Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 5-1

Age of Youth 2

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 5-1

 

Di Epsiode 5 ini kita mengetahui kalau Jo Eun yaitu gadis yang normal, beliau menyukai laki-laki sebagaimana perempuan pada umumnya dan tampaknya Jang Hoon memakai kesempatan itu untuk mendekatinya, meski Jo Eun berfikir kalau Jang Hoon tertarik pada Yeji.
Sementara itu Eun Jae lagi-lagi galau alasannya yaitu patah hati, tapi di episode ini beliau semakin parah sampai-sampai saya nggak nyaman menontonnya :'(

Sinopsis Hello, My Twenties Episode 5 Bagian 1

Pagi yang indah di Belle Epoque, bawah umur sedang melaksanakan acara pagi mereka ketika terdengar bunyi teriakan dari kamar Eun Jae dan abak-anak yang lain berlari ke kamarnya, Eun Jae memperlihatkan HP-nya.
Semuanya berkumpul dan menatap layar HP Eun Jae sambil berteriak kalau beliau gila. Eun Jae memperlihatkan wajah kalau ia tak percaya dengan apa yang sudah ia lakukan.
Eun Jae dalam masa penataan hati alasannya yaitu gres putus dari pacarnya dan malah mengirimkan sms ‘apakah kau sudah tidur’ pada Jong Yeol.
Hal ini terjadi alasannya yaitu semalam Eun Jae  nonton film romantis sambil minum bir, jadi ia mabuk (kalau saya nggak salah sih itu film A Man and A Woman-nya Gong Yoo & Jeon Do Yeon).
Karena menonton film itu membuatnya merindukan mantannya, Jong Yeol, jadi Eun Jae antara sadar dan tak sadar mengirim sms itu pada Jong Yeol, kemudian ia eksklusif tertidur. Makanya ketika pagi harinya ia mengecek ponselnya, ia shock.

Eun Jae sama sekali tidak sanggup damai alasannya yaitu hal itu dan ia gelisah di sofa sementara yang lain sudah kembali ke kegiatan pagi mereka.
Jin Myung masih galau memberi nilai pada Asgard, jadi ia memperlihatkan MV Asgard pada Jo Eun dan Ye Eun, meminta pendapat mereka. Awalnya sih Jin Myung bahagia alasannya yaitu mereka bilang nggak buruk, tapi ketika Jo Eun menyampaikan kalau itu acara komedi, Jin Myung jadi kecewa.
Ji Won sendiri malah asik dengan dirinya sendiri yang seakan-akan menjadi penyiar, melaporkan mengenai penyesalan sesudah mabuknya Eun Jae.
Eun Jae tak peduli dan bertanya pada mereka apakah ada cara menghapus pesannya, tapi tentu saja tidak ada, kalau pesan sudah hingga niscaya tidak akan sanggup dihapus, meskipun belum dibaca.
Ji Won malah menyampaikan ada caranya dan Eun Jae bersiap mendengarkan. Ji Won menyampaikan Eun Jae sanggup kerumah Jong Yeol, belakang layar masuk ke kamarya dan menghapus pesannya tanpa ketahuan, dan duduk masalah selsai.
semuanya hanya sanggup geleng-geleng dan Eun Jae galau lagi. Ji Won kembali melaporkan situasi penyesalan sesudah sadar dari mabuk dan Eun Jae kesal, menyuruhnya diam. LOL.
Karena Eun Jae sangat galau jadi mereka mulai menyampaikan itu hal yang lumrah, salah kirim pesan ketika mabuk. Eun Jae jadi sedikit damai alasannya yaitu yang lain pernah mengalaminya. Ia bertanya bagaimana kalau ia mengirimkan ‘ha ha ha’ tandanya ia sedang bercanda dan tentu saja mereka tidak memperbolehkannya.

Eun Jae  sarapan bersama Ji Won dan Jo Eun, ia terus melihat layar ponselnya dan bertanya-tanya kenapa Jong Yeol belum membacanya.
Jo Eun Mengatakan mungkin Jong Yeol sudah membacanya hanya saja akal-akalan tidak melihatnya. Yang lain bingung, Jo Eun menjelaskan kalau pesan itu sanggup dibaca di layar HP tanpa membukanya dan ia menyampaikan kalau semua yang pacaran niscaya pernah melakukannya.
Ji Won dan Eun Jae melamun HAHHAHAHHA. Ji Won si single semenjak lahir yang nggak tau apa-apa dan Eun Jae yang gres mencicipi cinta pertamanya wkkwkwkwwkkw.
Ji won jadi curiga kenapa Jo Eun tahu padahal ia tak pacaran. Jo Eun menyampaikan kalau Ye Ji sering melakukannya.
Eun Jae jadi ingin tau dan mengecek hp-nya lagi, mencari tahu bagaimana cara mengetahui pesan sudah dibaca atau tidak LOL.

Jo Eun sedang membuang sampah ketika melihat sebuah kertas di tong sampah, goresan pena Eun Jae ketika Eun Jae mengomeli Jong yeol. IA kemudian menyimpan kertas itu.
Lalu JO Eun menerima pesan dan ia membacanya di layar hp tanpa membuka pesannya. Ternyata yang ia katakan tadi yaitu pengalamannya sendiri. Jo Eun mengabaikan pesan Yeji.

Jo Eun akan berangkat bertemu Yeji, ketika melihat Jang Hoon olahraga di halaman. Ia menatap laki-laki itu sambil tertawa mengejek dan Jang Hoon malah berfikir ia sangat ganteng makanya Jo Eun memandanginya. Jo Eun menyampaikan kalau Jang Hoon semakin membentuk otot beliau akan terlihat semakin pendek wkwkwkwkw. Jang Hoon kesal sekali.
Jang Hoon bertanya Jo Eun mau kemana, apakah mau kencan dengan sobat kecilnya itu. Ia yakin niscaya banyak yang berfikir kalau Jo Eun dan Yeji pacaran.
Jo Eun Kesal sekali dan bertanya kenapa Jang Hoon penasaran, ia menebak kalau Jang Hoon menyukai Yeji dan menyuruhnya mengalah alasannya yaitu Yeji suka laki-laki tinggi HAHAHHAHAHAH.

Jo Eun bertemu dengan Yeji dan memperlihatkan surat yang ia temukan dan goresan pena Eun Jae, menurutnya mirip. Kaprikornus disini saya sudah mengerti mengenai surat ini, di surat alamat bertuliskan alamat Belle Epoque, tapi Jo Eun masih tidak yakin apakah itu alamat pengirim atau alamat yang dituju, makanya ia masih mencari tahu apakah seseorang di Belle Epoque itu pengirimnya atau tujuan surat itu.
Jo Eun tampaknya berfikir kalau salah satu anak Belee Epoque yaitu penulisnya, bukan penerimanya, alasannya yaitu menurutnya mereka orang baik, mustahil mendapatkan surat ibarat ini.
Tapi Yeji menuduh Jo Eun tidak ingin menganggap bawah umur Belle Epoque sebagai orang jahat, makanya ia mengambil kesimpulan ibarat itu. Karena Jo Eun tidak sanggup membenci seseorang, hanya akal-akalan membencinya, termasuk ayahnya.
Dan dilihat dari reaksi Jo Eun, tampaknya Yeji benar.

Ye Eun sedang melipat kain dan menemukan sebuah bra yang lumayan, ia merasa itu bukan miliknya dan bertanya pada Jin Myung dan Ji Won, itu juga bukan sesuatu yang akan mereka pakai, mereka juga tak berfikir itu milik Eun Jae. Ji Won sendiri berfikir itu milik Jo Eun (kayaknya Jo Eun sih HAHAHAHA).
Tiba-tiba terdengar bunyi teriakan lagi dari kamar Eun Jae dan Eun Jae berlari membawa HP-nya, semua ingin tau dan berkumpul. Ternyata pesan itu sudah dibaca Jong Yeol, tapi nggak dibalas.
Eun Jae khawatir, ia takut kalau Jong yeol berfikir ia masih belum melupakan Jong Yeol. Yang lain malah 100% yakin Eun Jae belum melupakan Jong Yeol dan Eun Jae bersikeras beliau sudah melupakannya HAHAHHAHAHAAH.

Sementara itu Jong Yeol yang sudah membaca pesannya galau mau menjawab apa. Dia sudah mengetik ini dan itu, tapi pada hasilnya ia menghapusnya lagi.
PAda hasilnya ia memutuskan mengabaikan pesan itu.

Keesokan harinya, Eun Jae sepanjang jalan latihan menciptakan alasan mengenai sms itu, ia akan menyampaikan kalau ia salah kirim. Ia terus latihan dan latihan tanpa melihat kedepan, kemudian ia sadar kalau JOng Yeol ada di hadapannya dan Eun Jae dengan cepat menyampaikan kalau itu sms salah kirim.
Jong Yeol dengan hambar menyampaikan kalau ia sudah menduganya, kemudian ia meninggalkan Eun Jae yang ternganga.

Di rumah, Eun Jae ibarat orang gila, ketawa-ketawa sendiri dan yang lain melihatnya dengan bingung.
Ji won berpura-pura jadi reporter lagi dan mewawancarai Ye Eun, bertanya kira-kira berapa usang ini akan berlangsung. Ye Eun yang berpengalaman duduk masalah cinta menyampaikan luka patah hati akan bertahan setengah dari masa pacaran. Yang berdua asik main-main hingga Eun Jae menatap mereka dengan tajam.
Ye Eun kemudian mendapatkan telpon dari no tak dikenal dan awalnya ia ragu menjawabnya. Tapi sesudah mengetahui siapa yang menelpon, ia menyingkirkan Ji Won yang berusaha mendengarkan percakapannya.
Yang menelpon yaitu Kwon Ho Chang yang mengajak Ye Eun bertemu.
Ji Won terkejut alasannya yaitu Ye Eun sudah sanggup menciptakan kesepakatan dengan seorang laki-laki dan ia bertanya apakah laki-laki itu ganteng. Ye Eun menyampaikan tidak ada standar untuk ketampanan seseorang HAHHAHAHAHA.

Yang lain jadi berfikir, standar ganteng itu apa.
Jin Myung membayangkan pacarnya chef Jae Hwan dengan senyuman manisnya.
Eun Jae membayangkan mantannya Jong Yeol yang menurutnya lumayan.
Jo Eun membayangkan tokoh utama manga yaoi yang ia baca dan tiba-tiba Jang Hoon muncul dibenaknya HAHAHHAHA.
Sementara Ji Won mencoba membayangkan seseorang tapi sama sekali tak ada yang muncul HAHAHAAHAHAHHAAHHAHAHAHHAHAHHA. Kasian banged kau XD XD

Ye Eun berangkat untuk menemui Ho Chang di cafe biasa. Ye Eun terlihat cukup excited tapi ia berusaha tenang.
Dan ternyata pertemuan ini jauh melenceng dari cita-cita Ye Eun. Ho Chang pure mau ketemu alasannya yaitu kesepakatan mereka dulu sebelum berpisah alasannya yaitu ia belum sempat menceritakan mengenai acara yang ia buat, sementara Ye Eun berharap lebih.
Tapi Ho Chang sama sekali tidak mengerti meski sudah di instruksi sama Ye Eun. Ye Eun jadi sangat kecewa, ia bahkan bertanya apakah Ho Chang benar-benar menelponnya hanya untuk menjelaskan programnya dan Ho Chang membenarkan. HAHAHHAHAHA. Poor Ye Eun.
Ye Eun bahkan berfikir kalau Ho Chang dulu tinggal di luar negeri makanya nggak mengerti dengan ‘mengajak cewek keluar’ (Ye Eun menyampaikan kalau Ho Chang nggak mengerti bahasa manusia) dan Ho Chang malah ketawa alasannya yaitu banyak yang menyampaikan ia ibarat itu wkkwkwwkw.

Pada hasilnya Ye Eun pulang dengan raut wajah kesal dan yang lain galau kenapa Ye Eun pulang cepet banged.
Ji Won menebak kalau si pemuda itu sudah berani di pertemuan pertama mereka, menyampaikan kalau Ye Eun diajak ke hotel dan disuruh bayar hotelnya. Ye Eun kesal sekali dengan tebakan Ji Won.
Kemudian Eun Jae lagi-lagi keluar dengan gelisah menyampaikan kalau Jong Yeol akan ikut kencan buta. Ye Eun terkejut alasannya yaitu Jong Yeol cepat sekali bertindak, padahal gres beberapa putus.
Eun Jae menyampaikan anak ceweknya dari Fakultas Olahraga, tampaknya Jurusan Angkat Besi. Tapi yang lain berfikir mungkin dari jurusna lain, ibarat senam irama dan figure skating, yang pastinya ceweknya langsing dan cantik.

Eun Jae nggak mau kalah dan meminta mereka memperkenalkannya dengan pria, ia juga ingin ikut kencan buta. Ji won memperlihatkan diri menjadi mak comblang alasannya yaitu Ye Eun dan Jo Eun tak punya sobat pria.
Awalnya sih alasannya yaitu ‘teman Ji Won’, Eun Jae malas gitu takutnya homogen Ji Won HAHAHHAHAHAH, tapi alasannya yaitu mendesak, ia setuju, tidak ada kriteria tertentu, asalkan laki-laki dan harus sebelum hari kamis ini. Karena ia ingin melaksanakan kencan buta sebelum Jong Yeol HAHHAHAA

Dan begitulah Ji Won memanfaatkan kuasanya sebagai senior untuk menentukan Junior sobat kencan buta Eun Jae. Lucunya ia membariskan mereka dimana mereka sama sekali tidak tahu kenapa Ji Won melaksanakan itu HAHAHAAHHA.
Ji Won hasilnya menentukan satu orang.

Jin Myung sendiri kesulitan dengan pekerjaannya, untuk memberi skor pada member Asgard.
Seniornya tidak mengerti kenapa Jin Myung kesulitan memutuskannya. Jin MYung hasilnya memutuskan untuk melihat penampilan Asgard sebelum memberi nilai, dan ia sengaja ke daerah Asgard manggung malam itu. Sayangnya ketika ia datang, Asgard sudah keluar dan bahkan ada yang menedang tong sampah, tampaknya mereka kesal.
Hae Im dal melihat Jin Myung dan eksklusif berlari mendekatinya, ia menganggap Jin Myung penggemar pertamanya. Jin Myung bertanya kenapa mereka nggak jadi manggung dan Hae Il Dal menyampaikan kalau awalnya mereka diberi waktu 7 enit tapi tiba-tiba mereka menyampaikan waktu tidak cukup, jadi penampilan mereka di cut. Hae Im dal kesal sekali dan ibarat biasa ia menyampaikan tunggu saja kalau ia terkenal nanti.
HAe Im dal mengucapkan terima kasih pada Jin Myung, alasannya yaitu obat dan bubur waktu itu, flunya sudah sembuh. Ia terus menyampaikan kalau Jin Myunga dalah fans pertamanya, meski Jin Myung membantah HAHAHHAHHA.

Ji Won sedang di perpustakaan, tidur. Sung Min ada disana melihatnya, ia geleng-geleng dan mendekati Ji Won, ia membangunkannya dan mengajaknya keluar. Ji Won keluar dengan santai dan sung Min menunggunya, sesudah Ji Won diluar ia menarik gadis itu dengan paksa dan membawanya ke ruang klub.
Sung Min menyuruh Ji Won menjelaskan segala kebohongan yang ia katakan mengenai dirinya di ruangan klub, dihadapan anggota.
Ternyata Ji Won membuatkan kebohongan mengenai alasan Sung Min ditolak masuk wamil yaitu alasannya yaitu ia terlalu gendut. JI Won membuatkan gosip kalau Sung Min pernah turun berat sebanyak 30 kg LOL. Bahkan ada gosip kalau Sung Min punya penyakit mental.
Sung Min benar-benar kesal dan menyampaikan pada mereka alasan ia belum wamil yaitu alasannya yaitu luka ligamen, gara-gara main sepak bola ketika Sekolah Menengan Atas dan Ji Won menambahkan Sung Min ingin menendang bola tapi malah menendang tanah dan jatuh.
Yang lain ketawa. Sung Min makin kesal dan ingin memperlihatkan buktinya, ia bahkan hampir membuka celananya.
Lucunya, Ji Won malah menantikannya HAHHAAHHAHHA. Ia bersorak, lepaskan! lepaskan! lepaskan!

Sung Min benar-benar kesal dan mengunci leher Ji Won dengan lengannya sehingga Ji Won kesulitan bernafas.
Salah satu ingusan yang kelihatan menyukai Sung Min tidak suka melihat itu dan bertanya apa mereka berdua pacaran.
Ji Won eksklusif membantah, tapi Sung Min tidak. EHAAAAAAA.
Junior itu ragu dan bertanya lagi, yakin kalian nggak pacaran? beneran?
Sung Min malah bertanya, kenapa kau penasaran?
Ji Won sepakat dan bertanya balik, kenapa kau penasaran?
Si cewek jadi melamun dan menyampaikan cuma memastikan saja.
Ji Won menahan senyumannya dan melirik ke arah Sung Min yang tenang-tenang saja wkkwkwkwk.

Ji Won dan Sung Min pulang berdua, Ji won sibuk mengejek Sung Min niscaya bahagia sekali alasannya yaitu ada yang bilang begitu padanya, ia bahkan sanggup melihat senyuman di wajah Sung Min HAHAAHAHAH.
Ji Won mengerti setiap awal semester niscaya ada ingusan yang begitu, tapi ia tidak mengerti dimana daya tarik Sung Min, ia menatap Sung Min dari ujung kaki hingga ujung kepala wkkwkwkkw. Ia juga melihat punggung Sung Min dan berfikir jangan-jangan daya tarik Sung Min ada dipunggungnya, atau ligamennya yang robek itu HAHAHHAHA.
Ji Won lucu banged, Sung Min hingga ketawa melihatnya.
Ji Won kemudian bertanya apakah Sung Min akan mendapatkan rasa cinta gadis muda itu dan Sung Min menyampaikan tidak ada yang harus diterima.
Ji Won menyampaikan gadis itu anggun dan imut, tapi tentu saja nggak sanggup menandingi dirinya HAHHAHAHAHAHAHHAHAHA.
Sung Min menatapnya dan menyuruhnya jangan bicara sembarangan wkkwkwkw.

Ji Won kemudian menatap Sung Min lagi dan menyampaikan kalau ia ingin bertanya sesuatu tapi Sung Min jangan marah.
Ia bertanya bagaimana SUng Min mengatasi gairahnya itu HAHAHHAHAHAHA, ia pikir Sung Min tidak normal dan mengajaknya ke rumah sakit tapi Sung Min menyampaikan Ji won lah yang seharusnya ke rumah sakit.
Ji won menyampaikan kalau ia sudah pergi tapi Sung Min menyampaikan bukan ke dokter THT, tapi ke psikiater wkkwkwkwkw. Ia berfikir Ji won kelihatan absurd belakangan ini. Ji won malah menyampaikan kalau tidak absurd maka bukan Song Ji Won namanya HAHAHHAHA.
Sung Min sepakat dengan hal itu, tapi belakangan Ji Won semakin absurd dan ia pikir Ji Won niscaya gelisah alasannya yaitu sesuatu.
Ji won terdiam, Sung Min menebak sempurna sasaran.

Sung Min bertanya apa yang terjadi dan JI Won hasilnya menceritakan mengenai Moon Hyo Jin yang pindah sekolah alasannya yaitu rumor absurd dengan guru seni lukis.
Sung MIn bertanya rumor apa dan JI Won menjawab, penyiksaan anak.
Sung Min menebak, ada kaitannya dengan pelecehan seksual?
Dan Ji Won membenarkan. TApi Sung Min tidak mengerti apa hubungannya dengan Ji Won. Ji Won juga menyampaikan ia tidak tahu, tapi ia takut kalau itu ada hubungannya dengannya.
Sung Min jadi menghentikan langkahnya dan menatap Ji Won yang terus berjalan.

Hari kencan buta Eun Jae dan sobat Ji Won. Eun Jae sudah dandan semaksimal mungkin untuk kencan butanya. Jo Eun bahkan heran kenapa Eun Jae begitu, seakan-akan bersiap ke medan pertempuran.
Eun Jae berkenalan dengan ingusan Ji Won dan kencan buta ini berlangsung sangat awkward, tidak banyak yang mereka bicarakan alasannya yaitu pada hasilnya Eun Jae galau lagi dan bertanya kenapa laki-laki sanggup mencari perempuan lain padahal gres putus. Apakah laki-laki gres putus akan mencari tipe yang sama dengan mantannya atau bertolak belakang dan bla ba bla.
Dan begitulah kencan buta berakhir dengan tidak bersemangat, alasannya yaitu well, mereka berdua nggak cocok, Eun Jae ini nyebelin banged sumpah, di episode ini terutama Zzzzzz.

Jo Eun sedang membaca manhwa di kamarnya ketika Yeji mengirim pesan lagi dan Jo Eun mengabaikannya.
Jo Eun kemudian keluar melihat Ye Eun dan Ji Won sedang belajar, ia duduk diantara mereka dan mereka lain bertanya kenapa?
Jo Eun ingin konsultasi duduk masalah teman, ia bertanya pada ye Eun apakah Ye Eun punya sobat perempuan yang mengirim puluhan sms sehari, contohnya bertanya lagi apa? apa yang sednag kau tonton dll.
Ye Eun membenarkan kalau ia punya, Jo Eun jadi lega. Ia bertanya lagi apakah temannya murka kalau nggak dijawab dan Ye Eun menyampaikan tidak, kenapa harus marah? Anggap saja kalau orangnya lagi sibuk. Jo Eun mengerti.
Ia bertanya lagi, apakah simpulan pekan mereka sering nongkrong bareng, contohnya menonton film?
Ye Eun menyampaikan kalau nggak punya pemuda pada umumnya memang begitu, nonton bareng, shopping bareng. Ji Won membenarkan.
JO Eun bertanya lagi, tapi kalau nambah 1 sobat lagi beliau akan marah?
Ye Eun nggak setuju, jutsru kalau rame-rame jadi lebih seru, tentu saja kalau itu bukan orang yang ia benci.
JO Eun jadi berfikir lagi.

Saat mereka mengobrol, maknae pulang dari kencan butanya.
Eun Jae kelihatan nggak bersemangat dan mereka bertanya bagaimana kencan butanya. Eun Jae menyampaikan cowoknya terlalu pendek, Ji Won bingung, bukannya Eun Jae bilang nggak suka pemuda tinggi, Eun Jae mencari alasan lagi menyampaikan kalau wajahnya terlalu kecil, Ji Won galau bukankah semakin kecil semakin bagus? Ye Eun membenarkan.
Eun Jae mencari-cari alasan lagi, terlalu banyak tahu, terlalu sopan, pokoknya biasa-biasa saja.
Eun Jae kemudian masuk ke kamarnya dan yang lain hanya sanggup memandanginya bingung.

Eun Jae keluar dari kamar sesudah ganti baju ketika sobat kencannya menelpon Ji Won. Eun Jae meminta Ji won menyampaikan kalau ia tidak mau bertemu lagi. Ji Won bicara dengan temannya di telpon dan menyampaikan ia mengerti. Eun Jae mengingatkan kalau ia tidak cocok dengan laki-laki itu.
Ji Won membenarkan, Eun Jae masih nggak paham dan meminta Ji Won menjelaskan pada orang itu, kalau orangnya baik tapi agak….
Ji Won menyampaikan tidak apa-apa, alasannya yaitu temannya juga bilang begitu. Eun Jae terkejut, Apa?
Ji Won menyampaikan kalau temannya bilang Eun Jae sangat baik dan ramah tapi bukan tipenya.
Eun Jae jadi terdiam. Ye Eun terkejut alasannya yaitu Ji Won menyampaikan eksklusif begitu, nggak mikir-mikir.
Eun Jae berjalan menuju ke kamar mandi dan ia bertanya kenapa nggak cocok? kenapa saya bukan tipenya? Tipe ibarat apa yang beliau sukai? Kalau suka ya bilang nggak suka? Apaan sih, munafik!
Ji Won jadi serba salah dan menyampaikan tadi Eun Jae juga bilang begitu dan Eun Jae malah bilang, memangnya saya kenapa?
Ji Won jadinya nggak sanggup bicara lagi.

*Curhat dikit, baiklah gue nggak ngerti duduk masalah kencan buta dan duduk masalah penolakan sesudah pertemuan pertama dan bla bla bla. Tapi ngerasa nggak sih si Eun Jae ini egois banged disini? Kok kayaknya beliau maunya beliau yang menolak gitu, nggak mau ditolak, Nggak ngerti deh masalahnya dimana, masa si pemuda nggak boleh memberikan pendapatnya? Dia nggak terima gitu dibilang ‘bukan tipenya’, lah memangnya kenapa, beliau juga tadi nyari-nyari banyak alasan kan? Zzzzzzz.
Sensi banged memang sih, harusnya nggak sudah sok mau kencan buta segala, toh si mantan nggak akan sanggup digantikan sama pemuda lain, mau nyari diantara 100 orang juga ga akan ada yang kaya si mantan, kalau masih mau nyari yang kaya si mantan ya balikan aja, tapi harga diri terlalu tinggi sih dianya. Ugghh, kan saya jadi kesel.
Aku pernah tweet selesai nonton episode ini, Eun Jae season 2 ini termasuk dalam list most annoying character dari semua kdrama yang udah saya tonton. Nggak suka saya sifatnya yang begini. Kok diseason 2 beliau jadi gini ya, apa alasannya yaitu beda pemain, jadi beneran terasa kaya orang lain belakangan ini HAHHAHAHAHAHA. Mian ya bagi yang suka sama karakternya, ini cuma pendapat saya aja LOL.

Jo Eun pulang dari supermarket ketika Jang Hoon memperbaiki lampu di teras. Jo Eun nggak sengaja lagi melihat perut Jang Hoon dan beliau aib sendiri wkkkwkwkw.
Jang Hoon menebak kalau JO Eun berasal dari Sekolah Menengan Atas perempuan dan tampaknya tebakan Jang Hoon benar. JO Eun ibarat ingin menanyakan sesuatu, jadi ia nggak masuk-masuk hingga Jang Hoon bertanya apakah ada yang ingin Jo Eun katakan.
Jo Eun bertanya pada Jang Hoon apakah ia dan Yeji benar-benar terlihat ibarat dua orang yang punya kekerabatan ibarat itu?
Jang Hoon berkata, tingkah kalian ibarat itu tapi takut orang salah paham?
Jo Eun menyampaikan mereka hanya berteman dan Jang Hoon bertanya, apakah beliau juga menganggap ibarat itu?
Jo Eun ragu, Jang Hoon menyuruhnya bertanya langsung, tapi tentu saja Jo Eun tidak sanggup melakukannya, mengingat Yeji orangnya sangat sensitif.
Jang Hoon jadi melamun dan menatap Jo Eun, JO Eun bertanya kenapa.
JAng hoon menyampaikan kalau Jo Eun lah yang sensitif alasannya yaitu nggak berani bertanya.

Jang Hoon kemudian bertanya apakah Jo Eun pernah punya cowok, tapi Jo Eun berfikir Jang Hoon menanyakan wacana Yeji dan menjelaskan kalau Yeji itu populer, banyak yang suka padanya.
Jo Eun kemudian menyadari sesuatu dan mengejek Jang Hoon, katanya nggak suka Yeji tapi nanya-nanya Yeji terus. Jang Hoon tentu saja galau alasannya yaitu ia tidak merasa menanyakan Yeji HAHHAHHAHA.
JAng Hoon jadinya hanya sanggup ketawa alasannya yaitu kesalahpahaman ini, Jo Eun bahkan menyampaikan kalau Jang hoon mau ia akan memperkenalkannya pada Yeji dan Jo Eun mulai memuji-muji Yeji yang manis dan punya banyak aegyo.
Jang Hoon hanya mendengarkan dengan sabar. Melihat Jang Hoon yang memperlihatkan wajah kalau ia tak tertarik, Jo Eun jadinya menyampaikan kalau nggak mau ya sudah.
Jo Eun akan masuk ke rumah dan Jang Hoon bertanya kapan?
Jo Eun terkejut. Jang Hoon masuk ke rumah dan mengaakan kalau ia lagi senggang, jadi ia baiklah oke saja dikenalin sama Yeji.

Keesokan harinya, Jo Eun mengajak Yeji ke sebuah cafe tanpa memberitahu Yeji kalau Jang Hoon akan bergabung dengan mereka. Begitu masuk, Jo Eun sudah mencari-cari Jang Hoon, tapi alasannya yaitu Jang Hoon belum datang, mereka duduk duluan. Yeji bertanya apakah ada orang lain yang akan tiba dan Jo Eun membenarkan, Yeji nggak sempat bertanya lebih lanjut alasannya yaitu Jo Eun pergi memesan minuman.
Tak usang kemudian Jang Hoon tiba dengan kaos oblong dan celana pendek, Jo Eun hanya sanggup ternganga melihat style Jang Hoon yang biasa banged. Jang Hoon tanpa pikir panjang duduk disamping Jo EUn. Yeji terkejut.
Jo Eun komentar kenapa Jang Hoon berpakaian ibarat itu, Jang Hoon tidak berfikir ada yang salah dengan pakaiannya.
Yeji mulai tidak damai dan bertanya siapa dia.
Jo Eun dan Jang Hoon saling pandang dan Jang Hoon memberi salam, kemudian ia mengambil minuman Jo Eun dan minum dari sedotan yang sama HAHHAAHHAHA, Jo Eun terkejut alasannya yaitu itu minumannya dan JAng Hoon malah mengatakan, memangnya kenapa?
Yeji shock wkkwwkw.

Jang Hoon menyampaikan hari ini sangat panas dan mendekatkan kursinya ke arah Jo Eun, bahkan meletakkan tangannya di sandaran dingklik Jo Eun, Jo Eun jadinya gugup. Yeji yang melihat keduanya tidak tenang, alasannya yaitu dilihat dari sisi manapun, keduanya ibarat sedang pacaran dan ia berfikir Jo Eun ingin memperkenalkan pacarnya padanya
Yeji mencoba bersikap damai dan bertanya lagi siapa dia.
Jo Eun menjawab gugup dan Jang Hoon memotong, Aku? Eun belum pernah mengungkit wacana aku? Kau sama sekali tidak pernah menceritakan saya padanya?
Yeji menatap Jo Eun, Jo Eun menyampaikan ia gres akan memperkenalkan mereka berdua.
Jang Hoon malah nakal, seolah ada sesuatu di indera pendengaran Jo Eun dan ia akan mengambilnya, Jo Eun panik dan menepisnya.
Jang Hoon malah menikmatinya dan menyampaikan kalau Jo Eun anaknya pemalu HAHAHAHHAHAHAHAHAHA. Njir!!!!
Yeji benar-benar shock dengan keadaan ini.
Jo Eun kesal sekali kenapa Jang Hoon sangat berlebihan. Jang Hoon malah mulai manja pada Jo Eun, membelai rambutnya BUWHAHHAHAHHAHAHAHAH.
Yeji udah nggak tahan lagi melihat mereka berdua ibarat itu, ia berdiri dan menyampaikan akan ke toilet, Yeji bahkan membawa minuman bersamanya.

Setelah Yeji pergi, Jang Hoon menarik kesimpulan kalau Jo Eun menyukai laki-laki dan menyampaikan tak peduli bagaimana gadis itu menganggap Jo Eun, tapi kedepannya ia yakin Yeji hanya akan menganggap Jo Eun temannya (karena tau kalau JO Eun punya pacar).
Jo Eun membisu saja, ia bertanya kenapa Jang Hoon sanggup tahu (kalau ia menyukai pria) dan Jang Hoon menyampaikan sekali lihat ia sanggup tahu. Percuma kalau Eun mau menyembunyikannya.
Jo Eun bertanya apakah Jang Hoon tidak merasa kesal dan JAng Hoon bertanya kalau ia kesal apakah Jo Eun mau minta maaf?
Jo Eun menolak. Jang Hoon tersenyum menyampaikan Jo Eun kelihatan imut kalau ibarat ini HAHAHAHAHAHHA. Jo Eun kesal banged XD
Jang Hoon bertanya, kenapa sih kalau mendengar orang memujimu bawaabmu emosi terus?
Jo Eun mengejek Jang Hoon, dasar cebol. (XD)
Jang Hoon kesal, siapa suruh kau tumbuh setinggi itu?

Keduanya terus menunggu Yeji yang nggak muncul-muncul, ketika Eun menyidik ke kamar mandi, Yeji sudah tidak ada, gelas yang dibawa Yeji kelihatan di daerah sampah.
Eun mencoba menghubungi Yeji tapi tak dibalas dan Eun menyalahkan Jang Hoon. Jang Hoon sih berfikir kalua itu tak duduk masalah kalau jika Yeji terluka, kalau memang seharusnya ia terluka, masa Eun beneran mau pacaran sama Yeji?
Eun menyampaikan bukan begitu, hanya saja ia tak mau ada orang yang terluka. Terutama orang-orang yang menyayanginya.
Jang Hoon bertanya kenapa, apakah Eun pernah dilukai oleh orang yang ia sayangi?
Eun terdiam, ia tak menjawab dan meninggalkan daerah itu. Jang Hoon terus ngekor dibelakang, ia memperlihatkan membawa tas tapi  Eun menolak. Jang Hoon tak mengerti kenapa Eun murka padanya, kau tak peduli kalau saya terluka?
Eun menyampaikan ia tak peduli.
Jang Hoon bertanya, bukankah kau bilang tidak ingin orang yang menyayangimu hingga terluka?
Eun mengehntikan langkahnya, Apa?
Jang Hoon berjalan mendekatinya, ia menatap Eun dan memaksa mengambil tas itu, kemudian berjalan sambil tertawa HAHHAHAHAAAHAHAHHA.
NJIR INI COUPLE KOK JADI BIKIN BAPER?! NGGAK NYANGKA HHAHAHHAHAAHA

Continue Reading

More in Age of Youth 2

To Top