Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 5-1

Dorama

[Sinopsis] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 5-1

Belakangan mood menulis sinopsis GMC S2 ini memang berkurang, tapi saya berusaha menuntaskan sinopsis drama ini, jadi harap bersabar ya, bagi yang menantikannya. BTW makin usang scene Natsume dan Nao makin banyak dan makin-makin memperlihatkan patah hatinya Natsume, jadi rasanya sakiiiit banged. Nao dan Uehara terlalu polos untuk mengetahui perasaan Natsume, bahkan meski sudah dikasih kode-kode lol.

Sinopsis Good Morning Call – Our Campus Days Episode 5 

Nao dan Uehara sedang gotong royong di kampus, mereka membicarakan apa yang akan mereka makan ketika makan malam nanti. Kemudian perhatian mereka teralih pada Abecchi yang sedang memohon pada setiap gadis yang lewat, dan selalu ditolak.
Nao menebak jikalau Abecchi sedang mencoba mengajak para gadis kencan lagi dan Uehara ternyata berfikiran yang sama. Abecchi tampak kecewa banged, kemudian ia melihat Nao dan Uehara, wajah Abecchi jadi sumringah.
Nao shock alasannya ialah Abecchi melihat padanya dan berfikir Abecchi akan mengajaknya kencan. ia jadi takut tapi uehara menyampaikan jikalau hal menyerupai itu tak akan terjadi.
Abecchi yang kemudian berlari ke arah keduanya, Nao dan Uehara takut dan mencoba untuk kabur, tapi Abecchi berhasil menangkap mereka berdua.

Abecchi memperlihatkan sebuah naskah pada Nao dan Uehara dan menyampaikan jikalau ia sedang dalam keadaan terdesak. Nao membaca judul naskah itu, itu ialah sebuah naskah pementasan drama ‘Sleeping Beauty’ yang ditulis dan akan disutradarai oleh Abecchi. Nao kaget banged alasannya ialah ia gres tahu Abecchi masuk klub drama.
Abecchi agak sombong menyampaikan jikalau ia punya talenta mengenai drama. Tapi ia dalam posisi sulit alasannya ialah yang memerankan puteri dan pangeran jatuh sakit, jadi ia memohon supaya keduanya mau mengambil kiprah dalam dramanya. Begitulah yang Nao pikirkan dan ia bekerjsama agak bahagia meski ia tak pernah akting dalam drama sebelumnya.
Tapi ternyata Abecchi itu memohon pada Uehara bukan Nao HAHAHAHAHHAHA. Nao kecewa banged XD XD
Uehara tentu saja menolak dengan cepat dan meninggalkan mereka berdua. Abecchi menatap Uehara dengan kecewa dan bergumam jikalau Uehara sangat cocok dengan image pangeran dalam dramanya.

Nao masih kecewa alasannya ialah Abecchi hanya menginginkan Uehara. Ia iseng membuka naskah itu dan terpaku pada naskahnya. Beberapa ketika kemudian Nao heboh banged alasannya ialah jikalau Uehara main dalam drama itu niscaya akan sangat keren.
Abecchi sendiri menyampaikan jikalau Uehara mau menjadi pangerannya, maka Nao sanggup menjadi puterinya. Mendengar itu Nao tentu saja bersemangat 200%.

Di kamar Uehara, Nao mulai membaca naskah dramanya dengan bunyi keras, sempurna di depan TV dan menghalangi Uehara yang sedang main game. Nao sengaja melakukannya supaya mendapatkan perhatian Uehara. Tapi tentu saja Uehara tidak tertarik.
Nao menyampaikan setidaknya Uehara sanggup membantu Abecchi sedikit. Tapi Uehara memang nggak mau dan bahkan mencoba mengusir Nao dengan alasan beliau mau tidur. Nao awalnya menolak keluar tapi Uehara terus mendorongnya dan Nao meminta Uehara setidaknya membaca obrolan ‘Jangan menciptakan wajah duka dan tersenyumlah padaku’.
Tapi Uehara benar-benar mengusir Nao keluar dan mengucapkan selamat malam.
Nao kecewa banged dan masih ingin Uehara mengucapkan kalimat ‘A swear eternal love to that smile of yours’.
Sementara itu di dalam kamarnya, Uehara bergumam jikalau ia tak mungkin menyampaikan hal menyerupai itu dihadapan Nao HAHAHAHAHA.
Nao masih bingung alasannya ialah ia kehilangan kesempatan mendengarkan Uehara bersumpah setia padanya LOL.

Keesokan harinya, Nao meminta maaf pada Abecchi alasannya ialah ia gagal meyakinkan Uehara untuk main di pementasan drama. Abecchi kecewa banged tapi Kayo mencoba menghibur Abecchi alasannya ialah setidaknya mereka mendapat pemain film puterinya, sambil menunjuk Nao.
Nao terkejut dan merasa nggak enak, alasannya ialah jikalau Uehara nggak jadi pangeran, ia juga tidak mau jadi puteri. Nao malah menyarankan Abecchi untuk menghapus kiprah pangeran dan puteri dari dramanya HAHAHHAHAHAHA.
Abecchi sangat kecewa, ia jadi tak bersemangat alasannya ialah ini ialah karya masterpiece-nya dimana ia punya keinginan tinggi tapi nggak akan jadi tampil alasannya ialah nggak ada yang memerankan tokoh utama.
Nao jadi nggak yummy dan meminta maaf tapi ia tak sanggup memerankan puteri.
Kayo yang melihat Abecchi duka kemudian memikirkan sesuatu dan berteriak sambil tersenyum ketika ia mendapatkan ide.

Kayo membawa Nao ke klub dan memakaikan pakaian princess pada Nao. Nao yang menyukai hal-hal imut dan indah tentu saja sangat menyukai pakaian princess yang akan digunakan oleh pemain film puteri dalam pementasan drama nanti.
Kayo memuji Nao sangat cocok mengenakannya dan bahkan memaikan tiara untuk Nao. Ternyata Kayo diminta oleh Abecchi untuk menangani kostum pementasan drama nanti dan ia juga akan berperan dalam pementasan drama sebagai penyihir.
Kayo mengajak Nao untuk bermain bersama dengannya di pementasan drama dan menyampaikan jikalau baju yang ia buat, hanya Nao yang cocok memakainya.
Abecchi di depan ruangan klub sudah berlutut sambil berdoa. Kayo kemudian keluar dan memperlihatkan tanda jikalau Nao oke berperan sebagai puteri. Abecchi seneng banged HHAHAHAHAHA.

Nao sedang ganti baju ketika Abecchi dan Kayo membicarakan mengenai pemain film pangeran, kini mereka harus mencari siapa yang mau memerankannya. Nao menyampaikan ia akan mencoba meyakinkan Uehara lagi tapi Abecchi ragu Nao sanggup membantu mengenai itu, jadi ia menolak. Kayo menyampaikan alasannya ialah kiprahnya ialah pangeran, tentu saja mereka harus mencari laki-laki yang tampan. Nao setuju, ia menambahkan, harus seseorang yang pintar, gentleman dan aromanya wangi, seseorang yang sanggup menciptakan para gadis tergila-gila.
Abecchi ragu alasannya ialah selain Uehara, tak ada orang menyerupai itu.
Nao menyampaikan jikalau ada orang yang sesuai kriteria pangeran, ia meminta Abecchi menyerahkan kiprah itu padanya, ia akan meyakinkan orang tersebut.
Kayo dan Abecchi saling pandang, mereka ragu tapi alasannya ialah nggak tahu harus bagaimana lagi, jadi mereka membiarkan Nao mencari sang pangeran.

Dan orang yang dimaksud Nao ialah Daichi. Sayangnya Daichi menolak, alasannya ialah ia juga harus latihan di klub handball setiap hari, jadi ia tak sanggup ikut pementasan drama. Nao tampak kecewa. Daichi bertanya bagaimana dengan Uehara tapi Daichi menjawab sendiri, ia tahu Uehara nggak akan mau melaksanakan hal menyerupai itu.
Rin kemudian tiba menganggu pembicaraan mereka, Nao membungkuk memberi salam. Daichi menyampaikan ia akan mencari orang yang mau, nanti ia akan mengabari NAo. Nao mengerti, ia permisi meninggalkan mereka.
Daichi menatap kepergian Nao dan menyampaikan jikalau Nao selalu sibuk dengan sesuatu. Rin menggunakan kesempatan itu untuk memperlihatkan hadiahnya pada Daichi, gantungan HP yang di beli dari daerah kerja sambilan Nao waktu itu. Daichi sangat bahagia menerimanya. Ia menyampaikan akan menjaga pinjaman Rin itu.
Rin bahagia alasannya ialah Daichi tak terlihat terbebani mendapatkan hadiahnya.

Nao tidak bersemangat sesudah gagal mengcasting Daichi. Saat ia akan kembali ke klub kerajinan tangan, ia melihat Natsume bersama para gadis dan Nao kemudian mendapatkan wangsit lainnya, alasannya ialah masih ada opsi lain untuk pemain film pangeran.
Di klub, Nao, Abecchi dan Kayo memohon pada Natsume, tapi Natsume menolak dengan cepat dan ketiganya eksklusif kecewa.
Nao mendesah dan menyampaikan jikalau tampaknya ia harus meyakinkan Uehara sekali lagi, yang lain khawatir alasannya ialah tampaknya itu tak akan mudah. Nao menyampaikan ia tak akan mengalah hingga Uehara setuju. Daichi dan Natsume memang sangat keren, tapi yang perfect hanya Uehara LOL.

Natsume mendengarkan pembicaraan mereka, sesudah tahu jikalau Uehara ialah salah satu opsi untuk menjadi pangeran, tiba-tiba ia berubah pikiran dan menyampaikan jikalau ia akan memerankan kiprah pangeran itu.
Tentu saja ketiganya eksklusif kaget, alasannya ialah tadi Natsume gres saja menolak. Natsume menciptakan alasan ia akan main jikalau pemain film puterinya seorang gadis yang cute.
Yang bertiga eksklusif terkejut, Kayo dan Abecchi saling pandang dan hanya sanggup tertawa. Nao kemudian menunjuk tangannya dan Natsume kaget alasannya ialah pemain film puterinya ternyata NAo. Ia kemudian bergumam tak mengerti kenapa kejadian menyerupai ini selalu terjadi (Dia dipasangkan dengan Nao atau selalu ada sesuatu yang membuatnya bersahabat dengan Nao).
Nao mengerti ia tak cukup anggun sebagai pemain film puteri dan Natsume mengataakn bukan itu maksudnya. Abecchi dan Kayo yang mendengar itu eksklusif menganggap itu sebagai tanggapan YA dari Natsume HAHAHHAHAHAHA. Natsume karenanya tidak sanggup menolak lagi.

Kayo sangat bersemangat alasannya ialah gaun princess yang ia buat karenanya sanggup digunakan di pementasan.
Abecchi juga bersemangat dan mulai membacakan narasinya, bagaimana pangeran dan puteri bertemu dan menyembunyikan identitas mereka, mereka jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi dua keluarga mereka ialah musuh bebuyutan.
Natsume mengerutkan kening alasannya ialah itu ialah dongeng Romeo dan Juliet. Tapi Abecchi tidak peduli dan melanjutkan jikalau pangeran dan puteri dipisahkan dengan paksa dan seorang penyihir yang iri pada puteri mengutuk puteri untuk tertidur.
Penyihir Kayo masuk ke dalam perannya, ia menatap Nao dengan wajah penyihirnya, Hanya seorang laki-laki yang benar-benar mencintaimu yang akan membebaskanmu dari kutukan itu, apakah laki-laki menyerupai itu akan datang?
Kayo mendorong Nao ke arah Natsume dan Abe melanjutkan narasinya, Waktu berlalu! Pangeran berguru bagaimana membebaskan sang puteri dari kutukan dan ia eksklusif mencari sang puteri. Dia meninggalkan kerajaannya dan tetapkan kekerabatan dengan keluarganya, semuanya demi puteri yang ia cintai.
Abecchi, Kayo dan Nao benar-benar terpesona dengan dongeng itu dan Nao menyampaikan ia akan berusaha keras untuk kiprah puteri yang akan ia mainkan.
Nao eksklusif bersemangat dan mengajak Natsume untuk latihan. Natsume hanya sanggup tertawa.

Nao dan Natsume mulai latihan drama malam itu, di kamar Uehara HAHHAHAHAHAHA.
Akting Nao benar-benar jelek, tapi ia cukup bersemangat melakukannya. Natsume juga masuk dalam perannya, tapi kemudian ia bertanya pada Uehara apakah mereka berdua terlalu ribut?
Uehara kesal sekali alasannya ialah Natsume gres nyadar sesudah latihan cukup lama. Ia bertanya kenapa keduanya latiha dirumahnya, mereka sanggup latihan di rumah Nao.
Natsume mengingatkan jikalau Uehara tidak memperbolehkan laki-laki lain masuk ke kamar Nao dan Uehara terdiam, ia mengalihkan pandangan (kayaknya gres nyadar wkwkkwkw).
Nao sendiri tidak mendengarkan mereka dan terus larut dalam kalimatnya. Natsume membalas dengan akting yang bagus, mereka berdua tak mendengarkan bagaimana Uehara terus protes mengenai akting mereka.

Nao dan Natsume mulai masuk ke adegan mesra dimana pangeran dan puteri saling menatap dan pangeran akan menyentuh wajah puteri sambil bersumpah setia. Uehara nggak suka melihatnya dan sengaja lewat ditengah mereka berdua HAHAHAHA. Nao protes alasannya ialah Uehara menganggu latihan mereka, sementara Natsume tertawa dengan perilaku cemburu Uehara.
Nao masih kesal tapi ia lanjut latihan lagi bersam Natsume dan lagi-lagi Uehara yang mengambil minuman di kulkas, kembali ke daerah duduknya dengan lewat ditengah mereka berdua. Nao benar-benar kesal kenapa Uehara harus lewat diantara mereka, kenapa nggak lewat dibelakangnya saja, alasannya ialah ruangan disana cukup luas jikalau Uehara mau kembali ke meja belajarnya.
Tapi Uehara malah menyampaikan lewat diantara Nao dan Natsume jaraknya jauh lebih bersahabat dari pada lewat dibelakang Nao, tapi Nao nggak setuju, menurutnya jaraknya lebih singkat jikalau Uehara lewat dibelakangnya.
Uehara malah mengejek Nao yang buruk dalam nilai matematika dan keduanya asik laga mulut.
Natsume hanya membisu memperhatian dan menyuruh mereka berhenti, alasannya ialah mereka masih punya banyak adegan sebelum adegan kissing di simpulan drama.
Mendengar itu Nao shock, ia tak tahu ada adegan kiss di drama ini. Natsume kaget, alasannya ialah itu terang tertulis di simpulan naskah drama dan ternyata Nao memang nggak membaca naskahnya hingga simpulan HAHAHAHAHAHA.
Nao mematung menatap naskah itu. Natsume sengaja menyampaikan alasannya ialah itu tertulis di naskah, mereka harus kiss. Nao membelalakkan matanya dan Natsume tertawa alasannya ialah ia hanya bercanda. Ia menyampaikan nanti pas pementasan mereka sanggup akal-akalan kiss.
Nao lega sih, tapi ia tetap khawatir.

Continue Reading

More in Dorama

To Top