Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 4-2

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 4-2

=============================================================

Sinopsis To Our Pure Little Beauty Episode 4 Part 2

Lu Yang menemui para gadis yang dulu pernah ia kirimi surat cinta, ia menemui mereka satu per satu untuk memohon mengikuti lomba lari gawang. Awwwww. Ia ingin mereka menggantikan Jing Jing dan memenangkan hadiahnya, Lu Yang benar-benar ingin Jing Jing mendapat ham itu.
Tapi tentu saja semua orang berkerut melihat Lu Yang, mereka bahkan tidak mengenalnya.
Lu Yang kemudian menunggu seseorang ditangga, begitu Jiang Chen datang, ia menuntun Jiang Chen dengan hati-hati untuk melewati tangga dan Jiang Chen sudah menebak kalau Lu Yang membutuhkan sesuatu darinya.
Lu Yang senang alasannya Jiang Chen tahu dirinya dengan baik. Ia kemudian menyampaikan ia ingin meminta sesuatu dari Jiang Chen. Ia bahkan memegang tangan Jiang Chen dan meyakinkan Jiang Chen untuk membantunya. Jiang Chen curiga, ia menolak dan menarik tangannya. Lu Yang kesal alasannya Jiang Chen tidak pernah memperlakukannya menyerupai teman.
Jiang Chen terdiam. LU Yang kembali memegang tangan Jiang Chen untuk meminta tolong.

Xiao Xi yang akan turun tangga melihat keduanya, ia belakang layar mendengarkan mereka.
Lu Yang menyampaikan Jing Jing melukai kakinya dan tidak dapat ikut bertanding. Jing Jing sangat jarang dapat bertemu dengan ayahnya dan ayahnya akan datang, alasannya itu JIng ingin memenangkan pertandingan, alasannya ingin menawarkan jam pada ayahnya. Lu Yang menyampaikan JIng Jing yaitu anak yang baik, sebagai sahabat bukankah mereka harus membantunya?
Jiang Chen bertanya, kau tidak berfikir untuk memohon saya ikut bertanding dalam perlombaan itu kan?
Lu Yang tertawa, kau sangat lucu, kan kita punya Xiao Xi. Aku ingin kau meyakinkan Xiao Xi untuk melaksanakan sesuatu demi Jing Jing. Dia selalu mengikuti apa yang kau katakan.
Jiang Chen menyampaikan tapi Xiao Xi punya alasan sendiri untuk ikut dalam pertandingan itu.
Lu Yang juga tahu akan hal itu dan tetapkan untuk mencari cara lain saja.

Jiang Chen termangu dan naik menuju kelas. Ia berselisih dengan Xiao Xi yang sedang turun dan bertanya pada Jiang Chen apakah Jiang Chen pikir ia harus membantu Lu Yang?
Jiang Chen menjawab, jangan terlalu memikirkan hal itu, otakmu tidak akan mampu menghadapinya.
HHAAAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAH. Jiang Chen meninggalkan Xiao Xi. Xiao Xi udah terbiasa dengan kata-kata kejam Jiang Chen, jadi ia nggak terlalu kepikiran. Tapi ia tetap memikirkan ajakan Lu Yang tadi.

Xiao Xi, Jing Jing, Bo Song dan Lu Yang sedang makan cemilan di kelas. Xiao Xi bertanya apakah kaki Jing Jing masih sakit. Jing Jing menyampaikan ia dapat berlari dan melompat, hanya saja dokter tidak mengizinkannya ikut bertanding.
Bo Song menyampaikan dokter Lee itu orang yang dapat dipercayai dan sebagai sahabat ia meminta Jing Jing jangan memaksakan diri, semoga cepat sembuh.
Jiang Chen masuk ke kelas dan Xiao Xi ingin menyapanya, tapi Lu Yang menahan tangan Xiao Xi, ia menyampaikan kalau ia sedang murka pada Jiang Chen.
Xiao Xi mengerutkan keningnya menyampaikan kalau Lu Yang terlalu sensitif. Lu Yang meminta Xiao Xi diam, alasannya ia juga sedang murka pada Xiao Xi.
Bo Song yang mendengarnya protes, bagaimana kau dapat bicara menyerupai itu pada bos-ku?
Jing Jing membenarkan. Mereka bertanya kenapa Lu Yang murka pada Jiang Chen.
Lu Yang dan Xiao Xi saling pandang  dan alhasil Lu Yang menyampaikan kalau belum dewasa bilang Jiang Chen lebih tampan darinya.
Bo Song dan Jing Jing bingung, masa hanya alasannya itu Lu Yang marah, mereka kemudian tertawa.

Xiao Xi menunggu Jiang Chen di parkiran sepeda dan Jiang Chen bertanya kenapa Xiao Xi tidak latihan hari ini?
Xiao Xi menyampaikan kalau ia tidak melakukannya dengan baik dan ingin bertanya beberapa hal pada Jiang Chen.
Jiang Chen tidak mengerti kenapa Xiao Xi bersemangat sekali ihwal pertandingan ini dan Xiao Xi menyampaikan itu rahasia.
Jiang Chen tampaknya agak kesal dan menyuruh Xiao Xi turun dari sepedanya alasannya ia mau pulang. Xiao Xi cemberut dan meminta Jiang Chen mengajarinya, tapi Jiang Chen menolak.
Jing Jing kemudian tiba dna bertanya apa yang sedang mereka bicarakan. Xiao Xi menyampaikan kalau Jiang Chen tidak mau mengajarinya lari gawang.
Jing JIng menyampaikan ia akan mengajarkan Xiao Xi dan Xiao Xi senang mendengarnya, tapi ternyata itu hanya alasan Jing Jing saja supaya Xiao Xi pergi dari sepedanya, alasannya Xiao Xi duduk di sepedanya.
Setelah Xiao Xi bangun, Jing Jing malah kabur dengan sepedanya, Jiang Chen juga. HAHHAHAHAHAHA.

Dalam perjalanan pulang, Jing Jing menyusul Jiang Chen untuk memintanya membantu Xiao Xi latihan.
Ia menyampaikan sesungguhnya Xiao Xi sangat bersemangat latihan itu untuk memenangkan jam hadiah pertandingan, untuk hadiah ulang tahun Jiang Chen.
Jiang Chen terkejut mendengarnya. Tapi ia kemudian meninggalkan Jing Jing tanpa menyampaikan apapun.

Keesokan harinya, Jing Jing, Lu Yang dan Bo Song menemani Xiao Xi latihan. Xiao Xi sibuk pemanasan dan Jing Jing sangat khawatir alasannya pemanasan saja Xiao Xi sudah salah melakukannya.
Jing Jing meminta Bo Song mengajarinya dan Bo Song menyampaikan kalau ia sudah mengajari Xiao Xi (Mungkin Xiao Xi nggak ngerti2 kali ya HAHHAAHHA).
Lu Yang berdiri akan mengajari Xiao Xi tapi Jing Jing menghentikannya. Lu Yang masih kesal pada Xiao Xi dan menyampaikan lagian Xiao Xi tidak akan memenangkan pertandingan.
Bo Song kesal mendengarnya, kau ini minta dipukul ya?

Xiao Xi bersiap untuk berlari dan seseorang tiba menghalanginya, ia pikir itu yaitu Bo Song, jadi ia menyuruh Bo Song jangan menghalanginya. Bo Song masih ada bersama JIng dan Lu Yang di luar jalur lari dan bingung.
Orang itu menyampaikan kuda-kuda Xiao Xi salah, ulangi lagi. Xiao Xi mengenal bunyi itu dan mendongak untuk melihatnya. Tentu saja itu yaitu Jiang Chen yang alhasil tiba mengajari Xiao Xi latihan.
Xiao Xi senang banged, ia pribadi tersenyum. Bo SOng shock alasannya Jiang Chen mau tiba latihan, padahal selama ini selalu menolak.

Xiao Xi dan Jiang Chen memulai latihan mereka, latihan pertama yaitu berlari. Keduanya berlari keliling lapangan dan Jiang Chen menjelaskan bagaimana cara berlari melompati gawang, lebih baik berlari lebih lambat dari pada terlalu cepat dan terjatuh.
Bo Song menatap keduanya yang latihan dari jauh.

Sejak hari itu, Xiao Xi rajin latihan ditemani oleh Jiang Chen. Saat makan juga mereka perhatian pada Xiao Xi, untuk asupan gizi, mereka menawarkan banyak protein pada Xiao Xi.
Lucu banged, Xiao Xi pengen makan sosis milik Lu Yang dan Lu Yang nggak mau bagi. Xiao Xi menatap JIng untuk mengambilkannya dan Jing pribadi mengambilnya dan menawarkan pada Xiao Xi.
Lu yang kesal sekali HAHAHHAHAHA.
Xiao Xi juga sering mengantuk alasannya kelelahan dan suatu hari, Xiao Xi tidur di kelas, dengan pena diatas dagunya. Jiang Chen yang melihatnya usil banged, menjatuhkan pena itu sehingga Xiao Xi terbangun.

Akhirnya tiba latihan dengan menggunakan gawang. Xiao Xi sudah bersiap dan bersemangat untuk berlari. Tapi pada alhasil ia tak dapat melompati gawang dan menjatuhkannya dengan tangannya.
Jiang Chen yang memperhatikan latihan  tak percaya dengan apa yang ia lihat, kepalanya sakit dan tetapkan untuk melupakan melompati gawang. Ia menyuruh Xiao Xi untuk sekuat tenaga berlari dan menjatuhkan gawangnya dan berlari secepat mungkin.
Xiao Xi menyampaikan ia akan terlihat jelek bila melaksanakan itu. Jiang Chen menyampaikan ia sudah melihat latihan penerima yang lain dan mereka kesulitan untuk melompati gawang, meski kaki Xiao Xi pendek, ia bukan satu-satunya yang tidak dapat melompati gawang.
Xiao Xi kesal dan menyampaikan Jiang Chen tidak perlu mengomentari kaki pendeknya.
Jiang Chen menyampaikan yang perlu Xiao Xi lakukan yaitu mengkhawatirkan kecepatannya. Makara mereka tetapkan tidak fokus pada melompat gawang, tapi bagaimana berlari cepat sambil menjatuhkan gawangnya.

Dan Hari-H alhasil tiba, hari pertandingan olahraga. Sekolah hari itu sangat ramai, belum dewasa berkumpul di lapangan dan memberi semangat untuk tim mereka.
Xiao Xi sama sekali tidak menikmati hal ini, alasannya ia sangat khawatir dengan pertandingannya sendiri.
Kelas 1-3 sangat bersemangat untuk menyemangati teman-teman mereka dengan Lu Yang sebagai pemimpin untuk bersorak.

Akhirnya pertandingan lari gawang untuk puteri tiba, Jing Jing dkk menyemangati Xiao Xi. Jing Jing meminta Xiao Xi menarik nafas dalam-dalam dan jangan khawatir alasannya Xiao Xi akan baik-baik saja.
Xiao Xi kemudian pergi dengan gugup dan JIang Chen menatapnya.
Sebelum perlombaan, biasanya ada penyiar yang membacakan surat dari teman-teman untuk mendukung penerima pertandingan dan Lu Yang & Jing Jing kesal alasannya punya mereka belum dibacakan juga. Makara mereka naik ke panggung dan meminta penyiar membacakannya.
Penyiar menyampaikan kalau guru menyuruh hanya membacakan yang baik-baik saja. Lu Yang tersinggung, artinya ia punya tidak anggun dan mulai mengecek memangnya yang anggun itu yang mana.
Jing Jing menggunakan kesempatan itu merebut mic untuk menyemangati Xiao Xi yang akan bertanding.
Xiao Xi tersenyum mendengarkan mereka. Jing Jing tidak mengalah dan tersu berteriak meski ia diseret oleh para guru HAHAHHAHAHAH.

Xiao Xi menemukan semangatnya kembali dan Jiang Chen tiba melihat keadaannya, cuma bilang, ‘jangan khawatir/jangan cemas’ dan pergi. Gitu aja Xiao Xi udah senang banged XD

Para pelari bersiap di garis start dan sesudah instruksi mereka mulai berlari. Lapangan heboh dengan teman-teman yang menyemangati mereka. Xiao Xi berlari dengan serius, ia tak dapat melompati gawang jadi ia fokus berlari kencang sambil mendorongnya.
Xiao Xi melakukannya dengan baik, Jiang Chen tersenyum melihatnya. Kelas 1-3 memiliki sebuah maskot untuk mendukung penerima dan maskot itu berlari mengikuti Xiao Xi.
Xiao Xi berhasil mencapai garis finish di daerah pertama, ia memenangkan pertandingan. Teman-teman keals 1-3 berteriak bahagia. Jing Jing juga senang Xiao Xi menang, ia bahkan memegang tangan Lu Yang dan bersorak. Lu Yang terharu.
Jiang Chen puas alasannya Xiao Xi melakukannya dengan baik,

Xiao Xi duduk alasannya kelelahan dan maskot kelas mereka mengikuti Xiao Xi. Ia menyentuh dan mengusap kepala Xiao Xi alasannya sudah melaksanakan dengan baik. Ia juga menawarkan sapu tangan pada Xiao Xi untu mengelap keringatnya.
Xiao Xi tersenyum dan berterima kasih pada maskot itu.

Maskot berjalan masuk ke gedung sekolah. Orang yang seharusya ada dalam maskot itu keluar dari kamar mandi dan berterimakasih pada yang sudah menggantikannya, alasannya tiba-tiba ia sakit perut.
Orang itu yaitu Bo Song. Awwww, Bo Song menggantikan temannya yang harusnya menjadi maskot dan berlari bersama Xiao Xi.
Bo Song menyampaikan tak masalah, alasannya cukup menyenangkan menggantikan temannya.
(AAACKKK, gimana dapat saya nggak suka sama kau Bosong Bosong!!!!! Makara pengen Xiao Xi berakhir sama Bo Song aja lol).

Setelah program dukungan hadiah selesai, Xiao Xi menawarkan jam itu pada Jing Jing. Semuanya terkejut.
Bo Song bertanya kenapa Xiao Xi melakukannya padahal ia bersusah payah mendapat itu.
Jing Jing juga tidak mengerti. Xiao Xi menyampaikan Lu Yang menyampaikan padanya kalau Jing Jing ingin memenangkan pertandingan untuk menawarkan jam pada ayahnya.
Lu Yang mengambil jam itu dan menawarkan pada Jing Jing, ia menyampaikan pada Jing Jing jangan sungkan alasannya Xiao Xi sudah memberikannya padanya.
Tapi JIng Jing masih ragu.
Lu Yang ingin tau jam-nya menyerupai apa dan membukanya. Semuanya termangu menatap jam tangan itu, warna pink, jam untuk wanita.
HHAAHAHHAHAHAHAHHAHA.
Xiao Xi dan JIng Jing sama-sama kaget, alasannya pada alhasil jam itu tak dapat mereka berikan pada laki-laki wkkwkwkkw.

JIng Jing kemudian menyadari kalau ia sudah hampir terlambat, padahal ia janjian dengan ayahnya jam 5. Mereka kemudian ingat sesudah pertandingan selesai mereka harus kembali ke kelas, gerbang sekolah juga niscaya ditutup. JIng Jing bingung.
Saat semuanya berfikit, Jiang Chen kemudian bicara dengan sebuah ide, Jing Jing dapat melompati pagar dan semuanya kaget menatap Jiang Chen. Bo Song tersenyum mendengarnya. HAHAHHAHAHA.

Mereka kemudian membantu Jing Jing untuk kabur, Bo Song, Jiang Chen dan Xiao Xi menahan guru yang melihat mereka, Lu Yang kabur bersama Jing Jing dan harus memastikan Jing Jing dapat keluar dengan aman. Makara mereka berpisah.
Tapi tak usang kemudian, Jing Jing dan Lu Yang tertangkap berair oleh guru Liu dan Lu Yang menyuruh Jing Jing untuk melompat sementara ia menahan guru Liu.
Ngakak banged deh Lu Yang memeluk guru Liu dengan erat, disana ada anjing dan ia menyampaikan kalau ia takut anjing makanya ia memeluk guru Liu LOL.

JIng Jing berhasil melompati pagar sekolah, tapi sialnya, dokter UKS sedang lewat disana.
JIng Jing terkejut melihat dokter itu. Jing Jing menyampaikan kalau ia memiliki urusan yang sangat penting dan meminta dokter untuk membiarkannya pergi.
Dokter membisu saja dan melewatinya tanpa bicara apa-apa. Tapi kemudian dokter kembali untuk memastikan Jing Jing tidak melaksanakan sesuatu yang jahat dan Jing Jing menyampaikan tentu saja tidak.
Guru mengerti. Ia menawarkan celana pada Jing Jing, celana yang gres ia beli, alasannya ia melihat celana olahraga Jing Jing robek ketika melompat pagar.
Dokter meninggalkan Jing Jing seolah tak melihat apapun.

Lu Yang dieksekusi oleh guru Liu, menulis surat penyesalan, dilarang salah 1 karakterpun, kalau bel berbunyi dilarang pulang sekolah, harus menuntaskan surat itu. Kalau nggak salah sih diminta menulis 1000 lembar, saking marahnya sang guru.
Lu Yang sih santai saja, yang penting Jing Jing berhasil bertemu ayahnya.

Sepertinya yang lain menunggu Lu Yang dan JIng Jing juga kembali ke sekolah sesudah bertemu ayahnya. Mereka berlima pulang bersama-sama.
Xiao Xi bertanya JIng Jing dan ayahnya makan apa ketika bertemu dan Jing Jing menyampaikan ayahnya tidak punya banyak waktu, jadi mereka tidak sempat makan.
Xiao Xi bertanya lagi apakah ayah memujinya dan Jing menjawab ayahnya memuji nilainya yang lebih anggun dari sebelumnya..
Xiao Xi memanggil JIng sebagai ratu berguru dan menyampaikan bagaimana mungkin nilai dapat membaik.
Jiang Chen menyampaikan kalau JIng Jing tidak menyerupai Xiao Xi LOL. kalau berusaha niscaya nilai membaik, alasannya untuk menjadi lebih baik tidak ada batasannya. Bo Song mengingatkan Jiang Chen jangan menyampaikan hal menyerupai itu pada bos-nya atau ia akan marah.
Jing menyampaikan kalau ayahnya ingin mentraktir mereka semua makan dan yang lain senang alasannya ayah Jing baik,

JIng kemudian berpisah dengan mereka alasannya masih punya urusan lain. Saat sedang berjalan, ia mendapat sms dari Lu Yang yang berisi, Lin Jing Xao, jangan bersedih. Saat saya punya cukup tabungan, saya akan membelikan ayahmu jam tangan.
JIng menatap kembali ke belakang. Ia melihat Lu Yang dkk berjalan bersama dan Lu Yang melempar sepatunya, kemudian teman-teman yang lain menendang sepatu Lu Yang, menolak memberikannya.
JIng Jing tersenyum.

Xiao Xi dan Jiang Chen pulang ke arah yang sama, mereka berdua naik bus, duduk dibangku yang sama.
Mereka berdua saling pandang, awalnya sih agak awkward gitu, tapi Xiao Xi menikmatinya dan tersenyum.
Xiao Xi bertanya kenapa hari ini Jiang Chen tidak membawa sepeda?
Jiang Chen menyampaikan itu alasannya bahunya sakit.
Xiao Xi panik dan khawatir, ia segera mengecek bagu Jiang Chen yang sakit.
Xiao Xi tidak sadar kalau ia terlalu erat dengan Jiang Chen, Kepalanya hampir kena wajah Jiang Chen.
Jiang Chen kaget sih, tapi ia mencoba bersikap hening dan menjauhkan kepala Xiao Xi darinya HAHAHHAHAHA. Ia menyampaikan ia baik-baik saja.

Xiao Xi menyampaikan kalau bahunya juga sakit dan kemarin ia menggunakan obat ayahnya, bila Jiang Chen mau, ia dapat memberikannya pada Jiang Chen.
Jiang Chen menggeleng dan mengalihkan pandangan ke luar. Jiang Chen kemudian menyadari sesuatu di bajunya, saya rasa itu rambut Xiao Xi tadi, ia mengambilnya dan menatap Xiao Xi. Ia menatap rambut itu dan tersenyum.
Awwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww.

-The End-

Epilog

 

Bagi yang tidak ikut bertanding dalam pertandingan olahraga, secara otomatis harus menjadi supporter kelas mereka, dimana meraka harus menggunakan ikat rambut lucu.
Jiang Chen menolak memakainya, jadi Xiao Xi memaksa JIang Chen untuk memakainya, ikat rambut minnie mouse. Ia mencoba memasangkannya ke kepala Jiang Chen, tapi Xiao Xi pendek banged dan tak dapat menjangkaunya meski ia melompat dan melompat HAHHAHAHAHAHAHA.
Xiao Xi kemudian mengalah dan mengeluh kalau ia sangat cemas mengenai pertandingan nanti dan meminta setidaknya Jiang Chen bekerja sama dengannya dan jangan membuatnya makin cemas.
Jiang Chen membisu saja, ia menatap Xiao Xi yang menatapnya dengan cemberut.
Jiang Chen alhasil mengalah dan merendahkan badannya.  Xiao Xi tersenyum senang dan memasangkan ikat rambut itu di kepala JIang Chen.
Xiao Xi puas banged, JIang Chen juga tersenyum melihat Xiao Xi tersenyum, meskipun ia agak gimanaaaa gitu mengenakan ikat rambut HAHAHHAHAHA.

Komentar:
Jiang Chen dan Xiao Xi memang cute banged dan setiap adegan mereka saya selalu senyam senyum sendiri. Tapi kalau lama-lama begini-begini aja, saya dapat jadi jump ship ke Bo Song beneran.
Bosong Bosong sumpah bikin bapeeeeeeeeer abis, sikapnya itu lho, ia sayang banged sama Xiao Xi dan selalu ingin melaksanakan sesuatu untuk Xiao Xi meskipun Xiao Xi tidak menyadarinya. Ia nrimo banged membantu Xiao Xi dan melaksanakan sesuatu dengan caranya sendiri, meski Xiao Xi tidak melihat apa yang ia lakukan alasannya Xiao Xi hanya fokus ke Jiang Chen.
Bo Song ini tipe yang senang melihat pasangan bahagia, jadi sepertnya ia akan terus menyimpan perasaannya hingga suatu hari nanti ia nggak tahan lagi.
Adegan terbaik Bosong diepisode ini yaitu ketika ia menyemangati Xiao Xi dalam boneka maskot itu, aduuuuhhh, saya kaget banged itu Bo Song.

Tapi bukan berarti saya benci Jiang Chen. Jiang Chen juga baik dengan caranya sendiri, bagaimana pun mata Xiao Xi memang hanya melihat Jiang Chen dan selalu Jiang Chen. Meski Jiang Chen dingin padanya, ia bukan tipa yang cengeng, meski kesal tapi ia nggak mengalah untuk mendekati Jiang Chen. Pokoknya semangat banged.
Jiang Chen ini suka juga sama  Xiao Xi tapi kayaknya masih dalam tahap awal, belum mengerti kalau ia suka, tapi udah nyadar kalau ia nggak suka Xiao Xi erat dengan laki-laki lain.
Mungkin alasannya Xiao Xi selalu melihat padanya kali ya, makanya ia merasa kondusif dan nggak terancam. Coba kalau Xiao Xi beneran pindah ke lain hati, gres ia nanti bakalan bertindak.
Adegan terbaik Jiang Chen di episode ini menurutku yaitu ketika ia dan Xiao Xi telponan HAHHAHAHAHAHAH. Aku senyam senyum terus.
Sebenarnya sih nonton drama ini saya selalu senyam senyum, makanya ancaman kalau nonton drama ini di daerah umum HAHAHAHAHAHAHA.

Hubungan semuanya masih adem ayem nih, belum ada tentangan yang berarti, mungkin masih explore per karakter. Di episode 2 kemarin kita melihat sedikit kehidupan Jiang Chen dan Xiao Xi dan di episode ini sedikit kehidupan Jing Jing.
Mungkin di 2 epsode berikutnya, mengenai keluarga Lu Yang dan Bo song. Episode kemarin memang sedikit ihwal Bo Song sebagai seorang atlet yang menyayangi Xiao Xi sih, tapi mengenai ortunya kita belum tau.
Saingan cinta juga masih belum kelihatan. Sebenarnya saya sempat berfikir ketika menonton episode ini, jangan-jangan nanti Jing Jing suka sama dokter UKS itu HAHAHAAHHAHA. Supaya Lu Yang ada saingannya XD
Kalau berdasarkan dunia shoujo manga sih dapat terjadi ya, nggak tahu kalau di drama ini wkwkwkwkw.

Bagi yang masih bertanya dimana saya mendownload drama ini, saya menontonnya di youtube, alasannya di youtube sudah ada pribadi yang bersubtitle bahasa Inggris.
Ada 2 channel yang menciptakan subtitle drama ini, tampaknya kini mereka bekerja sama menciptakan subtitlenya.
Ada youtube channel blobfishy128 dan Nuomi C-Drama Translation + Subs, jadi subscribe aja dua-duanya.
Kalau untuk RAW sih di youtube sudah bertebaran, tinggal search judul dan episodenya saja^^

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top