Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Frankenstein No Koi Episode 2

Dorama

[Sinopsis] Frankenstein No Koi Episode 2

 Di Episode 2 ini, alasannya yakni kesalahannya, Ken alhasil tetapkan kembali ke hutan. Tapi keinginannya menjadi insan memang sangat besar dan berkat program Amakusa, ia tetapkan untuk tidak lari dan menghadapi semuanya. Di sini kita juga melihat masa kemudian Ken bersama ayahnya. Ayahnya benar-benar menghidupkannya kambali dan ingin Ken menghabiskan hidupnya di hutan sebagai salah satu dari tumbuhan hutan.

Sinopsis Frankenstein’s Love Episode 2

Setelah mendengar teriakan dari Haruka, Tsugumi dan Seiya pribadi tiba ke arah sumber bunyi dan menemukan Haruka pingsan dengan jamur abnormal di wajahnya. Tsugumi panik dan memanggil-manggil kakaknya. Seiya segera pergi mengambil kendaraan beroda empat untuk membawa HAruka ke rumah sakit.
Sementara itu, Ken bersembunyi di gudang dan jamur di wajahnya tiba-tiba mengeras dan ia dengan praktis bisa melepasnya. Setelah ia kembali normal, Ken keluar. Tsugumi terkejut Ken ternyata disana dan bertanya apa yang terjadi dengan kakaknya.
Ken malah bertanya apakah Haruka mati. Tsugumi tentu saja menyampaikan kalau itu tidak akan terjadi. Tapi Ken malah menyampaikan kalau beliau niscaya mati, alasannya yakni suatu hari insan akan mati.
Tsugumi menangis alasannya yakni Ken bisa-bisanya bicara menyerupai itu. Ken minta maaf.
Seiya tiba dengan kendaraan beroda empat dan memasukkan HAruka ke kendaraan beroda empat sementara Tsugimi bertanya pada Ken apa yang Ken lakukan pada kakaknya, tapi Ken malah tidak menjawab pertanyaan itu dan menciptakan TSugumi kesal, ia meninggalkan Ken dan pergi dengan Seiya mengantar kakaknya ke rumah sakit.

Ken menatap kepergian mereka dan berusaha mengejar kendaraan beroda empat itu dengan wajah sedih.

Kakak Tsugumi di rumah sakit diperiksa oleh dokter, ia diperiksa diruangan dimana tidak ada orang yang boleh masuk alasannya yakni takut penyakit itu menular. Dokter bertanya pada Tsugumi apakah kakaknya alergi akan sesuatu atau apakah kakaknya menyentuh sesuatu atau menghirup sesuatu.
Tsugumi tidak bisa menjawab alasannya yakni ia juga tidak melihat kejadiannya.
Tsugumi kemudian bicara dengan Seiya, meminta Seiya melaksanakan sesuatu untuknya, menemui Ken dan menanyakan apa yang Ken lakukan pada kakaknya. Karena ia tidak bisa menanyakan langsung, ia harus terus menemani kakaknya di rumah sakit.
Ia merasa kalau ini ada hubungannya dengan Ken.

Seiya kembali ke rumah dan keluarga sedang makan. Ia bertanya dimana Ken, tapi Ken tidak dirumah. Rui menyampaikan tadi ia papasan dengan Ken tapi Ken tidak melihatnya, ia pikir Ken abnormal dan wajahnya terlihat sedih.
Mikoto menyampaikan kalau Ken mungkin pergi minum-minum. Tapi Seiya tak berfikir Ken mengerti apa itu minum-minum.
Rui kemudian menyajikan jamur sebagai makan malam mereka. Ayah mencoba dan rasanya enak. Mikoto juga mencoba dan menurutnya lumayan.
Rui kemudian menjelaskan kalau itu jamur yang tumbuh di futon Kei dan Mikoto hampir muntah mendengarnya HAHAHAHAHAH.
Seiya terkejut dan meminta Rui menawarkan jamur sisanya untuk ia bawa.

Tsugumi masih di rumah sakit. Seseorang tiba menjenguk, Tsugumi memanggilnya Obaa-chan, mungkin nenek mereka.
Tsugumi menjelaskan apa yang terjadi pada Haruka, ada jamur abnormal transparan yang tumbuh di wajah kakaknya. Nafas kakaknya semakin melemah dna ia khawatir kakaknya akan meninggal dunia. Tentu saja nenek menyampaikan hal itu mustahil terjadi.
Tsugumi tiba-tiba termenung seakan-akan ia kehilangan kesadaran normalnya, bunyi bahkan menghilang, ia tak mendengar neneknya bicara padanya. Neneknya mencoba menyadarkannya dan alhasil Tsugumi kembali ke dirinya.
Nenek khawatir dan menyuruhnya segera meminum obatnya. Tsugumi minum obarnya lagi. Sakit Tsugumi apa ya?

Karena tidak bisa menemukan Ken, seiya tetapkan ke universitas dan menceritakan yang terjadi. Ia juga membawa sampel jamur yang ada di futon Ken dan meminta prof menelitinya.
Seiya juga berfikir kalau Ken yakni penyebab jamur di wajah abang Tsugumi. Prof bertanya dimana Ken dan Seiya menyampaikan Ken menghilang. Prof meminta Seiya menemukan Ken.

Ken menyerupai yang diduga, ia kembali ke rumahnya di hutan. Ia masuk ke ruang kerja ayahnya dan mengingat dikala ayahnya masih hidup.
Saat itu Ken ketakutan dan menggigil, ayahnya menyuruhnya untuk terus tinggal di hutan alasannya yakni Ken tidak bisa tinggal di akrab manusia. Karena insan mati dan Ken sudah mati sebagai manusia. Ia terkejut dan murka pada ayahnya menuduh ayah berbohong, alasannya yakni ia bahkan tidak pernah ingat kalau ia pernah hidup dan kapan ia mati. Yang ia ingat hanya wajah ‘wanita itu’. Ia berfikir setidaknya ia tahu perempuan itu. Dan wajah perempuan itu seolah menyampaikan kalau beliau mengenalnya juga.

Malam dimana Saki-san meninggal, ia bertemu dengan Ken dan Ken mendekatinya alasannya yakni wajah Saki seolah mengenalinya. TApi kemudian jamur dalam badan ken bereaksi dan menciptakan sporanya terbang kemana-mana dan tangannya tumbuh jamur transparan yang bersinar. Sakit tentu saja takut melihatnya dan mulai berlari menjauhi Ken.
Ken dikala itu sama sekali tidak berniat jahat, ia hanya ingin tahu siapa dirinya jadi ia mengikuti gadis itu dan alasannya yakni saking takutnya, Saki terpeleset dan jatuh dari bukit, Ken mengejarnya dan tak sengaja menyentuh wajahnya dan begitulah Saki terinfeksi jamur itu, wajahnya penuh jamur.
Saat itu Ken shock dan berteriak menyerupai di awal episode 1.
Ayah Ken yang tiba segera memindahkan Saki ke daerah yang jatuh dari rumah mereka dan begitulah ia ditemukan warga.

Nenek dan Tsugumi melihat keadaan Haruka dan nenek menyampaikan kalau adik neneknya juga mengalami hal yang sama, ada jamur transparan tumbuh di wajahnya. Tsugumi bertanya apa yang terjadi.
Nenek menyampaikan dikala itu tidak ada yang tahu apa penyebabnya tapi adik neneknya tidak bisa bertahan dan alhasil meninggal dunia.
Tsugumi takut mendengarnya, ia tak ingin kakaknya mengalami hal yang sama, alasannya yakni yang seharusnya meninggal duluan yakni dirinya.
Tsugumi menangis dan nenek memeluknya.

Kembali ke Ken di dalam hutan, ia teringat dikala ayahnya menyampaikan kalau Ken hanya punya satu keluarga, yaitu dirinya dan ia akan bersama Ken selamanya, tinggal di dalam hutan ini. Ken tetap bisa bertahan hidup tanpa berinteraksi dengan manusia, menyerupai pepohonan disana, yang sudah hidup lebih usang dari mereka, tanpa berinteraksi dengan manusia. Ken niscaya bisa melakukannya, jikalau Ken berfikir bersama insan yakni satu-satunya cara untuk hidup maka Ken salah. Ken bisa hidup senang tanpa insan menyerupai pohon-pohon yang tanpa nama dan hidup bahagia. Ia menanamkan keyakinan pada Ken kalau Ken yakni salah satu tumbuhan yang hidup disana. Tumbuhan yang bernafas dan berfikir.
IA minta maaf pada Ken yang meninggalkan Ken dengan kemampuan menyakitkan, yaitu kemampuan berfikir. Ia mengingatkan Ken kalau ken hidup, menyerupai kini ini, Ken hidup.

Dokter menyampaikan pada Tsugumi dan neneknya untuk menyiapkan kemungkinan terburuk menciptakan Tsugumi semakin khawatir dan menerobos masuk ke kamar isolasi meski bergotong-royong tidak diperbolehkan. Ia menggenggam tangan kakaknya dan menyampaikan kalau ia tak akan membiarkan kakaknya meninggal sebelum dirinya, alasannya yakni selama ini kakaknya selalu melindunginya.
Tiba-tiba Seiya tiba membawa sesuatu dari Prof, sebuah ekstrak dari jamur tertentu yang mungkin bisa mengobati abang Tsugumi. Tsugumi bertanya apakah Prof tahu penyebabnya dan Seiya menyampaikan tampaknya Prof tahu. Ia meminta Tsugumi segera menawarkan pada Haruka.
Tsugumi percaya alasannya yakni ini dari prof dan mulai meminumkan ekstrak itu pada kakaknya.

Setelah meminum ekstrak itu, keadaan abang Tsugumi mulai membaik dan Tsugumi ke kampus untuk mengucapkan terima kasih pada Prof. Kakaknya masih belum sadar tapi keadaannya sudah membaik dan mungkin akan baik-baik saja. Jamur di wajah abang Tsugumi terlihat mengering menyerupai di wajah Ken waktu itu.
Tsugumi tiba membawa sampel jamur di wajah kakaknya. Tsugumi bertanya bagaimana Prof bisa tahu penyebab itu. Prof mengira kalau penyebabnya yakni Ken. Seiya menjelaskan kalau Ken meninggalkan jamur di futon dan jamur kepala merah di kayu dikala mereka pertama bertemu. Prof menyampaikan tampaknya badan Ken penuh dengan spora jamur dan abang Tsugumi terinfeksi salah satunya. Ia berfikir jikalau mereka memakai jamur yang ditinggalkan Ken sebagai penetralizir mungkin akan berhasil.
Tsugumi masih resah dan bertanya apakah maksud prof Ken yakni ‘hots’ dari jamur-jamur itu. Prof menyampaikan tidak abnormal alasannya yakni insan juga dipenuhi dengan bakteri, dan menurutnya di badan Ken juga ada homogen kuman yang mereka tidak tahu.
Intinya keberadaan Ken sendiri yakni sebuah jamur gres yang mengeluarkan spora yang bisa menginfeksi manusia. Kira-kira menyerupai itu lah.

Tsugumi ke rumah Seiya untuk melihat kamar Ken. Kamar Ken sudah kosong dan hanya kayu-kayu yang ia pahat yang ada disana. TSugumi melihat kayu nama Ken dan namanya disana. Di kayu Tsugumi ada jamur kepala merahnya.
Tsugumi tahu kalau Ken kembali ke hutan dan ia menemukan Ken di susukan hutan, Ken sedang memandang ke arah Kota.
Ken terkejut melihat Tsugumi disana dan menjauh alasannya yakni takut Tsugumi mengalami hal yang sama menyerupai Haruka. TSugumi menjelaskan kalau kakaknya bisa diselamatkan dan tidak akan meninggal. Makara ia ingin bertanya pada Ken apa yang bergotong-royong terjadi. Ken tidak menjawab, ia menunduk.
Tsugumi menjelaskan kalau ia berguru perihal jamur di universitas, jadi mungkin ia tahu jamur apa yang Ken punya. TApi Ken menyampaikan kalau TSugumi dihentikan mendekatinya. Ia dihentikan ada di akrab TSugumi. Ia meminta Tsugumi memaafkannya dan jangan pernah mencarinya lagi.
Ken kemudian meninggalkan Tsugumi dan kembali masuk ke hutan. Tsugumi hanya menatap kepergiannya.

Tsugumi kembali ke rumah Seiya dan meminta maaf pada ayah Seiya alasannya yakni ia tak bisa membawa Ken kembali. Ia merasa bersalah alasannya yakni ia lah yang meminta ayah Ken mendapatkan Ken bekerja disana.
Seiya mengantar Tsugumi pulang dan menyampaikan mungkin benar Ken sudah hidup 100 tahun lamanya. IA bertanya-tanya apa mungkin Ken merasa lebih senang hidup di hutan selama ini.
Tsugumi menyampaikan niscaya seram bagi Ken alasannya yakni ia dianggap menyerupai monster. Seiya bertanya apakah TSugumi tidak takut?
Tsugumi tidak menjawab dan Seiya meminta Tsugumi jangan menemui Ken sendirian lagi.
Tsugumi menghentikan langkahnya sementara Seiya terus berjalan.
TSugumi memanggil Seiya dengan senpai dan Seiya berbalik.
TSugumi menyampaikan kalau ia tidak bisa jatuh cinta. Ia tidak bisa memiliki masa depan dengan seseorang, alasannya yakni masa depannya tidak akan berubah.
Tsugumi kemudian berjalan meninggalkan Seiya.

Ken di hutan teringat akan kenangannya bersama Tsugumi, dikala ia bertanya pada TSugumi apakah ia akan menemukan sesuatu yang membuatnya tertarik dan TSugumi menyemangati ken niscaya bisa dan mereka akan menemukannya.
Acara Amakusa akan segera di mulai dan Ken menghidupkan radionya. Seperti biasa, ia bernyanyi mengikuti irama dikala program akan dimulai.

Acara radio dimulai dengan perdebatan dua dj radio yang menurutku nggak penting. Kemudian mereka masuk ke program Amakusa.
Seperti biasa, untuk segmen acaranya, Amakusa menyukai terjun pribadi ke lapangan untuk menemukan tanggapan dari pertanyaan pendengar.
Kali ini yakni pertanyaan mengenai seseorang yang bertengkar dengan temannya dan menghina mereka di twitter dan itu ternyata menyakiti temannya lebih dari yang ia duga, dan bagaimana pun ia meminta maaf, temannya tidak mendapatkan usul maafnya. IA tahu ia salah tapi ia tak tahu bentuk lain dari usul maaf dan ia resah bagaimana supaya teman-temannya memaafkannya.
Amakusa mencontohkannya dengan tiba ke rumah yakuza, untuk mengetahui seberapa banyak yang harus kamu lakukan untuk meminta maaf pada seseorang supaya bisa dimaafkan.
Amakusa dan staf nya menekan bel dan seseorang keluar, Amakusa mewawancarai orang itu dan yakuza itu tentu saja murka dan mulai memukul Amakusa.
Saat ia dipukuli oleh para yakuza, Amakusa menyampaikan pada pendengarnya, seberapa banyakpun ia minta maaaf ia tidak dimaafkan oleh para yakuza ini alasannya yakni mengganggu mereka. Tapi menurutnya, sebuah usul maaf bukan sesuatu yang harus dilakukan untuk menerima pengampunan, melainkan sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan hukuman. Jika kamu meminta maaf tapi tidak siap mendapatkan hukuman, ia pikir itu hanya berpura-pura untuk meminta maaf dan lari dari kesalahan. Karena itu meminta maaflah dengan siap mendapatkan eksekusi dan jangan lari.
Kata-kata Amakusa itu menyentuh Ken yang mendengarkan.

Sementara Amakusa sendiri dimarahi oleh bos-nya, si dj radio itu alasannya yakni Amakusa sudah melaksanakan hal yang berlebihan. Menurutnya pandangan gres menyerupai itu kini sudah tidak menarik lagi. Ia menganggap dengan melaksanakan itu, Amakusa bermain-main dengan kekhawatiran seseorang dan ingin Amakusa memikirkan solusi pertanyaan dengan jawabannya sendiri.
Saat makan berdua dengan staf-nya, menurutnya Amakusa tidak salah, alasannya yakni caranya menuntaskan duduk kasus pendengar tidak mendapatkan review yang buruk, menurutnya di dj itu hanya iri saja alasannya yakni Amakusa lebih terkenal dari dj itu sendiri. Tapi tampaknya Amakusa memang berfikir kalau acaranya sangat membosankan.
Ia bertanya-tanya apakah kata-katanya tersampaikan pada seseorang.

DAn tentu saja, penggemar setia Amakusa, Fukashi Ken, kata-kata Amakusa selalu tersampaikan pada Ken dan membuatnya berfikir.
Malam itu ia memikirkan kata-kata Amakusa yang menyampaikan bahwa usul maaf bukan untuk diampuni melainkan siap mendapatkan hukuman.

Tsugumi menemani kakaknya di rumah sakit dan alhasil kesadaran kakaknya kembali.
Tsgumi senang melihat kakaknya sadar dan kakaknya bertanya apa yang terjadi dan dimana dirinya. Tsugumi bertanya apakah kakaknya tidak ingat apa-apa.
Haruka kemudian sadar dan bertanya pada Tsugumi apakah Tsugumi baik-baik saja, apakah kepalanya sakit.
Tsugumi menangis melihat kakaknya di dikala menyerupai ini malah mengkhawatirkan dirinya. Ia memeluk kakaknya.

Ken tetapkan kembali ke Kota untuk menemui Tsugumi, meminta maaf dan mendapatkan hukumannya.
Tapi tentu saja ia tidak tahu jalan dan mulai menanyai orang-orang yang ia temui dimana Tsugaru TSugumi, apakah mereka mengenalinya dan lain sebagainya.
Ken bertanya pada orang-orang random banged, bahkan ia ke Taman Kanak-kanak dan ada seorang anak yang berjulukan TSugumi, tapi ia mencari Tsugumi yang lebih besar HAHAHAHAHHA.
IA bertanya pada seorang bapak apakah ia mengenali Tsugaru TSugumi, orangnya besar dan berguru mengenai jamur. Bapak itu menyampaikan mungkin  orang itu mahasiswa dan memperlihatkan jalan ke kampus. Ken pergi tanpa mengucapkan terima kasih dan bapak itu mengingatkan Ken untuk berterimakasih kalau ia sudah bertanya menyerupai tadi. DAn ken membungkuk mengucapkan terima kasih.
Ken terus berjalan dan berjalan kemudian ia lewat di daerah dimana TSugumi, ia dan Seiya dulu membeli jamur. Mengingat senyuman Tsugumi menciptakan Ken senang dan jamur merah tumbuh di lehernya. AHHAHAHAHAHAH.
Ken panik dan seorang anak melihat hal itu, Ken segera kabur dari sana HAHHAHAHA

Saat kabur, ia melihat perusahaan keluarga Seiya dan tiba kesana. Ayah terkejut melihat Ken disana. Ken menyampaikan ia tiba untuk bertemu dengan TSugumi.
Para pekerja kesal dengan ken yang tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba kembali.
Mikoto mengingatkan mereka kalau Ken kehilangan ingatannya jadi masuk akal Ken sedikit tidak normal. Ayah bertanya kenapa Ken ingin menemui Tsugumi dan Ken menyampaikan ia ingin meminta maaf.
Ayah bertanya apakah Ken ingin dimaafkan?
Ken menjawab kalau sebuah usul maaf bukan untuk menerima pengampunan, ia siap mendapatkan hukumannya.
Ayah menyukai tanggapan Ken. Ia menyampaikan sebaiknya usul maaf Ken dibarengi dengan perilaku Ken, Ken harus memperlihatkan kalau Ken melaksanakan sesuatu dengan baik. ken tidak mengerti maksudnya dan Mikoto menyampaikan Ken bisa menunjukkannya dengan melaksanakan pekerjaan dengan baik.
Dan begitulah, Ken kembali dipekerjakan di Inaniwa Contracting.

Tsugumi ada di kampus dan masih memikirkan Ken. Ayah menelpon Seiya dan memberitahu kalau Ken sudah kembali ke perusahaan mereka dan sedang bekerja. Seiya segera memberitahu Tsugumi.
Sepulang dari kampus, Tsugumi ke rumah Seiya untuk bertemu Ken. Seiya membawa Ken keluar dan keduanya bicara.
Tsugumi bertanya kenapa Ken kembali.
Ken pribadi membungkuk dan meminta maaf. Tsugumi bertanya kenapa Ken meminta maaf padanya. Ken tidak menjawab dan terus meminta maaf.
Tsugumi tetap ingin tau apa yang terjadi dikala itu, kalau Ken meminta maaf menyerupai ini tentu saja alasannya yakni Ken melaksanakan sesuatu pada kakaknya, jadi ia bertanya apa yang ken lakukan.
Ken tidak menjawab dan terus meminta maaf. Tsugumi belum menyerah, ia bertanya lagi, kamu bilang kamu tidak bisa bersamaku, jadi kenapa kamu kembali?

Ken mengangkat kepalanya dan menyampaikan ia tiba untuk meminta maaf.
Tsugumi bertanya, supaya kamu bisa dimaafkan?
Ken menjawab usul maaf bukanlah untuk meminta pengampunan. Ia meminta TSugumi menghukumnya alasannya yakni ia meminta maaf untuk mendapatkan hukuman.
TSugumi tidak mengerti dan Ken kembali membungkuk meminta maaf. Ken terus meminta maaf dan meminta maaf.
TSugumi bertanya apa yang harus ia lakukan, bagaimana ia bisa menghukum Ken.
Ken juga tak tahu jawabannya dan ia bahkan tidak mengerti apa yang dimaksud dengan ‘hukuman’ dan malah meminta TSugumi menjelaskan padanya.

Tsugumi melamun dan malah membungkuk dan meminta maaf pada Ken, menciptakan Ken terkejut kenapa malah Tsugumi meminta maaf.
Tsugumi meminta maaf alasannya yakni sudah membawa Ken keluar dari hutan. Ken menyampaikan Tsugumi tidak perlu meminta maaaf alasannya yakni hal itu, ia tak ingin Tsugumi meminta maaf padanya. TApi Tsugumi tetap melakukannya.
Dan kemudian ia mendekati Ken dan meminta Ken menghukumnya. Ia ingin Ken melaksanakan hal yang sama menyerupai yang Ken lakukan pada kakaknya.
Ken terkejut dan pribadi menyembunyikan tangannya. TSugumi mengerti kalau ini ada hubungannya dengan sentuhan. Ken menjauh dan Tsugumi bertanya apa yang terjadi jikalau Ken menyentuh seseorang. Ia memaska Ken menyentuhnya. Ken kabur. Seiya khawatir dengan mereka dan mengikuti mereka.

Mereka di ruang bawah tanah. Ken masih ketakutan dan menyembunyikan tangannya.
Tsugumi menyampaikan ia tidak takut dengan kematian. Ia punya penyakit yang tidak bisa disembuhkan yang disebut ‘Branch Disease’. Tsugumi menjelaskan itu yakni sebuah penyakit dimana tidak abnormal jikalau pembuluh darah di kepalanya tersumbat atau pecah. Ibunya juga didagnosis penyakit yang sama dikala berusia 30 tahun dan meninggal dikala berusia 34 tahun. Ia menderita penyakit itu semenjak kecil dan tidak abnormal jikalau ia mati, alasannya yakni itu ia meminta Ken menyentuhnya, tapi Ken tetap tidak mau.
Seiya berusaha menghentikan Tsugumi. TSugumi berteriak pada Ken untuk memperlihatkan siapa bergotong-royong Ken. Tapi Ken bersembunyi di daerah gelap dan meminta mereka jangan mendekatinya.

Seiya segera membawa TSugmi keluar dan meminta TSugumi untuk pulang. IA meminta Tsugumi menyerahkan semuanya padanya, menurutnya jikalau mereka terlalu buru-buru.
Tsugumi alhasil mengerti dan ia pulang. Kepalanya terasa sakit dalam perjalanan pulang.

Setelah mengantar Tsugumi keluar, Seiya kembali ke ruang bawah tanah menemui Ken dan menyampaikan TSugumi sudah pulang. Ia bertanya apakah Ken baik-baik saja. Dan Ken menjawab ia baik-baik saja.
Seiya menyalakan lampu dan berjalan mendekati Ken. Ia terkejut alasannya yakni kayu disekitar Ken ditumbuhi jamur bersinar. Seiya berusaha damai dan mengajak Ken kembali ke rumah, ia yakin Tsugumi juga mengerti.
Ken bertanya apakah ia tetap bisa tinggal bersama mereka sehabis semua ini dan Seiya membenarkan, Ken tidak perlu meminta maaf. Menurutnya jikalau tinggal bersama, hal-hal menyerupai itu akan sering terjadi.
Ken tidak mengerti. Seiya menjelaskan, alasannya yakni tinggal bersama seseorang, itu yakni semacam eksekusi tersendiri bagi manusia.
Ken terkejut mendengarnya. Akhirnya ia bergerak, ia bangun dan menatap Seiya. Seiya mengajaknya ke rumah. Ken berjalan mengikutinya.

-The End-

Komentar:
Episode 2 plotnya agak lambat tapi tidak mengecewakan seru. Aku sempat khawatir ini drama sub-nya akan diputus alasannya yakni subber mengupload sub episode 2 agak lama. Aku tahu kalau drama ini tayang di waku waku, sayangnya saya nggak punya TV Kabel HAHAAHAHA. Makara ya yang bisa diandalkan hanya sub dari mottofreaky 🙂

Begitulah kalau kita nonton dorama ya, selalu ada pelajaran hidup yang bisa diambil. Menurut saya episode 2 ini sangat dalam. Mengenai arti dari sebuah usul maaf. Ada benarnya juga apa yang dikatakan Amakusa, usul maaf bukan untuk meminta pengampunan, melainkan mendapatkan hukumannya. Kalau meminta maaf tanpa siap mendapatkan hukuman, itu sama saja dengan tidak tulus. Karena meminta maaf hanya sebuah kata yang praktis diucapkan. Jika kita berbuat salah dan berfikir dengan meminta maaf semuanya selesai, saya rasa itu pikiran yang salah. Tapi memang sih katanya kita harus jadi pemaaf. TApi ada kalanya kesalahan orang lain terasa amat sangat menyakitkan dan sangat sulit untuk dimaafkan.
Selain itu kata-kata Seiya yang menyampaikan tinggal bersama orang lain itu yakni salah satu bentuk eksekusi bagi manusia, itu ada benarnya juga.
KArena dikala kita mulai tinggal bersama orang lain, tentu saja banyak duduk kasus yang terjadi kan?
Jangan pikir hanya alasannya yakni kita sahabatan dan bakalan asik asik aja tinggal serumah, hal itu nggak akan terjadi, niscaya bakalan ada cek cok nya suatu hari nanti dan bagaimana kita menghadapi hal itu, mendapatkan kekurangan dan kelebihan, menghadapi duduk kasus demi masalah, alasannya yakni intinya tiap orang kan punya kepribadian yang berbeda ya.

Acara Amakusa itu manis banged sih berdasarkan aku, tapi kasian juga dianya, harus mempertaruhkan nyawanya. Tapi idenya manis dengan mencoba permasalahan itu dengan sendirinya.
Hanya saja itu DJ radio jahat banged sama dia, mentang-mentang beliau bos-nya. Sepertinya beliau tidak mau Amakusa lebih terkenal darinya. Dia meminta Amakusa mencari solusi dengan kata-kata sendiri ga perlu melaksanakan eksperimen tapi dianya sendiri juga baca naskah bukannya kata-katanya sendiri.

Penyakit Tsugumi alhasil di ungkap di episode ini. Agak kaget juga sih, ternyata lebih parah dari dugaan aku.
Sebenarnya saya sempat nonton tanpa sub dan dikala itu saya pikir penyakit Tsugumi itu yakni kehilangan indera pendengaran tiba-tiba, ternyata duduk kasus pembuluh darah di kepalanya ya.
Dia tahu Seiya menyukainya, tapi ia membatasi dirinya sendiri alasannya yakni penyakitnya.
Seiya ini baik bangeeeeeeeeeeeed, saya harap beliau berakhir dengan TSugumi kalau contohnya Ken memang nggak bisa jadi manusia. TApi apa mungkin beliau nanti jadi insan ya?

Makin ingin tau dengan episode selanjutnya.
Episode 3 udah tayang sih tapi belum ada sub hehehhehe

Continue Reading

More in Dorama

To Top