Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 3

Dori Sakurada

[Sinopsis] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 3

Episode 3 kali ini saya benar-benar jatuh hati sama Natsume Shu, ya ampuuuuun 😆
Gawat nih belakangan kena 2nd lead male mulu, ga drama ini, ga drama itu, kenapa 2nd lead menarik hati ya HAHAHAHAHAHA
Tapi tetep sih lead male masih bikin baper, cuma bawaannya pengen female lead jadian sama 2nd lead aja lol. Suka liat Natsume Shu mencoba menyangka perasaannya pada Nao, hehehehe. Tapi kalo udah cinta memang susah ya 😅

Good Morning Call Season 2 Episode 3

Uehara dan Nao gres saja berbaikan dan berjanji akan pergi kencan hari ini, tapi tiba-tiba bel berbunyi dan seseorang tiba menemui Uehara. Dia yakni Saeko.
Uehara terkejut kenapa Saeko ada di rumahnya pagi-pagi sementara Nao shock alasannya yakni Uehara memanggil Saeko dengan nama kecilnya, padahal Uehara tidak pernah memanggil perempuan lain dengan nama kecilnya.
Saeko tahu ia sudah mengganggu pagi-pagi dan meminta maaf pada keduanya alasannya yakni ini dalam keadaan mendesak, ia menyampaikan komputernya error sementara data untuk presentasi besok ada di dalam. Ia meminta Uehara membantunya, ia bahkan akan membayar ekstra.
Uehara ragu alasannya yakni ia sudah ada akad dengan Nao, ia akan menolak tapi Nao menyampaikan tidak apa-apa, alasannya yakni ini wacana pekerjaan, ia meminta Uehara melaksanakan yang terbaik.
Saeko memuji Nao sebagai pacar yang pengertian dan sangat baik.

Tapi tentu saja Nao menyesalinya sesudah itu, ia mengamuk di rumahnya, marah-marah nggak terperinci sambil melempar boneka-bonekanya, tentu saja ia murka pada Uehara.
Tapi yang menciptakan Nao murka bukan alasannya yakni membatalkan akad mereka, lebih pada Uehara yang memanggil Saeko dengan nama kecil bukan marganya.
Marina mengerti kenapa Nao tidak suka akan hal itu, alasannya yakni selama ini satu-satunya yang dipanggil Uehara dengan nama kecil hanya Yuri, istri abangnya alias cinta pertama Uehara. Nao kemudian shock lagi alasannya yakni ia gres menyadarinya. Marina sadar ia sudah menyampaikan sesuatu yang makin menciptakan Nao galau. Nao kemudian mulai membayangkan Uehara dan Saeko saling memanggil nama kecil dan mesra di laboratorium HAHAHHAHAAHHAA.
Kayo bertanya siapa itu Yuri dan Marina menjelaskan kalau Yuri yakni cinta pertama Uehara, lebih bau tanah beberapa tahun dari mereka. Kayo mengerti ternyata Uehara menyukai perempuan dewasa, sangat berlawanan dengan Nao.
Nao makin galau dan bertanya apakah ia benar-benar terlihat ibarat anak-anak. Marina mengingatkan Nao dan Uehara sudah pacaran selama 1 setengah tahun dan meminta Nao lebih percaya diri.

Saat mereka bicara, seseorang menelpon Marina. Nao melihat wallpaper ponsel Marina yakni foto Marina dan Micchan, Nao terkejut kapan mereka berdua mengambil foto itu. Marina tertawa dan menyampaikan kalau ini hanya foto biasa. Nao shock dan mengecek HP-nya, disana berbagai foto Uehara, tapi Uehara sendiri dan Nao mengambilnya diam-diam. Sementara didinding ada foto Nao dan Uehara tapi dalam bentuk group photo alias foto bareng teman-teman. Tidak ada foto Nao dan Uehara yang hanya berdua saja.
Nao benar-benar menyadari kalau hubungannya dan Uehara sama sekali tidak normal, mereka sudah pacaran 1,5 tahun tapi belum pernah selfie. LOL.

Nao tetapkan untuk jalan-jalan sendirian dan memikirkan untuk menjadi perempuan yang cukup umur dan pengertian. Ia bahkan berjalan dengan gaya lucu, menyampaikan kalau itu cara jalan orang cukup umur HAHAAHA.
Ia mendapat sms dari Kayo yang memintanya untuk tidak lupa membeli bahan-bahan untuk keperluan klub. Nao kecewa alasannya yakni itu bukan pesan dari Uehara.
Nao hasilnya pergi ke toko yang menjual bahan-bahan untuk menciptakan kerajinan tangan dan disana ia tak sengaja ditabrak seorang anak kecil.
Saaat keduanya terjatuh, seseorang menolong anak itu dan Nao terkejut alasannya yakni itu yakni Natsume Shu. Nao mengerutkan keningnya ketika tahu kalau Shu tiba bersama anak kecil itu dan menyampaikan kalau anak itu terlalu kecil untuk Shu permainkan.
Shu tertawa dan menyampaikan kalau anak kecil itu yakni adiknya.

Nao berkenalan dengan adik Shu yang berjulukan Airi. Airi tampak takut dengan orang abnormal dan bersembunyi dibelakang kakaknya. Tapi Nao berhasil mendekatinya dengan baik, alasannya yakni ia memuji tas gambar bajing milik Airi.
Shu dan Airi meninggalkan Nao alasannya yakni mereka mau membeli sesuatu. Nao sendiri melupakan apa tujuannya ke toko itu dan asik mengintip Shu dan Airi, alasannya yakni Shu yang bersama Airi hari ini berbeda dengan Shu yang biasanya ia kenal.
Shu sangat protective pada Airi, ketika Shu memilihkan sesuatu, Airi kelihatan tidak suka tapi ia menyampaikan ia suka, kakaknya eksklusif tahu dan tetapkan menentukan yang lain. Saat ditanya hadiah itu untuk siapa, Airi menyampaikan untuk temannya. Shu khawatir kalau yang dimaksud yakni sahabat laki-laki dan Airi membenarkan.
Shu eksklusif menasehati Airi untuk menentukan laki-laki dengan baik, alasannya yakni ada 3 tipe laki-laki yang baik, yang jahat dan yang tidak serius. Airi dihentikan percaya pada laki-laki dan harus bisa menentukan yang mana yang baik.
NAo senyam senyum melihat Shu yang sangat protective pada adiknya.

Saat Shu dan Airi akan keluar, Nao berusaha untuk terlihat sibuk alasannya yakni ia nggak mau tertangkap berair sedang menguping. Tapi ia nggak tahan pengen mengejek Shu yang terlihat serius dihadapan adiknya HAHHHAAHA. Shu menutup indera pendengaran adiknya dan meminta Nao tidak menyampaikan hal yang macam-macam.
Nao tertarik untuk membantu mereka mencari hadiah, ia memperlihatkan diri tapi Shu menyampaikan kalau Airi dihentikan menganggu Nao alasannya yakni Nao sedang sibuk. Nao sendiri menyampaikan ia tidak sibuk, janjinya dibatalkan ketika terakhir jadi ia sedang luang.

Uehara sedang sibuk di laboratorium untuk memperbaiki komputer Saeko. Saeko sangat panik alasannya yakni semua datanya ada disana. Uehara berhasil menyelamatkan data yang disimpan kemarin tapi data sebelumnya sulit mengembalikannya alasannya yakni Saeko tidak mem-backup datanya.
Uehara berusaha semampunya tapi konsentrasinya juga sedikit terganggu alasannya yakni ia mengkhawatirkan Nao. Meksipun Nao membiarkannya pergi, ia tahu betul sifat Nao, niscaya Nao sedang galau.

Nao menikmati waktunya bersama Airi untuk mencari hadiah, Shu senang alasannya yakni Nao lebih mengerti perempuan, jadi adiknya terlihat menikmati waktunya juga.
Tapi mereka tidak menemukan yang dicari oleh Airi alasannya yakni sudah tidak diproduksi lagi. Airi kelihatan kecewa. Shu menyampaikan mereka bisa mencarinya lagi, niscaya ada disuatu tempat. Nao kahwatir dan menarik Shu menjauh, ia berbisik menyampaikan bagaimana jikalau mereka tidak berhasil menemukannya, niscaya Airi akan lebih duka lagi. Tapi Shu yakin ia akan menemukannya. NAo mengerutkan keningnya, ia galau kenapa Shu sangat percaya diri.
Nao tetap khawatir dan meminta Shu untuk membiarkannya melaksanakan sesuatu. Nao kemudian mendekati Airi dan menyampaikan mereka tampaknya akan kesulitan untuk menemukan mainan bajing yang diinginkan Airi, bagaimana kalau mereka melihat bajing yang orisinil saja. Ada taman di erat sana dan mereka bisa melihat bajing asli, mereka juga menjual beberapa souvenir tupai.
Airi bertanya apakah ia bisa menyentuh mereka dan Nao membenarkan. Airi sangat senang alasannya yakni ia bisa menyentuh bajing orisinil disana. Airi sangat menyukai tupai. Keduanya sama-sama menatap Shu, memohon untuk pergi ke sana. Shu hasilnya tidak bisa menolak keduanya.
TAu nggak sih, mereka berdua ini kayak suami istri aaackkk gawat gue baper sama Natsume Shu

Nao, Shu dan Airi tiba di taman dan excited dengan tupai-tupai yang ada disana. Airi dan Nao menikmati waktu mereka, sementara Shu mengikuti mereka dari belakang sambil terus menatap Nao. Cieeeeeh tatapannya mulai berbeda nih.
Airi menyampaikan pada kakaknya kalau kakaknya boleh mengambil gambarnya, tapi Shu menyampaikan ia tidak akan melakukannya. Airi galau alasannya yakni selama ini kakaknya selalu banyak memotret dirinya. Shu jadi salah tingkah dan menyampaikan hanya kadang kala saja. Airi menyampaikan setiap hari dan Nao tertawa mendengarnya.
Shu menyampaikan pada adiknya semoga tidak menyampaikan hal ibarat itu pada orang lain. Airi galau kenapa? Dan Shu tidak bisa menjawab, hehehhehhee.
Shu aib dihadapan Nao, Nao sendiri senyam senyum melihatnya.

Uehara terus menatap ponselnya kalau ada kesempatan, alasannya yakni ia mengkhawatirkan Nao. Saeko melihatnya dan bertanya apakah Uehara mengkhawatirkan Nao. Uehara membantah.
Saeko menyampaikan Nao membiarkan Uehara pergi, Nao benar-benar pacar yang pengertian. Uehara hanya tersenyum, alasannya yakni ia tahu bagaimana Nao, Nao belum cukup umur tapi sedang mencoba untuk bersikap dewasa.
Uehara bahkan menceritakan bagaimana insiden kecoa di rumah Nao semalam, ia membicarakan bagaimana Nao tidak cukup umur bertindak tanpa berfikir dan lain lain.
Saeko tersenyum mendengarnya dan memukul Uehara, Saeko menyampaikan Uehara benar-benar jatuh cinta pada Nao dan ia jadi merinding mendengarnya.
Uehara tampaknya sedikit aib dan melarikan diri dengan alasan membeli minuman.

Airi meninggalkan Nao dan Uehara alasannya yakni ia ingin melihat-lihat yang lain. Shu mengingatkan semoga Airi jangan pergi jauh-jauh.
Shu dan Nao istirahat, Shu pergi membelikan minuman. Nao mengecek ponselnya, tidak ada pesan sama sekali, ia kecewa.
Nao tetapkan mengirim pesan pada Uehara, Awalnya ia ingin menulis kapan Uehara akan pulang, tapi ia mengurungkan niatnya. Ia ingin menjadi kelihatan cukup umur dan mengirimkan pesan kalau ia menikmati harinya jadi Uehara tidak perlu mengkhawatirkannya.

Shu kembali dengan minuman dan Nao terkejut alasannya yakni Shu membelikan minuman kesukaannya. Shu menyampaikan ia melihat Nao minum itu di klub jadi ia pikir Nao niscaya menginginkan itu. Nao cukup kaget alasannya yakni Shu ternyata memperhatikannya.
Tapi tiba-tiba Nao menyadari sesuatu, ia mengerutkan keningnya alasannya yakni khawatir Shu menyukainya, Ia yakni pacar Uehara, sementara SHu dan Uehara yakni teman. NAo menyampaikan kalau Shu dihentikan menyukainya HAHAHAHAHHA. Nao panik sendiri alasannya yakni jikalau Shu menyukainya, ia ada dalam masalah.
Shu tertawa melihat Nao dan menyampaikan kalau ia baik pada semua gadis di dunia ini, bukan hanya pada Nao.

Shu kemudian fokus pada ponselnya, ia melihat-lihat foto-foto Airi. Shu tampak sangat mencintai adiknya.
Nao kemudian bertanya bagaimana caranya mengambil foto ibarat itu, foto selfie.
Shu menyampaikan ia melakukannya dengan cara biasa, ayo berfoto bersama-sama. Nao tak mengerti dengan cara biasa itu dan Shu bertanya bukannya Nao juga berfoto bersama Uehara.
Nao mendesah dan menyampaikan ia tak punya kesempatan melakukannya. Shu terkejut. Nao menunduk duka mengakui kalau mereka berdua tidak punya satu foto pun, foto berdua.
Shu tak mengerti apa susahnya, bahkan anak Sekolah Menengah Pertama kini punya banyak foto selfie LOL.

Shu kemudian bertanya apakah sesuatu terjadi antara Nao dan Uehara hari ini?
Nao berbohong menyampaikan tidak ada apa-apa. Shu tahu kalau Nao berbohong dan menebak kalau mereka berencana keluar berdua tapi gagal.
Nao terkejut bagaimana Shu bisa tahu akan hal itu. Shu menyampaikan sangat gampang menebak hati wanita. Nao menatap Shu dan mengerti kalau Shu memang pencinta wanita.
Nao kemudian bertanya apa Shu memanggil nama perempuan yang tidak disukai dengan nama kecil mereka. Shu bingung, tentu saja saya memanggil mereka dengan nama, kalau tidak bagaimana saya memanggil mereka? dengan bersiul?
Nao kesal, dengan marga mereka.
Shu mengerti dan menyampaikan ia tak pernah memanggil perempuan dengan marga mereka, ia selalu memanggil dengan nama kecil mereka.
Nao menatap Shu dan mengerti ia bertanya pada orang yang salah, alasannya yakni Uehara terperinci berbeda dengan Shu, Uehara tidak pernah memanggil perempuan dengan nama kecil mereka.
Nao kemudian jadi khawatir lagi kenapa Uehara memanggil nama kecil Saeko, bukan marganya.

Shu menatap Nao dan kemudian menyadari kekhawatiran Nao. Ia tersenyum dan menyampaikan kalau nama orisinil Saeko adala Kumanomido Saeko. Saeko tidak suka nama marganya, ia tidak menyukai orang memanggil dengan marganya, kalau ada yang memaksa ia akan mengabaikan mereka, alasannya yakni itu semua orang memanggilnya dengan Saeko.
Shu juga menyampaikan kalau Saeko yakni orang yang hanya tertarik pada penelitiannya, ia tidak akan tertarik pada apapun.
Nao melamun dan rasa lega eksklusif terlihat diwajahnya.
Shu kemudian menyadari kalau Uehara selalu memanggil NAo dengan marganya ‘Yoshikawa’ dan Nao menyampaikan semenjak awal mereka memang begitu.
Shu mengomentari mereka berdua sama sekali belum memperlihatkan perkembangan korelasi sebagai pasangan.
Nao sih nggak problem dengan cara Uehara memanggil namanya, selama Uehara juga memanggil perempuan lain dengan marga mereka lol.

Shu kemudian mengeluarkan ponselnya dan meminta Nao tersenyum. Nao tak mengerti dan hanya tersenyum, kemudian ia sadar ternyata shu sedang mengambil foto bersamanya.
Shu menyampaikan ia akan mengirimkan itu pada Uehara. Nao terkejut dan Shu menyampaikan kalau mereka berdua itu perlu dipancing, kalau nggak korelasi mereka akan terus ibarat sekarang.
Shu senyam senyum mengirim foto itu pada Uehara. Nao menyampaikan jikalau Shu mengirim foto itu, Uehara akan khawatir tapi mungkin saja ia tak peduli.
Shu kesal dan menyampaikan ia yakin sepanjang hari ini Uehara mengkhawatirkan Nao. Nao kemudian panik sendiri dan menyampaikan ia harus segera mengirim pesan pada Uehara semoga Uehara tidak salah paham mengenai foto itu.

Sebelum Nao mengirim pesannya, Shu menyadari kalau Airi tidak ada disekitar mereka dan ia mulai panik. Shu mencari-cari Airi, Nao juga membantunya.
Shu panik kesana kemari untuk mencari Airi, ia terus memanggil namanya. Sementara Nao lebih damai orangnya, ia eksklusif ke bab informasi meminta dibentuk pengumuman mengenai anak hilang.
Shu tampak sangat khawatir dan Nao mencoba menenangkannya, menyampaikan mereka akan menemukannya.
Tak usang kemudian, Airi ditemukan. Shu benar-benar mengkhawatirkan adiknya dan memandangnya dengan pandangan marah. Airi hanya melamun menunduk. Shu kemudian memeluk adiknya dan menyampaikan kalau ia sangat khawatir. Ia meminta adiknya untuk tidak pergi jauh kalau sendirian lagi. Nao tersenyum menatap keduanya.
Shu berterima kasih pada petugas taman dan petugas menyampaikan kalau Airi yakni anak yang baik, menyampaikan nama dan alamatnya dengan tenang.
IA juga menyampaikan pada Airi yang hasilnya menemukan kakkanya, Airi niscaya senang. Shu tersenyum menatap adiknya. Nao senang melihat keduanya.

Daichi dan manager tim handball, Rin, sedang bersama ketika mereka bertemu Uehara yang akan membeli minuman. Daichi memperkenalkan Uehara pada Rin dan Rin mengenal Uehara alasannya yakni memenangkan Mr. Campus.
Uehara nggak terlalu suka alasannya yakni julukannya si Mr. Campus dan Daichi tertawa. Daichi kemudian bertanya dimana Nao dan Rin eksklusif berubah ekspresinya.
Uehara menyampaikan ia tak bersama Nao, ia kini kerja part time di laboratorium dan Daichi protes alasannya yakni Uehara selalu sibuk. Ia mengingatkan Uehara harus lebih perhatian pada Nao, ia yakin Nao kini sedang bersama Marina atau temannya yang lain dan komplain mengenai kesibukan Uehara.
Ia juga menyampaikan Nao kini punya banyak kesempatan bertemu dengan  orang lain di Universitas ini, jikalau Uehara tidak memperhatikannya, Nao mungkin akan menemukan orang lain sebagai daerah bersandarnya.
Uehara berterimakasih atas nasehat Daichi dan Daichi protes Uehara selalu begitu.
Rin kemudian mengingatkan Daichi kalau teman-teman mereka sudah menunggu dan mereka berpisah.

Uehara kembali ke laboratorium sesudah membeli minuman dan melihat ponselnya. Ia membaca pesan Nao dan kemudian melihat pesan Shu.
Shu mengirim gambar padanya, gambar selfie yang bekerjsama wajah Nao nggak kelihatan, hanya pundak dan sedikit kepala saja, tapi Uehara tahu kalau itu Nao.
Uehara mulai khawatir. Saeko memperhatikan Uehara dan menyampaikan semoga mereka cepat menuntaskan kiprah hari ini, alasannya yakni ia tahu Uehara ingin segera bertemu pacarnya.
Hmm, Saeko ini pengertian juga, semoga ia nggak ada love line sama Uehara.

Nao, Airi dan Shu sedang bersama dan mereka membisu sepanjang jalan. Airi kelihatan tidak bersemangat dan Nao jadi khawatir. Ia kemudian menyadari ada yang tidak beres dan mendekati airi. Ia menyentuh kening Airi dan menyadari kalau Airi demam.
Shu terkejut mendengarnya dan menyentuh dahi adiknya. Ia bertanya kenapa AIri membisu saja, Airi niscaya sudah merasa tidak lezat tubuh sepanjang hari. Ia melepaskan cardigan-nya dan menyampaikan pada Airi. Shu kemudian menggendong adiknya di punggung (piggyback ride).
Nao mengkhawatirkan Airi dan menyampaikan pada Shu untuk beristirahat di rumahnya saja, alasannya yakni demam Airi bisa tambah parah jikalau mereka pulang sekarang.
Shu menyampaikan ia tak lezat ke rumah Nao ketika Uehara tidak ada disana. Nao kesal dan menyampaikan kalau ini bukan saatnya Shu mengkhawatirkan hal itu, kalau Uehara bersama mereka sekarang, ia yakin Uehara juga akan menyuruh Shu melaksanakan hal yang sama. Shu melamun menatap Nao.

Akhirnya Shu membawa adiknya ke rumah Nao. Airi sedang tidur. Shu melihat-lihat rumah Nao dan meperhatikan foto Nao bersama teman-temannya di dinding.
NAo sedang memasak bubur dan meminta shu mencobanya, apakah Airi kira-kira biasa memakannya.
Shu mencicipi-nya dan terkejut. Nao khawatir kalau rasanya tidak lezat tapi Shu terkejut alasannya yakni rasanya sangat enak. Nao bersyukur alasannya yakni memasak yakni satu-satunya keahliannya. Ia juga menyampaikan ia senang bisa memasak alasannya yakni Uehara orangnya suka makan.
Shu bertanya apakah Nao memasak untuk Uehara setiap hari, Nao membenarkan dan menyampaikan ia juga mengembangkan bekal untuk Uehara ketika SMA.
Shu kagum pada Nao, alasannya yakni memasak yakni hal yang tidak mudah.
Nao menyampaikan setiap Uehara makan masakannya, Uehara selalu memperlihatkan wajah bahagia, makanya ia selalu berusaha mengembangkan masakan enak.
Shu menyampaikan ia tidak mengerti akan hal itu alasannya yakni ia selalu meminta orang lain melaksanakan sesuatu untuknya lol.
NAo menyampaikan kalau Shu berbohong dan Shu terkejut. Nao menyampaikan ia tahu tas yang digunakan Airi hari ini yang membuatnya yakni Shu. Shu menyampaikan Airi terus memintanya membuatnya, jadi ia terpaksa melakukannya.
Nao tahu kalau Shu berbohong lagi, Nao menyampaikan alasan kenapa Shu masuk klub kerajinan tangan yakni alasannya yakni Airi, Shu ingin melaksanakan sesuatu untuk Airi. Shu ingin menciptakan alasan lagi tapi Nao memotongnya menyampaikan kalau Shu benar-benar seorang kakak yang baik.
Shu hanya tersenyum dan menyampaikan mereka tidak punya ibu jadi ia harus bisa memperlakukan Airi dengan baik. Shu terkejut alasannya yakni ia keceplosan.
Nao sendiri mengerti dan menyampaikan kalau begitu Shu bisa menjadi ibu yang baik.

Shu melamun dan menatap Nao. Nao galau dan bertanya kenapa?
Shu bertanya kenapa Nao tidak minta maaf dan NAo bingung.
Shu menyampaikan biasanya kalau tidak sengaja bicara topik sensitif begini, para gadis akan meminta maaf padanya, biasanya mereka akan menyampaikan ‘aku harusnya tidak menyampaikan hal ibarat itu’.
Nao galau sendiri dan bertanya apakah ia sudah menyampaikan hal yang salah dan meminta maaf.
Shu menyampaikan bukan begitu. Nao menyampaikan ia sedang memuji Shu ketika ia menyampaikan Shu yakni ibu yang baik, bukan bermaksud menyinggung Shu feminin atau sejenisnya.
Shu menyampaikan ia tahu akan hal itu. Tapi mungkin ia bukan seorang ibu yang baik, ia bahkan tidak tahu kalau adiknya sakit jikalau Nao tidak menyampaikan padanya. Shu menyampaikan Airi tidak ibarat anak kecil biasanya, ia anak yang kuat.
NAo tersenyum dan menyampaikan kalau Airi ingin terlihat besar lengan berkuasa dihadapan Shu. Shu tidka mengerti maksudnya.
Nao menyampaikan Airi bertemu dengan orang yang ia sukai, tentu saja ia tak boleh cengeng.
Shu masih tidak mengerti, seseorang yang ia sukai?
Nao berkata, kau ingat ia ingin menyampaikan mainan bajing itu pada seseorang? Airi akan memberikannya padamu. Itu yang ia katakan padaku.

Shu terkejut mendengarnya, ia menatap adiknya yang sedang tertidur. Nao menyampaikan ada bab hari perempuan yang tidak bisa diketahui oleh Shu.
Shu terdiam. Nao melanjutkan memasaknya.
Shu terus menatapnya. Awwww man, he is fall in love!

Tiba-tiba pintu rumah Nao terbuka, Uehara masuk dan protes alasannya yakni Nao tidak mengunci pintu dengan baik.
Nao senang Uehara sudah pulang dan menyambutnya ke pintu. Sementara Uehara terkejut melihat Shu ada di rumah Nao. Shu melamun dan menunduk.
Uehara teringat kata-kata Daichi mengenai Nao yang punya banyak kesempatan bertemu dengan orang-orang, kalau Uehara tidak perhatian, Nao bisa menemukan orang lain.
Uehara jadi khawatir dan menarik Nao keluar dari rumah Nao dan membawanya ke rumahnya.
NAo terkejut dan bertanya ada apa. Uehara dengan wajah serius meminta Nao untuk menunggu di rumahnya.
Ia kembali ke rumah Nao dan menemui Shu.

Shu yang melihat Uehara eksklusif membungkuk dan meminta maaf alasannya yakni ia ada di rumah pacar Uehara ketika Uehara tidak ada disana. Ia menjelaskan kalau adiknya sedang sakit dan Nao membiarkannya beristirahat disana.
Uehara terkejut mendengarnya, ia pikir Shu sendirian disana. Ia agak kelihatan lega dan bertanya apakah adik Shu sudah baikan?
Shu menyampaikan demamnya sudah turun, mungkin ia berlari terlalu bersemangat di taman tadi.
Uehara menyampaikan setiap kakak laki-laki di dunia ini selalu penuh perhatian pada adik-adiknya. Ia menyampaikan ia juga punya kakak laki-laki yang protective padanya. Sekarang ia sedang ada di luar negeri dan mengirimkan pesan setiap hari padanya. Mereka tidak punya orang tua, hanya mereka berdua saja.
Shu terkejut dan ia mengerti perasaan itu. Uehara bertanya kenapa Shu diam, apakah Shu kaget alasannya yakni ia bisa memuji?
Shu menyampaikan ia ingin tau apakah Airi akan menyampaikan hal ibarat itu tentangnya suatu hari nanti, alasannya yakni mereka tidak punya ibu. NAo menyampaikan padanya kalau ia ibu yang baik.
Uehara tertawa mendengarnya dan Shu tersinggung. Uehara menyampaikan ia tertawa alasannya yakni membayangkan Shu mengenakan celemek HAHAHHAHHAHA.

Shu berkomentar kalau Uehara dan Nao itu benar-benar berbeda dari orang yang pernah ia temui. Uehara terdiam.
Shu kemudian membahas mengenai Uehara yang membatalkan akad hari ini dan Uehara menyampaikan kalau ia harus pergi bekerja dan ia tahu kalau Nao memaksakan diri menyampaikan ia baik-baik saja. Ia tahu kalau Nao bekerjsama marah.
Shu menyampaikan Nao tidak murka alasannya yakni Uehara membatalkan akad itu. Uehara terkejut dan menatap Shu. Shu menyampaikan kalau Uehara benar-benar tidak mengerti hati wanita. Aku bahkan mengirimkan foto itu berfikir kalau itu akan membantu kalian berdua semoga lebih dekat. Tapi kau malah tidak ada reaksi.
Uehara melihat ponselnya dan membuka kembali pesan Shu, ia memperlihatkan foto itu dan berkata kalau hanya dengan foto begini ia tak mungkin tahu kalau yang disamping Shu itu yakni Nao.
Shu terawa dan menyadari kalau Nao terpotong di foto. Keduanya asik bicara dan seikit ribut sehingga Airi hampir terbangun.
Shu kemudian menyampaikan setidaknya Uehara dan NAo harus mengambil foto bersama, Nao terganggu alasannya yakni mereka tak punya foto bersama, itu yakni alasan kenapa Nao murka hari ini. Uehara terdiam.
Shu meminta maaf alasannya yakni tiba hari ini, tapi Uehara tidak perlu khawatir alasannya yakni Nao bukanlah tipe idealnya, alasannya yakni ia menyukai perempuan yang lebih tua.
Uehara menyampaikan Nao itu berubah-ubah tergantung siapa yang memandangnya, bagi sebagian orang, Nao bekerjsama cukup dewasa.
Tapi Shu membantah hal itu, baginya Nao sama sekali tidak dewasa.
Uehara bertanya kemana mereka pergi hari ini tapi Shu tidak mau mengatakannya alasannya yakni itu rahasia.
*Hayo lohhh, jadi makin suka lho ntar HAHAHAHAH.

Airi dan Shu pulang malam harinya. Nao dan Uehara mengantar hingga ke jalan.
Uehara kemudian mengajak Nao makan sesuatu, sebagai ganti akad yang dibatalkan hari ini. Nao kembali mencoba bersikap cukup umur dengan menyampaikan kalau ia sama sekali tidak terganggu dengan hal itu. Uehara menyampaikan kalau Nao berbohong.
Nao menyampaikan kalau ia akan bersikap cukup umur dan tidak akan membiarkan hal ibarat itu mengganggunya.
Uehara kemudian berkata padahal hari ini ia mendapat bayaran ekstra, sayang sekali Nao menolak. Nao terkejut dan pada hasilnya ia mengajak Uehara makan diluar.
Uehara tersenyum dan menyampaikan sebaiknya NAo ibarat ini, jangan menahan diri padanya.
Nao tersenyum dan Uehara bertanya kemana mereka akan pergi. Nao  bertanya balik bagaimana dengan Uehara, apa yang ingin ia makan?
Uehara berfikir dan menyampaikan kalau ia ingin makan kuliner rumah.

Dan keduanya berakhir membeli materi kuliner di super market alasannya yakni Uehara ingin makan masakan Nao. Awwwwww.
Pulang belanja, keduanya singgah dipinggir sungai? Laut? dan Nao menyukai pemadangan malam disana, ia sibuk mengambil foto.
Uehara tersenyum melihat Nao dan mengambil foto Nao diam-diam. Nao terkejut dan mendekati Uehara untuk melihat hasil fotonya. Ia juga melihat foto yang dikirim oleh Shu dan tertawa menyampaikan kalau Shu ternyata mengirim foto begitu, mana mungkin Uehara tahu kalau itu dirinya.
Tapi Uehara menyampaikan ia eksklusif tahu kalau itu Nao. Nao melamun mendengarnya. Uehara berjalan meninggalkannya dan Nao tersenyum bahagia.

Nao meminta Uehara berpose dan ia mengambil foto Uehara, tampaknya ini pertama kalinya ia mengambil foto Uehara dengan izin Uehara alias nggak belakang layar memotret Uehara.
Nao kemudian mendapat telpon dari Marina yang menyampaikan kalau ia mendapat pesan dari Micchan. Sepertinya Marina membicarakan problem Uehara yang tidak memanggil Nao dengan nama kecilnya pada Micchan dan Micchan tahu alasannya.
Marina memberitahu Nao alasan kenapa Uehara tidak memanggil Nao dengan nama kecilnya (Nao) tapi dengan marganya (Yoshikawa),  itu alasannya yakni Uehara menunggu hingga hari dimana ia tidak bisa memanggil Nao dengan marganya lagi.
Nao galau dan tidak mengerti maksudnya. Marina terpaksa menjelaskan, hingga uehara tidak bisa memanggilmu dengan Yoshikawa lagi, ketika kau mengubah marga-mu, Nao.
Nao melamun dan sesudah Marina menutup telponnya, Nao perlahan tersenyum dan berkata jikalau itu benar maka tak problem bagaimana cara Uehara memanggilnya sekarang.

(Awwwww so sweet deh, ngerti kan ya? Makara Uehara itu akan terus memanggil Nao dengan ‘Yoshikawa’ (marganya/nama keluarganya) bukan ‘Nao’ (nama kecilnya) hingga hari dimana Uehara tidak bisa memanggil Nao dengan ‘Yoshikawa’ lagi, yaitu ketika Nao mengubah namanya. Tentu saja ketika mereka mendaftarkan pernikahan. Di Jepang, pihak perempuan akan menikah ke pihak laki-laki dan mengubah nama keluarganya menjadi nama keluarga laki-laki (kecuali untuk mukoyoshi, laki-laki yang menikah ke keluarga perempuan, nama laki-laki yang akan berubah). Kalau mereka menikah, nama keluarga pihak perempuan akan bermetamorfosis nama keluarga pihak laki-laki, jadi ketika ‘Yoshikawa Nao’ bermetamorfosis ‘Uehara Nao’, ketika itulah Uehara akan memanggilnya dengan ‘Nao’ ^^!)

Uehara memanggil Nao untuk berdiri disampingnya dan melihat ke arah yang ia tunjuk sambil tersenyum, Nao terkejut alasannya yakni Uehara akan selfie dengannya.
Uehara bertanya apakah NAo tidak mau dan Nao menyampaikan tentu saja ia mau.
Akhirnya keduanya bersiap untuk selfie, ketika Uehara menekan tombolnya, Nao dengan sigap mendaratkan ciuman ke pipi Uehara. Uehara hingga terkejut.
Nao senang sekali, dan begitulah, selfie pertama keduanya, Nao yang mencium Uehara XD

Uehara dan Nao sama-sama tertawa melihat hasil foto mereka. Uehara memeluk Nao dan menyampaikan padanya untuk tidak membiarkan laki-laki selain dirinya masuk ke kamar Nao. Nao tersenyum dan menyampaikan kalau ia mengerti.
Keduanya melepaskan pelukan mereka dan saling tatap. Aku pikir bakalan ada kissu, tapi ternyata cuma gitu wkkwkwkkw.
Kemudian keduanya pulang bersama-sama, Nao meminta Uehara mengirim foto itu tapi Uehara menolak dan Nao panik ingin mengambil foto lain dengan ponselnya tapi Uehara nggak mau HAHAHAHAHAHHA.
Dasar Uehara-kun

Sementara itu Shu bersama adiknya masih dalam perjalanan. Airi menyampaikan hari ini sangat menyenangkan dan Shu setuju.
Airi ingin main lagi dengan Nao suatu hari nanti, ia bertanya apakah mereka bisa bermain dengan Nao lagi dan Shu terdiam. Tapi ia menyampaikan kalau mereka bisa melakukannya dilain waktu.
Awwwww, WHY THIS WRITER MAKE ME FALL FOR 2ND LEAD, AGAIN?!

Keesokan harinya, Nao dan Uehara makan siang bersama dikampus Uehara dan rebutan kuliner HAHAHAHHAAHA.
Daichi melihat keduanya dan bergabung dengan mereka. Ia bahkan membagi makanannya untuk Nao alasannya yakni tahu Nao menyukai itu. Tapi Nao merasa tidak lezat dan menolak. Saat mereka saling menolak, Uehara mengambil kesempatan itu untuk mengambil kuliner itu HAHAHAHAHAHAHA.
Rin melihat mereka bertiga dan kelihatan tidak suka, ia sengaja menyapa Daichi dan Nao menyuruhnya bergabung dengan mereka.
Nao dan Rin kemudian saling berkenalan, Rin yakni manager klub handball dan juga satu jurusan dengan Daichi. Nao senang berkenalan dengan Rin.
Rin kemudian berkomentar kalau Nao niscaya senang punya pacar yang keren ibarat Uehara.
Pembicaraan mereka terganggu ketika Shu melihat mereka dan memanggil uehara, ia kemudian tiba dan bergabung dengan mereka berempat.
Daichi bertanya siapa Shu dan Nao menjelaskan kalau ia sahabat Uehara. Nao memperkenalkan Daichi sebagai sahabat masa kecilnya pada Shu. Shu mengenal Daichi alasannya yakni Daichi cukup terkenal dikampus.

Rin bertanya mengenai masa Sekolah Menengan Atas Daichi dan Nao menyampaikan kalau Daichi sangat populer.
Rin kemudian bertanya lagi apakah Daichi punya pacar ketika Sekolah Menengan Atas dan semuanya terdiam.
Daichi menyampaikan kalau ia tak punya pacar alasannya yakni ia fokus pada acara klubnya ketika SMA.
Suasana tiba-tiba menjadi awkward dan Shu menyadari hal itu. Rin sengaja terus bertanya apakah mereka bertiga sering berkumpul gotong royong ketika Sekolah Menengan Atas dan mereka terdiam.
Rin tidak mengerti padahal mereka bertiga kelihatan cukup dekat. Daichi menyampaikan ada banyak alasan jadi mereka tidak terlalu sering berkumpul.
Rin kemudian hingga ke topik utamanya dan bertanya dengan gaya bercanda, Banyak alasan? Jangan-jangan Daichi yang menyukai Nao?
Uehara dan Nao melamun mendengar pertanyaan itu.
Daichi juga melamun dan meminum air minumnya.
Shu menatap mereka sati per satu, suasana awkward ini, tampaknya Shu mengerti apa yang terjadi.

Komentar:
Ugh, Nanase Rin, sorry ya saya nggak suka sama kamu, hingga episode 3 ini. Aku selalu merasa ia ini terlalu ikut campur urusan orang lain. Terlalu banyak ingin tahunya. Aku tahu ia suka sama Daichi dan niscaya ingin tau juga, tiap Daichi membicarakan Nao ia selalu mengubah pembicaraan dan kini malah sengaja mengungkitnya.
Aku nggak suka caranya itu. Padahal suasana antara Nao, Daichi dan Uehara sudah membaik, tapi malah jadi jelek lagi. Tapi mungkin ini akan menciptakan Daichi sepenuhnya melepaskan Nao ya. Karena kelihatannya ia masih belum bisa melupakan Nao.

Aku suka banged sama NAtsume Shuuuuuu!
Aduh, baper lagi deh sama 2nd Lead! Seperti yang kalian ketahui, awalnya saya berfikir Shu ini gay lho, ia suka sama Uehara, alasannya yakni di deskripsi awal dikatakan ia punya rahasia HAHAHAHHA.
Ternyata rahasianya itu terungkap di episode ini, kalau ia itu sayang banged sama adiknya dan tampaknya hatinya sudah mulai terbuka. Biasanya ia cuma suka tebar pesona sama para wanita, menyampaikan ia menyukai dan mengerti hati perempuan diseluruh dunia, tapi belakangan tampaknya sudah ada perempuan special yang menarik perhatiannya.
Di episode 3 ini, Aku hasilnya bisa melihat tatapan itu, Shu yang menyukai Nao. Meski ia membantahnya tapi saya tahu ia sudah mulai memikirkan NAo. Tapi kasihan juga sih, alasannya yakni Nao nggak mungkin pindah ke lain hati. Siap-siap patah hati lagi T__T

Nao takut kalau Shu menyukainya, alasannya yakni ia pacar Uehara dan Uehara sahabat Shu.  Padahal kalau hatinya nggak berubah sih nggak problem ya. Mungkin akan ada kesalahpahaman tapi akan cepat selesai kalau Nao nggak ragu-ragu dan hatinya tetap pada Uehara. Aku sih nggak ragu sama Nao yang niscaya nggak akan berpaling dari uehara, tapi Nao ini orangnya baik banged, jadi ia juga nggak tega melukai Shu, sama ibarat Daichi dulu. Mungkin itu yang ia khawatirkan.
Nao di hadapan Shu memperlihatkan sisi keibuannya, dan Shu mulai menyukainya alasannya yakni NAo berbeda dari gadis lain. Jika mereka tahu ia tidak punya ibu, kebanyakan gadis akan kasihan padanya dan meminta maaf alasannya yakni menyinggung problem itu, sementara NAo sama sekali tidak, makanya Shu terkejut.
Orang selalu menyampaikan saya tidak akan menyukainya alasannya yakni ia bukan tipeku, tapi kebanyakan orang berakhir dengan seseorang yang bukan tipenya, kan? HAHAHHAHA

Uehara dan Nao pacaran 1,5 tahun tapi nggak pernah selca banged, Ngakak juga sih, mengingat mereka bahkan tinggal sebelahan rumah, makanya Shu juga nggak percaya LOL.
Tapi itu alasannya yakni intinya Uehara tipe pemuda yang ibarat itu dan ia memang harus banyak mencar ilmu hati perempuan ya. Tapi Uehara memang hanya akan melihat Nao seorang, jadi Nao nggak perlu khawatir juga. Cuma namanya cewek ya, selalu cemburu melihat pacar erat dengan perempuan lain, meski tahu kalau mereka nggak ada apa-apa.
Aku suka bab ketika Marina menelpon Nao menyampaikan kalau alasan kenapa Uehara tidak memanggil Nao dengan nama kecil yakni menunggu ketika Uehara tidak bisa memanggilnya dengan Yoshikawa lagi, yaitu ketika Nao mengubah namanya. Awwww, saar pendaftaran ijab kabul kan nanti Nao menjadi Uehara Nao, jadi Uehara nggak mungkin manggil Nao dengan Uehara HAHAHAHAHAHAH.
Bagus juga sih, tapi pengen denger sekali Uehara memanggil Nao dengan ‘Nao’, udah pernah belum sih? Aku lupa lol.
Nao juga kayaknya nggak pernah memanggil Uehara dengan nama kecilnya. Tapi memang lebih lezat memanggil dengan uehara sih daripada Hisashi XD

Continue Reading

More in Dori Sakurada

To Top