Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 5-2

Dorama

[Sinopsis] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 5-2

—————————————————————————

Sinopsis Good Morning Call Season 2 Episode 5 Part 2

3 hari menjelang pementasan, Nao dan Natsume gladi di klub kerajinan tangan dan Abecchi hampir pingsan. Ia menyampaikan mereka dalam duduk kasus sebab akting Nao sangat jelek, sementara Natsume malah memerankan pangeran yang suka menggoda, jauh dari yang ia harapkan.
Abecchi menyuruh Nao untuk menghafal kalimatnya dengan baik dan Nao meminta Abecchi tenang, sebab itu belum-lah penampilan terbaiknya.
Abecchi sama sekali nggak percaya dan penuh kekhawatiran akan pementasan nanti. Sementara Nao malah nggak ambil pusing dan senang sendiri dengan penampilannya lol.
Saat NAo sedang happy, tiba-tiba ia melihat seseorang mengintip di pintu klub, Nao terkejut sebab itu yaitu Marina.

Marina dan Nao bicara berdua di kantin kampus, Nao bahkan belum sempat mengganti dress-nya.
Nao eksklusif shock dan berteriak sehabis mendengarkan duduk kasus Marina, yang memberitahukan kalau ia dan Micchan putus.
Marina menyampaikan kalau hubungannya dan Micchan belakangan ini tidak baik, kalau menelpon, Micchan bahkan sibuk, mereka bahkan selalu mengakhiri pembicaraan dengan bertengkar.
Nao menyampaikan kalau Micchan mungkin memang sibuk sebab belajar. Marina mengerti akan hal itu, tapi lama-lama ia merasa hanya dirinya yang menunggu, dan itu membuatnya jadi tidak yakin. Seminggu yang kemudian ia menelpon Micchan dan yang menjawabnya yaitu seorang gadis.
Nao terkejut. Marina mencoba menjelaskan kalau itu ternyata sobat Micchan yang bekerja bersamanya di lab, tapi ia sangat putus asa dan bahkan menyampaikan hal yang buruk pada Micchan.
Pada karenanya Micchan menyampaikan kalau Marina tidak mempercayainya dan Marina sat itu menjawab kalau ia memang tak percaya pada Micchan dan ingin mengakhiri semuanya.
Nao benar-benar khawatir mendengarnya.

Di Lab daerah Uehara kerja sambilan, poster untuk pementasan drama sudah ada di tangan Saeko, Saeko menatap Uehara dan menyampaikan kalau pacar dan tema Uehara berperan sebagai pasangan dan itu akan menumbuhkan benih cinta diantara mereka.
Uehara menyampaikan kalau itu yaitu drama komedi. Saeko galau dan membaca posternya lagi, ia tak salah baca sebab disana dijelaskan ini drama ihwal dongeng cinta penuh bencana yang dipersatukan oleh takdir.
Uehara meyakinkan Saeko kalau itu yaitu drama komedi HAHHHAHAHAHAHAHHAHAHA.
Saeko menyukai tema drama itu ‘the ultimate romance’ dan Uehara menatap Saeko terkejut sebab ia pikir Saeko tak tertarik dengan percintaan. Saeko protes sebab Uehara menganggapnye begitu, meskipun ia ibarat ini, ia juga punya harapan untuk hidup bersama seseorang nantinya.
Uehara berfikir, seseorang yang sanggup bersama denganmu selamanya.
Saeko bertanya, kamu pikir tak ada orang yang mau?
Uehara menyampaikan tampaknya sangat sedikit dan Saeko memakai kesempatan itu untuk menyampaikan kalau ia pikir orang ibarat Uehara akan cocok dengannya.
Uehara malah baiklah dengan itu dan menciptakan Saeko yang sedang minum kopi jadi tersedak. LOL.

Uehara kemudian menerima sebuah pesan dan permisi untuk pulang pada Saeko. Ternyata ada yang tiba ke rumah Uehara dan orang itu yaitu Micchan.
Micchan tiba dengan banyak barang bawaan disana, seolah kabur dari rumah, ia duduk di depan pintu kamar uehara sambil bersedih.
Uehara mengajak Micchan masuk ke rumahnya dan Micchan mengomentari kekerabatan Nao dan uehara berjalan dengan lancar dan ia sedikit iri.
Micchan bahkan melihat bantal dengan sulaman asing yang diberikan Nao pada Uehara dan tertawa sebab Nao sama sekali nggak berubah. Micchan mengingat kenangan masa Sekolah Menengan Atas mereka dimana mereka selalu tertawa bersama-sama.
Uehara meminta Micchan untuk benar-benar bicara pada Marina tapi Micchan tak tahu apa yang harus ia lakukan, ia takut kalau Marina meminta putus.
Saat uehara dan Micchan sedang bicara, Uehara mendengar bunyi Nao yang kembali dan akan membuka pintu tapi Micchan melarangnya, takut Uehara menyampaikan pada Nao mengenai masalahnya.
Tapi keduanya kemudian kaget sebab mendengar Nao bicara pada Marina, artinya Nao sudah tahu mengenai itu dari Marina. Keduanya saling pandang dan mendengarkan pembicaraan rahasia dari kamar Uehara.

Marina dan Nao masih di luar apartemen, Marina menolak masuk ke kamar Nao, ia pikir ia sebaiknya pulang dan berterima kasih sebab Nao mau mendengarkan curhatannya.
Nao sangat mengkhawatirkan Marina dan menunjukkan diri untuk bicara dengan Micchan. Tapi Marina menyampaikan ia pikir memang lebih baik kalau mereka berdua putus saja, dari pada perasaan mereka terus tidak tenang.
NAo tidak yakin akan hal itu tapi Marina menyampaikan ia akan mencari orang lain saja, sebab Micchan bukan satu-satunya laki-laki di dunia ini.
Marina kemudian permisi pada Nao, Nao masih khawatir dan memanggilnya tapi Marina tersenyum dan meninggalkannya.

Setelah Marina pergi, Uehara membuka pintu kamarnya dan bertanya apakah Uehara mendengar pembicaraan mereka. Uehara menatap Nao dan menyampaikan kalau bukan hanya ia yang mendengarkan hal itu.
Uehara menatap ke dalam kamarnya dan Nao ikutan melihat.
Micchan udah pingsan aja di dalam sebab mendengar Marina akan mencari laki-laki lain dan artinya mereka benar-benar putus.

Nao di kamarnya berfikir dan berfikir, ia tak mau Marina dan Micchan putus dengan cara ibarat itu, ia pikir ia harus melaksanakan sesuatu.
Nao kemudian melihat naskah drama miliknya dan menemukan sebuah ide.
Nao mengundang Uehara ke kamarnya dan membicarakan rencananya dengan Uehara. Nao ingin Marina dan Micchan menjadi puteri dan pangeran di pementasan drama nanti, dengan begitu mungkin mereka akan baikan.
Tapi Uehara menyampaikan lebih baik mereka tidak ikut campur urusan keduanya, sebab menurutnya lebih baik keduanya menuntaskan duduk kasus mereka sendiri.
Nao kecewa dan menyampaikan kalau ia tak berfikir Marina benar-benar ingin putus dari MIcchan, ia sanggup tahu melihat wajah Marina tadi.
Uehara menyampaikan yang terbaik bagi mereka, harus merekalah yang memutuskannya.
Nao kesal dan menyampaikan jikalau mereka sanggup memutuskan duduk kasus mereka sendiri, mereka tak akan tiba meminta nasehat. Marina dan Micchan tiba untuk bicara pada mereka, artinya mereka tak sanggup memutuskan duduk kasus itu sendirian.
Uehara hanya menatap Nao terdiam. Nao merasa kalau Uehara tak sanggup dimintai tolong dan menyuruh Uehara tak perlu memikirkan akan hal itu.
Nao kemudian keluar dari rumahnya sendiri.

Natsume dalam perjalanan ke rumah Uehara dan bertemu dengan Nao di jalan. Ia bertanya kenapa Nao ada disana, padahal ini waktunya latihan.
Natsume dan Nao bicara berdua dan menanggapi duduk kasus itu, Natsume menyampaikan kalau sejujurnya ia baiklah dengan uehara, mungkin sebab ia yaitu seorang pria. Mungkin saya ingin seseorang membantuku menemukan balasan dari sebuah duduk kasus tapi pada karenanya saya ingin memutuskannya sendiri. Aku pikir saya tidak ingin orang lain memberitahuku apa yang harus saya lakukan. Aku tidak ingin yang lain ikut campur.
Nao karenanya mengerti, ia rasa semua orang berfikir hal yang berbeda dengannya, tampaknya ibarat itulah cara berfikir orang sampaumur dalam sebuah hubungan.
Natsume menatap Nao yang tampaknya merasa kalau dirinya tidak dewasa.

Tiba-tiba Uehara muncul dibelakang mereka dan menyampaikan pada Nao untuk tidak memaksa dirinya sendiri menjadi dewasa, sebab Nao masih anak kecil.
Nao kesal dan menyampaikan ia tak mau mendengarkan itu dari uehara. Uehara duduk dibelakang keduanya dan bertanya apa yang ingin Nao lakukan.
Nao menyampaikan ia tak ingin Marina dan Micchan putus, ia akan melaksanakan apapun yang sanggup ia lakukan. Karena yang sanggup menciptakan Marina tersenyum hanya Micchan dan begitu juga sebalikanya.
uehara karenanya menyerah dan akan membantu Nao. Nao sangat senang mendengarnya. Natsume sendiri menatap Nao yang tadinya muram jadi eksklusif tersenyum cerah sehabis Uehara baiklah membantu. Ia juga karenanya memutuskan untuk membantu Nao.

Uehara dan Nao kembali ke rumah Uehara dimana Micchan ada di sudut ruangan menangis dengan banyak tissu dilantai.
Nao eksklusif membicarakan mengenai rencananya pada Micchan. Uehara dan Natsume menatap Nao dari jauh, keduanya tersenyum melihat Nao yang kembali ke dirinya yang biasanya.

D-DAY!
Pementasan Drama ‘Sleeping Beauty’ akan dimulai beberapa ketika lagi, banyak penonton yang tiba untuk melihat pementasan drama. Tentu saja Uehara juga tiba menonton.
Marina membantu dibelakang panggung atas usul Natsume, tentu saja itu juga termasuk dari cuilan planning NAo.
Micchan bersembunyi di suatu daerah dengan pakaian pangeran dan Nao sesekali mengeceknya untuk memberinya semangat kalau Micchan sanggup melakukannya.

Pementasan dimulai, Uehara tampak cukup khawatir.
Nao sudah menciptakan kesalahan ketika pertama ia muncul, dimana ia nggak sengaja tersandung dan bahkan melupakan dialognya. Abecchi dan Kayo sibuk dibelakang membantu Nao untuk mengingat dialognya HAHAHHAA.

Meski banyak kesalahan Nao, pementasan part 1 karenanya berakhir sempurna ketika penyihir menyampaikan kutukan pada puteri. Ada break 15 menit sebelum part 2, dimana ketika itu Micchan akan menggantikan Natsume sebagai pangeran.
Nao sendiri berpura-pura sakit perut dan ingin Marina menggantikannya. Marina tentu saja terkejut sebab ia nggak sanggup akting. Tapi Nao menyampaikan untuk part 2, sang puteri hanya tertidur, jadi Marina hanya perlu menutup mata dan tetidur.

Setelah Marina karenanya setuju, Nao eksklusif menemui Micchan, tapi Micchan menghilang, ia tak ada di daerah persembunyiannya. Nao terkejut. Natsume menjemput Micchan juga dan melihat Nao disana, ia menyuruh Nao segera bersiap sebab part 2 akan dimulai. Tapi melihat reaksi Nao, ia sadar kalau Micchan menghilang.
Nao menyampaikan kalau ia akan mencari Micchan dan segera berlari ke luar gedung, Uehara melihatnya dan mengejarnya. Nao panik banged dan berfikir mungkin Micchan nervous. Uehara meminta Nao jangan khawatir, ia akan menemukan Micchan dan meminta NAo kembali. Uehara meminta Nao percaya padanya, ia aakn membawa Micchan kembali.
Uehara eksklusif berlari mencari Micchan, Nao menatapnya. Sementara itu, Natsume ternyata juga mengejar Nao dan melihat keduanya.

Pementasan part 2 dimulai, karenanya Natsume menjadi pangeran untuk part 2. Nao terlihat khawatir menunggu Uehara. Natsume yang melihatnya meminta Nao jangan khawatir, sebab Uehara yaitu laki-laki yang akan menepati janjinya. Nao mengerti, ia menyampaikan kalau semuanya akan lancar dan ia harus mempercayai Uehara.

Uehara terus mencari MIcchan dan karenanya merasa kalau Micchan ada di klub kerajinan tangan. Uehara mencari disana dan mendengar bunyi Micchan sedang menghitung sesuatu.
Uehara karenanya menemukan daerah Micchan bersembunyi dan membuka pintu, ia bertanya apa yang dilakukan Micchan disana.
Micchan kaget sebab Uehara menemukannya, ia mendorong Uehara dan mengunci dirinya didalam.
Uehara menggedor pintu meminta Micchan membukanya, tapi Micchan tidak mau, Micchan bertanya apa yang dilakukan Uehara disana.
Uehara meminta Micchan mengumpulkan keberaniannya dan berakting dalam pementasan itu, sebab itu demi Micchan dan Marina.
Micchan tak mengerti kenapa Nao dan uehara memaksanya melaksanakan ini. Uehara jadi kesal dan menyuruh Micchan keluar, sebab mengunci diri di dalam tak akan mengubah apapun.
Micchan meminta Uehara meninggalkannya, tapi Uehara menolak. Ia menyampaikan jikalau duduk kasus Marina dan Micchan tak selesai, Nao akan terus melaksanakan sesuatu untuk menciptakan mereka baikan dan itu akan membuatnya sakit kepala.
Mendengar itu, Micchan kemudian mengerti, Uehara melaksanakan ini demi Nao, sebab Nao yaitu yang terpenting bagi Uehara. Ia karenanya membuka pintu dan menyampaikan pada Uehara kalau Uehara sama sekali tidak berubah.
Uehara membalas kalau Micchan juga tak berubah, masih sama ibarat dulu. Micchan terdiam.

Pementasan memasuki part selesai dimana puteri tertidur di peti.
Marina yang menjadi puteri sangat khawatir apakah ia benar-benar hanya membisu di dalam peti dan akal-akalan tertidur. Saat mendengar bunyi Natsume, Marina kemudian khawatir sebab adegan terakhir yaitu kiss antara pangeran dan puteri. Ia bertanya-tanya apakah ia dan Natsume akan benar-benar berciuman ketika peti dibuka.
Marina mendengarkan bunyi langkah kaki dan ia sudah menduga ini saatnya. Ia menutup matanya dan peti dibuka. Saat pangeran mendekatinya, pada karenanya Marina tak sanggup mencium Natsume dan mendorongnya. Sang pangeran terjatuh.
Marina menyadari apa yang ia lakukan dan membuka matanya, tapi ia shock sebab itu bukan Natsume tapi Micchan.
Uehara tiba ke belakang panggung dan menyampaikan kalau ternyata mereka sempurna waktu. Kayo dan Abecchi shock sebab mereka tak diberitahu mengenai hal ini wkkwkwkwkw.

Micchan kembali berdiri, Marina turun dari peti dan bertanya kenapa Micchan ada disana.
Micchan menjawab, saya mendengar seorang penyihir mengutukmu dan saya tiba kesini dengan kudaku, selama 3 hari 3 malam. Tolong maafkan saya sebab sudah membuatmu menunggu selama ini. Tak peduli seberapa jauh kita berpisah, cintaku padamu tidak pernah berubah, Pagi, Siang, Malam, kamu yaitu satu-satunya (yang ada dipikiranku).
Marina tak ingin mendengarkan itu dan menyuruh MIcchan berhenti. Kau lihat, saya merasa sangat lelah. Semuanya selalu aku, saya bahagia, saya kesepian, saya khawatir, itu mungkin tak ada artinya bagimu, tapi bagiku, saya sangat terluka. DAn selalu menunggumy dengan perasaanku yang tak tenang, itu sangatlah sulit. Jadi…
Micchan membalas, Apa yang kamu bicarakan? Kenapa kamu berkata ibarat itu, seperti hanya dirimu yang merasa kesepian? Seolah-olah hanya kamu yang menderita?! Aku… saya juga merindukanmu, Marina. Aku ingin memelukmu dan ingin selalu bersamamu. Tapi saya yaitu seorang pria. Sangat sulit bagiku untuk menyampaikan hal ibarat itu.
Marina menangis mendengar hal itu, sebab Micchan ternyata mencicipi hal yang sama dengannya.
Micchan meminta Marina untuk tidak khawatir dan tak tenang, sebab ia juga mencicipi hal yang sama dengan Marina, ia sangat menyayangi Marina.
Marina mengerti dan mengangguk.

Nao, Uehara dan Natsume melihat hal itu dari satu tempat.
Nao bertanya apakah semuanya berjalan lancar dan Uehara membenarkan. Nao benar-benar sangat senang sebab mereka berdua berhasil menyatukan Marina dan Micchan kembali. Nao melompat-lompat bahagia.
Kayo sendiri tak sanggup membiarkan drama ini berakhir hanya dengan adegan itu dan menyuruh keduanya untuk berpelukan. Micchan membuka tangannya untuk Marina dan Marina tersenyum bahagia, keduanya berpelukan diiringi tepuk tangan penonton.

Acara selesai. Nao eksklusif menemui Marina dan Marina protes sebab Nao hingga merencanakan ini, sangat memalukan.
Nao jadi nggak lezat tapi Marina tentu saja berterima kasih, keduanya saling tersenyum dan berpelukan.
Nao juga mengomentari kalau Micchan tadi sangat keren. Micchan tolong-menolong tadi sangat malu, tapi ia tertawa sebab ia berhasil melakukannya.
Marina kembali berterima kasih pada Nao dan tersenyum. Nao menyampaikan ia sangat lega sebab karenanya ia sanggup melihat senyuman nrimo Marina.
Micchan juga berterima kasih pada Uehara, ia mengaku ia sangat tersentuh ketika Uehara tiba mencarinya. Micchan ingin menyampaikan mengenai apa yang dikatakan Uehara ihwal Nao tadi tapi Uehara melarangnya. LOL.

Micchan dan Marina berkomentar kalau Uehara dan Nao yaitu role model mereka, mereka ingin Nao dan Uehara selalu bersama-sama, dan mereka juga akan bersama-sama selamanya. Nao jadi ragu kalau dibilang sebagai role model tapi Uehara malah baiklah dan Nao jadi senang.
Abecchi dan Kayo bergabung dengan mereka dan mengajak mereka untuk pesta merayakan kesuksesan pementasan drama ini. Mereka semuanya sangat senang dan bersiap akan pergi. Nao bertanya apakah uehara akan ikut tapi Uehara malah menyampaikan ia tidak ikut. Nao terkejut dan menarik uehara biar ikut dengan mereka, ia tersenyum sambil menarik Uehara.

Natsume satu-satunya yang tertinggal disana, ia terus menatap Nao dan Uehara.
Setelah ia mengganti baju, Natsume berfikir bagaimana Nao menyampaikan satu-satunya yang sanggup menciptakan Marina tersenyum senang yaitu Micchan dan begitu juag sebaliknya. Kemudian ia teringat bagaimana Nao selalu tersenyum senang kalau berada disekitar Uehara dan menciptakan ia menyadari satu-satunya yang menciptakan Nao sanggup tersenyum begitu yaitu Uehara.
Dalam pikiran Natsume ketika itu penuh dengan Nao. Kebetulan Nao lewat didepannya, Nao sedang mencari Uehara.
Nao bertanya pada Natsume apakah ia melihat Uehara dan Natsume menyampaikan ia tak melihatnya. Nao kesal sekali sebab Uehara menghilang, padahal ia mau pergi sama-sama ke lokasi pesta.
Nao meminta Natsume juga cepat bersiap sebab yang lain sudah berangkat. Natsume hanya tersenyum dan menyampaikan ia tak ikut, sebab bergabung bersama kelompok bukan sifatnya.
Nao kecewa sebab Natsume menyampaikan hal ibarat itu lagi.  Nao berterima kasih sebab Natsume sudah banyak membantu hari ini. Nao tersenyum pada Natsume, senyuman Nao sanagt manis dan ketika Nao akan pergi, Natsume terus menatapnya.

Nao karenanya menemukan Uehara dan akan berlari ke arahnya, tapi Natsume tiba-tiba menghentikan Nao dan memeluknya dari belakang OMG!
Uehara ada diluar gedung dan menacri-cari Nao, ia kehilangan Nao. Ia tak melihat Nao dan Natsume di dalam gedung, Natsume yang memeluk Nao dari belakang.
Nao terkejut dan meminta Natsume melepaskannya, tapi Natsume tidak mendengarkan sehingga Nao harus berusaha melepaskan diri. Nao jadi nggak lezat sama Natsume.
Natsume ibarat biasa menjdikan tindakannya sebagai sebuah candaan, ia menyampaikan kini ia baik-baik saja, ia berperan sebagai seorang pangeran tapi tadi ia malah nggak sanggup memeluk sang puteri, jadi ia merasa ada yang kurang sehabis dramanya selesai, makanya ia melaksanakan itu.
Nao tentu saja murka pada Natsume dan meninggalkannya.

Sementara itu sehabis Nao pergi, Natsume mengeluh pada dirinya sendiri sebab sudah melaksanakan itu.

To Be Continued…

Komentar:
Hooooooooo, Natsume udah mulai berani nih ya, lama-lama ia udah nggak tahan lagi pengen dekat-dekat Nao.
Natsume mungkin mencoba menghindar dari Nao tapi takdir selalu menciptakan mereka bersama, niscaya ada aja yang menciptakan mereka berdua ada ditempat yang sama, melaksanakan hal yang sama. akan sangat sulit memang bagi Natsume untuk menahan perasaannya.
Tapi entah kenapa saya cukup menantikannya,

Aku sangat merindukan Micchan, karenanya muncul juga di epsiode ini. Aku harap ia akan terus muncul di episode selanjutnya. Dulu pas S1 saya suka banged sama ia hehehhehe. Sekarang jadi lebih kakkoi ya si Micchan.
Cocok sih sama Marina yang jadi lebih kelihatan dewasa. Dan berkat program pementasan drama Abecchi, keduanya sanggup bersatu.
Tapi kasian juga ya si Abecchi sebagai sutradara justru nggak diberi tahu.

BTW saya merasa scene Nao dan Uehara kok makin usang makin dikit ya?
I mean, momen mesra mereka itu dikit banged. Meski saya suka sama Natsume, tapi tentu saja OTP-nya yaitu Uehara-Nao, rasanya scene disini memang fokusnya ke perasaan Natsume, jadi cuilan dongeng Uehara dan Nao jadi lebih sedikit.
saya udah cek hingga episode terakhir drama ini, dan beneran, adegan mesra Nao dan uehara itu dikit banged. Natsume bak

Continue Reading

More in Dorama

To Top