Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 8-2

Age of Youth 2

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 8-2

———————————————————————————-


Sinopsis Hello My Twenties 2 Episode 8 Part 1

Jo Eun menceritakan kejadian kemarin pada Yeji dan Yeji malah menyampaikan tampaknya seru menonton pertengkaran itu HAHAHHHAAHHA. Karena nggak ada kekerabatan dengannya jadi menurutnya seru, ia juga ingin tau orang ibarat apa Ye Eun itu hingga banyak orang membencinya.
Jo Eun menyampaikan kalau mereka tak boleh bicara begitu, Ye Eun kini ini sangat terpukul.
Yeji tidak mengerti, lantaran coretan di foto? Karena sms yang menyampaikan ia wanita jahat? Aigooo, jikalau ia melihat ular di kotak penyimpanannya ia mungkin akan bunuh diri.
Yeji memakai kesempatan ini untuk menyuruh Jo Eun pindah dari sana, lantaran JO Eun dapat ketularan nantinya. JO Eun menyampaikan pertengkaran mereka tidak ada kekerabatan dengannya tapi Yeji menyampaikan kita tak dapat mengetahuinya ada atau tidak kekerabatan dengan kita.
Ia menyuruh JO Eun jangan bersahabat dengan orang yang dibenci orang lain, jangan ikut campur juga.
Saat Yeji bertanya kapan Jo Eun akan pindah, Jo Eun menyampaikan sehabis ia menyampaikan perihal suratnya ia akan pindah.
T___T jangan pindah donkkkk

Ye Eun curhat pada Ho Chang mengenai pertengkaran semalam menyampaikan kalau ia sudah cukup tertekan dan Eun JAe masih bilang kalau ia dibenci banyak orang dan sembarangan pacaran. Ia juga tahu gara-gara dirinya yang lain jadi terkena sial, setiap kali melihat luka di lengan Eun Jae ia juga merasa bersalah, tapi menurutnya Eun Jae tidak pantas bicara begitu padanya.
Ho Chang yang mendengarkan semenjak tadi hanya menjawab dengan oh oh dan oh, Ye Eun jadi kesal karenanya. Ia menyampaikan tampaknya Ho Chang salah menilainya, ia bukan orang baik. Tapi Ho Chang menyampaikan Ye Eun itu orang baik dan cantik.
Ye Eun kemudian bertanya, kemudian kenapa saya dapat dibenci orang lain?

Di perusahaan, Jin myung dan sunbaenya sedang melihat komentar-komentar artis yang tertangkap tangan pacaran kemarin dan banyak komentar jeleknya. Makara mereka mengumpulkan screencapture komentar jahat dan mengirimkan ke kuasa hukum.
Sunbae menyampaikan ia tak mengerti bagaimana perasaan mereka yang membaca komentar ibarat ini, ia sendiri yang ga ada hubungannya jadi kesal. Menurutnya idol yang bersangkutan tidak membacanya, jikalau mereka membacanya dan stress itu sebabnya banyak yang kena penyakit depresi.
JIn Myung mengerti, kemudian ia melihat jam dan menyampaikan ia harus keluar. Ia akan menemui Haeimdal hari ini.

Haeimdal sendiri ada di depan perusahaan, ia melaksanakan agresi protesnya sendiri pada Oh & Park yang sudah memutuskan secara sepihak kontrak mereka dan menghancurkan harapan mereka.
Yang lewat disana melihatnya dan memotretnya.
Jin Myung yang keluar dari perusahaan melihat hal itu dan terkejut. Ia bertanya kenapa HAeimdal melaksanakan ini padahal sudah bersedia menandatangani pemutusan kontrak.
Haeimdal mengoreksi menyampaikan kalau ia mempertimbangkannya, ia tidak bilang kalau ia setuju.
Ia menyampaikan perusahaan memutuskan mereka secara sepihak jadi ia juga dapat melaksanakan apapun yang ia inginkan, JIn mYung yang tahu bahkan tidak menyampaikan apa-apa padanya.
JIn Myung hanya dapat menghela nafas, kemudian ia ditelpon atasannya dan atasannya memarahi Jin Myung lantaran duduk kasus itu.
Demo tunggal HAeimdal sudah menyebar di internet sepertinya.

Sung Min sedang jalan sendiri dan Ji Won melihatnya, ia kemudian sengaja mendekati Sung Min rahasia dan melompat ke punggung Sung Min, ia menyuruh Sung Min melepaskannya ibarat jurus yang Sung Min ajarkan dan Sung Min dapat melakukannya dalam beberapa detik saja.
Ia bahkan menahan tangan Ji Won dan Ji won lucu banged, sehabis Sung Min melepaskannya ia berakting kalau Sung Min melaksanakan kekerasan padanya HAHHAHA.
Sung Min melepaskannya lantaran ia melihat ada yang tiba dan Ji Won gres sadar kemudian. Orang itu yaitu sahabat Ye Eun, ia ingin mengajak Ji Won bicara.
Ji Won mengerti dan mengikutinya, Sung Min mengingatkan Ji Won jangan menggosip tentangnya dan Ji Won tiba-tiba menciptakan seolah tangannya lemas lantaran di tarik tadi dan jalan terpincang juga seolah kakinya sakit.
Sung Min protes lantaran ia sama sekali tidak melaksanakan apa-apa pada kaki Ji Won  HAHAHAHAH.
Tapi Sung Min senyum tuh, hehhehhhehehe. Awwwww, ini yang berdua udah episode 8 mana nih scene romantisnya? Masa bakalan kaya gini terus? 0_o

Teman Ye Eun ingin mendiskusikan duduk kasus Ye Eun dengan Ji Won.
Ia bertanya apa benar Do Young tidak di korea lagi dan selain Do Young siapa yang dicurigai Ye Eun.
JI won menyampaikan Ye Eun tidak meragukan siapapun dan dikala ia bertanya apakah Ye Eun akan lapor polisi, JI Won menyampaikan tampaknya duduk kasus ibarat ini terlalu ringan kalau dilaporkan kepolisi, ia juga menyampaikan Ye Eun akan berdiskusi dengan orang tuanya terlebih dahulu.
Teman Ye Eun berfikir dan Ji Won resah kenapa sahabat Ye Eun bertanya padanya bukan pada Ye Eun langsung. Teman Ye Eun menyampaikan ia punya alasan sendiri.
Hmmmm, tampaknya pelakunya memang sahabat Ye Eun satunya dan temannya ini tahu.

Jin mYung kembali disinggung oleh atasannya lantaran tidak dapat menuntaskan tugasnya dan ia menyampaikan ia akan menuntaskan duduk kasus Asgard.
JIn mYung membisu saja dan terus melanjutkan pekerjaannya tanpa mengeluh.
Saat pulang, ia melihat HAeimdal yang masih demo. Jin mYung tidak menyapanya dan berjalan melewatinya begitu saja.

Di rumah, Ye Eun sedang memasak air tapi ia malah ke toilet dan dikala airnya mendidih, Eun Jae yang ada di meja makan mengingatkannya. Ye Eun yang sikat gigi meminta mereka mematikan airnya. JO Eun ada di ruang tamu membaca manga dan menunggu apakah Eun Jae yang lebih bersahabat akan mematikan kompor.
Tapi Eun Jae cuek, jadi Jo Eun mematikannya.
Eun Jae protes, mau sikat gigi kok menyalakan kompor. Ye Eun juga menyinggung Eun Jae yang tidak mematikan lampu habis dari toilet.
Keduanya mulai sabung lisan yang nggak penting dan saya malas membahasnya.
Ji Won pulang tak usang sehabis itu dan Jo Eun berlari menyambutnya, kenapa Ji won pulang usang sekali. Ji Won resah lantaran ini bahkan belum jam 9 dan Jo Eun memberi arahan kalau Eun Jae dan Ye Eun bertengkar lagi.
Ye Eun membanting pintu kamar mandi dan Eun Jae menutup laptopnya dengan bergairah dan pergi ke kamar.
Ji Won sih santai saja melihat mereka dan menyampaikan sebentar lagi juga baikan.
JIn Myung kemudian pulang, Ji won berusaha menyapa dengan ramah tapi Jin Myung sedang tak bersemangat.

Jo Eun masuk ke kamar dan memutuskan untuk membicarakan surat itu hari ini.
Ia mengambil suratnya dan meminta semua anak kost untuk berkumpul lantaran ia ingin menyampaikan sesuatu.
Semuanya sudah berkumpul dan Jo Eun mulai menyampaikan kalau ia gotong royong sudah ingin membicarakan ini semenjak beberapa hari yang lalu. Yang lain melongo dan menatap JO Eun.
JO Eun berkata, kaluan berdua sebelumnya pernah bertanya padaku kenapa saya dapat tiba ke rumah ini. Sebenarnya yaitu gara-gara ini.
Jo Eun mengeluarkan surat pink itu dan meletakkannya di atas meja. Yang lain resah dan melihat surat itu, tapi gres beberapa detik, sebelum mereka sempat menyampaikan apapun, bel berbunyi.
JO Eun sangat kecewa lantaran tampaknya ia akan gagal lagi.

Ye Eun membuka pintu, ternyata yang tiba yaitu ibunya.
Ibu Ye Eun kelihatan murka dan menyuruh Ye Eun segera berkemas untuk pulang ke rumah sekarang.
Ibu masuk ke rumah, belum dewasa kost berbaris dan memberi salam, ibu hanya melewati mereka. Ye Eun mengejar ibunya.
Ye Eun bertanya kenapa mendadak begini dan ibu memarahi Ye Eun, lantaran pengacara menelponnya menyampaikan kalau Ye Eun berafiliasi dengan orang asing belakangan ini. Apa saja sih yang kamu lakukan? Kenapa dapat ada kejadian ibarat ini lagi? Dulu ibu sudah pernah bilang kan, kalau ada kejadian ibarat ini lagi, segera pulang ke rumah!
Ye Eun membisu saja. Yang lain juga terdiam, mereka tak dapat menyampaikan apapun.

Ibu Ye Eun masuk ke kamarnya dan memaksa Ye Eun mengemasi barangnya. Ibunya terus memarahi Ye Eun sementara belum dewasa kost lain mendengarkan dari luar.
Ibu berkata, bukannya berguru dengan benar, tiap hari pacaran makanya dapat ada kejadian ibarat ini. Anak orang lain tidak begitu, hanya kamu yang ibarat ini. Coba kamu lihat belum dewasa kerabat kita, tidak ada yang sepertimu. Kau tidak tahu betapa lelahnya saya membantumu menuntaskan duduk kasus ini secara diam-diam. Mau menciptakan aib keluarga juga ada batasnya!
Jin Myung awalnya ingin mencoba masuk ke kamar Ye Eun, tapi mereka tidak dapat melakukannya dan memutuskan menjauh dari kamar Ye Eun. Mereka menunduk ke meja makan.
Ibu terus mengomel, KAu itu berguru dari mana, semakin usang semakin keterlaluan. Jangan banyak omong! Segera bereskan barangmu dan pulang!
Ye Eun menolak, ia memikirkan kuliahnya tapi ibu menyampaikan kini yang penting bukan kuliah Ye Eun, Ye Eun bertanya memangnya ia kenapa?
Ibu menjawab, katanya kamu punya pacar lagi? Mirip siapa kamu sebenarnya? Begitu pintar merayu pria! Masih belum menikah sudah kerumah bawa-bawa cowok. Karena kamu ibarat ini makanya ada kejadian ibarat itu. Lagipula, gres beberapa waktu yang kemudian kejadian ibarat itu kamu sudah cari perjaka lagi? Jangan hingga tersebar keluar, mau taruh dimana mukaku.
Anak-anak hanya membisu mendengarkan itu, mereka tak tahu harus bagaimana meski merasa ibu sudah keterlaluan. Sementara itu Eun Jae kelihatan menjadi yang makin tetusuk lantaran kata-katanya sebelumnya ibarat mirip kata-kata ibu sekarang.

Ibu keluar dari kamar Ye Eun dan menyuruhnya cepat membawa koper ke mobil, ia akan menunggu di mobil. Ia menyampaikan untuk tidak kembali ke temapt itu lagi.
Ye Eun keluar dari kamarnya dan berusaha terlihat kalau ia baik-baik saja. Ia meminta maaf ibunya begitu lantaran emosi, ibunya biasanya tidak ibarat itu.
JI Won mendekatinya dengan wajah murung dan bertanya apakah Ye Eun akan pergi. Ye Eun menyampaikan kalau ia harus pergi sekarang.
Saat ditanya apakah ia akan kembali, ia tak dapat memastikan dan meminta mereka membawakan barang-barangnya. Yang lain pribadi berjalan ke kamar Ye Eun untuk membantunya, kecuali Eun Jae yang masih merasa bersalah.
Satu per satu keluar membawa barang bawaan Ye Eun, Eun Jae membisu saja, duduk di ruang makan. Saat Ye Eun lewat, Ye Eun hanya menatapnya dan kemudian keluar menemui yang lain.

Mereka memasukkan barang Ye Eun ke kendaraan beroda empat dan Ye Eun bersiap pergi. Saat ia akan masuk, Eun Jae menahannya. Ye Eun awalnya mencoba untuk tidak terlihat sedih, tapi matanya sudah berkaca-kaca. Ia meminta mereka jaga diri dan menyampaikan beberapa waktu ini ia yakin semuanya sangat tidak nyaman gara-gara dirinya.
Eun JAe membenarkan kalau ia merasa tidak nyaman. Ye Eun meminta maaf dan meminta Eun Jae menjaga dirinya.
Tapi Eun Jae menolak, saya tidak mau! Jangan pergi! Kenapa kamu sama sekali tidak menyampaikan apapun?! Bukankah Ye Eun sunbae yaitu tipe yang akan menyampaikan apa adanya? Bukankah kamu selalu menyampaikan sesuatu dengan jelas? Pintar sekali memakai kata-kata yang dibenci orang? Kenapa kini kamu membisu saja? Sudah terang itu yaitu salah ibu sunbae. Ibumu yang salah bicara.  Apa salahmu hingga ibuny bicara ibarat itu padamu? Kau yaitu korban, kenapa kamu yang disalahkan? Suruh ia minta maaf. Suruh ibumu minta maaf padamu. Jangan membisu saja ibarat orang bodoh!
(Maaf lantaran pas adegan ini saya nggak tahan buat ketawa lantaran Eun Jae menyampaikan hal ibarat itu kini padahal sikapnya tadi ibarat ibu Ye Eun, mungkin kesudahannya ia sadar kata-katanya menyakitkan sehabis mendengar orang lain menyampaikan itu pada Ye Eun).

Ye Eun yang berusaha menahan air matanya tidak tahan lagi dan menangis.
Ibu keluar sehabis mendengarkan Eun Jae menyampaikan hal buruk tentangnya. Eun Jae tak gentar dan menyampaikan kalau Ye Eun sama sekali tidak bersalah, kenapa ibu menyampaikan hal ibarat itu padanya. Kenapa harus memarahinya ibarat itu dan membuatnya terluka?
Ibu kesal mendengarnya dan meminta Ye Eun segera naik. Ye Eun ingin melepaskan tangannya tapi Eun Jae memegangnya dengan erat dan menolak Ye Eun pergi ibarat ini.
Jin Myung kesudahannya memutuskan bicara, ia juga merasa kalau Ye Eun seharusnya tidak pergi.
Ibu jadi kesal, kenapa kalian semuanya begini? Kalian ini siapa? Kalian berani bertanggung jawab?

Jin Myung menyampaikan tidak, kenapa saya harus bertanggungjawab? Bagaimana kami dapat bertanggung jawab atas kehidupan orang lain? Siapapun tidak sanggup. Begitupun anda. Hidup Ye Eun menjadi tanggung jawabnya sendiri. Karena itu ia harus memutuskannya sendiri.
Ibu terdiam. Ye Eun masih menangis menatap teman-temannya. Ji Won mengangguk meminta Ye Eun memutuskan sendiri apa yang ingin ia lakukan.
Ibu menyuruh Ye Eun cepat naik. Ye Eun menatap ibunya.

Beberapa dikala kemudian ibu Ye Eun meninggalkan Bell Epoque tanpa Ye Eun.
Ye Eun menatap kendaraan beroda empat ibunya dan menyampaikan kalau ibunya sangat menakutkan.
Ji Won menyampaikan sekalipun ada yang lebih menyeramkan dari ini, tapi tak ada orang bau tanah yang dapat mengalahkan anaknya. Ye Eun merasa kalau ibunya akan menang dan mereka komentar jadi Ye Eun mau kembali ke rumah lagi?
Yang lain bersiap membawa barang Ye Eun kembali ke kamar dan tiba-tiba Eun Jae merasa kalau kakinya lemas.
Mereka membantu Eun Jae berdiri, lantaran nasi sudah jadi bubur, yang dapat mereka lakukan yaitu menghadapinya.
Eun Jae dan Ye Eun kembali ke rumah sambil pegangan tangan. Yang lain komentar mereka tadi nggak sadar kalau Eun Jae konyol sekali, bicara pada ibu Ye Eun tapi menatap ke arah Ye Eun.

Semuanya kembali ke rumah dan bernafas lega, setidaknya untuk sementara waktu.
Karena sudah larut, jadi mereka memutuskan pribadi tidur, beres-beres kopernya besok saja.
Semua kembali ke kamar masing-masing, Jo Eun menatap  surat pink yang ada di meja dan menghela nafas.
Ia membiarkannya disana.

Malam itu, Ye Eun bicara pada Ji Won ditengah kegelapan malam, apakah ia begitu dibenci oleh orang-orang?
Ji Won tidak mengerti. Ye Eun menyampaikan Eun Jae bilang begitu padanya, ia selalu menyampaikan hal yang dibenci orang lain.
Ji Won mengingatkan Eun Jae juga menyampaikan kalau Ye Eun orangnya selalu menyampaikan apa yang ingin dikatakan dengan jelas.
Ye Eun bertanya apakah Ji won juga berfikir ia sangat dibenci orang lain?
JI Won kayaknya udah ngantuk banged, jam segini kamu masih ingin tau hal itu?
Ye Eun membenarkan dan Ji won membenarkan kalau Ye Eun sangat menjengkelkan HAHHAHAHAHHAHA.

HAri minggu, anak kost gotong royong.
Surat Jo Eun masih ada di atas meja, bahkan Ye Eun yang membersihkan meja memegangnya tapi ia tak penasaran. JO Eun melihatnya dan ia membisu saja (kasian banged si surat merah HAHAHHAAH).
Tiba-tiba ada yang tiba menjadi Jo Eun, ayahnya.

Jo Eun bertemu dengan ayahnya di luar, ayahnya membawa anak selingkuhannya.
JO Eun bertanya kenapa ayahnya tiba dan ayah menyampaikan Jo Eun tidak menjawab telponnya. Ia meminya anaknya Jo Hyeon memperkenalkan diri pada Jo Eun.
Jo Hyeon ingin tau kenapa rambut Eun pendek dan Eun tidak mau mendengarkan anak itu bicara dan bertanya kenapa ayahnya datang.
Ayahnya memegang tangan Hyeon dan ayah menyampaikan kalau Hyeon sudah 7 tahun dan harus masuk sekolah, jadi ia ingin Eun meyakinkan ibu Eun untuk menandatangani surat cerai.
JO Eun bertanya kenapa ia harus melaksanakan itu. Hyeon takut melihat tatapan Eun dan ayahnya menanangkannya.
Eun tidak suka melihat hal itu dan kesudahannya menyanggupi ia akan membujuk ibunya, tapi ia ingin ayahnya menjawab petanyaannya, Jika kelak kamu bertemu dengan yang lebih baik, apakah kamu akan meninggalkan mereka? Meninggalkan anak ini dan ibunya?
Ayahnya terdiam. Hyeon meminta ayah jangan bertengkar dan ayah menyampaikan kalau mereka tidak bertengkar.
Eun meninggikan suaranya, Ayo jawab! Jika kamu bertemu dengan yang lebih baik, apa kamu akan meninggalkan mereka?

Mata Eun sudah memerah. Ayah meminta maaf pada Eun dan mengajak puteri kecilnya untuk pulang.
Eun menatap kepergian mereka yang bergandengan tangan.
Jang Hoon gres pulang dari suatu daerah dan resah kenapa Eun bangun disana.
Eun bertanya padanya, kenapa saya ibarat ini? Aku membenci diriku sendiri. Jika ingin menjadi orang jahat harus hingga tuntas. Tapi saya malah setengahnya saja.
Jang Hoon bingung, kenapa mendadak begini?
JO Eun berkata, alangkah baiknya jikalau saya jujur dan berterus terang.

“Terkadang, saya sangat membenci diriku sendiri. Karena itu saya tidak berani berharap orang lain akan menyukaiku. Setengah benci, setengah menyesal. Setengah berharap. Mungkin akan ada orang yang menyukai saya yang ibarat ini. Percuma saja. Dia hanya akan menertawakanku. Daripada saya ditertawakan lebih baik saya sendirian dan kesepian. Jika tidak ada perasaan suka terhadap seseorang, maka tidak akan terluka. Jika tidak ada keinginan, tidak akan ada rasa sakit hati.”

Eun kembali ke rumah dan Ye Eun memanggilnya, ia mengembalikan surat pink itu, ia tahu kalau itu milik Eun.
Eun mengambil dan menatap surat itu,

“JAngan pernah mengharapkan apapun, jangan menginginkan apapun. Menutup satu per satu pintu dengan rapat. Jika berpura-pura tidak tahu, maka saya akan kembali ke semula. Jika tidak memperhatikan, maka tidak akan diperhatikan. Berpura-pura tidak tahu….”

Eun menyampaikan lantaran surat ini lah kenapa ia pindah ke Belle Epoque.
Eun membuka surat itu.
Yang lain resah dan saling menatap.

-The End-

Epilog: Saat belum dewasa kost ke toko pakaian dalam.

Eun Jae masuk ke toko pakaian dalam dan menentukan yang simple saja, ternyata yang ia pilih yaitu pakaian dalam untuk anak ABG HAHAHAHA.

Jo Eun tidak ibarat penampilannya, ia menyukai pakaian dalam yang unik HAHHAAHHA, Ia menentukan berdasarkan modelnya. Dia suka yang unik.

Ji Won sendiri menentukan berdasarkan size, ia biasanya menentukan yang size lebih besar dari seharusnya. Saat akan diukur sizenya Ji Won bahkan sengaja tahan napas supaya ukurannya lebih besar HAHAHAHA.
Btw ini pakaian dalam yang waktu itu bukan sih? Yang Ye Eun temukan pas melipat kain, jadi punya Ji Won? LOL

Ye Eun masuk ke toko pakaian dalam bersama Ho Chang AHAHAHHA, Ho Chang merem selama disana. Ye Eun menentukan yang menurutnya manis dan seksi dan menanyakan pada Ho Chang HAHAHHAA. Ho Chang nggak dapat membuka matanya dan ingin keluar wkkwkwkkwwk.

Jin myung sendiri tidak peduli model, yang penting diskon. HAHHAHAHHAH. Gue banged!

Komentar:

Lucu banged ya epilognya, nggak nyangka penutup di ahad kemarin jauh dari bayangan banged. Ep 7 nisan, ep 8 malah pakaian dalam.
Padahal saya pikir sehabis kemarin wawancara, selanjutnya juga akan wawancara. Aku pengen mereka mewawancarai teman-teman perjaka juga hehhehehhe.

Episode ini agak berat ya, lantaran seseorang yang membenci Ye Eun itu, saya sih sudah menebak itu temannya yang satunya.
Mungkin ada sesuatu yang menciptakan ia membenci Ye Eun, ia mungkin suka Ye Eun tapi lama-lama ia merasa Ye Eun ini menjadi beban, terutama pas Ye Eun masih trauma banged, kan mereka harus menemaninya terus.
Tau-tau udah ada perjaka yang menjadi temannya, mereka ditinggal. Mungkin lantaran itu sih.

Eun Jae ibarat yang saya katakan ia nyebelin banged di episode ini. Setidaknya penulis membuatnya menyadari kesalahannya di simpulan episode, lantaran beneran deh, saya sebel banged, sampe liat muka ia kini tuh bawaannya kesal HAHAHHHA.
Mungkin ini jawaban dari season 1 kali ya, soalnya di S1 saya nggak suka liat Ye Eun di awal-awal, lantaran Ye Eun juga nyebelin sih sama Eun Jae di awal season 1 HAHHAHAHAH.
TApi tetap saja, Ye Eun itu trauma juga bukan keinginan dia, ia nggak akal-akalan juga dan bukan sehari 2 hari sehabis trauma ia bersahabat dengan cowok, tapi udah 1 tahunan juga, ia gres berani bicara sama cowok, jadi menurutku Eun Jae dikala itu keterlaluan.
Untungnya ia menyadari kalau kata-katanya menyakitkan sehabis ibu Ye Eun menyampaikan hal yang hampir sama dengan yang ia katakan dan itu menusuk hatinya.

Aku ingin tau apakah penulis akan mengakhiri kisah Ji Won begitu saja?
Karena tampaknya nggak dibahas lagi di ahad kemarin dan tampaknya episode selanjutnya duduk kasus akan fokus pada surat pink.
JAdi bagaimana dengan Moon Hyo Jin? Apakah kita tidak akan tahu kebenaran dibaliknya?
Memang sih, ada kisah-kisah ibarat ini dimana pada kesudahannya akan terkubur tanpa kita tahu apa yang gotong royong terjadi, tapi kan lantaran ini drama kita pengen tahu kejelasannya.
Sayang banged udah season 2 juga duduk kasus Ji Won nggak selesai. Atau mereka sedang berencana season 3 juga? wkkkwkkwkkwk. Nggak apa-apa sih asalkan pemainnya tetap (kalau dapat PArk Hye Soo lagi wkkwkwkkwkwkw).

Aku kemarin baca info katanya Yoon Park alias Chef Jae Hwan akan muncul lagi. Nggak dijelaskan sih apakah cameo atau permanen, tapi katanya udah syuting tanggal 16 september kemarin.
Kangen banged sama chef nih, kisah cintanya dan Jin Myung di season 1 kemarin salah satu favorite aku, jadi ingin melihat mereka bersama lagi.
Kalau ia bakal muncul selanjutnya, tampaknya akan sulit, mengingat ia kerja di Busan, kecuali ia di transfer ke Seoul, lain ceritanya hehehehhehe.
Di preview, Kang Yi Na juga muncul lagi hehhhehee, aduh makin rame memang ya XD

BTW itu Ji Won dan SUng Min kok nggak ada mesra-mesranya sih.
Jujur aja saia sudah lelah menunggu mereka ada perkembangan.
Memang scene mereka selalu seru dan lucu, tapi pengen yang lebih gitu, Ji Won menyadari sesuatu. Kalau mereka terus begitu beneran Sung min terjebak friendzone selamanya donk HAHAHHAHAHAHA.
MAkanya semoga ada kejadian yang menciptakan Ji Won sadar nih, betapa SUng Min itu selalu ada di sampingnya, kapanpun dan dimanapun ia  inginkan, meski memang harus main paksa dulu HAHHAHAHAHAH.

Continue Reading

More in Age of Youth 2

To Top