Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 12-1

Age of Youth 2

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 12-1

Di Episode 12 ini, para anak kost dan laki-laki mereka melaksanakan perjalanan sehari untuk memetik apel di kampung halaman Eun Jae. Ini ialah tawaran dari Jin Myung lantaran ia tidak tahan melihat anak kost murung. Awalnya ia melakukannya demi Ji Won, tapi ia menyadari jikalau mereka semua membutuhkan liburan. Setidaknya melaksanakan sesuatu yang menciptakan mereka melupakan sedikit mengenai problem mereka.

Sinopsis Hello My Twenties Season 2 Episode 12 Part 1

Episode 12 dimulai dengan sangat random, para anak Belle Epoque ada di kereta menuju suatu tempat. Bukan hanya anak kost, tapi ada para namja juga, ada Kwon Ho Chang, Jang Hoon dan bahkan Haeimdal.
Tapi suasana di dalam kereta sangatlah suram. Anak-anak Belle Epoque sama sekali tidak bersemangat dengan perjalanan ini. Ji Won asik memandang ke luar jendela dengan banyak pikiran, Eun Jae menyerupai kehilangan jiwa, Ye Eun termenung, Jo Eun dalam posisi berfikir sambil menghela nafas, bahkan Jang Hoon juga termenung di kereta.
Jin Myung satu-satunya yang memperhatikan semuanya, ia menatap mereka satu per satu dan terlihat khawatir, terutama Ji Won.

Jin Myung kemudian menerima sms dari Jae Hwan yang bertanya kenapa mendadak sekali mereka pergi memetik apel? Dia tidak tahu jikalau mereka menyukai kegiatan menyerupai ini.
Kemudian Jin Myung teringat bagaimana jawaban teman-temannya dikala ia mengajak mereka, Ye Eun menyampaikan ia paling benci hal itu, ia menciptakan alasan jikalau ia alergi sinar matahari + sedang tidak mood memetik apel.
Tanggapan Jo Eun juga sama, ia kelihatan malas diajak dan katanya ia benci serangga, lantaran kebun biasanya banyak serangga.
Ia tentu saja mengajak Eun Jae, si pemilik kebun apel, tapi Eun Jae yang berdiam dalam selimut menyampaikan jikalau belakangan angin ribut sekali, jikalau malam sangat dingin, perjalanan juga jauh, ia tidak mood untuk pulang kampung.

Jin Myung menjawab pesan Jae Hwan, menyampaikan jikalau ia merasa mereka butuh kegiatan menyerupai ini. Jae Hwan bertanya apakah yang membutuhkannya Jin Myung dan Jin Myung berfikir, ia kemudian menjawab jikalau Ji won membutuhkannya.
Kembali ke malam itu, belum dewasa kost minus Ji Won berkumpul. Jin Myung menyampaikan jikalau Ji Won butuh sesuatu untuk dilakukan, walaupun diluar Ji won terlihat tegar, tapi ia merasa ada yang aneh.
Yang lain terkejut dan sama-sama menatap Jin Myung.

Jin Myung menceritakan insiden ahad lalu, dikala ia pulang belanja, ia melihat Ji Won termenung di taman. Jin Myung kemudian menghampirinya dan bertanya apa yang dilakukan Ji won disana.
Ji won menatap belum dewasa yang bermain dan menyampaikan jikalau mereka anak kelas 4 SD, usia mereka sekitar 10 tahun tapi mereka sudah merasa mereka bukan belum dewasa lagi. Tapi mereka masih anak-anak. Jika kelas 4 saja masih anak-anak, anak kelas 3 SD tentu lebih kecil lagi.
Jin Myung menatap Ji Won. Ji Won berkata, Tak peduli apa kesalahanku, waktu itu saya masih kecil.  iya kan? Aku masih belum mengerti apa yang saya perbuat. iya kan? Jika salah satu anak itu berbuat jahat, bisakah ia disebut sebagai anak yang jahat? Tidak bisa.  Iya kan?
Jin Myung membenarkan, mereka tak sanggup menyebut anak kecil jahat. Ji won tersenyum dengan mata berkaca-kaca.

Kembali ke rapat Belle Epoque, Jo Eun merasa tak ada yang absurd tapi Eun Jae merasa memang ada yang sedikit aneh.
Ye Eun tidak mengerti apa hubungan itu dengan memetik apel. Eun Jae menyampaikan memetik apel sangatlah melelahkan, tubuh akan terasa lengket lantaran keringat dan leher juga akan pegal-pegal. Ia berfikir itu tak sanggup dijadikan terapi.
JIn Myung terdiam. Kemudian ia melanjutkan, bekerjsama sehabis itu ada insiden lain.

Jang Hoon dan Haeimdal sedang berdua di luar. Jang Hoon sedang olahraga menyerupai biasa dan Haeimdal protes jikalau hal menyerupai itu tidak akan sanggup membentuk otot. Tapi Jang Hoon yakin ada hasilnya, ia bahkan memperlihatkan otot lengannya.
Menurut Haeimdal otot lengan sangat gampang didapatkan, beda dengan otot perut.  Ia kemudian memamerkan otot peritnya yang nggak kelihatan HAHAHAHAHAHA. Ada sih dikit. Jang Hoon sengaja menyentuh lemaknya wkkkwkwkwkw.
Karena merasa dihina, Haeimdal membuka baju untuk pamer. Jang Hoon juga nggak mau kalah dan membuka baju juga, Ternyata otot perut Jang Hoon tidak mengecewakan HAHAHAHAHA. Haeimdal jadi kesal lantaran ia kalah.
Saat keduanya sedang pamer otot siapa yang lebih bagus, Ji Won dan Jin Myung kembali.
Ji Won menyapa mereka dan mereka berdua panik segera melindungi dada masing-masing.
Tapi Ji Won malah nggak tertarik dan pribadi masuk. Jin Myung terkejut dengan hal itu, seorang Song Ji won tidak tertarik dengan laki-laki yang buka baju HAHAHHAAHA.

Anak-anak Belle Epoque yang lain juga tak percaya Ji Won pribadi masuk ke rumah tanpa menarik hati mereka.
Itu sebabnya Jin Myung khawatir. Dan belum dewasa yang lain juga mengerti kenapa Jin Myung kahwatir dan karenanya oke untuk pergi memetik apel demi terapi Ji Won.
Begitulah Jin Myung mengajak Ji won malam itu dan Ji won bersedia ikut lantaran semuanya ikut.

Satu-satunya yang excited dengan perjalanan ini, tanpa beban ialah Kwon Ho Chang. Ia duduk disamping Ye Eun dan asik memotret dengan kameranya. Ye Eun tidak mood dipotret lantaran ia sedang dalam keadaan tak bagus. Ia sibuk meminta Ho Chang menghapus foto dan Eun meminta mereka berdua diam, jangan berisik. LOL.
Eun bad mood banged hari itu.
JIn Myung memperhatikan semuanya dan menambahkan pesannya pada Jae Hwan, jikalau perjalanan ini, mereka semua membutuhkannya, bukan hanya Ji Won.
Karena situasi mereka kini benar-benar suram.

Perjalanan panjang dan semuanya hanya berdiam diri, Jin myung merasa jikalau ia harus melaksanakan sesuatu. Ia bertanya pada mereka apakah ada topik menarik.
Tapi semuanya diam, mereka sama sekali tidak bergerak, pokoknya udah kehilangan jiwa semuanya, pada termenung.
Ho Chang satu-satunya yang menanggapi dan mulai menceritakan wacana andal matematika Polandia yang menemukan perhitungan dasar yang baru. Yang lain nggak tertarik dan Ye Eun menyampaikan itu tidak menarik, meminta Ho Chang membisu HAHAHHAHAHA.
Suasana kembali sepi dan Jin Myung merasa ia harus melakukannya sendiri, ia mulai menceritakan insiden dikala ia dan timnya makan malam, sebuah lawakan pelesetan kata dan Jin Myung ketawa sendiri sementara yang lain diam, krik krik banged. HAHAAHAHA.
Jang Hoon berkomentar jikalau biasanya ia akan menganggap lawakan menyerupai itu lucu, tapi yang ini sama sekali tidak lucu.
Tapi kemudian Ho Chang tertawa dan yang lain gundah apanya yang lucu, ia malah menjelaskan mengenai pelesetan kata secara ilmiah dan menciptakan semua orang menghela nafas. Jin Myung dan Ho Chang gagal.
Pada karenanya tidak ada yang tertawa lagi, tidak ada yang lucu, semuanya membisu selama perjalanan mereka ke kampung halaman Eun Jae.

Anak-anak sudah keluar dari kereta dan berjalan kaki menuju desa kawasan orang renta Eun Jae tinggal. Ho Chang sibuk dengan kameranya memotret mereka, meminta mereka tersenyum dan lain sebagainya. Pokoknya ia satu-satunya yang heboh.
Saat mereka memasuki desa, Ho Chang mengajak mereka berfoto bersama di tugu selamat datang, tapi yang lain tak tertarik.
Jin Myung merasa ini kesempatan manis dan mengajak mereka untuk berbaris, mengambil gambar bersama-sama.
Akhirnya mereka berbaris juga, meski sama sekali tidak tertarik, tidak bersemangat.
Yang tersenyum hanya Ho Chang dan Jin Myung. Yang lain cemberut, nggak fokus, termenung. omg T_T

Akhirnya rombongan hingga ke rumah Eun Jae dan disambut oleh ayah dan ibu Eun Jae (KYAAAA, masih sama dengan season 1).
Ibu menyambut mereka semuanya yang tiba sehabis melalui perjalanan jauh untuk membantu memetik apel.
Ibu mengomentari jikalau puterinya wajahnya berubah dan menuduh ia melaksanakan operasi plastik selama di Seoul HAHHAHAHAHAH (Ngakak ini penulisnya sanggup aja wkkwwkkw, kemaren episode 1 Ji won yang bilang jikalau Eun Jae tampak berbeda, kini orang tuanya sendiri HAHHAHAAHHA).
Meski ibu karenanya bilang ia bercanda. Ia kemudian bersemangat mengajak semuanya untuk meletakkan barang mereka dan segera bersiap bekerja.
Yang lain kaget lantaran mereka akan pribadi bekerja. Ibu menyampaikan mereka tiba untuk memetik apel bukan liburan, tentu saja harus pribadi bekerja. Ia menyuruh mereka cepat bersiap HAHAHHAHA.

Para laki-laki ikut ayah untuk mengambil kawasan apel yang sudah dipetik.
Ia memperlihatkan 2 buah untuk 1 orang, tapi Haeimdal meminta 4 sekaligus. Mendengar itu, Jang Hoon tidak mau kalah dan meminta 4 juga HAHHAHAHAAH.
Ayah senang lantaran mereka rajin dan bersemangat bekerja.

Para perempuan minus Eun Jae di kebun apel bersama ibu, ibu memperlihatkan bagaimana cara memetik apelnya dan yang bagaimana yang harus dipetik. Eun Jae lantaran sudah paham cara memetiknya, ia pribadi bekerja.
Ia memperlihatkan bejana pada mereka dan mereka mulai pergi ke posisi masing-masing.

Jin Myung masih mengkhawatirkan para adik-adiknya, ia memperhatikan mereka satu per satu. Jo Eun dan Ji Won yang pribadi bekerja. Ye Eun yang petikan pertama apelnya ia makan.
Saat ia melewati Eun Jae, Jin Myung melihat Eun Jae berhenti bekerja dan hanya menatap murung ke bawah, ia menangis. Jin Myung gundah apa yang terjadi dan mendekatinya.
Ia bertanya ada aoa dengan Eun Jae.
Eun Jae menangis dan berkata, burung itu…
Jin Myung bingung, burung itu kenapa?
Eun Jae berkata, burung yang sedang berkicau itu.
JIn Myung tahu dan bertanya lagi, iya, burungnya kenapa?
Eun Jae makin menangis, skylark.
Jin Myung benar-benar tak mengerti dengan burung itu dan Eun Jae meninggalkannya. Jin Myung khawatir dan menatap kepergian Eun Jae.

Ia teringat suatu malam Eun Jae pulang dengan pakaian lembap kuyup. Ia tidak menyampaikan apapun dan berjalan ke kamar dengan kaos kaki basahnya.
JIn Myung yang khawatir melihatnya di kamar. Pakaian Eun Jae yang lembap ada di lantai sementara Eun Jae menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Jin Myung tahu terjadi sesuatu tapi ia tidak bertanya.
Tengah malam, Jin Myung terbangun lantaran ponselnya dan menyadari Eun Jae tidak ada di kawasan tidurnya.

JIn Myung keluar mencari Eun Jae dan mendengarkan ada bunyi di kamar mandi, ia membuka pintu kamar mandi dan melihat Eun Jae sedang menyikat boneka.
Eun Jae menyampaikan jikalau ada bajunya yang luntur dan nodanya mengenai boneka itu, ia ingin membersikannya sebelum membekas, tapi ternyata sudah tidak bisa, lantaran sudah terlalu lama, sekeras apapun ia menyikat, nodanya tidak mau hilang.
Awwwwwww ini mengenai hati Eun jae yang terluka T_T terlanjur membekas dan tak sanggup dilupakan.

Hari berikutnya, Eun Jae sibuk di dapur memanggang roti dan melapisi dengan selai. Masalahnya ialah ia memanggang tidak hanya satu atau 2 roti, tapi tampaknya sekitar 4 bungkus atau lebih, tentu saja Jin Myung terkejut.
Eun Jae menyampaikan ia tak sanggup tidur jadi ia mengembangkan sarapan untuk semuanya.
Dan begitulah pagi itu belum dewasa makan roti yang dibuatkan Eun Jae. oMG, segunung!
Sepertinya mereka sarapan dengan itu selama beberapa hari HAHAAHA.

MAlam berikutnya, Eun Jae menghilang lagi, ia tak ada di kawasan tidurnya.
Jin Myung khawatir dan mencarinya di kamar mandi, tapi Eun Jae tidak ada.
Jin Myung melihat sendal rumah Eun Jae menghadap ke pintu dan berfikir Eun Jae keluar, jadi ia mencarinya di luar.
Jin Myung terkejut Eun Jae duduk di atap malam-malam.

Kembali ke kebun apel, Jin Myung masih mengkhawatirkan Eun Jae dikala ibu mendekatinya dan protes lantaran JIn Myung salah memetik apelnya, ia tidak menyisakan tangkai di apelnya. Ibu mengomelinya lantaran itu apel yang bagus-bagus pula. Jo Eun dan Ye Eun tiba mendekati mereka, mereka tak percaya Jin Myung melaksanakan kesalahan menyerupai itu.
Jin Myung ingin menyampaikan jikalau itu ialah keranjang petikan Eun Jae, tapi ibu malah bertanya memangnya kenapa dengan puteriku? Dia memetiknya manis kok.
Dan mereka melihat Eun Jae sudah memetik di pohon lainnya. Jin Myung karenanya tidak sanggup menyampaikan apapun.

Pekerjaan memetik apel terus berlangsung, Ji Won bekerja dengan baik.
Jin Myung bekerja sambil mengkhawatirkan anak kost lain. Haeimdal tiba mendekatinya dan bertanya apakah Jin MYung butuh sesuatu. JIn Myung menyampaikan tidak.
Haeimdal mengerti, jikalau butuh sesuatu sanggup pribadi bilang padanya.
Ye Eun sendiri memetik sambil terus makan apel HHAHAAHAHA.
Ho Chang yang tenaganya paling lemah diantara laki-laki sering istirahat lantaran kelelahan.
Sementara Jang Hoon dan Haeimdal masih berlomba siapa yang lebih kuat, siapa yang lebih keren, pokoknya mereka nggak mau kalah dan bekerja dengan penuh semangat HAHAHHAHA.
sampai-sampai mereka rebutan mendorong gerobak dan apelnya berjatuhan, HO Chang akan melapor pada ibu tapi mereka membungkam verbal Ho Chang HAHAHHAHAHAHHA.

Selama bekerja itu, Jin Myung tak sanggup melepaskan pandangan dari belum dewasa kost, ia selalu mengamati mereka satu per satu dengan penuh rasa khawatir.
Pada karenanya hari pun sudah siang dan semuanya dipanggil untuk makan siang. Mereka semua kembali ke rumah dan makan.
Jin Myung masih saja tak sanggup lepas dari anak kost, sambil makan ia memperhatikan mereka, ia melihat Eun Jae yang tak selera makan dan Ji won yang tidak bersemangat makan.
Saat Jang Hoon meminta tissu yang ada di hadapan Eun, Eun tidak mengambilkan dan malah sibuk makan, karenanya Jin myung mengambilkan untuk Jang Hoon. JIn Myung kemudian menyadari aklau terjadi sesuatu antara Eun dan Jang Hoon.
Ye Eun sendiri tidak makan banyak, bahkan tampaknya ia tak menyentuh nasinya. Ia menyampaikan jikalau ia masih kenyang lantaran kebanyakan makan apel tadi.
Haeimdal menggunakan kesempatan itu untuk meminta nasi Ye Eun, ia makan dengan lahap menyerupai biasa.

Jin Myung mengkhawatirkan Ye Eun. Saat mereka makan kimbab di kereta pagi tadi, Ye Eun juga tidak makan. Ia malah asik menyuapi Ho Chang.
Jin Myung sangat khawatir, ia terus menatap Ye Eun yang bangun dan pergi basuh tangan.
Jin Myung terus mengkhawatirkan temannya hingga ia lupa menyuap nasinya sendiri. Ibu menegurnya untuk segera makan lantaran yang lain sudah selesai.
Jin Myung mengerti dan melanjutkan makannya. Tapi matanya kembali menangkap Eun Jae yang selesai makan dan pergi dari sana, ia khawatir lagi dan berhenti makan.

Setelah makan, waktunya istirahat.
Jang Hoon dan Haeimdal asik main game.
Ye Eun dan Ho Chang asik pacaran berdua.
JO Eun sibuk dengan HP-nya.
Ji won, Ayah dan Ibu mencoba tidur, tapi lantaran Jang Hoon & Haeimdal berisik, mereka jadi susah tidur. Akhirnya Jang Hoon dan Haeimdal pindah tempat.
Jin Myung memperhatikan mereka semuanya dan ia menyadari jikalau Eun Jae tidak ada disana.
Jin Myung khawatir dan mencarinya.
Awwww Yoon Sunbae fighting!

Jin Myung menemukan Eun Jae duduk di bukit dan menghampirinya. Ia bertanya apa yang sedang dilakukan Eun Jae.
Eun Jae menyampaikan jikalau ia mengamati angin. Kalau mereka melihat ke arah pohon, mereka sanggup melihat arah angin. Dan mereka mencicipi angin yang berhembus dan pergi.
Eun Jae bertanya apakah ia sudah menciptakan Jin Myung lelah dan Jin Myung hanya tersenyum.
Mereka kemudian mendengar bunyi ayah memanggil mereka untuk bekerja dan mereka memutuskan kembali.

Anak-anak bekerja kembali. Ye Eun kelihatan tidak sehat, Jin Myung bertanya apakah sakit lambungnya kambuh, Ye Eun menyampaikan bukan apa-apa.
Ye Eun terus mencoba bekerja tapi ia memang terlihat kesakitan menahan sesuatu.

Di rumah, ayah dan ibu sedang mengepak apel untuk dijual. Ibu terlihat kelelahan jadi ayah menyuruhnya istirahat. Ibu senang sekali.
Ia kemudian masuk ke rumah melalui pintu dapur dan terkejut melihat Ye Eun ada disana, dengan centong nasi di tangannya, ia makan dari kawasan nasi.
Ye Eun terkejut dan akan menjelaskan apa yang ia lakukan, ibu menyuruhnya diam, jangan berisik biar jangan ketahuan.
Ibu mendesah dan menyampaikan ia sudah menduganya, lantaran Ye Eun makan sedikit sekali, pekerjaan memetik apel sangatlah melelahkan.
Ye Eun menutup kawasan nasi dan menyampaikan jikalau makan terlalu banyak apel menciptakan asam lambungnya naik. (LOL, kebetulan sebelum menciptakan sinopsis ini saya terlalu banyak makan jambu biji dan asam lambung naik juga XD ).

 

Ibu kemudian bertanya apakah laki-laki yang menggunakan beling mata itu pacar Ye Eun dan Ye Eun membenarkan (OMG, kapan mulai pacarannya? HAHAHHAHA).
Ibu tersenyum dan menyampaikan di depan pacar sebaiknya jangan makan terlalu banyak, ia tahu hal itu, ia akan menjaga diam-diam Ye Eun.
Tapi ia juga ingin Ye Eun menjaga rahasianya, mengenai ia yang sedang istirahat disini. Ye Eun mengerti.
Ibu kemudian ingin melanjutkan istirahatnya tapi ia melihat Ye Eun yang masih berdiri dengan sendok nasi dan memutuskan bangkit. Ia mengambil sendok nasi itu dan mengomel makan dengan nasi saja mana ada rasanya.
Ibu mengambil mangkuk besar dan memasukkan nasi disana, sisa lauk, kimchi, saos dan lain sebagainya, jadilah nasi campur, nasi burung jikalau kata Lee Young Jae HAHHAAHAHAH.
Ia menyuruh Ye Eun makan itu dan ibu malah ikutan makan bersamanya HAHHAHAHAHA. Ibu menyampaikan jikalau itu yummy sekali, dan  Ye Eun menatapnya.

Ye Eun teringat beberapa waktu yang kemudian ia makan bersama ibunya, makan spagetty.
Ye Eun bahkan belum makan setengahnya tapi ibunya malah menyuruhnya berhenti makan, lantaran Ye Eun akan gemuk jikalau kebanyakan makan.
Ia juga protes lantaran ia sudah tahu pelaku sms terror itu ialah sobat Ye Eun dan menyalahkan Ye Eun lantaran salah menentukan sobat dan bla bla bla.
Setelah itu, Ia kencan dengan Ho Chang, mereka memesan makanan banyak sekali. Ye Eun terus makan dan makan sementara Ho Chang asik bercerita mengenai kegiatan yang ia tangani.
Sampai Ye Eun sadar jikalau ia hampir menghabiskan semua makanan yang ada disana.
Ia memarahi Ho Chang lantaran tidak menghentikannya. Ho Chang meminta maaf. Ye Eun khawatir berapa kalori yang ia makan, Ho Chang malah nggak tau situasi ingin searching kalori toppokki HAHHAHAHAHA.
Ye Eun khawatir dengan berat badannya, Ho Chang menyampaikan jikalau Ye Eun sudah langsing, jadi jangan khawatir. Ye Eun menyampaikan jikalau Ho Chang tahu berapa beratnya, Ho Chang niscaya akan kaget.
Ho Chang malah bertanya berapa dan Ye Eun murka HAHHAHAHAHHAHA.
Ho Chang orangnya lurus-lurus aja, ia nggak peduli problem gituan LOL

Dan begitulah sehabis hari itu Ye Eun diet dan olahraga di rumah.
Ngakak banged ia olahraga beberapa menit dan pribadi menimbang berat badan. Dia teriak sendiri lantaran angkanya sangat tinggi LOL
Emang berat tubuh sebegitu mengerikannya kah?
Aku malah kesulitan menaikkan berat badan, makan semua yang saya suka, ini dan itu, beratnya tetap segitu wkkkwkwkwkw.
Kembali ke rumah keluarga Eun Jae, Ye Eun dan ibu makan dengan lahap. Ia tak peduli lagi problem berat tubuh dan diet.
Ia terus makan dan makan.

Di kebun apel, belum dewasa yang lain terus bekerja.
Mata Jin Myung kembali mencari Ye Eun, ia tak menemukannya dan bertanya pada HO Chang, Ho Chang juga tidak yakin ia kemana, ia menyampaikan tampaknya kesana, menunjuk ke satu arah.
Jin Myung memutuskan mencari Ye Eun, ia kemudian terkejut melihat seseorang berbaju kuning pingsan di bawah pohon apel. Jin Myung segera berlari kesana, ia sangat khawatir, tapi ternyata itu hanya boneka.

Ibu dan Ye Eun kembali ke kebun dikala semuanya sedang beristirahat.
Eun Jae protes lantaran ibunya menghilang, padahal tuan rumah tapi bermalas-malasan.
Ibu yang awalnya mau merahasiakan mengenai Ye Eun malah menyampaikan jikalau ia dari rumah mengembangkan makanan untuk Ye Eun HAHAHHAH.
Ia juga menyampaikan ia sudah renta pinggangnya sakit, tapi Eun Jae protes padahal ibunya sering bilang jikalau ia masih muda HAHAHHAHAH.
Ibu kesal lantaran Eun Jae hanya mengomelinya. Ia kemudian menunjuk Jin myung yang gres tiba juga bermalas-malasan wkkwkwkwkw. Mamanya Eun Jae sama sekali nggak berubah.

Setelah ibu Eun Jae pergi, Jin Myung bergabung dengan mereka.
Ye Eun kemudian merasa ada air menetes, padahal tidak hujan. Eun Jae menyampaikan jikalau itu ialah urin-nya tonggeret. Ye Eun tentu saja terkejut HAHAHAHAHAH. Eun Jae yakin lantaran barusan tonggeret terbang diatas mereka.
Tapi Ye Eun menyampaikan tonggeret mana mungkin terbang sambil pipis. Haeimdal menyampaikan burung saja sanggup pop sambil terbang HAHAHHAAHHA.
Jo Eun menyampaikan jikalau ia mendengar umur tonggeret itu sangat singkat, katanya hanya seminggu.
Eun Jae membenarkan, dikala masih menjadi pupa, ia hidup selama 7 tahun. Tapi sehabis menetas hanya sanggup hidup 7 hari.
Jo Eun merasa kasihan. Ye Eun menyampaikan lantaran itu tonggeret menangis terus, lantaran merasa tidak adil.
Semuanya terdiam.

Jin Myung kemudian berkata, Apakah benar tujuan hidup pupa tonggeret itu hanya untuk berkembang menjadi tonggeret?
Yang lain terkejut dan menatap Yoon sunbae, mereka bertanya apa maksud Jin Myung.
Jin Myung berkata, pada dikala masih menjadi pupa, mungkin tonggeret itu lebih bahagia. Mungkin pupa yang menetas menjadi toggeret itu ialah masa uzurnya.
Yang lain melamun dan berfikir.
Haeimdal menatap Jin Myung. Jin Myung bertanya kenapa, Haeimdal menyampaikan bukan apa-apa. Ia bangun dan bersiap bekerja. Diikuti oleh yang lain.

Anak-anak kembali bekerja, menjelang sore, mereka menuntaskan pekerjaan dan kembali ke rumah. Ibu menyuruh mereka untuk istirahat dan gantian menggunakan kamar mandi untuk mandi. Ia akan memasak untuk makan malam mereka.
Anak cewek memutuskan untuk mandi bersama-sama. Jo Eun tampak mengkhawatirkan sesuatu.
Anak perjaka istirahat menunggu para cewek selesai mandi. Haeimdal dan Jang Hoon masih saja bersaing, Haeimdal mengejek Jang Hoon yang kelelahan hanya bekerja menyerupai itu.
Mereka kemudian membicarakan Haeimdal yang berasal dari Incheon, ia ke Seoul dikala lulus Sekolah Menengah Pertama dan ini ialah tahun ketujuhnya di Seoul.
Saat mereka bicara, tiba-tiba mereka mendengarkan bunyi anak cewek mandi. Para cewek mandi berisik banged dan kebetulan akrab dengan kawasan mereka.
Mereka malah berbaris mendengarkan para cewek yang memuji kulit lah dan lain sebagainya HAHHAAHAAH anak perjaka sok bicara padahal mereka mendengarkan anak cewek.
Mereka kemudian dikagetkan dengan Ayah yang memanggil mereka untuk menggunakan kamar mandi lainnya HHAAHHAHAHAHHAHAHHA.
Dasar cowok.

Continue Reading

More in Age of Youth 2

To Top