Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Hiyokko Week 2

Asadora

[Sinopsis] Hiyokko Week 2

Diminggu kedua ini, plot Hiyokko sanggup dibilang lebih cepat dari dugaan. 3 sekawan fokus untuk tahun terakhir mereka di Sekolah Menengan Atas sebelum meninggalkan Ookuibaraki. Mereka berencana melaksanakan sesuatu yang setara dengan festival. Ini ialah pertama kalinya mereka mencoba menjadi panitia.
Sementara itu ayah Mineko yang kembali ke Tokyo tiba-tiba saja menghilang tanpa jejak. Ibu merahasiakan itu dari anak-anaknya dan menciptakan Mineko merasa tidak tenang.

Sinopsis Asadora Hiyokko Week 2 (Episode 6-12): 
We Don’t Want To Cry, We Will Smile

Pagi hari di Ookuibaraki, rumah keluarga Yatabe. Ini ialah hari dimana ayah akan kembali ke Tokyo. Mineko bangkit pagi menyerupai biasa. Ia membantu ibunya menciptakan sarapan. Ia menuju sangkar ayam untuk mengambil telur, sayang sekali tidak ada telur sama sekali hari ini. Ia sedih. Ayahnya sedang bekerja di ladang. Ia menatap ayahnya dengan wajah murung alasannya ialah akan berpisah hari ini.

Sarapan pagi di keluarga Yatabe pagi itu sangat hening. Mereka tidak kisah menyerupai biasanya, tentu saja. Mineko, Chiyoko dan Susumu saling tatap sambil tersenyum.
Ternyata semalam sebelum tidur mereka sudah kesepakatan kalau mereka tidak akan menangis hari ini alasannya ialah ayah akan kembali ke Tokyo. Mereka harus mengantarnya dengan senyuman, biar ayah tidak sedih.

Ayah Mineko akan pulang dikala siang, jadi dikala itu Mineko ada disekolah, ia tak akan sanggup melihat kepergian ayahnya.
Mineko bersiap berangkat ke sekolah pagi itu dan pamitan pada ayahnya, menyampaikan pada ayahnya untuk bekerja keras di Tokyo.
Ayahnya sangat mencintai puterinya, ia bahkan memanggil Mineko sebelum berangkat dan memegang pipinya, mengacak rambutnya menciptakan Mineko malu. Tapi ia bahagia. Mineko berangkat dengan senyuman ke sekolah.

Tokiko menunggu di depan rumahnya menyerupai biasa. Ia yakin hari ini Mineko niscaya berwajah murung alasannya ialah ayahnya akan kembali ke Tokyo.
Tokiko suka bicara sendiri dan akan memarahi dirinya sendiri kalau ia mulai bicara dengan dialeg, ia sedang membiasakan diri bicara tanpa dialeg alasannya ialah ia akan tinggal di Tokyo sebentar lagi.
Tapi ternyata hari itu Mineko tiba dengan wajah tersenyum dan Tokiko menyampaikan kalau Mineko terlihat sudah cukup umur sekarang.

Ayah sedang bersiap di rumah. Chiyoko dan Susumu akan berangkat ke sekolah.
Chiyoko dan Susumu tak menyerupai biasanya, biasanya kalau ayah akan pergi mereka akan menangis sejadi jadinya tapi kali ini mereka menangis rahasia dan itu justru terlihat lebih sedih.
Ibu tahu kalau Mineko niscaya menyampaikan sesuatu pada mereka. Chiyoko menyampaikan mereka kesepakatan semalam tak akan menangis alasannya ialah ayahnya akan pergi tapi ia tak sanggup menahan air matanya.
Ayah tersenyum murung melihat mereka dan meminta mereka berhenti menangis, ia berjanji akan kembali dikala tahun baru.

Ibu mengantar ayah ke stasiun bus meski ayah menyampaikan ibu tak perlu mengantarnya. Tapi ibu menyampaikan ayah mertua ingin ia melakukannya.
Ayah dan ibu bicara awkward mengenai di Tokyo niscaya banyak gadis yang lebih bagus dari ibu dan ayah menyampaikan kalau ia tak peduli perihal hal itu.
Ayah bahkan menggenggam tangan ibu dan mereka berdua berjalan sambil mengobrol mesra.

Mineko tak sanggup berkonsentrasi belajar. Ia menatap ke luar jendela kelasnya dan bertanya-tanya pada Mitsuo apakah kereta ke Tokyo sudah berangkat.
Minekomeletakkan kepalanya di meja sambil bicara pada mitsuo di tengah pelajaran dan ternyata guru sudah ada di dekatnya dan menjawab pertanyaannya. Mineko sangat malu semuanya menertawakannya.

Sementara itu Mitsuo yang duduk di belakangnya ternyata semenjak tadi fokus pada surat kabar di bawah mejanya. Ia terlihat sangat serius dan menciptakan Mineko & Tokiko bertanya-tanya.

Ayah Mineko tiba di Tokyo dan tempat pertama yang ia datangi ialah Suzufuritei. Saat itu restoran sangat sibuk jadi ayah merasa tak yummy mengganggu. Ayah tiba untuk memberikan manju buatan istrinya, hadiah untuk mereka, rasa terima kasih alasannya ialah pork sandwich yang waktu itu. Pemilik dan chef sangat senang menerimanya.
Ayah tak sempat singgah alasannya ialah harus pergi, bahkan pemilik tak sempat menyalin tempat manju itu dan ayah menyampaikan lain kali ia akan tiba mengambil tempatnya jadi tak apa kalau disimpan dulu.
Ayah meninggalkan restoran dan Pemilik & Dhef tampaknya menyukai ayah alasannya ialah ayah terlihat sangat baik.

Ayah kembali ke tempat tinggalnya di Tokyo dimana tempat itu terdiri dari kamar-kamar dan satu kamar sanggup 5-6 orang.
Saat ayah kembali, salah satu temannya bertanya bagaimana cara ayah untuk mengirim uang ke kampung dan ayah menyampaikan tiap gajian ia pribadi ke kantor pos dan mengirimkannya.
Temannya menyampaikan bagus ayah tidak mengumpulkan banyak kemudian membawanya pulang, alasannya ialah belakangan ada banyak perampok. Temannya meminta ayah berhati-hati kalau mengantar uang ke kantor pos.

Saat jam pulang sekolah, Mitsuo mengajak Tokiko bicara sepulang sekolah. Tokiko masuk ke kelas dimana hanya ada Mitsuo sendiri disana. Tokiko berfikir Mitsuo akan menyatakan perasaannya, jadi sebelum Mitsuo bicara ia menyampaikan sebetulnya selama ini ia tahu mengenai perasaan Mitsuo padanya.
Mitsuo meminta Tokiko berhenti, alasannya ialah ia mengajak Tokiko bertemu bukan mengenai dilema cinta. Tokiko terkejut. Mineko yang rahasia menguping di luar kecewa mendengarnya HAHAHHAHA. Mitsuo menyampaikan lain kali ia akan melakukannya HAHAHAHHHA.

Ternyata Mitsuo ingin membicarakan idenya perihal olimpiade pada Mineko dan Tokiko. Yang dibaca Mitsuo di kelas tadi ialah sebuah surat kabar mengenai gosip olimpiade dimana obor olimpiade akan dibawa berlari sepanjang jepang menuju Tokyo. Sayangnya obor olimpiade itu tidak akan lewat di ookuibaraki alasannya ialah desa mereka tidak di pertengahan. Mitsuo merasa tak sanggup melewatkan kesempatan itu, jadi ia mengajak Tokiko dan Mineko memikirkan sesuatu untuk obor itu.
Bagaimana kalau mereka melaksanakan perayaan olimpiade sendiri di tempat mereka. Tokiko yang menjawab pertanyaan dengan ketus semenjak tadi ternyata masih merasa malu alasannya ialah ia salah paham dan Mineko menyuruh Tokiko berhenti menjawab ketus atas apa yang dikatakan Mitsuo.
Mitsuo benar-benar bersemangat dengan wangsit ini, ia menyampaikan ia merasa kalau ia harus punya kenangan sebelum ia ke Tokyo, sesuatu perihal desa mereka dan ia merasa inilah saatnya. KArena perayaan olimpiade tak akan hingga di desa mereka, jadi mereka sanggup melakukannya sendiri.
Mineko dan Tokiko ternyata tertarik dengan hal itu dan baiklah untuk melakukannya bersama Mitsuo.
Tapi masalahnya, Mitsuo ternyata belum punya planning apa-apa. Tentu saja alasannya ialah ini program besar, mereka butuh orang cukup umur untuk membantu mengurusnya, tapi mereka tak tahu siapa.

Pada hasilnya mereka pergi ke rumah Mineko dan meminta saran kakek. Ternyata sebelumnya mereka sudah meminta saran ibu Mitsuo tapi ibu tak tertarik. Mereka juga minta saran ke ibu Tokiko,tapi ibu Tokiko malah bersemangat ingin menjadi pelari pertama. Karena mereka rasa tak ada yang serius, makanya mereka menemui kakek, meski kakek awalnya menolak alasannya ialah merasa ia ialah pelarian terakhir mereka HAHHAHAHHA.
Kakek menasehati mereka, ini bukan sesuatu yang sanggup mereka putuskan sendiri, hal menyerupai ini biasanya di putuskan oleh kantor desa. Karena hal menyerupai ini tentu saja membutuhkan dana. Kakek menyampaikan kalau penduduk niscaya sedang dengan wangsit ini, alasannya ialah penduduk selalu bersemangat perihal pekan raya dan sejenisnya. Karenanya kakek menyarankan mereka memberitahu persatuan cowok ookuibaraki. Mereka sanggup membantu banyak dengan mengumpulkan penduduk dan mengumpulkan dana juga.
Ibu menyampaikan pada MIneko kalau ayah Mineko dulu ialah ketua cowok desa mereka, dikala itu ayah sangat keren. Mineko bersemangat mendengarnya.

Mitsuo tampak tidak bersemangat. Mineko bingung. Mitsuo menyampaikan kalau ketua cowok desa kini ialah kakaknya yang angker itu dan kakaknya niscaya menganggap idenya bodoh. Karena kakaknya selalu tidak sepaham dengannya.
Tokiko juga jadi ragu, alasannya ialah kakaknya juga anggota persatuan cowok desa. Mereka menghela nafas. Kakek mminta mereka melupakan wangsit itu kalau mereka smeuanya sudah menyerah. Tapi tentu saja MIneko dkk tidak akan mengalah dengan mudah. Mereka akan berusaha. Karena itu mereka meminta saran kakek bagaimana cara untuk meyakinkan persatuan cowok desa.
Kakek menyampaikan mereka perlu persiapan matang sebelum memberikan pada mereka. Kalau persatuan cowok bertanya, maka mereka harus sanggup menjawab dengan yakin, jadi tentu saja mereka harus melaksanakan persiapan matang.

Mineko, Tokiko dan Mitsuo cukup yakin dan mereka bersemangat melaksanakan aneka macam penelitian. Mereka menghabiskan waktu membaca sesuatu dikala jam istirahat, bahkan Mitsuo dan Tokiko terlihat makin dekat lama-lama.
Sepulang sekolah mereka berkumpul sambil membawa alang-alang seolah membawa obor. Mereka menggambar peta Ookuibaraki dan melaksanakan banyak hal lainnya, menyerupai meminta saran pada guru-guru, baik guru wali kelas, bahkan hingga guru olahraga. Mereka menanyakan perihal bagaimana membawa obor olimpiade, apakah sulit, bagaimana lari sebaiknya, sejauh apa jaraknya per orang dan lain sebagainya.
Mereka masih merahasiakan hal ini. Mereka belum boleh membahasnya di depan siapapun, kecuali ibu dan kakek Mineko, alasannya ialah mereka sudah tahu. Jiro tampaknya sudah tahu sih. Katanya di deskripsi Jiro ini supir bus, taunya penjaga pintu bus HAHHAHHA.

Mereka pulang telat hari itu. Dari jalan besar, Tokiko dan Mineko berjalan ke rumah Tokiko sambil mengobrol. Mereka bicara dilema mereka. Tokiko masih belum mendapat izin dari ibunya untuk ke Tokyo.
Mereka juga membicarakan dilema Mitsuo, Mitsuo di rumah menyerupai di anak tirikan, keluarganya sangat ingin Mitsuo segera keluar dari rumah meski Mitsuo sebetulnya tak ingin pindah dari Ookuibaraki. Mineko dan Tokiko bersemangat untuk mewujudkan impian Mitsuo ini, relay obor olimpiade Tokyo di Ookuibaraki.
Tokiko memuji Mineko yang tampaknya selalu disukai oleh orang lain terutama dirumah. Mineko menyampaikan kalau itu semua alasannya ialah ayahnya tidak ada di sini, jadi orang-orang berusaha bersikap baik padanya biar ia tak sedih. Di rumah ia juga punya masalahnya sendiri, menyerupai adik-adiknya yang bersikap lebih cukup umur dari belum dewasa seusianya alasannya ialah tak ingin keluarga khawatir dan dikala menonton TV, kalau ada program komedi yang lucu, mereka berusaha tidak tertawa terlalu banyak, alasannya ialah merasa tak yummy dengan ayah yang bekerja di Tokyo. Kaprikornus pada dasarnya semua orang menahan diri.
Tokiko mengerti, semua orang punya masalahnya sendiri-sendiri. Mineko menebak jangan-jangan selama ini Tokiko pkir ia tak punya dilema alasannya ialah ia selalu terlihat gembira. Tokiko awlanya membantah tapi hasilnya ia jujur, terkadang ia memang berfikir begitu.

Sementara itu tanpa sepengetahuan Mineko, sesuatu terjadi di rumah. Pak pos tiba hari ini, mengembalikan paket dan surat.
Ibu bingung, itu ialah paket dan surat yang mereka kirim untuk ayah di Tokyo, tapi dikembalikan, yang artinya sesuatu terjadi. Ibu sangat khawatir tapi kakek menyampaikan mungkin ada yang salah dengan alamat suratnya. Ibu berusaha berfikiran positif, tapi tentu saja hatinya tidak tenang.
Saat Mineko pulang, ibu sedang menatap foto ayah. Ia segera berusaha bersikap biasa saja dan menyiapkan makan malam. Mineko bertanya apakah jawaban suratnya dari ayah sudah datang, tapi ibu menyampaikan belum. Ibu tak sanggup menceritakan hal itu pada puterinya.

Selesai makan malam, Chiyoko dan Susumu menonton program di TV, Mineko bersemangat menceritakan mengenai relay obor olimpiade pada ibu dan kakek. Mereka sudah menemtukan rutenya, kira-kira sejauh 20 km.
Tapi masih banyak yang harus mereka pikirkan, menyerupai siapa pelarinya, mengenai obornya dan masih banyak lagi.
Ibu bertanya apakah mereka bertiga sanggup melakukannya. Mineko yakin mereka sanggup alasannya ialah guru mereka juga membantu. Ini masih menjadi rahasia jadi mereka tak sanggup meminta saran penduduk desa.
Saat itu Mineko sadar kalau adiknya mendengarkannya, lebih tepatnya Chiyoko. Tentu saja Mineko panik dan meminta adiknya tidak menceritakan pada siapapun. Tapi Chiyoko cerdik, ia minta uang tutup mulut, salah satu jepitan rambut kakaknya HAHAHAHAA. Mineko terpaksa memberikannya.

Malam harinya, sesudah 3 anaknya tidur, ibu bangun. Ia tersenyum melihat Mineko tampaknya bermimpi memegang obor olimpiade.
Ia keluar dan melanjutkan pekerjaan menjahitnya. Kakek masih bangun, menganyam sesuatu. IBu masih khawatir dan meminta izin kakek untuk menelpon suaminya besok. Bagaimanapun ia tak sanggup tenang, kalau ia mendengar bunyi ayah Mineko saja maka ia sudah sanggup lega.
Kakek mengerti keresahan hati menantunya. hasilnya ia memperbolehkannya.

Keesokan harinya, Ibu menelpon ke asrama ayah dan ia sangat terkejut dikala pengurus menyampaikan kalau ayah Mineko tidak ada disana. Sudah beberapa hari ayah Mineko tidak pulang. Pengurus menyampaikan ayahnya sudah bayar uang sewa bulan ini, jadi tak dilema baginya. Hanya saja barang-barang ayah Mineko masih di akamr asrama dan itu membuatnya khawatir tejadi sesuatu. Pengurus menyampaikan sudah banyak kasus menyerupai itu, ia bahkan harus membuang barang mereka yang menghilang beberapa waktu yang lalu, sama menyerupai ayah Mineko.
Ibu jadi makin khawatir.
Kaprikornus nih ya, berdasarkan saya alasannya ialah situasi ekonomi sangat jelek waktu itu, banyak imigran yang ke Tokyo tak sanggup lagi untuk melanjutkan hidup. Menurut saya sih ada 2 kemungkinan yang terjadi, ayah Mineko mungkin dijahati orang atau bunuh diri. Tapi dikala itu banyak kasus bunuh diri juga, jadi mungkin mereka kepikiran ke arah sana.

Paman Mineko tiba ke rumah dan bermain dengan keponakannya. Ibu kemudian meminta Chiyoko membawa Susumu keluar alasannya ialah ia ingin bicara dengan paman.
Paman tahu niscaya ada sesuatu. Ibu kemudian menyampaikan masalahnya, ayah ternyata menghilang di hari ketiga ia di Tokyo sesudah kembali dari desa. Mereka tak mendapatkan kabar dari ayah dan ia juga tak sanggup bertanya lanjut lewat telpon alasannya ialah ada banyak pekerja disana dan pengurus tak ingat satu per satu juga.
Ayah masih meninggalkan barangya di asrama dan bahkan tidak membawa surat dari keluarganya. Paman merasa itu memang aneh, alasannya ialah kakaknya tidak akan melaksanakan hal menyerupai itu, pergi tanpa membawa surat dari keluarga, alasannya ialah kakaknya selalu menganggap keluarga hal yang berharga banginya.
Paman juga khawatir dan berkata kalau ibu Mineko memang tak tenang, sebaiknya ibu pribadi ke Tokyo untuk memastikan. Kalau ibu takut sendirian, ia sanggup menemani. Tapi ibu Mineko menyampaikan ia tak apa-apa pergi sendirian.

Mineko kembali ke rumah dan bertemu pamannya di jalan. Ibu menyiapkan makan malam dan menyampaikan pada MIneko kalau besok ia akan ke Fukushima, ada keluarga mereka yang kemalangan disana. Ia ingin Mineko membantu memasak makan malam besok.
Mineko mengerti. Ia meminta Chiyoko dan Susumu juga membantu mereka besok. Karena besok Mineko yang akan memasak, ia bertanya pada adik bungsunya, adiknya ingin makan apa. Susumu memalsukan program di TV, tebak gerakan dan kakek sanggup menjawab dengan benar, Susumu ingin makan kare.

Keesokan harinya, ibu bangkit pagi sekali. Ia sudah bersiap-siap, ia membawa korek api dari Suzufuritei bersamanya. Sebelum berangkat ia menyiapkan sarapan.
Kakek menemuinya dan meminta menantunya berhati-hati. Kalau contohnya menantunya tak sanggup menemukan jejak apapun, maka segera lapor ke kantor polisi. Ibu mengerti.
Mineko kembali dari sangkar ayam dan ibu meminta Mineko melanjutkan menyiapkan sarapan alasannya ialah ia harus berangkat mengejar kereta.
Chiyoko dan Susumu datang, mengantar kepergian ibu.

Ibu naik bus menuju stasiun kereta. Jiro-san berfikir kalau ibu akan ke Tokyo menemui suaminya untuk kencan. Jiro-san juga bertanya bagaimana kabar suaminya. Ibu menyampaikan suaminya baik-baik saja, niscaya baik-baik saja. Ibu tampak resah ia berharap ia tak terlambat alasannya ialah ia harus mengejar kereta pukul 6.39.

Mineko, Tokiko dan Mitsuo naik bus menyerupai biasa ke sekolah.
Jiro kahwatir dengan ibu Mineko dan bertanya apa terjadi sesuatu alasannya ialah ibu Mineko agak aneh pagi ini.
Mineko menyampaikan ada kerabat yang kemalangan di Fukushima, jadi ibu kesana.
Jiro-san bingung, ia yakin ibu tidak ke Fukushima. Karena ibu tadi menyampaikan akan mengejar kereta pukul 6.39 dan itu ialah kereta menuju Tokyo.
Mineko terkejut mendengarnya. Ia merasa tidak tenang.

Mineko tak sanggup hening di sekolah. Ia bertanya-tanya apa yang terjadi, kenapa ibu berbohong padanya.
Mitsuo dan Tokiko khawatir padanya. Mereka bahkan tak berani membahas dilema obor olimpiade itu. Tapi hasilnya Mineko menenangkan pikirannya dan meminta maaf pada dua temannya.
Ia juga minta maaf alasannya ialah ia tak sanggup pulang terlambat hari ini, ia harus memasak di rumah alasannya ialah ibu tak ada. Mitsuo tampak senang karean artinya hanya ia dan Tokiko berdua hari ini HAHAHAHAHAHAH.
Aduh Mitsuo makin usang makin manisssss, plis nanti jadi misua Mineko ya XD XD

Ibu tiba di asrama tempat ayah tinggal dan ternyata asramanya lebih mengejutkan drai dugaan ibu, terlihat tidak terurus.
Ibu bertemu dengan pengurus dan menanyakan suaminya, apakah ada yang aneh sebelum suaminya menghilang. Tapi pengurus tidak begitu ingat, alasannya ialah ada banyak laki-laki di sana, ia tak ingat satu per satu.
Pengurus memberikan barang yang ditinggalkan ayah dan benar itu tas milik suaminya. Ia membuka tas itu dan surat dari Mineko masih ada disana, terikat rapi.
Pengurus menyampaikan para pekerja imigran hidup sangat keras disana, bekeja dari pagi hingga malam dan mengirim uang yang dihasilkan ke kampung, tanpa ada yang tersisa untuk mereka, alasannya ialah itu sudah banyak bencana menghilang menyerupai ini.
Sebelum pergi, ibu meminta izin untuk melihat kamar tempat suaminya tinggal. IBu terkejut alasannya ialah kamarnya begitu kecil dan berantakan.

Mineko kembali ke rumah siang itu. Ia membuka kotak surat, tapi surat jawaban dari ayahnya belum juga datang.
Ia memasak di dapur bersama adiknya Chiyoko. Chiyoko cukup pintar memasak. Mereka akan makan kare sesuai seruan si bungsu. Mereka tidak memakai kare instant, tapi membuatnya sendiri.
Selagi memasak, Mineko bertanya kenapa paman tiba kemarin dan apa yang mereka bicarakan.
Chiyoko tidak tahu alasannya ialah ibu menyuruhnya dan Susumu main di luar. Mineko mengerti.

Mineko merasa tidak hening dan hasilnya menemui kakek. Ia melihat kakek tampaknya juga tidak hening hari ini. Kakek menyampaikan itu alasannya ialah ia sudah tua.
Mineko tahu kakek bohong dan bertanya sebetulnya apa yang terjadi. Ia tidak bodoh, jadi ia tahu sesuatu sedang terjadi.
Kakek mencoba membantah, Mineko hampir menangis dan berkata ia tahu kalau ibunya ke Tokyo. Ia bertanya apa yang sebetulnya terjadi, apakah berafiliasi dengan ayah dan kenapa ibu berbohong padanya.
Kakek meminta Mineko mendekat dan duduk. Kakek menyampaikan terkadang orang renta harus berbohong pada anak mereka. Saat orang renta berbohong pada anak mereka, mereka punya alasan melakukannya. Mereka memikirkan anak mereka dikala mereka berbohong.
Kakek ingin Mineko menunggu ibunya untuk menyampaikan hal yang sebenarnya. Mineko mengerti.

Malamnya keluarga Mineko makan malam dengan senyuman.
Tapi dalam hati, Mineko takut, kira-kira apa yang akan ibu katakan padanya. Itu membuatnya takut.

Ibu masih mencari suaminya, ia bertanya ke tempat kerja, tapi ia tak menemukan jawaban memuaskan. Pada akhirnya, menyerupai saran kakek, Ibu pergi ke kantor polisi untuk melaporkan ayah yang menghilang.
Tapi di kantor polisi ibu diperlakukan seolah tidak penting, hanya alasannya ialah banyak kasus imigran yang menghilang, jadi polisi menganggap itu kasus biasa. Apalagi polisi salah terus menyebutkan nama Ibaraki dengan Ibaragi.
Polisi menyampaikan kalau ada banyak imigran yang tiba ke Tokyo dan menghilang dan pada hasilnya hasilnya sangat jelek (dalam artian alasan menghilangnya bunuh diri). Ada baiknya ibu jangan mencari suaminya.
Ibu tidak tahan lagi dan memperbaiki ucapan polisi itu, ia menyampaikan wilayahnya ialah Ibaraki, bukan Ibaragi. Ia ingin polisi mencari suaminya Yatabe Minoru, bukan pekerja imigran.
Ibu menangis sambil berteriak, Aku memintamu mencari Yatabe Minoru, seorang laki-laki yang lahir dan dibesarkan di desa Ookuibaraki. Dia memiliki nama! Dia bukan tipe laki-laki yang akan menghilang sendiri menyerupai itu! Kaprikornus tolong! Tolong carilah dia!
Ibu menangis sambil menyampaikan hal itu dan seseorang memperhatikannya.
KYAAAAAAAAAA Ryusei

Pria yang memperhatikan ibu semenjak tadi, ia mencari ibu diluar dan melihat ibu masih duduk di gedung kantor polisi. Ia mendekati ibu dan memperkenalkan dirinya sebagai salah satu polisi di Akasaka, Watahiki Masayoshi dan ia berasal dari Ibaraki.
Ia meminta maaf alasannya ialah mencuri dengan permbicaraan ibu tadi. Ia sudah meminta izin pada seniornya biar kiprah mencari suami ibu ia yang melakukannya dan ia sudah diizinkan asal tidak mengganggu pekerjaannya. Kaprikornus ia berjanji akan mencari suami ibu.
Iu cukup terkejut kenapa Watahiki mau melaksanakan itu untuknya. Watahiki menyampaikan alasannya ialah mereka sama-sama berasal dari Ibaraki.

Mineko di rumah berusaha mengalihkan pikirannya dengan memikirkan dilema obor olimpiade. Ia khawtair tidak banyak orang yang tiba menonton.
Kakek menghiburnya, menyampaikan kalau tidak ada yang datang, ia akan tiba ke setiap rumah dan menyuruh mereka datang. Mineko senang mendengarnya.

Malam itu, dikala sedang berjalan, ibu teringat korek api Suzufuritei dan tetapkan tiba kesana. Saat itu restoran sudah tutup dan ibu masuk ke dalam menciptakan Pemilik dan chef terkejut. Ibu memperkenalkan dirinya sebagai Yatabe dari Ibaraki dan pemilik pribadi mengenalinya sebagai istri Minoru. Ibu terkejut alasannya ialah mereka mengenal suaminya.
Ibu kemudian menceritakan masalahnya dan pemilik sangat khawatir. Tapi ia yakin suami ibu bukan orang menyerupai itu. Mereka ingat ayah Mineko sangat bersemangat menceritakan keluarganya dikala makan disini dan bahkan berfikir untuk membawa keluarganya ke sana nantinya. Kaprikornus mereka yakin ayah Mineko bukan orang yang berfikiran pendek.
Chef berusaha berfikir positif menyampaikan kalau mungkin ayah Mineko sanggup pekerjaan gres dan tidak sempat menelpon alasannya ialah sibuk.

Pemilik mengambil tempat bekal bekas manju yang dulu dibawa ayah dan memberikan pada ibu. Mereka menyampaikan mereka menikmati manjunya.
Ibu murung melihat tempat bekal itu dan memeluknya. Tapi pemilik meminta tempat bekal itu kembali, ia menyarankan biar ia menyimpannya.
Ibu tentu saja terkejut alasannya ialah pemilik sanggup saja mengembalikan padanya. Pemilik menyampaikan ayah Mineko berjanji akan mengambil tempat bekal itu, jadi hingga dikala itu tiba, ia berharap ibu mengizinkannya untuk menyimpannya.
Ibu mengerti. Pemilik meyakinkan semuanya akan baik-baik saja. Saat ia meminta chef menyiapkan makan malam, ibu menolak. Karena suaminya berjanji membawa mereka kesana suatu hari nanti, hingga dikala itu tiba, ia tak akan memakan makanan disana. Ibu meminta maaf.
Tapi pemilik dan chef mengerti.

Mineko tidak sanggup tidur. Ia terbangun dan menemui kakek yang menganyam sesuatu. Kakek meminta Mineko duduk alasannya ialah ia akan mengajari Mineko.
Mineko senang kakek mengajarinya, dan ia cukup kaget kakek bekerja sangat cepat sementara ia sangat lambat.

Ibu ada di stasiun kereta api, menunggu kereta pagi.
Ia memeluk tas suaminya. Ibu masih merasa murung dan tak tenang.
Ibu juga agak takut sendiri disana alasannya ialah banyak preman. Tapi tiba-tiba pemilik Suzufuritei dan chef tiba menciptakan ibu terkejut.
Pemilik menyampaikan tebakannya benar ibu niscaya ada di stasiun. Chef mengatakn ibunya menebak dengan benar kalau ibu Mineko niscaya di stasiun, makanya merea berlari kesana.
Ibu Mineko belum makan malam, jadi mereka membawakan makanan yang bukan dari restoran mereka untuk ibu alasannya ialah ibu niscaya lapar.
Ibu tak mengerti kenapa mereka hingga tiba malam-malam begini menemuinya yang notabene ialah orang asing bagi mereka.
Pemilik menyampaikan kalau mereka punya kekerabatan yang berharga.
Pemilik meminta mereka bicara hal-hal lain, mereka akan menemani ibu dan ibu sanggup makan makan malamnya.
Mereka tak ingin ibu bersedih jadi mereka bicara sepanjang malam. Sepertinya pemilik membicarakan perihal suaminya, atau anaknya?

Siang harinya, Mineko kembali ke rumah dan melihat ibunya sudah bekerja di ladang.
Ibu yang melihat Mineko pribadi berlari ke arahnya.
Ibu memanggil puterinya dan akan menyampaikan sesuatu.

-THE END-

Komentar:

Yang saya suka dari asadora ialah mereka tidak usang mengulur waktu untuk masuk ke dilema inti certianya tiap minggu. Untuk minggu-minggu awal sih, alasannya ialah kebanyakan asadora akan kehilangan arah kisah di tengah-tengah nanti HAHAHHAHA.
Makanya saya senang mereka sudah membahas mengenai ayah Mineko yang menghilang di ahad kedua ini.
Ayah Mineko sih tidak akan melaksanakan menyerupai bunuh diri itu, alasannya ialah tampaknya pengurus, bos di tempat kerja ayah Mineko dan polisi, menyimpulkan kalau kemungkinan ayah Mineko bunuh diri, meski mereka nggak mengatakannya secara pribadi sih ya.
Bisa jadi menyerupai yang dikatakan sahabat ayah Mineko itu, mungkin ada yang jahat pada ayahnya.
Tapi ayahnya kan gres 3 hari di Tokyo, belum gajian, jadi aklau di rampok kayaknya enggak, jadi kemana ya?

Apakah ayahnya mungkin sanggup pekerjaan gres jadi tak sempat pulang ke rumah dan tak sempat menghubungi keluarga menyerupai kata si chef?
Bisa jadi. Tapi masa sih? Atau ayahnya luka di suatu tempat?
Ya, itu masih inti dari kisah perjalanan hidup Mineko, semuanya berubah alasannya ialah hal ini nantinya.
Tapi tegang saja, ayah Mineko niscaya akan baik-baik saja, ia tidak akan meninggal kok.

Keluarga Suzufuritei sangat baik, sumpah deh. Pada orang asing menyerupai ibu Mineko, mereka bahkan hingga tiba menemaninya di stasiun kereta, benar-benar menghangatkan hati.
Dan Watahiki, alasannya ialah sama-sama warga ibaraki, memberikan diri untuk membantu ibu Mineko. Mereka dikelilingi oleh orang-orang yang baik :’)
Aku suka banged sama Suzufuritei dan menantikan Mineko bekerja disana nantinya. Sepertinya bakalan ada sesuatu dengan Maeda, salah satu calon chef yang masih mencar ilmu disana, kerjaannya disuruh-suruh sama seniornya HAHAHAAHA.
Aku skip bab itu diatas alasannya ialah kurang penting HAHAAHHA.

Akhirnya Ryo Ryusei muncul juga ya. Awwwwwwwwwww.
Di awal gosip asadora ini saya udah ship ia dan Mineko untuk menjadi couple selanjutnya, tapi ia munculnya usang dan saya keburu jatuh cinta pada Mitsuo AHHAHAHHA. Meski hati Mitsuo ada pada Tokiko, tapi sanggup jadi nanti akan berubah, ya kan?
Mitsuo manis bangeeeeeeeeeeeeeed XD XD XD Aku jadi fans Mitsuo.
Tapi kasian banged ya, Mitsuo sebetulnya nggak mau ninggalin desa, tapi dipaksa keluarganya. Hmmmmmmm.
Tapi dengan begitu, nanti 3 sekawan akan sama-sama di Tokyo^^

Tapi baru-baru ini saya membaca kalau Hiyokko punya cast pelengkap lho. RYOMA TAKEUCHI!!! OMG! Mimpi apa gue gres ngefans sama Ryoma gara-gara Toki wo Kakeru Shoujo udah sanggup liat ia di asadora XD
Sebuah kesempatan yang besar banged, habis ini semoga ia kena popularitas asadora kaya Yamazaki Kento, Fukushi Sota, Masahiro Higashide, Sakaguchi Kentaro :))
Seneng banged di Hiyokko ini ada banyak yang gue suka wkwkkwkwkw. Ryo, Ryoma, Yuki :’)

Continue Reading

More in Asadora

To Top