Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 6-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 6-1

Episode 6 ini yaitu episode yang cukup mengejutkan bagiku, ada plot twist yang sama sekali tidak terpikir olehku mengenai Bo Song.
Dan di episode 6 ini yaitu episode dimana Xiao Xi paling tidak banyak bicara dan hanya berwajah murung. Pokonya sepanjang episode beliau murung terus, kasihan banged deh. Teman-temannya berusaha menyemangatinya. teman-temannya sayang banged pada Xiao Xi :’)

To Our Pure Little Beauty Episode 6: No Big Deal

Kejadian diending episode 5 kemarin ternyata sangat menusuk hati Xiao Xi. Setelah kembali ke rumah dari program pementasan drama itu, ia mengurung diri di kamar sambil terus menangis.
Keesokan harinya, ia berubah dari Xiao Xi yang penuh senyuman menjadi Xiao Xi yang murung. Ia berangkat sekolah dengan tidak bersemangat, bahkan dikala ayahnya memanggil ia tak mendengarkan.
ayah khawatir dengan puteri mereka dan ibu menyampaikan untuk membiarkan Xiao Xi sendirian, mereka juga harus membicarakan problem lain.

Jiang Chen keluar dari gedung apartemen menuju tempat parkir sepeda dikala bicara ditelpon dengan ibunya. Ibunya menanyakan kabarnya dan bagaimana bisnisnya sukses dan ia akan kembali ke Hang Zhou dan tinggal bersama Jiang Chen lagi.
Jiang Chen tidak terlalu berharap lagi sesudah insiden selama ini, jadi ia tidak terlalu menanggapinya dan tetapkan telpon sebab ia akan berangkat ke sekolah.
Xiao Xi keluar dari apartemen dikala Jiang Chen menyiapkan sepedanya, melihat Jiang Chen ada disana, Xiao Xi panik dan masuk kembali ke gedung apartemen. Ia tak mau bertemu Jiang Chen.
Jiang Chen merasa ibarat ada seseorang dipintu, tapi dikala ia lihat tak ada siapa-siapa disana. Jiang Chen merasa mungkin hanya imajinasinya saja. Ia berangkat ke sekolah.
Setelah Jiang Chen pergi, Xiao Xi keluar dari apartemen dan menatap dengan sedih. Ia mengambil sepedanya dan berangkat ke sekolah.

Ayah dan ibu Jiang Chen membicarakan mengenai Xiao Xi. Sepertinya sebab insiden kemarin, guru menelpon orang bau tanah Xiao Xi. Masalahnya yaitu bukan sebab Xiao Xi yang mengacaukan pementasan drama, tapi mengenai pembicaraanya dan Jing Jing yang terekam, bahwa Xiao Xi menyukai seseorang. Sepertinya cinta tidak boleh disekolah mereka.
Ayah dan ibu membicarakan cinta monyet Xiao Xi dan menyampaikan kalau itu yaitu hal yang biasa untuk anak seusia Xiao Xi tapi sebagai orang tua, mereka juga harus memperhatikan Xiao Xi sebab ini yaitu masa-masa rawan.
Ibu juga khawatir sebab semalam Xiao Xi menangis semalaman dan kemungkinan hal ibarat itu akan terjadi lagi. Ayah bertanya apakah ibu pikir cinta monyet/cinta pertama Xiao Xi tidak akan berhasil.
Ibu mengingatkan ayah bagaimana Xiao Xi mereka, tidak ada manis-manis-nya, tidak akan ada yang menyukainya, kalau ada maka orang itu niscaya buta dan sesudah berfikir lagi ayah setuju.
Intinya sih ibu berkata, Xiao Xi kini ini cinta sepihak dan meski Xiao Xi menyatakan perasaan, orang itu nggak akan menerimanya sebab Xiao Xi bukan tipe yang disukai oleh laki-laki lol *mama nggak tau aja kalau ada 2 laki-laki yang naksir puterinya wkkwkwkw

Hari itu Xiao Xi tiba terlambat ke sekolah dan bertemu dengan wali kelas di depan kelasnya, wali kelas mengajaknya ke ruang guru.
Xiao Xi meminta maaf pada wali kelas tapi wali kelas menyampaikan tak ada gunanya meminta maaf padanya, Xiao Xi harusnya minta maaf pada dirinya sendiri.
Wali kelas menasehati Xiao Xi mengenai posisinya kini tidak ada waktu untuk cinta-cintaan. IA bertanya apakah Xiao Xi tidak ingin masuk universitas dan Xiao Xi menggeleng.
Wali kelas menyampaikan pada usia Xiao Xi kini ini, bawah umur akan memikirkan banyak hal dan ia mengerti akan hal itu, tapi itu bukan waktunya bagi Xiao Xi kini sebab Xiao Xi harus memikirkan mengenai nilainya.
Xiao Xi hanya menunduk mendengarkan. Saat wali kelas menyuruhnya kembali ke kelas, Xiao Xi pergi.
Tapi Xiao Xi tidak masuk ke kelas melainkan duduk di luar dan merenung. Guru laki-laki yang pemarah sedang keliling sekolah dan melihat Xiao Xi tidak masuk ke kelas padahal bel sudah berbunyi. Guru itu murka dan membawa Xiao Xi ke kelasnya.

Wali kelas sedang memberi nasehat pada siswanya sebab sebentar lagi ujian semester dan meminta mereka jangan memikirkan/melakukan hal yang tidak penting.  Karena perbedaan nilai dikelas mereka terlalu mencolok, wali kelas tetapkan membagi kelompok berguru dimana setiap kelompok ada anak yang pintar.
Saat wali kelas membacakan nama-nama kelompok, sobat sebangku JIng Jing menyampaikan kalau Xiao Xi belum tiba dan disaat yang sama guru pemarah tiba membawa Xiao Xi masuk ke kelas mereka. Semuanya terkejut.
Guru mulai marah-marah pada wali kelas sebab Xiao Xi membolos dan menyampaikan siswi ibarat Xiao Xi harus diberi nasehat dan bla bla bla.
Xiao Xi hanya menunduk dikala guru marah-marah dan ia kembali ke tempat duduknya sambil menunduk. Teman-temannya mengkhawatirkannya. Teman sebangku JIng Jing malah menanyai Xiao Xi siapa yang Xiao Xi sukai itu dan ia dimarahi oleh Jing Jing.  Bo Song juga memarahi sobat sebangku Jing Jing sebab menganggu Xiao Xi.
Xiao Xi sedang tak peduli apapun dan tidak mau bicara pada siapapun. Ia hanya duduk dengan wajah cemberut.
Jam pelajaran selanjutnya yaitu berguru sendiri, Bo Song permisi pada Xiao Xi sebab ia harus latihan renang, ia menyampaikan kalau seseorang membully Xiao Xi katakan saja padanya. Jing Jing menyukai cara Bo Song.
Xiao Xi mulai digosipkan dikelas, terutama sobat Li Wei itu yang menyampaikan kalau ia jadi Xiao Xi ia niscaya akan pindah sekolah sebab malu.
JIng Jing kesal mendengarnya dan membawa Xiao Xi untuk keluar dari kelas.

Xiao Xi dan Jing Jing pergi mengambil air minum dan Jing Jing bertanya apakah Xiao Xi baik-baik saja, apa yang dikatakan wali kelas padanya dikala Xiao Xi dipanggil tadi?
Xiao Xi menyampaikan wali kelas hanya menyampaikan hal yang sama ibarat biasa. JIng Jing mengerti dan menebak kalau wali kelas niscaya menyampaikan cinta monyet itu yaitu hal yang buruk, kita harus kasihan pada orang bau tanah kita dan kata-kata bijak lainnya.
Xiao Xi hanya mendesah dan tidak bersemangat, ia bahkan nggak sadar kalau air yang ia ambil yaitu air panas dan malah meminumnya ibarat biasa, mulutnya hampir terbakar karenanya.

Saat kembali ke kelas, Xiao Xi meletakkan kepalanya dimeja dan murung. Jing Jing jadi khawatir melihatnya. Lu Yang tiba membawa 2 botol susu dan menyampaikan pada Xiao Xi untuk menyemangatinya. Tapi Xiao Xi sedang malas menghadapi Lu Yang dan membalikkan badannya membelakangi Lu Yang.
Jing Jing meminta Lu yang jangan menganggu Xiao Xi tapi Lu Yang menyampaikan ia ingin menyampaikan sesuatu untuk menyemangati Xiao Xi. Ia akan berganti kelompok berguru dengan Xiao Xi.
JIng Jing bertanya, bukankah kamu satu grup dengan Jiang Chen? Kenapa kamu mau berganti, bukannya bagus satu grup dengannya.
Lu Yang menyampaikan ia tak ingin satu grup dengan Jiang Chen, sebab ia malas dengan perilaku Jiang Chen yang hambar dan tidak sabaran. Akan lebih baik baginya kalau ia satu grup dengan Jing Jing. (Xiao Xi dan Jing Jing satu kelompok belajar, lol, makanya Lu Yang ingin ganti kelompok dengan Xiao Xi).

Xiao Xi malas mendengarkan mereka berdua dan menyampaikan ia akan ke toilet. Saat ia berjalan menuju pintu, ia bertemu Jiang Chen. Xiao Xi terdiam. Jiang Chen menyampaikan wali kelas ingin bertemu dengan Xiao Xi. Xiao Xi mengerti.

Xiao Xi ke ruang guru dan dimarahi oleh wali kelas sebab Xiao Xi tidak mengerjakan tugasnya dengan baik, balasan Xiao Xi salah semuanya. Ia bertanya apa planning masa depan Xiao Xi, apakah Xiao Xi hanya akan tinggal di rumah saja sesudah lulus SMA? Dengan nilai begini ia bahkan tak yakin Xiao Xi sanggup lulus SMA.
Xiao Xi hanya terdiam. Wali kelas menyampaikan ia tak punya pilihan selain bicara dengan orang bau tanah Xiao Xi secara langsung. Xiao Xi tidak sanggup menolaknya, sebab itu juga salahnya. Ia kembali ke kelas dengan wajah makin cemberut.
Ia kesal sekali sebab tidak ada yang berjalan lancar semenjak insiden itu. Ia mengambil tasnya dan akan mengemasi barangnya. Ia kemudian melihat secarik kertas di mejanya, pesan dari seseorang, ‘temui saya di perpustakaan’.

Xiao Xi masuk ke perpustakaan dengan tidak bersemangat dan terkejut melihat Jiang Chen ada disana. Xiao Xi menghentikan langkahnya dan berfikir apa mungkin pesan itu dari Jiang Chen.
Xiao Xi kemudian mendapatkan sms dari Lu Yang yang menyampaikan kalau mereka berganti kelompok belajar. Lu Yang menyampaikan kali ini ia membantu Xiao Xi dan anaknya & Jing Jing nanti juga akan berterima kasih pada Xiao Xi HAHAHAHHA.
Xiao Xi terkejut membaca pesan Lu Yang (yang meninggalkan kertas itu juga Lu Yang), sebab Xiao Xi sedang tidak mood bertemu Jiang Chen. Tapi sebab ia sudah ada disana, ia terpaksa bergabung dengan Jiang Chen dan Song Song.

Xiao Xi duduk dihadapan Jiang Chen dan mengeluarkan bukunya. Suasana hening. Xiao Xi mulai mengerjakan soal matematika dan Jiang Chen memperhatikannya. Ia melihat balasan Xiao Xi salah dan mencoba menjelaskan kesalahan Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan ia akan mengerjakannya sendiri, lagian jawabannya ada dihalaman belakang.
Xiao Xi mencoba melihat balasan soal yang ia kerjakan tapi ia tak mengerti. Song Song menyampaikan kalau balasan dibuku tidak jelas. Xiao Xi menyampaikan ia akan menyelesaikannya sendiri. Melihat Xiao Xi yang badmood, Song Song bertanya apakah Xiao Xi baik-baik saja, apakah guru sangat murka padanya dan bertanya apakah Xiao Xi sednag menyukai seseorang?
Xiao Xi kesal sekali mendengarnya dan menyampaikan itu bukan urusan Song Song. Xiao Xi malas berlama-lama disana dan tetapkan mengemasi barangnya dan meninggalkan mereka berdua. Song Song tak mengerti ada apa dengan Xiao Xi.

Bo Song sedang mengayuh sepedanya berputar-putar dan tenyata ia sedang menunggu Xiao Xi. Saat ia melihat Xiao Xi berjalan sendirian, ia menghampirinya dan bertanya dimana sepeda Xiao Xi. Xiao Xi akan ke parkiran sepeda dan Bo Song menyampaikan diri mengantarnya kesana.
Di parkiran sepeda, Xiao Xi kehilangan kunci sepedanya dan Bo Song berencana untuk menghancurkan gemboknya. tapi Xiao Xi melarang, ia menyampaikan kalau ia punya kunci cadangan di rumah.
Bo Song mengerti dan menyampaikan diri mengantar Xiao Xi pulang ke rumah tapi Xiao Xi menolak. Bo Song khawatir dengan perilaku Xiao Xi belakangan ini dan meminta Xiao Xi menceritakan padanya kalau ia ada masalah.
Xiao Xi terdiam. Bo Song menyampaikan kalau Xiao Xi yaitu bos-nya, kalau ada yang menbully bos-nya, ia akan menghukum mereka.
Xiao Xi tersenyum dan menyampaikan ia baik-baik saja, ia meminta Bo Song pulang dan tidak perlu mengkhawatirkannya. Bo Song mengerti dan meninggalkannya.
Setelah Bo Song pergi, Xiao Xi murung lagi.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, Xiao Xi melihat 2 preman sedang meminta uang pada sobat sebangkunya. Xiao Xi tidak sanggup membiarkannya dan menolong temannya. 2 preman itu menertawakan Xiao Xi yang sok jadi hero padahal badannya 2 kali lebih kecil dari temannya. Ia menyampaikan Xiao Xi hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.
Xiao Xi kesal dengan kata-kata itu, sebab itu kalimat yang sama yang dikatakan Jiang Chen padanya dikala hari pertunjukan, Xiao Xi marah, Kau ingin membully orang kan? Kau sama sekali tidak berfikir kalau orang lain sudah cukup menderita! Hanya sebab harimu baik, menyampaikan orang lain mempermalukan diri sendiri, memangnya apa yang memalukan dari menyukai seseorang?
Xiao Xi bekerjsama ingin menyampaikan itu pada Jiang Chen dan menciptakan temannya dan preman-preman itu resah sebab Xiao Xi menyampaikan hal yang mereka tidak mengerti.
Preman itu tak peduli pada Xiao Xi dan meminta uang pada Xiao Xi, Xiao Xi tidak gentar dan bertanya apakah mereka tidak mengenalinya, apakah mereka tidak tahu siapa yang berkuasa di tempat ini?
Preman itu bertanya siapa?
Xiao Xi dengan cepat berfikir dan menyampaikan Bosnya, Jiang Chen!
Xiao Xi bahkan mengambil ponselnya untuk menelpon Jiang Chen. Para preman itu merasa kalau Xiao Xi bersunggung-sungguh dan mereka takut.

Sementara itu Xiao Xi benar-benar menelpon Jiang Chen lol, kenapa nggak akal-akalan nelpon aja HAHHAHAHAHA.
Jiang Chen ada di depan pintu rumahnya dikala ia melihat panggilan Xiao Xi dan ia mengangkatnya.
Tepat dikala Xiao Xi mendengar bunyi Jiang Chen, ia mematikan telponnya, sebab para preman itu pribadi kabur, mereka takut pada bos-nya Xiao Xi.
Jiang Chen tidak mengerti apa yang terjadi dan ia masuk ke rumahnya.

Jiang Chen merasa ada sesuatu yang berbeda dikala ia masuk ke rumahnya, ia masuk perlahan dan seorang anak laki-laki berlari memeluknya, anak laki-laki itu memanggilnya kakak.
Ternyata ibu dan adik Jiang Chen kembali ke rumahnya. Ibu memuji Jiang Chen yang makin tinggi dan tampan, menyuruhnya untuk duduk, mereka akan makan malam.
Jiang Chen tidak menyampaikan sepatah katapun dikala itu, ia hanya masih resah sebab ibu dan adiknya benar-benar datang.
Saat mereka makan malam, ibu sangat protective pada adik Jiang Chen, menyampaikan beliau tak boleh makan duluan sebelum abang mencicipinya, tidak boleh makan ini dan itu sebab tidak boleh dokter.
Ibu juga memperhatikan Jiang Chen, menyampaikan lauk padanya, bertanya mengenai sekolahnya dan memuji Jiang Chen yang mendapat ranking 1 lagi.
Saat adiknya meminta susu, ibu juga tak memperbolehkannya dan malah menuangkan untuk Jiang Chen.
Kata-kata pertama Jiang Chen sesudah bertemu keluarganya adalah, ‘ku sudah selesai makan’, dan meninggalkan ruang makan.
Adik Jiang Chen mengingatkan pada ibunya kalau kakaknya itu alergi susu.
Ibu terdiam. Awwwww, jadinya ibu Jiang Chen kembali tapi usang berpisah ibu jadi melupakan kalau Jiang Chen alergi susu T_T

Jiang Chen masuk ke kamarnya. Ia duduk di meja berguru dan mengeluarkan lembaran soal. Ia menatap ke luar jendelanya, ke arah jendela kamar seseorang.

Xiao Xi dikamarnya sedang belajar. Ayah dan ibu masuk dan mengintip, mereka ingin menyampaikan sesuatu pada Xiao Xi. Ibu dan ayah saling menolak siapa yang bicara duluan, jadinya ayah maju.
Ia bertanya apakah Xiao Xi sedang berguru dan menyampaikan kalau ia ingin bicara pada Xiao Xi. Ayah menyampaikan pihak sekolah menelpon lagi siang tadi dan bertanya apakah sesuatu terjadi disekolah. Xiao Xi terdiam.
Ayah menyampaikan ia dan ibu sudah mendiskusikan untuk memindahkan Xiao Xi ke sekolah yang lebih ketat.
Xiao Xi menyampaikan kalau ia tak mau pindah sekolah. Ayah mengingatkan mengenai nilai Xiao Xi, nilai Xiao Xi kini yaitu nilai terendah di kelas.
Ibu kemudian tiba menengahi mereka, ia menyampaikan pada Xiao Xi kalau ia pikir Xiao Xi itu tidak sanggup mengontrol diri. Ada sebuah sekolah di kota yang lebih ketat dari sekolah Xiao Xi yang sekarang, ia dan ayah sudah mengeceknya dan mereka pikir itu cocok untuk Xiao Xi. Ibu menyampaikan ia tak ingin memaksa Xiao Xi, pada awalnya Xiao Xi sudah berusaha dan jadinya masuk ke sekolahnya yang sekarang, tapi sesudah setahun nilai Xiao Xi terus turun. Ia pikir kalau Xiao Xi pindah ke sekolah yang lebih ketat, Xiao Xi niscaya sanggup masuk universitas kalau ia berusaha keras selama 2 tahun kedepan.
Xiao Xi terdiam.
*wait, jadi maksud orang bau tanah Xiao Xi semakin ketat sekolahnya, semakin bagus untuk menaikkan nilai? Gitu kah?

Xiao Xi berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Ia berjalan sambil waspada untuk semoga tidak bertemu dengan Jiang Chen. Ia bertemu Bo song dijalan dan Bo song bertanya kenapa Xiao Xi tidak naik sepeda, apakah Xiao Xi tidak menemukan kunci cadangannya?
Xiao Xi menyampaikan bukan begitu, hanya saja ia tidak mau naik sepeda lagi. Bo Song mengerti dan menyampaikan pada Xiao Xi kalau ia akan menjemput Xiao Xi setiap pagi.
Xiao Xi dan Bo Song berangkat bersama, Bo Song bertanya aapakh Xiao Xi sudah menentukan tema untuk essay-nya dan Xiao Xi menyampaikan belum. Bo Song mengerti dan memintanya menentukan pelan-pelan.
Xiao Xi kemudian bertanya, Apa kamu pikir orang-orang akan merindukanku kalau saya pindah sekolah?
Bo Song terkejut dan menghentikan sepedanya. Ia menatap Xiao Xi, Kau mau pindah kemana? Aku juga akan ikut.
Xiao Xi menyampaikan ia hanya mengumpakan saja. Bo Song curiga, Xiao Xi mengalihkan pandangannya dan menyampaikan kalau ia tidak akan pindah sekolah.
Bo Song lega mendengarnya dan mengayuh sepedanya lagi.

Saat jam pelajaran matematika berlangsung, Xiao Xi tidak memperhatikan pelajaran dan guru memintanya berdiri, ia meminta Xiao Xi menyampaikan rumus-rumus yang sudah mereka pelajari. Xiao Xi tidak sanggup menjawabnya.
Guru mulai memarahinya yang tidak mengerti tapi tidak memperhatikan selama pelajaran, guru menyampaikan kalau Xiao Xi ada dikelasnya ia niscaya sudah mengeluarkan Xiao Xi.
Xiao Xi hanya membisu mendengarkan ceramah guru. Tiba-tiba Bo Song bangkit dengan sengaja, izin ke toilet untuk menghentikan guru memarahi Xiao Xi.
Saat guru mulai lagi, Jing Jing yang bangkit izin ke toilet. Saat guru mulai lagi, Lu Yang mengangkat tangan dan menyampaikan Jiang Chen sudah menemukan jawaba untuk pertanyaan di papan tulis. Lu Yang memberi instruksi pada Jiang Chen.
Jiang Chen mengerti dan maju ke depan untuk mengerjakan. Guru jadinya lupa sama Xiao Xi dan Lu Yang mengataakn semoga Xiao Xi tidak perlu takut sebab mereka ada disaa untuk membantu Xiao Xi.
Xiao Xi termangu dan menatap Jiang Chen yang mengerjakan soal.  Xiao Xi masih bangkit dikala itu dan guru bertanya kenapa Xiao Xi masih berdiri, ia menyuruh Xiao Xi duduk dan mencatat di buku catatannya.

Sementara itu Bo Song dan Jing Jing bertemu di toilet, keduanya memberi salam dan Jing Jing bertanya-tanya, padahal ia akil tapi kenapa ia memakai alasan yang sama dengan Bo Song?
Bo Song bertanya bagaimana keadaan Xiao Xi dan Jing Jing menyampaikan ia tak tahu sebab ia sudah keluar. JIng Jing kemudian akan pergi dan Bo Song bertanya beliau mau kemana?
JIng Jing berkata, saya bukan tipe orang yang suka berbohong, saya benar-benar ingin ke toilet.
Bo Song tersenyum mendengarnya.
Awwwwwwwww dua orang ini XD XD XD

waktunya berguru kelompok. Jiang Chen, Xiao Xi dan Song Song berguru ibarat biasa di perpustakaan.
Jiang Chen memperhatikan Xiao Xi yang kesulitan mengerjakan soal dan menyampaikan ia akan membantu Xiao Xi. Xiao Xi menarik bukunya dan menolak, ia akan mengerjakannya sendirian.
Jiang Chen kesal dengan perilaku Xiao Xi, ia menyampaikan semua balasan Xiao Xi salah dan Xiao Xi membalas kalau ia menulis untuk dirinya sendiri, Jiang Chen tidak perlu peduli padanya dan urus dirinya sendiri.
Jiang Chen berkata, kamu pikir saya mau peduli padamu? Guru membentuk kelompok berguru ini untuk menaikkan nilaimu.
Song Song yang ada ditengah mereka jadi resah dan menyampaikan pada Jiang Chen semoga tidak menyampaikan hal ibarat itu pada Xiao Xi.
Xiao Xi menyampaikan sebab si tepat Jiang Chen sudah bicara, ia akan meninggalkan mereka. Ia juga tak akan kembali ke kelas dan menyampaikan semester depan ia akan pindah sekolah.
Jiang Chen berkata, pindah sekolah? baguslah kamu meninggalkan sekolah ini.
Xiao Xi kesal dan meninggalkan mereka berdua.

Xiao Xi menangis dipinggir jalan dan 2 preman sebelumnya tiba menemui Xiao Xi. Mereka sudah tahu kalau Xiao Xi berbohong dan tak takut lagi pada Xiao Xi meski Xiao Xi mengancam akan meyakiti mereka.
Xiao Xi dalam ancaman dikala Bo Song tiba-tiba muncul dengan sepedanya. Xiao Xi pribadi naik ke sepeda Bo Song dan preman itu bertanya apakah Bo Song yaitu bos Xiao Xi.
Bo Song menyampaikan kalau Xiao Xi yaitu bos-nya. Ia memukul kepala mereka dan segera kabur dengan sepedanya.
Dua preman itu sangat murka dan akan mengejar keduanya, tapi tiba-tiba seseorang muncul.
Jiang Chen muncul dan menghentikan mereka yang akan mengejar Bo Song dan Xiao Xi.

Xiao Xi dan Bo Song ada di restoran dan Xiao Xi resah kenapa Bo Song membawanya kesana. Bo Song menyampaikan ia sudah kesepakatan akan mentraktir Xiao Xi untuk makan steak.
Xiao Xi menunduk sedih dan mulai makan steaknya dengan lahap. Bo Song bertanya apakah Xiao Xi sudah baikan, tapi Xiao Xi masih terlihat murung.
Bo Song kemudian mengajak Xiao Xi untuk melaksanakan sesuatu yang menyenangkan dan Xiao Xi menyampaikan kalau ia belum selesai makan.
Bo Song tertawa mendengarnya, ia menunggu hingga Xiao Xi selesai makan.

Bo Song membawa Xiao Xi ke kolam renang dan meminta Xiao Xi menutup matanya sambil menghitung hingga 10. Xiao Xi mengerti dan mulai menutup matanya, menghitung hingga 10 dalam waktu 2 detik HAHAHHAHAHHA.
Bo Song terkejut dan kebingungan, ia jadinya menyuruh Xiao Xi menghitung 1-100 saja wkwkkwkkkwkwkwkww. Xiao Xi mengerti dan mulai menghitung.

Saat Xiao Xi menutup matanya dan berhitung, terdengar sesuatu tercebur ke kolam dan Xiao Xi membuka matanya.
Bo Song sudah ada di kolam renang dengan sebuah pelampung berbentuk nenas. Xiao Xi terkejut melihatnya, Bo Song tersenyum dan meminta Xiao Xi untuk masuk dan mencobanya. Xiao Xi menolak sebab ia takut jatuh. Bo Song menyampaikan kalau ia akan memegangi pelampungnya.
Setelah ragu beberapa saat, jadinya Xiao Xi setuju. Bo Song membantunya naik ke pelampung dan keduanya mulai bermain, Bo Song berenang sambil mendorong pelampung dimana Xiao Xi ada diatasnya dan bertanya apakah Xiao Xi merasa kalau ia ada di Maldives?
Xiao Xi berkomentar kalau tampaknya Bo Song harus periksa ke dokter HAHAHHAAHA.
Bo Song meminta Xiao Xi jangan berfikiran negatif, jadilah positif ibarat dirinya, bukankah duduk mengapung diatas air menyenangkan?
Xiao Xi membenarkan.
Bo Song: Bukankah ini keren?
Xiao Xi: Yeah.
Bo Song: Bukankah kini semua problem terasa bukan apa-apa?
Xiao Xi: Yeah.
Bo Song: Ayo teriakkan!
Xiao Xi: Jika saya harus pindah sekolah, saya akan pindah sekolah! Seluruh dunia sanggup meninggalkan Xiao Xi sendirian! Tapi Chen Xiao Xi yaitu yang terbaik! Paling pintar! Paling cantik!
Bo Song: Chen Xiao Xi yang terbaik! Makan dengan baik! berpakaian terbaik!
Xiao Xi: Nothing is a big deal anymore! Nothing is a big deal anymore!
Xiao Xi dan Bo Song tertawa bersama. Bo Song mendorong pelampung dengan kencang, Xiao Xi dan Bo Song saling menyiram dengan air.
Keduanya menikmati waktu mereka bersama-sama.

Tiba-tiba seseorang tiba ke kolam renang dan menciptakan keduanya terkejut, itu yaitu instruktur renang Bo Song. Ia berteriak menyuruh mereka keluar dari kolam renang.
Xiao Xi dan Bo Song bangkit dihadapan instruktur yang memarahi mereka habis-habisan, terutama pada Bo Song, Apa kamu pikir kamu yaitu nomor 1 di tim renang? Apa kamu tidak ingat aturan tim renang?
Xiao Xi meminta maaf pada instruktur dan menyampaikan ini semuanya sebab ia sedang badmood, Bo Song mengajaknya kesini untuk menghiburnya. Ia harap instruktur jangan menyalahkan Bo Song.
Pelatih menyampaikan kalau ia sedang mendisiplinkan atlitya dan menyuruh Xiao Xi pergi.
Xiao Xi khawatir pada Bo song, Bo Song tersenyum dan menyuruh Xiao Xi pergi sebab ia baik-baik saja.

Bersambung ke Part 2

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top