Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 11-1

Age of Youth 2

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 11-1

20 menit pertama Episode 11 ini bikin sesak nafas, total banged merindingnya, adegannya juga nggak main-main, hempas sana hempas sini. WOW banged.
Ada sedikit kesedihan tersendiri lantaran kita mulai kehilangan Song Ji Won yang biasanya. Aku tahu hal ini cepat atau lambat akan datang, tapi ternyata sedih juga, Ssong yang biasanya heboh dan menjadi moodmaker kini sudah menghilang.
Mana adegan otp makin usang makin sedikit T___T

Sinopsis Hello My Twenties Season 2 Episode 11 Part 1

Di awal episode 11 ini kita hasilnya melihat Chef Jae Hwan *sobs*
Chef Jae Hwan ialah pacar Yoon Jin Myung yang bertugas di Busan. Keduanya melalui korelasi jarak jauh selama beberapa tahun ini.
Hari itu, Jin Myung mengirim pesan pada Jae Hwan. Ia tahu Jae Hwan sibuk, tapi ia ingin mengobrol dengan Jae Hwan, ia ingin dihibur, ingin mendengar Jae Hwan menyampaikan padanya kalau ia bukan orang yang jahat. Hari ini, ia ingin bermanja-manja.
Jae Hwan ketika itu istirahat sebentar dari pekerjaannya dan pergi ke tangga darurat, ia menelpon Jin Myung, tapi tidak dijawab.

(Aku suka nama kontak mereka, Jae Hwan menulis ‘Burung merpatiku’ dan Jin Myung menulis ‘My Chef’ XD XD XD Aku nggak nyangka Jae Hwan menamai Jin Myung begitu HAHHAHA).

Tanpa Jae Hwan ketahui, situasi di Belle Epoque sedang tegang. Pria kamar 102 menyandera JIn mYung di tangannya dan mengecek setiap kamar untuk memastikan tidak ada yang bersembunyi dan hanya 5 orang disana. 4 anak kost yang lain duduk ketakutan. Penjahat itu bertanya apa benar mereka mencari JO-Anne dan mereka terkejut tidak  dapat membuka verbal mereka.
Penjahat itu kesal dan berteriak mengancam akan membunuh JIn MYung dan JO Eun hasilnya bicara dengan gemetaran, menyampaikan mereka mencari Jo Anne lantaran sebuah surat. Ia tidak sengaja menemukan surat yang ditulis Jo Anne.
Penjahat bertanya dimana suratnya tapi mereka tidak dapat menjawab lantaran ketakutan, menciptakan si penjahat murka lagi lantaran mereka selalu menciptakan ia mengulang pertanyaan.
hasilnya Ye Eun berteriak kalau suratnya ada di kulkas dan penjahat meminta Ye Eun mengambilnya.
Ye Eun berjalan dengan gemetaran dan mengambil surat itu, ia memberikan pada penjahat dan penjahat meminta Jin MYung membacanya.

Jae Hwan yang tidak tahu mengenai hal itu mengirim pesan pada Jin Myung, bertanya ada apa, ia merasa tak yummy lantaran tak dapat disamping Jin Myung disaat menyerupai ini. Ia menulis kalau Jin Myung ialah orang baik. Karena itu ia meminta Jin Myung jangan KHawatir. Kau dapat terus bermanja-manja, terima kasih lantaran sudah bermanja-manja padaku. Aku juga merindukanmu. Tidak apa-apa, semuanya akan membaik.
Disaat yang sama, Jin MYung membacakan isi surat itu. Akhirnya kita tahu isi keseluruhannya.
‘Benar, kamu lah yang telah menghancurkan hidupku. Kau lah orangnya. Aku berubah jadi menyerupai ini semuanya karenamu.  Tapi kamu malah menjadi seorang mahasiswi. Didepanku tertawa begitu bahagia.  Pasti kamu sangat senang bukan? Kau juga akan hidup senang di masa depan. Tapi orang yang sudah menghancurkan hidup orang lain justru tidak peduli. Aku tidak akan memaafkanmu. Aku akan membuatmu tidak mampu lagi tertawa. Aku akan merobek bibirmu yang tertawa itu dan membuatmu mencicipi penderitaan yang saya rasakan berkali-kali lipat. Aku akan membunuhmu.’

Si penjahat mengambil surat itu dan menyampaikan kalau orang yang dimaksud Jo-Anne sungguh perempuan yang jahat. Setelah menghancurkan hidup seseorang masih dapat tertawa. Ia bertanya pada mereka siapa perempuan yang jahat itu. Tapi anak kost memang tidak tahu siapa yang dimaksud di surat jadi mereka menunduk ketakutan.
Si penjahat mengeluarkan sesuatu dan menyuruh Ye Eun mengikat tangan yang lain. Tapi Ye Eun membisu saja. Yang lain khawatir lantaran stress berat Ye Eun. Si penjahat murka padanya lantaran Ye Eun tidak mendengarkan apa yang ia katakan. SI penjahat akan mencekik Ye Eun ketika Eun Jae berteriak menyampaikan kalau Ye Eun sedang sakit. Ia berdiri dan memberikan diri untuk mengikat tangan yang lain.
Eun Jae berdiri di hadapan Ye Eun dan menyuruh Ye Eun bergabung dengan Ji Won dan Jo Eun. Ji Won menarik Ye Eun untuk duduk akrab mereka dan mencoba menenangkan Ye Eun kalau semuanya akan berakhir.
Eun Jae menahan air matanya mengikat tangan sahabat dan sunbaenya sambil meminta maaf.
Terakhir ia mengikat tangan Jin Myung yang masih ada di tangan si penjahat. Setelah tangan JIn Myung di ikat, si penjahat melemparnya, Jin Myung terjatuh ke bangku dan ke lantai. T__T
Penjahat kemudian mengikat tangan Eun Jae dan membawanya duduk bersama yang lain.
Si penjahat menatap mereka semuanya dan bertanya siapa yang dimaksud Jo Anne.

Yang lain tidak menjawab lantaran mereka tidak tahu siapa yang dimaksud si penulis. Si penjahat sangat kesal dan menarik rambut Eun Jae, Jin myung dan yang lain berusaha menolongnya dan menjelaskan kalau mereka benar-benar tidak tahu siapa yang dimaksud.
Jin Myung menyampaikan mereka bahkan tidak tahu siapa Jo Anne itu. Karena mereka tidak kenal makanya mereka kesana mencarinya. Jika mereka tahu siapa orangnya mereka tidak akan susah payah kesana mencarinya.
Penjahat menghela nafas kesal dan memperlihatkan foto Jo-Anne pada mereka, tapi mereka benar-benar tidak mengenal siapa perempuan itu.
Penjahat sangat kesal dan bertanya pada mereka ia harus bagaimana, mereka ketakutan.
Si penjahat menatap foto Jo-Anne di ponselnya dan bertanya, Bagaimana kalau semuanya saya bunuh, Hyojin-a? (OMG!)

Mendengar nama Hyo Jin, Ji Won mengangkat kepalanya, yang lain terkejut.
Si penjahat menyampaikan ia memberikan waktu 8 menit supaya mereka mengaku kalau tidak ia akan membunuh mereka berlima.
Ji Won bertanya, nama gadis itu ialah Hyo Jin?
Penjahat membenarkan, namanya ialah Moon Hyo Jin.
Ji won shock. Jin Myung khawatir dan segera mengalihkan pembicaraan untuk melindungi Ji won, Kalau begitu tanya saja pribadi padanya, ke Moon Hyo Jin. Tidak seharusnya menyerupai ini…
Penjahat menyampaikan ia tak dapat melakukannya lantaran Moon Hyo Jin sudah bunuh diri.
JI won terkejut.
Eun Jae berusaha melindungi Ji won dengan bergeser bertahap ke arah Jin Myung, semoga ia dapat melindungi wajah Ji Won.
Sementara Jin Myung terus berusaha mengalihkan perhatian si penjahat dari Ji Won, bertanya kapan Moon Hyo Jin meninggal.
Penjahat menjawab, bulan maret.
Jin Myung terus bertanya, kenapa? mendadak? tanpa alasannya apapun?
Penjahat menyampaikan kalau diantara mereka ada satu orang yang lebih tahu. Hidupnya memang sangat tidak beruntung, setiap hari selalu murung. Terakhir kali saya bertemu dengannya ia tersenyum, ia bercanda ria bersamaku. Dalam hati saya sempat bertanya-tanya kenapa ia berubah menyerupai itu. Bukankah ada yang menyampaikan jikalau ada perubahan mendadak pada seseorang berarti ia akan mati? Saat itu saya tidak tahu. Seperti orang bodoh.

Eun Jae terus bergeser melindungi Ji Won, tapi si penjahat sudah tahu siapa diantara mereka pelakunya, ia semenjak tadi menatap Ji Won dan hasilnya mendorong Eun Jae. Ji won menunduk ketakutan dan si penjahat bertanya apakah orangnya ialah Ji Won?
Ji Won menatap si penjahat, matanya merah, air matanya mengalir, ia akan menyampaikan sesuatu. Jin Myung dan Eun Jae berusaha menghentikannya dengan memanggil namanya.
Tapi Ji won kemudian mengangguk membenarkan, kalau ia lah yang dimaksud Hyo Jin.
Si penjahat berjongkok di hadapan Ji won dan bertanya lagi untuk memastikan kalau perempuan yang dimaksud Hyo Jin ialah Ji won dan Ji won mengangguk.
Jin Myung mendesah lantaran Ji won mengaku.
Si penjahat menatap Ji Won dan bertanya apa yang sudah Ji Won lakukan pada Hyo JIn.
Ji Won menggeleng dan menyampaikan ia tidak tahu, tapi ia yakin kalau itu ialah sesuatu yang jahat. Ia yakin sudah melaksanakan sesuatu tapi ia tak tahu apa itu.
JIn Myung berusaha menghentikannya.  Si penjahat kesal dan mendorong Ji Won hingga jatuh, Hei, saya hidup begitu usang dan melaksanakan banyak perbuatan jahat, tapi setidaknya ketika malam hari saya kadang tidak dapat tidur dan bermimpi buruk. Tapi kamu bahkan tidak ingat?!!!
Si penjahat menjambak rambut Ji Won dan menariknya, ia bersiap dengan pisaunya. Yang lain berusaha menghentikan si penjahat.

Ye Eun yang semenjak tadi tanpa ekspresi dan hanya mengeluarkan air mata, tiba-tiba berdiri dan berjalan ke kamarnya.
Si penjahat melepaskan Ji Won dan mengejar Ye Eun. JIn mYung khawatir dan berusaha mengejarnya.
Ye Eun masuk ke kamarnya dan si penjahat menarik rambutnya untuk membawanya keluar, Ye Eun kemudian berteriak Moon Hyo Jin sambil menunjuk ke arah sesuatu, foto masa kecil Ji Won dan Hyo Jin yang ditempel Ji Won.
Si penjahat melihatnya dan melemparkan kepala Ye Eun, mengenai dinding lemari dan Ye Eun pingsan. JIn Myung berusaha menyadarkannya.
Si penjahat mengambil foto itu dan menarik Jin Myung keluar bersamanya. Ia kemudian bertanya pada Ji Won apakah anak di foto itu ialah Ji Won dan Ji Won membenarkan.
Penjahat juga melihat goresan pena di belakang foto, tahun 2004, yang berarti ketika kelas 3 SD.

Penjahat kemudian berfikir dan teringat pembicaraannya dengan Moon Hyo Jin.
Hyo Jin pernah bertanya padanya semenjak kapan hidupnya mulai terpuruk dan ia menjawab semenjak lahir.
Hyo Jin menyampaikan kalau ia merasa hidupnya mulai terpuruk semenjak kelas 3 SD, semenjak ketika itu hanya petaka yang selalu terjadi.
Hyo Jin kemudian menyampaikan ia ingin meminta tolong sesuatu padanya, untuk membunuh seseorang.
Dia ketika itu terkejut dan bertanya siapa?
Tapi Hyo Jin menyampaikan ia akan memberitahunya nanti. Meski ia meminta Hyo Jin memberitahu sekarang, Hyo Jin menolak.
Hyo Jin berkata, tidak. Lain kali saja. Aku akan mencoba dulu. Jika masih tidak bisa, gres kita lihat nanti.
Saat mereka membicarakan itu, malam natal, Hyo Jin menulis surat itu dan dibalik surat itu ada alamat Belle Epoque.
(Hooo, ‘aku akan mencoba’ maksudnya ia akan menemui orang yang dimaksud, jadi ia berencana menemuinya terlebih dahulu? Tapi kan ia nggak ada menemui Ji Won.)

Penjahat itu bertanya lagi apa yang sudah dilakukan Ji won pada Hyo Jin. Tapi Ji Won benar-benar tidak mengingatnya ia menangis.
Si Penjahat kesal dan mengambil kesimpulan kalau Ji Won memang sudah melaksanakan sesuatu yang jahat pada Hyo Jin hingga menciptakan Hyo Jin menulis surat itu. Ia harus mengabulkan seruan Hyo Jin semoga ia dapat tenang.
Ia kemudian menarik Ji Won, tapi yang lain berusaha menahannya dan bertanya penjahat itu membawa Ji won kemana. Penjahat itu berteriak menyampaikan kalau ia akan membunuh Ji Won sesuai seruan Hyo Jin.
Tiba-tiba si penjahat mencicipi sesuatu di belakangnya dan ia berteriak, kemudian pingsan.
Yang lain terkejut, ternyata Ye Eun sudah sadar dan memakai alat setrum santunan Ho Chang.
Ye Eun yang masih shock kemudian menjerit sekuat tenaganya. Jin Myung berusaha menenangkan Ye Eun, ia memanggil-manggil nama Ye Eun dan memintanya tenang, dan bernafas, lantaran Ye Eun ketika itu sangat panik.
Ye Eun berusaha melepaskan ikatan teman-temannya, Jin Myung berusaha meminta Ye Eun damai dan pelan-pelan. Ye Eun melaksanakan dengan baik meski ia gemetaran.
Setelah tangan mereka lepas, Jin Myung meminta Eun Jae menghubungi polisi dan Eun Jae segera mengambil ponselnya.
JIn Myung kemudian beralih ke Ji Won yang masih ketakutan dan meminta Ji Won untuk fokus, jangan kehilangan pikirannya.

Ye Eun yang mengambil pisau di dapur tiba-tiba berteriak kencang lantaran melihat si penjahat sudah sadar, semuanya terkejut. Si penjahat pribadi memukul Jin Myung hingga terjatuh. Ia juga melempar Eun Jae yang berusaha menelpon polisi hingga Eun Jae pingsan.
Ye Eun ketakutan, ia menodongkan pisaunya, tapi ia sangat gemetaran dan si penjahat tak peduli dengannya. Penjahat mendekati yang lain ketika Ye Eun berusaha menyerang tapi dengan gampang dikalahkan penjahat, ia mendorong Ye Eun, badannya terhempas ke dinding dan pingsan.
Ji won yang menyaksikan semuanya tidak tahan lagi dan berteriak semoga penjahat berhenti menyakiti teman-temannya.
Ji won berdiri, menangis, gemetaran dan melihat satu per satu teman-temannya yang terluka, ia menyampaikan ia akan ikut dengan si penjahat, lantaran ia sudah berbuat salah ia akan ikut dengan si penjahat.
Si penjahat menatap mereka semuanya dan mulai mengikat tangan mereka kebelakang.

Jin Myung masih bicara menyampaikan kalau ketika itu Ji Won masih kelas 3 SD, masih berusia 10 tahun, itu ialah kesalahan yang dilakukan anak kecil.
Tapi si penjahat tidak peduli, baik itu anak kecil atau sudah tua, jikalau berbuat salah harus dihukum. Bukankah itu tertulis di surat, sesuai dengan perbuatanmu, saya akan membunuhmu.
Si penjahat terus mengikat tangan belum dewasa kost satu per satu.
JIn Myung belum menyerah, bukankah itu absurd sekali? 3 bulan. Surat itu ditulis pada bulan Desember dan Moon Hyo Jin meninggal bulan Maret. Selama 3 bulan sama sekali tidak melaksanakan apapun.  Jika memang ia mau membunuhnya, harusnya ia melaksanakan lebih awal. Tapi kenapa ia tidak melaksanakan apa-apa, Kenapa?
Si penjahat menatap surat dari Hyo Jin dan mengingat bagaimana Hyo Jin menyampaikan lain kali saja.
Penjahat menyampaikan kalau lain kali yang dimaksud Hyo Jin ialah sekarang.
Yang lain menangis.

Si penjahat akan membawa Ji Won dan Jin Myung memohon untuk tidak membawanya, ia menangis.
Jo Eun yang semenjak tadi membisu saja hasilnya mulai melaksanakan sesuatu, ia berlari ke akrab pintu untuk menghalangi si penjahat. Si penjahat memintanya minggir.
JIn Myung masih berteriak menyampaikan jangan menghukum Ji Won begitu saja, setidaknya ia harus tau apa yang ia perbuat.
Si penjahat mulai murka dan berteriak pada Eun semoga minggir, Ji won juga meminta Eun minggir tapi Eun tidak mau. si penjahat mengancam akan membunuh mereka semuanya kalau Eun tidak minggir.
Ye Eun berteriak memohon untuk tidak membawa Ji Won pergi. Yang lain juga memohon hal yang sama.
Penjahat menyampaikan kalau mereka juga mendengar sendiri Ji won mengakui kalau ia sudah berbuat jahat. Dia sudah menghancurkan hidup Hyo Jin!!!!
Ye Eun menjerit dan berteriak, ia bukan orang jahat!!
Jin Myung menangis.
Eun Jae bangkit dari pingsannya dan meminta Ji Won kembali pada mereka.
Ji Won menangis. Si penjahat tidak tahan lagi dan mencekik Ji Won, ia akan menikam Ji Won ketika ia melihat wajah Ji Won yang sesak nafas, Eun yang gemetaran dan yang lain yang menangis.
Pada hasilnya ia tidak dapat membunuh Ji Won. Ia tak mengerti kenapa Ji Won hanya berbuat jahat pada Hyo Jin, lantaran Ji Won yang kini begitu dicintai oleh teman-temannya yang memperlihatkan kalau Ji Won ialah orang baik.
Ia kemudian mendorong Ji Won dan Eun, keluar dengan perasaan campur aduk.

sesudah penjahat pergi, Eun membantu Ji won untuk kembali ke akrab teman-teman yang lain.
Mereka semuanya menangis. Eun minta maaf lantaran hanya ia yang tidak terluka. Eun Jae mengambil gunting dan memotong tali yang mengikat tangan yang lain.
Ji won terus menangis dan meminta maaf, lantaran ini ialah kesalahannya. Jin Myung menyerupai seorang ibu yang menyentuh wajah puterinya.
Mereka berlima menangis.

(OMGGG ini adegan sumpah tegang banged, lempar sana sini, terasa banged sakitnya. Ternyata penjahatnya mengakhirinya dengan cara menyerupai ini, dimana ketika ia melihat bagaimana teman-teman Ji Won melindungi Ji Won, ia sudah merasa kalau Ji Won disayangi mereka semuanya, makanya ia tak mengerti kenapa JI Won hanya berbuat jahat pada Hyo Jin. BTW di adegan ini, Eun paling tidak banyak di sorot, ia hanya gemetar ketakutan dibelakang, saya rasa itu lantaran Choi Ara masih belum berpengalaman akting, jadi ekspresinya kurang. Sunbaenya yang lain menakjubkan memang).

Pagi harinya di Belle Epoque. Eun Jae bermimpi buruk. Jin Myung sudah bersiap untuk kerja, ia memakai syal untuk menutup luka di lehernya.
Saat Eun Jae keluar, Ye Eun sedang sarapan dan Eun di meja makan, memegang tangannya yang sakit lantaran ikatan semalam.
Eun Jae bertanya dimana Ji won dan Ye Eun menyampaikan mungkin masih tidur atau akal-akalan tidur.
Jin Myung berkemas-kemas akan berangkat dan Eun Jae berkomentar, semalam ada insiden menyerupai itu tapi mereka harus menjalani hari menyerupai biasa, pergi kerja, pergi kuliah. Ia bertanya-tanya apakah ini hal yang wajar.
Ye Eun berkomentar, sesudah lolos dari maut, ia pikir akan ada perubahan.
Eun kemudian bertanya apakah mereka tidak perlu melapor pada polisi?
Ye Eun juga takut kalau laki-laki itu tiba lagi, mereka harus segera lapor polisi.
Eun Jae kemudian bertanya kenapa Song sunbae tidak mau lapor polisi.
Jin Myung dan yang lain melamun dan menatap kamar Ji Won.

Ji Won berdiam diri di kamar. Ia tidak tidur dan niscaya tidak akan dapat tidur. Ia menghabiskan waktu di kawasan tidur dengan berfikir.

JIn Myung bekerja menyerupai biasa dan teringat akan kata-kata Eun Jae pagi tadi, mengenai kemarin ada insiden begitu, hari ini mereka harus menjalani hari menyerupai biasa, apakah ini wajar.
Saat itu ia berselisih dengan mantan manager Asgard dan Jin Myung kemudian tetapkan memanggilnya.
Jin Myung meminta manager memanggilkan 2 anggota Asgard yang masih bertahan di perusahaan dan ia ingin meminta kontak Haeimdal, atau kawasan yang biasa dikunjungi Haeimdal.
Jin Myung kemudian pergi ke tempat-tempat itu, Haeimdal sudah usang tidak kesana tapi Jin Myung tetap meninggalkan kontaknya. Jika mereka tahu dimana Haeimdal, ia ingin mereka menghubunginya.

Di kampus, Eun Jae sedang duduk sendirian, mengingat insiden semalam, ia berfikir.
Kemudian ia tetapkan melaksanakan sesuatu.
JOng Yeol sedang bersama teman-temannya, berjalan di halaman kampus sambil tertawa ketika Eun Jae tiba-tiba tiba dan memberinya minuman.
Karena cuaca panas ia ingin Jong Yeol minum itu, kemudian ia pergi. Jong Yeol tidak mengerti apa yang gres saja terjadi.
Teman Jong Yeol mengejek kalau Jong Yeol dan Eun Jae balikan lagi dan Jong Yeol membantah.

Ye Eun juga ke kampus hari itu, ia berusaha menyembunyikan memar di wajahnya, kalau ada orang yang mendekat ia akan menunduk.
Ia berselisih dengan Kyung Ah di toilet dan Kyung Ah melihat memar di wajah Ye Eun. Ye Eun pribadi menutupnya. Kyung Ah bertanya apa itu.
Ye Eun menyampaikan itu luka bukan lantaran dipukul tapi hanya kepentok sesuatu.
Kyung Ah menyampaikan mengenai Yoo Kyung yang pingsan dan dibawa ke rumah sakit, ia juga menjelaskan itu bukan lantaran obat. Tapi Ye Eun menyampaikan itu tak ada hubungannya dengannya.

Eun juga ke kampus dan mengikuti pelajaran menyerupai biasanya. Ia berusaha menyembunyikan memar di tangannya. Hari itu Yeji tidak menyerupai biasanya, ia duduk jauh dari Eun.
Setelah pelajaran selesai, ia mengajak Yeji bicara berdua.
Mereka berdua bicara di cafe, Yeji berfikir Eun akan murka padanya mengenai putusnya ia dan Jang Hoon. Tapi Eun tiba untuk membicarakan hal lain. Ia menyampaikan dengan jujur kalau ia dan JAng Hoon tidak pernah berpacaran, hanya akal-akalan pacaran.
Yeji tentu saja terkejut mendengarnya. Kemudian Yeji bertanya apa alasannya dan Eun tidak dapat menjawab.
Yeji dapat menebaknya dan bertanya apakah itu lantaran ia terlalu lengket pada Eun dan Eun merasa ia menjadi beban?
Eun membisu saja dan menatap Yeji, Yeji mengerti kalau tebakannya benar, ia menyampaikan seharusnya Eun menyampaikan sejujurnya padanya ketika itu.
Yeji kemudian meninggalkan Eun dan Eun kelihatan merasa bersalah.
(Awwww T__T tuh kan ternyata mereka ini sahabat biasa, nggak ada yang suka sesama jenis, penulinya keren. Memang ada sih sahabat yang kayak Yeji itu, nempel terus, tapi jarang sih kalau cewek-cewek nempel disalahpahami HAHAHHAHAAH, kalau cowok-cowok nempel gres banyak yang salah paham. Tapi awalnya saya juga salah paham sih XD).

Saat anak kost menjalani hari menyerupai biasa dan mulai move on ke arah yang lebih baik, menyerupai menyadari sesuatu ketika mereka di ujung final hidup dan kini nggak mau menunda-nunda lagi, Song Ji Won masih dikamarnya. tiduran.
Ia menatap penghargaan jurnalistik yang pernah ia terima, ‘hanya taat pada kebenaran’ ialah semboyan University Journalists Association.
Ji won menatap penghargan itu cukup lama.

Ji Won hari itu hasilnya bangkit dan berangkat ke kampus.
Ia tiba ke klub jurnalistik dengan membawa banyak buku dan menemui Sung Min.
Saat itu Ji Won mengenakan beling mata hitam dan menyerupai biasanya Sung Min pribadi menyinggungnya, beling mata hitam? Sepertinya kamu gres dipukuli seseorang?
Ji Won tersenyum dan ia berusaha merespon menyerupai biasa, kamu sangat pintar.
Ji Won memberikan buku yang ia bawa pada Sung Min, menyampaikan Sung Min akan ujian tahun depan, jadi ia ingin Sung Min mempersiapkan diri dari sekarang.
Sung Min bingung, bagaimana denganmu?
Ji Won menyampaikan kalau bukunya itu masih baru, tadinya ia akan menjualnya ke toko buku bekas,  tapi ia ingat Sung Min.
Sung Min menatapnya. Ji Won berusaha menjadi dirinya yang ceria dan mengatakan, Menangislah! Curahkan air mata harumu. (Tapi Ji Won kelihatan banged sedang tidak mood T_T ia memaksakan diri).

Sung Min bertanya apakah Ji won tidak akan ikut ujian? Apakah kamu tidak mau cari kerja?
Ji won menyampaikan ia akan mencari pekerjaan, tapi ia tidak akan ikut ujian untuk media.
Sung Min bingung. Anggota klub yang lain melamun menatap Ji Won, Ji won melihat kesekeliling dan menyampaikan kalau ia tak mampu mengikutinya.
Ji won kemudian permisi dan meninggalkan kawasan itu.
Sung Min menatap kepergianya dan menyadari ada yang absurd pada Ji won.

Sung Min mengejar Ji won dan mengentikannya dengan memegang tangan Ji Won.
Ji won bertanya ada apa?
Sung Min yang kelihatan khawatir tidak menjawab dan membuka beling mata Ji won.
Ia kemudian melihat memar di akrab mata Ji Won, Sung Min terkejut dan bertanya, Kau… kenapa?
Ji Won berusaha terlihat baik-baik saja dan tersenyum, colorful bukan?
Sung Min tidak sedang ingin bercanda. Ji Won kemudian menyampaikan kalau ia sudah menemukan Moon Hyo Jin.
Sung Min terdiam.

Ji Won dan Sung Min makan berdua disebuah restoran.
Ji won menceritakan apa yang terjadi semalam dan menciptakan Sung Min tak dapat menyampaikan apapun. Ji Won menyampaikan ia mengerti perasaan Sung Min sekarang, Sung Min tak dapat menyampaikan apapun padanya.
Sung Min hanya minum. Ji won menunduk dan berkata, Dalam cerita-cerita klasik, bukankah selalu ada yang menyerupai ini? Seorang raja memberikan sepucuk surat pada puteranya. Dia meminta untuk menyerahkan pada raja negeri tetangga. Sang pangeran mempertaruhkan nyawanya melawan marabahaya demi memberikan surat itu. Tapi isi surat itu adalah, bunuh si pengantar surat.
Sung Min terdiam. Ji Won menyampaikan menyerupai itulah perasaannya, surat absurd itu, alangkah baiknya pribadi dibuang saja. Lebih baik mereka tidak perlu mengetahuinya.
Sung Min menghela nafas dan menyampaikan kalau Ji won belum tahu kebenarannya, apa yang Ji Won perbuat ketika itu.
Ji won membenarkan kalau ia tidak tahu dan tidak ingat, tapi ia dapat menebak menyerupai apa. Jangan menganggapku sebagai tokoh protagonis, jangan merasa simpati padaku. Tulislah dengan cara yang masuk nalar menyerupai menulis berita.
Sung Min menunduk, ia tak dapat menyampaikan apapun.

Ji Won melanjutkan, waktu liburan demam isu panas kelas 3 SD, Song Ji won bermetamorfosis raja pembohong. Selalu saja menyampaikan kebohongan-kebohongan yang tidak masuk akal. Salah satunya ialah perihal Moon Hyo Jin. Tidak tahu alasannya, entah lantaran masa dewasa yang terlalu dini, atau rasa iri terhadap sepau gres Moon Hyo Jin, tapi berbeda dengan kebohongan-kebohongan lain, kebohongan perihal Moon Hyo Jin mendatangkan mala petaka. Karena kebohongan ini merebak hingga satu sekolah, Moon Hyo Jin terpaksa pindah sekolah. Sejak itu hidup Moon Hyo Jin hancur berantakan. Karena penyakit jantung, ibunya meninggal dunia. Hidup tertindas di rumah pamannya sehingga tetapkan untuk melarikan diri. Bertemu dengan seseorang dari kalangan bawah, terserang penyakit depresi, sesudah itu, ia bertemu kembali dengan Song Ji Won.
Kita melihat sedikit kilas balik ketika anak kost ke kawasan pijat Su & Su, Moon Hyo Jin ialah orang yang memberikan Ji won massage.
Ji won menyampaikan hari itu ia tertawa hahaha hihihi, dan hari itu juga Hyo Jin menulis surat kebencian. Tiga bulan kemudian, ia mengakhiri hidupnya sendiri. (Jarak 3 bulan itu absurd banged, kalau memang ia benci jiwon harusnya ia melaksanakan sesuatu, kenapa bunuh diri? Jangan-jangan Hyo Jin sudah melaksanakan sesuatu, pada orang gotong royong bukan Ji Won, tentu saja kecurigaan ialah si guru seni).
Ji won kemudian bertanya pada Sung Min, kepala editor, apakah alur kisah ini ada yang terasa aneh?
Sung Min melamun dan menjawab, crosscheck.
Ji won tiba-tiba tertawa mendengarnya, ia menyampaikan kalau barusan Sung Min lucu sekali.
Sung Min tak dapat tertawa. Senyuman diwajah Ji won juga pribadi menghilang beberapa detik kemudian.

Sung Min mengantar Ji Won pulang. Sung Min bertanya apa yang akan Ji won lakukan selanjutnya.
Ji won menyampaikan ia tidak tahu, menderita beberapa waktu, merasa bersalah beberapa waktu, ketika terasa agak membaik, berjuang lagi untuk bertahan hidup. Tidak mungkin lantaran hal yang pernah terjadi di masa lalu, saya mencari mati.
Sung Min agak lega lantaran Ji Won tidak kelihatan ingin bunuh diri. Ia menyampaikan apapun keputusannya itu, ia tak ingin Ji won mengambil keputusan sekarang, lantaran Ji won jiwanya masih tidak tenang.
Ji won mengerti dan menyampaikan seiring berjalannya waktu semuanya akan berangsur membaik, ya kan?
Ji Won kemudian meminta Sung Min pulang dan ia berjalan masuk ke rumah. Sung Min menatapnya dengan perasaan khawatir.

Jin Myung sedang menjemur baju ketika ia melihat sesuatu di kawasan sampah, Itu ialah penghargaan jurnalistik Ji Won, Ji won membuangnya.
Ji won kembali ke rumah ketika itu dan disambut oleh Ye Eun yang terkejut lantaran Ji Won keluar dengan wajah memar. Ji won mencoba bercanda menyampaikan pantas saja orang menatapnya, ia pikir lantaran wajahnya cantik.
Tapi candaan Ji Won kali ini hambar, dan ia juga nggak tulus bicaranya.
Jin Myung kemudian memanggilnya, menanyakan kenapa barang itu ada di kawasan sampah.
Ji Won dengan enteng menyampaikan kalau ia sudah membuangnya. Yang lain terkejut dan menatapnya. Ji won biasa saja, barang itu dapat didaur ulang kan?
Ia kemudian masuk ke kamarnya. YAng lain menatapnya dengan khawatir, Eun Jae berkomentar, ia pikir tidak ada yang berubah, ternyata ia salah.

Continue Reading

More in Age of Youth 2

To Top