Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 3-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 3-1

Di episode 3 ini, belum ada perkembangan yang berarti, para sahabat masih di tahun pertama Sekolah Menengan Atas mereka, masih dalam masa-masa menjadi anak baru. Aku pikir perkembangan drama ini cukup lambat dan lebih ke arah slice of life bawah umur SMA, mengingat spoiler memperlihatkan dongeng drama ini hingga mereka semuanya sudah bekerja dibidang masing-masing, bahkan ada yang menikah juga. Aku harap mereka tidak lambat diawal dan terburu-buru diakhir. Karena drama ini juga pre-produce, jadi semoga nggak mengecewakan ya.

To Our Pure Little Beauty Episode 3: Please Vote For Me

Saat jam pelajaran berlangsung, wali kelas Xiao Xi dkk masuk untuk memberitahukan bahwa ketua kelas mereka yang usang pindah sekolah ke Beijing, untuk itu mereka harus mencari penggantinya. Karena wali kelas tidak ingin membuang waktu, jadi ia menentukan sendiri siswa yang akan menjadi ketua kelas yang ia yakin akan disetujui oleh semuanya. Tentu saja wali kelas menentukan siswa terpintar dikelas mereka, yaitu Jiang Chen.
Semua bawah umur tidak ada yang protes sebab berdasarkan mereka Jiang Chen memang pantas menjadi ketua kelas. Fei Mao sendiri berbisik pada Xiao Xi kalau Xiao Xi akan menjadi istri ketua kelas dan Xiao Xi senyam senyum sendiri.
Tapi ternyata Jiang Chen tidak berniat menjadi ketua kelas dan meminta guru untuk menentukan secara adil bagi siswa yang ingin menjadi ketua kelas. Dan ternyata ada banyak yang mengajukan diri ingin menjadi ketua kelas. Wali kelas cukup kaget sebab banyak yang antusias tidak menyerupai berguru semuanya tidak ada yang bersemangat.
Akhirnya wali kelas tetapkan mereka akan melaksanakan pemilihan ketua kelas secara adil.

Pelajaran mereka dilanjutkan, dikala itu ialah kelas guru yang ditakuti para siswa, yang waktu itu membacakan surat cinta Lu Yang di depan kelas.
Guru bahasa dimana tulisannya agak buruk dan Fei Mao & Xiao Xi mulai menggosipkan kenapa guru itu bisa menjadi guru bahasa dengan goresan pena menyerupai itu lol

Saat jam istirahat, siswa yang akan mengajukan diri menjadi ketua kelas bersemangat untuk mendekati teman-teman mereka semoga memilihnya. Xiao Xi tidak mengerti kenapa teman-temannya sangat ingin menjadi ketua kelas, ia tidak tahu apa keuntungannya.
Di kelas, Jiang Chen sedang menghapus papan tulis untuk pelajaran selanjutnya dan Xiao Xi memberikan dukungan untuk membantu, tapi ditolak oleh Jiang Chen.
Xiao Xi mengerutkan keningnya kenapa sahabat sekelas menyuruh Jiang Chen untuk membersihkan papan tulis. Fei Mao protes, memangnya Jiang Chen-mu itu raja? MAsa menghapus papan tulis saja tidak boleh?
Xiao Xi menyampaikan bukan begitu, Jiang Chen itu gres sakit, menghirup debu kapur tulis tidak elok bagi kesehatannya.
Fei Mao menyampaikan kalau Xiao Xi memang mengkhawatirkan hal itu, maka Xiao Xi harus menjadi ketua kelas, maka seluruh kelas akan menjadi kuasa Xiao Xi. Dan kalau itu terjadi maka Xiao Xi bisa menciptakan peraturan Jiang Chen tidak perlu membersihkan papan tulis selamanya.
Xiao Xi memikirkan hal itu dengan sangat serius dan tampaknya ia benar-benar akan mengajukan diri menjadi ketua kelas, demi seseorang HAHAAHHAHAHA.

Saat jam makan siang, 5 sekawan makan gotong royong dan Xiao Xi bertanya pada Jiang Chen kenapa Jiang Chen menolak menjadi ketua kelas.
Jiang Chen menjawab dengan singkat, sebab itu merepotkan.
Lu Yang membenarkan, Xiao Xi, coba kamu pikirkan, kamu suka mencontek, Bo Song suka bolos, Lin Jing Xiao suka berkelahi… (sangat merepotkan mengurus hal itu, makanya Jiang Chen tidak mau menjadi ketua kelas).
Semuanya menatap Lu Yang sebab Lu Yang melewatkan bagiannya dan Lu Yang balasannya menyampaikan kalau ia suka membaca novel dikala jam pelajaran. Bo Song protes sebab itu tidak sebanding dengan apa yang Lu Yang katakan ihwal mereka. Lu Yang malah mengancam tidak akan meminjamkan novelnya lagi pada Bo Song HAHHAHAHAHHA.

*Oke guys, inovasi baru, nama ‘Fei Mao’ itu ternyata ‘Jing Xiao’, saya gres tahu di episode ini. Tapi Xiao Xi dkk memanggil Jing Xiao dengan Jing Jinng,  jadi mulai kini saya akan memanggilnya Jing Jing HAHHAHAHAHAHHA.

Saat mereka sedang asik, tiba-tiba ada sahabat sekelas mereka, Li Wei tiba menemui Jiang Chen, ia ialah salah satu calon ketua kelas, yang ingin Jiang Chen mengoreksi pidatonya.
Jiang Chen intinya memang baik, jadi ia setuju. Si cewek bahagia banged. Xiao Xi tidak menyukai suasana itu, ia protes, bukankah tadi kamu bilang itu merepotkan? Kenapa kamu membantunya?
Lu Yang curiga pada Jiang Chen dan sahabat sekelas tadi, dan mulai mengejek ada sesuatu diantara mereka. Xiao Xi kesal dan murka pada Lu Yang. Lu Yang sudah bisa menebak kalau ketua kelas mereka nanti ialah gadis tadi dan Xiao Xi kesal kenapa Lu Yang bisa berfikir begitu.
Lu Yang membalas, kalau bukan ia jadi siapa? kau?
Xiao Xi menantang, memangnya kenapa kalau aku?
Lu Yang kesal dan akan mulai menceramahi Xiao Xi yang tidak cocok jadi ketua kelas. Bo Song tampak kesal meletakkan sumpitnya dan menatapnya dengan tatapan membela Xiao Xi. Jing Jing melaksanakan hal yang sama. Xiao Xi merasa menang dan balasannya Lu Yang menyerah, sepakat oke, iya, kau, kamu yang akan jadi ketua kelas.
Xiao Xi puas tapi ia tetap kesal sebab cewek tadi.
*Xiao Xi lezat banged punya 2 pelindung, Jing Jing  dan Bo Song.

Akhirnya pemilihan ketua kelas dimulai. Wali kelas meminta siapa yang ingin mencalonkan diri untuk menunjuk tangannya. Anak cewek yang tadi namanya ialah Li Wei dan tentu saja ia mencalonkan diri.
Ada banyak anak yang mencalonkan diri, ada perjaka heboh sahabat sebangku Jing Jing mencalonkan diri tapi ditolak oleh guru HAHAHHAHA.
Sampai dikala terakhir, Xiao Xi masih ragu untuk mengangkat tangannya. Jing Jing menyuruh Xiao Xi untuk cepat, Lu Yang mengejek dari belakang, Xiao Xi kesal. Jiang Chen juga melihat ke arah Xiao Xi tapi dikala Xiao Xi melihat kearahnya ia berpaling.
Xiao Xi fokus pada punggung Jiang Chen dikala ia perlahan mengangkat tangannya. Dan balasannya Xiao Xi menjadi kandidat ketua kelas terakhir. Xiao Xi terus menatap Jiang Chen hingga ia menurunkan tangannya lagi, tapi Jiang Chen sama sekali tidak melihat ke arahnya.
Para kandidat harus menyiapkan pidato mereka dikala pemilihan nanti.

Jing Jing dan Xiao Xi di koperasi sekolah dan Xiao Xi memarahi tangannya yang tidak mengerti bahasa manusia, menurutnya tadi tangannya bergerak sendiri dikala ia mengacungkan diri lol. Jing JIng malah memberikan diri memotong tangan itu, meski tidak akan bisa dijual dengan harga elok HAHAHHAHA.
Saat keduanya bercanda, mereka mendengarkan ada yang bergosip ihwal Xiao Xi, mereka menyampaikan Xiao Xi selalu menciptakan problem dna kali ini malah mengajukan diri menjadi ketua kelas, tidak mengerti posisinya.
Jing Jing si pelindung 1 tidak suka mendengar hal itu dan akan melabrak mereka, tapi Xiao Xi menyampaikan ia tak problem dan menarik Jing Jing keluar dari sana.

Xiao Xi dan Jing Jing berjalan berdua dan Xiao Xi bertanya-tanya kenapa ia tidak cocok jadi ketua kelas, padahal rankingnya tidak terlalu jelek. Ia mengakui ia mendapatkan nilai 37 dalam tes matematika, tapi itu hanya sekali.
Jing Jing menyampaikan kalau Xiao Xi salah paham terhadap dirinya sendiri, menurutnya siswa yang mendapat nilai 37 dalam tes matematika justru paling cocok menjadi ketua kelas.
Xiao Xi menyampaikan kalau Jing Jing hanya mengejek saja. Ia jadi ragu untuk menjadi ketua kelas dan bertanya-tanya apakah ia harus mengundurkan diri atau kabur saja dikala pemilihan?
Jing Jing menyampaikan kalau Xiao Xi harus tampil dan memberikan kampanyenya, memperlihatkan sisi positif dirinya, hanya itu yang akan menciptakan Xiao Xi bisa bersaing dengan Li Wei.
Xiao Xi tidak percaya diri dan mmeinya Jing Jing membantunya menciptakan naskah pidato nanti, tapi Jing Jing menolak dengan tegas semoga Xiao Xi jangan menyiksanya HAHHHAHAHHAHA.
Jing Jing menyampaikan Xiao Xi harus percaya pada diri sendiri dan ia kemudian kabur wkwkkwkkww.

Malam harinya, Xiao Xi menuntaskan naskah pidatonya dan mulai berlatih di kamar. Ia mencoba menemukan nada yang cocok untuk pidatonya, bagaimana ia harus menyampaikannya, tapi yang dituliskan Xiao Xi dalam pidatonya ialah ihwal ayahnya HAHHAHHAHAHHA. Ayahnya yang jujur dan pekerja keras, ayahnya yang menggantungkan impian tinggi padanya, ayahnya selalu besar lengan berkuasa dan tidak pernah lelah dan bla bla bla HAHHAHAHHHAHA.
Xiao Xi terlalu serius dengan pidatonya dan tidak menyadari ayahnya masuk membawaka cemilan dan mendengarnya. Xiao Xi shock dikala melihat ayahnya disana dan ayah hanya melamun dan keluar lol.

Keesokan harinya, Xiao Xi berlatih pidatonya lagi di lapangan olahraga. Dia latihan menyapa dan memperkenalkan diri hingga berkali-kali untuk menemukan intonasi yang pas HAHHAHAHAHAHA.
Bo Song melihatnya dan menghampirinya, ia tertawa sebab Xiao Xi latihan terlalu keras dan tampak frustasi. Ia melihat teks pidato Xiao Xi dan membacakannya. Bo Song tak mengerti apa yang ditulis Xiao Xi dan pada balasannya ia mengalah sebab isi pidato Xiao Xi sangat tidak bagus.
Xiao Xi sendiri tahu akan hal itu dan menghela nafas bertanya apa yang harus ia lakukan, sebab seumur hidupnya ia orang yang begini dan kini ia amlah harus melawan siswa lainnya. Ia bahkan menyampaikan alangkah lebih baik jikalau mereka sedang syuting drama, dikala ia membacakan pidatonya, lampu menyinarinya dan beberapa tahun kemudian ia menjadi ketua kelas yang sukses.
Xiao Xi mulai kehilangan akalnya dan Bo Song balasannya menyampaikan kalau Xiao Xi tidak perlu khawatir sebab masih ada dirinya, ia akan membantu Xiao Xi untuk menulis pidatonya.

Bo Song membaca naskah pidato Xiao Xi lagi dan melihat Xiao Xi menulis sesuatu menyerupai ia harap semuanya akan berguru dengan baik, melangkah maju setiap hari, memiliki semangat untuk masyarakat, menciptakan negara mereka menjadi lebih bersinar dan lain-lain.
Bo Song bertanya apakah Xiao Xi punya sesuatu yang bisa diunggulkan dan Xiao Xi resah sendiri apa maksudnya. Bo Song menyampaikan dalam menulis pidatonya, Xiao Xi harus tulus, Xiao Xi harus menciptakan mereka tahu, meski kini Xiao Xi bukan apa-apa tapi Xiao Xi akan berusaha keras untuk menjadi ketua kelas yang baik. Xiao Xi mengerti.
Bo Song kemudian menambahkan mungkin lebih baik menciptakan pidato Xiao Xi lebih menyentuh lagi dan bertanya apakah orangtua Xiao Xi masih hidup, Xiao Xi kesal dan memukul Bo Song tapi Bo Song kabur hehhehehe.
Bo Song kemudian meminta Xiao Xi menyampaikan apa yang ingin ia katakan dan Xiao Xi menyampaikan kalau ia ingin menjadi ketua kelas. Bo Song merasa bunyi Xiao Xi kurang besar dan menyampaikan ia tak bisa mendengar Xiao Xi.
Xiao Xi berteriak menyampaikan kalau ia ingin menjadi ketua kelas. Aku ingin menjadi ketua kelas! Aku ingin menjadi ketua kelas!
Bo Song tersenyum dan berlari, Chen Xiao Xi akan menjadi ketua kelas!!
Xiao Xi mengejarnya dari belakang dan berteriak, Aku akan menjadi ketua kelas!
Pada balasannya keduanya berlari di lapangan olahraga dan menikmati waktu kebersamaan mereka.
Awwwwwwwww. Suka banged deh sama yang berdua ini XD

Xiao Xi mengisi air minum sambil latihan untuk pidatonya nanti.
Jiang Chen tiba mengisi air minum juga dan Xiao Xi makin semangat menyampaikan meski ia tidak pandai tapi ia mempunya hati yang nrimo dan jujur.
Xiao Xi kemudian bertanya, bukankah kamu berfikir saya begitu?
Jiang Chen membisu saja dan hanya menatap Xiao Xi. Xiao Xi bertanya lagi, kamu akan memberikan suaramu untukku kan?
Jiang Chen bertanya, bagaimana menurutmu?
Jiang Chen meninggalkan Xiao Xi yang senyam senyum sendiri sambil bergumam, tentu saja menurutku kamu akan memberikan suaramu untukku

Pemilihan ketua kelas dimulai. Ada 4 kandidat ketua kelas, dua diantaranya ialah Li wei dan Xiao Xi. Mereka memberikan pidato diharapan siswa yang lain.
Xiao Xi mendapat giliran selanjutnya dan suaranya agak serak, ia sangat gugup. Siswa yang lain tertawa dan Jing Jing kesal, protes kenapa mereka tertawa, kalau kalian punya kemampuan kenapa kalian tidak mengajukan diri?
Wali kelas menyuruh mereka membisu semoga Xiao Xi bisa memulai pidatonya.
Xiao Xi balasannya bisa sedikit damai dan memulai pidatonya, Guru, teman-teman semuanya, saya tahu, kalian pikir sangat lucu sebab saya berdiri disini. Aku tidak pernah menjadi seorang siswi yang baik dimata kalian. Kadang-kadang saya menciptakan kesalahan dan mengacaukan sesuatu…”
Xiao Xi berhenti sebentar dan Bo Song, Lu Yang serta Jing Jing sudah menyiapkan goresan pena untuk mendukung Xiao Xi.

Karena mendapat dukungan dari teman-temannya, Xiao Xi tetapkan untuk tidak melihat teks pidatonya lagi.
Xiao Xi melanjutkan, Aku ingin berubah untuk demi teman-teman semuanya, mulai kini kita akan gotong royong selama 3 tahun kedepan. Dalam 3 tahun itu kita mungkin akan terlibat pertengkaran tapi yang lebih penting ialah kita bekerja keras bersama-sama. Aku berharap saya bisa ada dalam ingatan teman-teman semuanya, bukan sebagai si pembuat problem Chen Xiao Xi tapi sebagai Xiao Xi yang sangat membantu. Aku ingin menjadi ketua kelas yang berkerja keras dengan kalian semua. Aku berharap teman-teman semuanya akan memeberikan banyak nasehat padaku.
Xiao Xi mengkahiri pidatonya dengan baik dan mendapatkan tepuk tangan dari semuanya.
(Oke, kini gres jelas, ini mereka semuanya ternyata anak gres alias kelas 1 Sekolah Menengan Atas HAHHAHAAHA. Maaf jikalau saya gres merasa jelas, sebab jujur saja pas episode 1 kemarin, mungkin sebab subnya kali ya, saya masih ragu-ragu gitu).

Akhirnya voting dimulai, para siswa menuliskan nama kandidat pilihannya dan mengumpulkannya ke depan. Xiao Xi tampak cemberut sebab ternyata Jiang Chen tidak ada di kelas dikala itu. Jiang Chen sedang melaksanakan kiprah lain yang diminta guru.
Hasil voting dibacakan satu per satu dan ternyata ada banyak yang menentukan Xiao Xi. Xiao Xi mendapatkan 15 bunyi dan Li Wei 14 suara.
Teman-teman Xiao Xi bahagia sebab Xiao Xi menang tapi Xiao Xi belum puas sebab Jiang Chen belum memberikan suaranya. Guru menyampaikan kalau Jiang Chen sedang melaksanakan kiprah lain dan mereka tidak akan mengikut sertakan suaranya, hasil voting ini ialah hasil final.
Xiao Xi tidak puas dan cemberut. Tapi kemudian Jiang Chen masuk ke kelas membawa buku kiprah mereka dan balasannya wali kelas meminta Jiang Chen untuk memberikan suaranya. Xiao Xi sangat berharap.

Jiang Chen melihat hasil pemilihan dan memberikan suaranya untuk Li Wei. Xiao Xi shock.
Lu Yang dan Bo Song juga terkejut kenapa Jiang Chen melaksanakan hal itu. Jiang Chen santai saja dan duduk dibangkunya. Xiao Xi kelihatan sangat sedih.
Hasil pemilihan ketua kelas imbang dengan 15 bunyi untuk Xiao Xi dan Li Wei. Wali kelas tetapkan masa percobaan selama satu ahad untuk keduanya, mereka akan melaksanakan kiprah ketua kelas gotong royong selama 1 ahad dan kemudian akan dilakukan pemungutan bunyi ulang.
Keduanya juga diminta untuk membagi kelas menjadi 2, mereka harus memungut uang kas dan mengumpulkannya pada wali kelas dikala pemilihan selanjutnya.
Xiao Xi tidak terlalu mendengarkan, ia terus menunduk dengan wajah murung sebab Jiang Chen tidak memilihnya.
Ia kembali ke mejanya dengan wajah berkerut sambil melihat Jiang Chen, ia juga menunduk dikala tiba di mejanya. Yang lain jadi khawatir melihat Xiao Xi.
Jiang Chen sih kelihatan santai aja, ia sibuk sendiri di mejanya.

Keesokan harinya, Li Wei mendekati Jiang Chen, ia memberikan roti pada Jiang Chen, sebagai rasa terima kasih sebab memilihnya kemarin.
Xiao Xi kesal sekali melihat mereka berdua.
Jiang Chen menolak roti itu tapi Li Wei menyampaikan ia membeli 2 dan sayang kalau nggak dimakan.
Jing Jing gres tiba di kelas dan masih kesal sebab insiden kemarin, jadi ia ikutan nimbrung, ambil aja kenapa sih?!
Jiang Chen balasannya menerimanya.

Xiao Xi cemberut di mejanya dan Jing JIng mulai mengomel. Xiao Xi meminta Jing JIng jangan mengungkit problem kemarin lagi.
Karena bel sudah berbunyi, Li Wei meminta semuanya untuk diam, lebih tepatnya sih pada Xiao Xi dan Jing Jing.
Xiao Xi kesal sekali,ia terus menatap Li Wei dan beralih ke Jiang Chen dengan cemberut. Ia bahkan mengisi kertas tugasnya dengan asal-asalan saking kesalnya.

Saat jam istirahat, Jing Jing menyuruh Xiao Xi untuk beralih ke anak pria lainnya. Tapi Xiao Xi menolak.
Jing Jing kemudian bertanya kemudian apa yang akan Xiao Xi lakukan selanjutnya, melaksanakan pemberonatakan?
Xiao Xi menghela nafas menyampaikan ia tidak punya cukup keberanian untuk melaksanakan itu.
Jing JIng mengatakan, oke, jadi nanti kalau LI Wei berhasil mencuri Jiang Chen darimu, jangan menangis padaku.
Xiao Xi kesal, kemudian apa yang harus saya lakukan?
Jing Jing menyemangati Xiao Xi, luruskan tanganmu dan busungkan dadamu, tunjukkan aura seorang ratu.
Xiao Xi mulai berjalan tegap HAHHAHAHHAHA.

Di kelas, Li wei memulai PDKT-nya pada Jiang Chen. Ia duduk di depan Jiang Chen dan sahabat Li wei bertanya kenapa Jiang Chen tidak mau menjadi ketua kelas. Kalau Jiang Chen menjadi ketua kelas, Li Wei kan bisa menjadi wakil ketua kelas. Menurutnya jikalau mereka berdua bekerja sama niscaya akan elok sekali.
Xiao Xi dan Jing Jing tiba di kelas dan melihat mereka, Xiao Xi kembali lemas dan menyampaikan pada Jing Jing kalau ia bukan seorang ratu HAHHAHAHAHA.
Teman Li Wei itu melihat Xiao Xi masuk ke kelas dan ia mulai menyinggung Xiao Xi, menyampaikan kalau Jiang Chen mau menjadi ketua kelas maka tidak akan ada voting. Pemilihan bunyi terakhir nanti ada Chen Xiao Xi dan itu sangat memalukan bagi kelas mereka.

Bo Song yang duduk di kursinya kesal mendengar hal itu. Jing Jing mendekati mereka dan bertanya apa maksudnya itu?
Teman Li Wei menyampaikan maksudnya ialah menyerupai yang ia katakan itu, Ia menyampaikan mereka ingin menjadi ketua kelas tanpa memikirkan siapa yang pantas dan menuduh Jing Jing sesungguhnya ingin menjadi ketua kelas juga.
Jing Jing kesal mendengarnya dan akan bertengkar dengan sahabat Li Wei itu. Bo Song balasannya menghentikan mereka.
Bo Song merangkul Xiao Xi dihadapan Jiang Chen *sengaja* dan Jiang Chen menatapnya dengan tajam.
Xiao Xi malas bertengkar dan menyuruh mereka duduk sebab pelajaran selanjutnya akan dimulai.

Jiang Chen juga malas memperpanjang problem dan akan pergi, tapi Bo Song menghentikannya, ia bertanya kenapa Jiang Chen tidak memberikan suaranya pada Xiao Xi.
Jing Jing juga ingin tau kenapa Jiang Chen tidak mem-vote Xiao Xi. Jiang Chen terdiam. Xiao Xi sesungguhnya juga ingin tau padahal ia yakin Jiang Chen akan memilihnya.
Jiang Chen balasannya menyampaikan alasannya, sebab Xiao Xi tidak cocok menjadi ketua kelas.
Jiang Chen meninggalkan kelas dan Xiao Xi sangat terkejut sebab jawaban Jiang Chen.

Xiao Xi mengejar Jiang Chen keluar kelas, ia bertanya kenapa ia tidak cocok menjadi ketua kelas?
Jiang Chen menghela nafas dan menyampaikan kalau Xiao Xi tidak cocok.
Xiao Xi murka dan bertanya lagi, jadi maksudmu Li Wei cocok menjadi ketua kelas?
Jiang Chen berfikir dan menyampaikan kalau Li Wei lebih cocok menjadi ketua kelas dibandingkan Xiao Xi.
Xiao Xi shock, ia sangat kesal dan marah, ia mendang kaki Jiang Chen dengan keras.
Jiang Chen kesakitan dan meninggalkannya.

Jing Jing yang mengkhawatirkan Xiao Xi mengejarnya, tapi Xiao Xi buru-buru kembali ke kelas dan menarik Jing Jing bersamanya.
Xiao Xi duduk di kursinya dan kelihatan cemberut lagi. Bo Song khawatir dan bertanya apakah Jiang Chen melaksanakan sesuatu pada Xiao Xi.
Xiao Xi tidak menjawab. Bo Song kesal sekali pada Jiang Chen dan akan pergi mencarinya, tapi Xiao Xi menahannya, ia mengajak Bo song membantunya mengumpulkan uang kas kelas mereka.
Akhirnya Jing Jing ditinggalkan sendiri HAHAHAHAHAHAHAHA.

Saat jam makan siang, Xiao Xi menceritakan apa yang terjadi pada Jing JIng, kalau ia menendang Jiang Chen. Tentu saja Jing Jing terkejut sebab Xiao Xi punya keberanian menyerupai itu, ia menyampaikan mulai kini ia akan melihat Xiao Xi dengan rasa kekaguman. Ia selama ini berfikir kalau Xiao Xi itu lemah tapi ternyata bisa diandalkan.
Xiao Xi sama sekali tidak tertarik dengan rasa kekaguman itu, Xiao Xi sibuk menghitung uang kas dengan wajah penyesalannya. Setelah melaksanakan itu pada Jiang Chen, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia malah khawatir Jiang Chen akan murka padanya dan apakah ia harus meminta maaf.

Tapi ternyata kabar mengenai Xiao Xi yang menendang itu sudah tersebar, Lu Yang bahkan tahu dan bertanya pada Jiang Chen kenapa Xiao Xi bisa berani menendang Jiang Chen.
Saat itu keduanya sedang ada di kantin, mereka melewati dingklik Xiao Xi dan Jing Jing yang sedang makan dan Xiao Xi berusaha menyembunyikan diri.
Lu YAng menyampaikan Xiao Xi ternyata punya keberanian juga dan ia berencana untuk memuji Xiao Xi kalau bertemu dengannya nanti HAHAHHAHA.
Lu Yang terus mengikuti Jiang Chen yang berjalan dengan cepat dan Lu Yang bertanya kenapa Jiang Chen memasang wajah begitu, apakah ia marah.
Jiang Chen sesungguhnya tahu kalau Xiao Xi ada disana, ia sempat melirik Xiao Xi yang sibuk menghitung uang, lebih tepatnya akal-akalan sibuk menghitung uang kas.

Jing Jing menyampaikan Xiao Xi sangat cool berani melaksanakan hal itu (menendang Jiang Chen) tapi Xiao Xi menyampaikan kalau ia hampir mati sebab gelisah memikirkan hal itu. Ia bahkan jadi tidak berani meminta uang kas pada Jiang Chen.
JIng Jing tidak mengerti kenapa Xiao Xi mengkhawatirkan hal menyerupai itu. Ia menyuruh Xiao Xi cepat menghitung uangnya dan makan.

Xiao Xi dan Jing Jing kembali ke kelas dan Jing Jing menyampaikan ia akan membantu Xiao Xi untuk meminta uang pada Jiang Chen.
Xiao Xi memberanikan dirinya mendekati Jiang Chen, ia tak berani memanggil, hanya menyentuh pundak Jiang Chen. Jiang Chen sudah mengerti maksudnya. Xiao Xi dan Jiang Chen sama sekali saling tidak bicara lol.
Jiang Chen mengeluarkan uang dan meminta kembalian. Xiao Xi sibuk menghitung uang kembalian dikala Li Wei tiba mendekati Jiang Chen, untuk memberikan pesan guru Liu yang memintanya untuk membantu menyalin sesuatu sebab goresan pena Jiang Chen yang bagus.
Jiang Chen membisu saja, Xiao Xi terus menghitung uang kembalian. Li Wei memuji goresan pena tangan Jiang Chen yang sangat elok dan indah tidak menyerupai tulisannya yang kecil dan jelek. Li Wei bertanya apakah Jiang Chen memakai buku kaligrafi untuk menulis  dan Jiang Chen sesungguhnya sempat melirik sedikit kearah Xiao Xi dan menyampaikan ia bisa mengcopy-kan buku itu untuk Li Wei (sepertinya maksudnya buku kaligrafi).
Li Wei bahagia banged sementara Xiao Xi terkejut sebab Jiang Chen jadi terbuka banged pada Li Wei. Ia kesal dan menghempaskan uang kembalian ke buku Jiang Chen dan kembali ke daerah duduknya.

Xiao Xi merapikan uang kas dengan kesal sementara Bo Song memuji perilaku Xiao Xi yang meminta uang kas pada Jiang Chen.
Lu Yang bertanya berapa uang yang sudah dikumpulkan Xiao Xi dan Bo Song meminta Xiao Xi jangan mengatakannya sebab Lu Yang memiliki alis mata pencuri dan mata tikus (HAHAHAHHA ini maksudnya apa ya? Karena Lu Yang akan mencuri uang itu? LOL. Cuma becandaan sih ya).
Xiao Xi tidak mendengarkan mereka dan menyimpan uang itu disela bukunya.

Li wei menemui Xiao Xi untuk menyampaikan kalau mereka akan memberikan uang kas pada wali kelas sore ini dan Xiao Xi mengerti.
Xiao Xi membuka tasnya dan mengecek uang kas itu. Tapi ia shock sebab ia tidak menemukannya dimanapun. Xiao Xi panik dan membongkar tasnya.
Bo song yang sedang tidur siang jadi terbangun sebab Xiao Xi sangat berisik. Jing JIng bertanya apa yang terjadi. Xiao Xi panik sebab tidak ingin ketahuan, ia menarik Jing Jing keluar.
Jiang Chen rahasia memperhatikan mereka.

Xiao Xi dan Jing Jing ke toilet. Xiao Xi protes sebab Jing JIng bicara sangat keras di kelas tadi. Jing Jing jadi khawatir, kamu tidak benar-benar kehilangan yang kas itu kan? Xiao Xi menunduk sedih.
Bo Song yang khawatir mengikuti mereka ke toilet dan menunggu mereka di luar.
Xiao Xi resah sebab semuanya sudah berakhir. Jing Jing juga sangat khawatir sebab Xiao Xi masih dalam masa intern dan guru wali kelas sangatlah keras, ia takut mereka akan memecat Xiao Xi dari calon ketua kelas.
Xiao Xi meminta Jing Jing jangan menakut-nakutinya. Kalau itu hingga terjadi ia akan menjadi siswa paling direndahkan dikelas mereka.
Keduanya resah dan tetapkan untuk keluar dari toilet.

Keduanya shock dikala melihat Bo Song menunggu di luar. Bo Song bertanya siapa yang sudah mem-bully Xiao Xi.
Xiao Xi yang panik segera berakting kalau perutnya sakit dan Jing Jing ikutan berakting mengkhawatirkan Xiao Xi.
Xiao Xi aktingnya cukup bagus, ia kesakitan dan menolak bicara dengan Bo Song, keduanya meninggalkan Bo Song yang 100% percaya kalau Xiao Xi sakit perut HHAHAHAHHAHA.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top