Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 7-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 7-1

Episode ini menurutku sangat seru. Jiang Chen sudah mulai memperlihatkan perhatiannya pada Xiao Xi dan makin sadar kalau Bo Song menyukai Xiao Xi. Selain itu di episode ini balasannya kita melihat perjalanan pertama 5 sahabat. Meski perjalanan singkat, tapi terlihat sangat seru. Aku berharap lain kali mereka melaksanakan perjalanan lagi, tapi yang bersiklus ^^

To Our Pure Little Beauty Episode 7: Two Days and One Night

Tahun kedua masa Sekolah Menengan Atas Xiao Xi dkk dimulai. Teman-teman sekelas masih sama tapi mereka boleh berganti tempat duduk.
Setelah liburan panjang, Xiao Xi tiba ke sekolah dan reuni bersama Jing Jing. Xiao Xi senang alasannya ialah Jing Jing sudah menyiapkan tempat duduk untuknya. Jing Jing senang dipuji tapi agak kesal ketika Xiao Xi memintanya berdiri alasannya ialah Xiao Xi ingin satu tempat duduk dengan Jiang Chen HAHHAAHHHAHAHAHHA.
Jiang Chen masuk ke kelas dan Xiao Xi pribadi memintanya duduk bersamanya, tapi Jiang Chen menolak dengan cepat. Jing JIng mengejek Xiao Xi yang terlalu bersemangat.
Xiao Xi tidak menyerah, pokoknya Jiang Chen harus duduk dekatnya dan ia menyuruh Jiang Chen duduk di kursi seberang kursinya. Jiang Chen menolak lagi wkkwkwkwkwkkw.

Li Wei kemudian tiba mendekati Jiang Chen untuk bertanya mengenai pelajaran. Xiao Xi kesal sekali. Jing Jing menyuruh Xiao Xi cepat duduk dan menyampaikan kalau Jiang Chen tidak ingin duduk akrab Xiao Xi.
Xiao Xi cemberut dan protes memangnya apa salahnya duduk didekatnya.
Teman sebangku Jing Jing waktu kelas 1 (aku masih nggak hafal namanya HAHHAHAHAHA) masuk ke kelas dan melihat kursi kosong diseberang Xiao Xi dan akan duduk disana. Xiao Xi dengan cepat menghalanginya, menyampaikan kalau seseorang sudah duduk disana.
Temannya bertanya siapa dan Xiao Xi melihat ke arah Jiang Chen yang masih asik dengan Li Wei.
Temannya bertanya lagi siapa dan berteriak ke seluruh kelas kalau nggak ada yang punya kursi itu beliau akan duduk disana. Xiao Xi masih berusaha dan meminta temannya menunggu sebentar.
Jiang Chen kemudian melihat ke arah mereka dan menyampaikan kalau itu ialah kursinya.
Awwwwwwwww. Senyuman lebar mengembang di wajah Xiao Xi.

Jiang Chen duduk di kursinya dan Xiao Xi mulai menjadi pelayannya, membersihkan meja, bertanya apakah Jiang Chen mau minum, ia akan mengambilkan untuk Jiang Chen.
Jiang Chen menatap Xiao Xi dan menyampaikan tampaknya ia menyesal sepakat duduk disana.
Xiao Xi terkejut dan berhenti mengelap meja. Ia dengan manja menyampaikan pada Jiang Chen jangan bercanda begitu dan menyentuh pundak Jiang Chen dengan jarinya sebelum ia kembali ke tempat duduknya.
Xiao Xi senang banged dan Jing Jing  memeluk lehernya, keduanya senyam senyum.

Tapi kemudian si Li Wei tiba lagi menemui Jiang Chen, meminta Jiang Chen menemaninya ke toko buku alasannya ialah guru memintanya membeli beberapa buku, ia takut ia tak sanggup membawanya sendirian. Jiang Chen belum menjawab, beliau melirik ke arah Xiao Xi dulu.
Xiao Xi yang waspada pribadi berdiri dan menyampaikan ia akan menemani Li Wei, alasannya ialah ia orangnya kuat. Ia akan membantu Li Wei mengangkat buku-buku itu.
Tentu saja LI wei menolak dengan alasan kalau Jiang Chen sering beli buku disana  dan ia pikir mereka akan sanggup diskon kalau Jiang Chen ikut dengannya. Xiao Xi terdiam.
Jiang Chen sepakat menyampaikan mereka akan pergi ketika istirahat siang nanti.
Xiao Xi menatap Li Wei dengan kesal, ia kembali duduk dan berbisik pada Jing Jing kalau kadang kadang ia ingin sekali mengurung Jiang Chen dirumahnya HAHAAHHAHAHAHA.

Pelajaran dimulai, hari ini pelajaran pertama ialah bahasa, mereka melanjutkan pelajaran semester kemarin perihal essay: Seandainya saya adalah….
Lu Yang mendapat kebanggaan dari guru alasannya ialah beliau menulis essay-nya dengan kreatif. Judul essay Lu Yang adalah: Imagine I was Cosmic Chaos. Xiao Xi tidak mengerti apa artinya ‘chaos’ meski ia merasa pernah mendengar kata itu sebelumnya. Jiang Chen menyampaikan padanya kalau itu  bukan sesuatu yang Xiao Xi sanggup makan HAHAHAHHAHHAHA.
Jing Jing mengejek Jiang Chen menyampaikan kalau Jiang Chen sangat mengerti Xiao Xi. Xiao Xi tentu saja senang sementara Jiang Chen hanya tersenyum mengejek.
Guru kemudian membacakan essay Lu Yang.
BTW si Bo Song kok kerjaannya tidur terus ya? Dia nggak mendengarkan, ketika Xiao Xi berebut kursi tadi beliau juga tidur tapi kayaknya cuma tidur akal-akalan aja, beliau mendengarkan bagaimana Xiao Xi mecari kursi untuk Jiang Chen.

Saat jam makan siang, Lu Yang mulai agak sombong membicarakan essay-nya yang asal tulis itu, tapi yang lain tidak terlalu tertarik alasannya ialah itu ibarat dengan novel fantasy lainnya.
Li wei kemudian tiba ke meja mereka untuk mengajak Jiang Chen ke toko buku. Xiao Xi cemberut. Jiang Chen menuntaskan makannya dan pergi bersama Li wei ketika Lu Yang berteriak apakah Jiang Chen tidak mau membaca essay-nya.
Lu Yang masih belum mengalah dan meminta Bo Song membaca essay-nya. Bo Song malas dan menyampaikan ia harus pergi latihan LOL.
Xiao Xi kecewa banged melihat Jiang Chen dan Li wei pergi berdua. Xiao Xi mengajak Jing Jing untuk pergi tapi Jing menyampaikan ia belum selesai makan. Xiao Xi tak peduli dan menariknya dari sana.
Jing Jing meminta Lu Yang membereskan mangkuk mereka. Akhirnya Lu Yang ditinggal sendirian. LOL.

Xiao Xi dan Jing Jing tentu saja mengikuti Jiang Chen dan Li Wei ke toko buku. Mereka mengintip apa yang dilakukan keduanya. Jing Jing bertanya kenapa mereka harus mengintip begini, bukankah lebih baik mereka masuk secara natural. Xiao Xi menyampaikan lebih seru kalau begini HAHAHAHHAHAHA.
Tiba-tiba Lu Yang muncul dibelakang mereka dan bertanya apanya yang seru? Novelnya?
Jing dan Xiao Xi panik menutup verbal Lu Yang. Jiang Chen menyadari keributan itu dan tahu kalau Xiao Xi ada disana. lol.
Li wei berterimakasih alasannya ialah Jiang Chen mau menemaninya dan menyampaikan kalau ia dengar Jiang Chen punya adik, ia ingin membelikan buku dongeng untuk adiknya dan ia tak tahu buku ibarat apa yang disukai anak laki-laki, ia ingin Jiang Chen membantunya memilihkan.
Jiang Chen tidak pernah merasa menyampaikan pada siapapun kalau ia punya adik dan bertanya siapa yang memberitahukan itu pada Li Wei?
Li Wei terkejut dan berfikir, kemudian ia berbohong menyampaikan kalau Xiao Xi yang memberitahunya.
Jiang Chen terkejut dan melihat ke arah persembunyian Xiao Xi. Xiao Xi sendiri tidak melihat ke arah Jiang Chen alasannya ialah ia juga kaget, ia tak pernah menyampaikan mengenai adik Jiang Chen pada Li Wei.
Jing Jing menyampaikan kalau Li wei itu anak yang berbahaya (sebenarnya terjemahannya nasty/disgusting = menjijikan).
Sepertinya Jiang Chen melihat reaksi Li Wei yang tak tenang, bahkan menggigit bibirnya, ia tahu Li wei berbohong, jadi ia menolak alasannya ialah ia juga tak mengerti buku untuk anak-anak.

Li wei menyampaikan kalau ia takut membeli buku yang salah. Li wei menceritakan kalau kedua orang tuanya bercerai ketika ia masih kecil, ayahnya menikah lagi dan beberapa tahun kemudian adik tirinya lahir. Sebentar lagi ulang tahun adiknya dan ayahnya memintanya membelikan hadiah untuk adiknya.
Li wei menyampaikan hubungan ayah dan ibunya sangat buruk, alasannya ialah itu ibunya ketika ketat padanya semenjak ia masih kecil. Ia hanya ingin ibunya bahagia, makanya ia selalu berusaha keras. Dan ia juga berharap ayah dan ibunya sanggup lebih menghargai satu sama lain.
Jiang Chen kemudian berfikir, saya rasa beliau berfikir mengenai Li Wei yang sedikit banyak dengan dirinya. Ia juga selalu berusaha keras semoga ibunya tidak repot membesarkannya.
Karena itu Jiang Chen balasannya sepakat membantu Li wei mencari buku dongeng itu. Li wei senang mendengarnya.
Xiao Xi terlihat duka dan bertanya pada Jing Jing apakah Jing Jing pikir Li wei itu anak yang ringkih dan menawan? Bukankah semua anak laki-laki menyukai gadis ibarat itu? Gadis yang memiliki pengalaman hidup yang menyedihkan?
Jing Jing tidak menyukai Li Wei dan menyampaikan memangnya hanya Li Wei yang orang tuanya bercerai, ada banyak anak yang orang tuanya bercerai tetap berpengaruh dan tidak rapuh.

Di rumah Xiao Xi, ibu dan ayah sedang bertengkar problem izin kesehatan yang mengurusnya membutuhkan waktu yang usang sementara persiapan sudah selesai. Ibu meminta ayah menemui sahabat sekelasnya yang bekerja di kantor kesehatan untuk meminta bantuan. Ayah sebentar lagi akan mengadakan reuni bersama teman-temannya, dan berdasarkan ibu itu ketika yang sempurna meminta bantuan.
Ayah menolak alasannya ialah ibu memanfaatkan koneksi untuk mengurus hal ibarat itu, sama saja dengan meminta temannya menyalahgunakan wewenangnya.
Ibu menyampaikan semua orang juga melaksanakan hal yang sama ketika kini ini, ia hanya meminta santunan sedikit. Tapi ayah tetap menolak.
Xiao Xi yang sedang mencar ilmu mendengarkan pertengkaran mereka dan mengintip dari pintu kamarnya, ia kelihatan khawatir alasannya ialah pertengkaran mereka semakin menjadi.

Lu Yang mengomeli teman-temannya yang tidak mau menemaninya, ia menyampaikan kalau mereka semuanya sahabat palsu.
Lu Yang menghabiskan waktu makan cup ramen di warnet dan menyampaikan kalau ia punya uang banyak ia akan mengganti teman-temannya.
Lu Yang kemudian melihat sebuah website kuis dengan hadiah perjalanan glamor ke Hainan.
Lu Yang tersenyum menlihatnya, ia sangat tertarik dengan itu.

Xiao Xi dan Jiang Chen makan berdua di meja yang sama dan Xiao Xi mengeluh alasannya ialah ia punya perasaan tidak enak. Jiang Chen bertanya apakah Xiao Xi lupa mengerjakan kiprah lagi?
Xiao Xi bertanya apa yang Jiang Chen pikirkan mengenai Lin Daiyu (sebuah aksara drama/movie yang memiliki nasib tragis.
Jiang Chen tidak mengerti akan pertanyaan random ini. Xiao Xi bertanya, bukankah beliau kelihatan ringkih dan menawan dan kamu merasa ingin melindunginya?
Jiang Chen tidak mengerti. Bo Song kemudian tiba dan memegang pundak Xiao Xi sambil bertanya melindungi apa? Aku akan melindungimu.
Xiao Xi kesal dan meminta Bo Song jangan menganggu pembicaraannya.
Jiang Chen ketika itu hanya fokus pada pundak Xiao Xi yang dipegang Bo song.
Xiao Xi bertanya lagi apa yang Jiang Chen pikirkan perihal Lin Daiyu?
Jiang Chen belum menjawab dan terus memperhatikan bagaimana Bo song menawarkan lauknya pada Xiao Xi.

Xiao Xi masih mengahrapkan jawaban dan Jiang Chen kemudian mengatakan, setidaknya beliau jauh lebih baik darimu dan beliau makan lebih sedikit darimu.
Xiao Xi pribadi menyampaikan kalau ia tidak banyak makan. Xiao Xi dengan sigap mengembalikan lauk pemberian Bo Song lol.
Xiao Xi mulai menyampaikan kalau ia pikir ia sedikit ibarat dengan Lin Daiyu. Xiao Xi bahkan mulai bersikap cute.
Jing Jing yang gres tiba mengejak Xiao Xi dan menyampaikan ibarat apanya? apa kamu juga nanti akan memuntahkan darah sepertinya?
Xiao Xi kesal menatap Jing Jing dan Jing Jing kemudian mulai menyadari arah pembicaraan ini, Atau… bunga yang kamu tanam mulai bermasalah?
Xiao Xi menyampaikan kalau bunga-nya baik-baik saja.

Lu Yang protes alasannya ialah Jing Jing hanya memperhatikan Xiao Xi dan ingin Jing Jing bertanya padanya juga.
Jing Jing berkata, memangnya apa yang sanggup terjadi padamu? Meminjam novel erotis? menemukan buku yang sudah dibuang orang lain?
Bo Song menyukai kata-kata Jing Jing dan keduanya tos.
Lu Yang jadi kesal dan memperlihatkan tiket pada mereka, tapi tak ada yang memperhatikan jadi Lu Yang meminta mereka mendengarkannya. Ia sudah memasuki babak terakhir sebuah kuis, bila ia menjawab dengan benar di babak final, mereka sanggup pergi ke Hainan.
Jing JIng menyampaikan Lu Yang sangat bodoh, alasannya ialah jelas-jelas itu penipuan. Ia bertanya sudah berapa banyak uang yang dikeluarkan Lu Yang untuk itu?
Lu Yang meminta JIng Jing berhenti bicara problem uang, bila mereka sanggup ppergi nanti, semua pengorbanan yang ia keluarkan tidak ada apa-apanya.
Saat yang lain mencurigai Lu Yang, hanya Xiao Xi yang percaya pada Lu Yang dan bergabung dengannya. Jing Jing mengeleng.
Lu Yang menatap Bo Song. Bo Song terdiam. Xiao Xi juga menatap dengan wajah cute-nya dan Lu Yang nggak mau kalah cute. Bo Song sepakat ikut alasannya ialah kuis itu terdengar meyakinkan.
Xiao Xi tersenyum dan pindah ke Jiang Chen, ia menatap Jiang Chen dengan tatapan memohon. Jiang Chen melihat ke arah Xiao Xi dan Lu Yang.
Ia menghela nafas dan mengangkat nampannya untuk meninggalkan mereka.

Xiao Xi terkejut dan mengejarnya, menyampaikan kalau ia masih ingin membicarakan sesuatu dengan Jiang Chen. Jiang Chen menyampaikan kalau ia tak mau mendengarkannya.
Xiao Xi tidak peduli dan mulai menyampaikan mengenai pertengkaran orang tuanya. Jiang Chen merasa itu hal yang biasa tapi Xiao Xi menyampaikan belakangan mereka bertengkar setiap hari, tampaknya cinta mereka mulai memudar dan kemungkinan mereka akan bercerai. Maksudku adalah, bila mereka bercerai, saya harus ikut dengan siapa? Ibuku sangat pemarah sementara ayahku tidak sanggup memasak. Aku bahkan mungkin harus pindah dan kita akan sanggup menjadi tetangga lagi. Dan saya dengar, bawah umur dari broken home sangat menyedihkan. Jika mereka menikah lagi, bagaimana kalau mereka tidak memberiku makan?
Jiang Chen dengan sabar mendengarkan Xiao Xi dan menyampaikan mungkin alasannya ialah Xiao Xi makannya terlalu banyak, jadi mereka nggak mau memberi makan Xiao Xi.
Xiao Xi kesal pada Jiang Chen alasannya ialah ia sedang serius, orang tuanya mulai melempar sesuatu dan pertengkaran semakin sengit.
Jiang Chen tidak menanggapi Xiao Xi dengan serius dan bertanya apa yang mereka pecahkan dan Xiao Xi berfikir kemudian menjawab, kulkas.
Jiang Chen mendesah dan meninggalkan Xiao Xi sambil menyampaikan kalau imajinasi Xiao Xi sangat menyedihkan. HAHHAHAHAHAHAHHA

Pada balasannya 5 sekawan sepakat untuk membantu Lu Yang menjawab kuis-nya. Lu Yang menyampaikan uang jajan bulanannya sudah ia habiskan untuk mengikuti kuis ini, alasannya ialah itu mereka harus menang.
Setelah semua teman-temannya terlihat siap, Lu Yang menelpon operator kuis itu dan mereka memulai kuisnya.
Pertanyaan pertama ialah perihal isi sebuah novel berjudul The Smiling, Proud Wanderer. Semuanya bengong alasannya ialah mereka tidak mengerti.
Jing Jing menyampaikan kalau Lu Yang suka membaca novel harusnya beliau tahu jawabannya. Lu Yang menyampaikan kalau ia tak suka novel serius HAHAHHAHA.
Jiang Chen tahu jawabannya dan menjawab dengan benar. Lu Yang kagum padanya. Semuanya juga kaget Jiang Chen sanggup menjawabnya.
Pertanyaan kedua ialah perihal anime sailormoon, nama anak Usagi dan Tuxedo Mask.
Semuanya bengong lagi dan menatap ke arah Jing Jing. Jing Jing bertanya apakah ia terlihat ibarat orang yang menonton Sailormoon? LOL.

Xiao Xi merasa tahu jawabannya tapi ia tidak ingat. Xiao Xi mencoba mengingatnya ketika waktu terus berjalan, yang ia ingat ialah anaknya kecil dan rambutnya pink. Tapi ia tak ingat namanya. Xiao Xi pusing sendiri alasannya ialah sudah diujung pengecap tapi ia tak sanggup mengatakannya (Aku beneran kesal kalau ada diposisi ini, kita tahu, ini nih udah diujung pengecap tapi nggak sanggup mengatakannya HAHAAHAHHA).
Waktu tinggal 5 detik lagi, Lu Yang semakin khawatir. Xiao Xi terus berfikir tapi ia tak sanggup mengingatnya.
Di detik terakhir, tiba-tiba Jiang Chen menjawab, Little Little Bunny.
Semuanya terkejut alasannya ialah Jiang Chen benar. JIng Jing tak percaya Jiang Chen menonton sailormoon. Bo Song juga membelalakkan matanya. Xiao Xi terpesona alasannya ialah Jiang Chen bahkan sanggup menjawab pertanyaan ibarat itu.
Jiang Chen menciptakan alasan kenapa ia sanggup menjawabnya alasannya ialah Xiao Xi pernah mengatakannya.
Xiao Xi senang mendengarnya alasannya ialah Jiang Chen masih mengingat apa yang ia katakan.

Pertanyaan terakhir ialah perihal galaksi dan Jing Jing menjawab tanpa berfikir menciptakan Lu Yang khawatir alasannya ialah ini pertanyaan terakhir harusnya dipikir baik-baik.
Tapi jawaban Jing Jing benar dan smeuanya kagum pada Jing Jing.
Lu Yang memenangkan kuisnya dan lokasi hadiahnya dikirim ke HP Lu Yang.
Jiang Chen mengecek lokasinya dan menyampaikan kalau tempat itu sangat jauh. JIng Jing jadi ragu, ia tak mau pergi sejauh itu hanya untuk ditipu.
Lu Yang memohon alasannya ialah ia sudah menghabiskan uang untuk itu setidaknya mereka harus pergi.
Xiao Xi sepakat dan mengajak mereka pergi, semuanya pergi bersama niscaya menyenangkan.
Xiao Xi menatap Bo Song mengharapkan Bo Song pergi dan Bo Song tersenyum padanya, menyampaikan ia akan ikut.
Xiao Xi beralih ke Jiang Chen yang masih berfikir. Jiang Chen menatap Lu Yang yang memohon, juga Xiao Xi yang tersenyum berharap dan balasannya mengangguk. Ia sepakat untuk ikut.
Xiao Xi senang banged dan highfive dengan Lu Yang.

Hari itu ialah hari reuni ayah Xiao Xi dengan teman-teman SMA-nya. Ayah Xiao Xi bekerjsama sudah mau bicara dengan temannya itu mengenai ajakan istrinya tapi pada balasannya ia tak sanggup mengatakannya.
Ayah pulang dalam keadaan mabuk malam itu dan mulai bertengkar lagi dengan ibu alasannya ialah ayah tidak jadi meminta tolong pada temannya. Menurut ayah, ibu harus mengikuti peraturan dan bla bla bla, kalau tidak mau sebaiknya jangan buka toko.
Ibu kesal mendengarnya dan menyampaikan ia tak akan membuka toko.
Xiao Xi mendengarkan dari kamarnya dan mencatat hal penting dari pertengkaran mereka.

Keesokan harinya, ketika berangkat sekolah bersama Jiang Chen, Xiao Xi menceritakan bagaimana orang tuanya bertengkar dengan membaca catatan yang ia tulis. LOL. Xiao Xi menyembunyikan catatan itu di sakunya dan dongeng sambil membacanya, apa yang dikatakan ayah dan ibunya ketika bertengkar.
Xiao Xi benar-benar khawatir orang tuanya akan bercerai, Ayahku akan menikah lagi dan saya punya ibu tiri. Bagaimana bila mereka punya anak lagi? Apakah mereka masih mencintaiku?
Jiang Chen kesal mendengar Xiao Xi menyampaikan jal ibarat itu semenjak kemarin dan menyuruhnya jangan bercanda perihal perceraian, alasannya ialah itu tidak lucu.
Jiang Chen meninggalkan Xiao Xi dan Xiao Xi terlihat cemberut alasannya ialah ia tak bercanda.

Bo Song melihat Xiao Xi sendirian dan mendekatinya, ia bertanya apa yang terjadi. Xiao Xi terus cemberut.
Bo Song mengingatkan kalau besok mereka akan pergi dan mengajak Xiao Xi untuk menyiapkan cemilan yang akan dibawa.
Xiao Xi hanya menatap Bo Song.

Xiao Xi tidak bersemangat tapi ia tetap pergi bersama Bo Song ke mini market membeli cemilan.
Xiao Xi tidak konsentrasi dan terus memasukkan aneka macam makanan ke keranjang belanjaan yang dibawa Bo Song.
Keranjang sudah hampir penuh dan Bo Song kelihatan khawatir alasannya ialah Xiao Xi terus memasukkan makanan kedalamnya.
Bo Song balasannya memanggil Xiao Xi dan menyampaikan ia tak problem dengan uang, tapi apakah Xiao Xi yakin mereka sanggup menghabiskan semua ini?
Xiao Xi kemudian menyadari kalau ia mengambil terlalu banyak dan mulai mengembalikannya lagi.
Bo Song khawatir dan bertanya ada apa?
Xiao Xi menjawab, seorang gadis selalu punya problem yang tidak akan dimengerti oleh para pria.
Bo Song terdiam.

Saat itu, Xiao Xi melihat ayahnya bersama seorang perempuan dan Xiao Xi terkejut. Ia menyampaikan pada Bo Song kalau harus ke toilet dan meninggalkan Bo Song.
Xiao Xi mengejar ayahnya ke luar minimarket dan tetapkan menelpon ayahnya. Xiao Xi bertanya ayahnya ada dimana dan apakah ayahnya akan makan malam bersama mereka malam ini.
Ayah menyampaikan kalau ia akan kerja lembur malam ini dan meminta Xiao Xi tidak menunggunya. Ayah kemudian menyampaikan ia masih ada kerjaan dan menutup telponnya.
Xiao Xi bengong melihat ayahnya berjalan bersama perempuan lain dan menciptakan alasan kalau ia sedang bekerja.

Bo Song selesai membayar cemilan mereka, ada 2 kantong plastik, omg T__T
Ia keluar mencari Xiao Xi tapi ia tak menemukan Xiao Xi disana.

Malam itu Xiao Xi pulang sendirian. Ia terlihat sedih.
Jiang Chen juga pulang dan melihat Xiao Xi. Ia sengaja mengejar Xiao Xi dan menyamakan langkah dengan Xiao Xi, akal-akalan bersikap biasa.
Jiang Chen berjalan disamping Xiao Xi yang tidak ada reaksi dan meliriknya. Ia terkejut alasannya ialah Xiao Xi menangis.
Jiang Chen bertanya ada apa dan Xiao Xi semakin tak sanggup menahan air matanya. Dalam tangisnya ia berkata kalau ia tak akan bicara hal asing lagi, orang tuanya benar-benar akan bercerai.
Jiang Chen terdiam. Xiao Xi terus menangis dan mencari sesuatu untuk menghapus air matanya, ia menarik lengan baju Jiang Chen dan Jiang Chen protes alasannya ialah itu kotor.
Xiao Xi menatap Jiang Chen  dan tak peduli. Xiao Xi dan Jiang Chen terus berjalan, Xiao Xi menangis dan memakai lengan baju Jiang Chen untuk menghapus air matanya.
Awwwwwww.

Xiao Xi kembali ke rumah dengan mata bisul dan ibu tertejut,ibu menyampaikan kalau ada yang jahat pada Xiao Xi, katakan padanya, ia akan melindungi Xiao Xi. Xiao Xi mengangguk dan menyampaikan angin terlalu keras, makanya air matanya keluar.
Ibu bertanya lagi apa benar tidak ada apa-apa? Ibu punya kamu dan ayah, tapi kalian tidak pernah pulang ke rumah lebih awal, saya benar-benar tidak sanggup rileks.
Ibu kemudian mengajak Xiao Xi makan alasannya ialah ia menciptakan cemilan. Xiao Xi makan dengan menahan air matanya.
Ayah pulang tak usang kemudian, ayah mabuk lagi. Ibu protes alasannya ialah ayah terus mabuk setiap malam.
Ayah menyuruh Xiao Xi ke kamar dan mengerjakan tugasnya tapi Xiao Xi menolak. Ayah kesal dengan perilaku Xiao Xi dan Xiao Xi menyampaikan kalau ia gres saja mendapat sifat ini alasannya ialah ayahnya tidak pernah pulang lebih awal dan makan bersama-sama, itu membuatnya curiga apa yang ayah lakukan diluar sana.
Xiao Xi kesal dan masuk ke dalam kamarnya. Ayah dan ibu juga terkejut melihat Xiao Xi yang ibarat itu.

Jiang Chen di rumahnya kembali ragu-ragu. Ia akan mengirim pesan pada Xiao Xi untuk bertanya apakah beliau baik-baik saja, tapi ia tak jadi mengirimnya. (UGHHH sebel deh, jangan ragu-ragu kenapa sih? Nanti jadi Jung Hwan kedua lho HAHHAAHAHA nggak apa sih, saya suka Bo Song wkkwkwkwkw).
Adik Jiang Chen masuk ke kamarnya untuk mengambil pakaian kotor dan bertanya kenapa lengan seragam sekolah Jiang Chen basah.
Jiang Chen menyampaikan ketika pulang sekolah tadi seekor anjing kecil menjilat lengan bajunya (HAHAHHAHAHAHAAHAHA).
Adiknya tertarik, apa? anak anjing kecil? apakah beliau lucu?
Jiang Chen tersenyum dan membenarkannya, tapi beliau sedikit berisik.
Adik Jiang Chen meminta Jiang Chen untuk membawanya melihat anak anjing itu. Jiang Chen sepakat dan menyampaikan kalau anak anjing itu tinggal disekitar rumah mereka, sering kelihatan.
Adik Jiang Chen bersemangat menyampaikan kalau ia akan mencarinya besok.
Jiang Chen hanya tersenyum kecil.
HAHHAHHAHAHAHAHAHHAHAA. Anak anjing yang cute ya? ehaaaak.

Xiao Xi berdiri pagi itu dan mendengar ayahnya sedang menelpon seseorang. Hari itu ialah hari sabtu dan ayahnya berjanji bertemu dengan seseorang siang nanti. Xiao Xi mendengarkan pembicaraan telpon dari kamarnya.
Setelah ayahnya pergi, Xiao Xi ingin mengikutinya, tapi pintu terkunci dari luar. Xiao Xi berteriak memanggil ibunya, tidak ada jawaban.
Xiao Xi mencoba menelpon ibunya, tapi ponsel ibunya tinggal di rumah.
Xiao Xi menelpon Jiang Chen, tapi nomornya tidak aktif.
Xiao Xi resah akan menelpon siapa lagi, ia mengambil notebook-nya dan tetapkan menelpon Jing Jing. Jing Jing bertanya ada apa, alasannya ialah ia sudah dalam perjalanan. Xiao Xi menyampaikan kalau ia terkurung dirumah.
Jing Jing terkejut dan menyampaikan ia akan tiba menyelamatkan Xiao Xi.
(Satu hal yang saya sadari dari adegan ini adalah, Xiao Xi hafal nomor telpon Jiang Chen HAHAHAHHAHA. Iya donk ya, crush!).

Jing JIng, Bo Song dan Jiang Chen menemui Xiao Xi yang terkurung di rumahnya, mereka bicara lewat jendela. Mereka berfikir apa yang harus mereka lakukan.
Jing Jing menyampaikan ia akan mencari ibu Xiao Xi dan menyuruh Bo Song mencari tukang kunci. Ia meminta Jiang Chen menjaga Xiao Xi disana LOL, ketika genting Jing Jing masih sempat menciptakan kesempatan Xiao Xi berduaaan dengan Jiang Chen.
Bo Song tentu saja protes kenapa beliau yang harus mencari tukang kunci, alasannya ialah Jiang Chen lebih hafal tempat ini. Jing Jing tak peduli dan menarik Bo Song dari sana wkkwkwwkwkkw.

Jing Chen dan Xiao Xi tinggal berdua. Keduanya saling menatap.
Jiang Chen berkata melihat Xiao Xi dari jendela begini membuatnya sedikit malu.
Xiao Xi terkejut, ia tak mengerti. Jiang Chen melanjutkan, ini membuatku ingin menawarkan makanan padamu.
Xiao Xi makin bingung, kenapa?
Jiang Chen sedikit tersenyum membayangkan sesuatu HAHAHHAHAHAHAAHAHA.
*Jiang Chen jadi ingat pembicaraan dengan adiknya semalam, Xiao Xi si anak anjing, jadi melihat Xiao Xi terkurung begitu, ia jadi membayangkan Xiao Xi ialah anak anjing dimana beliau ingin menawarkan makan pada Xiao Xi wkwkwkkwkwkww.

Tak usang kemudian, JIng Jing dan Bo Song kembali, mereka berdua kelelahan menaiki tangga.
Jing menyampaikan ia tak sanggup menemukan ibu Xiao Xi dan Bo Song menyampaikan tidak mungkin baginya menemukan tukang kunci.
Xiao Xi jadi resah apa yang harus ia lakukan, alasannya ialah hari ini ia harus keluar.
Jiang Chen kemudian berfikir ada yang aneh, tidak mungkin orang renta Xiao Xi mengurung Xiao Xi tanpa alasan dan bertanya apakah Xiao Xi sudah mencari kunci di rumahnya?
Xiao Xi kemudian terkejut alasannya ialah ia melupakan hal itu. Ia berlari mencari kunci.
Jing, Bo Song dan Jiang Chen mendesah HAHAHHAHAHAHAHAHAHAHHAHHAH.
Tentu saja ada kunci di rumahnya dan ia meminta yang lain membuka dari luar.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top