Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 3-2

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 3-2

————————————————————————————-
To Our Pure Little Beauty Episode 3 Bagian 2

Saat jam pelajaran olah raga, Xiao Xi bersandar di pundak Jing Jing, ia masih belum menemukan uangnya. Jing Jing bertanya apakah Xiao Xi yakin sudah mencarinya disemua kawasan yang kemungkinan menjadi kawasan penyimpanan uang itu. Xiao Xi membenarkan, ia bahkan sudah menggeledah kawasan pensilnya, tapi tidak ada disana.
Jing Jing meminta Xiao Xi memikirkannya lagi, kemana saja Xiao Xi pergi dan apa yang mereka lakukan, siapa tahu ketinggalan disana. Kepala Xiao Xi sakit sebab kebanyakan berfikir. Ia menyampaikan semuanya sudah berakhir. JIng Jing mencoba menyemangatinya, ia menciptakan Xiao Xi bersandar lagi padanya.

Sementara itu tak jauh dari sana. Jiang Chen menatap keduanya. Ia juga mengkhawtairkan Xiao Xi.
Bo Song memperhatikan Xiao Xi dengan khawatir juga, ia khawatir sebab Xiao Xi sakit perut. Bo Song bertanya-tanya apakah beliau harus membawakan Xiao Xi air hangat.
Lu Yang menyampaikan air hangat ialah untuk wanita, Xiao Xi tidak membutuhkannya. HAHHAHAHAHAHAHAHAHA.
Bo Song kesal mendengarnya dan meletakkan lengannya di leher Lu Yang, sebab ia protes kenapa Lu Yang menyampaikan bos-nya bukan seorang wanita.
Lu Yang kesakitan dan meminta Bo Song menganggap kat-katanya tadi ialah error lol.
Bo Song bertanya apakah Lu Yang membawa obat dan Lu Yang menyampaikan selain Jingjing, perut siapapun yang sakit diluar jangkauannya. HHAHAHAHHAHA.

Dari Lu Yang, Bo Song tahu cara mendapat obat ialah dari UKS dilantai 1 dan Bo Song segera pergi kesana, akal-akalan sakit perut dan meminta obat.
Dokter disana tertawa melihat Bo Song, ia tahu Bo Song anak gres sebab akting Bo Song tidak anggun HHAHAHAHA.
Bo Song alhasil menyampaikan kalau temannya yang sakit perut, ia butuh obat. Ia menyampaikan sobat pria-nya dan dokter mengingatkan obat sakit perut laki-laki dan perempuan biasanya berbeda. LOL.
Bo Song alhasil mengalah dan meminta obat sakit perut untuk wanita. Dokter tersenyum dan memperlihatkan obat pada Bo Song. Bo Song sangat senang sesudah mendapat obatnya.
Dokternya lucu ih xD

Jingjing masih berfikir dimana kira-kira uang itu hilang. Ia berjalan sambil bergumam apa mungkin uang itu hilang di toilet.
Jiang Chen yang ada disana mendengarkan hal itu dan alhasil ia mengerti apa yang bahu-membahu terjadi.

Jing Jing di kelas sedang menciptakan sketsa sekolah mereka dan kemana saja ia dan Xiao Xi pergi hari ini.
Lu Yang mendekatinya dan bertanya apa yang sedang Jing Jing lakukan, ia melihat sketsa itu dan tahu itu sketsa sekolah.
Jing Jing menyampaikan berdasarkan ID Lu Yang, Lu Yang tidak akan pernah sanggup menuntaskan hal ini meski ia berdiskusi dengan Lu Yang.
Lu Yang menyampaikan kalau dalam film biasanya orang menuntaskan dengan melihat CCTV terlebih dahulu. Jing Jing tiba-tiba sadar dan menyampaikan kalau Lu yang ternyata bakir juga, ternyata ada gunanya juga kamu menonton film-film itu.

Xiao Xi ada di tangga, memikirkan sendiri mengenai uang itu, ia mengingat kawasan yang ia datangi dan ia sudah menyerah. Ia alhasil mencoba memakai kekuatan batin dan Xiao Xi terlihat sangat frustasi.
Bo Song kemudian mendekatinya dna bertanya apakah perut Xiao Xi masih sakit. Xiao Xi panik dan menyampaikan perutnya tidak sakit lagi.
Bo Song merasa Xiao Xi berbohong dan memperlihatkan obat yang ia dapatkan dari UKS tadi dan meninggalkan Xiao Xi.
Xiao Xi hanya termenung saja melihat obat itu.

Tiba-tiba Jiang Chen muncul dan Xiao Xi segera menyembunyikan obat itu. Ia akal-akalan melihat ke arah lain, tidak mempedulikan Jiang Chen yang lewat.
Jiang Chen kemudian mengentikan langkahnya dna bertanya, kamu kehilangan uang kas itu?
Xiao Xi panik dan eksklusif membantah. Jiang Chen mengerti dan akan pergi, tapi Xiao Xi dengan cepat memegang kaki Jiang Chen dan mengakui kalau ia kehilangan uang itu.
Ia memohon Jiang Chen membantunya, sebagai balasannya, sesudah ia menjadi ketua kelas, ia akan fokus pada Jiang Chen dan merawat Jiang Chen dengan baik HAHAHAHHAHAHHA.
Jiang Chen membisu saja. Xiao Xi terus memohon dan Jiang Chen alhasil mendesah dan duduk disamping Xiao Xi.

Jiang Chen bertanya kapan terakhir Xiao Xi melihat uang itu dan Xiao Xi menyampaikan ia tidak ingat, ia memikirkan itu sepanjang hari tapi ia tak mengingatnya.
Jiang Chen kesal dan menyuruh Xiao Xi terus berfikir. Xiao Xi pusing sendiri.
Jiang Chen mengingatkan, bukankah kamu meminta uang kas padaku siang ini? Apa yang kamu lakukan sesudah kamu meminta uang dariku?
Xiao Xi mencoba berfikir, ia memikirkannya sangat usang dan alhasil menemukan jawabannya, ia meletakkan uang itu di buku tugasnya.

Jiang Chen mengangkat bahunya dan akan berdiri, Xiao Xi menahannya dan menyampaikan kalau buku kiprah itu sudah dikumpulkan di meja guru Liu Qing Shan (guru laki-laki yang menakutkan itu).
Xiao Xi meminta Jiang Chen membantunya. Jiang Chen membisu saja dan Xiao Xi terus menatapnya penuh harapan.
Jiang Chen kemudian berbisik pada Xiao Xi, Bukankah kamu cukup anggun dalam menendang seseorang? Pergi dan tendang saja guru Liu.
Jiang Chen tersenyum dan kabur. Xiao Xi kesal memanggil namanya.
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Jiang Chen sanggup bercanda juga? XD

Setelah mengetahui dimana keberadaan uang itu, Xiao Xi kemudian ke ruang guru Liu Qing Shan. Xiao Xi takut banged, beliau sudah latihan apa yang akan ia katakan dan ia mengambil nafas panjang dan akan masuk.
Tapi kemudian ia mendengar guru sedang memarahi seorang siswa dan terlihat sangat menyeramkan. Xiao Xi jadi takut dan mengurungkan niatnya.

Jam pelajaran selanjutnya ialah berguru sendiri, Xiao Xi tidak hening dan tetapkan permisi keluar. Jing Jing ingin melaksanakan sesuatu dan izin permisi juga. Setelah Jing Jing keluar, Lu Yang juga keluar diam-diam.
Bo Song tidak mengerti kenapa teman-temannya keluar satu per satu dan berfikir kalau mereka kena diare BUWAHHAHAHAHHHAHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAA. Pada alhasil beliau ikutan keluar.
Jiang Chen melihat mereka semua keluar dan ia menjadi khawatir dengan Xiao Xi. Ia alhasil tetapkan untuk keluar juga.
Aku suka bawah umur keluar lewat pintu belakang tapi Jiang Chen keluar lewat pintu depan tanpa permisi pula tuh HAHAHHAHAHA.

Bo Song yang salah paham 100% pergi ke apotik membeli obat diare. Saat ditanya gejalanya, Bo Song gundah sendiri dan meminta semua jenis obat diare omg HAHHAHAHAHAHA.
Jing Jing dan Lu Yang ternyata pergi ke pos satpam sekolah, sebab disana ada kamera CCTV. Tidak ada orang di pos itu dan mereka berdua masuk rahasia kesana.

Xiao Xi sendiri pergi ke ruang guru Liu Qing Shan. Ia mengintip, tidak ada orang disana dan Xiao Xi tetapkan masuk ke dalam. Ia mengendap-endap menuju meja dan mencari buku tugasnya dengan cepat.
Jantungnya hampir copot dikala seseorang membuka pintu, ternyata itu ialah Jiang Chen. Xiao Xi lega dan menyuruh Jiang Chen jangan berisik.
Xiao Xi terus mencari bukunya dan Jiang Chen hanya duduk melihatnya HAHHAHHAHAHA. Nggak bantuin bang?
Xiao Xi alhasil menemukan bukunya dan ia lega, Jiang Chian juga lega. Tapi Xiao Xi terlalu santai dan nggak eksklusif mengambil uangnya, ia malah sibuk membereskan buku-buku itu .
Jiang Chen merasa ada yang tiba dan benar saja, tak usang pintu terbuka, Jiang Chen berdiri.

Guru Liu bersama guru wali kelas terkejut melihat keduanya ada dalam ruangan guru.
Xiao Xi panik dan akan menjelaskan, tapi Jiang Chen memotong dan menyampaikan ia tiba sebab guru Liu mencarinya.
Guru Lui membenar JIang Chen  mengikutinya.

Wali kelas kemudian bertanya pada Xiao Xi kenapa beliau ada disana. Xiao Xi berfikir untuk menciptakan alasan. Jiang Chen memperhatikannya dengan khawatir.
Xiao Xi alhasil menyampaikan kalau semenjak ia hampir terpilih jadi ketua kelas, ia tak sanggup tidur, ia merasa ia punya tanggung jawab ditangannya dna ia tidka boleh mengecewakan guru, ia tak boleh membawa duduk kasus pada teman-temannya. Makara dalam hatinya ia merasa tidak tenang.
Xiao Xi agak mendramatisir dan menciptakan kening Jiang Chen berkerut sendiri HAHAHAHA.
Xiao Xi menyampaikan ia ingin memperlihatkan bantuan anggun untuk kelas mereka, ia ingin menjadi kekuatan bagi siswa lainnya dan menjadi ketua kelas yang baik. Ia bertanya apakah guru percaya padanya, jikalau guru percaya,ia akan menjadi ketua kelas seumur hidupnya.
Jiang Chen menahan tawanya. Xiao Xi kemudian berterima kasih pada guru dan meninggalkan ruangan itu. Jiang Chen juga mengikutinya.
Wali kelas masih gundah dengan apa yang gres saja terjadi.

Sementara itu, Jing Jing dan Lu Yang sibuk mengecek CCTV. Tapi tentu saja mengecek CCTV itu membutuhkan waktu yang lama, apalagi kalau nggak tahu kejadiannya jam berapa.
Saat ada yang datang, Jing JIng menarik Lu Yang untuk menunduk. Jing Jing meletakkan tangannya di pundak Lu Yang dan posisi mereka sangat dekat.
Lu Yang jadi terpesona lagi pada Jing Jing dan malah mengambil kesempatan untuk bersandar pada Jing Jing. Bahkan dikala JIng Jing bertanya apakah orang itu sudah meninggalkan pos, Lu Yang menyampaikan belum, sebab ia terlalu nyaman di pundak JIng Jing HAHAHHAHHA.
JIng Jing kesal dan menepiskan Lu Yang.
Satpam bangkit di luar. Jing Jing dan Lu Yang tetapkan untuk kabur dalam hitungan ke-3. Keduanya kemudian berlari sambil berpegangan tangan, tentu saja yang menjadi pemimpin ialah Jing Jing HAHAAHHAAH.

Jing Jing dan Lu Yang kembali ke kelas, diikuti oleh Bo Song yang eksklusif ke meja Xiao Xi, ia membelikan obat sakit perut banyak sekali jenis dan menyampaikan jikalau Xiao Xi memakannya, Xiao Xi akan merasa baikan.
Xiao Xi membisu saja, ia berterima kasih dan kemudian merenung lagi. Bo Song menatap punggung Xiao Xi dengan penuh cinta.
AAAACCCCCKKKKKKK!!!!!!!!!! sini peluk peluk XD XD

Xiao Xi merasa tidak hening dan kemudian mengajak Jing Jing untuk keluar. Jiang Chen melihat mereka.
Xiao Xi curhat pada Jing Jing, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan, sebab sesudah jam pelajaran ini, mereka akan melaksanakan pemilihan ketua kelas, sementara uang kas yang harus dikumpulkan Xiao Xi hilang.
Xiao Xi menyampaikan jikalau ia jujur meletakkan uang itu di buku tugasnya, ia mungkin akan diejek selamanya oleh bawah umur kelas mereka.
Xiao Xi juga punya wangsit lain, ia akan bersembunyi di toilet, Jing Jing membantunya menciptakan alasan.
Keduanya jadi gundah sendiri dan tak tahu apa yang harus mereka lakukan.
Jiang Chen ternyata ada dibelakang mereka semenjak tadi dan mendengarkan keluh kesah mereka berdua.
Jiang Chen menyampaikan kalau Xiao Xi cukup anggun menjadi ketua kelas, Xiao Xi cocok untuk itu.
Ia hanya menyampaikan itu dan meninggalkan mereka. Xiao Xi mengerutkan keningnya, ia masih khawatir apa yang harus ia lakukan.

Akhirnya jam pelajaran terakhir, dimana kelas Xiao Xi dkk akan melaksanakan pemilihan ketua kelas putaran kedua.
Wali kelas belum datang, Xiao Xi tidak bersemangat. Jiang Chen kemudian bangkit dan meninggalkan kelas, Xiao Xi terkejut sebab Jiang Chen tidak akan ada di kelas dikala pemilihan.
Guru alhasil masuk dan menyampaikan dua ketua kelas mereka melaksanakan pekerjaan dengan baik ahad ini. Wali kelas juga memuji Xiao Xi yang bahkan menemuinya untuk menyampaikan apa yang ia pikirkan dan meminta siswa yang lain menggandakan Xiao Xi.

Wali kelas kemudian meminta para ketua kelas mengumpulkan yang kas padanya. Xiao Xi panik. Li Wei mengumpulkan bagiannya pada guru.
Wali kelas memanggil Xiao Xi dan Xiao Xi bangkit dengan khawatir. Wali kelas gundah kenapa Xiao Xi tidak menemuinya dan menyuruhnya cepat kedepan sebab mereka masih harus melaksanakan pemilihan ketua kelas.
Xiao Xi menunduk. Semuanya bingung. Xiao Xi alhasil menyampaikan dengan jujur kalau ia kehilangan uang kas itu.
Semuanya terkejut mendengarnya, mereka mulai bergosip.

Jiang Chen ada di ruangan guru Liu untuk memperlihatkan goresan pena yang diminta guru Liu tadi. Guru Liu cukup kaget sebab Jiang Chen mengerjakannya dengan cepat.
Jiang Chen melihat buku kiprah kelasnya dan buku milik Xiao Xi ada paling atas. Saat Guru Liu sibuk mengecek dan memuji goresan pena Jiang Chen, Jiang Chen sengaja menjatuhkan buku Xiao Xi.
Ia menunduk untuk mengambil buku itu, ia dengan cepat mengeluarkan uang yang terselip disana dan memasukkan ke dalam bajunya.
Ia mengembalikan buku Xiao Xi sesudah misinya selesai dan kembali ke kelas.

Sementara itu di kelas, teman-teman Xiao Xi mulai memarahi Xiao Xi yang tidak becus menjadi ketua kelas. Tentu saja itu berasal dari ekspresi sobat Li Wei.
JIng Jing kesal mendengarnya sebab beliau sudah keterlaluan. Sebelum keadaan memanas, Jiang Chen masuk ke kelas dan melihat keadaan, ia melihat Xiao Xi bangkit dengan wajah murung dan sudah menebak apa yang terjadi.
Jiang Chen kemudian mengeluarkan yang kas dan menyampaikan kalau uang kas itu ada padanya. Semuanya terkejut. JIang Chen memperlihatkan uang kas pada wali kelas dan menyampaikan Xiao Xi memintanya untuk menyimpan uang kas itu.
Xiao Xi terdiam menatap Jiang Chen.

Setelah Jiang Chen kembali ke kawasan duduknya, Xiao Xi tetapkan untuk mengakui kalau ia benar-benar kehilangan uang kas itu dan Jiang Chen membantunya untuk menemukannya. HAl itu menciptakan Jiang Chen terkejut, padahal ia sudah susah payah menutupinya.
Xiao Xi menunduk dan meminta maaf pada semuanya, ia menyampaikan kalau dirinya tidak pantas menjadi ketua kelas.
Semuanya terdiam.

Wali kelas kemudian mengambil alih, ia menyampaikan pada semuanya kalau mereka masih muda, jadi masuk akal melaksanakan kesalahan. Aku tidak tahu apakah kalian masih ingat ini, dikala pemilihan ketua kelas ahad lalu, Chen Xiao Xi menyampaikan mereka akan melalui 3 tahun ini bersama-sama, mereka mungkin akan bertengkar dan melaksanakan kesalahan. Aku pikir beliau menyampaikan hal itu dengan baik.  Xiao Xi, kamu melupakan satu hal, dalam 3 tahun kedepan, kalian akan menjadi orang dewasa, yang artinya bukan wacana berapa rumus matematika yang kamu pelajari atau berapa jawaban tes yang benar. TApi  wacana bagaimana kalian bersikap ibarat orang dewasa. Jika kamu melaksanakan sesuatu yang salah, kamu harus mempunyai keberanian untuk mengakuinya. Untuk mempunyai keberanian ini, kalian juga harus mempunyai hati yang baik, hati yang memaafkan dan memakai itu untuk memaafkan kesalahan orang lain. Chen Xiao Xi sangat mengagumkan.

Xiao Xi meminta maaf pada teman-temannya dan teman-teman menyampaikan tidak apa-apa dan memaafkannya. Xiao Xi melanjutkan kalau kali ini, ini benar-benar kesalahannya jadi ia ingin mengundurkan diri menjadi ketua kelas.
Guru alhasil mengerti. Ia menyampaikan hari ini sudah berakhir, ia harap semuanya pulang dan memikirkan semuanya dengan hati-hati.
Xiao Xi alhasil duduk, ia jadi merasa tidak yummy pada Jiang Chen. Jiang Chen sendiri hanya sanggup menghela nafas.

Saat pulang sekolah, Xiao Xi menemui Bo Song, ia meminta maaf sebab bahu-membahu ia tidak sakit perut. Ia mengembalikan obat itu pada Bo Song.
Bo Song menyampaikan tidak masalah, jikalau memang Xiao Xi tidak sakit perut, itu lebih baik.
Xiao Xi jadi tidak yummy sebab menciptakan Bo Song jadi membelikan banyak obat untuknya. Bo Song menyampaikan tidak masalah, menghabiskan uang untuk bos-nya membuatnya bahagia. Ia meminta Xiao Xi tetap mengambil obat itu, sebab obat itu tidak mempunyai kegunaan untuknya.
Bo Song melempar plastik obat itu pada Xiao Xi dan Xiao Xi menangkapnya.
Bo Song meninggalkannya sambil berkata kalau nanti ia akan mentraktir Xiao Xi steak. ^^

Xiao Xi pulang bersama Jiang Chen. Jing Chen membisu sepanjang jalan.
Xiao Xi merasa tak yummy dan menarik lengan baju Jiang Chen. Jiang Chen menghentikan langkahnya.
Xiao Xi menyampaikan kalau Jiang Chen benar, ia tidak cocok menjadi ketua kelas.
Jiang Chen terdiam. Ia kemudian naik ke sepedanya dan berkata, kamu cukup anggun menjadi ketua kelas.
Xiao Xi terkejut. Jiang Chen mengayuh sepedanya meninggalkan Xiao Xi.

Xiao Xi tersenyum mendengarnya dan meminta Jiang Chen menunggunya.
Jiang Chen terus mengayuh sepedanya dan berkata, untuk apa kamu menunggumu? Agar kamu sanggup menendangku lagi?
Xiao Xi tersenyum dan mengejar Jiang Chen yang juga tersenyum padanya.

-The End-

Epilog

Epilog kali ini nggak terlalu seru nih. Makara ceritanya Jiang Chen menjadi seorang pangeran yang dibully (Tuxedo Mask) yang dibully di kelas dan Xiao Xi menyelamatkannya, Xiao Xi ialah Imperial Rainbow Queen (Sailormoon).
Pembully takut padanya dan kabur. Kemudian Xiao Xi dan Jiang Chen pegangan tangan di depan papan tulis dan bergandengan sambil menghapus papan tulis HAHHAHAHAHAHAHAHHA.

Komentar:
Ngakak, kenapa harus ini sih epilognya, nggak ada gitu rahasia kaya episode 1 dan 2?
Aku sudah melihat adegan ini di teaser A Love So Beautiful dulu banged dan saya sempat menebak ini mimpi Xiao Xi. Mungkin memang mimpi Xiao Xi sih ya, tapi disini dimasukkan ke belahan penutup aja HAHHAHAHHA.

Aku suka episode ini, Xiao Xi jadi pemberani dan mengakui mengenai uang kas itu meskipun Jiang Chen sudah membantu menutupinya.
Dia tau dirinya salah dan alhasil mengakui kalau ia benar-benar kehilangan uang itu. Kalau beliau tidak mengaku mungkin ceritanya akan lain ya.
Tapi bahu-membahu saya agak gundah juga, awalnya kan niat Xiao Xi mau menjadi ketua kelas itu bukan demi teman-teman, tapi demi Jiang Chen. Tapi tiba-tiba beliau malah kelihatan benar-benar ingin menjadi ketua kelas demi membantu teman-temannya. Bagus sih kalau begitu, tapi niat awalnya tetap kan ya? Demi Jiang Chen? LOL.

Aku ngakak banged sama Bo Song, awalnya saya pikir beliau orangnya agak bakir dan cool gitu. Taunya beliau polos banged. Dia beneran percaya kalau Xiao Xi sakit perut dan bahkan berfikir teman-temannya kena diare. Dia nrimo banged mencarikan obat untuk Xiao Xi. GImana ya perasaannya dikala tahu Xiao Xi ternyata berbohong?
Disini nggak terlalu diperlihatkan sih, mungkin beliau agak kecewa juga, tapi tetap bersyukur sebab Xiao Xi sehat-sehat saja.
Tapi kekahwatiran beliau memang nomor 1 sih menurutku, beliau nggak hening banged hari itu.
Aku galau kalau Bo Song sudah memperlihatkan tatapan penuh cintanya, Jiang Chen eksklusif terlempar dari pikiran saya HAHAHAAHHAAHA.
Tapi pas adegan Jiang Chen – Xiao Xi saya jadi baper lagi kwkwkwkkwk.

Jiang Chen orangnya nggak banyak ngomong tapi beliau perhatian juga ya, beliau selalu memperhatian Xiao Xi. Alasan kenapa beliau menyampaikan Xiao Xi tidak cocok jadi ketua kelas itu, bukan jahat sebenarnya, tapi sebab beliau sudah tahu Xiao Xi itu orangnya bagaimana.
Mungkin itu juga yang beliau khawatirkan, ibarat kejadian hari ini, Xiao Xi kehilangan uang kas, sebab nggak ingat beliau menyimpan dimana. Orangnya serampangan, makanya Jiang Chen berfikir Xiao Xi tidak cocok dalam hal itu. Meskipun beliau tahu Xiao Xi bahu-membahu punya potensi menjadi ketua kelas yang baik.
Aku suka kalau Jiang Chen agak pembangkang pada Xiao Xi, suka menggodanya. Di episode ini ada 2 kali ya, dikala berbisik dan dikala adegan terakhir ehhhehehehe.
Sepertinya tendangan Xiao Xi membekas banged di hati Jiang Chen.

Dulu pas kelas 5 SD, saya pindah ke sekolah. Pindah sekolah itu nggak yummy banged, sebab saya beneran nggak kenal teman-teman sekelas. Makara ada seorang anak laki-laki yang pembangkang banged, sebab saya anak baru, saya digangguin dan dikala itu sebab saya kesal, saya menendang kakinya, persis kayak Xiao Xi ke Jiang Chen HAHHAHAHAHAHAHA.
Kalau dilihat di drama ini sih, lucu gitu dan pengen ketawa, tapi bahu-membahu di dunia faktual sama sekali nggak lucu. Aku mengerti bagaimana perasaannya sesudah menedang kaki Jiang Chen wkwkkwkwwkw.
Aku lupa dulu saya gimana ya? Seingat itu sih sesudah kejadian itu mereka nggak mengganggu lagi dan saya mulai punya sobat juga HHAHAHHAHAHHA. Kenangan SD udah banyak lupanya XD

Kayaknya drama ini belakangan wacana slice of life ya, jadi wacana kejadian sehari-hari Xiao Xi dkk aja, nggak terlalu fokus pada sesuatu juga. Aku ingin tau ini kisah mau dibawa kemana ya dan kapan akan mulai fokus pada ‘sesuatu’-nya. Karena kalau nggak salah ini kan masih flashback, masih tahun 2005, dikala bawah umur masih kelas 1 SMA. Sementara nanti akan ada time jump sesudah mereka kerja juga. Ceritanya masih panjang banged.
Kira-kira 23 episode tertutupi nggak ya?
Aku harap sih jangan ada belahan yang terburu-buru, jadi tetap fokus.
Aku juga sedikit khawatir sebab ini drama China. Aku takut plot-nya makjang! Karena pengalaman nonton Movie China, selalu ada bencana di dalamnya, saya berharap tidak dalam drama ini. Males kalau ada tragedinya, sebab bencana dalam movie china yang saya tonton macam-macam dan bahu-membahu berat banged.
Karena ini youth movie, jadi saya harap fokus ke masa depan mereka nantinya.

BTW A Love So Beautiful tayang setiap hari Kamis dan Jumat. Di Tv Lokal, tayang 4 episode seminggu. Tapi drama ini juga sanggup di susukan secara online dan untuk pelanggan VIP sanggup mengakses episode terbaru lebih cepat setia hari kamis.
Jadi, ahad kemarin, versi TV itu tayang episode 1-4, sementara pelanggan VIP sudah sanggup menonton episode 1-8. NAh, kita-kita yang hanya mengandalkan link online, sudah sanggup menonton episode 1-8, sebab pelanggan VIP merekam dan menguploadnya.
Makara yang tersedia online itu hasil dari pelanggan VIP yang menonton setiap hari kamis (official update drama ini cuma hari kamis untuk VIP, tapi episodenya lebih cepat, kalau nggak salah sih eksklusif 4 episode kecuali ahad pertama itu 8 episode sekaligus).
Aku sendiri menciptakan sinopsis berdasarkan subtitle yang rilis, bukan sudah berapa episode yang udah tayang XD
Karena saya nggak sanggup bahasa china, kalau mau nonton sih ada banyak di youtube tapi saya menghindari spoiler video, udah kebanyakan soalnya dari official site aja, stills-nya udah cukup sebagai spoiler HHAAHAHAHAHA.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top