Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 23 Tamat Part 2

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 23 Tamat Part 2

————————————————————————————————-

Sinopsis A Love So Beautiful Episode 23 FINAL Part 2

Dan mentari pagi bersinar. Xiao Xi dan Jiang Chen masih tidur. Jiang Chen bangun duluan, dikala melihat Xiao Xi masih tidur disampingnya, Jiang Chen tersenyum. Ia mencium kening Xiao Xi dan bangun dari kawasan tidur.
Xiao Xi terbangun beberapa dikala kemudian, ia menguap lebar, berjalan setengah mengantuk dan melihat Jiang Chen sedang memasak sarapan didapur. Xiao Xi tersneyum melihatnya dan memeluk Jiang Chen dari belakang.
Jiang Chen bertanya, kamu sudah mencuci tanganmu habis dari toilet?
Xiao Xi menjawab, belum, memangnya kenapa?
Xiao Xi terus tersenyum sambil menutup matanya dan berjalan kembali ke kamarnya.

Setelah sarapan siap, Jiang Chen masuk ke kamar membawakan sarapan untuk Xiao Xi. Xiao Xi masih tidur.
Jiang Chen mencoba membangunkannya dengan menyentuh wajah Xiao Xi sambil tersenyum. Xiao Xi tidak bangun, jadi Jiang Chen memaksanya, ia mengangkat Xiao Xi biar duduk. Xiao Xi menyampaikan kalau ia tak mau sarapan.
Jiang Chen bertanya, kamu tidak mau sarapan dengan masakan yang saya buat?
Xiao Xi menyampaikan kalau ia sangat mengantuk. Jiang Chen mengingatkan kalau Xiao Xi sudah tidur sangat lama.
Xiao Xi masih dengan mata tertutup dan bicara kalau semalam ia sangat kelelahan. Jiang Chen terkejut. Xiao Xi sadar dengan kata-katanya dan membuka matanya. Keduanya saling menghindari pandangan masing-masing HAHAHHAHA.

Suasana jadi awkward dan keduanya saling melirik, Xiao Xi bertanya kenapa wajah Jiang Chen memerah alasannya malu, bukannya kamu dokter? Bukannya kamu tahu struktur badan manusia?
Jiang Chen membalas, bagaimana denganmu? kamu juga menggambar banyak model nude, kenapa kamu malu?
Xiao Xi menyampaikan apa yang ia lihat tidak sebanyak yang dilihat Jiang Chen.
Keduanya melamun HAHAHHAHA. Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi tidak mau makan dan Xiao Xi menyampaikan ia mau.

Jiang Chen mengambilkan sarapan dan menyuapkan pada Xiao Xi yang bersandar dibahunya dengan mata tertutup. Jiang Chen perhatian padanya, ia bahkan meminumkan susu pada Xiao Xi.
Xiao Xi senyam senyum alasannya ia bisa bermanja-manja pada Jiang Chen pagi itu. Ia puas banged.
Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi masih mengantuk dan Xiao Xi membenarkan. Jiang Chen mencium kening Xiao Xi dan menyuruhnya tidur lagi. Xiao Xi tersenyum senang dan kembali tidur.
Jiang Chen mengecup Xiao Xi sebelum ia keluar kamar.
*AAACKKKKKKKKKKKKKKK MAMPUS NONTON EPISODE INI BAPER BERAT HAHAHAHAHAHA

waktu berlalu, Jiang chen menghabiskan waktu membaca buku di ruang tamu dikala tiba-tiba terdengar bunyi Xiao Xi berteriak memanggilnya. Jiang Chen segera ke kamar Xiao Xi dan bertanya ada apa.
Xiao Xi tersenyum dan menyampaikan kalau ia hanya ingin Jiang Chen tahu kalau ia sudah bangun dan ia lapar.
Xiao Xi berdiri dan meminta Jiang Chen menggendongnya ke kamar mandi. Jiang Chen menolak dan meninggalkan Xiao Xi, Xiao Xi kecewa banged dan menarik tangan Jiang Chen. Xiao Xi memeluk Jiang Chen dan memperlihatkan wajah manja-nya minta digendong HAAHAHAHHA.
Jiang Chen menyerah dan menyampaikan hanya hingga di ruang tengah saja. Xiao Xi setuju. Xiao Xi sangat senang dan segera melompat memeluk Jiang Chen, Jiang Chen menggendongnya ke ruang tengah.
Xiao Xi meminta Jiang Chen membawanya ke dapur dulu alasannya ia haus. Jiang Chen bertanya, memangnya kamu tidak punya kaki?
Xiao Xi membenarkan kalau ia tak punya kaki dan mengunci Jiang chen dengan kakinya. Jiang Chen tersenyum dan membawa Xiao Xi ke dapur. Xiao Xi terus bergantung pada Jiang Chen dikala Jiang Chen menuangkan minuman untuk Xiao Xi.
Xiao Xi menyampaikan kalau ia lapar. Jiang Chen mengingatkan kalau kini sudah siang dan menyuruh Xiao Xi memikirkan makan malam nanti. Xiao Xi berfikir.

Kaprikornus rencananya malam ini mereka akan makan masakan rumah, mereka sudah membeli banyak materi dan akan memasaknya. Mereka berdua menatap materi kuliner dan gundah mau masak apa. Kayaknya dua-duanya sama sekali nggak bisa masak.
Pertama, menggunakan celemek. Xiao Xi memasangkannya untuk Jiang Chen. Mereka berencana memasak sup dan Xiao Xi menyuruh Jiang Chen penggalan memotong bahan, alasannya Jiang Chen yaitu dokter yang berpengalaman dengan pisau HAHAHAAHAHA.
Jiang Chen mengingatkan itu pisau bedah, Xiao Xi tak peduli dan bertanya apakah Jiang Chen punya pisau di tasnya, Jiang Chen membenarkan. Xiao Xi menuduh Jiang Chen sangat pervert alasannya menyimpan pisau ditasnya. Jiang Chen menyampaikan kalau ia lebih pervert dari yang Xiao Xi bayangkan dan bertanya apakah Xiao Xi ingin mencoba. Xiao Xi tersenyum dan menolak HAHAHAHAHAHAHAHAHA.
Jiang Chen benar-benar menggunakan pisau bedahnya untuk mengurus potongan ayam? HAHAHHAHAHAHA.
Mereka memasak dengan lucu, Xiao Xi aja kelihatan awkward dikala memasukkan air untuk sup dan bertanya-tanya apakah airnya sudah cukup.
Xiao Xi ragu dengan masakan mereka ini dan mengajak Jiang Chen makan diluar. Tapi Jiang Chen memaksa mereka akan masakan rumah malam ini.

Dan balasannya waktu makan malam tiba. Masakan mereka terlihat tidak menjanjikan, bahkan mereka sendiri takut untuk memakannya HAHAHHAHAAHAHA.
Jiang Chen sudah menyumpit satu, tapi takut mencobanya, jadi ia memperlihatkan Xiao Xi untuk mencoba duluan. Xiao Xi tentu saja menolak, tapi Jiang Chen memaksa dengan menyuapnya. Xiao Xi tak punya pilihan dan memakannya.
Karena Xiao Xi kelihatan baik-baik saja, Jiang Chen juga makan. Xiao Xi tertawa dan keduanya sama-sama memuntahkan yang mereka makan HAHHAHAAHAHA. Asiiiiiin.
Jiang Chen bertanya sebanyak apa Xiao Xi memasukkan garam dan Xiao Xi membalas kalau Jiang chen yang memasukkan garam lol.
Xiao Xi juga ingin melaksanakan hal yang sama dengan menuangkan sup untuk Jiang Chen, tapi Jiang Chen tak makan sup, jadi ia harus memakannya sendiri.
Wajah Xiao Xi lucu banged, saya ingin tau gimana rasanya HAHHAAHAHAHA.

Malam harinya, Jiang Chen membaca buku dan Xiao Xi tiduran di pangkuannya. Xiao Xi terus menatap Jiang Chen dan bertanya apakah Jiang Chen tidak merasa bosan?
Jiang Chen menyampaikan ia tak bosan. Xiao Xi mengajak Jiang Chen tidur di lantai tanpa bergerak dan Jiang Chen boleh menendangnya.
Jiang Chen menatap Xiao Xi dan menyampaikan kalau kegilaan Xiao Xi memang diluar batas yang bisa ia bayangkan HAHAHHAHAHAHAHAHAA.
Tiba-tiba mesin basuh berbunyi, Xiao Xi gundah alasannya ia tidak merasa sedang mencuci. Jiang Chen menyampaikan kalau ia mencuci pakaiannya kemarin. Ia menyuruh Xiao Xi menjemurnya sementara ia akan ke minimarket membeli sesuatu.
Xiao Xi menolak. Jiang Chen mendekatkan wajahnya ke arah Xiao Xi dan Xiao Xi memalingkan wajahnya, ia akan menjemurnya. Jiang Chen membelai rambut Xiao Xi dan menyukai Xiao Xi yang penuruth HAHHAHAHAHA.

Xiao Xi selesai menjemur pakaian dikala pintu rumahnya diketuk dan Xiao Xi protes alasannya Jiang Chen keluar tapi nggak membawa kunci.
Xiao Xi membuka pintu dan shock alasannya yang tiba yaitu ayah dna ibunya. Jiang Chen ada dibelakang mereka.
Xiao Xi bertanya kenapa ayah dan ibunya tiba selarut ini. Ibu menyampaikan ayah ada cek kesehatan dan tak sengaja bertemu dengan Jiang chen dibawah, jadi mereka mengajaknya keatas.
Xiao Xi melamun dan ibu menyuruhnya untuk mengambil air untuk ayah. Ibu mengikuti Xiao Xi ke dapur dan mengingatkan Xiao Xi untuk menyembunyikan semua pakaian Jiang Chen, kalau ayah melihatnya bisa gawat.
Xiao Xi ingat ia gres menjemur pakaian Jiang Chen dan ibu menyuruhnya ke balkon untuk mengambil pakaiannya dan membuang pakaian Jiang Chen kebawah HAHAHAHAHAHA.
Xiao Xi cukup kagum alasannya ibu kelihatan sangat berpengalaman.

Xiao Xi hati-hati ke balkon sambil melihat ayah dan Jiang Chen duduk bersama. Ayah bertanya Xiao Xi mau kemana dan Xiao Xi menyampaikan kalau ibu menyuruhnya mengangkat kain alasannya ada embun dimalam hari.
Xiao Xi berhasil membohongi ayah dan segera mengambil pakaian Jiang Chen, Xiao Xi benar-benar membuang pakaian Jiang Chen HAHAAhAhAhaa.
Ayah menyampaikan kalau mereka sudah mengenal Jiang Chen semenjak kecil, dan hari ini ia ingin mengajak Jiang Chen minum. Ayah menuangkan minuman untuk Jiang Chen dan Jaing Chen minum one shot.

1 jam kemudian, mereka terus minum-minum dan Jiang Chen kelihatan sudah sangat mabuk. Xiao Xi sangat khawatir.
Ayah berkata pada Jiang Chen, puteriku, Chan Xiao Xi, hanya ada satu kata untuknya. Luar Biasa!
Jiang Chen mengerti. Ibu mengejek ayah, dengan kemampuan minum alkoholmu yang hanya segini, kamu berani mengajak calon menantumu minum alkohol untuk mengetesnya.
ayah protes alasannya ibu mengejeknya, padahal ia berpengaruh minum. Ibu melihat keduanya sudah sangat mabuk dan menyuruh mereka berhenti. Ibu tetapkan membawa ayah pulang dan menyuruh Xiao Xi mengurus Jiang Chen, ia akan mengurus ayah.

Setelah orang tuanya pulang, Xiao Xi melihat Jiang Chen yang mabuk berat dan menyuruh Jiang Chen bersandar padanya dan tidur sebentar.
Jiang Chen menurut, tapi kemudian ia terbangun. Ia menyampaikan akan menceritakan sebuah kisah pada Xiao Xi.
Ini yaitu kebiasaan mabuk Jiang Chen yang nggak berubah, jadi beliau mulai menceritakan ihwal disebuah hutan yang sepi, tengah malam, bintang-bintang bersinar, kita tidur dengan nyenyak, pengawal tiba dan melindungi kehidupan kita.
Xiao Xi mengerutkan keningnya, dan Jiang Chen bertanya siapa pemimpin mereka. Xiao Xi tahu kebiasaan mabuk Jiang Chen dan menyampaikan pemimpin mereka yaitu Black Cat. Jiang Chen mulai menyanyikan OSt Black Cat mirip dikala ia mabuk dikala ia kecil dulu HAHHAHHAHA.
Xiao Xi tertawa dan menyuruh Jiang Chen berhenti, ia menutup verbal Jiang Chen dan menyuruhnya tidur.

Tapi Jiang Chen terbangun lagi dan menyampaikan kalau ia ingin mencari Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan kalau ia yaitu Chen Xiao Xi.
Jiang Chen dalam mabuknya menatap Xiao Xi dan menyampaikan kalau ia mirip mengenal Xiao Xi. Xiao Xi menyuruh Jiang Chen untuk tidur dan membaringkan Jiang Chen di bahunya.
Tapi Jiang Chen bangun lagi dan bertanya, apa kamu benar Xiao Xi?
Xiao Xi menyampaikan kalau ia yaitu Chen Xiao Xi. Jiang Chen memeluk Xiao Xi dan memanggil namanya. Ia menyampaikan kalau ia sangat merindukan Xiao Xi.
Xiao Xi mengerti, ia membelai rambut Xiao Xi dan memeluknya dengan erat.
Awwwwwwwwwwwwww.

Xiao Xi sedang di kantor dikala rekan kerjanya meminta Xiao Xi menandatangani komik milik keponakannya, tapi Xiao Xi agak sombong menyampaikan ia tak mau, alasannya tanda tangannya buruk HAHAHHAHAHA.
Bos kemudian tiba memberi kabar kalau Xiao Xi akan melaksanakan fansign, alasannya komik Xiao Xi cukup terkenal dan pihak penerbit ingin melaksanakan program fansign. Xiao Xi senang sekali tapi ia bertanya-tanya apa orang-orang akan datang?
Bos yakin kalau niscaya banyak yang mengantri nanti. Xiao Xi bersemangat untuk menelpon teman-temannya, ia balasannya punya sesuatu yang bisa pamerkan.

Pertama, Xiao Xi menelpon Jiang Chen. Jiang Chen sedang sibuk menyelidiki pasien dikala Xiao Xi memberitahukan hari sabtu nanti akan ada program fansign dan ia ingin Jiang Chen datang.
Jiang Chen ingat kalau ia ada seminar selesai pekan ini, jadi ia tak bisa datang. Xiao Xi kecewa, tapi ia mengerti alasannya pacarnya sibuk.
Kedua, Xiao Xi menelpon Jing Jing. Jing Jing sedang sibuk dikampus, ia sedang berdiskusi dengan dosen-nya dikala Xiao Xi menelpon.
Xiao Xi menceritakan bagaimana komiknya terjual dengan baik dan akan mengadakan fansign, ia meminta Jing Jing datang. Tapi Jing Jing sudah ada kesepakatan dengan dosen-nya selesai pekan nanti, jadi ia tak bisa datang.
Ketiga, Xiao Xi menelpon Bo Song. Bo Song sedang bersama managernya yang mencoba meyakinkan Bo song untuk tidak hiatus dari dunia hiburan, alasannya Bo Song sedang sangat populer, sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan. Ia bahkan sudah mendaftarkan Bo song di program dating variety show. Manager ingin membantu Bo Song melupakan Xiao Xi HHAHAAHAHAHA.
Saat Xiao Xi menelpon, Bo Song awalnya ragu mengangkatnya, tapi balasannya ia bicara juga. Xiao Xi menyampaikan mengenai program fansignnya, tapi Bo Song tidak bisa tiba dengan alasan jadwalnya sangat padat.
Terakhir, Xiao Xi menelpon Lu Yang yang memberi nama Xiao Xi dengan ‘si kaki pendek Xi’ di HP-nya HAHHAHAHAHAHAHA.
Lu Yang menolak tiba alasannya ia tahu kalau Xiao Xi akan pamer disana hHAHAHAHAHHA. Xiao Xi memohon tapi Lu Yang malah menutup telpon alasannya ada fans yang tiba meminta foto dengannya wkkwkwkwkwk. Populer ya kini XD

Xiao Xi sangat kecewa alasannya tak ada satu-pun temannya yang bisa tiba di program fansign-nya nanti.
Bos awalnya mengejek Xiao Xi alasannya Xiao Xi kelihatan nggak punya sobat HAHAHHAHA. Tapi kemudian ia menghibur Xiao Xi, ia menyampaikan dikala mereka tumbuh dewasa, jarak akan semakin terlihat alasannya orang-orang punya urusan mereka masing-masing, jadi memang sangat sulit menemukan waktu untuk berkumpul.
Xiao Xi mendesah dan menyampaikan kalau ia baik-baik saja, setidaknya ia masih punya fans yang akan datang, cinta dari fans-nya membuatnya kuat.
Meski berkata begitu, tentu saja Xiao Xi sangat sedih. Bos hanya bisa memberinya semangat.

Hari-H, fansign Chen Xiao Xi, manga-ka dari komik berjudul ‘To Our Pure Little Beauty’. Acara fansign dilakukan di kampung halaman Xiao Xi, di toko buku yang biasa mereka datangi.
Ternyata yang tiba hanya sedikit dan Xiao Xi kecewa, ia melirik bos dengan tajam, alasannya kemarin bos bilang yang tiba bakalan banyak.
Bos menciptakan alasan kalau nanti niscaya banyak yang datang, alasannya ini gres mulai. Untuk mengulur waktu, bos meminta Xiao Xi untuk menandatangani dengan pelan dan banyak bicara pada fans yang datang, gambarkan mereka sesuatu. Ia akan mengontak penerbit lagi, alasannya ia pikir mungkin publikasi mengenai fansign ini tidak bagus, jadi banyak fans yang tidak tahu.
Xiao Xi hanya bisa cemberut saja dan Bos meninggalkannya sesudah memberi semangat.

Acara fansign dimulai. Xiao Xi mulai menandatangi dan banyak yang menyampaikan kalau ia menyukai Xiao Xi.
Tiba-tiba seseorang tiba dan menyampaikan kalau ia menyukai Xiao Xi juga. Xiao Xi merasa ia mengenal bunyi itu dan mendongak.
Xiao Xi melihat Jiang Chen datang, ia sangat senang dan ia lebih bahagia, alasannya Jing Jing, Lu Yang dan Bo Song juga tiba bersama Jiang Chen.
Lu Yang mengejk fansign Xiao Xi yang tidak banyak orangnya dan Xiao Xi malah ingin pamer pada mereka HAHAHHAHAAHHA.
Xiao Xi tersenyum melihat mereka, ia sangat senang teman-temannya bisa tiba ke program fansignnya, itu sudah cukup baginya.
Jiang Chen gemes banged dan mencubit pipi Xiao Xi.

Acara fansign selesai, teman-teman masih disana dan mengecek komik Xiao Xi, mereka membicarakan abjad mereka yang ada dalam komik Xiao Xi. Tapi mereka jadi aib alasannya itu yaitu ihwal masa Sekolah Menengan Atas mereka.
Bo song kemudian mengajak mereka untuk makan diluar. Lu Yang, Bo Song dan Jing Jing pergi duluan, meninggalkan Xiao Xi dan Jiang chen.
Jiang Chen mengulurkan tangannya dan Xiao Xi menyambutnya dengan bahagia,

Xiao Xi dan Jiang Chen berjalan berdua sambil bergandengan tangan, dijalan yang biasanya mereka lalui dikala berangkat dan pulang sekolah.
Keduanya berjalan dengan senang dan perlahan kita melihat bayangan mereka berdua dikala masih SMA, dikala mengenakan pakaian SMA, mereka berdua bergandengan tangan, saling menatap dan tersenyum.

-THE END-

Epilog 1

Suatu hari dimusim panas, Jiang Chen pulang sekolah dan Xiao Xi mengejarnya dari belakang, ia meminta Jiang Chen menunggunya.
Xiao Xi mengeluh alasannya tasnya sangat berat. JIang Chen mencoba mengangkatnya dan menyampaikan siapa suruh Xiao Xi menaruh banyak buku di dalamnya. Jiang Chen mengangkat tas Xiao Xi sambil terus bejalan, supaya Xiao Xi tidak mencicipi beratnya tas itu, awwww.
Xiao Xi menyampaikan kalau Bo song yang menaruhnya di dalam tasnya alasannya takut beliau akan terbang kalau ada angin angin kencang HAHAHAHHAHA.
Jiang Chen kesal mendengar nama  Bo Song dan Xiao Xi yang terus membicarakan Bo Song itu begini dan begitu.
Jiang Chen melepaskan tangannya dari tas Xiao Xi dan tentu saja Xiao Xi hampir jatuh alasannya Jiang Chen melaksanakan itu tiba-tiba. Saking kesalnya, Jiang Chen juga melepas tasnya dan menyuruh Xiao Xi membawakannya.
Xiao Xi gundah dan menyuruh Jiang Chen menunggunya. Jiang Chen berjalan didepan Xiao Xi dan bertanya kenapa ia harus menunggu Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan bila Jiang Chen meunggunya, akan terjadi hal bagus.
Jiang Chen berhenti dan melihat ke belakang. Xiao Xi tersenyum dan melepaskan tas Jiang Chen dari lehernya, ia memasangkan pada Xiao Xi. Xiao Xi tersenyum dan Jiang Chen membalas senyumannya.
Jiang Chen berlari meninggalkan Xiao Xi dan Xiao Xi mengejarnya.

Komentar: AWWWW, Ini harusnya penutup buat episode dulu-dulu kan ya? Kenapa coba nggak dulu aja dimasukin-nya, soalnya manis bangeeeeeeeeed. Jiang Chen lhpo di episode awal nggak pernah senyum begitu, selalu berwajah masbodoh sedingin es. Ternyata ada masa dimana beliau senyum juga sama Xiao Xi. HAHAHAHAHAA. BTW sebelum nonton episode ini saya udah duluan liat BTS penutup ini, saya waktu itu berharap episodenya tayang tapi nggak tayang2, ternyata buat penutup lol.

Epilog 2: Jiang Chen’s Narration

Di penutup episode terakhir ini, diceritakan masa kemudian Jiang Chen dan Xiao Xi dan juga narasi bagaimana perasaan Jiang Chen pada Xiao Xi yang bekerjsama masa-masa Sekolah Menengan Atas mereka. Sebenarnya agak awut-awutan susunannya, saya juga jadi bingung. Aku akan berusaha menjelaskan dengan caraku sendiri, supaya lebih gampang dimengerti.
Note: Yang garis miring dan dikutip yaitu narasi Jiang Chen.

Saat Jiang Chen ke rumah Xiao Xi untuk pertama kalinya, dikala Jiang Chen sakit lambung dan Xiao Xi menyuruhnya ke rumah alasannya akan memasakkan mie untuk Jiang Chen, Jiang Chen menatap Xiao Xi yang sedang memasak dan ia mulai berfikir.
Jiang Chen melihat Xiao Xi yang kesulitan memasak untuknya.

“Kadang-kadang, saya ingin tau apakah ini alasannya eksekusi alam dari kehidupan masa laluku. Karma ‘kenapa saya sangat mencintainya sekarang’ mungkin dimulai semenjak dikala itu.”

Flashback ke masa Sekolah Menengan Atas Xiao Xi dan Jiang Chen, di episode 1 dikala bersih-bersih halaman, Xiao Xi menyampaikan kalau ia menyukai Jiang Chen, tapi Jiang Chen menyampaikan ia tak menyukai Xiao Xi.

“Sepertinya nilai ujian tahun ini, nilai Xiao Xi lebih rendah dari tahun kemarin, lebih rendah 5 poin dari tahun kemarin. Dia tidak pernah mengerti apa yang saya katakan. Dan saya tidak pernah mengerti, kakinya sangat pendek tapi kenapa beliau bisa berlari secepat itu dikala mengikutiku? Kaprikornus saya sengaja berjalan lebih cepat dari biasanya, untuk melihat apakah beliau bisa mengejarku atau tidak. Tapi saya terjejut, beliau selalu bisa mengejarku. Lalu perlahan saya mulai menyadari, kalau saya mulai menunggunya untuk mengikutiku dan memperhatikannya.”

Sejak awal, Xiao Xi yaitu orang yang selalu mengikuti Jiang Chen. Xiao Xi selalu bersemangat bila bekerjasama dengan Jiang Chen, ia selalu mengikuti Jiang chen dibelakang, meski kadang beliau rahasia mengikuti Jiang Chen, Jiang Chen bekerjsama tahu akan hal itu. Jiang Chen mulai merasa tertarik pada Xiao Xi yang selalu mengikutinya dan sengaja berjalan cepat atau mengayuh sepedanya dengan cepat, untuk melihat apakah Xiao Xi masih bisa mengejarnya dan ia cukup kaget alasannya Xiao Xi selalu berhasil mengikutinya dibelakang. Waktu berlalu dengan keadaan mirip itu, lama-lama Jiang Chen mulai menyadari kalau ia mulai menunggu Xiao Xi untuk mengikutinya. Intinya sih beliau mulai menikmati Xiao Xi yang terus mengikutinya dan perlahan ia mulai memperhatikan Xiao Xi juga. Bagaimana Xiao Xi yang selalu mengayuh sepeda dibelakangnya, Xiao Xi yang bangun pagi-pagi sekali hanya untuk menyampaikan sarapan roti padanya.

“Dan kemudian saya mengetahui, kalau gadis ini, Chen Xiao Xi, dari pagi hingga malam, selalu mengakibatkan masalah. Aku selalu harus membantunya. Untuk membantunya, saya menulis surat penyesalan untuk pertama kalinya. Ngomong-ngomong saya pikir dalam hal menulis surat penyesalan, beliau lebih baik daripada aku. Untuk mengembalikan uang kas padanya, saya harus membantu guru menulis memo, menulis dikala pelajaran sedang berlangsung dan dikala jam istirahat. Aku bahkan tidak tahu apa yang kami pelajari dikala itu alasannya saya tidak memperhatikan, saya sibuk menulis memo.”

KIta derlihatkan sebuah adegan yang di cut, dimana Xiao Xi tampaknya terlibat sabung verbal dengan seorang preman dan Jiang Chen membantunya.
Adegan dimana Jiang Chen berdiri melindungi Xiao Xi alasannya persoalan surat cinta, dimana mereka berlima harus menulis surat penyesalan. Saat Xiao Xi kehilangan uang kas, Jiang Chen membantu guru menulis memo dan  ternyata menulisnya itu Jiang Chen butuh waktu lama, dikala jam pelajaran dan istirahat beliau nggak memperhatian, demi Xiao Xi beliau terus menulis memo, biar ia bisa membantu Xiao Xi mengambil uang kas yang ia selipkan di buku tugasnya. awwwwww.

“Tapi, kadang kala beliau bekerjsama tidak perlu dikasihani.”

Wu Bo Song mulai muncul dalam kehidupan mereka dan menyampaikan perhatian yang lebih pada Xiao Xi sehingga selalu terlihat bersamanya. Apalagi dikala Xiao Xi dan Bo Song menggunakan baju couple.
Saat adik Jiang Chen menyampaikan kalau Xiao Xi itu cukup manis dan ingin punya pacar mirip Xiao Xi suatu hari nanti, dalam hatinya Jiang Chen berkata, ‘kau hanya bisa bermimpi’. HAHAHHAHAHAHA.
dikala Xiao Xi pindah dari asrama, ia melihat Xiao Xi bersama laki-laki tak ia kenal. Jiang Chen benar-benar cemburu omg, bahkan sama adiknya sendiri wkkwkwkw.
Dalam narasinya, Jiang Chen mengaku ia cemburu.

“Saat itu saya mulai merasa cemburu. Kemudian saya mendengar beliau akan pindah sekolah, saya tidak tidur sama sekali malam itu. Aku tiba-tiba merasa takut kalau beliau benar-benar akan pergi. Kaprikornus saya tetapkan untuk eksklusif memaafkannya dan menemukan cara bagaimana biar beliau tidak jadi pindah sekolah.”

Kaprikornus malam dikala Jiang Chen mendengar pembicaraan ibunya dan Ibu Xiao Xi mengenai Xiao Xi yang aka pindah sekolah, ternyata Jiang Chen galau semalaman memikirkan bagaimana cara biar Xiao Xi tidak pindah sekolah. Karena itu ia sengaja memberitahu Jing Jing dan Lu Yang, supaya beliau tidak berfikir sendirian dan ada temannya yang membantu Xiao Xi biar tidak pindah sekolah.

“Lama kelamaan, saya mulai menyadari kalau beliau ternyata cukup manis. Setiap kali saya memikirkannya, saya tidak bisa menahan senyumanku. Kadang-kadang saya tidak bisa menahannya dan saya ingin melindunginya. Tapi kadang saya juga tak tahan dan ingin menganggunya.”

Saat Xiao Xi membaca buku di toko buku, Jiang Chen tersenyum padanya, disana Jiang Chen mulai merasa kalau Xiao Xi itu manis. Dia bahkan mulai mengibaratkan kalau Xiao Xi anak anjing, makanya beliau dongeng begitu ke adiknya. Jiang Chen merasa Xiao Xi sangat manis dikala menangis dilengan bajunya awwwww.
Ada juga adegan yang di cut, yang diperlihatkan, dikala Xiao Xi hampir tertabrak mobil, Jiang Chen melindunginya. Di teaser ada, didrama ga ada, di penutup selesai ini mereka memasukkannya.
Adegan dikala Jiang Chen akan membantu Xiao Xi mengambil buku tapi ternyata malah meletakkannya ditempat yang lebih tinggi, judul bukunya ternyata yaitu “Bagaimana cara menciptakan orang yang tunggi dan bakir jatuh cinta padaku.” HAHHAAHHAAHA.

“Tapi setiap kali saya ingin melaksanakan sesuatu untuknya, beliau selalu membuatku marah. Aku sengaja menentukan orang lain, memangnya siapa suruh beliau berlari dengan orang lain di lapangan olahraga? Melihatnya saja sudah membuatku sebal.”

Pada dikala pemilihan ketua kelas, Jiang Chen menyampaikan Xiao Xi tidak cocok menjadi ketua kelas dan sengaja vote untuk Li Wei, ternyata alasannya Jiang Chen cemburu, beliau melihat Xiao Xi dan Bo Song asik di lapangan olahraga HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.
Pada dikala Jiang Chen membayar jersey MU pada Xiao Xi, Xiao Xi menangis dan melempar uangnya, berteriak pada Jiang Chen kalau mustahil selamanya ia hanya menyukai Jiang Chen.

“Pada dikala itu, saya belum menyadari kalau saya sudah mulai menyukainya. Hari itu, beliau menangis sangat menyedihkan. Aku tiba-tiba berfikir, semenjak hari itu saya berusaha untuk tidak membuatnya menangis. Tapi… tampaknya saya tidak bisa melakukannya. Karena kami berdua sering berbeda pendapat.”

Sejak insiden Jersey itu, Jiang Chen tidak ingin menciptakan Xiao Xi menangis lagi. Tapi pada balasannya beliau selalu menciptakan Xiao Xi menangis, dikala Xiao Xi terjatuh dan tangannya terluka, dikala Xiao Xi ingin bekerja sambilan tapi Jiang Chen tidak menyukai wangsit itu. Jiang Chen sering menciptakan Xiao Xi bersedih.
Pada dikala Xiao Xi meminta putus dari Jiang Chen, Jiang Chen mulai sedikit sombong.

“Pada dikala itu, saya pikir beliau hanya mengujiku, semuanya akan baik-baik saja sesudah beliau tenang. Tapi kemudian, saya menyadari kalau cara berfikirku terlalu simple. Tiga tahun dikala saya di Peking Union Medical College, waktu berlalu dengan sangat cepat.”

Yang saya maksud sombong diatas adalah, alasannya Xiao Xi selalu mengikutinya, jadi dikala bertengkar Jiang Chen yakin nanti Xiao Xi akan kembali lagi padanya. Intinya sih alasannya Xiao Xi biasanya begitu, jadi Jiang Chen nggak pernah berfikir kalau mereka akan benar-benar berpisah. Tapi pada kenyataannya sesudah ia ke Beijing, Xiao Xi tidak menghubunginya. Saat Jiang Chen kembali ke kampung halaman untuk menemui Xiao Xi, ia malah melihat Xiao Xi berpelukan dengan Bo Song di Bandara. Saat ia menghubungi Xiao Xi, mirip biasa, Jiang Chen menciptakan alasan salah nomor dan Xiao Xi menyampaikan ia akan ganti nomor. Jiang Chen sangat murka dan melempar ponselnya ke danau/sungai.
Adegan ini di cut di drama, jadi nggak ada, padahal kalau ada jadi terang kan alasan kenapa mereka putusnya.
Tapi selama masa itu, Setiap ditanya apakah Jiang Chen punya pacar, selama ini Jiang Chen selalu menjawab punya. Ia masih menganggap Xiao Xi pacarnya meski sudah putus 3 tahun lalu.

“Aku bekerjsama tahu kalau saya selalu tidak bisa memperlihatkan perasaanku sebenarnya, selalu menggunakan topeng setiap hari (untuk menutupi perasaan sebenarnya). Itu sangat tidak nyaman dan saya tidak bisa bernafas. Kaprikornus saya berfikir saya harus menemukannya lagi. Tidak peduli siapapun disisinya.”

 

Dan Begitulah Jiang Chen balasannya menemukan Xiao Xi lagi, dikala mereka reunian di lobi rumah sakit. Jiang Chen sudah tetapkan kalau ia menemukan Xiao Xi lagi, tak peduli siapa yang ada disisi Xiao Xi dikala itu, ia akan merebut hatinya kembali. (Pada dikala ini nih saya kesal banged sama Jiang Chen, pengen memenangkan hati Xiao Xi lagi tapi kepedean dan ga mau ngakui kesalahan masa kemudian wkkwkwk).
Ada ditunjukkan adegan yang di cut lagi, kayaknya pas masa Sekolah Menengan Atas atau pas mereka masih kuliah, dikala Xiao Xi dan Jiang Chen jalan-jalan dipinggir sungai, Xiao Xi bertanya pada Jiang Chen apakah beliau harus menindik telinganya. Jiang Chen dengan cepat menjawab kalau ia tak suka. Xiao Xi senang alasannya ia tak tahu Jiang Chen begitu peduli padanya.

“Aku tahu kalau saya sangat egois, tapi beliau sangat baik. Dia tidak hanya bisa mentoleransi sifatku yang dingin, keanehanku, sifatku yang tak bisa bersahabat dengan orang lain, tapi beliau juga bisa menikmati saat-saat itu. Keberadaannya, mirip sebuah abjad game yang diciptakan khusus untukku atau hanya kegilaan. Tapi saya merasa saya sangat beruntung, bisa menggenggam kegilaan ini. Xiao Xi, saya sangat berterima kasih. Karena kamu kembali dan kita bisa kembali bersama-sama.”

Dibagian ending drama ini, kita melihat pembicaraan fans Xiao Xi yang sedang mengantri untuk tanda tangan. Mereka membicarakan siapa abjad yang mereka sukai dan seseorang menjawab tentu saja Wu Bo Song, alasannya berlian di cincin yang diberikan Bo song sangat besar.
Saat itu Bo song muncul dibelakang mereka dan melihat gadis itu.
*btw gadis itu kok kayak dokter Su ya?

Komentar:
HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA BERAKHIR JUGA INI DRAMA YA AMPUUUUUN!!!
Drama yang sudah saya tunggu-tunggu semenjak bulan Agustus 2017, katanya akan tayang selesai september, dinantikan hingga oktober nggak tayang-tayang terus sanggup kabar kalau akan tayang mulai november dan ternyata benar banged, tayang november. Beruntung ada yang ngesub dan cepet pula, aduhhhh, pokoknya ini drama blessed banged deh. Beruntung saya nemu stills-nya dan tertarik menunggu drama ini, ternyata penantian panjang dan usaha nggak sia-sia. Meskipun banyak kekurangan disana sini, tapi saya menyukai drama ini^^

Kisah cinta Jiang Chen dan Xiao Xi ini yaitu cinta alasannya terbiasa. Mereka sudah mengenal semenjak masih kecil dan Xiao Xi menyukai Jiang Chen semenjak Sekolah Menengah Pertama dan mulai terus mengikutinya. Akhirnya di last episode ini kita mendengarkan narasi Jiang Chen bagaimana bekerjsama hubungan mereka dari sudut pandang Jiang Chen.
ternyata dulu Jiang Chen itu bekerjsama terganggu juga diikuti terus, tapi lama-lama beliau jadi ingin tau dan menikmatinya, bahkan menguji Xiao Xi dan cukup kaget alasannya Xiao Xi selalu bisa mengejarnya. Ia mulai suka pada Xiao Xi dan perlahan-lahan, di gadis yang selalu mengikutinya itu jadi penggalan dari kesehariannya dan begitu ia sadar, ia tak bisa hidup tanpa Xiao Xi.
Meski Jiang Chen dingin, tapi bekerjsama Jiang Chen sayang banged pada Xiao Xi.

Jiang Chen pernah menyampaikan di episode sebelumnya kalau semua orang berfikir cinta Xiao Xi itu lebih besar daripada cinta Jiang Chen, tapi bagi Jiang Chen, cintanya pada Xiao Xi jauh lebih besar, hanya saja orang lain tidak tahu.
Xiao Xi akan baik-baik saja tanpa Jiang Chen, meski mungkin butuh waktu, beliau akan baik-baik saja. Tapi bagi Jiang Chen, Xiao Xi selalu ada disekitarnya, nggak pernah meninggalkannya dan tiba-tiba tanpa Xiao Xi, beliau beneran merasa hampa, ia bahkan menuntaskan studinya selama 3 tahun dan kembali untuk memenangkan hati Xiao Xi lagi. Dia gres menyadari kalau Xiao Xi itu segalanya baginya. Awwwwwwwww.
Jiang Chen mengakui kalau beliau memang egois dan bukan laki-laki yang kolam 100%, tapi Xiao Xi selalu ada untuknya, Xiao Xi satu-satunya yang tahan dengan perilaku dinginnya dan justru menikmati perilaku Jiang Chen padanya, makanya Jiang Chen jadi makin suka.
AAACKKKKKKKKK.

Adegan-adegan di episode ini gila manis bangeeeeeeed. Mereka itu udah kaya pengantin baru. Dulu pas teasernya gres rilis, saya pikir adegan manis di episode 23 ini yaitu dikala mereka mulai tinggal serumah lho, tapi ternyata pas gres lamaran HAHAHHHA. Padahal saya berharap mereka tinggal serumah lho, alias cepat menikah. Di teasernya ada bunyi anak kecil namanya Jiang Xiao Ke kalau saya nggak salah, itu anaknya Xiao Xi dan Jiang Chen, sayangnya disini kita nggak bisa melihatnya hehehhehhe.
Xiao Xi manja banged sama Jiang Chen sumpah deh, dan Jiang Chen manis banged selalu nurut ini dan itu. Pokoknya episode 23 ini menciptakan saya memaafkan Jiang Chen dimasa kemudian HAHAHAHHAHAHAAHAHAHA.
Aaackkk, gemesssssssss.

Tapi saya masih merasa script drama ini kurang jelas, banyak plot yang terasa hambar, apalagi dikala mulai memasuki part selesai drama ini.
Masalah kissu pertama Jiang Chen dan Xiao Xi, sama sekali nggak dibahas lagi. Kita bisa sih menganggap kalau Xiao Xi nggak ingat, tapi saya pengen Jiang Chen setidaknya menyampaikan mengenai itu, membahasnya gitu. Kayak di Itakiss kan balasannya adik Naoki memberitahu Kotoko dikala mereka menikah hehehehhehe. Itu sumpah ngegantung banged.
Aku bekerjsama ingin melihat bagaimana reaksi orang renta dikala tahu Xiao Xi dan Jiang Chen pacaran. Aku sudah menunggunya adanya adegan itu, tapi sama sekali nggak ada, saya kecewa. Padahal saya pengen liat reaksi ortu Xiao Xi dan Jiang Rui juga. Sampai selesai kayaknya Jiang Rui nggak tahu kalau anjing kecil itu yaitu Xiao Xi HAHHHAHAHA.

Mengenai ending episode 23 ini, pas penggalan Bo Song, saya bekerjsama mencoba menonton beberapa kali alasannya saya bekerjsama bingung. Tapi balasannya saya menarik kesimpulan apa yang mungkin ingin disampaikan penulis.
Kaprikornus pas itu mereka membicarakan abjad yang mereka sukai dari komik Xiao Xi dan seorang gadis menjawab Wu Bo Song, alasannya cincin Bo song itu berliannya gede. Bo song dikala itu gres tiba alasannya ajakan Xiao Xi, kayaknya beliau menunggu Jiang Chen, Jing Jing dan Lu Yang, makanya masih diluar.
Dia mendengar kata-kata gadis itu mungkin beliau jadi ingat Xiao Xi, Xiao Xi kan kepribadiannya memang gitu, beliau suka permata yang gede. Kaprikornus bener kayaknya ini hint kalau Bo Song belum 100% merelakan Xiao Xi dan beliau masih mencari seseorang yang mirip Xiao Xi, bisa jadi itu cewek bakal jadi jodoh Bo Song. Tapi nanggung banged sumpah, masa cuma gitu HAHAHHAHAHAHAHA.

To Our Pure Little Beauty yaitu judul bekerjsama dari drama ini kalau dibaca dalam bahasa China, tapi mereka mengubah judul english-nya dengan A Love So Beautiful, yang mempunyai arti yang mirip dan lebih gampang dimengerti.
Aku bekerjsama lebih suka judul To Our Pure Little Beauty, makanya saya selalu memakainya bersahabat judul setiap episodenya
Dalam drama ini, komik buatan Xiao Xi berjudul ‘To Our Pure Little Beauty /  A Love So Beautiful’, ceritanya ya sama dengan drama ini, alasannya menceritakan kehidupan Sekolah Menengan Atas penulisnya.
Drama ini sendiri diambil dari sebuah novel berjudul sama, saya ingin tau sama novelnya, kira-kira ada versi terjemahannya nggak ya?
FYI, di versi novel, tokoh Wu Bo Song bekerjsama tidak ada, director sengaja menambahkan abjad Bo Song disini, supaya ceritanya lebih wah HAHAHHAHAHA.

Overall, saya sangat menyukai drama ini, nggak nyesal sudah mengikuti dan menciptakan sinopsisnya, terlepas dari kekurangan disana sini, bagi yang ingin mencari tontonan menghibur dengan puppy love story, ini cocok banged, alasannya nggak berat sama sekali kisahnya.
Jiang Chen memang bikin baper dan senyam senyum sendiri, tapi favorite saya dalam drama ini selain female lead yaitu Wu Bo Song. Bo Song benar-benar mencuri hatiku
Aku pikir beliau juga piihan elok untuk Xiao Xi, kalau contohnya di Hurunaka no Ryuseii niscaya udah jadi sama Xiao Xi. Tapi Xiao Xi dan Jiang Chen memang bikin baper. Aku suka Jiang Chen – Xiao Xi, tapi Bo Song juga suka HHAHAHAHHAHAHAHAA.

Meski drama ini berakhir di episode 23, tapi masih ada 1 episode special, episode 24, itu hanya sebuah penutup panjang dari adegan yang di cut dalam drama ini. Awalnya saya pikir kumpulan cut scene lho, taunya cuma sebuah kisah panjang Jiang Chen dan Xiao Xi hehehehehee.
Aku masih akan menciptakan sinopsis special episodenya + satu postingan lagi ihwal A Love So Beautiful Cut Scene 🙂

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top