Connect with us

Locafest.co.id

Sinopsis Borg Mom Episode 6 Part 2

Uncategorized

Sinopsis Borg Mom Episode 6 Part 2

SINOPSIS Borg Mom Episode 6 BAGIAN 2
Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: MBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Borg Mom Episode 6 Part 1

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Borg Mom Episode 7

Young Cheol berhalan sambil mengingat insiden semalam. Ia nggak ngerti kenapa beliau nelpon orang-orang itu. Nggak, nggak mungkin. Jangan panggil siapa aja. Gila banget. Dia bahkan nggak bisa mengingat apapun. Ia bertanya-tanya perihal topi baseballdan jaket yang beliau pakai, apa yang 5erjadi sebenarnya. Ia merasa niscaya pernah bersama seorang wanita. Mungkin salah satubdari perempuan yang ada di ponselnya. Ia kemudian melihat sepatunya. Apa beliau membuang sepatunya? 
Soo Ji juga tengah berjalan. Dia melihat sepatunya dan menyukai sepatu glamor itu. Tapi ia nggak tahu dari mana beliau mendapatkannya. Ah ia bahkan nggak ingat apapun. Ia rasa ia mendapatkannya dari seorang pria. Tiba-tiba ia merasa perutnya sakit. 
Soo Ji dan Young Cheol mau masuk ke sebuah rumah makan. Saat hendak masuk, mereka gres menyadari kalo mereka menggunakan pakaian yang sama. Jaket, topi dan juga sepatu pasangan. Mereka saling tunjuk dan melihat dari atas hingga bawah. Yeong Cheol dan Soo Jisama-sama bertanya-tanya. Mungkinkah…
Flashback…
Soo Ji mengangkat dua jaket dan bertanya pada Young Cheol, bukankah itu bagus? Young Cheol mengiyaan. Itu bagus. Young Cheol kemudian memperlihatkan dua pasang sepatunya dan bertanya pada Soo Ji, bukankah itu juga bagus? Soo Ji mengangguk. Itu juga bagus. Soo Ji mengeluh. Ia bahlan nggak bisa memakainya lantaran itu untuk pria. Ia mau membuangnya saja tapi Young cheol melarangnya. Ia meminta Soo Ji memberikannya padanya. Sebagai gantinya, ia akan memperlihatkan sepatu. Dan begitulah mereka saling bertukar hadiah. 
Flashback end…

Bibi pemilik daerah makan melihat penampilan mereka berdua dan merasa keduanya suka minum terlalu banyak di malam hari. Mereka sama-sama menolak. Nggak gitu. Bibi itu memesan dua mangkuk sup mabuk untuk mereka. Itu pesanannya. Soo Ji terus menyembunyikan wajahnya di balik topinya. 
Setelah bibi itu pergi, mereka kemudian membuka topi mereka. Soo Ji juga membuka jaketnya. Mereka tampak awkward. Young Cheol memberanikan diri bertanya tadi malam mereka… Soo Ji pribadi menyahut tadi malam apa? Ia nggak ingat apapun. Young Cheol tersenyum (pahit). Enggak, ya? Youbg Cheol juga enggak. Soo Ji menyampaikan itu lantaran udah salah paham. Young Cheol tampak heran mendengarnya. Soo Ji beralasan kalo ia makan sendiri, ia mungkin terlalu banyak menerima perhatian. Itu sebabnya ia memberi Young Cheol kehormatan untuk bergabung dengannya. Yeong Cheol cuman ngangguk. Ya, bagus banget. Soo Ji bilang tentu aja, mereka kan bukan teman dekat. Mereka harus membayar patungan. Young Cheol tertawa. Kenapa mesti gitu? Harganya juga nggak mahal-mahal amat. 
Bibi itu tiba lagi membawa pesanan mereka. Ia memanggil mereka sebagai pasangan sejati. Ia meletakkan pesanan mereka di atas meja. Dua mangkuk sup mabuk untuk menyingkirkan mabuk mereka. Soo Ji menolak di panggil sebagai pasangan sejati. Mereka bukan pasangan sejati. Soo Ji merasa nggak mungkin. 
Soo Ji mengambil makanannya dan memakannya. Young Cheol hanya menatapnya dengan tatapan kesal. Di tatap menyerupai itu menciptakan Soo Ji bertanya padanya. Apakah Young Cheol menyukainya? Young Cheol kaget sanggup pertanyaan menyerupai itu. Apa? Dia? Young Cheol merasa nggak pernah. Terus kenapa Young Cheol menatapnya? Apa beliau melihat sesuatu di wajah Soo Ji? 
Young Cheol merasa niscaya melihat Soo Ji di suatu tempat. Tapi ia nggak ingat dimana tepatnya. Soo Ji mendesaknya, dimana teparnya Young Cheol melihatnya? Kalaupun ia melihat, niscaya lihatnya di TV. Soo Ji melarang Young Cheol untuk bicara padanya dikala ia sedang makan. Young Cheol menyampaikan kalo tadi beliau bicara pada dirinya sendiri. Ia melarang Soo Ji menjawabnya. Soo Ji protes. Kalo nggak ingin di jawab, pakai hati, dong. 
Young Cheol kemudian memakan makanannya. So Ji memuji supnya yang rasanya enak. Young Cheol jadi melihat Soo Ji lagi. Dia jadi terpesona. Seolah ada angin yang menerpa wajah Soo Ji dan menerbangkan rambutnya. Cara makan Soo Ji, bibirnya, caranya mengikat rambut, menciptakan Young Cheol merasa Soo Ji terasa sangat akrab. Bibirnya, sudut lehernya, suaranya. Young Cheol bertanya-tanya dimana ia melihatnya. 
Flashback…
Young Cheol sendirian di kamarnya yang rada gelap. Ia menentukan file dari komputernya. Ia menonton film dewasa. Ia telah menentukan satu dan akan menontonnya nanti malam. 
Flashback end…
Young Cheol ingat. Dan hal itu mengagetkan Soo Ji. “Iblis menggunakan br*” Soo Ji yang terkejut pribadi menyemburkan makanannya sehingga semua orang jadi melihatnya. Soo Ji nyuruh Young Cheol buat menutup mulutnya. Young Cheol malah mamerin kalo beliau punya koleksi film dewasa  terbaik di komputernya. Seiring dengan itu, beliau juga punya “kungfu Panties” dan “Peri Membuatku Panas”. Soo Ji kesal dan menjejalkan masakan ke mulutnya Young Cheol. Biar beliau bisa menutup mulutnya. Young Cheol yang takut hanya bisa ngangguk. 
Soo Ji yang udah kesel banget balasannya membenarkan kalo itu emang dia. Young Cheol memberanikan dirinya dan menyampaikan kalo beliau yaitu penggemar beratnya Soo Ji. Ia sendiri heran kenapa nggak mengenali Soi Ji sebelumnya. So Ji merasa udah menyingkirkan semua film itu. Young Cheol ngasih  tahu kalo Soo Ji nggak bisa menghapus karya-karya itu hanya lantaran beliau mau. Yeong Cheol menambahkan kalo Soo Ji memperlihatkan kesan terbakar di kepalanya. 
Soo Ji tertawa. Maksudnya ketika Soo Ji masih muda, dan nggak tahu apa-apa, agensinya menyampaikan kalo beliau main film provokatif dan artistik itu, ia akan di bawa ke festivat film di Cannes. Young Cheol mendengar dongeng Soo Ji  sambil tersenyum. Baginya, mereka yaitu karya seni. Tapi bagi Soo Ji, mereka yaitu kenangan memalukan yang ingin ia hancurkan selamanya. Young Cheol melarangnya menyerupai itu. Film-film andal itulah yang mengubahnya menjadi seorang pria. 
Soo Ji memejamkan matanya, gimanapun, ia meminta Young Cheol buat akal-akalan kalo film-film itu nggak ada. Terutama di dekat ibu-ibu lain dan Borg Mom. Ia minta tolong biar Young Cheol nggak bilang sepatah katapun pada mereka. Young Cheol mengerti. Ia meminta Soo Ji supaya nggak khawatir. 
Soo Ji mendapatkan telpon dari Audrey, anaknya. Soo Ji pribadi bangkit. Apa? Ia ada di rumah Borg? Soo Ji marah. Bukankah ia udah menyuruhnya buat nggak pergi kesana? Soo Ji nyuruh anaknya cepat pulang. Tapi kelihatannya Audrey nggak mau pulang dan Soo Ji jadi tambah marah. Pokoknya ia nyuruh Audrey buat cepat pulang. 
Soo Ji menutup panggilannya dengan kesal. Ia mau pulang dan mencari dompetnya di dalam jaket untuk membayar tagihannya tapi nggak ketemu. Young Cheol melarangnya membayar. Biar beliau aja yang ngurus tagihannya. Soo Ji menurut. Ia minta maaf lantaran ini sangat mendesak. Ia kemudian pergi. Saking buru-burunya, ia hingga nggak denger waktu Young Cheol memanggilnya. Young Cheol duduk kembali. Ia bertanya-tanya apa yang terjadi. Ia jadi nggak lezat perihal ini. Ia pun memutuskan untuk pergi juga. 
Soo Ji berlari hingga rumahnya. Di depan ia ketemu dengan Gwi Nam dan Ti Na. Soo Ji bertanya apa yang membawa mereka kesana? Gwi Nam mengaku di kasih tahu anaknya kalo mau main ke rumah Audrey. Tapi kini katanya beliau di rumahnya Borg. Ti Na terkejut. Putrinya Coco juga di rumahnya Borg. Soo Ji mengaku Audrey juga di rumah Borg. Kalo Do Hye tahu, mereka dalam duduk kasus besar. Gimana nih? Ti Na berpikir. Ia akan…ah, enggak, ia rasa ia nggak bisa menanganinya kekacauan ini sendiri. Gwi Nam menyampaikan kalo gitu sebelum Do Hye datang, mereka harus menuntaskan duduk kasus ini secepatnya. Ti Na menambahkan ya, harus. Mereka kemudian bergegas menuru rumah Borg. 
Do Hye rupanya hingga lebih dulu di rumah Borg. Ia bertanya dimana anak-anaknya pada Borg Mom. Borg Mom ngasih tahu kalo mereka lagi main. Apa harus Borg Mom memanggil mereka? Do Hye menjawab enggak. Do Hye melihat daerah sepatu dan ternyata yang lain juga di sana. Borg Mom mengiyakan. Ia mempersilakan Do Hye untuk masuk. 
Do Hye memasuki ruang tamu. Ia memperhatikan ruangan itu. Borg Mom menawarinya secangir teh. Borg Mom menganalisa ekspresi wajah Do Hye. Huru hara 70%, kebencian 30%. Do Hye mengangguk. Borg Mom udah mau beranjak tapi tiba-tiba nggak jadi. Dia ingin bertanya pada Do Hye. Do Hye memperbolehkan. Borg Mom bertanya,  Do hye nggak menyukainya, kan?? 
Do Hye tergugup. Dia ? Kenapa? Borg Mom mengaku kalo beliau bisa membacanya dari wajahnya. Do Hye mencobauntuk tersenyum. Itu niscaya salah paham. Do Hye mencoba mengalihkan dengan menanyakan toilet. Borg Mom memberitahu dan Do Hye segera kesana. 
Do hye melihat wajahnya di cermin. Ia merasa Borg Mom menyerupai pembaca pikiran. Apa terlihat jelas? Ia hampir ketahuan. Do Hye mengoleskan pewarna di bibirnya. Hanya kecantikan yang ada di wajahnya. Ia memuji dirinya sendiri. Hari ini bagus. Haruslah ia memulaikan rencananya? Semuanya disana. Ia berpikir akan memulainya. 
Gwi Nam, Soo Ji dan Ti Na sudah hingga di rumahnya Borg Mom. Mereka sangat terkejut lantaran ternyata Do Hyejuga udah ada di sana. Do Hye menyapa mereka bertiga dengan ramah. Ti na dengan gugup bertanya apa yang membawa Do Hye kesana? Do Hye tersenyum dan balik nanya, berdasarkan mereka apa? 
Ti Na menyikut Soo Ji. Sontak Soo Ji menyampaikan kalo mereka di sana untuk menjemput anak-anak, bukannya sengaja tiba kesana. Mereka nggak punya pilihan. Ti Na berseru memanggil Coco. Beraninya melewati kelas. Soo Ji menatap Ti Na. Ti Na mengubah perkataannya, maksudnya beliau mangkir kelas. Ia kesana lantaran mendengar Coco ada disini. Ia di seret kesana. Sekali lagi Ti Na memanggil Coco anaknya. Soo Ji juga memanggil Audrey. Borg Mom nyuruh semuanya untuk masuk terlebih dahulu. Mereka bertiga kompak menjawab enggak. Nggak usah. 
Dari dalam Do Hye bertanya kenapa enggak? So Ji udah mau jawab, itu…Ti Na menyahut boleh. Mereka bertiga balasannya mau masuk. Young Cheol keluar dari balik tanaman disamping pintu. Ia mengaku bisa menangani perempuan yang berusia 18 tahun lebih renta atau lebih muda darinya, tapi ia jadi sangat terintimidasi dikala para perempuan berkumpul menyerupai itu. Ia kemudian mengirimkan pesan pada Go Bong Hyung jadi beliau bisa segera pulang. Young Cheol mendekatkan telinganya ke daun pintu. Ia merasa lebih baik kalo Go Bong cepat pulang. 
Go Bong masih rapat di taman. Ia menerima pesan dari Young Cheol dan membacanya. Young Cheol ngasih tahu kalo ada masalah. Anggota Ibu Keagungan ada di rumahnya. Orang yang rapat dengannya bertanya apa ada sesuatu? Apa terjadi sesuatu pada Borg Mom? Go Bong bilang nggak papa. Ia ada urusan mendadak dan ia harus segera pergi. Go Bong  pamit. 
Orang itu menyampaikan kalo pertemuan diam-diam mereka udah selesai. Lain kali mereka akan rapat di sebuah restoran yang populer dengan pesta kerangnya. Ia memastikan nggak ada yang akan mengganggu lagi. Orang itu menutup wajahnnya dengan topi dan berjalan meninggalkan Go Bong. 
Go Bong melihat sekitarnya. Ia nggak habis pikir kenapa mereka masuk ke rumahnya. Go  melihat ponselnya. Sistemnya agak  nggak baik sekarang, jadi butuh waktu lebih dari satu jam untuk pulang. Ah, ia sangat khawatir. Ia melihat ponselnya. 
Borg Mom lagi memotong buah. Do Hye cs menunggu di ruang tamu. Soo Ji, Gwi Nam dan Ti Na masih merasa nggak lezat sama Do Hye. Apalagi dikala Do Hye melirik mereka dengan tatapan sinis. Do Hye menyuruh mereka mendekat. Ia membisikkan sesuatu pada Soo Ji dan Ti Na. Entah apa yang beliau katakan lantaran habis itu Ti Na terkejut. Omo! Soo Ji bahkan pribadi menumpahkan lagi minuman yang udah beliau minum. Gwi Nam satu-satunya yang nggak ngerti bertanya ada apa? 
Ti Na dan Soo Ji tersenyum memuji Do Hye. Dia memang nggak pernah melewatkan waktu yang sempurna untuk memulai operasi. Ah, Ti Na jadi gugup. Ia tertawa. Do Hye dengan dinginnya berkata yah begitulah. Gwi Nam yang nggak juga paham bertanya operasi apa maksudnya? Soo Ji melihat Do Hye. Seolah bertanya bolehkah kalo beliau beritahu? Do Hye mengangguk. Soo Ji pun membisikkan sesuatu pada Gwi Nam. 
Gwi Nam juga terkejut mendengarnya. Ia bertanya pada Do Hye, bolehkah ia juga ikut? Do Hye memperbolehkan kalo beliau mau. Gwi Nam senang. Ia sangat ingin. Katakan saja apa aja yang perlu dilakukan. Gwi Nam yakin ia bisa bekerja dengan baik. Lalu mereka tersenyum bersama-sama. Ti Na nyuruh mereka untuk santai aja. 
Borg Mom udah selesai memotong buah dan menyuguhkannya ke ibu-ibu. Ti Na memuji Borg Mom dalam memotong buah. Bagus sekali. Gwi Nam bangun dan mengaku suka juga dengan hiasan rumah Borg Mom. Menurutnya itu sangat sederhana. Ti Na mulai berkeliling. Ia bertanya apa Borg Mom yang punya rumah ini? Borg Mom mengiyakan. Lebih tepatnya rumah itu milik suaminya. 
Soo Ji melihat foto Borg Mom dikala sedang hamil. Ia bertanya pada Borg Mom, apakah beliau menentang waktu? Borg Mom mengaku  nggak punya kemampuan menyerupai itu. Ia hanya ibunya Borg. Soo Ji merasa Borg Mom niscaya sangat memperhatikan dirinya sendiri. Ia belum renta sama sekali. Apa rahasianya? Berbagilah dengannya. 
Ti Na membenarkan. Ia juga ingin tau dengan air yang Borg Mom minum. Itu di jual dimana? Gwi Nam menyahut membenarkan. Air yangBorg Mom minum. Itu niscaya air khusus. Borg Mom membisu dan nggak bisa menjawab. 
Gwi Nam akal-akalan bertanya dimana toiletnya? Borg Mom memperlihatkan arahnya. Ti Na mengalihkan pandangan Borg Mom biar Gwi Nam bisa menyusup ke kamar. Gwi Nam berhasil masuk ke kamar Borg Mom tanpa di sadari oleh sang empunya. Ia merasa tempatnya nggak ada yang bagus. Gwi Nam melihat daerah minum Borg Mom ada di meja. Iapun mengambilnya tanpa ragu-ragu. Kaprikornus itu airnya? 
Gwi Nam membukanya dan hendak meminumnya. Sayang Borg Mom keburu masuk dan memergokinya. Gwi Nam pribadi berbalik, mencoba untuk biasa aja. Borg Mom ngasih tahu kalo bukan disini toiletnya. Gwi Nam tersenyum kikuk. Ia menyembunyikan botol minum Borg Mom di balik roknya. Sambil berkomentar kalo di sana terlalu kecil untuk kamar tidur utama. Ia menanyakan toiletnya kemudian keluar. Ia udah kebelet. Ia nggak bisa menahannya. Borg Mom melihat kamarnya tapi nggak menyadari kalo botol pelumasnya nggak ada.
Bersambung…
Komentar:
Duh, dah usang nggak lanjut, hingga lupa sama nama tokohnya. Sama menyerupai sebelumnya, Do Hye masih tetap jadi penguasa. Soo Ji cs aja hingga ketakutan dikala tahu anak-anaknya pada main di tempatnya Borg. 
Gwi Nam hingga nurut disuruh ngelakuin apa aja. Untung, ya beliau belum sempet minum minumannya Borg Mom. Nggak kebayang gimana reaksinya nanti kalo beneran keminum.

Continue Reading

More in Uncategorized

  • Uncategorized

    Biodata Jung Yoo Jin

    By

    Biodata bintang film Hwang Sun Ah di Moorim School Biodata Jung Yoo Jin DETAIL PROFIL JUNG...

  • Uncategorized

    Biodata Han Ye Seul

    By

    Biodata bintang film Go Hye Rim di Madame Antoine Biodata Han Ye Seul DETAIL PROFIL HAN...

  • Uncategorized

    Biodata Sung Joon

    By

    Biodata pemeran Choi Soo Hyun di Madame Antoine Biodata Sung Joon DETAIL PROFIL SUNG JOON: Nama...

  • Uncategorized

    Biodata Jung Jin Woon

    By

    Biodata pemeran Choi Seung Chan di Madame Antoine Biodata Jung Jin Woon DETAIL PROFIL JUNG JIN...

  • Uncategorized

    Biodata Jang Na Ra

    By

    Biodata Jang Na Ra (Pemeran Drama One More Happy Ending) Demam drama Korea sampai ketika ini...

To Top