Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 24 – Special

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 24 – Special

Happy New Year 2018, semuanya!! 💕🎉🎉🎆🎆

Postingan pertama di tahun 2018 ini masih mengenai A Love So Beautiful 💙
Aku cukup kecewa dengan Special Episode A Love So Beautiful ini, alasannya awalnya katanya special episode ini akan merangkum cut scene dari dramanya. Aku sudah berharap mereka akan memperlihatkan adegan-adegan yang di cut yang sudah diperlihatkan di teaser tapi nggak tayang di drama, sayangnya special episode ini justru hanya 1 penutup panjang.
Kalian masih ingat kan, ketika saya bertanya-tanya kapan Xiao Xi ikut super girl? Karena Jing Jing menyampaikan lagu yang dimainkan Jiang Chen dengan piano ialah lagu yang dinyanyikan Xiao Xi ketika ikut super girl?
Nah, disini akan dibahas mengenai ketika Xiao Xi ikut program super girl itu.

Special Episode: I Want to Sing a Song of Me to You

Episode ini mengambil latar saat  dkk masih kelas 1 Sekolah Menengan Atas dan Wu Bo Song belum pindah ke sekolah mereka.
Jiang Chen sedang berguru di kawasan duduknya ketika Lu Yang dkk tiba mengajaknya main bola, alasannya hanya Jiang Chen yang tidak pernah bermain bersama mereka. Mereka sudah sekelas selama 6 bulan tapi Jiang Chen sama sekali tidak pernah bermain dengan mereka. Jiang Chen tentu saja menolak, ia tak tertarik dengan hal menyerupai itu. Lu Yang terus mengajak Jiang Chen dan menyampaikan sifat Jiang Chen ini menurun dari siapa, Jiang Chen bahkan belum mengingat nama-nama sobat sekelas mereka. Lu yang mengajak Jiang Chen main bola biar Jiang Chen lebih dekat dan mengenal mereka.
Lu Yang juga membahas mengenai Xiao Xi, ia dengan dari Xiao Xi kalau Jiang Chen pernah mendapat VIP sebelumnya.

Tiba-tiba Xiao Xi tiba dan menyampaikan pada Lu Yang kalau itu bukan VIP tai MPV. Lu Yang kesal sekali alasannya Xiao Xi mengganggunya yang sedang berusaha mengajak Jiang Chen.
Xiao Xi tak peduli dan mendekati Jiang Chen, ia ingin Jiang Chen mengajarkannya sesuatu. Mendengar itu Jiang Chen malah menyampaikan kalau ia akan main bola dan meninggalkan Xiao Xi. Lu Yang dkk sangat senang HAHAHAHAHAHA.
Xiao Xi cemberut alasannya Jiang Chen selalu begitu padanya.

Xiao Xi duduk di kursi Jiang Chen dan melihat mp3 player di meja Jiang Chen. Ia rahasia mendengarkan mp3 player itu, dan tahu kalau Jiang Chen sedang mendengarkan radio yang ada iklan mengenai audisi Super Girl. Xiao Xi senyam senyum sendiri, ia punya sebuah ilham yang bagus.

Di rumah, Xiao Xi memutuskan untuk ikut audisi super girl itu, ia bahkan meyakinkan dirinya sendiri untuk berusaha mengikuti audisi itu. Xiao Xi mulai merekam dirinya sendiri dengan tape lucu miliknya.
Ia bahkan latihan menyanyi di lapangan sekolah , tentu saja lengkap dengan ekspresinya dan menciptakan teman-temannya yang melihat merasa Xiao Xi makin usang makin absurd HAHAHAHAHA.
Xiao Xi juga terpesona melihat Jiang Chen yang berolahraga di lapangan dan terus memandanginya dengan penuh cinta.
Xiao Xi bersemangat alasannya ia membayangkan Jiang Chen akan menggendongnya menyerupai puteri pada ketika ia mengikuti audisi nanti wkwkwkkwkw.

Ada adegan menyerupai di penutup beberapa waktu yang lalu, ketika 2 orang gadis bertemu Jiang Chen dan Xiao Xi, mereka terkejut alasannya Jiang Chen tidak pindah sekolah, padahal Xiao Xi bilang Jiang Chen pindah sekolah.
Jiang Chen menatap Xiao Xi dengan tajam dan Xiao Xi agak takut. Saat mereka pergi, Xiao Xi berusaha mengikuti Jiang Chen dan bertanya apakah Jiang Chen murka padanya. Jiang Chen tidak menjawab dan Xiao Xi malah mulai biacra panjang lebar.
Xiao Xi menyampaikan Aku tak seharusnya membantumu untuk pindah sekolah.  Jika saya membantumu, maka seharusnya saya mendapat izinmu dulu. Eh tunggu dulu, kamu tidak benar-benar akan pindah sekolah kan? Jika kamu pindah sekolah, apa yang harus saya lakukan? Tidak. Tidak. Tidak. Kau tidak akan pindah sekolah, kamu bahkan tidak pindah ke kawasan ibumu…
Jiang Chen kesal mendengar Xiao Xi terus bicara, apalagi membahas ibunya. Jiang Chen menghentikan langkahnya dan memotong pembicaraan Xiao Xi, Apakah saya segitu dekatnya denganmu? Aku mau pindah sekolah atau tidak, saya mau ke kawasan ibuku atau tidak, itu bukan urusanmu.
Jiang Chen kesal dan meninggalkan Xiao Xi.

Xiao Xi kembali ke kelas dengan wajah murung sesudah Jiang Chen murka padanya. Ia duduk di kursinya dan tidur alasannya nggak bersemangat.
Qiao Lu sedang sibuk dengan tape di depan kelas, tapi tapenya nggak mau diputar. Qiao Lu ingin meminjam kaset teman-teman yang lain, tapi nggak ada yang mendengarkan.
Qiao Lu melihat ke meja Xiao Xi dan ada tape milik Xiao Xi, jadi ia meminjamnya. Karena Xiao Xi tidur dan nggak mendengarkan, Qiao Lu mengambil begitu saja.
Qiao Lu mengecek kaset Xiao Xi dan ia yakin itu isinya ialah pelajaran listening bahasa Inggris, jadi ia memasangnya. ISi awalnya memang pelajaran bahasa Inggris, tapi ternyata Xiao Xi merekam suaranya menyanyi di kaset itu dan seluruh kelas terkejut mendengarkannya.
Xiao Xi masih belum sadar ketika guru memanggilnya dan semuanya menertawakan Xiao Xi.

Xiao Xi kembali ke rumah ketika ayah dan ibunya sibuk mencari sesuatu. Voucher belanja milik ayah hilang. Xiao Xi menyampaikan bukan ia yang mengambilnya.
ayah memanggil Xiao Xi dan Xiao Xi menyampaikan lagi ia tidak mengambil voucher itu, tapi ayah sedang emosi dan menanyakan nilai mid semester Xiao Xi, ia tahu nilainya sudah keluar tapi Xiao Xi berbohong menyampaikan belum. Ayah murka pada Xiao Xi, alasannya Xiao Xi berbohong mengenai nilai ujiannya, ayah pikir Xiao Xi juga berbohong mengenai voucher belanja, ia menyampaikan Xiao Xi niscaya mengambilnya.

Xiao Xi sangat kesal alasannya ia dituduh begitu. Malam itu ia tak sanggup tidur dan memutuskan untuk melaksanakan sesuatu, Xiao Xi bersiap-siap dan kelihatan menyerupai seseorang yang akan kabur dari rumah.

Keesokan harinya, ayah dan ibu akan pergi dan ibu memanggil Xiao Xi, menyuruhnya sarapan dan ia sudah meninggalkan uang diatas meja untuk makan siang Xiao Xi.
Xiao Xi membisu saja, ia tak menjawab. Ayah dan ibu sama sekali nggak curiga dan pergi.
Xiao Xi rahasia keluar dari kamar dan mengambil tas make up ibunya.

Di kamar Xiao Xi mulai bergaya absurd dan berjoged aneh, Ia mengiat rambutnya dan mulai mengenakan make up dengan hmmmmm, sangat norak HAHHAHAHA. Make lipstik aja nggak bisa, anak 16 tahun HAHHAHAHHA.
Pokoknya riasan Xiao Xi hari itu menor banged , tapi Xiao Xi sangat puas.

Ayah dan ibu kembali dan ibu terkejut alasannya Xiao Xi tidak makan sarapannya. Ibu mengecek ke kamar dan terkejut Xiao Xi tak ada dikamar. Ia melihat Xiao Xi meninggalkan secarik kertas yang menyampaikan kalau ia tak mengambil voucher belanja itu.
Ayah dan ibu terkejut alasannya Xiao Xi kabur dari rumah, ibu benar-benar khawatir dan menyalahkan ayah yang menuduh Xiao Xi kemarin makanya Xiao Xi kabur.
Ayah dan ibu pribadi ke rumah Jiang chen untuk bertanya apakah Jiang Chen tahu dimana Xiao Xi berada, alasannya kemarin ayah memarahi Xiao Xi dan tampaknya Xiao Xi kabur dari rumah. Xiao Xi bahkan mematikan ponselnya, jadi mereka tak sanggup menghubunginya.
Ibu meminta Jiang Chen memberitahu mereka jikalau tahu dimana Xiao Xi. Jiang Chen mengerti.

Dan Xiao Xi ternyata ada di bus menuju kota. Dandanannya yang absurd bahkan menciptakan seorang anak kecil menangis wkkwwwkwk. Ada juga yang bawa ayam di bus dan ayamnya ee di sepatu Xiao Xi HAHAHAHAHHAHA.
Lucunya, Xiao Xi sempat mengirim pesan ke Jiang Chen, kalau ia akan pergi mengikuti audisi Super Girl.
Jiang Chen mendesah dan menelpon Xiao Xi, tapi HP Xiao Xi mati sesudah mengirim pesan itu, alasannya baterainya habis.

Xiao Xi benar-benar pergi ke audisi Super Girl dan mendaftar.
Saat tiba gilirannya tampil, Xiao Xi sangat nervous. Ia bahkan gugup memperkenalkan dirinya.
Tapi ketika ia mulai menyanyi, Xiao Xi menyanyi dengan percaya diri, meski suaranya pas-pasan dan koreografinya aneh, Xiao Xi cukup PD melakukannya.
Sayangnya juri pada ketawa dan menyuruhnya berhenti ditengah nyanyian. Xiao Xi tidak mengalah dan meminta kesempatan sekali lagi, ia akan melaksanakan dengan baik.
Tapi juri sudah memutuskan Xiao Xi gugur, Xiao Xi terus memohon tapi ia tak diberi kesempatan kedua.

Xiao Xi menangis dan menangis di luar ruang audisi, ia ingin menghubungi seseorang tapi HP-nya mati. Xiao Xi benar-benar duka alasannya kesialannya belakangan ini.
Tiba-tiba seseorang tiba dan Xiao Xi shock alasannya itu ialah Jiang Chen. Xiao Xi memasang wajah sedihnya yang buruk alasannya make up-nya berserakan dan Jiang Chen dengan gaya yang cuek menyerupai biasa menyampaikan pada Xiao Xi, lain kali kalau Xiao Xi meninggalkan rumah, tolong jangan beritahu beliau dimana kawasan Xiao Xi. (HAHHAHAHAAHA, soalnya kalau Jiang Chen tahu kawasan Xiao Xi, beliau nggak konsen dan bakalan pergi kesana alasannya khawatir hwhhahahha).
Xiao Xi menyampaikan kalau ia tak punya pilihan, alasannya satu-satunya nomor yang dihapal Xiao Xi ialah no Jiang Chen LOL. (Eh, tapi bukannya tadi beliau sms pake Hp sendiri ya, kayaknya alasannya ga masuk akal, kecuali kalau beliau nggak sms dari HP-nya sendiri. Misalnya habis audisi, Xiao Xi sadar beliau nggak punya uang dan minjam HP orang buat sms Jiang Chen alasannya Xiao Xi hanya tahu no Jiang Chen.)

Jiang Chen kesannya mengerti dan menawarkan HP-nya pada Xiao Xi, menyuruh Xiao Xi segera menelpon orang tuanya.
Xiao Xi berdasarkan dan menelpon ibunya, tapi di telpon ia hanya menangis dan memanggil nama ibunya.
Xiao Xi mengembalikan ponsel Jiang Chen dan menyampaikan orang tuanya akan menjemput mereka. Jiang Chen mengerti dan akan meninggalkan Xiao Xi. Tapi Xiao Xi memanggilnya dan bertanya dengan wajah memelas, meminta Jiang Chen meminjaminya uang, alasannya ia lapar.
Jiang Chen mendesah dan mengajak Xiao Xi ikut bersamanya.

Jiang Chen dan Xiao Xi makan bersama. Saat makan, Xiao Xi berusaha bersikap lady-like, makan dikit-dikit.
Jiang Chen memperhatikan Xiao Xi dan memutuskan ke kamar mandi. Setelah Jiang Chen pergi, Xiao Xi makan dengan sangat lahap, hingga tersedak dan minum, makan lagi dan lagi, minumnya habis malah ambil milik Jiang Chen.
Saat Jiang Chen kembali, ia agak shock melihat Xiao Xi sudah selesai makan HAHAHAHHAHAHHAHAHAHA
Xiao Xi menyampaikan kalau ia sanggup makan 1 porsi lagi kalau Jiang Chen mau. Jiang Chen kemudian memanggil pelayan dan meminta 1 porsi lagi, porsi besar HAHAHAHAHA.

Xiao Xi mencoba menjelaskan kalau itu alasannya ia nggak makan seharian, jadi ia sangat lapar, biasanya ia tak makan sebanyak itu. Ia biasanya hanya makan setengah dari porsi makan Li Wei.
Jiang Chen bertanya siapa itu Li Wei. Xiao Xi agak kaget alasannya Jiang Chen tidak tahu tapi ia juga senang alasannya hal itu, Xiao Xi menyampaikan bukan siapa-siapa, orang yang tidak penting yang makannya aneka macam HAHAHAHAHAHHAHAHAA..
*Jiang Chen ini tipe kenal wajah nggak tahu nama, kalau nggak salah Xiao Xi pernah bilang mereka satu Sekolah Menengah Pertama dengan Li Wei, bahkan kini mereka sekelas dan Li Wei sering minta ajari sama Jiang Chen, tapi Jiang Chen nggak ingat namanya HAHHAHAHA.

Xiao Xi dan Jiang Chen jalan-jalan disekitar sungai, itu ialah jalan pintas menuju jalan besar. Mereka akan menunggu ayah dan ibu Xiao Xi disana.
Xiao Xi memuji sense of direction Jiang Chen yang bagus, dan menyampaikan Jiang Chen akan menjadi kompas dalam hidupnya wkkwkkkww.
Xiao Xi menyerupai biasa mulai banyak bicara, ia bertanya apakah Jiang Chen tiba naik bus, beliau juga naik bus, ketika di bus ia melihat ayam hidup yang berkokok…
Jiang Chen kesal sekali alasannya Xiao Xi banyak bicara, ia menyuruh Xiao Xi membisu HAHAHAHAHAAHA.
Xiao Xi cemberut dan menyampaikan ia akan mengunci mulutnya.

Jiang Chen terus berjalan dan Xiao Xi mengejarnya. Meski tadi beliau bilang beliau akan diam, Xiao Xi malah bicara lagi, ia bertanya apakah Jiang Chen suka menonton program Super Girl? Tadi beliau melihat yang ikut audisi banyak yang manis dan ada yang mewarnai rambut, bahkan ada yang menggunakan tindik. Ia bertanya apakah Jiang Chen pikir ia akan cocok jikalau menindik telinganya?
Jiang Chen menyampaikan ia tak menyukai hal itu.
Xiao Xi terkejut mendengarnya, ia tak tahu kalau Jiang Chen cukup keras padanya, nggak suka kalau telinganya ditindik.
Jiang Chen menjelaskan maksudnya tak suka ialah ia tak suka program Super Girl, bukan persoalan Xiao Xi yang mau menindik telinganya.
Xiao Xi ternganga alasannya ia salah paham LOL. Karena alasan beliau ikut Super Girl kan alasannya ia pikir Jiang Chen suka program itu dan niscaya akan menontonnya.
Jiang Chen menyuruh Xiao Xi berjalan lebih cepat  dan Xiao Xi bergumam sendiri menyampaikan padahal kalau jalan lebih lambat mereka sanggup menghabiskan waktu bersama lebih lama.
Jiang Chen menatap Xiao Xi dan mengingatkan Xiao Xi untuk jalan lebih cepat lagi.

Xiao Xi tak kehabisan nalar dan ia mulai menyampaikan kalau ia sangat lelah, ia ingin istirahat sebentar dipinggir sungai. Jiang Chen curiga, Xiao Xi mencoba meyakinkan kalau tadi ketika menari untuk audisi, ia tak sengaja melukai kakinya. Ia meminta Jiang Chen istirahat sebentar.
Jiang Chen mendesah tapi kesannya ia setuju. Jiang Chen memutuskan ke tepi sungai dan Xiao Xi mengikutinya diam-diam, beliau berjalan sambil Jongkok HAHAHHAHAHA.
Jiang Chen menghabiskan waktu dengan melempar watu ke sungai sementara Xiao Xi menatapnya dengan rasa kagum. Ia sangat menyukai Jiang Chen.

Xiao Xi dan Jiang Chen tiba di jalan besar dan Jiang Chen menelpon ayah Xiao Xi untuk menyampaikan lokasi mereka.
Xiao Xi takut ayahnya akan murka padanya dan ketika orang tuanya datang, Xiao Xi sengaja sembunyi di belakang Jiang Chen.
Ibu keluar dari kendaraan beroda empat dan tentu saja murka alasannya Xiao Xi menciptakan mereka khawatir, ia memeluk Xiao Xi. Ayah juga menyampaikan pada Xiao Xi sebetulnya semarah apa Xiao Xi pada mereka hingga Xiao Xi meninggalkan rumah. Ibu menyuruh ayah berhenti memarahi Xiao Xi,
Xiao Xi kembali menyampaikan kalau bukan beliau yang mengambil voucher belanja itu. Ayah menyampaikan ia tahu, tapi ia mengingatkan berbohong mengenai nilai ujian ialah kesalahan Xiao Xi. Meski nilai Xiao Xi jelek, Xiao Xi tak boleh berbohong pada ayah dan ibunya. Xiao Xi mengerti.

Dalam perjalanan pulang, Xiao Xi dan ibu tidur, mereka saling bersandar.
Jiang Chen duduk di depan bersama ayah yang menyetir.  Ayah bertanya-tanya kenapa Xiao Xi tidak juga dewasa, seandainya saja Xiao Xi menyerupai Jiang Chen, mereka tak akan khawatir.
Ayah menyampaikan kalau Xiao Xi sudah menjadikan banyak persoalan bagi Jiang Chen hari ini, ayah berterima kasih alasannya Jiang Chen membantu mencari Xiao Xi.
Jiang Chen menatap Xiao Xi yang tertidur dari beling spion depan dan menyampaikan kalau itu bukan apa-apa.

Di rumah, Xiao Xi kembali bernyanyi dengan bahagia, ‘Kamu hari ini benar-benar memperlihatkan wajah dinginmu, tapi besok saya masih akan mengejarmu’.

Epilog:

Saat audisi Super Girl, juri bertanya pada Xiao Xi apa lagi yang ingin ia katakan dan Xiao Xi dengan gugup berkata, Aku ingin mengatakan, saya menyukai seorang anak pria semenjak usang dan saya berjanji padanya, saya akan menyanyikan lagu ini untuknya. Aku ingin menyampaikan padanya, Aku… Aku menyukainya!

Komentar:
Itu beliau isi dari episode special, hanya cuplikan dari sebuah episode yang harusnya ada di dalam drama, pada dasarnya sih cut scene yang cukup panjang. Awalnya saya pikir cut scene yang pendek-pendek dan banyak, padahal sudah berharap mereka memasukkan banyak adegan yang kelihatan di teaser tapi nggak ada di drama.
Tapi setidaknya, maksud Jing Jing mengenai super girl itu udah nggak menjadi pertanyaan lagi, ini beliau audisi super girl-nya.
Cuma yang saya heran, kok Jing Jing sanggup tahu Xiao Xi menyanyi lagu itu? Mungkin sanggup jadi Xiao Xi pernah dongeng sama Jing Jing.
Lalu bagaimana Jiang Chen sanggup tahu Xiao Xi menyanyikan lagu itu ketika audisi dan ia memainkan lagu yang sama ketika main piano dulu?
Aku masih galau HAHAHAHAHA

Aku berharap sekali ada episode special lainnya, tapi kayaknya nggak ada  lagi, duka juga sih, kesannya drama ini berakhir.
Meski nggak sebagus yang saya harapkan, terutama bab plot yang berantakan, tapi drama ini benar-benar bikin baper XD
Kita butuh drama menyerupai ini setiap tahun, kisah cinta manis dan ringan hehehehehe.
Awlanya saya ragu apakah saya akan menyukainya, mengingat ini drama shoujo banged gitu, menyerupai Itakiss lagi, dan ada banyak drama homogen ini.
Tapi ternyata A Love So Beautiful memang punya keunikan sendiri.

Aku berencana menciptakan postingan mengenai cut scene drama ini di lain kesempatan. Aku masih mengumpulkan teaser dan MV, yang scene-nya nggak ada di drama. Tunggu aja di postingan selanjutnya dan juga saya berencana untuk mereview versi novelnya dan membandingkan dengan versi dramanya^^ 💕

 Sekali lagi,
🎆 HAPPY NEW YEAR 2018 🎉🎈🎆
💙 HOPE THIS YEAR TREAT YOU BETTER THAN LAST YEAR 💕

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top