Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 4-2

Dorama

[Sinopsis] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 4-2

————————————————————————————————–

Sinopsis Good Morning Call Season 2 Episode 4  Part 2

Nao sedang bekerja di toko dan ia menciptakan kekacauan lainnya, ia bahkan menjatuhkan air dilantai.
Rin tiba ketika Nao sedang mengepel lantai dan Nao bersemangat alasannya ialah Rin ingin membeli hadiah untuk orang yang ia sukai itu. Rin alhasil menentukan jam yang direkomendasikan Nao.
Nao lagi-lagi bicara terlalu banyak alasannya ialah Rin akan menyatakan perasaannya, ia akan mendukung Rin. Ia pikir pernyataan cinta Rin akan berjalan lancar, ia juga berfikir sang laki-laki tidak menyatakan perasaan pada Rin itu alasannya ialah nggak mau merusak hubungan mereka selama ini dan bla bla bla.
Rin meminta Nao tidak menyampaikan hal menyerupai itu alasannya ialah Nao sama sekali tidak tahu bagaimana hubungan anatar ia dan orang yang ia sukai itu.
Nao ingin menjelaskan kalau ia hanya ingin mendukung Rin. Tapi Rin menyampaikan itu hanya keegoisan Nao saja.
Rin kesal dan meninggalkan toko itu.  Nao ingin mengejarnya tapi rekan kerjanya bertanya apakah Nao masih belum menuntaskan tugasnya tadi. Nao meminta maaf.

Rin masih ada di luar dan menatap NAo yang sedang bekerja. Rin teringat pertanyaan Natsume sebelumnya, apa yang bergotong-royong menganggu Rin.
Rin menatap bayangannya dikaca dan berkata ‘sangat jelek’.
Sebenarnya yang selama ini menganggu Rin ialah dirinya sendiri.

Nao kembali ke rumah dengan tidak bersemangat. Ia melihat ada disesuatu di pintu rumahnya. Makanan dari Uehara dan Uehara meninggalkan secarik kertas disana, ia meminta maaf atas insiden kemarin.
Nao sedih dan bertanya kenapa Uehara yang meminta maaf padanya.

Di rumah, Nao menelpon Uehara dan berterima kasih padanya.
Uehara sedang kerja sambilan dan mengingatkan Nao apa yang terjadi ketika Sekolah Menengan Atas dulu, insiden ketika di ruang olahraga dimana Nao sangat murka dan menyampaikan kalau Uehara sama sekali tidak menyedihkan, ketika itu Nao bahkan belum menyukainya.
Nao ingat insiden itu, ketika belum dewasa menyiramnya dengan air dan Nao menyampaikan “saat seseorang bekerja keras, seharusnya kalian tidak menyampaikan ‘kasihan sekali’, tapi  ‘kau hebat’. Kalian bahkan tidak mengetahui akan hal itu, Uehara-kun tidak akan tertarik pada kalian!’.
uehara mengatakan, Saat itu saya berfikir kamu sangat hebat. Marah demi seseorang.
Nao menyampaikan kalau itu memang apa yang harus ia lakukan. Tapi Uehara menyampaikan kalau tidak biasanya orang menyerupai itu, setidaknya untuk dirinya, apa yang dilakukan Nao ketika itu bukan hal yang biasa dilakukan oleh orang lain. Jadi, ia pikir itu bukan alasannya ialah Nao tidak cocok dengan pekerjaan itu.
Nao terkejut. Uehara melanjutkan, Sebuah pekerjaan dimana kamu bekerja keras demi orang lain, saya tidak berfikir itu tidak cocok untukmu.
Nao menangis mendengarnya.  Karena Nao membisu saja, Uehara memanggil namanya. Nao tersenyum dan menyampaikan kalau ia akan meminta maaf pada Rin besok, alasannya ialah hari ini ia sudah mengacaukan segalanya.
Meski Uehara nggak mengerti apa yang terjadi dengan Rin, Uehara menyemangatinya.
Nao masih meneteskan air mata dan menyampaikan ia merindukan Uehara. Uehara tertawa dan menyampaikan yang bilang tidak ingin bertemu dengannya sementara waktu ialah Nao. Dan lagi, ia juga nggak akan sanggup menyampaikan hal tadi kalau ia menatap wajah Nao secara langsung.
Nao terkejut mendengarnya dan Uehara menyampaikan bukan apa-apa. Besok Uehara akan gajian dan mengajak Nao untuk kencan. Nao senang sekali. awwwwwww.

Keesokan harinya, Nao menemui Rin dan meminta maaf atas insiden kemarin alasannya ialah ia tak memikirkan perasaan Rin da laki-laki itu, ia malah menyampaikan hal yang seenaknya.
Rin juga meminta maaf alasannya ialah kemarin ia keterlaluan. Nao berkata, kamu memikirkan wacana ia kan? Kau ingin menghargai perasaannya dan tidak ingin menciptakan duduk kasus baginya. Tapi saya malah menyampaikan hal menyerupai itu. saya benar-benar minta maaf.
Rin termenung mendengarnya dan memikirkan sesuatu. Nao meminta Rin tiba menyerupai biasa ke toko mereka dan ia meninggalkan Rin. Rin menatap kepergiannya.

Sore harinya, Nao akan ke lab daerah Uehara bekerja, tapi tiba-tiba ia menerima panggilan telpon dari bos yang memintanya tiba alasannya ialah mereka menerima pesanan menyiapkan pesta. Nao awalnya ingin menolak alasannya ialah ini bukan hari kerjanya. Tapi ia tak sanggup melakukannya.
Padahal Nao sudah punya kesepakatan dengan Uehara malam ini dan ingin segera bertemu dengan Uehara, tapi ia tak sanggup mengabaikan pekerjaanya.
Nao kemudian mengirim pesan pada Uehara kalau ia akan terlambat malam nanti, dan ia akan menghubungi Uehara lagi nanti. Uehara hanya tersenyum.

Nao tiba tergesa-gesa ke toko tapi toko kosong. Nao gundah dan berjalan masuk, tidak ada siapa-siapa disana. Ia kemudian melihat pesan dari rekan kerja yang lain, mereka pulang duluan alasannya ialah nggak lezat tubuh dan ingin Nao menuntaskan selebihnya sendirian.
Nao terkejut membaca itu dan gundah sendiri bagaimana ia sanggup melaksanakan semuanya sendirian.

Saeko kembali ke lab sambil mengeluh dan melihat Uehara disana, ia terkejut alasannya ialah Uehara belum pulang. Uehara menyampaikan kalau ia sanggup kerja lembur malam ini dan Saeko menebak kalau Nao membatalkan kencan mereka malam ini.
Uehara hanya tersenyum dan menyampaikan kalau Nao tampaknya bekerja keras untuk pekerjaan paruh waktunya. Saeko mengejek Uehara menyampaikan kalau fans Uehara mengetahui ini, mereka akan gila sendiri, tahu kalau Mr. Campus tergila-gila pada pacarnya.
Uehara tersenyum dan berkata, Yoshikawa itu meski bodoh, tapi ia selalu berusaha keras untuk orang lain. Dia selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu dibanding dirinya. Orang lain tidak sifat Yoshioka yang menyerupai itu.
Saeko hanya mengangguk mendengarnya.

Nao benar-benar bekerja sendirian, tapi alasannya ialah ia memang serampangan, ia suka terjatuh dan tidak melaksanakan dengan baik, jadi butuh waktu 2 kali baginya untuk menyelesaikannya.
Ia juga meniup balon-balon untuk pesta sendirian dan bahkan ada balon yang pecah ketika ia meniupnya. Tapi Nao tak menyerah.

Natsume sedang kencan ketika ia mendengar 2 rekan kerjanya membicarakan Nao. IA mendekati mereka dan bertanya ada apa, kenapa mereka menyebut nama Nao dan namanya.
2 rekan kerjanya terkejut. Ternyata 2 reka kerja NAo itu sengaja meninggalkan NAo sendirian alasannya ialah kesal Nao bersahabat dengan Natsume. Omg, poor Nao T_T

Sementara itu, Rin sedang bersama Daichi. Karena Rin membisu saja, Daichi bertanya ada apa?
Rin menghentikan langkahnya dan menyampaikan kalau Nao itu orangnya sangat aneh.
Daichi tak mengerti kenapa tiba-tiba Rin membicarakan Nao. Rin menyampaikan Nao itu sangat clumsy dan orangnya blak blakan.
Daichi tertawa dan membenarkannya. Rin bertanya bagaimana cara Daichi melepaskan cintanya pada Nao? Karena kini Daichi bahkan sanggup membicarakannya sambil tersenyum.
Daichi berfikir dan mengatakan, mungkin alasannya sama dengan ketika saya menyatakan perasaanku padanya? Karena saya selalu ada disisinya.

Natsume yang mendengarkan mengenai Nao yang bekerja sendirian, eksklusif berlari sekuat tenaga menuju Toko. Ia teringat bagaimana wajah tersenyum Nao selama ini.
Natsume tiba di toko yang gelap dan masih ngos-ngosan ketika ia mendengarkan bunyi Nao menyerupai sedang menangis menyampaikan kalau ia tak akan sanggup melaksanakan ini sendirian.
Natsume segera menemui Nao dan menyampaikan kini sudah tak apa-apa, alasannya ialah ia sudah datang.
Tapi Natsume shock ketika melihat Nao ternyata hanya bicara dalam tidurnya, Nao tidur dan bergumam, Milk Pudding. Dengan perut penuh menyerupai ini, saya tak akan sanggup menghabiskan semuanya sendirian.
BUWHAHHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAAAH.

Natsume kemudian memanggil Nao dan Nao shock, ia terbangun sambil berteriak kalau ia sudah menuntaskan semuanya. Natsume tertawa melihat Nao dan Nao tidak bersemangat alasannya ialah ternyata itu cuma Natsume. Natsume tersinggung dan menyampaikan ia bahkan membatalkan kencannya untuk tiba menemui Nao.
Nao terkejut dan bertanya, jangan-jangan saya menimbulkan duduk kasus untukmu lagi?
Nao akan mendekati Natsume dan menjatuhkan papan ucapan, papan dan bunga jatuh menimpa balon-balon dan pecah satu per satu. Nao berteriak alasannya ialah kaget.
Natsume hanya sanggup ternganga.

Sudah jam 10 malam tapi Nao belum menelpon atau mengirim pesan pada Uehara, Uehara jadi khawatir. Saeko memperhatikan Uehara dan menyampaikan padanya Uehara boleh pulang. Ia menyuruh Uehara menemui pacarnya, alasannya ialah jikalau Uehara tak hati-hati, pacar Uehara yang manis itu akan menarik perhatian laki-laki lain.
Uehara menyampaikan kalau itu tak akan terjadi. Saeko cukup kaget alasannya ialah Uehara tampak percaya diri, tapi ia mengingatkan kalau tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Kau pikir hanya kamu yang tahu mengenai daya tarik pacarmu? Jika orang lain menemukannya, apa yang akan kamu lakukan?
Uehara termenung mendengarnya.

Hohohohoho dan orang lain itu sedang bersama Nao sekarang.
Natsume dan Nao sedang membereskan kekacauan tadi, Natsume jadi harus meminta maaf, kalau ia tidak muncul, niscaya pekerjaan Nao sudah selesai.
Nao tersenyum dan menyampaikan ia pikir bekerja berdua lebih menyenangkan daripada bekerja sendirian.
Natsume hanya tersenyum. Nao kemudian melihat kotak musik milik Ozawa dan menyentuhnya. Nao masih terlihat sedih akan hal itu.
Natsume memperhatikannya dan untuk menghilangkan rasa khawatir Nao, Natsume menyampaikan kalau ia punya sobat yang bekerja di wedding hall dan katanya ada banyak pasangan yang menikah dengan cinta pertamanya. Meski ia tak terlalu mengerti akan hal itu.
Nao termenung mendengarnya, ia menatap Natsume dan menyampaikan kalau Natsume itu ialah tipe yang menyampaikan A tapi melaksanakan B.
Natsume tidak mengerti maksudnya. Ia mengingatkan Nao alasan kenapa ia tiba ialah alasannya ialah ia sudah kesepakatan pada Uehara.
Nao terkejut alasannya ialah ia tak tahu mengenai hal itu. Natsume menjelaskan kalau Uehara meminta ia menjaga Nao, ia menyampaikan kalau Uehara sangat mengkhawatirkan Nao meski ketika itu wajahnya hambar menyerupai biasa.
Nao menatap Natsume dan menyampaikan tampaknya ia benar, apa yang dikatakan Natsume selalu berbeda dengan apa yang Natsume lakukan. Karena Natsume pernah menyampaikan kesepakatan itu tidak ada artinya, tapi Natsume malah menepati janjinya pada Uehara. Natsume itu tipe yang tidak jujur.
Natsume terdiam. Nao berbalik dan membuka kotak musik itu. Natsume terus menatap Nao dan bergumam, bukan begitu… bergotong-royong saya melakukannya bukan alasannya ialah ia meminta saya melakukannya. Aku….

Natsume belum menuntaskan kata-katanya ketika Nao menyampaikan kalau bukan depan ialah ulang tahun uehara, alasannya ialah itu ia ingin menciptakan Uehara bahagia.
Natsume terdiam, tapi ia sedikit lega alasannya ialah ia tak jadi menyampaikan apa yang ingin katakan tadi. Ia bertanya apakah Nao bekerja sambilan demi membelikan hadiah untuk Uehara?
Nao tersenyum dan mengangguk. Natsume terluka. T__T

Tiba-tiba Uehara tiba ke toko dan Nao senang sekali alasannya ialah Uehara tiba menjemputnya dan bertanya apakah pekerjaan Nao belum selesai.
Nao menyampaikan sebentar lagi selesai alasannya ialah Natsume membantunya. Karena Natsume berjanji pada UEhara untuk membantunya.
Nao sama sekali nggak mencicipi apa-apa dan malah berfikir kalau ini ialah pertemanannya 2 orang pria.
Natsume tampak sedih membelakangi keduanya, Nao dan Uehara terus bicara tapi Natsume tidak mendengarkan, ia hanya mendengarkan bunyi kotak musik dan menatapnya.

Uehara memanggil Natsume dan meminta maaf alasannya ialah sudah menyusahkan Natsume. Natsume sendiri mendekati kotak musik itu dan mengambilnya. Ia kemudian mendekati keduanya dan tiba-tiba berteriak ‘Amore!’
Ia memperlihatkan kotak musik pada Uehara sambil berkata, Aku, Natsume Shu bersumpah akan terus menjadi Natsume Shu apapun yang terjadi.
Uehara dan Nao gundah sendiri dengan apa yang dikatakan Shu. Natsume membisu saja dan memukul kepala Uehara, ia menyampaikan kalau tadi itu hampir saja.
Uehara tak mengerti dan Natsume hanya tertawa menyampaikan bukan apa-apa.
Awwwwwwwwwww.

NAo dan Uehara pulang bersama. Nao mengeluh alasannya ialah mereka gagal kencan lagi, apalagi ini kencan yang diajak oleh Uehara, baginya diajak kencan oleh Uehara di sebuah restoran glamor itu sekali dalam 10 tahun. HAHAHA
Uehara berhenti dan mencubit pipi Nao, Bukankah kamu harusnya menyampaikan hal lain?
Nao bingung, Heh?
Uehara berkata, Menghubungiku. Aku selalu menunggunya.
Nao terkejut alasannya ialah ia lupa menghubungi Uehara tadi. Tapi tiba-tiba ia mulai senyam senyum sendiri, alasannya ialah ia telponnya ditunggu-tunggu oleh Uehara.
Uehara makin gemas dan mencubit dua pipi Nao, Nao kesakitan dan meminta maaf, ia tak akan melaksanakan hal menyerupai itu lagi.
Uehara tertawa melihat reaksi Nao dan melepaskan tangannya. Nao kesal dan balik mencubit Uehara, kemudian mereka jadi kejar-kejaran di malam bulan purnama itu.

Di Toko, Natsume sedang bertugas. Rin ada disana untuk membeli hadiah, ia tetapkan untuk membeli hadiah yang direkomendasikan Natsume.
Natsume berkata tampaknya Rin sudah menciptakan keputusan. Rin menyampaikan sebelumnya Natsume bertanya apa yang menganggunya dan ia sudah menemukan jawabannya, yang menganggunya ialah dirinya sendiri. Tak peduli seberapa sering mereka bersama, orang yang ia sukai tak pernah melihat ke arahnya. Ia malah menyalahkan Nao. Ia ingin menyatakan perasaannya untuk menciptakan dirinya merasa lega. Ia tidak menyukai bab itu dari dirinya. Tapi ketika ia menyadari ia benci dirinya sendiri, ia sadar kalau ia lebih benci melihat orang yang ia sukai menerima masalah. Lebih baik dirinya sendiri menerima duduk kasus dari pada orang yang ia sukai.
Natsume terkejut mendengarnya. Rin menyampaikan kalau Natsume tidak akan tahu perasaan menyerupai ini.
Natsume tersenyum dan menyampaikan kalau kini ia sudah tahu.

Uehara dan Nao sedang mencar ilmu Bahasa Inggris bersama di kampus Uehara, tapi Nao malah menanyakan malam ini Uehara ingin makan apa. Uehara meminta Nao serius.
Natsume menatap keduanya dari jauh dan tibatiba Saeko muncul dibelakang Natsume dan menatap keduanya sambil mendesah.
Natsume terkejut dan menatap Saeko. Saeko sih biasa-biasa aja menatap Natsume tapi mereka berdua kini sama-sama mengerti kalau mereka menyukai dua orang yang sedang mereka perhatikan HAHAAHAHAHHA.

_The End_

Komentar:

HAHAHHA Ngakak banged ini dua orang alhasil sadar kalau mereka menyukai Nao dan Uehara, pas pula tuh sama-sama sadar, saya harap kalau mereka nggak bekerja sama untuk memisahkan Nao dan Uehara. Kayaknya sih enggak ya, soalnya Natsume kelihatan baik. Kalau Saeko sih, hingga episode ini masih kelihatan baik dan dewasa, nggak tahu besoknya gimana.

Aku baper banged sama Natsume, tatapannya itu lho kalau melihat ke arah Nao, matanya penuh cinta banged, cinta yang menyedihkan. Dia tahu ia suka sama Nao tapi ia tahu Nao tidak akan pernah melihatnya. Aku rasa Natsume alhasil menyadari dan mendapatkan perasaan cinta sepihaknya ketika ia berlari menemui Nao.
Awalnya ia masih merasa cintanya itu biasa aja, kalau ia nggak serius dan kalau ia menemukan gadis lainnya, ia akan baik-baik saja menyerupai biasanya. Tapi cintanya pada Nao lebih dalam dari apa yang ia pikirkan. Dia hampir saja menyatakan perasaannya, untung saja Uehara datang.
Tapi Natsume udah tetapkan menutup hatinya, dan tetap akan menjadi Natsume Shu menyerupai biasanya. Tapi apakah ia bisa? Hohohohoho.

Uehara ini PD banged pas mengakui kalau orang lain nggak akan menemukan pesona Nao. Well, Nao memang nggak akan menyukai laki-laki lain selain Uehara, tapi bukan berarti laki-laki lain nggak akan jatuh cinta pada Nao kalau tahu bagaimana kebaikan Nao dan daya tarik Nao yang sebenarnya.
Setelah Daichi, kemudian Issei dan kini ialah Natsume. Semua orang yang bersahabat dengan Nao kayaknya memang bakalan suka sama Nao, kecuali Abecchi HAHAHAHAHA. Aku kangen Abecchi, ia kemana ya? Kayaknya ia jadi keluar negeri wkwkkkwkw.

Btw, kenapa Nao galau di episode ini ketika Ozawa ditolak ialah duduk kasus cinta pertama. Nao selalu yakin kalau itu ialah hal yang indah mengasihi hanya 1 orang dalam hidup. Tapi ketika Ozawa ditolak, Nao galau mungkin alasannya ialah ia mulai nggak percaya diri dan khawatir, apakah ia akan sanggup bersama dengan Uehara selamanya, apakah perasaan mereka akan terus sama. Karena Natsume menyampaikan nggak mungkin hanya mengasihi 1 orang dalam hidup. Itu alasannya ialah hubungan Nao dan Uehara ialah cinta pertama bagi Nao, makanya pas selesai Natsume menyampaikan kalau banyak yang menikah dengan cinta pertamanya, menurut sobat yang bekerja di gedung pernikahan. Itu untuk menciptakan Nao nggak terbebani lagi gara-gara Ozawa.
Aku pernah membaca juga sih katanya banyak orang yang menikah dengan cinta pertamanya, tapi nggak tahu apakah masih berlaku kini ini, soalnya itu dulu saya baca dimajalah lama, penelitian gitu 7 dari 10 orang menikah dengan cinta pertamanya.

Continue Reading

More in Dorama

To Top