Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 9-1

A Love So Beautiful

[Sinopsis] A Love So Beautiful Episode 9-1

Episode 9 ini ialah episode patah hati Bo Song, saya nggak berpengaruh melihat ia murung dan bersedih, pokoknya ia hampir ga ada senyum tapi sekali senyum, senyumannya itu menyakitkan banged.
Sementara Jiang Chen episode ini manis banged, ia mulai berani kini dan lebih terbuka, meski ia nggak bilang ia suka sama Xiao Xi, tapi ia nggak tahan sebab gemas melihat Xiao Xi HAHHAHAHAHHAHA.
Hatiku benar-benar terbagi dua, disatu sisi saya senang sebab Xiao Xi senang tapi murung sebab bo Song juga T_T

To Our Pure Little Beauty Episode 9

Bo Song ada di kolam renang malam itu, ia menghabiskan waktunya dengan latihan dan latihan, berharap ia tak kepikiran mengenai Xiao Xi dan Jiang Chen. Saat ia naik ke darat, ia mengambil kertas yang ia dapatkan ketika menginap bersama teman-temannya waktu itu.
Itu ialah kertas yang ditulis oleh Xiao Xi. Xiao Xi menulis ‘Aku menyukai seseorang, tapi saya tidak akan menyampaikan siapa orangnya ha ha ha’.
Bo Song menatap kertas itu dengan penuh pikiran dikepalanya. Karena ia tahu siapa orang yang disukai Xiao Xi itu.

Sementara Xiao Xi ada di kamarnya. Ia juga galau menatap 2 kertas dihadapannya, ‘Aku menyukai Xiao Xi’ yang ditulis Bo Song dan ‘Aku tidak ingin bermain permainan ini’ yang ditulis Jiang Chen.
Ia pusing memikirkan apa yang harus ia lakukan. Ia tak tahu kalau Bo Song menyukainya sementara ia menyukai Jiang Chen dan Bo Song & Jiang Chen ialah teman.

Pagi harinya, Xiao Xi bertemu dengan Jiang Chen di parkiran sepeda. Xiao Xi menyapa Jiang Chen yang sedang membuka kunci sepedanya.
Jiang Chen menatap Xiao Xi dan mengomentari kalau Xiao Xi sudah menjadi panda. Xiao Xi terdiam, belahan bawah matanya mengitam sebab ia tak sanggup tidur semalam.
Jiang Chen menyampaikan tampaknya Xiao Xi mencuri sesuatu semalam dan Xiao Xi membantah, ia menciptakan alasan kalau ia berguru semalaman.
Jiang Chen mengerti dan menyampaikan kalau begitu pagi ini Xiao Xi tidak membutuhkan contekan untuk PR mereka.
Xiao Xi panik dan menyampaikan tentu saja ia butuh. Jiang Chen mengayuh sepedanya dan meninggalkan Xiao Xi sambil tersenyum.
Xiao Xi panik dan cepat-cepat membuka kunci sepedanya.

Di kelas, Lu Yang menatap kursi Bo Song dan berkomentar kalau hari ini Bo Song tidak tiba ke sekolah lagi. Ia iri sebab menjadi seorang atlet sangat enak, boleh tidak tiba ke sekolah.
Jing Jing masuk ke kelas dan Lu Yang mengulurkan tangannya memperlihatkan sebotol susu, tapi Jing Jing melewatinya begitu saja. Ia masih murka pada Lu Yang problem uang itu. Lu Yang bertanya kapan Jing Jing akan berhenti murka padanya.
Jing Jing tak peduli.

Wali kelas masuk dan memperlihatkan pengumuman kalau ahad depan pemilik sekolah akan tiba dan mereka berencana menciptakan acara, wali kelas sudah mendaftarkan kelas mereka untuk mengikuti kompetisi debat. wali kelas sudah menyerahkan list pada ketua kelas dan bertanya apakah Li wei sudah menanyakan pada mereka.
Li Wei menyampaikan ia dan sahabat sebangkunya, Qiao LU (ternyata cewek cerewet itu namanya Qiao Lu, harus inget nih, suka lupa soalnya HAHAHAHA) akan ikut kompetisi tapi belum menanyakan pada Jiang Chen dan Zhao Jin Han.
Jiang Chen menghela nafas sebab ia diikutsertakan tanpa persetujuan lagi. Xiao Xi menatapnya. Tapi Jiang Chen tidak punya pilihan lain dan kana ikut debat itu.
Wali kelas bertanya apakah ada diantara siswa lain yang ingin ikut dan Jing Jing menyuruh Xiao Xi untuk mengangkat tangannya, ini kesempatan Xiao Xi ada di grup yang sama dengan Jiang Chen.
Tapi Xiao Xi ragu, ia ingin ikut tapi tak percaya diri. wali kelas meminta anak yang ingin ikut untuk mendaftar pada Li Wei.

Xiao Xi dan Jing Jing sedang bersama ketika jam istirahat. Jing Jing bertanya ada apa dengan Xiao Xi hari ini, sebab Xiao Xi tidak banyak bicara ibarat biasanya. Ia bertanya apakah kencan selesai pekan Xiao Xi gagal?
Xiao Xi menyampaikan bukan itu. Ia ternyata salah sangka. Ia memperlihatkan kertas miliknya pada Jing Jing dan menyampaikan kalau awalnya ia pikir yang menulis ‘Aku menyukai Xiao Xi’ ialah Jiang Chen, tapi ia gres tahu kemarin kalau itu goresan pena Wu Bo Song.
Jing Jing melihat kertas itu dan sedikit mengejek Xiao Xi, Xiao Xi protes sebab ia sedang bingung. Jing bertanya apa yang akan dilakukan Xiao Xi mengenai ini dan Xiao Xi menyampaikan ia tak tahu.
Jing Jing kemudian berfikir untuk membantu Xiao Xi tapi tiba-tiba Xiao Xi panik dan bersembunyi di belakang Jing Jing.

Jing Jing kaget dan bertanya kenapa. Xiao Xi mengintip dari balik punggung JIng Jing, menyampaikan kalau ada Bo Song disana. Jing melihat ke arah depan dan Bo Song sedang latihan lari.
Jing bertanya apakah Xiao Xi berencana akan bersembunyi terus begini setiap kali melihat Bo Song?
Ia mengingatkan Xiao Xi ialah sahabat sekelas Bo Song, meski Xiao Xi berusaha bersembunyi, mereka akan tetap bertemu di kelas.
Xiao Xi mendesah dan menyampaikan kalau ia menyampaikan yang bahwasanya pada bo Song, mereka tak akan sanggup berteman lagi.
Jing Jing malah punya ilham lain, btw kenapa kamu tidak bersamanya saja? Coba lihat Wu Bo Song,  ia kan tidak buruk. Badannya bagus, ia juga sudah punya penghasilan sendiri, ia bahkna menghasilkan 10 juta setiap kompetisi, kamu tahu kan 10juta itu sebanyak apa? Kau sanggup menggunakan itu untuk membeli toko cemilan di sekolah. Satu kompetisi setara dengan satu toko cemilan.
Xiao Xi kesal mendengarnya, Apa kamu pikir saya orang yang ibarat itu?
Jing Jing meninggalkan Xiao Xi dan Xiao Xi mendesah menyampaikan kalau JIang Chen sudah ibarat supermarket baginya.
HAHHAHAHAHHAHAAHHAHAAHA Gitu ya, toko cemilan dan supermarket XD

Xiao Xi terbangun dari tidurnya ketika kelas berakhir lol. Jing Jing meninggalkannya duluan.
Xiao Xi masih ngantuk-ngantuk dan mendekati Jiang Chen, ia menepuk lengan Jiang Chen mengajaknya pulang bersama.
Jiang Chen menyampaikan kalau Li Wei sudah menunggunya di aula. Xiao Xi terkejut.
Jiang Chen kemudian menjelaskan supaya Xiao Xi tidak salah paham, kalau mereka akan berdiskusi mengenai debat.
Xiao Xi mengerti dan menyampaikan ia akan pulang duluan. Ia kemudian mendesah dan bergumam, kamu bahkan tidak tahu saya sudah mengalah akan toko cemilan demi dirimu.
Jiang Chen mendengarnya dan menatap kepergian Xiao Xi.
LOL. Aku ngakak banged gara-gara toko cemilan ini XD

Xiao Xi ternyata belum pulang. Ia masih ada di gedung dan melihat kepergian Jiang Chen dan Li wei dari lantai atas.
Xiao Xi benar-benar murung dan tiba-tiba Jing Jing tiba mengajaknya pulang bareng.
Xiao Xi mengeluh sebab supermarket-nya pergi bersama orang lain.
Jing Jing menyampaikan kalau Jiang Chen dan Li wei sungguh pasangan yang cocok. Xiao Xi kesal mendengarnya, katakan sekali lagi dan saya akan menendangmu.
JIng Jing tertawa dan menyampaikan kalau tampaknya pemilik supermarket sudah berubah. Xiao Xi kesal banged. Jing Jing kabur dan Xiao Xi mengejarnya.

Bo Song di kolam renang dan terus latihan. Salah satu seniornya bertanya kenapa belakangan ini gaya renang Bo Song memburuk?
Bo Song membisu saja. Seniornya bercanda, apa kamu bertengkar dengan pacarmu?
Bo Song tidak menjawab. Awwwww T_T

Keesokan harinya, Xiao Xi ingin bicara pada Jiang Chen tapi tak jadi sebab Li Wei tiba dan menyerahkan draft JIang Chen yang ketinggalan. Xiao Xi cemberut lagi. Apalagi ketika keduanya terus membicarakan debat dan debat.
Xiao Xi menyandarkan badannya pada Jing Jing yang sibuk belajar. Xiao Xi mengeluh sebab sudah usang ia tak pulang bareng Jiang Chen, sebab sepulang sekolah Jiang Chen sibuk dengan latihan debatnya.
Jing Jing menyampaikan kalau Xiao Xi kesal dengan itu seharusnya Xiao Xi ikut kelompok debat mereka.
Xiao Xi menyampaikan kalau ia tak sanggup berdebat, ia bahkan tak sanggup menang kalau laga lisan dengan orang lain. Jing Jing membalas, kalau begitu kamu kan sanggup membantu mereka dibelakang panggung, menyediakan teh misalnya. Setidaknya Jiang Chen sanggup melihatmu kalau ia membalikkan wajahnya.
Xiao Xi tersenyum mendengar ilham itu, keduanya saling pandang dan merasa itu bukan ilham yang jelek HAHAHHAHA.

JIng Jing kemudian bertanya pada Jiang Chen dan Li Wei apakah kelompok debat mereka kekurangan orang untuk membantu menyediakan teh (membantu membelikan makanan dan minuman).
Qiao Lu mendengar itu dan menyampaikan tidak. Jing Jing kesal dan menyampaikan ia tak bicara pada Qiao Lu. JIng Jing meminta Li Wei untuk memasukkan Xiao Xi dalam kelompok debat mereka, alasannya ialah untuk pengalaman sebab Xiao Xi belum pernah berdebat sebelumnya dan ingin tau mengenai kerja dibalik layar sebuah kompetisi debat.
Li Wei orangnya tidak sanggup menolak dan kesudahannya memperbolehkan Xiao Xi bergabung.
Xiao Xi menahan senyumannya menatap Jiang Chen. Jing Jing bertanya pada Jiang Chen apakah ia problem jikalau Xiao Xi bergabung dan Jiang Chen menyampaikan tak masalah.
JIng Jing juga meminta izin pada Jin Han dan memperbolehkan Xiao Xi bergabung. Xiao Xi dan Jing Jing sangat senang, sebab satu-satunya yang menolak ialah Qiao Lu.
Sementara itu, Jiang Chen senyum belakang layar HAHHAAHAHAHAHHAHAHAHA. Seneng lu ya XD

Dan begitulah, Xiao Xi bergabung menjadi anggota ke-5 kelompok debat kelas mereka.
QIao Lu masih terus berusaha membully Xiao Xi. Ia tahu Xiao Xi tidak akan mengerti problem debat dan meminta Xiao Xi memberikan opini-nya. Xiao Xi resah sendiri.
Li Wei kemudian memiliki ilham dan menyampaikan opininya, menciptakan Xiao Xi minder sebab ia tak sanggup seaktif Li Wei. Tim Li Wei dkk akan menjadi tim yang menentang, jadi mereka harus sanggup mempertahankan pendapat bahwa meski nilai akademik penting, tapi kepribadian dan talenta jauh lebih penting. Li Wei memberi pola seolah penulis dari lingkungan mereka, yang nilai akademiknya rendah tapi tak menghalanginya menjadi penulis sukses.
Xiao Xi membenarkan opini Li Wei dan menyampaikan kalau ia punya pola lainnya. Misalnya ialah Wu Bo Song sahabat sekelas mereka yang gres saja memenangkan kompetisi.
Mata Jiang Chen menyala ketika Xiao Xi menyebut nama Wu Bo Song HAHHAHAAHHAHAHAHAHAHAHAHA.
Xiao Xi tidak tahu akan hal itu terus menceritakan bagaimana Wu Bo Song hanya menerima nilai 9 ketika tes matematika tapi Bo Song tetap juara nasional renang. Jin Han menyampaikan kalau pola Xiao Xi tidaklah buruk.
Xiao Xi makin bersemangat menyampaikan kalau Bo Song juara nasional yang sangat sukses, yang artinya ia tak perlu khawatir dengan masa depannya sebab ia pikir masa depan Bo Song akan mulus dan sukses.

Jiang Chen kesal banged sebab Xiao Xi terus membicarakan dan memuji Bo Song, matanya menyala sebab kesal, ia terus melirik Xiao Xi dan bukunya bergantian. Tapi lama-lama Jiang Chen malas mendengarkan Xiao Xi yang terus membicarakan Bo Song dan tetapkan untuk pulang lebih awal hari ini. HAHAHHAHAHAHHAHAHA.
Xiao Xi terkejut melihat Jiang Chen pulang dan berteriak meminta Jiang Chen menunggunya. Ia dengan panik mengambil tasnya dan mengejar Jiang Chen HAHHAHAHAHAHAHA.
Sebenarnya yang lain juga berkerut kenapa Xiao Xi terus membicarakan Bo Song dan makin usang makin ngawur lol. Mereka juga resah kenapa keduanya tiba-tiba pulang HAHAHAAHAHAHAHHAH. NGAKAK!

Jiang Chen dan Xiao Xi berjalan bersama. Jiang Chen memasang wajah marahnya dan Xiao Xi menatapnya dengan khawatir. Ia bertanya apakah Jiang Chen murka padanya?
Jiang Chen membantah. Xiao Xi bertanya lagi, apakah sebab saya membicarakan Wu Bo Song, makanya kamu marah?
Jiang Chen menghentikan langkahnya dan berfikir, tampaknya ia gres menyadari alasan kenapa ia marah, tapi ia membantah lagi dan meninggalkan Xiao Xi.

Di rumah, Xiao Xi menemani ayahnya menonton TV. Xiao Xi kalau ada maunya akan bersikap baik pada ayahnya. Ia bahkan mengambilkan minum untuk ayahnya.
Xiao Xi ingin meminta saran mengenai debat dari ayahnya, ia bertanya apakah ayah pernah ikut debat ketika sekolah dulu.
Ayah berfikir dan kemudian mulai sombong bagaimana dulu ia populer dalam debat. Yang diinginkan Xiao Xi ialah senjata rahasia mengikuti debat dan ayah melongo berfikir. IA kemudian menyampaikan senjata rahasianya ialah menyejutkan lawan.
Xiao Xi siap mencatat dan bertanya langkah keduanya. Ayah resah lagi dan mencoba mencari jawaban. ayah kemudian menyampaikan kita harus memiliki kharisma dan menguasai lawan.
Xiao Xi merasa tak ada gunanya bertanya pada ayahnya dan ia mendesah kembali ke kamarnya. Padahal ayah udah siap-siap menjelaskan panjang lebar lol.

Keesokan harinya, Xiao Xi membongkar lemari mencari kaos kakinya. Ia tak sanggup menemukan pasangan kaos kakinya dan memanggil ibunya. Ibu berteriak dari luar menyuruhnya cepat berangkat sebab ia sudah terlambat. Ia menyuruh Xiao Xi menggunakan kaos kaki yang mana saja.

Sore harinya, Li Wei dkk kembali latihan debat. Sepertinya kepala Xiao Xi sudah panas, ia pusing sendiri dan mengacak rambutnya. Ia juga mengantuk dan tak konsentrasi.
Jiang Chen sendiri terus memperhatikan Xiao Xi dari ujung, ia menahan senyumannya sebab Xiao Xi sangat cute. Awwwww Jiang Chen benar-benar menikmati harinya bersama Xiao Xi, meski dalam membisu HAHAHHAHAHAHHHA.

Setelah selesai debat, Xiao Xi dan Jiang Chen bahu-membahu ke daerah parkir sepeda. Xiao Xi terkejut ketika melihat Bo Song disana. Ia panik dan tetapkan kabur meninggalkan Jiang Chen.
Jiang Chen sendiri resah kenapa Xiao Xi lari. Saat ia akan membuka kunci sepedanya, ia melihat bo Song disana. Bo Song sedang murung, ia hanya menunduk kebawah dengan tatapan kosong.
Jiang Chen menyapanya dan bertanya apakah Bo Song belum pulang?
Bo Song melihat Jiang Chen dan menyampaikan kalau ia akan pulang. Ia kemudian pergi dan Jiang Chen juga resah apa yang terjadi pada Bo song.

Xiao Xi pulang jalan kaki, sebab ia meninggalkan sepedanya di parkiran tadi. Jiang Chen tiba menyusulnya dan bertanya apakah Xiao Xi akan pulang dengan meninggalkan sepedanya di parkiran?
Xiao Xi membenarkan dan akan pergi. Jiang Chen menghentikannya. Ia bertanya apakah Xiao Xi merasa ingin pergi ke suatu tempat?
Xiao Xi senang mendengarnya dan menyampaikan kalau ia ingin ke tepi laut. Jiang Chen baiklah dan menyuruh Xiao Xi naik. Xiao Xi senang banged omg, ia eksklusif berlari ke sepeda Jiang Chen.

Jiang Chen mengayuh sepedanya dengan Xiao Xi dibelakangnya. Xiao Xi tak sanggup menghentikan senyumannya. Ia bertanya apakah Jiang Chen akan latihan debat besok dan Jiang chen menyampaikan tidak.
Xiao Xi bertanya kenapa dan Jiang Chen menjawab bukan apa-apa/nggak ada alasannya.
Xiao Xi senyam senyum. Jiang Chen kemudian memanggil nama Xiao Xi dan menyuruhnya pegangan yang kuat. Jiang Chen menambah kecepatan sepedanya. Xiao Xi sangat senang OMGGGGGGGG!!!!!!!!!! Bersepeda aja sanggup semanis ini OMG *my heart!*
Jiang Chen kemudian bertanya apakah Xiao Xi sanggup membonceng orang lain dan Xiao Xi menyampaikan ia bisa. Jiang Chen kemudian berkata, lain kali kamu harus memboncengku.
Xiao Xi ragu, kakimu sangat panjang, saya akan kesulitan memboncengmu.
Jiang Chen tersenyum mendengarnya. Ia terus mengayuh sepedanya. Xiao Xi senyam senyum dibelakang dan Jiang Chen menambah kecepatannya lagi. Xiao Xi pegangan yang kuat.
Keduanya benar-benar menikmati bicycle date mereka, Jiang Chen nggak menyembunyikan senyumannya lagi, ia kadang melirik Xiao Xi dibelakang, Xiao Xi menikmati angin yang berhembus dan tidak memperhatikan Jiang Chen.
Awwwwwwwwwwww. romantis deh XD

Mereka tiba di daerah tujuan. Xiao Xi turun dari sepeda dan berlari sambil berteriak, saya datang, laut!
Jiang Chen mengingatkan kalau ini ialah sungai HAHAHAHAHHAAH.
Keduanya duduk dipinggur sungai. Xiao Xi bersiap membuka sepatunya, sebab ia ingin main air. Tapi kemudian ia ingat ada problem dengan kaos kakinya. Xiao Xi tidak jadi membuka sepatunya.
Jiang Chen bertanya ada apa dan Xiao Xi menyampaikan sehabis dipikir-pikir lagi bukan ilham yang manis untuk bermain air.
Jiang Chen tahu ada yang salah dengan kaos kaki Xiao Xi dan sengaja menarik sepatu Xiao Xi dan membuangnya HAHAHAHAAHHAHAA.

Xiao Xi terkejut dan panik. Jiang Chen melongo melihat kaki Xiao Xi. Ternyata Xiao Xi menggunakan kaos kaki yang bolong ujungnya HAHHAHHAHAHAHHAHHAHAHA.
Jiang Chen berusaha terlihat tidak peduli. Xiao Xi malu banged wkwkwkwkwkwk.
Mereka berdua melongo beberapa ketika dan kesudahannya Jiang Chen bertanya kenapa kaos kaki Xiao Xi bolong?
Xiao Xi menyampaikan kalau ia tak sanggup menemukan pasangan kaos kakinya yang manis pagi ini, sebab itu ia tak jadi membuka sepatunya tadi.
Jiang Chen tampaknya ingin tertawa tapi ia menahannya dan menatap ke arah lain.

Keduanya melongo lagi dan Xiao Xi mulai bersin. Jiang Chen membisu saja.
Xiao Xi melihat Jiang Chen tanpa reaksi dan ia memperbaiki rambutnya kemudian bersin lagi.
JIang Chen masih diam, ia tampaknya menahan ingin tersenyum gitu omg!!!!
Xiao Xi masih belum mengalah dan bersin lagi HAHAHAHHAHHAHAHAAHAHHAAHA. Jiang Chen benar-benar nggak peduli.
Xiao Xi kesudahannya mengalah dan protes, kalau Jiang Chen sangat keterlaluan. Ia mengatakan, seorang laki-laki yang gentleman seharusnya memperlihatkan jaketnya pada seorang gadis yang kedinginan.
Jiang Chen terdiam. Xiao Xi menunggu reaksi Jiang Chen. Jiang Chen kesudahannya mengalah dan berdiri, ia membuka jaketnya dan memperlihatkan pada Xiao Xi. Xiao Xi senang banged dan eksklusif memakainya, tentu saja jaketnya kebesaran dan Xiao Xi menyampaikan kalau tangannya hilang. Xiao Xi manis banged, ia berputar-putar dihadapan Jiang Chen saking bahagianya.

Jiang Chen tersenyum melihatnya awwwww, Jiang Chen beneran udah jatuh cinta nih XD
Xiao Xi kemudian bertanya kenapa Jiang Chen membisu saja dan terus menatapnya. Jiang Chen sadar kalau ia sudah kelepasan ‘terpesona pada Xiao Xi’ dan ia kembali ke perilaku Cool-nya. Ia mengerjai Xiao Xi dengan mengikat lengan jaket Xiao Xi dan berlari meninggalkannya HAHAAHAAHAHHA.
Xiao Xi panik dan mengejarnya, Jiang Chen udah mau kabur aja dengan sepedanya HAHAHHAHAHHA.

Malam harinya, Xiao Xi mengumpulkan semua proteksi Bo Song di atas daerah tidurnya. Ia berfikir keras dan sudah menciptakan keputusan mengenai hal ini.

Xiao Xi ke kolam renang keesokan harinya mencari Bo Song. Bo Song yang melihatnya mencoba bersikap biasa dan Xiao Xi yang awalnya ingin bersikap biasa ternyata nggak sanggup melakukannya. Saat ia mendengar bunyi Bo Song, ia malah tak yakin harus menemuinya dan akan pergi. Bo Song berusaha mengejarnya tapi ia tersandung dan jatuh ke lantai.
Xiao Xi panik melihatnya dan membantu Bo Song berdiri. Meski Bo Song menyampaikan ia tak apa-apa, Xiao Xi memaksa membawanya ke UKS.

Dokter menyampaikan kalau tak ada masalah, tapi Xiao Xi khawatir sebab dalam beberapa hari Bo Song akan ada pertandingan. Dokter menyampaikan Bo Song hanya terbentur ringan, tidak akan ada masalah.
Xiao Xi lega mendengarnya. Dokter menyuruh mereka kembali ke kelas dan meninggalkan mereka. Bo Song tahu ada yang absurd dengan Xiao Xi. Ia terus menatap Xiao Xi.
Saat mereka tinggal berdua, suasana menjadi awkward, mereka hanya membisu dan Xiao Xi tetapkan kembali ke kelas duluan, tapi Bo Song menahannya.
Xiao Xi merasa tak lezat dan menyampaikan kalau ia sudah tahu apa yang ditulis Bo Song di kertas waktu itu, ia meminta maaf dan menyampaikan ia tak sanggup mendapatkan perasaan Bo Song.
Bo Song melongo dan melepaskan tangannya dari tangan Xiao Xi.
Xiao Xi menunduk dan menyampaikan kalau ia mengerti Bo Song akan membencinya. Bo Song yang mendengarkan terlihat murung dan menunduk ibarat akan menangis.
Xiao Xi khawatir dan meminta Bo song jangan ibarat itu. Xiao Xi ingin menyentuh Bo Song tapi kemudian Bo Song mengangkat kepalanya dan tertawa, Kau tidak berfikir saya serius ketika menulis itu kan?

Xiao Xi terkejut. Bo Song menyampaikan kalau ia hanya main-main saja. Memangnya siapa yang akan main permainan ibarat itu dengan serius? Kau tidak tahu, setiap kompetisi berakhir, saya menerima banyak hadiah dari fans-ku.
Xiao Xi tiba-tiba merasa lega dan tertawa, ia memukul Bo Song dan menyampaikan kalau Bo Song sudah menakutinya. Bo Song protes dengan perilaku Xiao Xi, apakah sebegitu buruknya jikalau saya menyukaimu?
Xiao Xi menyampaikan kalau fans Bo Song akan membunuhnya jikalau Bo Song benar-benar menyukainya. Bo Song menyampaikan kalau ia akan melindungi Xiao Xi dan tidak akan membiarkan mereka menganggu Xiao Xi.
Bo Song mengacak rambut Xiao Xi dengan gemas dan Xiao Xi menepis tangan Bo Song untuk tidak menyentuh rambutnya, keduanya tertawa.
Bo Song meminta Xiao Xi jangan khawatir, sebab Xiao Xi selamanya akan menjadi bos-nya. Xiao Xi senang mendengarnya, keduanya high five dan Xiao Xi meninggalkan Bo Song denagn perasaan lega,
Bo Song sendiri melongo di UKS dan patah hati.
HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA T__________T murung banged! Berbohong demi hubungan mereka, semoga nggak berubah T_T

Continue Reading

More in A Love So Beautiful

To Top