Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 7-2

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 7-2

———————————————————————————————-

To Our Pure Little Beauty Episode 7 Part 2

Anak-anak berkumpul di rumah Xiao Xi. Xiao Xi kelihatan galau mengenai duduk perkara keluarganya. JIng Jing memintanya jangan galau, siapa tau itu hanya kesalahpahaman.
Tapi Xiao Xi yakin itu bukan salah paham alasannya ialah ia dengan terperinci mendengar ayahnya akan pergi menemui si perempuan di Fu Hua. Xiao Xi bahkan mengajak mereka ke Fu Hua itu, tapi Xiao Xi tidak tahu dimana Fu Hua berada.
Jiang Chen menyampaikan ada banyak daerah yang berjulukan Fu Hua, toko furniture depan sekolah namanya Fu Hua. Bo Song juga menyampaikan kalau bersahabat rumahnya ada catur Fu Hua, juga di kolam renang daerah ia latihan ada Fu Hua.
Jiang Chen menyuruh Xiao Xi berfikir untuk menemukan petunjuk tapi Xiao Xi menyampaikan ia tak ingat. Ingatan Xiao Xi memang selalu menjadi duduk perkara Xiao Xi  Lol.

Jiang Chen kemudian menemukan sesuatu, struk restoran  dan bertanya apakah keluarga Xiao Xi sering makan disana. Xiao Xi menggeleng. Jiang Chen merasa itu ialah petunjuknya, mereka mungkin sanggup menemukan ayah Xiao Xi disana.
Jiang Chen membagi mereka menjadi 3 tim untuk pergi ke tiga daerah itu. Xiao Xi bertanya kemudian apa yang harus ia lakukan?
Jiang Chen meminta Xiao Xi ikut bersamanya. Bo song pribadi protes  dan menyampaikan kalau begitu ia juga ikut bersama mereka. Jiang Chen terdiam.
Jing Jing pribadi menengahi dan menarik Bo Song untuk ikut bersamanya. Awwwww Poor Bo Song T____T

Jiang Chen dan Xiao Xi tiba disebuah restoran dan kebetulan ayah Xiao Xi benar-benar ada disana bersama seorang wanita.
Jiang Chen mengajak Xiao Xi masuk, tapi Xiao Xi menyampaikan ia tak berani. Mereka hasilnya memutuskan untuk menunggu di luar.
Ayah Xiao Xi bicara dengan sobat SMA-nya itu, ternyata ayah Xiao Xi membantu temannya untuk mencari pengacara alasannya ialah ia akan bercerai. Ia juga mengingatkan ayah Xiao Xi untuk menghargai keluarganya alasannya ialah tak ada yang lebih penting dari keluarga. Hal itu menciptakan ayah Xiao Xi kembali berfikir.
Saat mereka keluar, ayah menelpon temannya yang bekerja di dinas kesehatan untuk meminta tolong pengurusan izin kesehatan perjuangan alasannya ialah istrinya akan membuka restoran, alasannya ialah kalau mengurus dengan cara biasa akan usang sementara mereka butuh cepat. Dan sobat ayah dengan senang hati membantunya.
Teman ayah Xiao Xi keluar dari restoran dan menemuinya. Ayah Xiao Xi senang sanggup membantu temannya dan menyampaikan kalau ada apa-apa, temannya sanggup menghubunginya. Temanya juga menyampaikan pada ayah Xiao Xi untuk menjaga istrinya dengan baik demi dirinya (karena ia gagal dalam komitmen nikah alasannya ialah suaminya).
Xiao Xi dan Jiang Chen melihat hal itu dari jauh dan menyadari apa yang bergotong-royong terjadi. Xiao Xi benar-benar hanya salah paham.

Xiao Xi menatap Jiang Chen dan menyampaikan kalau ia tampaknya salah paham.
Jiang Chen melihat reaksi Xiao Xi dan menyampaikan tampaknya Xiao Xi kecewa.
Bo Song dan Jing Jing kemudian tiba menemui mereka dan bertanya apakah mereka sudah menemukan ayah Xiao Xi.
Xiao Xi menunduk dan Jiang Chen menjelaskan kalau semuanya hanya salah paham.
Xiao Xi jadi tersenyum nggak lezat dan Jing Jing menyampaikan Xiao Xi sudah menakutinya.
Saat semuanya lega, Jing Jing gres teringat kalau mereka melupakan Lu Yang. Mereka semuanya saling pandang, hari ini ialah hari janjian mereka untuk pergi ke Hainan.
JIng Jing mengecek hp-nya, ada pesan murka Lu Yang, ‘aku akan pergi sendirian. jangan datang.’

Lu Yang ada di daerah yang ditujukan alamat hadiah kuisnya, dan ada bapak-bapak disana kesal sekali kenapa selalu ada yang tiba meminta hadiah ke daerah ini, padahal ini hanya sebuah sekolah yang tidak digunakan lagi.
Lu Yang benar-benar ditipu, tapi ia tak percaya dan tak menyerah, ia meminta bapak itu membuka pintu dan bapak itu menyampaikan pada Lu Yang untuk tidak menganggunya.
Lu Yang tak mengalah dan bahkan akan naik pagar, tapi ia terjatuh alasannya ialah takut pada anjing yang menggonggong.

Lu Yang sedang duduk dengan murung ketika Xiao Xi dkk tiba menemuinya. Lu Yang kesal alasannya ialah semua itu ialah tipuan. Jing Jing mengingatkan Lu Yang kalau ia sudah menyampaikan sebelumnya ini hanya penipuan.
Xiao Xi kasihan pada Lu Yang dan meminta yang lain jangan terlalu keras padanya, alasannya ialah mereka sudah tiba jauh-jauh ia pikir mereka harus melihat pemandangan disekitar sana sebelum pulang.
Lu Yang kecewa banged, tapi nggak ada pilihan lain.

5 sekawan sedang berjalan kali, mereka akan pulang tapi tidak ada transportasi disana.
Xiao Xi meminta JIng JIng mendengarkan saran Bo Song untuk menginap semalam, mereka sanggup minta tolong pada bapak tadi untuk mencarikan daerah bermalam.
Jing Jing tidak mau, alasannya ialah ibunya niscaya akan marah. Jiang Chen menyampaikan kalau hari sudah mulai gelap, bila mereka terus berjalan menyerupai ini, mereka sanggup dalam bahaya, alasannya ialah tidak ada siapa-siapa disana.
Xiao Xi menatap Jingjing dan Jing menariknya dan berbisik Xiao Xi melaksanakan ini alasannya ialah ingin menginap bersama Jiang Chen.
Bo Song kemudian menyarankan untuk voting, siapa yang sepakat menginap angkat tangan dan semuanya mengangkat tangan kecuali Jing JIng.
Lu Yang mencoba meyakinkan Jing Jing alasannya ialah besok mereka sanggup melihat matahari terbit bersama-sama.
Akhirnya 5 sekawan kembali ke sekolah tak terpakai itu.

5 sekawan menginap di sekolah tertinggal itu, tampaknya sekolah itu punya asrama dan mereka akan tidur disana.
Mereka menelpon orang bau tanah masing-masing untuk menciptakan alasan. Xiao Xi menyampaikan ia berguru dirumah Jing Jing sebagai buktinya Xiao Xi memperlihatkan telpon pada Jing untuk bicara dengan ibunya. Jing JIng juga melaksanakan hal yang sama, begitu juga dengan anak lainnya, HAHAAHHAHHA.
Malam itu sangat gelap, penerangan mereka hanya lilin dan Jing Jing mengajak mereka bermain sesuatu yang seru.

Lu Yang terkejut dan menyampaikan kalau ia tak mau membuka bajunya HAHAHHAAHAHHA. Jing Jing mengajak mereka bermain ‘pen deity’. (aku pernah melihat permainan ini di Puberty Medley, jadi mereka memegang pena diatas kertas yang dibatasi dengan yes / no, kemudian bertanya sebuah pertanyaan dan arwah akan membawa tangan mereka ke yes atau no. Kalau di indo menyerupai lah sama main jelangkung, kayaknya ya, saya juga ga tau main jelangkung kayak gimana, yang terperinci memanggil arwah gitu).

Xiao Xi takut dan menolak bermain. Jing Jing menyampaikan Xiao Xi tidak perlu takut alasannya ialah ia akan melindungi Xiao Xi, Bo Song juga menyampaikan ia akan melindungi Xiao Xi.
Tapi Xiao Xi tetap menolak. Lu Yang kemudian menakut-nakuti Xiao Xi menyampaikan mereka semuanya akan bermain, kalau hanya Xiao Xi yang tidak main, arwah akan murka pada Xiao Xi alasannya ialah tidak menghargainya dan membunuh Xiao Xi.
Xiao Xi beneran takut dan hasilnya sepakat untuk main HAHAAHAHAHAHHAHAHA.
Jing Jing menyampaikan pada Xiao Xi kalau tidak akan terjadi apa-apa.
Akhirnya mereka berempat mulai main. ketika giliran Xiao Xi dan Bo Song yang memegang pena (kayaknya itu pensil deh ahhahhaha), Jiang Chen masuk tanpa bunyi ke ruangan dan fokus pada tangan Bo Song yang memegang tangan Xiao Xi.
Mereka berempat pribadi shock melihat Jiang Chen disana dan murka padanya alasannya ialah masuk tanpa bunyi HAHAHAHAHAHAHHA.

Xiao Xi kehilangan fokus dan mereka mengingatkan Xiao Xi dihentikan melepaskan tangannya, alasannya ialah arwah akan murka padanya. Mereka kemudian memutuskan mengakhiri permainan.
Xiao Xi mendekati Jiang Chen yang duduk dan menyampaikan kalau ia sangat takut, mereka memaksanya untuk bermain.
Jiang Chen berkomentar kalau Xiao Xi justru kelihatan menikmati permainan itu. Xiao Xi terdiam.
Bo Song melihat keduanya dan mendekati Xiao Xi, ia memperlihatkan Xiao Xi snack dan menyampaikan ketika mereka membeli snack waktu itu Xiao Xi kelihatan sangat menyukai yang ini.
Jiang Chen malas mendengarkan keduanya dan memutuskan pergi keluar. Xiao Xi menyampaikan kalau ia akan makan sncak-nya nanti, ia meninggalkan Bo song dan mengejar Jiang Chen.

Jiang Chen ada di luar dan Xiao Xi bangkit disampingnya. Xiao Xi mencoba mengajak Jiang Chen bicara dan bertanya apakah Jiang Chen tidak percaya pada pen deity?
Jiang Chen menyampaikan ada banyak hal yang tidak sanggup dijelaskan dengan sains, hanya alasannya ialah kamu tidak melihat sesuatu bukan berarti sesuatu itu tidak ada.
Xiao Xi takut mendengarnya dan meminta Jiang Chen jangan menakutinya. Xiao Xi jadi sedikit merinding.
Jiang Chen memperhatikan Xiao Xi dan bertanya apa pertanyaan yang ditanyakan Xiao Xi pada pen deity.
Xiao Xi berfikir dan menyampaikan Lu Yang bertanyanapakah pacar masa depannya punya rambut panjang dan pen deity menjawab ya.
Jing Jing menanyakan apakah ia akan menemukan sesuatu dan pen deity menyampaikan ya.
Saat Xiao Xi akan menyampaikan pertanyaan Bo Song, Jiang Chen memotongnya bertanya, apakah kamu bertanya pertanyaan yang tidak penting?
Xiao Xi senyam senyum sendiri dan menyampaikan ia terlalu aib untuk bertanya.
Jiang Chen bertanya pertanyaan apa itu, kenapa Xiao Xi aib bertanya, bukannya tak berani menanyakannya?

Xiao Xi menyampaikan ia takut bila ia bertanya apakah Jiang Chen menyukainya, pen deity akan menjawab tidak. Kalau itu terjadi ia tak akan sanggup menyukai Jiang Chen lagi.
Jiang Chen bertanya, kenapa tidak?
Xiao Xi menjawab, Cara menyayangi menyerupai ini sangatlah menyakitkan. Kau tahu dengan baik ia tidak peduli padamu tapi saya terus menyukainya dan akal-akalan bahagia.
Jiang Chen termenung menatap Xiao Xi.
Xiao Xi melanjutkan, saya takut suatu hari nanti kamu akan menyampaikan pribadi padaku kalau kamu tidak menyukaiku dan memintaku menyerah. Dan kata-kata menyakitkan lainnya. Jangan menyampaikan kata-kata itu padaku bila waktunya tiba nanti, oke?
Jiang Chen termenung dan berfikir, ia mengerti. Xiao Xi senang mendengarnya.
Jiang Chen kemudian bicara, bergotong-royong pertanyaan yang saya bicarakan ialah pertanyaan ingin saya ketahui, bila kamu bertanya pada pen deity atau tidak, bukan pertanyaan yang kamu pikirkan.
Xiao Xi bertanya apa itu dan Jiang Chen menjentikkan jarinya dikepala Xiao Xi sambil berkata, apakah ada dokter yang bodoh?
Jiang Chen meninggalkan Xiao Xi sambil tersenyum.

Lu Yang dan Jing Jing menghabiskan waktu berdua. Jing Jing menceritakan pada tahun 2004 Eropa meluncurkan Rosetta yang membawa Philae ke angkasa. Saat Philae mendarat ia kehilangan kontak dengan Rosetta. Di angkasa yang luas ini, mereka berdua menunggu sebuah sinyal. Bukankah menurutmu itu menyentuh?
Jing Jing wajahnya bersinar-sinar kalau membicarakan mengenai antariksa dan bintang-bintang, alasannya ialah ia menyukai astronomi. Ia menyampaikan bintang-bintang sangatlah indah.
LuYang menatap wajah Jing Jing yang sangat senang ketika membicarakan itu dan menyampaikan kalau ia pikir ‘mereka’ sangat cantik. (refers to: bintang-bintang, tapi maksud Lu Yang ialah Jing Jing).
Lu Yang bertanya apakah Jing Jing memiliki seseorang yang disukai dan Jing Jing menyampaikan tidak ada. Lu Yang senang mendengarnya.
Jing Jing curiga dan bertanya kenapa Lu Yang menanyakan itu padanya. Lu Yang menjawab itu hanya pertanyaan yang tiba-tiba terpikir olehnya.
Lu Yang menyampaikan apapun yang dibicarakan Jing Jing levelnya selalu tinggi, tidak menyerupai dirinya, ia hanya menyukai game dan ia hanya sanggup menentukan game.
Saat itu Lu Yang memegang jantungnya dan Jing Jing jadi ingat mengenai penyakit Lu Yang.
Jing Jing mencoba menghibur Lu Yang menyampaikan pada Lu Yang untuk melupakan hal itu dan tertawa, ini ialah kebahagiaan alasannya ialah kemalangan.

Malam itu bawah umur mencoba untuk tidur, tapi mereka tak sanggup tidur dan memutuskan untuk bermain lagi.
Mereka duduk mengelilingi meja dan menulis sesuatu di kertas tanpa nama. Menulis sesuatu untuk seseorang dan mengacak kertas itu. Mereka kemudian mengambil satu kertas dan hal yang mereka baca ialah diam-diam mereka sendiri.
Saat mereka menulis, mereka saling lirik dan saya yakin mereka menulis itu untuk orang yang mereka lirik. Xiao Xi terperinci melirik Jiang Chen sementara Bo Song melirik Xiao Xi. Lu Yang udah niscaya melirik Jing Jing.

Lu Yang mengacak kertasnya dan mereka mengambil satu per satu.
Lu Yang membaca goresan pena di kertasnya ‘Aku harap Rosetta menemukan Philae’, yang ini niscaya ditulis oleh Jing Jing. Lu Yang senang alasannya ialah ia mendapat kertas Jing Jing.
Jing sendiri mendapat kertas bertuliskan ‘Aku menyukai gadis yang berambut panjang’. Jing Jing memperlihatkan wajah bingungnya, tampaknya ia tak tahu itu milik siapa. *lol saya yakin itu milik Lu Yang.
Xiao Xi sendiri melihat kertas miliknya dan terkejut, tulisannya ialah ‘aku menyukai Xiao Xi’.
Ada dua laki-laki yang menatap ke arah Xiao Xi ketika itu dan Xiao Xi masih tidak percaya dengan apa yang ia baca.

Malam itu Lu Yang dan Xiao Xi tidur dengan wajah tersenyum bahagia. Xiao Xi tampaknya berfikir kalau kertas itu milik Jiang Chen.
Tak jauh disana, Bo Song tidak sanggup tidur dan terus menatap Xiao Xi.
Sementara Jiang Chen juga tidak sanggup tidur dan menatap seseorang. Aku menonton adegan ini berulang-ulang dan tampaknya Jiang Chen melihat ke arah Bo Song yang menatap Xiao Xi.
Ia jadi gelisah sendiri dan tak sanggup tidur.

Keesokan harinya, 5 sekawan berkumpul di bukit untuk melihat matahari terbit. Semuanya kelihatan senang dan mulai berteriak bergiliran ke arah matahari.
Lu Yang: Udara disini sangat bagus! Ayo berteriak!
Jing Jing: Aku harap Lu Yang sanggup diam!
Bo Song: Aku harap dipertandinganku besok, semua orang akan tiba dan melihatku memenangkan pertandingan!
Xiao Xi: Aku berharap Jiang Chen akan meneriakkan sesuatu!
Semuanya menatap ke arah Jiang Chen, berharap Jiang Chen akan meneriakkan sesuatu.
Jiang Chen: Panjang umur, Manchester United!!!

HAHHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHHAHAH. Plis deh, Jiang Chen :’)

Xiao Xi cukup kaget alasannya ialah Jiang Chen benar-benar berteriak dan bertanya apakah Jiang Chen demam.
Semuanya tertawa dan menikmati pagi itu. Mereka kemudian sama-sama berteriak kalau mereka tidak ingin mengerjakan PR dan tidka ingin pulang.

Xiao Xi pulang ke rumahnya dan melihat izin kesehatan untuk restoran gres ibunya sudah jadi.
Ayah dan ibu kembali tubruk mulut. Ibu menyampaikan ini hanya hal yang mudah tapi ayah tidak mau menghubungi temannya. Ayah juga protes alasannya ialah hal ini sanggup dilakukan secara online kenapa ibu memaksanya menelpon temannya.
Xiao Xi sudah tidak khawatir lagi dengan orang tuanya dan bertanya dengan penuh semangat apakah mereka akan membuka toko.
Ayah menyampaikan Xiao Xi tidak pulang ketika malam dan masih sanggup bicara dengan penuh semangat begini, ia kemudian menyuruh Xiao Xi makan. Xiao Xi mengerti.

Siangnya, Xiao Xi menemui Bo Song yang akan bertanding hari ini, ia menyemangati Bo Song dan menyampaikan kalau Bo Song akan memenangkan daerah pertama hari ini dan meminta Bo Song jangan nervous.
Bo Song menyampaikan ia tidak nervous, ia akan menang dan mentraktir Xiao Xi. Mereka berdua menciptakan janji dengan jari kelingking.

Anak-anak yang lain tiba ketika pertandingan untuk mendukung Bo Song, mereka berteriak menyemangati Bo Song.
Lu Yang menyuruh Bo song mengalahkan yang lain dengan tiga putaran dan Jing Jing mengingatkan ini pertandingan renang jarak pendek (kayaknya cuma sekali nggak ada berbalik, wkwkkwkw saya nggak ngerti mengenai renang).
Pertandingan dimulai dan Xiao Xi dkk berteriak menyemangati Bo Song.
Hari ini Bo Song dalam keadaan sangat prima dan berhasil memenangkan pertandingan.
Teman-temannya sangat bahagia.

Setelah memenangkan pertandingan, Bo Song dikerumuni oleh reporter yang menanyakan ini dan itu padanya.
Xiao Xi yang bersemangat menembus kerumuman untuk melihat Bo Song dari dekat.
Salah satu reporter bertanya pada Bo Song motivasi untuk memenangkan pertandingan hari ini.
Bo song tiba-tiba menarik tangan Xiao Xi dan memeluk bahunya, menyampaikan dengan percaya diri kalau Xiao Xi ialah motivasinya, ia memenangkan pertandingan alasannya ialah Xiao Xi.
Xiao Xi terkejut mendengarnya. Bo Song hanya senyam senyum saja menatap Xiao Xi yang tidak tahu harus bicara apa.
Jiang Chen yang ada disana juga terkejut melihat mereka.

– The End-

Epilog:

Saat Xiao Xi menangis alasannya ialah berfikir orang tuanya akan bercerai, Xiao Xi memakai lengan baju Jiang Chen sebagai sapu tangan untuk menghapus air matanya.
Ia menangis sangat keras dan lengan baju Jiang Chen jadi basah.
Xiao Xi pindah ke lengan kiri Jiang Chen dan menangis lagi di lengan kiri baju Jiang Chen HHAHAHAHAHAHHAHAHA.
Cute littel puppy ya XD

Komentar:
Episode ini ya ampuuuuuuuunnnn, semenjak awal saya udah senyam senyum sendiri. Nggak menyangka 5 sekawan sudah kelas 2 Sekolah Menengan Atas dan masih dikelas yang sama. Lucu banged Xiao Xi nggak memikirkan perasaan Jing Jing yang ingin sebangku dengannya dan bahkan menyediakan daerah duduk, Xiao Xi malah mengusirnya semoga Jiang Chen sanggup duduk disampingnya HAHAHAHAAHA.
Jiang Chen hobi banged menolak seruan Xiao Xi, mungkin alasannya ialah sebangku dengan Xiao Xi akan membuatnya stress dan nggak sanggup konsen belajar. Tapi saya suka ketika ia menyampaikan pada sobat sebangku JIng yang dulu kalau itu ialah daerah duduknya. Well, setidaknya di kelas 2 ini mereka semakin dekat. Aku tebak nanti di kelas 3 JIang Chen dan Xiao Xi akan sebangku HAHAHAHAHAHHAHA..

Menit terakhir episode 7 ini sangat seru omg!!! Aku nggak tahan untuk senyam senyum sendiri.
Bo Song yang biasanya enteng aja, belakangan ia mulai jaga-jaga Xiao Xi. Mungkin ia sudah menyadari kalau Xiao Xi menyukai Jiang Chen, jadi nggak mau membiarkan Xiao Xi berdua dengan Jiang Chen. Hmmm, saya mendukung Bo Song tapi takut ia patah hati, alasannya ialah kayaknya ia udah cinta banged sama Xiao Xi.
Xiao Xi hingga simpulan niscaya hanya akan melihat Jiang Chen. Dan di ending episode ini, apakah Xiao Xi akan menyadari perasaan Bo Song?
Kalau Xiao Xi tahu apa yang akan ia lakukan, apakah ia akan menjauhi Bo Song? Jaga jarak gitu.
Atau Bo song bilang ia cuma becanda? Hmmmm.
Bo Song semakin berani ya dan saya suka HAHHAAHHAAAHHA.

Aku menyukai pembicaraan Xiao Xi dan Jiang Chen di episode ini, terutama pas mereka menginap. Xiao Xi menyampaikan ia menanyakan apakah Jiang Chen menyukainya dan takut akan dijawab tidak oleh si pen deity. KAlau dijawab begitu, Xiao Xi jadi nggak sanggup menyukai Jiang Chen lagi.
Terus Jiang Chen malah nanya, kenapa nggak bisa?
Hellowwwww, jadi ia berharap Xiao Xi tetap mencintainya tanpa diberi kepastian? Aduh, yang begini cuma ada di drama, kalau di dunia kasatmata semua orang bakalan milih Bo Song HAHHAHAHAHAHA.
Aku bergotong-royong kesal sih, Jiang Chen ini menyerupai berharap Xiao Xi terus menyukainya meski ia tidak menyampaikan ia menyukai Xiao Xi, pada dasarnya ia pengen Xiao Xi tetap suka sama ia meski ia bersikap cuek dan bla bla bla.
Kan kasihan Xiao Xi, cewek kalau nggak diberi kepastian juga galau. Tapi Xiao Xi masih menikmati perasaannya selama Jiang Chen tidak menolaknya dengan tegas.
Well, alasan Jiang Chen nggak menolak sih alasannya ialah ia juga suka sama Xiao Xi, tapi ia nggak akan menyampaikan perasaannya. Disinilah tugas penting Bo Song lol. Kalau Bo Song nggak ada Xiao Xi-Jiang Chen bakalan begini hingga lulus.
Semoga Jiang Chen mulai merasa tersaingi dan menyatakan cinta, tapi alasannya ialah perjalanan masih panjang, saya menebak Jiang Chen bakalan makin cuek sama Xiao Xi, sanggup ia juga jadi makin deket sama Li Wei. hufffff!

Kira-kira siapakah yang menulis ‘I Love You, Xiao Xi’ itu?
Kemungkinannya ada 2, Jiang Chen dan Bo Song. Aku akan menebak tanpa spoiler ya, jadi ini orisinil pendapat saya tanpa tahu episode selanjutnya bagaimana.
Tentu saja kemungkinan besar ialah Bo Song. Karena kita tahu Bo song suka sama Xiao Xi, dan ia berkemungkinan besar menulis hal itu, ia juga liri-lirik Xiao Xi kan?
Tapi saya bergotong-royong berharap itu ditulis oleh Jiang Chen, meskipun saya yakin Jiang Chen bukan tipe yang menulis hal menyerupai itu. Tapi akan lebih manis kalau ia yang menulis.
Xiao Xi sendiri niscaya berfikir itu ditulis oleh Jiang Chen, alasannya ialah sebelumnya kan ia dan Jiang Chen membicarakan mengenai perasaan Xiao Xi pada Jiang Chen.
Makanya Xiao Xi tidur sambil senyam senyum sendiri.
Yang menciptakan saya ingin tau ialah apa yang ditulis Xiao Xi. Aku pikir Xiao Xi niscaya menulis sesuatu wacana Jiang Chen, contohnya ‘aku menyukai Jiang Chen’ atau ‘aku berharap Jiang Chen menyukaiku’.
Kalau contohnya Jiang Chen yang mendapat kertas itu, Jiang Chen mah udah tahu ya, jadi nggak akan kaget.
Tapi kalau Bo Song yang dapet? HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAA Sedih banged kan? T_____T

Aku juga ingin tau kertas satu lagi milik siapa dan apa yang tertulis disana. Kalau kertas I Love You Xiao Xi ialah milik Bo Song, kemudian apa yang ditulis Jiang Chen?
Kalau kertas I Love You Xiao Xi ialah yang tulis Jiang Chen, kemudian apa yang ditulis Bo Song?
Hmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm. Ini permainan seru banged ya, kenapa dulu saya nggak pernah main yang beginian? LOL.
BTW permainan ini mengingatkanku pada Manitto game-nya Reply 1988 HAHAHAHHAHAHAHAH.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top