Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 10-1

Age of Youth 2

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 10-1

Di Episode 10 ini Kang Yi Na memainkan tugas cukup besar untuk menguak misteri surat itu. Song Ji Won berhasil menemukan siapa pengirimnya dan itu membawa peristiwa besar bagi Belle Epoque.
Sementara belum dewasa yang masih tidak yakin untuk siapa surat itu, mulai merasa kalau surat itu ditujukan untuk mereka.

Sinopsis Hello My Twenties Season 2 Episode 10

Ye Eun menangis di kamarnya sehabis mengetahui kalau pelaku terror sms dan yang menaruh foto di lokernya ialah temannya sendiri, Yoo Kyung.
Mereka berteman baik selama ini, tentu saja ia tak menyangka kalau Yoo Kyung membencinya.
Ye Eun mungkin tidak terlalu menangis ketika ia mengetahui itu lantaran ia terlalu shock, tapi tiba di kost tangisnya tidak mau berhenti.
Anak-anak kost khawatir padanya, jadi satu per satu masuk untuk menenangkannya.
Jin Myung yang masuk pertama, ia menyampaikan ia tahu kalau Ye Eun sangat terpukul, tapi apa yang dipikirkan orang lain ialah diluar kuasanya. Ia meminta Ye Eun melupakan hal itu, lantaran jikalau Ye Eun terus mengingatnya ia hanya akan semakin sakit. Ia meminta Ye Eun menguatkan diri.
Tapi yang ada malah tangis Ye Eun makin parah.

Ji Won masuk selanjutnya dan tak menyampaikan ia tak mengerti kenapa insiden ini sanggup terjadi, tapi insiden mirip ini banyak terjadi. Ia kemudian memulai kuliahnya dengan membahas sindrom Munchhausen. Ia merasa sahabat Ye Eun menganggap dirinya sebagai wali, jadi kalau melihat Ye Eun senang ia merasa krisis, kalau kondisi Ye Eun tidak damai barulah ia memainkan kiprahnya dengan baik. Karena dengan begitu ia akan mendapat kebanggaan dari orang disekelilingnya. Ia meminta Ye Eun memikirkan sisi posirifnya saja.
Ye Eun meminta Ji Won berhenti lantaran kepalanya sakit HAHAHHAHAHAHAH. Ji Won sih, orang duka malah beliau berceramah.

Beberapa menit kemudian Eun Jae masuk, kali ini Ye Eun tiduran.
Eun Jae membawakan minuman dan makanan. Ia juga ingin menghibur Ye Eun tapi ujung-ujungnya Eun Jae malah ikutan menangis melihat Ye Eun menangis dan menolak makan.
Karena yang lain khawatir Eun Jae akan menciptakan keadaan makin parah, mereka segera menarik Eun Jae keluar dari kamar Ye Eun. Ji Won protes lantaran Eun Jae ikutan nangis tapi Eun Jae menyampaikan kalau ia tak tahan melihat wajah Ye Eun yang duka dan ia jadi ikut menangis.
semuanya jadi khawatir dan menghela nafas, apa yang harus mereka lakukan pada Ye Eun.

Saat sedang bingung, mereka kemudian menatap ke arah Jo Janggun sebagai satu-satunya yang belum masuk ke kamar Ye Eun.
Mereka menatap dengan tatapan biar Jo Janggun sanggup menghibur Ye Eun, tapi Eun berusaha menghindari tatapan mereka.
Meski pada kesudahannya ia masuk ke kamar Ye Eun dan menatap Ye Eun di daerah tidur, ia tak tahu mau bilang apa. Pada kesudahannya ia keluar lagi tanpa menyampaikan apapun.

Mereka berempat berkumpul di meja makan dan resah apa yang harus mereka lakukan. Saat mereka sedang berfikir, Ye Eun keluar dari kamarnya.
Ia keluar untuk minum. Yang lain saling tatap untuk mulai bicara dan mereka melimpahkan semuanya pada Ji Won HAHHAHAHAH, mereka menyuruh Ji Won yang bicara, tapi tentu saja Ji Won resah mau bicara apa.
Sampai Ye Eun selesai minum dan akan kembali ke kamar, mereka masih memberi aba-aba pada Ji Won dan Eun hingga menendang kaki Ji Won dan Ji Won keceplosan menyampaikan apa yang harus ia katakan.
Ye Eun mendengarnya dan berbalik, wajah Ye Eun suram, mata panda sudah kelihatan bisul dan meminta maaf lantaran gara-gara beliau rumah jadi suram.
Yang lain termangu dan mereka masih nggak tau mau bicara apa hingga Ye Eun masuk ke kamarnya.

Mereka berempat kembali murung dan tiba-tiba pintu kost terbuka, seseorang masuk tanpa permisi. Mereka menatap ke arah pintu. Kang Yi Na berteriak ‘eomma datang’ sambil menunjukkan kuliner yang ia bawa.
Mereka berempat eksklusif berdiri menatap Yi Na penuh harapan, seolah Yi Na ialah penyelamat mereka.
Yi Na yang nggak tahu apa yang terjadi tentu saja resah kenapa mereka menatapnya begitu.

Anak-anak kost menceritakan apa yang terjadi pada Yi Na dan mendengar itu Yi Na naik darah dan ingin menemui Ye Eun, tapi Ji won berusaha menenangkan Yi Na biar tidak gegabah, lantaran Ye Eun kini itu mirip botol beling yang hancur berkeping-keping.
Tapi Yi Na tak peduli dan menyuruh mereka melepaskanya. JI won panik banged, wajahnya itu lho HAHAHAHHAHA.
Dia eksklusif mengejar Yina.

Yi Na mirip biasa bersikap keras, ia bahkan memanggil Ye Eun dengan garang dan murka kenapa Ye Eun hanya berbaring saja di kamar.
Yang lain sangat khawatir dengan perilaku Yi Na, takut Ye Eun semakin terluka.
Ye Eun kemudian bangkit dengan cemberut.
Yi Na bertanya, bagaimana dengan perempuan itu?
Ye Eun membisu saja. Ji Won menjelaskan lantaran shock, Ye Eun eksklusif pulang ketika itu.
Yi Na kesal mendengarnya, dasar bego! Kaprikornus kau biarkan beliau begitu saja?! Dimana perempuan itu?! Biar saya jambak rambutnya hingga botak! Ngapain kau?! Ayo cepat bangun!
YI Na mencoba menarik tangan Ye Eun, yang lain menghentikannya lantaran Yi Na terlalu emosi. Mereka meminta Yi Na menenangkan diri, mendengarkan sebabnya, Ji won yakin perempuan itu punya alasan.
Eun Jae menyampaikan perusahaan keluarga gadis itu gulung tikar dan ia belum sanggup pekerjaan. Gadis itu sangat stress.

Yi Na benar-benar kesal mendengar hal itu, Memangnya kenapa kalau beliau stress?! Wanita sinting! Memangnya hanya beliau sendiri yang lelah? Mana ada orang yang hidup itu tidak susah, Semua orang susah! Kalau beliau menderita itu urusan dia, kenapa melampiaskannya pada Ye Eun?! Perempuan gila! Dan kalian juga, kalian ini ada dipihak siapa?! Kenapa kalian membela perempuan itu!
Yang lain termangu mendengar itu. YI Na menyuruh Ye Eun cepat ganti baju, ia akan melabrak si perempuan itu.
Ye Eun memegang tangan Yi Na dan berterima kasih lantaran Yi Na ada di pihaknya. Tapi ia akan mengurusnya sendiru, ia tak akan mengapuninya, ia sanggup mengurusnya sendiri.
Yi Na bertanya apakah Ye Eun yakin sanggup melakukannya sendiri dan Ye Eun membenarkan.
Yi Na menghela nafas dan menyampaikan Ye Eun itu suka menjerir-jerit tapi hatinya lemah begini. Karena itu Ye Eun diremehkan.
Yi Na duduk disamping Ye Eun dan memeluknya, ie menepuk-nepuk Ye Eun. Ia kemudian menyuruh Ye Eun keluar untuk makan ice cream bersamanya.
Ye Eun hatinya eksklusif baikan dan keluar.
Sementara yang lain saling pandang, apa yang gres saja terjadi. HAHAHAHHAHA.
Yeah, Kang Eonni is the best! Aku senang beliau muncul lagi dan dengan cepat menuntaskan hal ini. bener kata Kang Eonni, duka sih boleh duka tapi jangan melampiaskan pada orang lain.

Anak-anak berkumpul di ruang tengah untuk makan ayam dan es krim.
Lucu banged ketika mau duduk, Yi Na dan Eun duduk di kursi yang sama dan keduanya agak berselisih. Yang lain khawatir melihatnya dan Jin Myung kesudahannya bergeser ke kursi JI Won dan Ye Eun, meminta Yi Na duduk di tengah. Eun eksklusif duduk di kursinya.
Yi Na menyampaikan ternyata mereka memperlakukannya mirip ini lantaran ia tak tinggal di sana lagi. Jin Myung menyampaikan bukan begitu, itu lantaran ia ingin duduk erat Yi Na LOL.
Yi Na mengerti dan ia mengambil es krim di kulkas, ketika itu surat  yang ditempel belum dewasa di kulkas jatuh.
Yi Na membacanya dan bertanya itu apa, lantaran isina penuh dengan makian. Ia juga melihat surat itu dari kertas Su & Su, mereka bertanya apakah Yi Na tahu daerah apa itu dan Yi Na menyampaikan kalau itu panti pijat.

Yang lain terkejut lantaran Yi Na tahu dan bertanya apakah Yi Na kesana tahun kemarin. Yi Na menyampaikan sehabis ia pindah bulan oktober, ia tidak kesana lagi. Tapi ketika itu ia punya kupon dan menyuruh mereka berempat sering-sering kesana lantaran kupon itu habis masa berlakunya pada final tahun.
semuanya terkejut mendengarnya, Jin Myung bertanya jadi mereka berempat pergi kesana?
Yang lain kini mengingat panti pijat itu, mereka memang pernah pergi ke panti pijat. Sepertinya mereka lupa lantaran itu hadiah dari Yi Na jadi nggak terlalu peduli sama nama tempatnya hAHAHAHAHAH.
Mereka semuanya termangu dan mencoba mengingat apa yang terjadi ketika itu.

Tapi apa yang mereka ingat sama sekali tidak sanggup dijadikan petunjuk, mirip hari itu sangat dingin, ada yang minta proteksi dan Eun Jae menyumbang, lukisan di lift, mereka masuk dengan gugup dan menyampaikan mereka sudah pesan atas nama Yi Na, mereka masuk ke ruang pijat dan lupa apa lagi yang mereka lakukan. Mereka istirahat dari berfikir sebentar kemudian melanjutkannya.
Mereka berfikir apa yang mereka lakukan sehabis masuk, mereka lupa dan Yi Na menyampaikan tentu saja ganti baju dan mereka gres ingat kalau mereka ganti baju dan sambil menunggu, Ye Eun membicarakan Yi Na yang kulitnya tidak bagus, tidak sebanding dengan yang yang dikeluarkan HAHAHHAHAHAA. Tapi Ye Eun membantah hal itu wkwkkwkw, beliau takut sama Yi Na.
Tapi mereka nggak ingat banyak, lantaran sehabis pemijat masuk, mereka kebanyakan tutup mata dan menikmati pijatannya. Saat keluar mereka juga tidak terlalu memperhatikan lantaran terlalu terpesona dengan kulit wajah mereka yang terasa segar dan berseri.

 

Karena mereka pesan duluan, Yi Na menyampaikan mustahil mereka bentrokan dengan pesanan orang lain, jadi mereka mengambil kesimpulan kalau yang menulis surat itu ialah salah satu tukang pijat.
Kaprikornus mereka mencoba mengingat lagi keadaan di ketika itu, tapi mereka benar-benar tidak memperhatikan wajah tukang pijatnya, mereka hanya ingat tangan lembut pemijatnya, wajah mereka yang segar dan Ji Won yang gembira lantaran dirinya seksi HAHAHHAHAHAHA.
Yi Na menyampaikan kalau contohnya si penulis ingin berbuat jahat ketika itu ia sanggup eksklusif melakukannya lantaran wajah semuanya ditutupi hampir 100% ketika itu.
Yang lain jadi merinding dan menyentuh leher masing-masing lantaran mereka masih hidup LOL.

Pada kesudahannya mereka tidak menemukan petunjuk apapun.
Yi Na akan pulang dan mereka mengantarnya ke luar. Jang Hoon ada di luar, masih sibuh dengan kursinya, ia melihat mereka dan menyapa.
Yi Na cukup kaget lantaran ada laki-laki di kost dan Jang Hoon membenarkan kalau ia memang seorang pria.
Ye Eun mengingatkan biar Yi Na jangan macam-macam pada Jang Hoon lantaran Jang Hoon sudah ada yang punya, ia menunjuk Eun.
Eun menyampaikan kalu kekerabatan mereka tidak mirip itu dan bertanya pada Jang Hoon kenapa Jang Hoon tidak mau menyampaikan yang sebenarnya. Jang Hoon senyam senyum aja wkwkkwkwkw.
Ji won memperkenalkan Jang Hoon ialah keluarga pemilik rumah yang menjaga mereka sekarang. Yi Na kemudian membungkuk dan menyampaikan mohon bimbingannya.
Jang Hoon juga menyampaikan mohon bimbingannya meski ia tak tahu apa yang harus dibimbing.
Yi Na menyampaikan kedepannya ia akan pindah dan tinggal disana, pada ketika itu mohon bimbingannya.
Jang Hoon mengerti dan ingin salaman dengan Yi Na tapi yang lain eksklusif menghalanginya dan mengajak Yi Na pergi HAHAHAHAHAHA.
(BTW apakah ini aba-aba si penulis, Yi Na akan kembali dan tinggal di Belle Epoque, untuk episode terakhir atau season 3? HAHAAHHA).

Anak-anak mengantar Yi Na dan kemudian masuk ke rumah kembali. Eun menunggu semuanya masuk biar ia sanggup bicara dengan Jang Hoon.
Ia bertanya kenapa Jang Hoon tidak menjelaskan pada anak kost mengenai mereka berdua yang tidak ada kekerabatan apa-apa, apakah Jang Hoon tidak duduk kasus mereka salah paham?
Jang Hoon menjawab dengan enteng kalau beliau sama sekali tidak duduk kasus dengan hal itu. Eun terdiam. Jang Hoon balik beranya, kau merasa tidak enak?
Eun membisu saja dan masuk ke rumah.
Di dalam kamarnya ia menahan nafas dan perlahan tersenyum, ia menghempaskan badannya ke daerah tidur, kemudian menendang-nendangkan kakinya lantaran ia bahagia. EHAAAAKKK XD

Di kampus, Eun menceritakan duduk kasus surat itu pada Yeji. Yeji menyampaikan kalau mereka berempat tersangkanya, tapi Eun kelihatan tidak suka mereka dianggap tersangka.
Saat itu dosen sudah masuk dan lantaran Yeji masih mau bicara, ia menulis di buku, bertanya bagaimana kekerabatan Eun dan Jang Hoon, apakah mereka sudah pacaran secara resmi?
Eun tidak menjawab dan menutup buku Yeji.

Ye Eun di papan pengumuman sekolah sedang memotret sesuatu ketika Yoo Kyung lewat dan menyapanya. Ye Eun kesal lantaran Yoo Kyung sama sekali tidak ada rasa bersalah padanya.
Ia mengomel ketika makan siang bersama Kyung ah. KYung Ah juga tampaknya sudah malas pada Ye Eun dan tidak terlalu tertarik dengan dongeng Ye Eun.
Saat ada sahabat yang lewat bertanya kenapa Ye Eun dan Kyung Ah selalu berdua tanpa Yoo Kyung, mereka tak sanggup menjawab. Kyung Ah tidak lezat dengan situasi ini dan meninggalkan Ye Eun duluan, menyampaikan beliau ada urusan.

Ye Eun pulang ke rumah dengan tidak bersemangat dan ia berselisih dengan Eun Jae yang ingin menemui temannya.
Eun Jae bertemu dengan temannya yang rambut pendek (di season 1 beliau ialah sahabat Jong Yeol, seingatku beliau satu angkatan sama JOng Yeol dan saya nggak ngerti kenapa kini beliau memanggil Jong Yeol dengan sunbae dan mirip seangkatan dengan Eun jae).
Eun Jae dan temannya minum berdua. Aku sudah merasa ini akan menjadi pembicaraan yang serius.
Awalnya mereka hanya membicarakan mengenai ini pertama kalinya mereka minum bersama, ia juga tak pernah melihat Eun Jae minum berdua dengan yang lain. Saat pertama kali bertemu, Eun Jae bahkan tak sanggup menatap mata orang lain dan ia cukup kaget Eun Jae pacaran dengan JOng Yeol sunbae.
Dari semua cewek angkatan mereka, ada banyak yang naksir Jong Yeol, lantaran ketika MT Jong yeol melaksanakan sesuatu yang keren, Eun Jae tidak tahu lantaran beliau nggak ikut MT.
Temannya menyampaikan banyak yang jatuh hati pada Jong Yeol sehabis ketika itu, termasuk dirinya. Eun Jae terkejut.

Temannya menyampaikan ia selalu mencari timing yang sempurna untuk mengungkapkan perasaannya, tapi kemudian ia tahu Eun Jae pacaran dengan Jong Yeol. Eun Jae menyampaikan ia tidak tahu hal itu.
Temannya menyampaikan kalau bergotong-royong ketika JOng Yeol dan Eun Jae putus, ia merasa mungkin ini kesempatan baginya untuk menyatakan perasaan, tapi ia tak mau orang berfikir kalau ia eksklusif serang sehabis seseorang putus, jadi ia menunggu. Dan lantaran Eun Jae sudah punya pacar baru, ia jadi merasa damai untuk menyatakan perasaannya.
Ia menyampaikan mungkin ia terdengar sedikit kejam, tapi alasan ia menyampaikan ini pada Eun Jae ialah ia tak ingin menyatakan cintanya dibelakang Eun Jae, rasanya mirip ia mengkhianati teman.
Eun Jae termangu mendengarnya, ia tentu saja merasa tak damai dan rahasia memainkan tangannya dibawah meja. Ia gelisah.
Eun Jae kembali ke rumah dengan tidak bersemangat dan menatap surat di pintu lemari es.

Yeji memanggil Jang Hoon dan Eun untuk menemuinya. Jang Hoon tiba duluan dan cukup kagum lantaran Yeji makannya banyak. Eun tiba kemudian, Jang Hoon sudah menyiapkan kursi disampingnya, tapi Eun menentukan duduk disamping Yeji, Jang Hoon kecewa.
Eun bertanya kenapa Jang Hoon ada disana dan Jang Hoon menyuruh Eun bertanya pada Yeji. Yeji menyampaikan pada Eun, siapa suruh kau bego.
Yeji kemudian meminta Jang Hoon menjawab dengan jujur, apa benar kau menyukai Eun?
Eun terkejut dan menghentikan Yeji, Yeji meminta Eun membisu saja.
Jang Hoon melirik Eun dan membenarkan kalau ia menyukai Eun. Yeji kemudian bertanya lagi, tapi kenapa kau merahasiakannya?
Jang Hoon berfikir dan menyampaikan Eun yang meminta mereka merahasiakannya.

Yeji cemberut dan menatap Eun, Eun menciptakan alasan ia tidak mau digosipkan orang lain. Yeji mengerti. Jang Hoon terus menatap Eun.
Yeji kemudian bertanya lagi, apakah Jang Hoon menceritakan Eun pada teman-temannya. Karena ia dengar perjaka suka pamer pacarnya pada teman-temannya.
Yeji juga bertanya apakah Eun sudah bertemu sahabat jang Hoon dan ia eksklusif tahu jawabannya dan bertanya pada Jang Hoon kenapa Jang Hoon tidak memperkenalkan Eun.
Jang Hoon mencoba mencari alasannya, lantaran ia dari desa, teman-temannya semuanya di desa.
Yeji mengingatkan kalau sebentar lagi Jang Hoon akan wamil, ia tahu sebelum wamil berbagai laki-laki yang perasaannya tidak tenang, asal pacaran dengan cewek.
Eun kesal dan menyuruh Yeji berhenti. Tapi Yeji hanya mengkhawatirkan Eun, lantaran beliau pacaran dengan seorang laki-laki yang akan berangkat wamil, harusnya dipikir baik-baik. Asa sedikit ketidakpastian dibilang pacaran, sehabis menunggu 2 tahun ternyata gres sadar kalau orang itu bukan kau. Saat itu kau harus bagaimana? YAng ada kau akan dibilang bodoh.
Eun terdiam. Jang Hoon menatap Eun.
Yeji meminta Jang Hoon tegas akan kekerabatan ini. Jang Hoon jadi berfikir lagi dan kemudian menyampaikan ia mengerti.
Jang Hoon kali ini kelihatan tidak mirip biasanya, tampaknya ia menyadari sesuatu dan tidak mau menatap Eun.
Eun malah gantian menatapnya.

Hari itu Eun Jae ke kampus dan ia melihat Jong Yeol asik dengan temannya. Eun Jae tidak suka.
Di rumah ia curhat pada anak kost menyampaikan kalau keduanya asik sendiri, tidak harmonis sama sekali. Dia sendiri melihatnya mual. Kalau mau nembak ya tembak sendiri, kenapa harus mengatakannya padaku? Memangnya kalau saya bilang nggak boleh beliau bakalan mau? Kan beliau sanggup memutuskannya sendiri, dasar konyol! (Well, Eun Jae, saya rasa apa yang dilakukan temanmu itu lebih baik. Lebih menyakitkan ketika sahabat kita menyatakan perasaan pada orang yang kita sukai dibelakang kita, apalagi hingga pacaran. Pengalaman pribadi HAHAAHAAHAH).
Eun Jae terus membicarakan hal buruk mengenai temannya, menyampaikan kalau temannya pembawa sial dan suka pamer.

 

Ji Won kemudian bertanya, bukannya kau suka padanya? Kau bilang beliau keren dan pintar.
Eun Jae tidak mengakuinya. Ye Eun bertanya apakah temannya sudah nembak dan Eun Jae kesal menyampaikan ia tak tahu, ia nggak peduli lantaran nggak ada hubungannya sama beliau (NGAKAK, trus kenapa sewot neng?).
Eun Jae makin parah ketika menyampaikan meskipun si temannya nembak, nggak mungkin akan diterima oleh JOng Yeol.
Ye Eun bertanya kenapa dan Eun Jae menyampaikan temannya itu jelek, rambutnya pendek dan penampilannya mirip cowok. Pokoknya bukan tipe yang disukai cowok-cowok.
Yang lain terkejut lantaran Eun jae menyampaikan hal mirip itu, padahal Eun ada disana. Ji Won mencoba memberi aba-aba kalau Eun disana dan ketika Eun Jae sadar ia sudah kelewatan, ia minta maaf pada Eun, maksudnya bukan semua yang rambut pendek. Eun sih nggak masalah.

Aigooooooo, Eun Jae yaaa, ini sebabnya Jong Yeol tetapkan kamu. Kamu makin usang makin ceriwis dan mulutnya itu nggak dijaga, menyakitkan hati orang. Sejak beberapa episode kemudian saya sudah merelakan mereka sih, saya malah berharap mereka berdua jangan jadian lagi. Karena entah kenapa saya tidak merasa menyukai Eun Jae yang sekarang. Aku nggak membicarakan artisnya, tapi karakternya, beneran deh.
memangnya kenapa dengan rambut pendek, tomboi dan tidak bagus mirip tipe para pria? Dari mana kau tau kalau tipe Jong Yeol nggak begitu, lantaran Jong Yeol pernah pacaran dengan kamu? Tipe orang sanggup berubah lho, tergantung situasi. KAmu sanggup melist kau suka yang begini dan begitu, tapi cinta itu nggak tergantung tipe, sanggup jadi nanti kau bertemu yang berlawanan dan merasa cocok, terus jodoh pula.

Saat situasi tegang itu, bel berbunyi. Jang Hoon membawa paket dan JI Won & Ye Eun segera kabur dari situasi tegang itu untuk mengambil paket.
Mereka megajak Jang Hoon untuk mampir. Jang Hoon dan Eun kelihatan tegang gitu dan mereka bertanya kenapa keduanya tidak mirip biasanya.
Ji won sedikit tersinggung bertanya, apa kalian merasa aib lantaran gerombolan orang bau tanah ini? Mau kami pergi? Tidak boleh begitu. Laki-laki dan perempuan mana boleh berdua—-
Ji won belum selesai bicara, Jang Hoon memotong dan mengatakan, Kami tidak pacaran.
Semuanya terkejut, termasuk Eun. Jang Hoon bertanya pada Eun, benar kan? Kau tidak suka padaku?
Semuanya menatap Eun dan Eun membenarkan. Eun Jae tidak mengerti lantaran sebelumnya Jang Hoon menyampaikan kalau mereka pacaran.
Jang Hoon menyampaikan kalau ketika itu ada situasi yang menciptakan mereka menyampaikan mereka pacaran, tapi ia tak sanggup mengatakannya.
Jang Hoon kemudian permisi. Anak kost masih shock dengan apa yang mereka dengar, mereka bertanya lagi pada Eun apa benar begitu.
Eun menyampaikan kalau ia sudah berkali-kali mengatakannya tapi tak ada yang percaya padanya. Aku juga nggak suka perjaka yang badannya pendek dan lebay.
Eun masuk ke kamarnya dan membanting pintu. Jang Hoon ternyata belum keluar dan masih di depan pintu, semuanya terkejut lantaran JAng Hoon mendengar itu.
Awwww, Jang Hoon kelihatan duka T_T

Jin Myung bekerja mirip biasa di perusahaan. Saat jam pulang, di lift ia bertemu dengan seseorang (Sepertinya manager Asgard) yang bertanya pada Jin Myung apakah ia tahu dimana Haeimdal, lantaran orang tuanya menghubunginya dan Haeimdal tak sanggup dihubungi.
JIn Myung tidak bertemu dengan HAeimdal semenjak insiden itu, jadi ia juga tidak tahu. Di depan perusahaan, daerah biasanya Haeimdal demo solo, Jin Myung berhenti disana dan menatap daerah itu.
Di bus, ia juga kepikiran ketika ia menyampaikan pada Haeimdal kalau ia tak punya bakat.
Jin Myung menyadari kalau kata-katanya itu kejam.

Malam itu Jin Myung tetapkan tidak eksklusif pulang, ia singgah ke Su & Su untuk mencari informasi mengenai si pemilik surat.
Jin Myung menyampaikan pada resepsionis kalau tahun kemudian bulan desember ia kesana bersama teman-temannya dan ingin tahu siapa yang memberinya perawatan kecantikan waktu itu.
Pegawai itu resah dan bertanya kenapa Jin Myung bertanya. Jin Myung menyampaikan ia ingin minta maaf tapi Jin Myung tidak tahu siapa namanya jadi akan sangat sulit mencari tahu siapa orang itu.
Jin Myung menyampaikan ketika itu ia tiba bersama 3 temannya dan siapa tahu mereka masih menyimpan datanya. Tapi pegawai menyampaikan mereka hanya menyimpan data 3 bulan terakhir.
Saat itu sekelompok ibu keluar dari ruang perawatan dan Jin Myung mengerti akan sulit mendapatkannya lantaran banyak yang tiba berkelompok.

JIn Myung kembali ke rumah dan menyampaikan ia singgah di Su & Su, untuk mencari petunjuk, ia merasa punya perasaan kalau ia ialah akseptor surat itu.
Semuanya terkejut dan bertanya apa yang berhasil Jin Myung dapatkan. Jin Myung menyampaikan daerah itu sering berganti staf dan ia tak menemukan apapun.
Ji Won kecewa lantaran JIn Myung nggak punya konsep perang (ga punya persiapan matang LOL).

Ye Eun kemudian mengaku kalau bergotong-royong ia juga kesana, lantaran ia ingin tau apakah ada hubungannya dengan Yoo Kyung.
Lucunya, Ye Eun bahkan hingga menawarkan foto Yoo Kyung, bertanya apakah pegawai mengenali siapa Yoo Kyung AHHAHAHA. Tentu saja pegawai itu tidak mengenalinya. Ye Eun menyampaikan kedepannya mereka akan lebih hati-hati tidak membocorkan info klien.
Ji won  kesal banged lantaran tentang surat itu sudah bocor ke Su & Su. Ye Eun membela diri, menyampaikan ia hanya ingin tahu apakah itu ada hubungannya dengan Yoo Kyung atau tidak.
Ji Won yang kesal menatap Eun Jae dan menebak kalau Eun Jae juga tiba kesana. Dan ternyata Eun Jae juga tiba kesana, tapi sama sekali nggak berani masuk HAHAHHAAHA.
Ji Won kecewa banged, semuanya resah kenapa Ji Won begitu.
Ternyata Ji Won sudah menyusun planning yang skenarionya bagus, tapi ia harus menyusun ulang rencananya lagi lantaran mereka sudah kesana duluan.
Ji won jadi kesal dan kembali ke kamarnya HAHAHHAAHHA.

Continue Reading

More in Age of Youth 2

To Top