yang ia kenal masakannya lezat dan katanya pasangan sering makan disana. Ia sudah usang ingin mengajak Xiao Xi makan disana, jadi ia tak sanggup menunggu demam isu hambar untuk makan disana (Hotpot ini kalau di Jepang kayaknya Nabe gitu kan ya? Rebusan dalam mangkok besar gitu, enaknya memang dimakan dimusim dingin).
Xiao Xi kemudian menghentikan langkahnya dan Jiang Chen bertanya ada apa?
Xiao Xi menyampaikan kalau  hari ini sangat panas, tangannya keringatan. Ia merujuk pada tangan kirinya yang digenggam oleh Jiang Chen.
Jiang Chen kemudian pindah ke kanan dan menggenggam asisten Xiao Xi. Xiao Xi tak sanggup menahan senyumannya sebab JIang Chen benar-benar  nggak mau melepaskan tangan Xiao Xi, jadi kalau nggak sanggup dikiri yang genggam yang kanan HAHHAHAHAAHHA.

Malam harinya, Xiao Xi, Jiang Chen, Jing Jing dan Lu Yang minum-minum bersama untuk merayakan Jing Jing yang kesannya menyandang gelar Master-nya.
Saat mereka bersulang, Xiao Xi mengambil gelas Jiang Chen dan menyampaikan kalau perut Jiang Chen sedang tidak sehat, jadi beliau tak boleh minum, ia akan minum milik Jiang Chen.
Lu Yang menyipitkan matanya pada Xiao Xi dan meminta Xiao Xi jangan terlalu dramatis dalam menawarkan rasa cintanya pada Jiang Chen, seperti ia memaksa Jiang chen harus minum HAHAHHAA. Xiao Xi membalas kalau ia memang suka menawarkan perasaannya secara berlebihan.
Xiao Xi tak peduli dan eksklusif minum bir-nya dan bir Jiang Chen. Jiang Chen berusaha menghentikannya, ia mengingatkan Xiao Xi untuk tidak minum terlalu banyak.

Mereka kemudian bersulang lagi untuk perayaan kedua, volume pertama komik Xiao Xi sukses dipasaran. Mereka juga bersulang untuk Lu Yang yang sukses masuk ke grand final WCA (World Cyber Area ?)
Xiao Xi gundah sebab ia tak mengerti arti WCA, yang ia tahu WC = toilet HAHAHHAHAHHA.  Lu Yang kesal sebab Xiao Xi mengejek WCA, ia menyampaikan kalau itu sebuah kompetisi game yang besar dan malah menyampaikan toilet HAHAHAHA.
Xiao Xi tertawa dan menyampaikan akan minum segelas lagi sebagai hukumannya.
Waktu berlalu, mereka berempat menghabiskan 8 botol bir HAHHAHAHA (btw itu bir atau apa sih namanya, kalau di korea soju gitu ya. saya bilang bur sebab warnanya kayak bir lol).

Xiao Xi mabuk berat, Jiang Chen mengantarnya pulang. Karena Xiao Xi kesulitan untuk berjalan, Jiang Chen menggendongnya dibelakang.
Xiao Xi terus bicara dalam mabuknya, ia meminta Jiang Chen untuk tersenyum. Jiang Chen bertanya untuk apa?
Xiao Xi menyampaikan ia ingin mneyentuh lesung pipi Jiang Chen LOL. Jiang Chen berdasarkan dan tersenyum, Xiao Xi menyukainya, ia terus menyentuh lesung pipi Jiang Chen, awwww.
Jiang chen terus berjalan pulang.

Jiang Chen mengantar Xiao Xi ke rumah dengan selamat. Ia mendudukkan Xiao Xi di sofa dan berusaha membangunkannya. Xiao Xi sangat mabuk, pipinya merah..
Jiang Chen menatap Xiao Xi yang mabuk dan bertanya siapa dia?
Xiao Xi menyampaikan kalau Jiang Chen yaitu pacarnya, Jiang Chen bertanya siapa nama pacar Xiao Xi dan Xiao Xi menjawab, Jiang Chen.
Jiang Chen gemes banged dan mencubit pipi Xiao Xi dengan manja.
Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi ingin tidur dan Xiao Xi menyampaikan ia tak mau. Makara Jiang Chen membiarkan Xiao Xi tetap di sofa, ia duduk disamping Xiao Xi dan Xiao Xi tiduran di dada/bahu Jiang Chen (begitu kan bahasanya? HAHAHAHAH).

JIang Chen mengganggam tangan Xiao Xi dan menyampaikan kalau Xiao Xi sangat manis ketika mabuk. Xiao Xi yang mabuk masih sadar, ia belum tidur. Ia menatap Jiang chen dengan mata yang setengah tidur.
Jiang Chen bertanya, Jika saya mengambil laba dari dirimu yang mabuk dan melamarmu, apakah itu terlihat saya ibarat memanfaatkan situasi?
Xiao Xi menyampaikan tidak dan Jiang Chen mengerti. Tapi ia membisu saja kemudian, dan Xiao Xi menyentuh wajah Jiang chen, menyuruhnya melamarnya.
Jiang Chen bertanya, kau?
Xiao Xi membenarkan.
Jiang Chen berkata kalau ia mendapatkan Xiao Xi. Chen Xiao Xi, kamu gres saja melamarku dan sebab itu kau, saya menerimanya.
Xiao Xi tersenyum sambil menutup mata dan Jiang Chen mulai memainkan tangan Xiao Xi. Ia menyentuhkan jari telunjuknya ke jari telunjuk Xiao Xi. Jiang Chen tersenyum bahagia.
(BTW saya agak gundah sama adegan ini, jadi kayaknya sebab mabuk, Xiao Xi nggak ngerti apa yang terjadi, ia pikir ia sudah melamar Jiang chen, mungkin dalam mimpi mabuknya, dan meminta Jiang Chen untuk menjawab, makanya Jiang Chen menyampaikan ia menerimanya).

Keesokan harinya, Xiao Xi kembali ke rumah dan Jiang chen sudah menunggu di ruang tamu. Xiao Xi keluar membeli sarapan.
Jiang Chen yang sedang main HP menyampaikan kalau ia pikir Xiao Xi keluar untuk mendaftarkan ijab kabul mereka.
Xiao Xi bingung, ia tak mengerti, tapi ia nggak bertanya lebih lanjut dan mengajak Jiang chen sarapan.
Jiang Chen mengingatkan Xiao Xi melamarnya semalam. Xiao Xi terkejut mendengarnya. Jiang Chen tersenyum mengejek Xiao Xi dan menyampaikan kalau ia sudah melihat biodata Xiao Xi (household registration) yang diperlukan untuk mengisi surat nikah. Karena ia juga membawanya, ia mengajak Xiao Xi untuk eksklusif ke KUA.

Xiao Xi masih gundah dan bertanya apa yang Jiang Chen bicarakan.
Jiang Chen mengejek lagi, meminta Xiao Xi jangan berpura-pura lupa wacana insiden semalam.
Xiao Xi cemberut dan berjalan mendekati Jiang Chen. Xiao Xi tiba-tiba menangis dan Jiang Chen terkejut, ia panik dan eksklusif berdiri mendekati Xiao Xi.
Jiang Chen khawatir dan bertanya ada apa?
JIang Chen memeluk Xiao Xi tapi Xiao Xi menepisnya, ia menyampaikan kalau ia tak akan menikah dengan Jiang Chen. Ia tidak akan menikah.
Jiang Chen tentu saja terkejut mendengarnya. Ia bertanya ada apa dengan Xiao Xi dan menyentuh pundak Xiao Xi, tapi Xiao Xi menepisnya lagi.

Jiang Chen sedang di rumah sakit dan ia sedang berfikir keras apa yang bahwasanya terjadi pada Xiao Xi pagi ini. Saat perawat masuk dan memanggilnya, Jiang Chen bahkan tidak mendengarkan.
Perawat kesannya harus mendekati Jiang Chen, barulah kesadaran Jiang Chen kembali. Perawat itu membawa laporan dari dokter Su. Jiang Chen melihat laporan itu dan kemudian ia memikirkan sesuatu.
Ia meminta perawat membantunya melaksanakan sesuatu.

Beberapa ketika kemudian, perawat terlihat bersama Xiao Xi dan mengantarnya ke depan pintu sebuah ruangan, ia meminta Xiao Xi masuk ke dalam.
Xiao Xi tentu saja bingung, tapi ia tetap membuka pintu dan masuk ke dalam.
Saat Xiao Xi berjalan masuk ke dalam, ia terkejut melihat Jiang Chen berdiri disana dengan kardus ditangannya. Jiang Chen berjalan mendekati Xiao Xi. Xiao Xi menatapnya.
Jiang Chen berkata, Chen Xiao Xi, apakah kamu mau menikah denganku?
Xiao Xi terkejut mendengarnya, sebab ini yaitu lamaran dari Jiang Chen. Jiang Chen menjelaskan kalau ia menceritakan duduk kasus Xiao Xi yang menangis tadi pagi pada dokter Su dan dokter Su menyampaikan kalau itu sebab ia tidak melamar Xiao Xi.
Xiao Xi mengatakan, tentu saja, lamaran harusnya dilakukan oleh pihak pria. Jiang Chen tersenyum dan bertanya apakah Xiao Xi mendapatkan lamarannya.
Xiao Xi terdiam.

Jiang Chen meletakkan kardusnya di daerah tidur pasien dan kembali mendekati Xiao Xi, ia berterima kasih pada Xiao Xi yang sudah membuatnya menemukan cinta yang orang lain tidak sanggup temukan.
Xiao Xi tersenyum dan menyentuh dahi Jiang Chen, semenjak kapan kamu berguru kalimat romantis ibarat itu?
Jiang Chen menyampaikan kalau ia mendengar sebuah lamaran harus memakai kata-kata romantis ibarat itu. Xiao Xi hanya tersenyum.
Jiang Chen kemudian bertanya apakah Xiao Xi sudah menciptakan keputusannya, sebab ia masih harus pergi untuk jadwal operasi selanjutnya.
Xiao Xi tahu Jiang Chen sibuk jadi ia menyuruhnya segera pergi sebab ia masih harus memikirkan jawabannya.
Jiang Chen menyuruh Xiao Xi jangan berfikir lagi, toh cepat atau lambat, Xiao Xi harus menerimanya.
Xiao Xi kemudian meminta Jiang Chen segera mengeluarkan cincin tunangan.

Jiang Chen mengambil kardus tadi, ia meminta Xiao Xi membukanya dan Xiao Xi mulai membukanya.
Dari dalam kardus itu keluarlah sarung tangan karet yang sudah diubah jadi balon oleh Jiang Chen. Xiao Xi terkejut melihatnya dan dibalon terakhir, terikat sebuah cincin yang didalamnya ada kertas.
Xiao Xi segera mengambil kertas itu sementara Jiang chen mengambil cincinya. Xiao Xi membuka kertas itu dengan impian ada sesuatu didalamnya, tapi ternyata itu hanyalah sebuah kertas kosong. Xiao Xi gundah kenapa Jiang Chen memasukkan kertas dicincin itu kalau itu cuma kertas kosong.
Jiang Chen menyampaikan itu hanya untuk menjaga keseimbangan saja, semoga balon itu terbang terakhir dan lebih lambat dari balon lain HAHAHHHAHAAHAHAHHAHAHA.
Xiao Xi kelihatan agak kesal dan memasukkan kertas itu ke saku jas Jiang Chen.

Jiang Chen kemudian menahan tangan kiri Xiao Xi dan memasangkan cincin padanya. Xiao Xi tersenyum bahagia, tapi ia menahannya. Ia mengingatkan Jiang Chen kalau ia masih ada jadwal operasi.
Jiang Chen menyampaikan kalau itu bohong (supaya Xiao Xi cepat menjawabnya). Xiao Xi hanya tersenyum sambil bilang ‘oh’.
Jiang Chen mengulurkan tangannya dan Xiao Xi menyambutnya, mereka berdua bergenggaman tangan mendekati daerah tidur pasien untuk duduk.
Xiao Xi bertanya kapan Jiang Chen menyiapkan semua ini. Jiang Chen menyampaikan ia gres saja menyiapkannya.
Xiao Xi melihat balon di langit-langit dan menyampaikan dari mana Jiang chen mendapatkan balon buruk itu. Jiang Chen menyampaikan itu yaitu sarung tangan untuk operasi, ia mengisinya dengan gas helium.

Xiao Xi terkejut, kenapa kamu tidak mengisinya dengan gas yang tidak berbahaya? Kau mau membunuhku?
Jiang Chen meberkata, Chen Xiao Xi, apa kamu tertidur setiap pelajaran kimia? Helium yaitu gas yang lebih ringan dari udara, dirumah sakit biasanya dipakai untuk Magentic Resonance Imaging.
Xiao Xi menyampaikan tampaknya gas itu cukup kuat. Jiang Chen menyampaikan kalau Xiao Xi sangat ndeso dan mencubit hidung Xiao Xi, Xiao Xi hanya tersenyum.
Jiang Chen kemudian melihat jamnya dan menyampaikan kalau ia masih ada kiprah untuk mengusut pasien. Ia meminta Xiao Xi istirahat disana dan menunggunya, mereka akan pulang bersama-sama. Xiao Xi mengerti.
*Gas yang diisikan Jiang Chen ke balon itu yaitu Helium. Huruf dalam goresan pena china Helium yaitu ‘hai’ yang sama dengan ‘berbahaya’ jadi Xiao Xi pikir Jiang Chen menyampaikan ia mengisinya dengan gas berbahaya, makanya Xiao Xi tanya kenapa bukan dengan gas tak berbahaya. HAHAHHAAHHAA).

Xiao Xi dan Jiang Chen pulang bersama malam itu, sepanjang jalan, Xiao Xi terus melihat cincinnya dan tersenyum bahagia.
Ia bahkan pamer pada Jiang Chen dan Jiang chen mengingatkan kalau dia-lah yang membeli cincin itu HAHAAHHAHAHHAHAHA.
Xiao Xi  gemes banged pada Jiang Chen, ia kemudian memegang tangan Jiang Chen dan mengingitnya, Jiang chen tentu saja shock HAHAHHAHAHA.
Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi seekor anjing dan Xiao Xi malah mengangguk dan mengonggong HAHAHHAHAHAHAHA.
Jiang Chen dan Xiao Xi melanjutkan perjalanan, Jiang Chen memegang tangannya yang digigit dan betjalan agak jauh dari Xiao Xi. Xiao Xi memintanya jangan berjalan jauh darinya, ia kesepakatan nggak akan menggigit Jiang Chen lagi wkkwkkkwkwkww.

Jiang Chen mengantar Xiao Xi hingga ke pintu rumah. Xiao Xi meminta Jiang Chen hati-hati dalam perjalanan pulang. Jiang Chen masih berdiri dipintu dan menyampaikan kalau ia tak punya kiprah lagi hari ini.
Xiao Xi menyampaikan kalau begitu Jiang Chen sanggup kembali ke rumah dan beristirahat. Jiang Chen berusaha mencari alasan untuk masuk ke rumah Xiao Xi dan menyampaikan kalau ia haus. Xiao Xi menyampaikan ada minimarket dibawah. Jiang Chen menyampaikan kalau ia juga lapar. Xiao Xi menyampaikan restoran mie dibawah sangat enak.
Jiang Chen menatap Xiao Xi, Xiao Xi harusnya tahu maksudnya , Xiao Xi menggaruk belakang telinganya untuk menciptakan alasan semoga Jiang Chen tidak masuk ke rumahnya, ia menyampaikan kalau hari ini Jiang Chen gres saja melamarnya, masa sudah mau main ke rumahnya.
Jiang Chen mengingatkan kalau ini bukan pertama kalinya ia masuk ke rumah Xiao Xi. Xiao Xi tentu saja menyampaikan kalau situasi kini tidaklah sama dengan dulu. Dulu mereka mantan pacar kalau kini statusnya sudah tunangan.

Xiao Xi tetap tidak mengizinkan Jiang Chen masuk jadi, ia menyuruh Jiang Chen pulang dan mendorongnya. Xiao Xi panik dan akan menutup pintu, tapi Jiang Chen menahannya dengan tangannya, ia dengan gampang masuk ke dalam rumah Xiao Xi dan mengunci pintu. Xiao Xi terdiam, ia menelan ludah, sementara Jiang Chen dengan enteng berjalan ke ruang tamu HAHAAHHAHAHAHAHAHAHA.
Xiao Xi kesannya tak punya pilihan selain membiarkan Jiang Chen. Saat ia lewat akrab Jiang Chen, Jiang Chen menarik tangan Xiao Xi sehingga Xiao Xi terduduk di sofa. Jiang Chen menyampaikan kalau ia lelah dan ingin istirahat sejenak, ia tiduran di pangkuan Xiao Xi.
Xiao Xi tentu saja kaget tapi ia tak punya pilihan selain membiarkan Jiang Chen.
Jiang Chen menutup matanya dan Xiao Xi menatap wajah Jiang Chen. Ia menyentuh rambut dan kelopak mata Jiang Chen.

Tiba-tiba ponsel Xiao Xi berbunyi, Xiao Xi terkejut sebab itu telpon dari ibunya.  Xiao Xi berusaha menjawab dengan bunyi bisik-bisik.
Ibu bertanya apa yang dilakukan Xiao Xi dan Xiao Xi menyampaikan kalau ia tidur. Ibu protes sebab Xiao Xi hanya tahu tidur dan tidur, kapan Xiao Xi akan menemukan pacar dan membawa seseorang ke rumah mereka.
Jiang Chen yang mendengar itu tiba-tiba membuka matanya. Xiao Xi panik dan bertanya kenapa ibu menelpon.
Ibu menyampaikan kalau ia punya teman baik yang punya anak laki-laki seumuran Xiao Xi dan bekerja disekitar daerah kerja Xiao Xi dan punya perusahaan sendiri.
Xiao Xi meminta ibunya menyampaikan eksklusif ke intinya, Xiao Xi menatap Xiao Xi dengan tajam. Ibu menyampaikan kalau ia ingin Xiao Xi dan laki-laki itu kenalan dan membicarakan rasa rindu sebab jauh dari kampung halaman. Ibu menyampaikan Xiao Xi dan Jiang chen atau laki-laki dengan kulit hitam itu tampaknya tidak ada harapan, jadi ibu berharap Xiao Xi mempertimbangkan orang lain.
Xiao Xi menyampaikan kalau ia tak akan pergi, ia tahu ibunya sedang membicarakan perjodohan HAHHAHA.

Jiang Chen tiba-tiba bangun dan merebut ponsel Xiao Xi, Xiao Xi panik.
Jiang Chen eksklusif bicara pada calon ibu mertua  dan menyampaikan kalau ia yaitu Jiang Chen dan mereka sudah balikan lagi. Ia akan mengunjungi ibu kapan-kapan.
Xiao Xi benar-benar panik sebab ibu akan memarahinya, Jiang Chen mengembalikan ponsel pada Xiao Xi. Xiao Xi mengambil ponselnya kembali dan ibu berteriak, BUKANNYA TADI KAU BILANG KAU SEDANG TIDUR?!!!!
Xiao Xi segera memakai alasan sinyal tidak bagus dan mematikan ponselnya HAHHAHAHHAHAHAHA.

Jiang Chen sama sekali tidak merasa bersalah dan menyampaikan kalau duduk kasus perjodohan kini sudah selesa. Xiao Xi menatap Jiang chen dengan kesal.
Ia kemudian mengambil tangan Jiang chen dan menunjukkan jam pada Jiang Chen, ia mengingatkan ini sudah larut malam dan menyuruhnya cepat pulang.
Jiang Chen meminta segelas air pada Xiao Xi. Xiao Xi mendesah dan membawakan segelas air untuk Jiang Chen. Xiao Xi menunggu Jiang Chen untuk pulang ketika Jiang Chen minum air-nya.
Jiang Chen kemudian menawarkan wajag agak marah, ia bangun dan terdengar bunyi pintu terbuka dan tertutup.
Xiao Xi menatap ke arah Jiang Chen yang pergi dan tak percaya sebab Jiang Chen bukannya keluar dari rumahnya, tapi masuk ke kamar mandi HAHAHHAHAHAHAHAHA. Xiao Xi bertanya pada dirinya sendiri, Apakah beliau mandi?
HAHHAHAHAHAHHAHAAHAH. NGAKAK SUMPAH, SEGITUNYA YA JIANG CHEN WKKWKWKKWWKWK.

Waktu berlalu, Xiao Xi masih di ruang tamu, ia membuka-buka majalah ketika Jiang Chen keluar dari kamar mandi dengan rambut setengah basah. Ia mengeringkan rambutnya dihadapan Xiao Xi sambil tersenyum. Xiao Xi hanya menatapnya dengan lisan sedikit terbuka sebab nggak percaya Jiang Chen benar-benar serius akan tidur di rumahnya HAHHAHAHAHHA.
Jiang Chen menyuruh Xiao Xi minggir, sebab ia akan tidur  (di sofa). LOL.

Xiao Xi pergi ke kamarnya dan mengganti pakaian, ia kemudian menemui Jiang Chen di ruang tamu dan memeluknya dari belakang. Ia bertanya apa yang sedang Jiang chen pikirkan.
Jiang Chen mengakan ia sedang berfikir bagaimana hidupnya tanpa Xiao Xi. Xiao Xi terkejut. Ia kemudian berkata, jikalau Jiang Chen tak bersamanya, Jiang Chen sanggup mencari gadis yang lebih tinggi, lebih kurus, lebih cantik, lebih lembut, lebih cendekia dan lebih pengertian darinya.
Jiang Chen tersenyum dan menyampaikan ‘yeah’, ia menyentuh rambut Xiao Xi. Xiao Xi tiba-tiba Xiao Xi menangis dan Jiang chen terkejut kenapa Xiao Xi menangis lagi. Xiao Xi menatap Jiang Chen dengan kesal dan memanggilnya laki-laki jahat. Ia menyampaikan bahkan jikalau ia menjadi hantu, ia niscaya akan terus mengikuti Jiang Chen.
Xiao Xi memeluk Jiang chen dengan erat sambil terus menyampaikan Jiang Chen ‘b*st*rd’. HAHAHHA. Jiang chen hanya tersenyum. Jiang Chen tiba-tiba berdiri dan Xiao Xi ikutan terbawa sebab beliau terus memeluk Jiang Chen dari belakang HAHAHHAHAHAHAHA.
*Njir, Jiang Chen berpengaruh juga ya hahahahaha

Jiang Chen masuk ke kamar mandi dengan Xiao Xi masih bergantung dibelakangnya. Ia menyampaikan kalau ia ingin sikat gigi. Xiao Xi mengingatkan Jiang Chen tidak boleh memakai sikat giginya, tapi Jiang Chen nggak peduli dan eksklusif memasukkan ke mulutnya HAHAHHAHAHAHHA.
Xiao Xi menyampaikan Jiang chen dihentikan sikat gigi dan berusaha mengeluarkan sukat gigi dari lisan Jiang Chen. Jiang Chen menyampaikan kalau Xiao Xi sudah cukup memarahinya dan Xiao Xi menyampaikan belum cukup. Ia masih murka sebab Jiang Chen ingin mencari gadis yang lebih baik darinya HAHAHHAHAHA.
Xiao Xi yang masih bergantung di belakang Jiang Chen terus menambah beratnya ke arah Jiang chen dan Jiang Chen menyuruhnya berhenti sebab ia akan luka dalam kalau Xiao Xi terus bergerak. Xiao Xi menyampaikan Jiang Chen pantas mendapatkan itu. Xiao Xi terus menyentuh pipi Jiang Chen sementara Jiang Chen terus sikat gigi wkkwkwkww.
Tapi tiba-tiba Xiao Xi kehilangan keseimbangannya dan jatuh dari punggung Jiang Chen, Jiang Chen nggak sempat menangkapnya. Xiao Xi murka banged hHAHAHAHAH, murka + malu. Ia eksklusif pergi ke kamarnya.

Jiang Chen masuk ke kamar Xiao Xi dan Xiao Xi masih marah, ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Jiang Chen berjalan mendekatinya dan menyuruh Xiao Xi bangun, Xiao Xi harus basuh muka sebelum tidur. Xiao Xi menolak, masih ngambek.
Jiang Chen kesannya membuka paksa selimut dan mendekatkan handuk lembap pada Xiao Xi. Xiao Xi menolak, Jiang Chen tetap memaksa HAHHAHAAH. Xiao Xi berusaha menghindar tapi Jiang Chen terus membersihkan wajah Xiao Xi. Jiang Chen memaksa Xiao Xi untuk duduk dan membersihkan wajah Xiao Xi. Jiang Chen berkata, lihatlah dirimu, kamu senang wajahmu nanah sebab menangis?
Xiao Xi menyampaikan kalau itu bukan urusan Jiang chen. Jiang Chen hanya mendesah dan terus membersihkan wajah Xiao Xi hingga ia puas, Xiao Xi terus saja menawarkan wajah cemberut HAHAAHAHHAHA.
Setelah selesai, Jiang Chen menyuruh Xiao Xi tidur. Xiao Xi menyentuh pipinya dan protes sebab Jiang Chen hampir saja melukai wajahnya, Jiang Chen tak perlu melakukannya jikalau ingin mencari penggantinya.
Jiang chen tidak membalas, ia hanya menatap Xiao Xi dan kemudian mematikan lampu. Jiang Chen keluar dari kamar.

Malam itu, Xiao Xi berbaring di daerah tidurnya, sementara Jiang Chen di sofa. Tapi tentu saja diantara mereka berdua, tak ada yang sanggup tertidur HAHAHHAHAHA.
Mereka gelisah dan terbangun sepanjang malam. Xiao Xi gelisah balik sana balik sini, dan kesannya duduk. Sementara Jiang Chen menatap langit-angit dengan mata terbuka lebar HAHHAHHAHAHAH.
Tiba-tiba terdengar bunyi dari lantai atas, bunyi orang memukul sesuatu. Jiang Chen panik dan segera ke kamar Xiao Xi, takut terjadi sesuatu. Jiang Chen eksklusif menyalakan lampu dan bertanya apakah Xiao Xi baik-baik saja.
Xiao Xi menyampaikan kalau itu tetangga diatas rumahnya, selalu melaksanakan itu setiap malam, beliau sudah terbiasa dengan itu.
Jiang Chen mengerti dan akan keluar.
Xiao Xi bertanya jam berapa kini dan Jiang Chen menyampaikan ini pukul 2 malam.
Xiao Xi menyampaikan kalau ia tak sanggup tidur. Jiang Chen menatapnya dan berjalan ke arah Xiao Xi, ia duduk di daerah tidur dan menyentuh rambut Xiao Xi, ia menyuruh Xiao Xi berbaring dan tidur.
Xiao Xi melirik Jiang Chen, dan Jiang Chen menyampaikan kalau ia akan pergi sesudah Xiao Xi tidur. (Lah, bukannya makin ga sanggup tidur kalau begono? HAHAHAHHAHAA

Xiao Xi kesannya menurut, ia kembali berbaring. Jiang chen tersenyum melihatnya.
Xiao Xi masih membuka matanya, tiba-tiba Xiao Xi menciptakan arahan semoga Jiang Chen juga ikut tidur disampingnya, Xiao Xi bahkan bergeser bertahap semoga ada ruang cukup untuk Jiang Chen.
Jiang Chen melihat hal itu dengan tatapan tak percaya, ia sempat berfikir apakah ia harus menuruti Xiao Xi atau tidak, sebab bahwasanya posisinya sudah ancaman LOL.

Xiao Xi menutup matanya menunggu keputusan Jiang chen dan kesannya Jiang Chen beneran masuk ke selimut dan tidur disamping Xiao Xi. Awwwww.
Xiao Xi melirik ke arah Jiang Chen yang menutup matanya. Jiang Chen tampaknya sanggup mencicipi hal itu dan tetapkan tidur membelakangi Xiao Xi. Ia mematikan lampu.
Xiao Xi awalnya masih berfikir apa yang harus ia lakukan, tapi kemudian ia memberanikan diri memeluk Jiang Chen dari belakang. Jiang Chen agak kaget sih, tapi kemudian ia menggenggam tangan Xiao Xi dan bertanya ada apa?
Xiao Xi menatap wajah Jiang Chen dari belakang dan bertanya apakah Jiang Chen hari ini benar-benar berniat melamarnya atau hanya sebab merasa bersalah sudah membuatnya menangis?
Jiang Chen menyampaikan kalau ia memang berniat melakukannya. Xiao Xi tersenyum mendengarnya.
Xiao Xi bicara lagi, Jiang Chen, apa kamu benar-benar ingin mencari gadis yang lebih tinggi, lebih kurus, lebih cendekia dan lebih pengertian dariku?
Jiang Chen menjawab, dunia ini tidak-lah seluas kamar mandimu. Menemukanmu saja sudah sangat sulit bagiku.
Xiao Xi menyampaikan ia tak mengerti. Jiang Chen menyuruh Xiao Xi berhenti bicara dan tidur.

Xiao Xi masih belum puas, ia memanggil Jiang Chen lagi dan menyampaikan kalau ia ingin menggosok gigi. Ia lupa menggosok giginya.
Jiang Chen menyuruhnya tidur. Lagi pula ini bukan pertama kalinya Xiao Xi lupa gosok gigi. Xiao Xi menyampaikan tapi kali ini beliau tidak lupa.
Jiang Chen membalas, kemudian kenapa kamu selalu lupa betapa saya mencintaimu? Aku sangat mencintaimu, meskipun di dunia ini ada gadis yang lebih tinggi, kurus, cantik, baik dan lebih pengertian darimu, itu bukan urusanku.
Xiao Xi melamun dan memeluk Jiang Chen lebih erat, ia tersenyum.
Ia kemudian melepaskan pelukannya dan menyampaikan kalau di dunia ini tak ada gadis yang lebih tinggi, kurus, cantik, lembut dan lebih pengertian dari pada dirinya.
Jiang Chen tersenyum mendengarnya dan mencium kening Xiao Xi.

Jiang Chen menyuruh Xiao Xi segera tidur, jikalau Xiao Xi terus bicara ia tak akan bersikap sopan pada Xiao Xi lagi.
Xiao Xi bertanya, memangnya siapa yang menyuruhmu besikap sopan padaku?
Jiang Chen mengingatkan Xiao Xi tidak boleh menyesalinya.
Xiao Xi bertanya, memangnya siapa yang akan menyesalinya?
Mendengar Xiao Xi menyampaikan hal itu, Jiang Chen eksklusif mencium Xiao Xi.
*Jiang Chen mah dipancing begitu eksklusif lepas kendali, HAHHAAHHAHA

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top