Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 9-1

Age of Youth 2

[Sinopsis] Age Of Youth 2 Episode 9-1


Di Episode ini, fokus anak-kost yakni surat pink yang ditemukan oleh Jo Eun. Karena yang sedang bermasalah kini yakni Ye Eun, ia pribadi berfikir kalau surat itu ditujukan padanya dan ia menjadi tambah murung. Tapi ternyata apa yang terjadi pada Ye Eun dan surat itu tidak ada hubungannya. Pelaku yang meneror Ye Eun terungkap disini dan ia tak pernah membayangkan kalau orang itu yakni pelakunya.

Sinopsis Hello My Twenties 2 Episode 9 Part 1

Episode 8 lalu, Jo Eun karenanya menyampaikan mengenai surat yang ia temukan pada belum dewasa Belle Epoque.
Mereka menatap surat yang penuh kebencian itu dan Ye Eun yang memang sedang ada problem pribadi berfikir kalau surat itu ditujukan padanya.
Ia bertanya-tanya apa yang bekerjsama ia lakukan sehingga begitu banyak orang yang membencinya.

Haeimdal masih melaksanakan aksi demi solo-nya. Karena ia tidak mau menyerah, security mengambil tindakan, kalau Haeimdal mau terus demo maka ia tak boleh menganggu pintu masuk perusahaan. Ia harus bangun 5 meter dari pintu dan security bahkan membawa meteran kesana untuk mengukur jaraknya.
Haeimdal nurut aja sih, alasannya yakni menolak juga ia tetap disuruh menjauh, jadinya ia bangun di pinggir jalan dan ia kesulitan kalau banyak kendaraan beroda empat yang lewat.
Tapi kalau security nggak ada ia akan mundur sedikit.
Jin Myung masih hambar pada Haeimdal dan bosnya juga masih murka padanya, tapi ia berusaha melaksanakan pekerjaannya dengan baik.

Jo Eun murung di kelas hari itu. Yeji terus mengajaknya bicara tapi dijawab dengan tidak bersemangat, bahkan Eun hambar gitu padanya.Yeji jadi kesal dan menggerutu ada problem apa sih hingga JO Eun muram begitu, apakah Eun putus dengan pacarnya atau bagaimana. Ia ingin tau tapi Eun tidak mau mengatakannya.

Ye Eun sendiri mengajak 2 temannya ke kost dan memperlihatkan surat itu.
Tentu saja Ye Eun dan temannya berfikir kalau penulis surat itu yakni orang yang sama dengan pengirim sms. Mereka juga curiga pada Eun. Tapi Ye Eun menyampaikan JO Eun tidak akan menulis surat ibarat itu, alasannya yakni JO Eun gres pindah dan mereka juga belum banyak interaksi.
Yoo Kyung malah menggigit jari dan tak tenang, bertanya siapa yang mengirimkan itu, bisa saja itu tidak ditujukan pada Ye Eun, alasannya yakni disana hanya tertulis alamat surat saja, bisa saja anak kost lainnya.
Tapi dengan kejadian belakangan, Ye Eun yakin itu ditujukan padanya. Temannya bertanya apakah ia mau lapor polisi atau bagaimana dan kalau ibu Ye Eun tahu, bisa terjadi problem lainnya.
Tapi mereka pikir kalau lapor polisi hanya problem begini tidak akan ditanggapi dengan serius.
Saat kedua temannya pulang, Yoo Kyung kelihatah khawatir alasannya yakni Ye Eun kehilangan selera makan dan makin kurus, ia seharusnya membawa masakan untuknya.
Teman satunya membisu saja, ia nggak terlalu menanggapi Yoo Kyung.

Eun pulang dan berselisih dengan keduanya tapi mereka tidak mengenali Eun.
Saat Eun masuk ke rumah, Ye Eun sedang menatap surat itu. Ia melihat Eun dan hanya menghela nafas kemudian kembali ke kamarnya.
Suasana Belle Epoque memang sangat suram alasannya yakni surat itu, Eun masuk ke kamar dan mulai berkemas untuk pindah rumah. Karena barangnya banyak, ia keluar untuk mengambil kardus.
Jang Hoon masih bergelut dengan dingklik (yang nggak selesai-selesai) dan melihat Eun, bertanya apakah Eun sedang mengemasi barangnya. Eun membenarkan dan bertanya kapan Jang Hoon akan wamil dan Jang Hoon menyampaikan tanggal 23 Oktober.
Eun mengerti dan berharap semuanya berjalan lancar. Saat Eun beranjak, Jang Hoon bertanya apakah Eun beneran akan pindah?
Eun hanya menatapnya saja dan tidak menjawab, tapi tatapannya membenarkan hal itu.

Saat ia masuk ke rumah, ia mendapat telpon dari Ji Won dan sesaat kemudian ia terlihat berlari kencang ke kampus JI Won dkk.
Ia keringatan. Eun Jae sudah menunggu disana dan memberinya tissu alasannya yakni Eun kelihatan kelelahan, untuk menghaous keringatnya. Eun kelihatannya berlari sekuat tenaga kesana.
Hal itu dilihat oleh sahabat Jong Yeol yang rambutnya pendek itu.
Eun bertanya dimana Ji Won dan Eun Jae juga nggak tahu alasannya yakni Ji won hanya menghubunginya minta bertemu disini jam 5.

Sesaat kemudian Ji Won dengan penuh semangat tiba dan mengajak mereka pergi. Mereka tanya mau kemana dan Ji won menyampaikan ke toko buku bekas daerah Eun menemukan surat itu.
Ji won terlihat tergesa-gesa banged dan bertanya apakah mereka bisa pergi dengan jalan kaki. Eun dan Eun Jae mengikutinya, menyampaikan bisa jalan kaki, tapi agak jauh.

Mereka kemudian tiba di toko buku bekas itu dan melihat lokasi daerah buku itu jatuh, Eun menyampaikan buku itu jatuh dengan sendirinya dan memperlihatkan bukunya. Mereka kemudian bertanya pada penjualnya mengenai buku itu, siapa tahu pejual itu mengetahui siapa pemilik buku itu, alasannya yakni Eun membelinya tanggal 18 juli. Mereka juga menyampaikan ada surat pemilik di buku itu , mereka ingin mengembalikan surat itu.
Awalnya Ji won dkk ragu penjual akan memperlihatkan informasi pribadi pemilik buku itu sebelumnya, tapi si penjual tidak mengecewakan baik dan mencarikan struk dikala si pemilik buku itu.
Ternyata si penjual ini mengira kalau surat itu yakni surat cinta yang romantis dan ia suka cerita-cerita romantis jadi ia dengan senang hati membantu Ji Won dkk. Ji Won dkk tak bisa bilang kalau itu sebuah surat balas dendam HAHAHAHA.
Sayangnya no telpon pemilik sudah tak aktif lagi dan yang bisa mereka temukan dari struk itu yakni dikala itu pemilik menjual 37 buku sekaligus, bersamaan dengan buku yang didalamnya ada surat.

Di perusahaan, Jin Myung punya problem sendiri.
Ia dan ketua tim memanggil Haeimdal untuk meyakinkannya menandatangani penghapusan kontrak.
Ketua tim berusaha mejelaskan pada HAeimdal bagaimana perusahaan mengalami kerugian mengurus Asgard, biaya ini dan itu menghabiskan 300 juta dan lain sebagainya.
Haeimdal melaksanakan demo juga tidak ada gunanya, perusahaan tidak akan menginginkannya lagi alasannya yakni tak mungkin mereka mendukung Haeimdal sendiri, alasannya yakni untuk mendebutkan sebuah grup itu butuh modal 1 milyar dan bla bla bla. IA bahkan menyampaikan Haeimdal pernah jadi bab keluarga Oh & Park dan ia harap HAeimdal mengerti.
Tapi tentu saja HAeimdal masih tidak terima perusahaan membatalkan kontraknya secara sepihak, alasannya yakni keluarga tidak akan melaksanakan hal ibarat itu. Jika Asgard terkenal dan membatalkan kontrak secara sepihak, perusahaan akan murka pada mereka, kemudian kenapa ia tak boleh murka dikala ia perusahaan membatalkan kontrak alasannya yakni mereka tak populer?
Ia merasa punya hak untuk murka dan ketua tim jadi kesal dan berkata kasar ihwal grup Asgard yang menyalahkan perusahaan alasannya yakni tidak populer.
Terjadi tubruk lisan diantara mereka dimana Jin Myung hanya duduk disana mendengarkan. Pada karenanya Haeimdal tetap menolak menandatangani pemutusan kontrak.

Ia kembali demo solo di depan perusahaan. Disana ada fans cukup umur yang menunggu idola mereka dan memanggilnya ahjushi, menciptakan HAeimdal tersinggung. Ia menyampaikan kalau ia bukan Ahjushi tapi Oppa.
Ia juga bertanya apakah mereka tidak mengenal Asgard dan bahkan memperlihatkan salah satu koreografi dan lagu mereka, tapi belum dewasa itu tidak tertarik sama sekali.
Sedih banged T_T

Malam harinya, Ji Won, Eun Jae dan Eun membaca buku satu per satu dari 37 buku yang dijual pemilik untuk menemukan petunjuk.
Jin Myung bergabung dengan mereka. Ji Won menyampaikan pemilik toko buku bekas menyampaikan ada 3 alasan kenapa orang menjual buku sekaligus dalam jumlah banyak, pertama alasannya yakni pindah rumah, kedua alasannya yakni mendapatkan pekerjaan atau wisuda alasannya yakni ini mengubah suasana dan ketiga yakni alasannya yakni peninggalan orang lain.
Jin Myung mengerti dan mencoba membuka buku itu, ia bertanya apa yang mereka cari dan yang lain menyampaikan petunjuk dalam buku, ibarat coretan atau kertas terselip.
Tapi sulit menemukannya. Yang mereka tahu hanyalah si pemilik buku itu suka menggaris bawahi kalimat di buku dan kalimat-kalimat itu yakni kalimat inspiratif, quote-quote gitu.
‘Orang yang baik dikala bertemu dengan orang yang agresif, niscaya akan menganggap ini yakni kesalahannya, Orang jahat sudah niscaya tidak akan merasa dirinya bersalah.’
‘Yang lebih kejam dari mati yakni pikiran gila jikalau harus tetap hidup disini.’
‘Depresi bukan penyakit jiwa tapi penyakit sistematik. Rajin bergerak akan memperbaiki segalanya.’

Eun Jae mendengarkan semuanya dan menyampaikan kalau dikala membaca buku ia juga cenderung menggaris bawahi kalimat yang ia suka. Ia pikir jikalau orang itu ibarat dengannya, maka pemiik buku yakni orang yang muram.
Jin Myung menyampaikan kalau orang periang mustahil menulis surat ibarat itu. Yang lain hanya menghela nafas.
Ye Eun kemudian keluar dari kamar mandi dan beneran kelihatan murung dan tak bersemangat. Eun jadi khawatir melihatnya.

Eun kemudian bertanya kalau ia pindah bagaimana dengan uang sewanya. Eun Jae bertanya apa Eun akan pindah?
Eun berkata tentu saja ia harus pindah. Yang lain galau dan bertanya kenapa?
Eun juga galau kenapa mereka bertanya, tentu saja alasannya yakni ada kejadian begini dan alasannya yakni surat yang ia bawa, ia harus pindah.
Ji Won mengerti Eun tiba alasannya yakni surat itu, tapi kenapa buru-buru pindah?
Jin Myung menyampaikan uang sewa dibayar per-bulan, jadi meski Eun pindah tidak sempurna sebulan penuh, Eun tetap harus bayar uang sewa bulan itu.
Eun Jae menyampaikan kalau begitu Eun pindah sehabis genap sebulan saja.
Eun berfikir dan bertanya apakah itu tidak apa-apa?
Eun Jae menyampaikan tentu saja, toh Eun sudah membayar sebulan jadi hingga batas sebulan ia bisa tetap tinggal disana.
TApi maksud Eun yakni apa tidak apa-apa jikalau ia tak pindah dan yang lain menyampaikan tentu saja, itu terserah pada Eun.
Eun khawatir alasannya yakni ia merasa mereka terganggu alasannya yakni surat itu dan Jin Myung menyampaikan kalau mereka tidak terganggu, untuk apa terganggu alasannya yakni problem itu.
JI Won dan Eun Jae melihat ekspresi Eun dan tahu kalau Eun terharu, ia yakin Eun berfikir kalau mereka sangat baik dan Ji Won menggunakan kesempatan itu untuk meminta dimasakkan ramyeon. Eun Jae juga ikutan HAHAHHAHAHA.

Malam itu Eun mengembalikan kardus ke daerah sampah. Jang Hoon ada disana membuang sampah dan protes alasannya yakni anak kost tidak membagi sampah organik dan anorganik, jadi ia yang harus melakukannya.
Eun sama sekali tidak mengeluh dan melaksanakan semua yang disuruh Jang Hoon, ibarat memintanya membuang kaleng dibawah tong sampah ke tempatnya dan Jang Hoon galau kenapa Eun begitu damai malam ini, alasannya yakni biasanya Eun selalu melawan.
Eun menyampaikan dengan wajah senang kalau ia tak jadi pindah. Eun kelihatan senang banged, ia bahkan kembali sambil lari-lari kecil dan Jang Hoon menggodanya, apakah kamu sesenang itu alasannya yakni tak jadi berpisah denganku?
Eun tidak menjawab tapi ia hanya tersenyum manis ke arah Jang Hoon dan Jang Hoon cukup kaget dengan perilaku Eun, tapi ia menikmatinya.

HAeimdal masih demo solo keesokan harinya. Kali ini ia bahkan tak diizinkan menggunakan toilet perusahaan, sehingga ia harus pergi ke toilet umum.
Saat ia kembali, 2 temannya member Asgard yang dipertahankan kontraknya oleh perusahaan ada disana. Mereka menasehati Haeimdal untuk tidak melaksanakan ini alasannya yakni tidak akan mengubah apapun. Mereka khawatir Haeimdal akan pingsan alasannya yakni kelelahan dan yang rugi Haeimdal sendiri.
Haeimdal hanya membisu saja, tapi ia sudah memutuskan akan terus melakukannya, meski ia mulai merasa kalau ia harus menyerah.
Ya ampun saya murung banged T__T

Anak kost rapat tanpa Jin Myung, membahas surat itu. Surat itu ditulis dikala natal dan orang itu menganggap Ye Eun menghancurkan hidupnya, tapi itu hanya pendapat orang itu saja.
Alamat surat itu yakni alamat kost mereka, Ji Won merasa kalau penulis tidak tahu alamat rumah Ye Eun sebenarnya. Jika tahu, maka ia tak akan terburu-buru mencatat alamat di surat itu (Jadi alamatnya ditulis dibelakang surat, bukan amplop, makanya Ji Won merasa kalau si penulis terburu-buru).
Surat itu ditulis pada bulan desember dan sehabis 8 bulan berlalu, teror sms dimulai.
Eun Jae merasa itu aneh, kenapa bersabar menunggu 8 bulan gres mulai mengirim sms?
Mereka juga tak tahu jawabannya dan merenung lagi. Kemudian Ji Won bertanya pada Ye Eun kapan fobia Ye Eun dimulai.
Ye Eun menyampaikan itu dimulai bulan Februari tahun ini. Ji Won mengerti, alasannya yakni dikala Ye Eun cuti tahun lalu, Ye Eun bilang ia cuti alasannya yakni malu, bukan alasannya yakni sakit. Dan fobia sosial Ye Eun dimulai dikala animo semi. Ia berfikir kalau penulis mungkin berfikir Ye Eun tidak bahagia, makanya ia berhenti, tapi kemudian Ye Eun masuk kuliah lagi dan teror sms dimulai.
Eun Jae kemudian bertanya, jadi si peneror terus memperhatikan Ye Eun, alasannya yakni Ye Eun mulai kembali ke dirinya semula jadi ia mulai mengirim sms?
Ji won tak bisa membenarkan, tapi paling masuk nalar sih ibarat itu.
Ye Eun malah bersyukur, alasannya yakni kini ia murung jadi dalam waktu akrab tidak akan ada teror lagi.
Eun Jae kemudian memperhatikan surat itu lagi dan menemukan sesuatu disana, brand kertas surat itu Su & Su. Eun menyampaikan itu ibarat nama salon kecantikan atau cafe, biasanya daerah ibarat itu punya note sendiri, ibunya membuka salon jadi ia tahu hal ibarat itu alasannya yakni ibunya suka memesan dan dihadiahkan ke pelanggan atau karyawan.
Ji won dan Eun Jae pribadi mengambil ponsel untuk mencari nama itu di internet dan mereka menemukan banyak pencarian ihwal itu.

Hari itu anak kost keluar bersama-sama, mereka membawa 37 buku itu dan meminta Jang Hoon membawakan itu dengan sepeda. Sebenarnya nggak minta tolong sih, Jang Hoon lagi sibuk dengan sepedanya dikala mereka keluar, ia menyapa mereka dan ketiganya pribadi memperlihatkan buku itu padanya wkkwwkkwkwk.
Mereka kemudian berjalan bersama-sama. Jang Hoon Eun Jae didepan, Ji won dan Eun di belakang. Ji Won masih sibuk mencari Su & Su dan bertanya pada Eun apakah ibu Eun bisa membantu mereka mencari pencetak note ibarat itu, siapa tahu kalau ahlinya melihat mereka bisa sanggup petunjuk. Eun mengerti.
Sementara itu Eun Jae dan Jang Hoon sibuk membicarakan mengenai pacar Eun Jae dan Jang Hoon ingin tau ibarat apa sih pacar Eun Jae itu. Keduanya sik gitu mengobrol dan hingga ketawa-ketawa, menciptakan Eun tak damai dibelakang mereka. Eun bahkan setengah hati bicara pada Ji Won HAAHHAHAHA.
Ji won kemudian menyadari kalau pakaian Eun Jae dan Jang Hoon hari ini serasi, ibarat couple. Jang Hoon dan Eun Jae juga gres sadar.
Eun kesal melihatnya wkkwkwkkkwwkkw.

Kelas Eun Jae dkk selesai dan sahabat Jong Yeol yang rambutnya pendek bertanya pada Eun Jae apakah Eun Jae sudah punya pacar baru. Eun Jae tentu saja terkejut alasannya yakni ia tidak merasa punya pacar.
Tapi Temannya menyampaikan kalau ia melihat mereka waktu itu, ia melihat Eun Jae bersama seorang laki-laki dan tampan. Eun Jae jadi ingat pagi itu Ji won menggodanya dan Jang Hoon terlihat ibarat pasangan dan berfikir temannya melihatnya dan JAng Hoon, padahal maksud temannya itu yakni Jo Eun (yang waktu itu menemui Eun Jae dan Ji Won ke kampus).
Karena Eun Jae sadar gosip sudah tersebar, ia melihat reaksi Jong Yeol dan tampaknya Jong Yeol juga terganggu alasannya yakni hal itu.

Jang Hoon kembali ke rumah sehabis mengantar buku bekas itu dan melihat orang mencurugakan di depan pintu belle epoque. Ia menuduh si laki-laki itu sebagai penguntit dan mulai menyerangnya, menyuruhnya mengaku dan ingin mengambil ponselnya alasannya yakni ia pikir si laki-laki itu mengambil foto disana.
Ye Eun sedang galau di kamarnya dan mendengar keributan dilantai 1, ia merasa mengenal bunyi itu dan mengintip dari jendela. Ia buru-buru keluar dari rumah dan Jang Hoon menyampaikan kalau ia menangkap byeontae dan memperlihatkan wajahnya.
Ternyata ia yakni Ho Chang yang pribadi tersenyum menyapa Ye Eun. Jang Hoon menyadari ia salah orang dan memperbaiki beling mata Ho Chang wkkwkwkw.

Ho Chang dan Ye Eun bicara berdua di luar. Ho Chang menyampaikan kalau ia awalnya nggak mau datang, tapi alasannya yakni ia mengkhawatirkan Ye Eun, ia ingin mengecek apakah Ye Eun baik-baik saja.
Ye Eun menyampaikan ia sudah bilang semoga Ho Chang tidak udah tiba tapi dalam hati ia mengharapkan Ho Chang tiba menemuinya.
Ho Chang tidak tahu harus bereaksi bagaimana, jadi Ye Eun mengambil inisiatif duluan. Ia menggenggam tangan Ho Chang dan Ho Chang galau banged harus bagaimana wkkwkkwwkkwkkw.

Ji won ibarat biasa tidak punya daerah nongkrong lain selain di klub. Tapi hari ini ia tidak meribut sama sekali.
Ia ada di ruang rapat sedang sibuk menulis sesuatu dengan serius. Sung Min melihatnya dari luar, ia tampaknya cukup ingin tau dengan Ji won hari ini, jadi ia amsuk untuk mengecek.
Ia bertanya apakah Ji Won sudah menemukan sesuatu dan Ji Won menyampaikan belum, tapi ia niscaya akan menemukan siapa si pengirim surat itu.
Sung Min bertanya bagaimana caranya dan Ji won menyampaikan ia akan mempertaruhkan nama baik kakeknya. Sung Min mengingatkan kalau kakek Ji won gara-gara judi sudah menghilangkan rumah mereka. Ji Won kemudian mengoreksi menyampaikan kakek dari pihak ibunya HAHHAHAHAHAHAHA.

Sung Min kemudian mengecek buku yang sedang dibaca Ji Won dan juga surat itu, ia bertanya apakah ada orang yang sahabat Ji Won curigai dan Ji won menyampaikan tidak ada.
Sung Min berfikir kalau surat itu mungkin saja ditujukan pada orang lain. Ji Won tertarik dan bertanya siapa?
Sung Min pribadi menunjuk Ji won. Ji won tentu saja terkejut, Aku? saya ini orang yang dilahirkan untuk dicintai. (Ji Won lucu banged, ia melindungi dirinya sendiri dengan tangannya.)
Sung Min membisu saja dan menatap Ji Won, kemudian ia menyadari kalau ingusan yang menyukainya itu melihat mereka berdua.
Sung Min kemudian memutuskan mengakhiri pembicaraan ini dan berpesan pada Ji Won untuk menjalani hidupnya ibarat biasa, bebas dan tak terkekang.
Sung Min menyemangati Ji Won dengan menepuk pundaknya sebelum pergi. Junior itu menatap Ji won dengan tatapan penuh dendam HAHAHAHAHAHHA.
Lah, gitu aja nih scene OTP? Cuma gitu? Butuh lebih

Di Oh & Park, Haeimdal masih melaksanakan demo solonya. Ia bangun dari pagi hingga malam, tapi tidak ada yang tertarik padanya.
Jin Myung yang akan pulang hari itu, kali ini tidak bisa melewatinya begitu saja, jadia berhenti untuk bicara dengan Haeimdal,kenapa Haeimdal melaksanakan ini, alasannya yakni tak akan ada yang berubah meski Haeimdal demo selamanya.
Haeimdal tak peduli dan menyuruh Jin Myung mengurus diri sendiri.
Jin Myung menyampaikan melaksanakan demo itu harus ada tujuannya, apa yang akan Haeimdal dapatkan dengan demo ini.
Haeimdal menyampaikan kalau ia akan jadi populer. Jin Myung menyampaikan selama 5 tahun Asgard tidak terkenal kemudian apa yang akan mereka peroleh dalam 2 tahun (kalau kontraknya masih diperpanjang).
Haeimdal kesal dan mendekati Jin Myung, ia menyampaikan itulah namanya keajaiban, selalu muncul di karenanya akhirnya simpulan dan hanya diberikan pada yang pantang menyerah. Orang ada yang mendadak terkenal sehabis 10 tahun lebih tidak sukses. Orang tidak akan tahu kemana nasib membawanya. Itulah namanya kebetulan bertemu keajaiban.
JIn Myung bertanya, kenapa kamu yakin kalau keajaiban akan terjadi padamu?
Haeimdal tentu saja menyampaikan kalau ia berusaha keras dan JIn Myung mengingatkan bukan berarti semua orang yang berusaha niscaya akan mendapatkan keajaiban (karena Jin Myung sudah merasakannya sendiri, bagaimana ia berusaha tapi keajaiban tidak pernah tiba padanya).

Haeimdal melamun dan karenanya membenarkan Jin Myung, tapi ia tidak akan mengalah dan meminta Jin Myung mengabaikannya.
Jin myung murka dan meminta Haeimdal mempertimbangkan dengan baik, apa yang ia dapatkan dari melaksanakan ini, berbuat ibarat ini apa yang akan berubah. Anggota Asgard ada 7 orang dan 6 orang sudah mendapatkan pembubaran grup ini, tapi hanya kamu yang belum sanggup menerimanya, Apa kamu merasa kalau kamu benar-benar mempunyai kemampuan?
Haeimdal menyampaikan tentu saja ia punya kemampuan, tapi Jin Myung berkata bukan alasannya yakni seseorang agak tidak mengecewakan jadi talentanya akan dikenali banyak orang.
Haeimdal murka dan menyampaikan kalau ia punya talenta. Kau tahu apa ihwal aku! Kau cuma melaksanakan apa yang disuruh orang lain.  Kuliah di universitas yang menciptakan orang lain iri. Orang yang hidup hingga kini tapi sama sekali tidak tahu apa yang diinginkannya. Sebaiknya kamu khawatirkan dirimu sendiri. Apa yang sungguh-sungguh ingin kamu lakukan hingga terasa gila. Upaya usaha yang gigih, kamu tidak tahu ibarat apa tasannya itu.
Jin Myung menyampaikan bagaimana ia menjalani hidup, ia tak butuh kritikan Haeimdal.
Haeimdal membalas, Ah begitu, duduk dimeja berguru dan berguru dengan tekun membuatmu sangat menderita? Kau sungguh hebat.

JIn Myung membenarkan kalau ia lebih hebat dari Haeimdal, tahu kelemahan sendiri, hanya tahu bagaimana mengandalkan orang lain, saya lebih hebat darimu. Jika kamu memang mempunyai bakat kamu niscaya sudah mencari bagaimana cara untuk bertahan.  Kau tak punya bakat ibarat itu. sekalipun kamu tidak ingin mengakuinya, kamu yakni yang terburuk diantara yang terburuk.
Haeimdal kesal dan mendorong Jin Myung. Jin Myung jatuh dan tangannya terluka. Security tiba dengan cepat menolong Jin Myung dan Haeimdal meninggalkan daerah itu. Jin Myung menatapnya.
(Awwwww, Haeimdal kamu nggak tahu gimana Jin Myung menjalani hidupnya selama ini, kamu pikir ia cuma duduk dan belajar? Benar kalau Jin Myung sama sekali nggak tahu gimaan Haeimdal menjalani hidup, tapi Haeimdal juga tidak tahu bagaimana Jin Myung menjalani hidup selama ini).

Haeimdal kembali ke asramanya. Rumah yang gelap. Aliran listrik sudah dimatikan ke rumah itu, bahkan air juga. T____T
Haeimdal jadi ingat bagaimana Jin Myung menyampaikan ia sama sekali tak punya bakat.

Continue Reading

More in Age of Youth 2

To Top