Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 11-2

Age of Youth 2

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 11-2

———————————————————————————————

Sinopsis Hello My Twenties Season 2 Episode 11 Part 2

Keesokan harinya, Ye Eun sibuk di kamar mandi alasannya memarnya mulai menggelap.
Jo Eun keluar pagi itu, dingklik yang dikerjakan Jang Hoon, catnya sudah mengering. Bahkan goresan pena cat berair juga sudah lepas dan Jo Eun memperbaikinya.
Ia ke rumah ayah dan keluarga barunya, tapi ia tak berani masuk, ia hanya melihat dari jauh.
Kemudian ia melihat Jo Hyun keluar, Eun sembunyi. Saat melihat Hyun akan menyeberang, Eun menghalanginya dan bertanya beliau mau kemana.
Hyun menyampaikan ia mau main ke taman bermain, alasannya bosan dirumah, ia membangunkan ayahnya tapi tidak bangun-bangun.

Keduanya berakhir di ambulance. Ayah Eun pingsan dan dibawa ke rumah sakit.
Eun menghubungi ibu Hyun, untung nomornya ada di kalung Hyun. Ia juga menghubungi ibunya.
Ibu Eun tiba lebih awal dan Hyun ketakutan, ia bersembunyi di belakang Jo Eun.
Saat ibu Hyun datang, Hyun berlari kedekat ibunya dan menyampaikan bila Eun ialah eonni, bukan oppa (dulu ia pikir JO Eun ialah pria).
Perawat kemudian bertanya siapa wali ayah Eun dan ibu Eun menunjuk tangannya. Ia tak peduli dengan selingkuhan ayah Eun disana.

Ia dan Eun menemui ayah Hyun dan dokter menjelaskan mengenai penyakitnya. Mereka kemudian kembali, ibu Hyun dan Hyun masih disana.
Ibu Eun tak peduli pada keduanya dan meminta Eun menunggu disana sementara ia menuntaskan urusan administrasi.
sehabis ibunya pergi, Eun menjelaskan pada ibu Hyun mengenai keadaan ayahnya, ia menyampaikan bila ayahnya akan dirawat sementara, tidak parah dan tak hingga operasi.
Ibu Hyun lega mendengarnya. Ia meminta Eun menjaga Hyun yang sedang tertidur alasannya ia akan pulang mengambil pakaian ganti.
Eun mengerti.

Eun menatap Hyun yang tertidur di kursi. Ia kemudian meminjamkan tasnya untuk menjadi bantal Hyun.
Tapi Hyun jadi terbangun dan mencari ibunya. Eun menjelaskan bila ibu pulang mengambil keperluan ayah. Karena Eun melihat Hyun akan menangis, Eun menyampaikan bila Hyun dilarang menangis atau ia akan marah. Makara Hyun menahan diri.
Eun melihat bando Hyun longgar dan ia memperlihatkan diri memperbaikinya.
Eun mulai mengepang rambut Eun sambil bertanya apakah biasanya yang melaksanakan itu ialah ayah dan Hyun membenarkan.
Eun terus mengepang dan perlahan ia mulai menangis, Eun tidak sanggup mengentikan air matanya, alasannya ia teringat bagaimana ayahnya dulu sangat menyukai rambut panjangnya dan kenangan terindah bersama ayahnya ialah ketika ayahnya mengikat rambutnya.
Setelah selesai, Hyun protes alasannya Eun tidak melakukannya dengan rapi, bahkan lebih parah dari tadi.
Tapi kemudian ia menyadari Eun menangis dan terkejut. Hyun menyentuh tangan Eun dan memintanya jangan menangis, tapi Eun semakin terisak.

Eun pulang ke rumah malam itu. Di halaman, ia melihat dingklik sudah tidak di kawasan semula. Eun kemudian menyadari bila Jang Hoon sudah kembali.
Jang Hoon ada di kamarnya sedang membaca majalah ketika Eun tiba-tiba masuk tanpa pemberitahuan, tentu saja ia terkejut.
Eun bertanya kemana saja Jang Hoon belakangan ini?
Jang Hoon menyampaikan bila ibunya memintanya pulang, mereka mengambil foto keluarga sebelum ia berangkat wamil.
Eun protes alasannya Jang Hoon pergi tidak bilang-bilang.
Jang Hoon tak mengerti, memangnya saya harus mengatakannya padamu?
Eun mengingatkan bila Jang Hoon ialah penjaga kost mereka.
Jang Hoon bertanya, selama saya tidak ada, apakah terjadi sesuatu?
Eun membenarkan, tapi ketika Jang Hoon bertanya ada apa, Eun tidak menjawabnya, ia ragu apakah hal ini harus diceritakan atau tidak.
Melihat reaksi Eun, Jang Hoon malah berfikir bila Eun kesepian selama beliau tak ada disana. Kau merindukanku?
Eun menatapnya dan terdiam. Kemudian ia membenarkan hal itu, ia kesepian selama Jang hoon pergi. Jang Hoon terkejut.
Eun menyampaikan bila ia merindukan Jang Hoon dan Jang Hoon makin terkejut.
Padahal awalnya ia hanya bercanda dan tidak mengharapkan tanggapan ibarat itu.

Eun kembali ke rumah dan tidak percaya dengan apa yang gres saja ia katakan. Ia memukulkan kepalanya ke dinding.
Jin Myung melihatnya dan galau melihat Eun gres pulang dan tak pribadi masuk.
Eun kemudian kaget dan pribadi buru-buru masuk.
Telpon Jin Myung kemudian berbunyi.

Jin Myung ke kantor polisi, ia menerima telpon mengenai Haeimdal. Ia khawatir dan melihat ke kawasan dimana biasanya orang menunggu dan sedikit bersyukur alasannya Haeimdal tidak disana.
Tapi kemudian ia melihat Haeimdal duduk di depan petugas, dengan keadaan yang menyedihkan. Rambutnya berantakan, wajahnya hitam-hitam.
Polisi bertanya apa korelasi Jin Myung dengan Haeimdal dan Jin Myung menjawab bila ia ialah kakaknya.

sehabis mereka keluar dari kantor polisi, Haeimdal malah kabur, JIn Myung berusaha menghentikannya tapi Haeimdal menyampaikan bila JIn Myung jangan ikut campur.
Jin Myung ingin bicara, tapi Haeimdal menolak. Jin Myung tak mengalah dan bertanya selama ini apa yang Haeimdal lakukan, menggelandang terus? Orang tuamu sibuk mencarimu, apa kamu tahu?
Haeimdal ingin melarikan diri, tapi ia tak sanggup lari. Ia mengeluh, saking laparnya ia tak punya tenaga untuk lari.
Jin Myung bertanya apakah Haeimdal belum makan malam?
Haeimdal menyampaikan bukan hanya makan malam saja.
Jin Myung mengerti dan berjalan, Haeimdal mengikutinya.

Jin Myung mengajak Haeimdal makan di sebuah restoran dan Haeimdal makan dengan sangat-sangat lahap. Jin Myung hingga galau dibuatnya.
Entah sudah berapa hari Haeimdal tidak makan, beliau terus makan, makan dan makan, nambah nasi, nambah lauk. Pokoknya beliau sangat kelaparan.
Tapi meski sudah kenyang Haeimdal tetap jaga imagenya dan menyampaikan makanannya tidak mengecewakan enak. Jin Myung tersenyum.
Setelah selesai makan, ia mengajak Haeimdal mengikutinya. Haeimdal bertanya kemana?
JIn Myung bertanya balik, kamu tidak mau mandi?
Haeimdal menyampaikan ia hanya tidak mandi beberapa hari saja, ia tak sebau itu. Tapi ketika ia mencium amis badannya sendiri, ia malah jijik HAHAHHAHA.

Jin Myung mengajak Haeimdal ke Belle Epoque dan meminta tolong pada Jang Hoon untuk membiarkan Haeimdal tidur di rumah Jang Hoon beberapa hari ini. Jang Hoon tidak masalah.
Jang Hoon dan Haeimdal saling sapa dan Jang hoon mengajaknya masuk. Ia ingin membawakan tas Haeimdal tapi Haeimdal menolak, tapi Jang Hoon memaksa.
semenjak awal kita sudah sanggup melihat bila korelasi keduanya ini tidak terlalu baik, tapi bukan membenci HHAHAHAHHAHA.
Jin Myung meminta Haeimdal mandi dan tidur dengan nyaman.

Jang Hoon menonton TV sambil menunggu Haeimdal selesai mandi. Setelah Haeimdal selesai, ia membawakan bantal dan selimut untuknya.
Tapi kemudian ia terkejut melihat Haeimdal yang keluar hanya mengenakan celana, ia terkejut alasannya tubuh Haeimdal bagus HAHHAHAHAHA.
Ia menyampaikan selimut dan bantal pada Haeimdal dan ketika ia akan pergi, Haeimdal bertanya apa Jang Hoon punya t-shirt, Jang Hoon menyampaikan ia akan mencarinya.
Jang Hoon merasa tersaingi alasannya tubuh Haeimdal lebih bagus darinya, padahal ia suka olahraga wkkwkwkwkwkwkw.

Waktu berlalu semenjak bencana itu, Eun Jae sedikit berubah. Ia sama sekali tidak menahan diri lagi untuk menghubungi Jong Yeol. Ia selalu mengirimkan pesan setiap hari, perihal ini dan itu.
Ia bahkan sering meninggalkan sesuatu dalam loker Jong Yeol.
Jong Yeol mulai merasa tidak nyaman dengan hal itu.

Ji Won ibarat biasa keluar rumah, entah pergi kemana. Tapi ia tak berdiam diri di rumah, ia selalu keluar setiap hari.

Ye Eun sendiri sibuk dengan memar di wajahnya, yang perlahan mulai menghilang. hingga alhasil wajahnya kembali ibarat semula, meski masih sakit, tapi memarnya tidak meninggalkan bekas.

Hari itu Ji won ada di suatu tempat, depan rumah kamar no 102. Wajahnya sangat murung. Jangan-jangan selama ini beliau kesana?
Penjahat waktu itu keluar dari rumah dan terkejut melihat Ji won disana, ia bertanya kenapa Ji Won kesana, apakah beliau tiba sendirian?
Ji won menyampaikan ia sedang memikirkan Hyo Jin. tampaknya Hyo Jin pindah ke gang ini.
S penjahat kesal mendengarnya, ia menyampaikan Ji Won keliru bila berfikir ia sudah memaafkan Ji won.  Jika suatu hari nanti perasaanya tidak enak, ia akan tiba dan membunuh Ji won.
Ji Won menyampaikan bila ia tahu.
Ia meminta laki-laki itu menceritakan perihal Hyo Jin, orang ibarat apa dia?
Pria itu kehilangan kata-katanya, alasannya Ji won tak tahu situasi. Ji won tak peduli dan terus bertanya, apakah beliau cantik?
Pria itu kesal dan menyampaikan bila Hyo Jin tidak anggun sama sekali.

Ji won kemudian bertanya kenapa laki-laki itu suka padanya?
Pria itu terdiam, ia menatap Ji Won dan menyumpah, alasannya ia tak sanggup menjawabnya.
Ji Won dengan wajah murungnya terus bertanya, Hyo Jin, beliau suka kuliner apa?
Si laki-laki itu yang awalnya terus menyumpah dan menolak menjawab, lama-lama malah menjawab pertanyaan-pertanyaan Ji Won seolah beliau juga sedang mengenang Hyo Jin.
Pria itu menyampaikan Hyo Jin menyukai mie dingin. Hyo Jin tidak pernah makan kuliner yummy sebelumnya.
Ji won menyampaikan bila Hyo Jin suka buku dan laki-laki itu menyampaikan Hyo JIn lebih menyukai buku dibanding dirinya, Hyo Jin tidak suka ngobrol dengannya.
Mata Ji won berkaca-kaca dan bertanya kenapa Hyo Jin sanggup meninggal? Dia bahkan tidak balas dendam. Andai saja beliau balas dendam, tidak mati. Andai saja beliau balas dendam padaku. Dia sangat bodoh.
Ji won menangis. Si laki-laki itu hanya menunduk dan mendesah, ia juga tidak tahu alasannya.

Kwon Ho Chang di cafe kesukaannya, ia sedang menunggu Ye Eun.
Ye Eun tiba dengan ceria ke cafe tapi kemudian melihat ke arah Ho Chang dengan stylenya yang biasanya. Ho Chang ini kurang sanggup berpakaian yang modis, ia bahkan gres beli baju itu, tapi stylenya sangat kaku.
Si modis Ye Eun kemudian mengajaknya ke suatu tempat.
Mereka shopping baju dan bahkan ke salon. Ia juga meminta Ho Chang mengenakan lensa kontak.
Ho Chang berubah sekarang, jadi lebih modis, meski sifatnya masih Ho Chang heheehhe.

Eun Jae hari itu ke kampus ibarat biasa. Di kelas, ia melihat Jong yeol dan temannya itu ngobrol.
Obrolan mereka terhenti ketika Eun Jae tiba-tiba mendekat dan duduk disamping Jong Yeol. Tentu saja Jong Yeol dan temannya terkejut.
2 sohib Jong Yeol yang gres tiba juga melihat hal itu dan terkejut.
Pada alhasil selama pelajaran, teman-teman galau apa yang terjadi.
JOng Yeol sama sekali tidak berkonsentrasi, ia tidak terlihat nyaman dengan hal ini.
Eun Jae sendiri juga tak konsentrasi alasannya ia gugup dengan apa yang sedang ia lakukan.

“Titik variabel melambangkan titik perubahan arah pada sebuah kurva. Betul. Titik pada kurva tidak mempunyai arah, juga tidak mempunyai makna apapun. Hanya ketika titik-titik itu terhubung dengan yang lain, pada ketika itulah kita gres mengetahui makna sebenarnya.”

Jin Myung bekerja ibarat biasa di kantor. Kita melihat lolipop proteksi seniornya sudah berkurang, Jin Myung tampaknya sudah memakannya. Memperlihatkan bila ia sudah tidak ada beban mengenai Haeimdal lagi.
di kelas, ketika pelajaran berakhir, Eun mencoba bicara pada Yeji, tapi Yeji menentukan sibuk bersama sobat yang lain.

“Pada ketika momen itu terjadi, kita tidak akan tahu. Setelah momen tersebut lewat, barulah kita akan merasakannya. Kita, telah melewati titik kurva tersebut.”

Malam itu, Jong yeol memanggil Eun Jae untuk minum bersamanya di sebuah restoran. Eun Jae sangat bahagia, ia bahkan pribadi tiba dan tak sempat mengeringkan rambutnya.
Jong Yeol menuangkan minuman untuk Eun Jae. Eun Jae berkata bila sudah usang sekali mereka tidak minum berdua. Eun Jae bahkan memaksa bersulang meski JOng Yeol tidak berniat.
Ia juga memaksa menuangkan minuman untuk JOng Yeol.
Jong Yeol menahan nafas dan mengajaknya bicara, tapi Eun Jae memotong, ia menyampaikan ada yang ingin ia hingga kan pada JOng Yeol.
Eun Jae berkata, beberapa waktu yang lalu, saya hampir mati. Bisa dibilang saya bangun dari kematian.  Setelah itu saya merenungkannya usang sekali, andai ketika itu saya mati, apakah yang menjadi penyesalan terbesarku? Aku masih menyukaimu. Aku tidak ingin berpisah denganmu.
Jong Yeol terdiam. Eun Jae tersenyum. JOng Yeol kemudian menyampaikan bila korelasi mereka sudah berakhir, Eun Jae terkejut.
Jong yeol meminta Eun Jae melaksanakan hal ibarat itu cukup hingga disini saja.

Eun Jae tidak mengerti, kenapa? Aku masih menyukaimu, sunbae. Kau juga tidak membenciku, kan?
JOng Yeol jadi galau bagaimana mengatakannya dan menyampaikan bila ia tidak ingin menyampaikan ini, tapi ia tidak menyayangi Eun Jae lagi.
Eun Jae terkejut, kemudian kenapa hari itu kamu bertanya apakah saya sudah tidur atau belum?
Jong Yeol menyampaikan bila ketika itu ia mabuk dan salah kirim.
Eun Jae tidak percaya, Saat mabuk kamu teringat padaku, ingin berjumpa denganku, makanya kamu mengirim pesan itu. Aku tahu itu. (Karena ia pernah melakukannya).
Jong Yeol membenarkan bila waktu itu memang begitu, tapi itu alasannya ia mabuk.

Eun Jae menangis, tidak terima akan hal itu, ia juga tidak percaya, ia yakin Jong Yeol masih menyukainya. Ia meminta Jong Yeol memikirkannya baik-baik.
JOng Yeol kemudian bertanya ada apa dengan Eun Jae, kenapa belakangan ini Eun Jae menjadi aneh? Sama sekali tidak ibarat dengan dirinya yang biasanya.
Eun Jae berkata, alasannya bila ibarat diriku yang dulu, kamu tidak akan menyukainya, alasannya itulah saya berubah. Kau bilang saya terlalu tertutup dan plin plan. Kau bilang saya membosankan. Karena itulah saya siap berubah. Aku akan berubah. Karena itu, bisakah kamu menyukaiku lagi?
Jong Yeol galau apa yang harus ia lakukan, ia menuangkan minuman dan minum.
Eun Jae bertanya lagi, saya harus bagaimana supaya kamu sanggup menyukaiku?
Jong Yeol meminta maaf.
Eun Jae tak sanggup menahan tangisnya, ia mulai menangis dengan bunyi yang keras hingga pelanggan lain melihat ke arah mereka.

Jong Yeol dan Eun Jae keluar dari restoran itu. Jong Yeol akan mengantar Eun Jae pulang.
Tapi Eun Jae menahannya dengan menarik tangan JOng Yeol, Ia mengajak Jong Yeol ke motel.
JOng Yeol tentu saja terkejut. Eun Jae dengan wajah memohon menyampaikan bila ia ingin bersama Jong Yeol. Tak peduli dipikir ibarat apapun, alasannya mungkin yang satu ini, iya kan? Aku selalu menolak ketika kamu ingin tidur denganku.
Jong Yeol kesal mendengar itu dan melepaskan tangannya. Jong Yeol menyampaikan bila Eun Jae sangat keterlaluan, Sekarang ini kamu tidak hanya menciptakan dirimu rendahm tapi kamu juga membuatku terlihat sangat rendah.
Jong Yeol berjalan meninggalkan Eun Jae. Eun Jae menangis dan berteriak, Lalu saya harus bagaimana? Aku masih mencintaimu. Aku masih menyukaimu. Kalau kamu ibarat ini kenapa ketika itu kamu menyampaikan kamu menyukaiku?! Kau bilang sangat menyukaiku, tapi ternyata kamu malah meninggalkanku, saya harus bagaimana?! Aku masih sangat menyukaimu!!!!
Eun Jae terduduk dan menangis sejadi-jadinya. Hujan perlahan turun dengan deras.

“Mungkin ibarat garis Nascar yang terlihat ibarat garis yang tidak mempunyai makna. Jika dilihat dari kejauhan akan terlihat ibarat burung kolibri atau makhluk luar angkasa. Seharian ini, Momen disaat ini. Sepatah kata kini ini. Titik-titik variabelku yang tak terhitung jumlahnya. “

-The End-

Epilog: Setahun yang lalu, Eun Jae & Jong Yeol.

Masih ingat kan ketika wawancara para anak cowok, tanggapan JOng Yeol ialah alasannya beliau cantik, alasannya beliau anggun dan alasannya beliau cantik.
Kali ini kita diperlihatkan BTS wawancara keduanya.

Q. Sudah berapa usang pacaran?
JY: TIga bulan… bukan, empat bulan.
EJ: Hari ini pas 53 hari, hitungannya mulai ketika pertama kami kissu.

Q. Apa yang membuatmu tertarik padanya?
JY: Dia sangat cantik.
Q. Kau bilang beliau sedikit membosankan.
JY: Memang, sedikit. Tapi beliau cantik.
Q. Kau bilang beliau agak muram.
JY: Muram, tapi beliau sangat cantik.

Q. Apa yang membuatmu tertarik padanya?
EJ: Baik hati, badannya tinggi dan tampan.

Q. Kalian berdua ingin kencan kemana?
JY: Ke kawasan yang jauh. Terserah kemanapun yang penting kawasan yang jauh.
EJ. Karena suka jalan kaki, taman.
JY: Tidak masalah, yang penting jauh.
EJ: Asalkan bersama sunbae, kemana saja saya suka.
JY: Kalau dua hari satu malam, kemana saja nggak masalah.

Q. Cinta pertama?
JY: Tidak, sebelum wamil saya pernah pacaran.
EJ: (senyam senyum)
Q. Katanya cinta pertama bisanya gagal.
EJ: Kata siapa? Itu hanya takhayul. Lagipula tidak masalah, cinta pertamaku ialah Jong Yeol sunbae.
JY: (kaget).

wawancara kemudian selesai, JOng yeol menggandeng tangan Eun Jae dan Eun Jae memeluk lengannya. Keduanya pulang dengan saling tersenyum dan bahagia, JOng Yeol bahkan menabrak lampu saking nggak fokusnya.
1 tahun lalu, Jong Yeol dan Eun Jae ialah pasangan bahagia.

Komentar:
Wow, dari 11 episode yang sudah saya tonton, episode 11 ini ialah episode yang paling gelap, paling banyak air matanya. Diawal ibarat sudah ibarat itu, di ending ternyata ibarat ini HAHHAHAHA.
Sebenarnya menonton episode 11 saya cukup banyak menahan nafas, cukup tegang juga. Apakagi 20 menit awal, nggak berpengaruh melihat belum dewasa kost dilempar sana sini, rambutnya ditarik T___T

Awalnya saya berfikir penulis akan menciptakan Jong Yeol dan Eun Jae tetap bersatu, tapi saya salut sama penulisnya, beliau nggak mengikuti formula kdrama sekarang, bila ada kisah cinta maka harus happy ending. Dan alasannya itu juga saya khawatir dengan OTP-ku AHHAHAHAHA.
Tapi entah semenjak episode berapa, saya sudah merasa bila keduanya lebih baik tidak bersama dan ternyata penulis benar-benar memisahkan mereka sekarang. Well, kita nggak tahu apa yang akan terjadi di 3 episode selanjutnya, tapi akan sulit mereka untuk bersatu lagi sehabis semua yang terjadi di episode ini.
Putusnya Jong Yeol dan Eun Jae mungkin ialah hal terbaik untuk mereka berdua.
Sedih memang melihat adegan itu, tapi alasannya saya memang sudah nggak ada rasa sama pasangan ini semenjak awal, jadi saya terima aja. Aku bersyukur Park Hye Soo menolak season 2 ini, alasannya saya nggak sanggup membayangkan betapa sedihnya aku, soalnya saya suka banged sama mereka di season 1.
Aku nggak nyangka si Eun Jae sampe mengajak Jong Yeol tidur begitu. Ini ialah adegan yang sering saya lihat di manga-manga HHAHAHAHA.
Aku paling nggak suka cewek menjadi rendah hanya alasannya seorang pria, makanya saya nggak suka tindakan Eun Jae itu.
Banyak yang menyalahkan Jong Yeol juga alasannya berubah dan nggak suka Eun Jae lagi, tapi cinta memang sanggup berubah, makanya orang sanggup putus.
Mungkin berat bagi Eun Jae alasannya ini cinta pertamanya, tapi bila JOng Yeol mau balikan alasannya kasihan, itu lebih menyakitkan.

Bicara mengenai surat itu, saya jadi ragu. Apakah subnya yang salah atau bagaimana? Kenapa suratnya menyampaikan ‘mahasiswi’?
Apakah itu berarti surat itu memang ditujukan untuk Song Ji Won? Karena saya masih ingin percaya Ji Won tidak melaksanakan kesalahan.
Tapi dari sudut pandang Ji won, itu ialah dirinya dan Ji Won mulai kehilangan senyumannya. Ia bahkan membuang penghargaan jurnalistik alasannya hal itu. Ia merasa dirinya tak pantas menjadi reporter lagi.
Sedih banged ketika beliau berusaha terlihat ibarat biasa dan bercanda dengan Sung Min. Untung Sung Min menyadari hal itu.
Tapi Sung Min juga tak sanggup menyampaikan apapun untuk menghibur Ji Won T____T
Uri Ssong

Setelah berada di ujung kematian, biasanya kita gres menyadari apa yang kita lakukan selama ini dan bagaimana kita selalu menyianyiakan waktu yang ada dengan keraguan.
Karena itu para anak kost, sehabis bencana itu mereka mulai berubah. Bagaimana Eun Jae yang selama ini selalu jaim, menjadi berani untuk mulai duluan dengan keyakinan bila Jong Yeol masih suka padanya dan akan suka padanya bila ia berubah.
Jo Eun alhasil menemui ayahnya dan menyadari betapa ia merindukan ayahnya dan menangis ketika ia mengepang rambut adiknya. Ia juga mengakui kebohongannya pada Yeji, meski itu menciptakan Yeji menjauh darinya dan ketika itu ia menyadari bila selama ini kehidupan kampusnya tidak sepi alasannya ada Yeji. Kalau Yeji tidak ada, beliau sendirian.
Jin Myung yang masih merasa bersalah pada Haeimdal mencarinya dan alhasil hatinya sanggup sedikit lega.
Ye Eun tampaknya mulai kembali ke dirinya yang dulu, ia juga menikmati harinya bersama Ho Chang.

Satu-satunya yang berdasarkan saya penyegar episode ini hanyalah pengukuhan tak pribadi Eun pada Jang Hoon. Awwww.
Jang Hoon padahal cuma bercanda aja ya, tapi Eun menjawab dengan jujur bila ia merindukan Jang Hoon, hingga menciptakan Jang Hoon tak sanggup berkata-kata.
Episode 12 nanti couple ini lebih manis lagi hehehehheheh.
Aku nggak nyangka saya jadi suka mereka. Setelah Sung Min Ji Won, Jang Hoon Eun ialah OTP-ku <3
Tentu saja Jin Myung Jae Hwan juga huhhuhuhuhu. senang melihat wajah JAe Hwan hari ini, beliau akan muncul di 2 episode terakhir sepertinya^^

Aku suka perumpamaan penulis mengenai luka di episode ini.
Ia memperlihatkan pada kita apapun yang terjadi pada kita, entah kita hampir mati atau bagaimana, pagi akan tiba ibarat biasa, kita akan menjalani hari ibarat biasa. Ada yang berubah dan ada yang tetap sama.
Luka diluar, seiring berlalunya waktu akan sembuh dan bahkan tidak berbekas. Sebagaimana memar di wajah Ye Eun sudah menghilang.
Tapi luka hati, tidak akan sembuh secepat itu, bahkan tidak akan pernah sembuh. Sebagaimana Ji won yang tiba ke rumah 102, alasannya ia teringat akan Moon Hyo Jin. Meski sobat yang lain sudah move on dari bencana itu, Ji Won tidak bisa. Tentu saja, alasannya beliau terlibat dalam duduk kasus itu, ia berfikir ia penyebabnya dan ia tidak tahu kenapa dan apa yang ia lakukan.
Semoga duduk kasus ini cepat selesai ya T_T

Continue Reading

More in Age of Youth 2

To Top