Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 6-2

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 6-2

————————————————————————————————-



Sinopsis To Our Pure Little Beauty Episode 6 Part 2

Ibu Xiao Xi main ke rumah Jiang Chen, ibu Jiang Chen membelikan banyak hadiah untuk ibu Xiao Xi lantaran sudah memperhatikan Jiang Chen selama ini, ia yakin Jiang Chen merepotkan mereka.
Ibu Xiao Xi menyampaikan Jiang Chen yaitu anak yang baik dan bisa mengurus diri sendiri, ia tak pernah merepotkan mereka.
Ibu Jiang Chen hanya tersenyum dan menyampaikan kalau Jiang chen selalu membuatnya khawatir. Ibu Xiao Xi menyampaikan meski Jiang Chen menciptakan ibunya khawatir, setidaknya Jiang Chen manis dalam pelajarannya dan mandiri. Ia sendiri mengkahwatirkan puterinya.
Ibu Jiang Chen menyampaikan Xiao Xi yaitu anak yang baik.
Ibu Xiao Xi meminta ibu Jiang Chen jangan memuji Xiao Xi lantaran tidak ada yang manis dari anaknya itu, peringkatnya di sekolah jelek, tidak ada perkembangan sama sekali. Xiao Xi bahkan menghabiskan waktu diluar sepanjang hari.
Ibu Jiang Chen menyampaikan lantaran Xiao Xi masih anak-anak, ia niscaya ingin menikmati masa mudahnya.
Ibu Xiao Xi menyampaikan mereka sudah mengurus dokumen kepindahan Xiao Xi, semester depan Xiao Xi akan pindah sekolah.
Jiang Chen gres pulang dan mendengarkan pembicaraan 2 ibu itu. Jiang Chen tampaknya dihajar oleh 2 preman tadi, wajahnya terluka.

Pelatih menghukum Bo Song untuk push up 500 kali dan berenang 500 meter. Bo Song melaksanakan yang diminta oleh pelatihnya.
Pelatih bertanya siapa gadis itu dan Bo Song terus push up, ia tak menjawab. Pelatih kembali mengomel, kamu pikir hanya lantaran kamu memenangkan beberapa medali kamu itu hebat? Kalau kamu melanggar aturan, kamu pikir tidak akan ada yang menghukummu?
Bo Song sudah tak tahan mendengatnya. Ia menghentikan push up-nya dan berkata kalau Xiao Xi yaitu pacarnya.
Pelatih makin murka mendengarya dan menyuruh Bo Song untuk push up 500 kali lagi. Kau tidak ingin masuk ke tim nasional?! Kau bahkan berani untuk pacaran! Mulai dari kini kamu tidak perlu berenang lagi!

Bo Song kehilangan kesabarannya dan alhasil berteriak menghentikan pembicaraan pelatihnya, AYAH! Hidupku tidak hanya untuk berenang. Aku sudah berenang selama 10 tahun, semenjak saya kecil hingga sekarang. Aku sudah masuk ke tim ini dan itu, kini kamu ingin saya masuk ke tim nasional. Kau selalu hanya ingin saya untuk memenangkan medali, menang dan menang!
Ayah Bo Song murka dan menyampaikan tentu saja itu yaitu yang harus dilakukan oleh seorang atlit, memenangkan pertandingan.
Bo Song menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ayahnya berkata, jikalau saya tidak memaksamu sekarang, kamu akan menyesal seumur hidupmu! Kau dihentikan untuk bertemu dengan gadis itu mulai sekarang!
Bo Song menyampaikan semenjak kecil ayahnya selalu merencakan sesuatu untuknya tapi ayahnya tidak pernah sekalipun bertanya apakah ia suka berenang atau tidak, ayahnya tidak pernah bertanya apakah ia punya sobat atau tidak. Ia berenang setiap hari, ia kesulitan bicara dengan sobat sekelasnya. Xiao Xi yaitu sobat pertamanya dan ia menyukai Xiao Xi.
Ayah Bo Song benar-benar marah, tapi ia tahu apapun yang ia katakan sekarang, Bo Song tak akan mendengarkannya. Kaprikornus ia meninggalkan Bo Song.
Bo Song hanya membisu dengan banyak pikiran di kepalanya.

*OMG! Aku shock banged di episode ini, saya sama sekali nggak pernah menyangka kalau instruktur tim yaitu ayah Bo Song, suer, saya mikirnya bapaknya Bo Song itu kerja kantoran atau bagaimana. Masih kaget nih HAHAHAAAAHHA. Tapi diepisode ini Bo Song keren banged, saya suka ketika ia mengakui kalau ia menyukai Xiao Xi XD
Tapi harus siap-siap patah hati nih HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Jiang Chen terluka, ibu membantunya untuk mengobati luka di kaki dan wajah Jiang Chen, tapi Jiang Chen menolak, menyampaikan ia bisa melakukannya sendirian.
Ibu bertanya apa yang terjadi dan Jiang Chen berbohong, menyampaikan kalau ia terjatuh. Tapi ibu masih resah memangnya separah apa jatuhnya hingga Jiang Chen luka parah begini. Ibu bertanya apakah Jiang Chen berkelahi?
Jiang Chen terdiam. Adik Jiang Chen ikut bicara, pria itu kalau berkelahi niscaya lantaran uang atau lantaran wanita.
Ibu menyuruh adik Jiang Chen bicara hal tak masuk nalar begitu.
Adik Jiang Chen tak peduli dan bertanya, kamu berkelahi lantaran seorang gadis kan?
Ibu menyuruh adik untuk kembali ke kamar, ia tak mengerti kenapa anak bungsunya banyak bicara wkkwkwkwkw.
Ibu kemudian bertanya lagi untuk meyakinkan kalau Jiang Chen tidak terluka lantaran berkelahi. Jiang Chen menyampaikan kalau ia terjatuh, ia kembali ke kamarnya.

Jiang Chen duduk di meja belajarnya dan menatap ke luar jendela, ke kamar seseorang. Tentu saja kamar Xiao Xi. Ia melihat lampu kamar Xiao Xi masih menyala, Jiang Chen mengeluarkan HP-nya untuk mengirim sms pada Xiao Xi.
Tapi Jiang Chen tidak tahu harus menulis apa. Awalnya ia menulis nama Xiao Xi, kemudian mengantinya dengan ‘kau’. Ia berfikir lagi dan akan bertanya apakah Xiao Xi sudah selesai mengerjakan PR. Tapi Jiang Chen mengurungkan niatnya.
Ragu, ragu dan ragu, alhasil lampu kamar Xiao Xi padam yang artinya Xiao Xi sudah bersiap untuk tidur. Pada alhasil Jiang Chen tidak jadi mengirim pesan.

Bo Song menunggu Xiao Xi untuk berangkat sekolah gotong royong menyerupai janjinya. Xiao Xi mengkhawatirkan Bo Song dan bertanya apakah kemarin baik-baik saja. Bo Song tersenyum dan menyampaikan semuanya baik-baik saja.
Xiao Xi lega mendengarnya. Keduanya berangkat ke sekolah.
Saat dipintu masuk kelas, keduanya berjalan bersama-sama, tapi tubuh mereka terlalu besar dan tidak bisa masuk bersama-sama. Keduanya jadi berhenti, saling menatap, dan tersenyum.
Jiang Chen ada di kelas melihat hal itu dan memperhatikan keduanya. Melihat keduanya sangat akrab, Jiang Chen hingga menjatuhkan pena-nya LOL.

Xiao Xi berjalan ke mejanya, melewati meja Jiang Chen. Ia melihat wajah Jiang Chen terluka dan bertanya-tanya apa yang terjadi. Ia ingin tau tapi ia tak bisa menanyakan menyerupai biasa.

Saat jam pelajaran berlangsung, Xiao Xi mengantuk, ketika ia menguap, guru matematika melihatnya dan murka pada Xiao Xi. Guru mulai mengomeli Xiao Xi dan memanggilnya ke ruang guru.
Guru matematika mengomeli Xiao Xi dihadapan wali kelas, menyampaikan kalau Xiao Xi mengerjakan PR dengan sangat buruk, Xiao Xi bahkan tidak kelihatan menyerupai seorang siswa lagi. Xiao Xi bahkan tidur dikelas dan guru menyampaikan ia tak pernah melihat siswa menyerupai Xiao Xi.
Xiao Xi hanya bisa menunduk mendengarkan omelan gurunya.

Orang bau tanah Xiao Xi tiba tak usang kemudian, lantaran hari ini wali kelas ingin berkonsultasi mengenai Xiao Xi. Orang bau tanah Xiao Xi dan guru bersalaman. Xiao Xi bangun disana ketika orang tuanya, wali kelas dan guru matematika berbicara.
Wali kelas meminta maaf lantaran meminta orang bau tanah Xiao Xi tiba ke sekolah, tapi bagaimana pun mereka perlu berdiskusi. Ibu bertanya pada Xiao Xi apakah Xiao Xi sudah menyampaikan pada gurunya. Xiao Xi terdiam.
Guru matematika memakai kesempatan ini untuk memperlihatkan nilau kiprah Xiao Xi, ia menyampaikan ia tahu kalau masa kini ini yaitu masa yang menciptakan strss para siswa, tapi Xiao Xi sudah cukup parah dan ini yaitu duduk perkara lantaran Xiao Xi bahkan tidak konsentrasi selama pelajaran, bahkan tertidur.
Xiao Xi menunduk saja mendengarkan.

Ibu kemudian menyampaikan ia pikir ia tahu alasannya. Para guru terkejut.
Ibu menjelaskan kalau mereka memutuskan Xiao Xi akan pindah sekolah dan mungkin Xiao Xi belum mengikuti keadaan dengan hal ini, lantaran itu Xiao Xi agak emosional dan tak bisa berkonsentrasi.
Para guru saling pandang lantaran terkejut, mereka tak tahu kalau Xiao Xi akan pindah sekolah.
Ibu menyampaikan Xiao Xi sudah bersekolah di sekolah ini selama 1 tahun dan peringkatnya sama sekali tidak membaik, itu sebabnya mereka pikir Xiao Xi butuh suasana baru.
Guru matematika tiba-tiba ingin kabur dari situasi ini, menyampaikan kalau ia masih ada kiprah yang harus dikerjakan. Ia meminta wali kelas bicara santai dengan orang bau tanah Xiao Xi menyampaikan kalau Xiao Xi sebetulnya anak yang baik.
Xiao Xi yang tadinya menuduk mengangkat kepalanya lagi, kenapa tiba-tiba guru menyampaikan ia anak yang baik, padahal tadi guru mengomelinya.

Guru wali kelas meminta orang bau tanah Xiao Xi jangan terlalu buru-buru, lantaran peringkat Xiao Xi kini tidak akan memperlihatkan peringkat alhasil nanti, lantaran bisa saja bermetamorfosis lebih baik. Bahkan peringkat di Sekolah Menengan Atas juga tidak akan besar lengan berkuasa pada nilai ketika kuliah nanti. Beberapa anak memang lebih lambat dari anak lainnya, makanya mereka sering ketinggalan, tapi jikalau berusaha keras, niscaya akan memperlihatkan perkembangannya. Pindah sekolah juga akan membuang waktu ketika berusaha mengikuti keadaan dengan lingkungan baru, lebih baik memakai waktu itu untuk belajar.
Ibu mengataka mendengar wali kelas menyampaikan hal menyerupai itu, wali kelas niscaya punya alasan, tapi suaminya sudah mengurus semuanya dan mereka akan tetap memindahkan Xiao Xi.
Xiao Xi tidak menyampaikan apa-apa. Saat gutu akan melanjutkan, telpon berbunyi dan ia permisi mengangkat telpon.

Di kelas, JIng Jing dan Lu Yang mengkhawatirkan Xiao Xi yang dipanggil ke ruang guru lagi, bahkan kali ini orang bau tanah Xiao Xi juga dipanggil. Jing Jing bertanya kenapa Xiao Xi sangat tidak beruntung.
Jiang Chen yang belakang layar mendengarkan mereka ikutan nimbrung, menyampaikan kalau Xiao Xi akan pindah sekolah.
Lu Yang dan Jing Jing terkejut mendengarnya, Lu Yang mendekati Jiang Chen dan bertanya apa yang terjadi. JIng Jing juga bertanya kenapa Xiao Xi harus pindah sekolah.
Lu Yang kemudian berfikir dan ia merasa ia mengerti alasannya, itu lantaran belakangan ini semua guru sangat keras pada Xiao Xi.
Jiang Chen juga berfikir dan kemudian menyampaikan kalau guru Liu GU Shan menyukai Xiao Xi.
Mereka bertiga saling pandang dan menemukan ide.

Mereka bertiga pergi menemui guru Liu Gu Shan dan tidak tahu harus menyampaikan apa sehabis mereka menghentikan guru. Lu Yang alhasil melimpahkan semuanya pada Jiang Chen LOL>
Jiang Chen bertanya apakah guru tahu kalau Xiao Xi akan pindah sekolah?
Guru terkejut mendengarnya, ia kemudian pergi ke ruang guru.

Wali kelas mendapatkan telpon mengenai Jiang Chen dan ibu mendengarkannya. ia betanya ada apa dengan Jiang Chen, kalau terjadi sesuatu wali kelas bisa memberitahunya semoga ia bisa memberikan pada ibu Jiang Chen lantaran mereka tetanggaan.
wali kelas menyampaikan belakangan ada banyak duduk perkara mengenai preman diluar sekolah dan Jiang Chen tampaknya menjadi saksi dan melaporkan pada polisi, Jiang Chen juga menangkap preman itu jadi kantor polisi menelpon untuk memuji mereka.
Xiao Xi yang mendengarkan hal itu jadi terkejut dan berfikir jangan-jangan preman yang dimaksud yaitu yang menganggunya waktu itu.
Ibu memuji Jiang Chen memang anak baik. Guru matematika menyampaikan kalau anak sekolah mereka memang baik-baik, lantaran itu banyak yang ingin pindah ke sekolah mereka.

Guru Liu Gu Shan alhasil tiba ke ruang guru dan bertanya siapa yang akan pindah sekolah. Jiang Chen, Lu Yang dan Jing Jing mengintip dari pintu.
Wali kelas memperkenalkan orang bau tanah Xiao Xi pada guru Liu Gu Shan.
Guru Liu Gu Shan menyampaikan pada orang bau tanah Xiao Xi mengenai nilai Xiao Xi yang buruk, tapi ia tak setuju. Ia menyampaikan ia tak mau mendengarkan hal menyerupai itu ihwal siswanya. HAl itu bukan lantaran Xiao Xi tidak punya kemampuan tapi kalian tidak bisa melihat potensi Xiao Xi. Xiao Xi dianugerahi dalam bidang seni, ia gadis yang ceria dan baik, ia lebih baik dari sebagian siswa lainnya. Itu benar Xiao Xi tidak memperlihatkan peningkatan dalam nilai pelajarannya, tapi saya percaya padanya.
Xiao Xi terharu mendengar kata-kata guru Liu.
ayah menyampaikan pada guru Liu kalau ia mengerti maksud guru, tapi untuk lulus Xiao Xi membutuhkan nilai yang manis HAHHAAHHAAHAA.

Wali kelas menyampaikan mereka sudah berdiskusi antara orang berakal balig cukup akal tapi belum menanyakan yang bersangkutan. Mereka bertanya apakah Xiao Xi ingin pindah sekolah. Semuanya menatap Xiao Xi.
Xiao Xi berfikir dan ia kelihatan ragu. Jiang Chen merasa ia tak bisa membiarkan hal ini dan masuk ke dalam untuk menemui guru Liu yang memintanya mengambil buku kiprah mereka. Guru Liu membenarkan dan meminta Jiang Chen membagikannya ke kelas mereka.
Guru Liu kemudian ingat kalau dalam kiprah kali ini, goresan pena Xiao Xi sangat bagus, sebuah peningkatan besar. Xiao Xi tersenyum mendengarnya.
Jiang Chen memakai kesempatan ini untuk meminta Xiao Xi membantunya mengambil buku kiprah mereka dan Xiao Xi menurut.
Ibu mengingatkan mereka kalau mereka sedang bicara, kenapa Xiao Xi pergi. Jiang Chen menawarkan buku pada Xiao Xi dan cuilan atas yaitu buku milik Jiang Chen, ada goresan pena ‘jangan pindah sekolah’. Xiao Xi terkejut, ia menatap Jiang Chen. Jiang Chen tidak menyampaikan apapun dan melewatinya.

Xiao Xi kembali ke orang bau tanah dan guru. Ia melirik Jiang Chen lagi dan menciptakan keputusan kalau ia tidak ingin pindah sekolah. Aku menyukai sekolahku yang sekarang, para guru sangat baik, teman-teman sekelasku juga baik. Aku memutuskan untuk tetap bersekolah disini.
Lu Yang dan Jing Jing lega mendengarnya sementara orang bau tanah Xiao Xi terkejut lantaran sebelumnya Xiao Xi sudah sepakat untuk pindah sekolah.
Xiao Xi menyampaikan kalau ia akan berusaha lebih keras lagi, ia akan memperlihatkan peningkatan pada tes selanjutnya. Ia berfikir dan menyampaikan ia akan menerima peringkat 15 besar.
Semuanya terbelalak mendengar hal itu, mengingat Xiao Xi ada diperingkat terakhir di kelas mereka, naik ke peringkat 15 besar kedengaran sangat tidak mungkin.
Xiao Xi menyampaikan pada orang tuanya, jikalau saya menerima peringkat 15, saya tidak perlu pindah sekolah lagi, oke?
Jiang Chen menatap Xiao Xi dengan seikit kekaguman dalam matanya. Lu Yang dan Jing Jing lemas lantaran itu hal yang mustahil lol. Orang tuanya juga menyampaikan itu tidak mungkin.
Guru Liu menyukai semangat Xiao Xi dan menyampaikan ia gembira pada Xiao Xi.
Xiao Xi memang menyampaikan itu tapi sebetulnya ia juga nggak yakin.

Hari itu  Xiao Xi dan Jiang Chen pulang bersama. Xiao Xi menyampaikan kalau ia mendengar Jiang Chen menangkap preman-preman itu, ia bertanya apakah Jiang Chen melaksanakan itu lantaran dirinya?
Jiang Chen tenti saja membantah, ia menyampaikan ia melakukannya lantaran ia harus memberantas kekerasan dan kriminalitas.
Xiao Xi menarik baju Jiang Chen untuk menahannya dan menyampaikan kalau belakangan ia merasa ada yang mengikutinya dan bertanya apakah itu Jiang Chen? Kau niscaya melihatku bersama preman itu jadi saya mengikutiku dari rumah ke sekolah untuk melindungiku, bukan?
Jiang chen menatap Xiao Xi dan berkomentar kalau Xiao Xi kebanyakan membaca kisah HAHAHAHAHAHA.
Jiang Chen menyuruh Xiao Xi untuk berjalan dengan cepat dan Xiao Xi protes, kalau memang Jiang Chen buru-buru harusnya Jiang Chen memperbolehkannya naik ke sepedanya.
Jiang Chen menolak. Xiao Xi kecewa dan bertanya kenapa? Jiang Chen menyampaikan lantaran Xiao Xi sangat berat.
Jiang Chen kemudian naik ke sepedanya. Xiao Xi cemberut tapi tetap memaksa naik di dingklik belakang.
Xiao Xi: I would only be a sweet burden
Jiang Chen: Chen Xiao Xi, how about your face?
Xiao Xi (smiling): I will give it to you

Xiao Xi dan Jiang Chen tersenyum dan keduanya pulang bersama-sama.

Xiao Xi berguru di rumahnya dan melihat ke luar jendela, ia melihat Jiang Chen berguru di kamarnya. Xiao Xi memutuskan untuk serius kali ini, ia harus mendapatkan peringkat 15 besar.
Xiao Xi benar-benar bersemangat dalam belajar, ia bahkan tertidur lantaran kelelahan di perpustakaan. Jiang Chen juga membantu Xiao Xi dengan merangkum bahan penting dan menawarkan latihan soal pada Xiao Xi.
Kalau Xiao Xi sudah menyelesaikannya, ia akan meminta Jiang Chen memeriksanya. Ia berguru dan berguru dan berguru setiap hari. Teman-teman yang lain juga membantunya dengan meminjamkan buku catatan.
Dan alhasil hari-H tiba. Ujian simpulan semester.

Beberapa hari sehabis ujian, nilai diumumkan dipapan pengumuman.
Xiao Xi dan Lu Yang masuk ke kerumuman untuk melihat nilai mereka.
iao Xi puas lantaran berhasil mendapatkan peringkat 15 besar. Lu Yang shock seorang Chen Xiao Xi mendapatkan peringkat 13 di kelas mereka.
Jiang Chen juga ada disana untuk mengecek. Xiao Xi melihatnya dan tersenyum pada Jiang Chen, Jiang Chen juga tersenyum lantaran Xiao Xi berhasil.

5 sekawan kemudian merayakan kesuksesan Xiao Xi untuk mendapatkan ranking 15 besar, perilaku pemberani Jiang Chen yang menangkap preman, dan mereka semuanya yang akan terus melanjutkan perjalanan berlumpur yang berjulukan sekolah.
Mereka berlima bersulang dengan susu, jus dan kola.
Xiao Xi menatap Jiang Chen ketika itu dan Jiang Chen melihat ke arahnya. Xiao Xi tidak bisa menahan senyumannya dan menyampaikan dalam hati kalau ia pikir ia masih menyukai Jiang Chen.

-The End-

Epilog:

Jiang Chen sedang berjalan bersama Xiao Xi ketika 2 siswi mendekati Jiang Chen. Xiao Xi menyembunyikan wajahnya. Mereka resah melihat Jiang Chen disana dan bertanya apakah Jiang Chen tidak jadi pindah sekolah?
Jiang Chen resah lantaran ia tak pernah merasa kalau ia akan pindah sekolah. Kemudian mereka melihat ke arah Xiao Xi dan mengenali Xiao Xi sebagai orang yang menyampaikan Jiang Chen pindah ke Chang Sha (?).
Jiang Chen menatap Xiao Xi dengan sudut matanya, dan menyampaikan tampaknya ia sudah pindah sekolah.
Xiao Xi malah akal-akalan dan bertanya, bukannya kamu akan pindah sekolah?
Jiang Chen kesal, kamu ini bicara apa?
Xiao Xi: Ah, jadi kamu tidak pindah sekolah…
*Lol jadi Xiao Xi tampaknya menyebar gosip kalau Jiang Chen pindah sekolah.

Salah satu siswi mendorong temannya mendekati Jiang Chen dan temannya malu-malu mengeluarkan surat cinta.
Jiang Chen melihat hal itu dan menyampaikan kalau kelas sudah dimulai. Ia meninggalkan mereka.
Xiao Xi mengikutinya dari belakang.
Siswi tadi murung dan temannya menyemangatinya, menyampaikan kalau masih ada Hu Yi Tian anak kelas 1-6.
HAHAHAHAAHHA. Hu Yi Tian itu nama pemain drama pemeran Jiang Chen lol

Komentar:
Episode 6 ini berlalu cepat banged, saya nggak menyangka saya sangat menikmati episode ini, meski agak kesal juga sih lantaran episode 6 ini semuanya jadi tertuju pada Xiao Xi yang merupakan peringkat terendah dikelas.
Kasihan banged sama Xiao Xi ini salah begitu salah, semua guru selalu mengomelinya. Kejadian di pemetasan drama itu tampaknya memancing semuanya, Selama ini adem ayem aja soalnya. Mungkin lantaran para guru tahu kalau Xiao Xi dalam masa pubernya, naksir seseorang, jadi masa rawan dimana mereka harus waspada mengingat Xiao Xi nilainya rendah.
Tapi ngeri juga ya, kalau pengen nilai manis harus pindah ke sekolah yang lebih ketat peraturannya sama aja dengan memaksa belajar, Bukannya justru jadi makin nggak konsen ya lantaran terpaksa?

Bo song di episode ini manis bangeeeeeeeeeeed, ia berusaha kerasn untuk menghibur Xiao Xi. Mantap banged usahanya, tapi tetap aja Xiao Xi selalu hanya melihat Jiang Chen. Pada alhasil perjuangan Bo song seolah nggak ada apa-apa-nya, lantaran pemenang alhasil Jiang Chen. Kasihan banged Bo song T__T
Aku shock ketika tahu ayah Bo Song yaitu instruktur renangnya, pantes ya keras banged ayahnya. Tapi kenapa Bo Song terus berenang kalau ia memang nggak suka? Apakah lantaran hanya itu yang bisa ia lakukan?
Aku jadi mengerti kenapa Bo Song sayang banged sama Xiao Xi, ternyata lantaran Xiao Xi sobat pertamanya. Awalnya mereka murni temanan sih, tapi lama-lama Bo song jadi jatuh cinta pada Xiao Xi dan cintanya besar bangeeeeeeeeeeeed!!!
Semakin besar ia akan semakin terluka nih, aduuuuh, tolong donk penulis diending carikan Bo Song seseorang untuk mengobati luka hatinya XD

Aku gres tahu kalau kamar Xiao Xi dan Jiang Chen sebelahan. Soalnya dulu nggak diliatin sih. Biasanya kan kalau kamar OTP sebelahan niscaya ada adegan si cewek ngintip ke kamar si perjaka LOL. Tapi kalau nggak salah di beberapa episode lalu, bukannya rumah Jiang Chen itu ada diatas ya, dan rumah Xiao Xi ada dibawah pada dasarnya beda lantai gitu (inget pas Xiao Xi main ke rumah Jiang Chen) kok tiba-tiba kamarnya bisa berseberangan ya? HAHHAHAHAHAHAHAHAH.
Aku suka disini nggak ada degan lead male ngajarin female lead belajar. Biasanya kan kalau female lead kesulitan berguru nanti male lead ngajarin berdua gitu trus romantis bla bla bla, ternyata disini dibentuk ringkas aja. Intinya yang ngajarin nggak cuma male lead, tapi teman-teman juga. Bagus sih. Karena saya sempat berfikir jangan-jangan ini bakalan sama kaya Itakiss, udah ngebayangin Xiao Xi berguru di rumah Jiang Chen HAHAHAHAHA.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top