Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Frankenstein No Koi Episode 1 – Part 1

Dorama

[Sinopsis] Frankenstein No Koi Episode 1 – Part 1

Karena Goblin jadi saya malas menulis sinopsis drama korea lagi. Karena Goblin blog saya di hapus, saya sedihnya bukan main. Saat menulis sinopsis inilah saya tahu blog saya di hapus. Kan akunya shock T_____T
Sepertinya saya akan lari ke dorama. Drama Korea menciptakan saya trauma.
Kali ini dari salah satu drama yang sedang saya tunggu-tunggu, Frankenstein no Koi. Aku cukup ingin tau dengan drama ini alasannya yaitu ini Fantasy Romance. Ada Gou Ayano & Yuya Yagira :))

Sinopsis Frankenstein’s Love Episode 1

Drama ini dimulai dengan seorang perempuan yang berlari di hutan. Ia ngos-ngosan. Seseorang mengejarnya.
Seseorang dengan tangan bercahaya. Sang perempuan tak sanggup lagi melarikan diri pada balasannya tertanggap. Wanita itu berteriak ketika laki-laki itu mendekatinya.
Pria dengan tangan bersinar itu menempelkan sinar itu di wajah si wanita. Si perempuan berteriak dan pingsan.
Tiba-tiba tempat itu bersinar dan ada sesuatu ibarat debu bersinar beterbangan.

Para penduduk desa mencari si perempuan yang hilang, berjulukan Saki itu dan balasannya menemukan si wanita. Kakak si perempuan itu memastikan apakah itu adiknya dan ia yakin itu adiknya. Tapi ada yang asing dengan wajah perempuan itu.
Wajahnya ditumbuhi jamur dan jamurnya bersinar. Serbuk jamur bahkan beterbangan, serbuk itu bersinar.
Kakak si perempuan menangis melihat adiknya, ia bertanya apakah adiknya di bunuh dan penduduk menyampaikan mereka belum tahu.

120 tahun kemudian, di sebuah  restoran, seorang gadis sedang mabuk. Wajah gadis itu sama dengan wajah perempuan yang dikejar laki-laki yang tangannya bersinar tadi. Gadis itu Tsugumi Tsugaru minum bersama 3 laki-laki yang tampaknya memaksanya untuk terus minum padahal ia sudah mabuk berat.
Saat ia akan muntah, ia permisi ke toilet dan menelpon kakaknya, Haruka. Ia meminta kakaknya menyelamatkannya dan tentu saja kakaknya terkejut.
Tsugumi menyampaikan kalau ia ditipu, ia pikir mereka yaitu mahasiswa kedokteran, ia ikut dengan mereka alasannya yaitu berfikir ia akan menerima informasi tapi ia yakin mereka punya niat tidak baik padanya.
Tsugumi tampak ketakutan. Kakaknya menasehatinya untuk segera kabur kalau ada kesempatan, pokoknya Tsugumi jangan hingga tertidur alasannya yaitu mabuk.

Para laki-laki itu membawa Tsugumi ke kendaraan beroda empat mereka dan begitu ada kesempatan, Tsugumi kabur.Tsugumi cukup mabuk dan ia lari sangat lambat, tapi baginya ia sudah berlari sekuat tenaga. Para laki-laki itu tentu saja mengejarnya.
Haruka permisi dari rumah sakit tempat ia bekerja dan segera menyelamatkan adiknya. Sepertinya tadi ia meminta Tsugumi menyalakan GPS HP Tsugumi, jadi ia gampang melacaknya. Dan mereka juga janjian ketemu di suatu tempat.
Tsugumi terus berlari dan berlari melewati orang-orang, padahal ramai banged disana, kenapa ia nggak minta tolong gitu ya?
Saat ia tiba di tempat janjian dengan kakaknya, ia sudah melihat kakaknya dan hendak memanggil, tapi kendaraan beroda empat para laki-laki itu tiba dan terang saja TSugumi tertangkap. omoooo O_0
Mereka menyeret Tsugumi masuk ke mobilnya.
Kakak Tsugumi tidak melihatnya alasannya yaitu ia sibuk melihat GPS. Saat melihat lokasi Tsugumi bergerak menjauh dengan cepat, ia menyadari kalau adiknya dibawa pergi.

Para laki-laki itu benar-benar punya niat yang jelek. Tsugumi berteriak di dalam mobil, meminta seseorang menyelamatkannya. Tapi percuma saja, para laki-laki itu membawa Tsugumi ke kawasan pegunungan dimana tidak ada rumah penduduk disana, alias rumah penduduk jauh dari sana.
Keadaan makin bahaya, alasannya yaitu mereka masuk makin ke dalam hutan. Tiba-tiba sesuatu tampak bersinar, serbuk yang bersinar.
Tsugumi terus berteriak meminta pertolongan di dalam mobil, ia menangis sementara para laki-laki itu tertawa mendengarnya. Keadaan semakin gawat alasannya yaitu Tsugumi mulai kehilangan penglihatannya alasannya yaitu alkohol, ia mabuk.
Sementara kendaraan beroda empat terus melaju, Tsugumi pusing. Tiba-tiba kendaraan beroda empat menabrak sesuatu, seseorang dan kendaraan beroda empat berhenti. Para laki-laki terkejut.

Mereka keluar dari kendaraan beroda empat alasannya yaitu merasa menabrak seseorang, tapi tidak ada siapa-siapa disana. Mereka ketakutan dan menyampaikan mereka harus segera pergi. Tsugumi memakai kesempatan itu untuk kabur sementara para laki-laki itu bertengkar.
Ia belakang layar keluar dari kendaraan beroda empat dan masuk ke dalam hutan. Tapi para laki-laki itu menyadarinya tak usang kemudian dan mengejarnya.
Tsugumi berusaha lari menaiki bukit tapi ia terlalu lemah dan terjatuh. Para laki-laki itu menangkapnya dan murka padanya. Mereka akan berbuat sesuatu pada Tsugumi ketika serbuk bersinar itu muncul lagi dan dengan mengejutkan seseorang melompat dari atas di hadapan mereka. Beneran serem ih HAHAHHAHA saya kaget.

Para laki-laki itu ketakutan dan bertanya siapa dia. Tsugumi masih tergeletak di tanah, ia terlalu lemah. Sementara orang tadi mendekat dan mendekati si preman 3 orang itu yang mundur ketakutan/
Tapi salah satu dari mereka berani melawan. Ia memakai kayu dan memukul orang itu. Orang itu tidak terluka dan malah berhasil menangkap kayu itu. Tiba-tiba sesuatu yang asing terjadi, serbuk beterbangan, ada ibarat asap disekitar kayu yang disentuh laki-laki itu dan ada sinar asing juga disana.
Si laki-laki jahat itu terlihat ketakutan, dan kita melihat di wajahnya muncul sesuatu, seolah itu jamur yang tiba-tiba tumbuh dan para laki-laki yang lain jatuh pingsan. Hmmmm, itu apa ya? jamur beracun kah?
Tsugumi yang berusaha melihat apa yang terjadi, melihat sinar itu dan serbuk bercahaya itu. Tangan si laki-laki bersinar persis ibarat laki-laki yang mengejar si perempuan dulu.
Tsugumi kemudian pingsan.

Pria penyelamat itu perlahan mendekatu Tsugumi yang kehilangan kesadarannya. Ia menggendong gadis itu dengan lengannya dan perlahan kita melihat wajah laki-laki itu, seorang perjaka tampan dengan luka di wajahnya.
Sementara itu di kayu yang dipegang orang itu tadi, tumbuh jamur, awalnya jamur itu bersinar, tapi sesudah si laki-laki itu pergi, jamurnya menjadi jamur biasa.

Keesokan harinya, Tsugumi membuka matanya. Ia ada di tempat pemberhentian bus. Tsugumi masih kebingungan dan mencoba mengembalikan ingatannya ketika kakaknya Haruka yang masih mencarinya semenjak semalam melihatnya. Kakaknya segera berlari ketika melihat adiknya itu, Haruka menangis.
Tsugumi bertanya ini dimana dan kakaknya tentu saja menyampaikan ia yang seharusnya menanyakan itu, kenapa Tsugumi ada disana.
Tsugumi mencoba mengingat yang terjadi semalam, ia ingat ia dipaksa masuk ke kendaraan beroda empat dan ia kabur ke hutan. Haruka memeluk adiknya dan menyampaikan untuk pergi ke rumah sakit dan melapor ke polisi, ia akan bersama adiknya.
Tsugumi menyampaikan kakaknya salah paham alasannya yaitu kakaknya menerka Tsugumi di perkosa. Tsugumi menyampaikan ia selamat, mereka tak melaksanakan apapun padanya. Kakaknya terkejut, ia tak mengerti. Tsugumi menyampaikan kalau ia baik-baik saja.

ketika Tsugumi membuka tas-nya, sesuatu terjatuh, sebuah jamur berwarna merah. Tsugumi memungutnya dan menatap itu, kemudian 1 detik kemudian ia berteriak, menciptakan kakaknya shock.
Tsugumi menunjukkan jamur itu pada kakaknya, kakaknya tentu tidak mengerti.
Tsugumi kemudian tersenyum bahagia melihat jamur itu.

Tsugumi yaitu seorang mahasiswi. Pagi itu ia eksklusif berangkat ke kampus. Ia kelihatan masuk ke sebuah ruangan di kampus itu, untuk menemui profesor-nya, Prof. Tsurumaru (Aku nggak yakin sih ia prof atau enggak, tapi alasannya yaitu ia sensei-nya Tsugumi di univ, jadi saya panggil Prof aja), alasannya yaitu ia menemukan jamur langka, atau mungkin spesies baru.
Tapi ketika ia masuk ke dalam, prof malah asik menonton program komedi bersama salah satu mahasiswanya, Seiya Inaniwa. Mereka tampaknya sedang melaksanakan penelitian mengenai tingkat stress, bagaimana mengurangi tingkat stres dengan menonton program komedi dan prof bicara panjang lebar mengenai ini dan itu LOL.
Setelah prof selesai bicara, Tsugumi segera menunjukkan jamur temuannya.
Sepertinya itu memang jamur langka, Akanarikami. Tapi sedikit berbeda alasannya yaitu Akanarikami kepala jamurnya orange, sedangkan itu merah. Makanya Tsugumi juga merasa neh.  Ia sempat tubruk verbal dengan Seiya mengenai spesies jamur, tapi ketika ditanya dimana Tsugumi menemukannya, Tsugumi malah galau mau jawab dimana. Tapi Tsugumi yakin kalau jamur itu bukan Akanarikami, maka ia menemukan spesies gres yang tumbuh di hutan di sekitar kota.
Seiya memujinya sebagai gadis jamur, mungkin itu ajukan juga ya alasannya yaitu Tsugumi suka banged sama jamur HAHAHHAHAHHA.

Saat itu siaran di TV memberitakan ada 3 laki-laki 20 tahunan yang ditemukan di gunung dan Tsugumi mengenali 3 laki-laki itu yang menculiknya semalam. Para laki-laki pingsan alasannya yaitu katanya mereka menyentuh satu jenis jamur yang mengakibatkan mereka alergi.
Karena Seiya tiba-tiba mematikan TV, Tsugumi memintanya menyalakannya lagi. TSugumi memperhatikan info di TV dan mereka menunjukkan gunung tempat laki-laki itu di temukan. Tsugumi kini tahu kalau itu gunung dimana ia dibawa semalam dan eksklusif meninggalkan ruangan prof.
Seiya mengejarnya dan bertanya ada apa, kenapa Tsugumi pergi begitu saja, apakah sesuatu terjadi. Tsugumi berkata kalau ia baik-baik saja.

Tapi Seiya tidak percaya begitu saja, ia menarik hati Tsugumi dan bertanya apakah 3 laki-laki di info tadi kenalan Tsugumi dan Tsugumi eksklusif menjawab tidak. Tsugumi terus berjalan dan Seiya terus mengikutinya, ia menyampaikan pertolongan mencari lokasi jamur itu tapi Tsugumi menolak, ia sanggup sendiri.
Seiya memaksa, alasannya yaitu sulit mencari lokasi jamur itu kalau Tsugumi tidak punya mobil. Tapi Tsugumi menyampaikan ia baik-baik saja, ia juga punya kendraan kesana. Seiya berkata lagi Tsugumi tidak tahu gunung yang mana, niscaya sulit mencarinya sendiri. Tsugumi berkata kalau ia sudah tahu dan Seiya terkejut, bagaimana bisa? HAHAHAHAHAHA
Tsugumi tiba di tempat ia memarkir sepeda dan mengambil sepedanya. Ia berkata ia baik-baik saja dan sanggup mencarinya sendiri.
Keduanya sempat berdebat alasannya yaitu Tsugumi selalu tidak mau meminta pertolongan bila melaksanakan sesuatu. Seiya menyampaikan Tsugumi jangan selalu berusaha sendiri, minta bantuanlah padanya. Ia tidak suka orang yang tidak bekerja keras, tapi ia tidak sanggup melihat seseorang yang bekerja terlalu keras sendirian. Tsugumi menyampaikan kalau tidak semua orang yang bergantung pada Seiya itu bekerja terlalu keras.
Pada balasannya Tsugumi meninggalkannya. Seiya hanya sanggup melihat Tsugumi yang pergi dengan sepedanya itu. Jelas sih 100% Seiya ini suka sama Tsugumi.

Tsugumi mengayuh sepedanya menuju gunung tempat ia dibawa semalam dan ia benar-benar kesana memakai sepeda, wow, tidak mengecewakan jauh lho.
Disekitar gunung dimana 3 laki-laki itu ditemukan ada kendaraan beroda empat polisi dan beberapa orang berkumpul disana. Tsugumi masuk ke hutan dari jalan lain. Ia mulai menyusuri hutan mencari jamur langka itu. Setiap menemukan jamur ia akan memotretnya dan melihat dengan seksama. Ia masuk semakin dalam ke hutan. Tsugumi kelihatannya benar-benar sangat menyukai jamur, ia fokus pada jamurnya dan tidak sadar kalau semenjak tadi ia diintip oleh seseorang.
Matahari semakin tinggi, Tsugumi melihat jam dan sudah waktunya ia  minum obat. Ia mengambil sebuah pil dan minum obat disana.
Tiba-tiba Tsugumi mencicipi sesuatu yang aneh, kita mleihat serbuk beterbangan lagi. Tsugumi mendengar bunyi dari balik sebuah pohon besar dan bertanya siapa itu.

Tiba-tiba seseorang keluar, itu yaitu laki-laki yang menyelamatkan Tsugumi semalam. Serbuk beterbangan lagi.
Pria itu menatap tsugumi dan bertanya siapa Tsugumi. Kenapa Tsugumi kesana, apakah Tsugumi masih hidup, Apakah ia tidak mati dan si laki-laki mengungkit 120 tahun lalu.
Tsugumi bingung.  Pria itu terus mendekat dan menanyainya dan menciptakan Tsugumi takut dan terus berjalan mundur. Karena merasa laki-laki itu aneh, Tsugumi segera pergi. Tiba-tiba laki-laki itu menyampaikan sesuatu padanya kalau ia tidak melaksanakan apa-apa, ia hanya disini saja selama ini. Tsugumi bingung. Ia menatap laki-laki itu.
Pria itu berkata, saya bukanlah manusia.
Tsugumi terkejut. Pria itu meminta Tsugumi melupakan tempat ini. Ia berjalan meninggalkan Tsugumi.

Pria itu berjalan dan Tsugumi mengikutinya belakang layar alasannya yaitu penasaran. Nggak belakang layar juga sih, alasannya yaitu Tsugumi tidak bersembunyi.
Pria itu sadar ia diikuti. Ia panik dan segera mengambil jalan yang sulit, ia kabur menuruni lembah yang curam. Ia melarikan diri dari Tsugumi dengan cepat.
Saat merasa aman, tiba-tiba terdengar bunyi teriakan Tsugumi. Ternyata Tsugumi benar-benar berniat mengikuti ptia itu, ia menuruni jurang yang agak curam itu dan terjatuh. Ia kesakitan.
Ia terus berusaha berjalan menuju si laki-laki tadi yang membisu menatapnya.

Ia bertanya kenapa Tsugumi mengikutinya.
Tsugumi menyampaikan ia yaitu calon peneliti, meski ia masih mahasiswa sekarang, karenanya ia tidak percaya dengan apa yang dikatakan laki-laki itu. Ia juga tidak akan sanggup melupakan tempat ini dan pertemuan mereka alasannya yaitu ia sudah melihat si pria.
Pria itu menatap Tsugumi dan bertanya, apakah kamu benar-benar tidak mengenalku?
Tsugumi menyampaikan kalau ia tidak mengenal laki-laki itu, karenanya ia ingin mengenal laki-laki itu sekarang. Pria itu terkejut. Tsugumi menyampaikan ia ingin tahu hal-hal yang tidak ia ketahui. Dan ia tidak ingin mati tanpa tahu hal-hal yang tidak ia ketahui.
Pria itu sedikit tersenyum, senyuman sedih. Ia menyampaikan kalau ia sangat iri. Tsugumi tidak mengerti.
Pria itu meminta Tsugumi jangan mengikutinya lagi.

Pria itu meninggalkan Tsugumi dan terus berjalan ke tengah hutan.
Kita kemudian melihat sesuatu ibarat baling-baling disana dan sebuah rumah. Itu yaitu rumah si laki-laki itu.
Pria itu menatap ke belakang, Tsugumi tidak mengikutinya lagi. Ia terlihat agak sedih. Ia melanjutkan perjalanan, tiba-tiba ia mendengar suara. Ternyata Tsugumi masih terus mengikutinya, Tsugumi kesulitan alasannya yaitu hutan itu cukup sulit dilalui.
Pria itu tentu saja terkejut alasannya yaitu Tsugumi berhasil mengikutinya, Tsugumi cuma tertawa saja melihat si laki-laki itu. Ia melihat rumah disana dan bertanya itu apa.
Pria itu menjawab kalau itu yaitu rumahnya. Tsugumi melamun sebentar, ia masih mengatur nafasnya kemudian ia bertanya apakah ia boleh menganggu / bertamu ke rumah itu. Si laki-laki terkejut.

Pada balasannya si laki-laki memperbolehkan Tsugumi bertamu ke rumahnya. sebuah rumah yang unik, bahkan ada listriknya juga, tampaknya sih tenaga buatan sendiri ya.
Tsugumi mengagumi rumah itu, bertanya apakah laki-laki itu tinggal sendiri dan membahas hal-hal lain yang tidak dimengerti laki-laki itu, alasannya yaitu Tsugumi membahas drama, ia menyampaikan ia pernah melihat rumah ibarat itu di drama.
Pria itu menyampaikan kalau ia tinggal sendiri. Sepertinya ia punya keluarga, ayah kalau nggak salah. Tsugumi berkata di rumah si laki-laki tidak ada TV jadi mungkin si laki-laki tidak pernah nonton drama dan laki-laki itu menyampaikan ia tidak pernah melihat TV / ia tidak tahu TV itu apa.
Tsugumi rasa ingin tahunya memang gede, ia terus bertanya dan bertanya. Saat ia bertanya semenjak kapan laki-laki itu tinggal disana, laki-laki itu menjawab semenjak 120 tahun kemudian dan Tsugumi meminta laki-laki itu menjawab dengan serius.
Pria itu membisu saja.

Tsugumi kemudian bertanya lagi apa yang dimakan si laki-laki selama tinggal di hutan. Si laki-laki tidak menjawab dan melihat ke arah dapurnya. Tsugumi eksklusif excited alasannya yaitu melihat ada banyak jamur disana, jamur yang dikeringkan. Ia meminta satu. Pria itu berkata ia tidak tahu apakah insan sanggup memakannya atau tidak. Tsugumi mengambilnya satu untuk dibawa pulang dan ia meminta si laki-laki jangan menyampaikan hal-hal aneh. LOL.
Tsugumi masih ingin tau dengan laki-laki itu dan bertanya kenapa si laki-laki tinggal di hutan dan apa yang di lakukan si laki-laki sebelum tingga disana. Si laki-laki tidak menjawab. Tsugumi menyampaikan ia akan menjaga rahasia si laki-laki itu, ia tidak akan menyampaikan pada siapapun. Bahkan bila si laki-laki ada alah kriminal.
Si laki-laki menatap Tsugumi dan bertanya, kau…. apakah saya tidak takut padaku?
Tsugumi menyampaikan ia tidak takut, alasannya yaitu ia tidak mau membawa mati sesuatu yang tidak ia ketahui. Karena ia yaitu orang yang selalu ingin tau akan sesuatu.

Tiba-tiba Tsugumi berjalan mendekati si laki-laki dengan jarak yang cukup dekat, menciptakan laki-laki itu berjalan mundur. Tsugumi menatap eksklusif ke mata si laki-laki dan berkata, tolong beritahu saya tentangmu.
Si laki-laki tidak berpengaruh berdekatan lama-lama dengan Tsugumi, ia gemetaran dan mengalihkan pandangan, ia menjauh dari Tsugumi sambil memegang dadanya. Ia kelihatan agak sesak.
Tsugumi galau dan bertanya ada apa?

Pria itu memunggungi Tsugumi dan berkata kalau ia dilahirkan dari ayahnya. Ia tidak punya ibu. Ia menyampaikan ayahnya yaitu seorang dokter dan berkata kalau bergotong-royong dirinya sudah mati.
Tsugumi terkejut. Pria itu menyampaikan ayahnya membuatnya hidup kembali sesudah kematiannya. Tsugumi meminta si laki-laki jangan bercanda dengannya, alasannya yaitu kalau memang benar apa yang dikatakan si laki-laki itu, maka laki-laki itu yaitu Fankenstein.
Si laki-laki membisu saja. Tsugumi meminta maaf. Pria itu berjalan mendekatinya, Tsugumi agak takut dan berjalan mundur. Pria itu menyampaikan kamar ayahnya ada di bawah tanah dan ia tidak berbohong.
Pria itu berjalan ke lantai bawah.  Ia menatap Tsugumi memberi aba-aba untuk mengikutinya. Tsugumi memberanikan ditinya.

Tsugumi masuk ke lantai bawah, ruangan yang berdebu dan agak menyeramkan. Tiba-tiba Tsugumi melihat tengkorak duduk di sebuah dingklik dan Tsugumi berteriak sambil mengepalkan tinjunya.
Pria itu menyampaikan kalau itu yaitu ayahnya. Tsugumi terkejut.
Pria itu menceritakan 120 tahun yang kemudian ia dilahirkan disini. Tsugumi tidak mengerti tapi ia berusaha memahami. Ia melihat sebuah buku di bawah yangan tengkorak itu, Fukashi Kentaro. Pria itu menyampaikan itu yaitu nama ayahnya.
Tsugumi bertanya siapa nama si laki-laki itu dan laki-laki itu menyampaikan ia tidak punya nama, alasannya yaitu ia bukan manusia, alasannya yaitu itu ia selalu ada di hutan ini, di rumah ini.

Pria itu menyampaikan ia mempelajari basic perihal insan dari ayahny. Setelah ayahnya meninggal, ia menemukan radio dan berguru dari sana. Tapi ia tidak sanggup hidup dengan manusia.
Tsugumi menyampaikan bagaimanapun ia melihatnya, laki-laki itu terlihat ibarat manusia. Ia bertanya apakah laki-laki itu tidak kesepian, selalu ada di tempat ibarat ini sendirian.
Pria itu menyampaikan hutan yaitu tempatnya dan ayahnya menyuruhnya hidup ibarat hutan ini.
Tapi Tsugumi bertanya, kamu ingin mengetahui perihal insan kan?
Si laki-laki tidak menjawab. Ia melihat sesuatu, tampaknya jam. Dan ia naik ke lantai atas lagi.

Disana ada radio, si laki-laki menyalakan radio. Ada sebuah program yang gres di mulai dan si laki-laki bahkan hafal lagu tema dari program itu. WOW. Sepertinya ia pendengar setia siaran radio itu.
Ia menatap Tsugumi sambil tersenyum, seolah ia menyampaikan jawabannya, kalau ia sanggup mengetahui insan dari siaran radio itu. Tsugumi mengerutkan keningnya melihat laki-laki itu. Mungkin kasihan juga kali ya.

Pria itu mengantar Tsugumi kembali keluar dari dalam hutan, mereka tiba di jalan setapak.
Ia bertanya apakah si laki-laki tidak berniat keluar dari hutan ini, si laki-laki menyampaikan kadang ia turun gunung ketika malam hari. Tsugumi tahu si laki-laki ingin bertemu insan tapi takut. Tapi menurutnya laki-laki itu hanya butuh pengalaman untuk terbiasa dengan manusia.
Tsugumi tahu kalau laki-laki itu selalu ingin menjadi manusia, mencoba menjadi insan normal. Makara ia mengajak laki-laki itu mengikutinya ke kota. Si laki-laki ragu, meski ia mau tapi ia tidak bisa.
Tsugumi berkata semuanya akan baik-baik saja, alasannya yaitu ia akan bersama laki-laki itu.
Si laki-laki terkejut. Mataya terlihat berkaca-kaca gitu, tampaknya ia memang sangat ingin berinteraksi dengan manusia. Tsugumi mengajak laki-laki itu untuk mengikutinya.

Akhirnya si laki-laki benar-benar mengikuti Tsugumi. Mereka tiba di tempat Tsugumi parkir sepeda dan tampaknya si laki-laki tertarik dengan sepeda Tsugumi. Mereka berdua terus berjalan dan berjalan hingga mereka tiba di jalan besar. Pria itu kelihatan kagum melihat sebuah bus yang lewat.
Tsugumi tahu kalau laki-laki itu yang menyelamatkannya malam itu. Meski si laki-laki tidak menjawab dan lebih tertarik pada sepeda Tsugumi. Tsugumi menyuruhnya mencoba bila ia mau. Tapi laki-laki itu tak yakin, ia belum pernah anik sepeda sebelumnya. Meskipun begitu, ia tertarik. Tsugumi meyakinkan si laki-laki itu.
Akhirnya si laki-laki menyentuh sepeda untuk pertama kalinya. Tsugumi mengajarinya bagaimana memakai sepeda. Si laki-laki itu beneran kaku dan takut naik sepeda, tapi lucunya ia tidak jatuh dan bahkan ketika di turunan ia melaju dengan sangat cepat.
Tsugumi berteriak biar si laki-laki mengerem sepedanya, tapi tentu saja laki-laki itu nggak tahu yang namanya rem.

Dan si laki-laki itu terus melaju dengan kecepatan penuh, alasannya yaitu jalan di pegunungan itu menurun hingga ke kota HAHAHAHAHAHAAHHA
Tsugumi berusaha mengejarnya. Si laki-laki masih di atas sepeda melaju dengan kencang, bahkan sudah memasuki perumahan penduduk. Ia berteriak disepedanya, tapi lama-lama ia malah merasa nyaman dan bahkan sudah sanggup mengayuh sepedanya begitu ia masuk ke perkotaan. Tapi ia tidak tahu cara mengerem, ia terus melaju di antara toko-toko, menyeberangi jalan (untung ga ketabrak) dan ia hingga di sentra perbelanjaan.
Disana ia melihat ada banyak insan yang ia kagumi, dimana ia selalu ingin tau akan manusia, sebuah pemandangan yang indah baginya.
Cukup menakjubkan alasannya yaitu si laki-laki ini nggak jatuh-jatuh dari sepedanya HAHAHAAHHAHAHA.

Tsugumi balasannya hingga di kota dan mencari si laki-laki itu.
Ia balasannya melihat laki-laki itu di seberang jalan, masih dengan sepedanya.
Ia berteriak memanggil si laki-laki itu dan laki-laki itu balasannya melihatnya. Tsugumi sibuk menyuruh laki-laki itu mengerem tapi si laki-laki tidak mengerti dan malah tersenyum pada Tsugumi HAHAAHHAHHA.
Ia tidak memperhatikan jalan dan BRUK! si laki-laki itu terjatuh ke tangga penyeberangan bawah tanah HAHAHAHAHAHHAHA.

Tsugumi berlari dengan khawatir menemui si laki-laki itu. Ia bertanya apakah laki-laki itu baik-baik saja. Si laki-laki tergeletak di lantai, tidak terluka sedikitpun. Ia menyampaikan ia baik-baik saja.
Sementara itu Tsugumi melihat sepedanya sudah rusak, dingklik penumpang bahkan lepas.
Si laki-laki itu menatapnya dengan perasaan bersalah.

Continue Reading

More in Dorama

To Top