Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 4-1

Dorama

[Sinopsis] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 4-1

Karena sedang fokus dengan sinopsis A Love So Beautiful, saya jadi lupa kalau saya juga menciptakan sinopsis Good Morning Call Season 2 ini HAHAHHAHAHAHAHA. Harap dimaklumi ya, saya agak usang post sinopsis GMC2 ini, alasannya yakni saya harus menuntaskan sinopsis ALSB dulu (meski belum saya post semuanya, tapi saya sudah selesai menulis sinopsis ALSB^^ ).
Di episode ini, Natsume Shu jadinya menyadari perasaannya pada Nao, tapi lucu juga beliau mencoba membantah perasaan itu, ia tampaknya tipe yang nggak mau beneran jatuh cinta pada seorang gadis apalagi gadis itu udah punya pacar, alias beliau nggak mau bertepuk sebelah tangan. Tapi apa boleh buat ya, namanya cinta itu memang tiba tak di duga.

Di kampus, Uehara berselisih dengan Saeko-san yang berdandan sangat cantik. Uehara tidak mengenalinya dan lewat begitu saja, tapi Saeko memanggilnya. Uehara sempat berfikir sejenak dan gres sadar kalau itu Saeko.
Saeko mulai memamerkan tubuhnya yang seksi dan wajahnya yang cantik, menyampaikan kalau sehabis kerja penampilannya begini dan bla bla bla, tapi Uehara sama sekali nggak tertarik sedikitpun, beliau malah lebih tertarik dengan lalat yang terbang disekitarnya HAHAHAHAHAHAHAAHHA.
Uehara hanya bersikap biasa pada Saeko dan sama sekali nggak memujinya atau memperlihatkan wajah kaget, beliau menyampaikan kalau gaya Saeko yang biasanya dengan rambut acak-acakan lebih cocok dengan image Saeko.
Ia kemudian meninggalkan Saeko dan Saeko menatap kepergiannya. Sepertinya Saeko mulai tertarik pada Uehara yang bersikap ibarat itu padanya.

Uehara kembali ke rumah malam harinya dan disambut dengan Nao yang sudah mengenakan pakaian yang manis sambil senyam senyum sendiri. Nao menunggu komentar Uehara tapi Uehara menyampaikan ia capek. Nao memaksa dan Uehara jadinya bertanya kenapa Nao mengenakan pakaian begitu.
Nao menyampaikan ia sanggup pekerjaan paruh waktu dan alasannya yakni pakaian Nao memang kaya anak-anak, Uehara bertanya apakah ia akan bekerja dengan anak-anak. Nao menyampaikan kalau pekerjaannya yakni ajun di sebuah Toko yang menjual bunga dan kado, yang akan menciptakan orang bahagia. Nao sibuk menceritakan bagaimana bagusnya pekerjaannya tapi Uehara malah nggak tertarik mendengarkan dan sibuk mengambil minuman di kulkas wkkwkwkwkwkw.
Nao berfikir kalau Uehara khawatitr jadi ia meminta Uehara jangan khawatir alasannya yakni disana pekerjanya semuanya wanita, tidak ada laki-laki dan yang tiba juga biasanya para gadis.
Uehara kemudian terdiam, alasannya yakni merasa pernah mendengar kalimat itu sebelumnya.

Dan ternyata Natsume Shu bekerja di daerah itu HAHAAHAHAHA. Uehara pernah mendengar kalimat itu alasannya yakni Natsume sering mengatakannya.
Hari itu yakni hari pertama Nao bekerja, jadi mereka sama-sama nggak tahu mereka bekerja ditempat yang sama. Saat bos memperkenalkan Nao sebagai pekerja paruh waktu baru, keduanya saling memandang terkejut.
(Btw di episode 1 dan 2 saya memanggil Natsume Shu dengan nama ‘Shu’ tapi alasannya yakni Nao dkk lebih sering memanggilnya dengan ‘Natsume’ saya akan memanggilnya ‘Natsume’ mulai dari episode 4 ini ).

Natsume sesudah mengetahui Nao bekerja di toko yang sama dengannya, ia mulai galau sendiri. Ia menatap sebuah kertas sambil mendesah ketika ia tak sengaja melihat Rin lewat disana. Natsume menyapa Rin dan meyakinkan kalau ia nggak salah nama, memanggil Rin dengan Nanase-san (namanya Rin Nanase).
Rin tidak bersikap ramah dan menyampaikan kalau Natsume tak perlu tahu siapa namanya. Natsume hanya tertawa dan bertanya apakah waktu itu Daichi murka padanya.
Rin termenung dan teringat bencana ending episode 3.

Di simpulan episode 3, Rin sengaja mengungkit masa kemudian Nao dan Daichi, untuk lebih meyakinkan dirinya kalau Daichi menyukai Nao ketika Sekolah Menengan Atas dulu. Awalnya Nao dan Daichi terkejut dan tak tahu mau menyampaikan apa. Tapi kemudian Daichi mengambil alih situasi, ia tak berbohong dan membenarkan kalau dulu ia menyukai Nao, tapi ditolak.
Rin termenung sesudah itu dan tiba-tiba ia bangun dan meninggalkan daerah itu. Daichi mengejarnya dan bertanya ada apa dengan Rin tadi. Rin terdiam. Daichi menyampaikan kalau Nao tadi kelihatan tidak nyaman dan meminta Rin jangan menyampaikan hal ibarat itu lagi.
Rin termenung menatap Daichi, ia tak menyangka kalau Daichi lebih mengkhawatirkan Nao dari pada dirinya sendiri, alasannya yakni Daichi sama sekali nggak murka padanya, tapi mengkhawatirkan Nao.

Kembali ke Rin dan Natsume, Natsume berkomentar kalau Daichi tampaknya sama sekali nggak sadar mengenai perasaan Rin yang menyukai Daichi.
Rin terkejut alasannya yakni Daichi tau. Natsume menganggap hal itu enteng dan menyampaikan padanya untuk berhenti menyukai Daichi dan pindah ke lain hati saja.
Rin menatap Natsume dan menebak kalau Natsume sama sekali tidak pernah mencicipi cinta bertepuk sebelah tangan. Karena ketika kamu mengalami cinta bertepuk sebelah tangan, kamu tidak sanggup dengan gampang melupakannya. Melihatnya setiap hari, kamu tak akan sanggup berhenti memikirkannya.
Natsume terdiam, ia meremas kertas yang ada ditangannya, seperti Natsume ini menyadari kalau ia juga mulai mencicipi cinta bertepuk sebelah tangan, tapi ia masih menolak mengakuinya.
Natsume ingin menjelaskan kalau itu hanya cinta belakang layar tapi Rin menyampaikan Natsume tidak akan mengerti kalau tak mengalaminya sendiri.
Rin meninggalkan Natsume dan Natsume kembali membuka kertas yang ada ditangannya, itu yakni jadwal kerja paruh waktu. Natsume kemudian teringat kenangannya bersama Nao ketika dirumah Nao dimana ia mulai menyukai Nao.
Natsume menghela nafas menatap jadwal itu, alasannya yakni ia dan Nao banyak jadwal bersama.

Tiba-tiba Uehara memanggil Natsume, Natsume agak panik dan menyembunyikan jadwalnya.
Uehara tiba untuk meminta Natsume menjaga Nao. Natsume tentu saja terkejut mendengarnya, alasannya yakni itu kata-kata yang biasa dikatakan seseorang yang melepaskan pacarnya wkkwkwkw.
Tapi tentu saja maksud Uehara yakni alasannya yakni Nao dan Natsume satu daerah kerja. Uehara mengingatkan Natsume kalau bekerja dengan Nao sangatlah sulit.
Natsume terkejut.

Dan Natsume mulai mencicipi bekerja bersama Nao dimana Nao benar-benar sangat serampangan, ia tak peduli bagaimana gaunnya hampir menjatuhkan sesuatu, atau beliau yang terlalu excited alasannya yakni pelanggan dan menciptakan barang-barang jatuh. Natsume terus memperhatikan Nao dan menolongnya sambil mengingat kata-kata Uehara kalau bekerja bersama Nao sangatlah sulit HAHAAHHHAHAH.
Sejak Nao bekerja disana, dari pada melaksanakan pekerjaannya, kayaknya Natsume lebih banyak membereskan pekerjaan NAo. LOL.
Nao sama sekali tidak tahu kalau ia merepotkan Natsume. Natsume berusaha biar Nao tidak melaksanakan hal berbahaya di toko dan sebisa mungkin ia berusaha menciptakan Nao tidak menyentuh sesuatu dan kalau ada kiprah di luar, lebih baik Nao di luar toko wkkwkwkwkw.

Suatu hari, toko kedatangan seorang pelanggan laki-laki yang ingin membeli kado untuk pacarnya, laki-laki itu pacaran dengan sang gadis semenjak SMA, gadis itu yakni pacar pertamanya, seorang gadis yang terkenal disekolah, sementara beliau yakni laki-laki yang ga populer, bahkan nggak bagus dibidang pelajaran maupun olahraga.
Nao excited banged alasannya yakni kisah cinta laki-laki ini ibarat dengannya dan Uehara apalagi alasannya yakni laki-laki itu dan pacarnya sebelahan rumah juga.
Bos tahu si laki-laki niscaya ingin mencari hadian untuk melamar. Si laki-laki membenarkan, hanya saja kalau cincin rasanya masih terlalu cepat, jadi ia ingin mencari sesuatu yang manis. Bos memperlihatkan sebuah kotak musik. Pria itu dan Nao terpesona alasannya yakni kotak musik itu sangat anggun dan terdengar romantis.
Nao bahkan membayangkan Uehara menyampaikan kotak musik itu ketika janji nikah mereka, ia larut dalam khayalannya sendiri bersama si laki-laki itu yang juga mengkhayalkan hal yang sama HHAHAAAHHAAH.
Si laki-laki itu jadinya tetapkan membeli kotak musik tersebut.

Rin ternyata tiba ke toko itu, Nao yang melihatnya sangat senang dan menyapa Rin. Rin meminta maaf atas bencana waktu itu dan Nao malah udah lupa apa yang terjadi, ketika Rin menjelaskan yang ia maksud, Nao menyampaikan ia sama sekali tidak terganggu dengan hal itu. Tapi Rin malah menyampaikan kalau Daichi terganggu dengan hal itu. Nao bingung.
Natsume kemudian mendekati mereka dan bertanya pada Rin apa yang ingin ia cari. Rin menyampaikan ia ingin mencari hadiah untuk kemenangan tim handball mereka.
Nao tiba-tiba jadi excited dan bertanya apakah itu untuk pacar Rin?
Rin menyampaikan bukan dan Nao pribadi menarik kesimpulan berfikir Rin akan menyatakan perasaannya sambil menyampaikan hadiah itu, tanpa mendengarkan klarifikasi ia pribadi mencari hadiah yang pas untuk menyatakan cinta.
Nao memperlihatkan sesuatu tapi Natsume memperlihatkan sesuatu yang lain sambil menyampaikan sesuatu yang intinya, seorang perempuan nggak boleh menyatakan cinta hanya dengan pikiran pada 1 orang pria, jadi kalau contohnya nggak diterima harus mencari kandidat lainnya.
Nao tak suka bagaimana Natsume seperti menyampaikan kalau pernyataan cinta itu sia-sia dan akan protes, tapi Rin menyampaikan alasannya yakni pernyataan cintanya itu memang sia-sia, alasannya yakni orang yang ia sukai menyukai orang lain yang tidak akan pernah menyukainya.
Nao terdiam. Rin berkata,  Dia (Daichi) mungkin tersenyum tapi sebetulnya hatinya sangat sakit. Tapi gadis itu malah mengambil laba dari kebaikannya. Apa yang kamu pikirkan perihal gadis ibarat itu?
(WEkkks? Nih cewek kok makin nyebelin? Tahu apa lo sama hubungan Nao dan Daichi dulu? Kok malah nyalahin Nao Zzzzzzz, gue juga suka sama Daichi kali, tapi nggak nyalain Nao juga -_-).
Natsume terkejut dengan keberanian Rin menanyakan hal ibarat itu, Natsume kemudian menciptakan Nao pergi mengurus yang lain biar menjauh dari Rin.
Rin tertawa melihat Natsume dan mengingatkan Natsume sudah menjadi salah satu laki-laki yang ada dalam genggaman Nao.
Natsume membalas dengan senyuman dan bertanya sebetulnya ada apa dengan Rin belakangan ini dan kalau Rin mau beliau sanggup menjadi sahabat curhat Rin. Tentu saja Rin menolak dan pribadi keluar dari toko.

Natsume dan Nao pulang bersama malam itu, NAo membicarakan mengenai legalisasi cinta Rin dan lamaran si Ozawa (pria yang membeli kotak musik tadi). Natsume hanya menjawab singkat dan Nao protes alasannya yakni Natsume menjawab tidak dari hati.
Natsume menyampaikan kalau contohnya tidak bersatu, ia pikir itu sebuah kesempatan untuk mencari yang lebih baik.
Nao tak suka Natsume menyampaikan hal ibarat itu, ia menyampaikan Ozawa sudah pacaran dengan pacarnya selama 12 tahun. Natsume membalas, menghabiskan waktumu seumur hidup hanya dengan satu orang, rasanya itu menyia-nyiakan waktumu. Padahal di dunia ini ada banyak gadis anggun lainnya.
Nao tentu saja tidak setuju, alasannya yakni menikah dengan cinta pertama (hanya menyayangi satu orang seumur hidup) itu yakni yang terbaik. Menemukan orang ibarat itu, berjanji menghabiskan waktu bersama selamanya, bersumpah setia…
Nao senyam senyum sendiri alasannya yakni menurutnya itu sangat romantis, tapi hanya menyayangi satu orang seumur hidup malah menyampaikan kalau itu tidak ada artinya. Apa yang terjadi dimasa depan tidak ada yang tahu dan lagi yang terpenting yakni menikmati hidup sekarang.
NAo menyampaikan kalau kita menemuikan seseorang yang ingin hidup bersama selamanya, hal itu yakni sebuah kebahagiaan. Dan kalau perasaan kalian sama, itu yakni sebuah keajaiban. Semua orang mencari seseorang yang ibarat itu.
Natsume  menghentikan langkahnya dan menatap Nao, semenjak tadi sebetulnya kamu membicarakan siapa?
NAo terkejut, ia tak sadar kalau ia membicarakan dirinya sendiri. Natsume  mengomentari Nao sangat cute ketika marah.
Nao kesal dan menyampaikan yang murka disini itu justru Natsume. Ia kemudian berlari meninggalkan Natsume  yang terus menatapnya.

Natsume ada di rumah Uehara. Saat Uehara memasak dan Natsume bertanya kenapa perilaku Nao itu ibarat itu, beliau cepat berpihak pada seseorang dan gampang marah. Benar-benar berbeda dengan tipe idealnya.
Uehara meminta maaf alasannya yakni Nao sudah banyak menjadikan problem bagi Natsume. Ia menyampaikan ia tak sanggup mengajak Nao liburan bersama, ia selalu makan kuliner Nao dan ia bahkan tak sanggup melaksanakan apapun ketika ulang tahun Nao.
Natsume bertanya, alasannya yakni itu setidaknya kamu ingin menyemangatinya kerja sambilan?
Uehara membenarkan. Natsume tertawa dan menyampaikan ia tak sanggup membedakan apakah Uehara itu pacar Nao atau wali Nao.
Uehara hanya tersenyum dan bertanya bagaimana dengan Natsume, apakah beliau tak tertarik dengan gadis manapun?
Natsume menyampaikan kalau ia akan menjadi milik semuanya untuk selamanya. HP Natsume suara dan ia menyampaikan kalau ada yang mengajaknya kencan lagi.
Uehara tiba dengan kuliner yang gres dimasaknya dan menyampaikan kalau tampaknya Natsume melaksanakan dengan baik (dengan kisah cintanya yang menjadi Natsume-kun untuk para gadis).

Natsume dan Uehara makan bersama. Natsume menyampaikan kalau Uehara ini tipe yang tidak biasa, tidak ada laki-laki sebelumnya yang memintanya menjaga pacar mereka. Karena para laki-laki biasanya akan mulai membencinya untuk beberapa alasan.
Uehara menyampaikan tampaknya begitu, banyak laki-laki yang membenci Natsume alasannya yakni Natsume gampang bersahabat dengan para gadis. Natsume kemudian gres menyadari kalau ini pertama kalinya ia punya janji dengan seorang laki-laki alias Uehara yakni sahabat laki-laki pertamanya yang bahkan mengajak makan dirumahnya ibarat ini.
keduanya memang sangat bersahabat dan bahkan rebutan daging ketika makan hehhehhehehheh.

Pulang dari rumah Uehara, Natsume menerima telpon dari Nao yang memintanya segera datang. Natsume terkejut.
Natsume kemudian tiba ditempat Nao dimana Nao sedang mengintip seseorang dan bertanya ada apa. Nao meminta Natsume bersembunyi dan menyampaikan kalau Natsume harus melihat ini.
Ternyata malam itu Ozawa melamar pacarnya ditengah orang banyak dan pacarnya mendapatkan lamaran itu. Nao benar-benar sangat bahagia, ia bahkan hingga berkaca-kaca alasannya yakni terharu.
Natsume jadinya mengaku kalah dan Nao menyampaikan kalau Natsume suatu hari nanti niscaya menemukan seorang perempuan dimana Natsume ingin bersama dengannya selamanya.
Natsume termenung sambil menatap Nao, alasannya yakni Natsume sebetulnya sudah menemukan perempuan itu, sayangnya perempuan itu milik orang lain. Aughhhhhhh.
Njirrr mata Natsume benar-benar penuh cintaaaaaaaaa.

Keesokan harinya, Ozawa tiba ke toko dan mengembalikan kotak musik itu. Natsume terkejut. Saa itu Nao belum tiba ke toko.
Ozawa menyampaikan alasannya yakni kemarin ditengah orang banyak, pacarnya tak sanggup menolaknya. Tapi pada jadinya pacarnya tidak sanggup menikah dengannya. Ozawa menyampaikan kalau ia hanya ingin mengembalikan itu, ia tak butuh uangnya kembali, alasannya yakni kalau melihat kotak musik itu, ia jadi ingat pacarnya, jadi ia tak sanggup menyimpannya.

Nao kemudian tiba ke toko untuk bekerja dan Natsume dengan cepat menyembunyikan kotak musik itu dibelakangnya. Nao pribadi berlari pada bos untuk menceritakan lamaran Ozawa yang sangat mengharukan malam tadi.
Bos ingin menjelaskan pada Nao apa yang terjadi, tapi Natsume pribadi menyuruh Nao untuk bersiap bekerja. Nao kemudian menyadari Natsume menyembunyikan sesuatu. Natsume berusaha biar Nao tidak melihat kotak musik itu dan Natsume menyampaikan kalau itu bukan apa-apa.
Nao makin ingin tau dan terus berusaha melihatnya. Bos kesal melihat mereka dan menyuruh mereka berhenti. Kotak musik itu tak sengaja jatuh ke lantai alasannya yakni Natsume kehilangan keseimbangan memegangnya.

Nao tentu saja terkejut melihatnya. Natsume mencoba menjelaskan kalau itu kotak musik lain tapi bos menyampaikan Ozawa mengembalikannya. Lamaran semalam tak berjalan dengan baik dan ia pikir itu yakni hal yang biasa, hal ibarat itu sering terjadi.
Nao mengambil kotak musik itu dan menatapnya, ia menahan kesedihannya dan meminta maaf pada Natsume alasannya yakni ia sudah menjadikan banyak problem bagi Natsume mengenai Ozawa, mereka bahkan hingga tabrak verbal karenanya dulu.
Natsume khawair alasannya yakni Nao terlihat ibarat akan menangis.

Pulang kerja, Nao berjalan dengan tidak bersemangat. Ia teringat apa yang dikatakan bos hari ini, bos menyampaikan padanya kalau alasannya yakni Nao, Natsume mengalami banyak kesulitan alasannya yakni Natsume selalu khawatir dan terus memperhatikan Nao. Ia menyampaikan itu alasannya yakni Nao hanya memperhatikan perihal dirinya dan tak pernah melihat keadaan disekitarnya. Bos menyampaikan itu akan menjadikan problem bagi orang lain.

Klub handball menuntaskan latihannya, mereka akan pergi minum-minum.
Rin berjalan jauh dibelakang mereka dan kelihatan nggak bersemangat. Ia terus menatap punggung Daichi.
Daichi dan yang lain sedang membicarakan akan makan apa dan bertanya pada Rin apakah beliau akan ikut. Rin tak menjawab, Daichi berjalan mendekatinya, ia bertanya, belakangan ini kamu menghindariku, kan?
Rin terkejut, ia menatap Daichi. Daichi meminta maaf dan menyampaikan waktu itu ia pikir ia juga sudah melewati batas.
Rin ingin menjelaskan tapi tiba-tiba anggota yang lain memanggil keduanya, mereka bertanya apa yang sedang mereka lakukan. Yang lain mulai mengejek kalau Rin dan Daichi pacaran diam-diam.
Daichi memanggil teman-temannya kurang berilmu dan menjelaskan kalau ia dan Rin hanya teman. Forever and Always.
Rin terkejut mendengarnya. Daichi kembali ke teman-temannya dan berjalan bersama mereka. Sementara itu Rin membisu diam bergumam kalau ia tak mau hanya menjadi teman.
(Kok gue ga rela yah Daichi sama nih cewek HAHAHHAHAHHAHA Daichi deserve better).

Nao masih dalam perjalanan pulang, tiba di jembatan dekat apartemennya, Uehara sudah menunggu disana. Uehara menyampaikan pada Nao kalau Nao telat harusnya Nao memberitahunya, ia bahkan sudah menelpon tapi Nao tidak mengangkatnya.
Nao meminta maaf dan kemudian bertanya ada apa. Uehara tak percaya kalau Nao melupakannya, padahal Nao sendiri yang mengajaknya merayakan malam ini.
Nao kemudian teringat ketika berangkat ke kampus bersama Uehara hari ini, ia sangat excited menceritakan mengenai lamaran Ozawa dan mengajak Uehara merayakan malam ini.

Uehara dan Nao diapartemen Nao dan Nao benar-benar meminta maaf alasannya yakni ia sudah melupakan janji mereka.
Uehara bertanya apakah terjadi sesuatu ditempat kerja Nao dan Nao menatap Uehara alasannya yakni ia kaget Uehara bertanya ibarat itu.
Uehara menyampaikan itu alasannya yakni wajah Nao ketika pagi hari dan malam ini berbeda, pagi tadi ceria banged dan malam ini murung banged, jadi ia pikir terjadi sesuatu di daerah kerja.
Nao mencoba tersenyum dan menyampaikan kalau banyak hal yang terjadi hari ini. Uehara menasehati Nao untuk tidak memaksakan diri, mengenai benda-benda manis dan seragam kerja yang manis, kalau Nao terlalu terobsesi menurutnya lebih baik berhenti. Jika Nao merasa tidak cocok dengan pekerjaan itu, Nao tak perlu memaksakan diri untuk terus bekerja disana. Menurut Uehara Nao lebih cocok bekerja di toko ramen ibarat waktu itu.
Nao terdiam, ia menunduk dan berkata, Kaprikornus menurutmu saya tidak cocok melaksanakan pekerjaan itu. Memangnya apa sih pekerjaan yang cocok untukku? Aku tidak akan berhenti. Aku bahkan belum tahu saya cocok atau tidak dengan pekerjaan itu. Bahkan diriku ini niscaya sanggup membantu seseorang.
Uehara ingin menjelaskan kalau bukan itu maksudnya, tapi Nao sudah badmood banged dan menyampaikan ia tak mau bertemu dengan Uehara untuk sementara waktu alasannya yakni ia ingin fokus dengan pekerjaan paruh waktunya.

Continue Reading

More in Dorama

To Top