Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 8-2

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 8-2

————————————————————————————————-

To Our Pure Little Beauty Episode 8 Part 2

Wali kelas sedang bersama ayah Bo Song alias pelatih. Ia membicarakan dilema Bo Song dan Xiao Xi, mengingatkan jika Bo Song yakni seorang atlit peraih medali, yang tak boleh dibebani dengan dilema apapun, apalagi percintaan.
Wali kelas menyampaikan jika ia sudah memanggil Xiao Xi dan Bo Song, meminta instruktur bicara pada mereka nanti.
Xiao Xi tiba tak usang kemudian dan wali kelas memperkenalkan instruktur sebagai ayah Bo Song pada Xiao Xi. Xiao Xi shock alasannya yakni ia gres tahu (aku juga shock pas tau HHAHAHAHHA).
Ayah Bo Song bertanya pada Xiao Xi dimana Bo Song dan Xiao Xi terkejut apakah ayahnya tiba untuk membawa Bo Song? Ia juga bertanya apakah BoSong tertangkap berair bekerja di restoran BBQ?
Ayah tentu saja terkejut alasannya yakni ia tak tahu hal itu. Xiao Xi panik alasannya yakni ia salah bicara dan mencoba mencari alasan lain. Wali kelas memarahinya dan meminta Xiao Xi menyampaikan hal yang sebenarnya.

Xiao Xi akibatnya menyampaikan jika Bo Song tinggal dan bekerja di restoran BBQ.
Ayah murka mendengar Bo Song menghabiskan waktu untuk melaksanakan hal yang tidak penting.
Xiao Xi menyampaikan pada ayah Bo Song jika bukan menyerupai itu. Menurutnya Bo Song itu sangat menakjubkan. Semua orang dalam kelas menghormatinya. Mungkin dari luar Bo Song kelihatan menyerupai anak yang menganggap remeh sesuatu dan tak peduli pada orang lain, tapi bersama-sama itu alasannya yakni Bo Song sibuk berenang dan tak punya waktu menciptakan sobat di sekolah, alasannya yakni itu Bo song merasa ia lebih baik tak peduli pada orang lain.
Ayah Bo Song menyampaikan jika Bo Song hanya perlu fokus pada latihan renangnya.
Xiao Xi menyampaikan Bo Song sudah berenang cukup baik, setiap kali ia melihat Bo Song, Bo song selalu akan pergi berenang atau kembali sehabis berenang. Bahkan terakhir kali kau berkumpul dan menulis sesuatu di kertas, ia bahkan menulis jika ia ingin makan Hot Pot. Itu alasannya yakni atlet harus mengikuti hukum diet dan tidka boleh makan sembarangan, makanya ia menahannya. Dia udah melakukannya selama bertahun-tahun, mungkin anda berfikir bahwa itu yakni hal yang seharusnya ia lakukan, tapi kan tidka boleh makan hot pot itu keterlaluan, Apakah anda pernah memikirkan tentangnya? Dia ingin berteman, ingin menghabiskan waktu bersama semuanya. Bo Song hanya seorang siswa Sekolah Menengan Atas yang normal.
Ayah Bo Song menyerah. Wali kelas menyampaikan sebagai guru ia juga berfikir jika renang dilarang mengambil semua masa muda Bo Song.
Xiao Xi oke alasannya yakni Bo Song bukan seekor ikan (HAHAHAHHAHAAHAHA yang kerjaannya berenang terus).

Malam itu Bo Song bekerja di kedai BBQ dan ayahnya tiba menemuinya. Awalnya ia tak sadar, ia pikir ayahnya yakni pelanggan biasa. Tapi begitu melihat dengan jelas, ia terkejut.

Ayah menatapnya dan Bo Song terdiam, ia agak takut gitu.

Sementara itu di apartemen, Xiao Xi dan Jiang Chen tak sanggup konsentrasi berguru alasannya yakni kepikiran. Xiao Xi ingin mengirim pesan pada Jiang Chen jika ia akan memaafkan Jiang Chen kali ini, tapi ia tak sanggup melakukannya.
Jiang Chen sendiri menelpon Lu Yang dan bertanya dimana ia sanggup mendapat ‘tiket’ itu?
Awwwwwwwww, cieh cieh, umpannya JIng Jing dimakan abis HAHAHHAHHAHA.

Xiao Xi dan ayahnya makan hot pot berdua. Bo Song masih galau dengan apa yang terjadi, kenapa ayahnya tiba-tiba datang, tidak murka dan malah mengajaknya makan malam bersama, dan makannya yakni hot pot.
Ayah memasukkan beberapa daging ke mangkok Bo Song dan menyuruhnya makan. Bo song galau dan bertanya bukannya atlet dilarang makan hot pot?
Ayah menyampaikan mereka sanggup makan itu sekali-kali.
Bo Song masih ragu untuk makan, bahkan untuk mencelupkan ke saos ia bertanya pada ayahnya apakah ia boleh melakukannya atau tidak?
Ayah menyampaikan dalam waktu akrab tidak ada kompetisi, jadi Bo Song boleh melakukannya.
Bo Song akibatnya makan.
Saat makan, ayah berkata, Bo Song, apakah saya terlalu ketat padamu?
Bo Song terkejut.
Ayah melanjutkan, ketika saya seusiamu, saya tidak tahu apa yang saya pikirkan. Tapi diusiaku sekarang, saya selalu merasa harusnya ketika itu saya berusaha lebih keras. Alasan kenapa saya begitu padamu yakni alasannya yakni saya tidak ingin kau menyesalinya.
Bo Song terdiam. Ayah kemudian menyampaikan sebaiknya mereka tidak membicarakan hal itu dan terus menaruh daging di mangkuk Bo Song, memintanya makan banyak.
Bo Song makan dengan mata berkaca-kaca dan ayahnya tersenyum. Ayah menyampaikan ketika Bo Song kembali nanti, jangan biarkan bawah umur lain mencium kedaluwarsa hot pot dari tubuh Bo Song, ia mengingatkan hidung atlet lain sangat tajam menyerupai anjing. Bo Song setuju, terustama senior, hidungnya menyerupai anjing pelacak.
Keduanya tertawa dan menghabiskan malam bersama-sama. Awwwwwwwww, akhirnya, ayah dan anak ini bikin saya terharu T__T
*padahal saya ngarep mereka ngomongin Xiao Xi lho wkkwkwkw, contohnya bapaknya bilang Xiao Xi anak yang baik dan bla bla bla lol.

Di rumah Xiao Xi, restoran ibu belum buka tapi mereka sudah membicarakan untuk membuka cabang gres HAHAAHHAHAA.
Ayah menyampaikan mereka sanggup membukanya di seluruh negeri dan mengakibatkan Xiao Xi pewaris kaya restoran (pig trotters restaurant).
Saat mereka membicarakan Xiao Xi, ibu kemudian bertanya hari ini tanggal berapa dan ayah menyampaikan tanggal 26. Ibu gres ingat jika besok yakni ulang tahun Xiao Xi dan memarahi ayah alasannya yakni melupakan ulang tahun anaknya sendiri. Ayah protes padahal ibu juga lupa wkkkwkwkwk.
Ibu kemudian gres ingat jika Xiao Xi meminta uang 500 RMB padanya, tampaknya untuk membeli tiket pertandingan, hm… apa ya…. Man… Manchester…
Ayah mengerti dan menyampaikan Manchester United. Ibu membenarkan dan meminta suaminya membelikan tiket untuk Xiao Xi.
Ayah mengerti.

Pagi itu, Xiao Xi tidak bersemangat di ruang tamu. Ayah mendekatinya dengan membawa 2 tiket pertandingan MU. Awalnya Xiao Xi malas membuka matanya tapi ketika ia membukanya, Xiao Xi terkejut dan pribadi senang memeluk ayahnya. Ia menyampaikan ayahnya sangat menakjubkan sanggup mendapat tiket itu.
Ayah menyampaikan ia yakni fans MU dan akan menceritakan mengenai dirinya tapi Xiao Xi sudah keburu ke kamarnya mengambil tas dan berangkat ke sekolah HAHAHHAHAHHAH.

Di kelas, Xiao Xi gres datang. Xiao Xi akan ke mejanya sementara Jiang Chen akan keluar, keduanya jadi berhadapan. Xiao Xi mau ke kiri, Jiang Chen ke kiri, Xiao Xi mau ke kanan, Jiang Chen ke kanan. Pokoknya akward banged.
Xiao Xi cemberut begitu tiba di kursinya dan Jing Jing bertanya apakah mereka belum baikan?
Xiao Xi mengangguk dan memasang wajah datar.
Li wei masih belum mengalah mendekati Jiang Chen, ia tiba lagi meminta diajari soal yang tidak sanggup ia kerjakan.
Jiang Chen oke dan mengajarinya caranya. Xiao Xi dan Jing Jing melihat keduanya. Jiang Chen serius mengajari Li Wei tapi Li Wei malah asik menatap Jiang Chen.
Jing Jing merasa sangat abnormal alasannya yakni itu yakni soal yang sangat mudah, tak mungkin Li Wei tidak sanggup mengerjakannya.
Xiao Xi menatap Jing Jing dan berkata, soal itu gampang ya? Aku sama sekali tidak mengerti.
Jing Jing hanya sanggup menghela nafas lol.

Bo Song masuk ke kelas mereka dan Xiao Xi pribadi menyapanya, bertanya apakah Bo Song pulang ke rumah semalam?
Jiang Chen mendengarkan hal itu selagi ia mengajari li Wei.
Bo Song menyampaikan ia pulang. Xiao Xi berkata jika semalam ia bertemu ayah Bo Song dan membicarakan Bo Song, ia memperlihatkan ketulusan hatinya bagaimana ia memikirkan Bo Song.
Bo Song tersenyum senang dan menyampaikan ia tahu, alasannya yakni ayahnya menceritakan itu padanya.
Jiang Chen yang rahasia mendengarkan jadi kesal alasannya yakni keduanya semakin dekat.
Lu yang sendiri meminta santunan Xiao Xi alasannya yakni Jing Jing sudah hambar padanya beberapa hari ini.
Xiao Xi malah berkata, rasakan itu, siapa suruh kau bermain-main dengan uangnya?
Lu Yang kesal + sedih, ia tak sanggup menyampaikan alasan bersama-sama apa yang terjadi dengan uang itu, alasannya yakni itu akan membuatnya tampak tidak keren.
Bo Song tersenyum menatap punggung Xiao Xi, ia makin jatuh cinta pada Xiao Xi.
Bo Song kemudian mengajak Xiao Xi untuk hang out bersamanya besok.
Xiao Xi galau alasannya yakni ia sudah punya rencana besok meski ia belum yakin apakah si ia akan tiba atau tidak.

Xiao Xi sempat ragu sejenak dan berfikir. Jiang Chen yang mendengarkan itu waspada dan tiba-tiba memanggil nama Chen Xiao Xi. (KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!! Umpan Jing Jing kena, kemaren Jing Jing bilang jika hingga Xiao Xi dan Bo Song keluar bersama, Bo Song akan menyatakan perasaan pada Xiao Xi dan Jiang Chen tidak mau itu terjadi wkkwkwkwww).
Xiao Xi terkejut dan berbalik ke arah Jiang Chen. Jing Jing, Lu Yang dan Bo SOng juga kaget. Mereka menatap Jiang Chen.
Jiang Chen terdiam, ia tak tahu harus menyampaikan apa, otaknya berfikir cepat dan tiba-tiba ia menyampaikan ingin meminjam penghapus HAHAHHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHA.
Xiao Xi masih shock dan tergesa-gesa mencari penghapus. Lu Yang dan Jing Jing bersama-sama mengharapkan Jiang Chen menyampaikan sesuatu yang lain, mereka kemudian fokus pada pekerjaan masing-masing.
Hanya Bo song yang tampaknya tahu alasan Jiang Chen memanggil Xiao Xi bukan alasannya yakni penghapus.
Xiao Xi masih sibuk mencari penghapus di tas dan lacinya, Bo Song kembali mencoba bicara padanya tapi Xiao Xi menyampaikan ia sedang sibuk dan menyuruh Bo Song menunggu.
Bo Song terluka. Awwwwwwwwwww T_______T

Pada akibatnya Xiao Xi tidak menemukan penghapusnya, Jiang Chen sudah sibuk lagi mengajari Li Wei.
Xiao Xi menatap keduanya, ia membuka bukunya dan ada 2 tiket MU disana. Xiao Xi berfikir bagaimana cara memberikannya.

Malam itu, Xiao Xi di kamarnya menatap tiket dan ponselnya. Ia akan menghubungi Jiang Chen.
Sementara itu Jiang Chen sibuk mencari tiket, tapi ia tak sanggup menemukannya di kawasan resmi. Ia menelpon Lu Yang dan bertanya apakah sobat Lu Yang mendapat tiketnya.
Tiba-tiba resepsionis menyampaikan jika seseorang mengembalikan tiket, hanya 1 tiket dan bertanya apakah Jiang Chen mau?
Jiang Chen terdiam.
Xiao Xi masih sibuk dengan ponselnya, ia ingin menghubungi Jiang Chen tapi ia tak berani. Saat sedang galau, tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Xiao Xi terkejut dan lebih terkejut lagi alasannya yakni Jiang Chen menelponnya. Xiao Xi pribadi memperbaiki suaranya sebelum mengangkat telpon.
Jiang Chen menyampaikan jika besok jam 7 malam ia menunggu Xiao Xi di pintu masuk stadion. Xiao Xi terkejut mendengarnya, ia pribadi senang banged dan melompat-lompat di kawasan tidurnya, meninggalkan ponselnya di meja HAHHAHHAHHAHAH.
Jiang Chen masih diseberang telpon dan memanggil-manggil nama Xiao Xi. Xiao Xi kemudian sadar jika Jiang Chen belum mematikan ponselnya dan kembali bicara pada Jiang Chen, ia bertanya apakah Jiang Chen berhasil mendapat tiketnya, padahal sulit sekali mendapat tiket itu.
Jiang chen menyampaikan ia berhasil mendapat satu. Xiao Xi menyampaikan jika itu tak dilema alasannya yakni ia juga punya tiket.
Awwwww, dan begitulah Xiao Xi dan Jiang Chen berjanji untuk kencan di malam ulang tahun Xiao Xi.

Keesokan harinya, Xiao Xi mengurung diri dikamar mandi, ibunya protes alasannya yakni ia sedang sesak ingin ke toilet, kenapa Xiao Xi usang banged di kamar mandi.
Xiao Xi kemudian keluar dengan rambut berair dan menyampaikan ia sedang basuh rambut. Ibu galau alasannya yakni Xiao Xi tak pernah basuh rambut jika final pekan.
Xiao Xi menyampaikan ia hanya mencuci poni-nya saja HAHHAHAHHAHAHAHA.

Xiao Xi ada di pintu masuk stadion untuk program Manchester United Asian Tour 2006.
Ia menunggu Jiang Chen. Acara sudah hampir dimulai tapi Jiang Chen belum kelihatan. Xiao Xi khawatir.
Sementara itu di lain tempat, Jiang Chen sedang menunggu Xiao Xi di pintu stadion juga, tapi program yang berbeda HAHAHAHAHHAAHAHHAHA.
Ternyata tiket yang dibeli Jiang Chen yakni tiket konser Chun Chun, jadi maksudnya malam ini mereka nonton konser *NGAKAK!
Diantara banyak perempuan fans Chun Chun yang akan masuk ke gedung, Jiang Chen bangkit disana menunggu Xiao Xi. Dia nggak nyaman banged alasannya yakni terus diperhatikan. Jiang Chen cukup terkenal alasannya yakni tampan, dan bahkan ada yang berusaha mengajaknya kenalan wkwkwkkwkwk.
Mereka bertanya apakah Jiang Chen akan menonton konser dengan pacarnya dan Jiang Chen menjawab, iya ((KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa!!!!!!!!).

Karena yang dinantikan tak juga datang, mereka berdua saling menghubungi. Jiang Chen menelpon Xiao Xi dan bertanya ia ada dimana?
Xiao Xi menyampaikan jika ia ada di stadion. Ia tak mengerti kenapa ia tak melihat Jiang Chen disana, pertandingan akan segera dimulai.
Jiang Chen terkejut, ia mengerutkan keningnya, pertandingan?
Xiao Xi bertanya, bukannya kau ingin melihat pertandingan MU?
Jiang Chen tertawa dan mengerti apa yang terjadi, Ia meminta Xiao Xi menunggu disana dan jangan pindah tempat. Ia akan tiba mencari Xiao Xi.

Tak usang kemudian Jiang Chen tiba kesana sambil berlari. Xiao Xi khawatir alasannya yakni Jiang Chen tiba telat banged dan segera memperlihatkan tiketnya pada petugas.
Tapi tiket Xiao Xi tidak sanggup dipakai dan mereka menyampaikan mungkin itu tiket palsu, Xiao Xi kena penipuan. Xiao Xi terkejut, ia tak percaya alasannya yakni ayahnya yang mencarikan tiket ini, ayahnya menghabiskan banyak uang untuk tiket itu. Ia ingin mereka mencobanya lagi.
Tapi petugas menyampaikan ini terang tiket palsu, alasannya yakni tak ada barcode-nya.
Xiao Xi sangat kecewa. Jiang Chen hanya sedikit tersenyum dan mengajak Xiao Xi pergi dari sana.

Sementara itu di rumah, ibu Xiao Xi bertanya pada suaminya bagaimana suaminya sanggup mendapat tiket itu. Karena ia dengar tiketnya sangat mahal dan sulit didapatkan.
Ayah tersenyum dan menyampaikan tidak sulit sama sekali, ia bahkan dengan sombong menyampaikan jika ia hanya membelinya dengan harga 150 RMB (300ribu rupiah), beli 1 gratis 1 HAHHAHAHAHAAHHAHAHHAHAHAHA.
Ibu ragu alasannya yakni itu terdengar sangat murah.

Pada akibatnya Xiao Xi dan Jiang Chen tidak sanggup melihat pertandingan Mu dan menghabiskan waktu di luar stadion. Jiang Chen membelikan minuman untuk Xiao Xi, minuman bersoda, dan bahkan membukakannya. Xiao Xi sangat senang.
Xiao Xi meminumnya tapi kemudian ia menutup mulutnya dan mulai khawatir. Jiang Chen galau dan menatap Xiao Xi. Xiao Xi menyampaikan jika ia ingin bersendawa.
Jiang Chen mendesah dan mengerti. Ia menutup telinganya dan matanya, meski ia mengintip sedikit.
Xiao Xi tersenyum dan bersendawa. Xiao Xi senang bangeeeeeeed. Awwwwwwww, Jiang Chen sangat pengertian aaaaackkkkkk!!!
Xiao Xi menyampaikan ia sudah selesai dan Jiang Chen tersenyum padanya, keduanya senyum malu-malu.

Tak jauh dari sana, seseorang gres tiba dengan setengah berlari, kemudian berhenti ketika melihat keduanya.
Dia yakni Wu Bo Song. Ia melihat Xiao Xi dan Jiang Chen menikmati waktu mereka berdua di luar stadion.
Bo Song terluka. Ia berbalik dan membuang tiket yang akibatnya berhasil ia dapatkan OMG!!!!!!!!!
Bo Song pulang dengan langkah berat.
HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA saya nggak tahan liat Bo Song, pengorbanannya itu lho ya ampun, demi tiket itu, tapi malah masuk kawasan sampah T____T
Aku suka sama Bo Song tapi baper juga sama Jiang Chen, saya galau T___T

Xiao Xi dan Jiang Chen pulang tak usang kemudian, sepanjang jalan keduanya terlihat sangat akrab dan bahkan mulai bercanda. Xiao Xi yang ingin memasang wig pelangi ke kepala Jiang Chen dan Jiang Chen yang menghindar. Jiang Chen juga udah nggak awkward untuk skinsip, sia kelihatan memperbaiki baju Xiao Xi XD
Pokoknya mereka berdua ini asik banged di kencan pertama mereka.
Sesampai di pintu apartemen, Xiao Xi berterima kasih alasannya yakni Jiang Chen sudah mengantarnya pulang. Jiang Chen berkata, jika ia juga tinggal disana dan memecahkan imajinasi Xiao Xi.
Xiao Xi terlihat cemberut. Jiang Chen menahan senyumannya dan sebelum masuk, ia mengucapkan selamat ulang tahun pada Xiao Xi.
Xiao Xi kemudian memanggil Jiang Chen dan Jiang Chen menghentikan langkahnya.
Xiao Xi bertanya apa yang ditulis Jiang Chen di kertasnya waktu itu.
Jiang Chen berfikir dan mengingatkan Xiao Xi jika itu yakni rahasia.
Xiao Xi tetap ingin tahu dan menyampaikan jika ia akan memberitahu apa yang ia tulis. Xiao Xi menyampaikan ia menulis jika ia menyukai Jiang Chen. Xiao Xi senyam senyum dan Jiang Chen berkomentar kulit Xiao Xi kini makin tebal alias nggak ada malu lagi (biasanya kan jika ngomong suka cewek itu malu-malu AHHAAHAHA, Xiao Xi malah ngomong pribadi di depan orangnya lol).
Xiao Xi bertanya apa yang ditulis Jiang Chen dan Jiang Chen menyampaikan ia tak ingin bermain permainan ini.

Xiao Xi tak mengerti. Jiang Chen membuka tasnya dan mengeluarkan kertas yang waktu itu. Ia memperlihatkan pada Xiao Xi, kemudian ia masuk ke pintu apartemen.
Xiao Xi menatap kertas yang ada ditangannya, kertas itu bertuliskan ‘aku tidak ingin bermain permainan ini’. Ternyata Jiang Chen medapatkan kertas yang ia tulis sendiri.
Xiao Xi terkejut dan mengeluarkan kertas miliknya yang bertuliskan ‘aku menyukai Chen Xiao Xi’.
Xiao Xi menahan nafasnya.

Flashback ke malam itu, Bo Song menatap Xiao Xi dengan mata penuh cinta. Ia kemudian menulis ‘aku menyukai Chen Xiao Xi’ di kertasnya.
Xiao Xi masih bangkit disana dan menghela nafas. Xiao Xi jadi galau apa yang harus ia lakukan alasannya yakni ia tahu yang menulis itu ternyata yakni Wu Bo Song.

The End

Epilog.

Dalam perjalanan pulang dari stadion, Xiao menyampaikan apa pertanyaannya.
Xiao Xi berkata, ketika kita bertengkar waktu itu, kau ingat saya melempar uang padamu, kan? Apakah sehabis itu kau kembali dan mengambil uangnya?
Jiang Chen tidak menjawab jadi Xiao Xi berfikir Jiang Chen mengambil uangnya. Jiang Chen membantah, ia tak kembali ketika itu.
Xiao Xi cemberut dan menyampaikan siswa yang piket hari itu niscaya beruntung.
Jiang Chen berfikir kemudian bertanya, Kau… jangan bilang sehabis kau menangis menyerupai itu kau kembali untuk mengambil uangnya?
Xiao Xi menyampaikan jika itu yakni uang, ia tak sanggup membiarkannya.
Jiang Chen mendesah dan Xiao Xi tersenyum padanya.

Makara hari itu sehabis Xiao Xi dan Jiang Chen bertengkar dimana Xiao Xi melempar uang ketika Jiang Chen memberikannya untuk jersey itu, Xiao Xi menangis terisak.
Tapi kemudian ia menghentikan langkahnya dan berbalik, ia menangis sejadi-jadinya ke kawasan ia melempar uang itu. Tapi ia tak menemukan uang itu disana dan menangis lagi.
HAHAHAHAHAHAHA

Komentar:
Awwww baby Xiao Xi memang ya, uang 400 ribu lho, meski murka dan kesal, uang tetap uang. Sayangnya ia terlambat dan sudah ada yang mengambilnya HAHAHHAHAHAHAHAH.

Di episode ini saya kesal banged sama Jiang Chen tapi baper juga ujung-ujungnya. Aku kesal alasannya yakni ia ini sikapnya seolah merasa Xiao Xi miliknya, hanya alasannya yakni Xiao Xi suka sama ia seharusnya Xiao Xi hanya melihatnya dan tak boleh akrab dengan laki-laki lain. Seharusnya ia mikir donk ya, Xiao Xi kan bukan pacarnya, ia juga nggak pernah bilang suka sama Xiao Xi, tentu saja Xiao Xi bukan miliknya.
Tapi untungnya, Jing Jing melaksanakan tugasnya dengan baik, ia berhasil menciptakan Jiang Chen terbakar api cemburu dan akibatnya melaksanakan sesuatu untuk Xiao Xi.
Dia nggak mau Xiao Xi dan Bo Song jadian, alasannya yakni itu ia berusaha mengajak Xiao Xi untuk bersamanya hari itu. Saat ia memanggil nama Xiao Xi untuk meminjam penghapus itu sangat kocak lol. Itu pertama kalinya Jiang Chen panik tapi dalam keadaan kalem ya XD

Aku suka bagaimana Jiang Chen yang arif ternyata polos juga mengikuti saran Jing Jing untuk membeli tiket konser Chun Chun, daripada mencari tiket MU yang susah didapat. Dan nggak nyangka akibatnya sanggup satu, meski akibatnya nggak jadi dipakai alasannya yakni salah paham. Lucu banged mereka berdua ini tinggal di apartemen yang sama dan ounya nomor masing-masing, kenapa nggak berangkat bareng aja semoga jangan salah duga HAHAHHAHAHAHA.
Lagian pas janjian malamnya nggak terang sih, stadion-nya itu yang mana. Xiao Xi memang nggak kepikiran Chun Chun sama sekali, alasannya yakni Jiang Chen suka MU semenjak awal ia memang menargetkan pertadingan MU HAHAHAHHAA.
Nggak peduli itu ulang tahunnya, pokoknya ia sanggup bersama Jiang Chen, meski ia yang bei tiket dan bahkan beli jersey.
Tapi sayang sekali ya, Jiang Chen nggak ngasih kado buat Xiao Xi. Kadonya udah kencan doank berdua hehehhehhehe.

Akhirnya misteri surat itu terungkap di episode ini. Ternyata Jiang Chen tetap Jiang Chen ya, ia nggak akan menulis sesuatu menyerupai ‘aku menyukai Xiao Xi’ dan benar banged jika itu goresan pena Bo Song. Awwww, Bo Song jujur banged ya, berharap Xiao Xi yang baca. Xiao Xi memang baca tapi mikirnya malah goresan pena Jiang Chen.
Sedih banged pas liat Bo Song melihat Xiao Xi dan Jiang Chen kencan ya ampun, hatiku ikut hancur, apalagi ketika ia membuang tiket itu dan berjalan meninggalkan stadion. Punggungnya itu lho T_____T Sedih banged.
Sepertinya kedepannya Bo Song akan makin patah hati, alasannya yakni ia mengasihi Xiao Xi dan nggak sanggup berhenti mencintainya, jadi ia mengasihi seorang gadis yang mengasihi orang lain. Sedih banged T_T
Harus siap-siap nih hati.

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top