Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 7-2

Dorama

[Sinopsis] Good Morning Call – Our Campus Days Episode 7-2

————————————————————————————————————–

Sinopsis Good Morning Call Season 2 Episode 7 Part  2

Mereka berempat kembali bekerja dengan serius dan Kayo pulang sesudah cukup malam, sebab ia tak sanggup menginap.
Tiba-tiba bel rumah Nao berbunyi dan Nao pikir Kayo melupakan sesuatu, jadi ia membukanya dengan berfikir itu yakni Kayo. Tapi ternyata itu yakni Uehara yang memapah Saeko yang mabuk. Nao terkejut.
Uehara meminta maaf pada Nao, ia menyampaikan Saeko memaksa untuk berkunjung ke rumahnya dan dikala ia menyampaikan tidak boleh, Saeko terus memaksa, ia tak sanggup membawa Saeko ke rumahnya makanya ia membawa Saeko ke rumah Nao.
Natsume terkejut melihat Saeko dan Uehara meminta pinjaman Natsume untuk memapah Saeko. Natsume membantu Uehara dan Saeko tiba-tiba ingin muntah dan Natsume segera membawanya ke kamar mandi.
Nao masih shock banged dan tak bicara.

Saat Saeko di kamar mandi, Nao bertanya kenapa Uehara bersama Saeko. Uehara menyampaikan mereka makan malam bersama. Nao tentu saja merasa kalau itu bukan ibarat Uehara, jadi kau akan pergi bersama orang lain yang mengajakmu makan malam, berdua saja? Atau sebab ia yakni Saeko, makanya kau pergi?
Uehara menyampaikan kalau makan malam itu tidak ada bedanya dengan makan malam bersama Natsume. Nao kesal dan menyampaikan kalau itu tidaklah sama.
Saeko keluar dari kamar mandi dan menyampaikan kalau itu memang tidak sama. Saat seorang perempuan dan laki-laki keluar bersama….
Natsume memotong pembicaraan mereka dan menyuruh mereka untuk segera menuntaskan sulaman, mereka tak punya banyak waktu.
Rin kelihatan kesal sebab kedatangan Saeko.

Saeko kemudian bertanya apa yang mereka lakukan dan Rin menjelaskan mereka sedang menciptakan cheering flags untuk tim handball, ia harus menyelesaikannya besok. NAtsume bertanya apakah Saeko sanggup membantu dan Saeko menyampaikan ia tak bakir dalam hal itu. Uehara malah ikutan mengejek Saeko dan mereka berdua jadi bertengkar.
Rin kesal sekali dan menyampaikan pada Saeko untuk pulang kalau memang tidak mau membantu. Saeko tertawa sebab Rin terlihat sangat putus asa.
Rin kesal mendengarnya, memangnya apa salahnya terlihat putus asa? Aku ingin bersamanya sebagai sahabat dan saya frustasi mencoba melakukannya, apa salahnya dengan itu?
Natsume mengingatkan kalau Saeko tidak tahu dilema Rin dan Daichi. Saeko mendekati Rin, Aku tidak tahu bagaimana kisah cintamu, tapi apa kau yakin dengan itu? Tidak mencoba untuk menjadi pacarnya, tapi mencoba keras berteman dengannya, bukankah itu aneh? Kau ingin sekali menjadi pacarnya tapi kau memutuskan berteman saja. Kau hanya sedang memikirkan opsi terbaik kalau hal pertama tidak berjalan lancar kan? Bukankah kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri?
Rin terdiam, begitu juga dengan Natsume. Saeko melanjutkan, Jika kau berfikir ibarat itu dan kau tetap ada disisinya, bukankah artinya kau tidak jujur padanya?
Nao yang semenjak tadi membisu saja hasilnya memotong pembicaraan dengan memanggil nama Saeko. Nao ibarat ingin menyampaikan sesuatu tapi pada hasilnya ia tak sanggup mengatakannya.

Nao pergi mengambil air untuk Saeko dan Uehara mengikutinya. Uehara meminta maaf pada Nao dan Nao menyampaikan Uehara tak perlu meminta maaf. Uehara menyampaikan ia tak menyampaikan kalau ia pergi dengan Saeko pada Nao, ia berfikir kalau itu hanyalah makan malam yang sama dikala ia makan malam dengan Natsume.
Nao kemudian mengerti. Uehara menyampaikan ia akan membantu Nao dkk untuk menyulam dan membawakan minuman untuk Saeko. Meskipun Nao menyampaikan ia mengerti, tapi Nao bahwasanya masih sangat gundah.

Mereka melanjutkan program menyulam mereka, Saeko juga ikut membantu. Uehara dan Nao menyulam berdua di meja dan mereka asik mengobrol, obrolannya lebih ke Uehara mengejek cara menyulam Nao.
Saeko memperhatikan keduanya dan kelihatan kesal, ia menyampaikan kalau ia butuh istirahat. Natsume mengartikan hal itu kalau Saeko akan pulang. Tapi tentu saja Saeko menolak. Saeko menyampaikan kalau Natsume ternyata lebih berisik dari yang ia bayangkan, ia pikir Natsume yakni laki-laki yang baik. Saeko bahkan bertanya pendapat Nao.
Nao menyampaikan kalau Natsume cukup populer. Saeko menyampaikan kalau itu dia, ia lebih menyukai tipe ibarat Uehara. Semuanya terdiam. Natsume bertanya apa yang Saeko bicarakan. Saeko menyampaikan ia hanya menyampaikan kalau Nao punya mata yang anggun dikala menentukan pria. Ia iri pada Nao yang punya kesempatan untuk memikat laki-laki baik.

Nao terkejut, ia tak mengerti. Saeko menyampaikan ia mendengar dari Uehara bagaimana keduanya bertemu. Aku selalu ingin bertemu dengan seseorang dengan cara ibarat itu. Aku selalu berfikir sangat gila pacar Uehara yakni dirimu. Tapi sesudah mendengar bagaimana kalian berdua jatuh cinta, saya hasilnya mengerti. Itu terjadi sebab kalian tinggal bersama, Apa yang akan terjadi kalau yang tinggal bersama dengan uehara yakni aku?
Nao terkejut mendengarnya. Ia terdiam. uehara menatap Nao.
Saeko kemudian ingin muntah lagi dan Uehara membantunya ke kamar mandi.
Nao selama ini selalu resah mengenai hubungannya dan Uehara, ia memutuskan untuk kabur dari situasi itu dengan alasan membeli minuman di luar.

Natsume mengkhawatirkan Nao, jadi ia mengikutinya. Natsume bertanya apakah Nao baik-baik saja.  Nao mencoba tersenyum  dan menyampaikan ia baik-baik saja, tapi Natsume tahu Nao tidak baik-baik saja.Hal itu selalu membuatku khawatir. Aku dan Uehara pacaran mungkin hanya sebab kebetulan saja. Dan mungkin semuanya akan berubah kalau saya bukan orang yang kebetulan tinggal bersamanya. Aku selalu memikirkan akan hal itu. Tapi mau bagaimana lagi, semuanya berakhir ibarat ini. Aku lebih tahu dari siapapun kalau gadis sepertiku tidak cocok bersama Uehara.
Nao menangis menceritakan kegundahan hatinya pada Natsume. Nao terus menangis dan masih akan bicara, Natsume menatapnya dan tiba-tiba menciumnya. Nao terkejut.
Natsume kembali menyebabkan hal itu sebagai sebuah candaan, menyampaikan kalau seorang gadis akan berhenti menangis kalau di kissu, makanya ia melakukannya, semoga Nao berhenti menangis.
NAo terdiam, ia masih shock. Natsume kemudian meminta maaf dan menyampaikan kalau mereka harus segera kembali.

*Accckkkk, Natsume harusnya mulai bicara serius, jangan jadiin candaan terus. Dan saya nggak suka sifat Nao yang selalu ragu begini, kebetulan yakni belahan dari takdir yang mempertemukan ia dan Uehara. Dia harusnya menyadari cinta itu mmebutuhkan kebetulan lebih dari yang ia bayangkan.

NAo kemudian kembali ke rumah dan Uehara sudah menunggu di erat jembatan. Ia bertanya kenapa Nao pergi begitu saja. Nao meminta maaf. Keduanya kembali ke apartemen, tapi Uehara menarik Nao masuk ke apartemennya.
Uehara ingin menjelaskan pada Nao kalau ia jatuh cinta pada Nao bukan hanya sebab mereka pernah tinggal bersama, ia menyampaikan Nao terlalu banyak meragukannya.
Nao ingin menjelaskan lagi tapi Uehara memotongnya, ia menyampaikan bagaimana perasaannya, bukan Nao yang memutuskannya. Uehara memeluk Nao dan meminta maaf padanya mengenai insiden hari ini. Nao menyampaikan kalau Uehara sudah meminta maaf tadi.
Uehara tahu akan hal itu, tapi ia tetap merasa bersalah sebab membawa Saeko ke rumah Nao.  Nao membenarkan Uehara sangat kejam membawa seorang perempuan ke rumahnya. Uehara meminta maaf lagi dan Nao hasilnya memaafkannya.
Uehara kemudian akan mencium Nao, tapi Nao menghindar. Nao tampaknya masih punya sesuatu yang ia gundahkan, mungkin sebab Saeko atau sebab Natsume yang menciumnya tadi, tapi ia menciptakan alasan itu sebab teman-teman yang lain ada dikamar sebelah.

*Well, menurutku sih Uehara udah anggun membawa Saeko ke kamar Nao, bukannya lebih parah kalau Uehara membawa Saeko ke kamarnya? Saeko kayaknya tadi maksa ke kamar Uehara, tapi Uehara menolak makanya ia menekan bel kamar Nao.

Natsume kembali ke kamar NAo dan Saeko sudah tidur. Ia kemudian melanjutkan menyulam bersama Rin.
Rin bertanya pada Natsume, itu sangat sulit bukan? menyembunyikan perasaanmu?
Natsume membenarkan kalau itu sangat sulit.
Dan Saeko rahasia mendengarkan pembicaraan keduanya, ia sama sekali masih bekum tidur.
Nao dan Uehara kembali ke kamar. Natsume menatap Nao dan Nao juga menatap Natsume, tapi Nao mencoba bersikap biasa saja. Uehara tampaknya menyadari ada yang gila pada Nao.
Mereka kemudian melanjutkan menyulam.

Pagi harinya, hasilnya sulaman cheering flags untuk tim handball selesai. NAo bahagia sekali.
Rin tampaknya memutuskan untuk melaksanakan sesuatu dan ia berterima kasih pada Saeko, sebab kata-kata Saeko semalam sudah mengubah pemikirannya.

Rin tiba mengantar anggota klub yang akan pergi di program menginap. Daichi menemuinya dan menyampaikan kalau ia ingin memperlihatkan sesuatu pada mereka.
Tapi sebelum itu, Rin memutuskan menyampaikan perasaannya pada Daichi. Rin menatap Daichi dan menyampaikan kalau ia menyukai Daichi. Daichi terkejut mendengarnya, ia meminta maaf pada Rin.
Rin mengerti dan meminta Daichi untuk tidak minta maaf padanya. Ia juga punya undangan pada Daichi, semoga kekerabatan mereka tetap ibarat biasa, mereka tetap berteman. Daichi mengerti dan Rin berterima kasih.
Rin kemudian memperlihatkan cheering flags yang ia buat dan mengucapkan goodluck pada Daichi.

Rin meninggalkan Daichi dan Daichi terlihat mengkhawatirkannya. Ia mengejar Rin dan benar saja, Rin sudah menangis.
Rin kemudian bertanya pada Daichi bagaimana Daichi sanggup berteman dengan Nao sesudah ditolak, sebab ia pikir ia tidak akan sanggup melakukannya. Ia tidak sanggup berpengaruh ibarat Daichi dan tampaknya ia tak akan sanggup tetap menjadi sahabat dengan Daichi sesudah ia ditolak. Rin meminta maaf pada Daichi dan meninggalkannya.
Daichi menatap kepergian Rin.

Uehara dan Nao di rumah Nao, mereka membersihkan sisa sampah semalam. Nao kelihatan membisu saja dan banyak pikiran, bahkan Uehara memanggil namanya berkali-kali tapi Nao tidak mendengarkan.
Saat Nao hasilnya menyahut dikala Uehara memanggilnya, Uehara bertanya apakah ada yang salah, sebab Nao kelihatan merenung semenjak tadi.
Nao kemudian terkejut sebab Uehara menyadarinya.

To Be Continued…

Komentar:

Nao benar-benar halau sebab Natsume menciumnya, tentu saja ya. Meskipun pada hasilnya Natsume menyebabkan itu sebagai sebuah candaan, tetap saja ciuman yakni sebuah ciuman, Nao jadi kepikiran. Apakah ia sanggup menjaga rahasia itu dari Uehara dan bersikap biasa pada NAtsume, atau justru ia akan mulai menghindari Natsume?
Natsume sih, kenapa nggak jujur aja mengakuinya, ia makin melukai hatinya sendiri kalau terus menyembunyikannya.

Memang sih, ada kekhawatiran dikala menyatakan perasaan pada orang lain dikala kita tahu orang itu tidak akan membalas perasaan kita. Hubungan akan berubah dari yang dulu. Tapi ada juga kok yang sanggup tetap menjaga pertemanan.
Benar kata Saeko, itu hanya akan menyakiti diri sendiri kalau kita menyembunyikan perasaan dan itu akan menciptakan kita menyesal sebab tidak mengatakannya. Hal ibarat Rin ini sering terjadi, menangis sesudah ditolak dan menyampaikan tak sanggup menjadi sahabat sesudah itu, tapi bahwasanya sanggup sih, seiring berlalunya waktu, menjalin perteman juga bisa.
Berdasarkan pengalaman langsung sih, memang sangat menyakitkan dikala ditolak, tapi lega kok sesudah menyatakannya, dan meski butuh waktu mengobatinya, tapi tetap sanggup menjadi teman. Sama ibarat Daichi. Intinya sih waktu.

Aku kesal sekali dengan Uehara yang menganggap makan malam bersama Saeko yakni hal yang sama dengan makan malam bersama Natsume. Dia pinter tapi agak lamban juga ternyata wkkwkwkwkw.
Tapi saya cukup salut sebab ia membawa Saeko ke rumah Nao, bukan kamarnya. Biasanya kan kalau di drama lain niscaya dibawa ke rumah sendiri, tapi Uehara punya pikiran panjang juga membawa Saeko ke rumah Nao. Tapi ternyata Nao malah nggak suka dengan hal itu.
Lah gimana kalau Uehara membawa Saeko ke rumahnya coba, niscaya lebih menyakitkan menurutku, dikala Nao nanti tau ternyata Saeko menginap di rumah Uehara.

Nao memang terlalu banyak mewaspadai cinta Uehara padanya. Itu yakni hal yang nggak saya sukai dari Nao. Dia selalu nggak percaya diri dan mungkin itu sebab ia merasa level mereka berbeda.
Tapi itu memang benar sih, kalau mereka nggak tinggal serumah, mungkin Uehara nggak akan jatuh cinta pada Nao. Uehara jatuh hati pada Nao kan sebab mengenal Nao lebih dalam, itu sebab mereka tinggal serumah.
Dan meski itu yakni kebetulan, itu juga yakni takdir kalau yang serumah yakni mereka berdua. Nao memandang itu sebagai sebuah kebetulan saja mereka saling menyukai sebab tinggal serumah, tapi nggak memandang dengan cara mereka ditakdrkan untuk bertemu dan tinggal serumah.
Aku masih suka dengan salah satu Quote film China yang dibintangi Vivian Sung (bukan Our Times, saya lupa judulnya), ‘Cinta itu membutuhkan kebetulan lebih dari yang kau bayangkan’. Dan itu memang benar, kebetulan yakni hal yang penting dalam pertemuan pasangan. Kalau di I Want to Eat Your Pancreas sih mereka bilangnya bukan kebetulan, tapi sebab pilihan. Nao menentukan nggak pindah bareng orang tuanya, dan memutuskan tinggal sendiri, itu yakni pilihannya, makanya ia dan Uehara jadi serumah. Karena pilihan mereka makanya mereka bersatu^^

Continue Reading

More in Dorama

To Top