Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Hiyokko Week 3

Asadora

[Sinopsis] Hiyokko Week 3

Mineko kesudahannya tahu apa yang terjadi pada ayahnya di Tokyo tapi ia berusaha untuk tidak bersedih alasannya itu hanya akan menciptakan ibunya khawatir. Ia bersama dua sahabatnya Tokiko dan Mitsuo tetapkan untuk tetap melaksanakan torch relay dan menghadapi problem dikala meyakinkan persatuan perjaka Ookuibaraki.

Sinopsis Hiyokko Week 3 (Episode 13-18): Run Towards Tomorrow

Mineko kembali ke rumah hari itu dan ibunya sudah bekerja di ladang bersama kakek. Melihat Mineko, ibu segera berlari menemuinya. Ia menatap puterinya yang sudah mengetahui sesuatu dan mengajaknya kerumah.
Ibu menyampaikan pada Mineko kalau ia ialah ibu yang jahat alasannya berbohong pada anaknya. Ia meminta Mineko damai dan mulai menceritakan semuanya, bahwa ia mendapatkan surat yang ia kirim ke ayah di kembalikan dan pergi ke Tokyo untuk mengecek keadaan ayah, tapi ia tidak bertemu dengan ayah. Ia juga sudah melpor ke kantor polisi untuk melaporkan orang hilang.
Ia bahkan menyampaikan ia tidak menemukan jejak ayah, apakah ayah masih hidup atau sudah meninggal. Sadar kata-katanya sudah kelewatan, ibu meminta maaf pada Mineko.
Mineko tidak mempermasalahkan hal itu alasannya ia tahu ibunya sendirian ke Tokyo, sebuah kota besar yang tidak pernah ibu kunjungi sebelumnya, ia yakin ibu juga takut dikala di Tokyo. Mineko menyampaikan seandainya ia lebih cukup umur ia akan pergi bersama ibu dikala itu.
Ibu menangis mendengar puterinya dan memeluknya. Keduanya menangis.
Ibu menyampaikan mereka harus percaya bahwa ayah akan kembali. Ayah berjanji akan kembali dikala tahun baru, mereka harus mempercayai hal itu. Mineko setuju.

Keesokan harinya Mineko ibarat biasa berangkat ke sekolah. Ia ceria ibarat biasa tapi Tokiko mengetahui ada sesuatu yang tidak beres.
Bahkan di bus, Mineko tak ibarat biasanya, ia bernyanyi bersama Jiro-san, seperti mencoba sangat keras untuk terlihat ceria.
Tokiko tak tahan lagi dan mengajak Mineko  bicara, apa yang bekerjsama terjadi. Mineko menyampaikan kalau ia tidak melakukannya, mencoba ceria, ia mungkin sanggup gila.  Tokiko mengerti, alasannya Mineko bukan tipe yang sanggup menyimpan kesedihannya sendirian.
Mineko kesudahannya menyampaikan yang bekerjsama pada teman-temannya, mengenai apa yang terjadi pada ayahnya di Tokyo. Teman-temannya bertanya apakah Mineko baik-baik saja dan tentu saja Mineko menyampaikan ia tidak baik-baik saja,tapi harus berusaha baik-baik saja, kalau tidak ibunya akan sedih.

Sementara itu ibu Tokiko mengunjungi ibu Mineko di ladang ibarat biasa, membantu pekerjaan + bergosip. Awalnya ibu Mineko mencoba menyambutnya dengan senyuman, tapi ibu Tokiko merasa ada yang berbeda dengan ibu Mineko dan kesudahannya ia tahu kalau sesuatu terjadi, alasannya ibu Mineko tiba-tiba menangis di pelukannya.

Karena problem Mineko, Mitsuo merasa tak yummy melaksanakan program membawa obor olimpiade di desa mereka, alasannya ini sama saja dengan pameran dan semuanya akan berbahagia, sementara sobat mereka sedih. Ia berniat membatalkan program itu. Tapi Mineko tidak setuju, program itu justru akan membantunya menyibukkan diri, ia juga tidak ingin melihat wajah sedih ibunya kalau ia menyampaikan mereka berhenti melakukannya, alasannya ibunya niscaya berfikir ini alasannya problem ayah Mineko.
Mineko menyampaikan ia ingin menghibur keluarganya dan have fun di program itu, jadi bagaimanapun mereka harus melakukannya. Tokiko sendiri memberikan idenya, bagaimana kalau mereka menghubungi stasiun TV dan surat kabar, siapa tahu mereka tertarik untuk meliput dan mereka akan masuk TV dan surat kabar. Ayah Mineko sanggup saja membaca dan menontonnya di suatu tempat.
Mineko menyukai wangsit itu. Tentu saja Tokiko juga punya niat lain, biar perusahaan hiburan tertarik padanya.
Mereka mendapatkan semangat gres untuk melaksanakan hal ini.
Mineko berterima kasih pada teman-temannya, dan ia mulai menangis. Tokiko memeluknya. Mitsuo tersenyum melihat mereka meskipun Mineko kemudian menggodanya apakah ia cemburu alasannya Tokiko memeluknya hehhhehehe.

Mineko menjalani hari ibarat biasa. PUlang sekolah ia membantu pekerjaan rumah, malamnya ia bermain bersama adik-adiknya, ia berusaha menghadapi hari ibarat biasanya.
Kakeknya sempat bertanya apakah Mineko baik-baik saja dan Mineko menjawab ia baik-baik saja.
Mineko, Mitsuo dan Tokiko juga bekerja keras untuk mempersiapkan segala sesuatu yang mendukung untuk rapat persatuan perjaka nantinya,untuk meyakinkan mereka biar mau membantu dan menyetujui program ini.

Rapat persatuan perjaka diadakan hari minggu. Para perjaka desa berkumpul, meski nggak semuanya muda-muda HAAAHHA
Ketua perjaka ialah abang Mitsuo, Taro dan wakil ketua ialah abang Tokiko, Toyosaku.
Hari itu, Mitsuo mencoba pergi rahasia tapi tertangkap tangan oleh ayah dan ibu. Mereka meminta Mitsuo membantu di kebun alasannya Taro tak akan ada di rumah seharian, tapi Mitsuo menyampaikan ia ada program penting. Ia berhasil kabur dari ayah dan ibunya.
Tokiko juga ingin pergi rahasia tapi tertangkap oleh ibunya. Ibu Tokiko meminta Tokiko membantu pekerjaan, tapi Tokiko menyampaikan ia ada janji. Ia berusaha meyakinkan ibu tapi ibu tak mau tahu, kesudahannya Tokiko kabur.
Sementara itu Mineko berangkat dengan sangat gugup, ia bahkan berjalan dengan cara aneh, menciptakan ibu dan kakek tertawa. Ibu menyemangatinya semoga berhasil.

Tokiko dan Mitsuo tiba duluan kesana dan bersembunyi di balik mobil, mereka sangat deg degan, Mineko tiba kemudian dan mereka saling menyemangati untuk tidak terlalu gugup bicara dengan persatuan perjaka yang menyeramkan. Karena ketuanya ialah Mitsuo jadi nanti Mitsuo yang akan bicara disana, mereka menyemangati Mitsuo.
Ketikanya menarik nafas dalam dan masuk ke kantor. Saat itu, Ibu Mitsuo lewat disana dan melihat mereka, ia resah kenapa ketiganya ikut rapat. Ia tetapkan mengintip. Ibu Tokiko yang tiba membawa cemilan juga ikut mengintip dan ibu Mineko yang disuruh kakek untuk melihat juga mengintip mereka dari luar.
Para perjaka yang sedang membicarakan sesuatu terkejut melihat Mitsuo, Tokiko dan Mineko masuk, mereka bertanya ada apa.
Mitsuo bicara terbata-bata menyampaikan kalau ia dan temannya punya anjuran dan berharap disetujui oleh persatuan pemuda. Mereka mengeluarkan kertas yang berisi usulan mereka dan membagikannya pada anggota.

Mitsuo menjelaskan maksud mereka yang ingin mengadakan ‘torch relay’ di Ookuibaraki sebagai bab dari perayaan olimpiade. Menurut mereka sangat sayang kalau momen olimpiade Tokyo dilewatkan begitu saja. Karenanya mereka ingin memperlihatkan kalau desa mereka juga bab dari olimpiade Tokyo dan ingin para perjaka mempertimbangkannya.
Tapi tentu saja para perjaka menolak rencana ini. Mereka menyampaikan ini rencana yang bodoh, mereka sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan tak ada waktu untuk melaksanakan hal ini. Usulan mereka diolak dalam waktu satu menit. PAra perjaka menghina usulan itu sebagai usulan yang kekanak-kanakan, mereka tak memikirkan kalau hal ibarat itu butuh biaya dan lain sebagainya. Mereka juga menyampaikan kalau Mitsuo sebentar lagi akan meninggalkan desa, kenapa susah-susah menciptakan hal ibarat itu.
Mitsuo yang mendengarnya menjadi kesal, ia menyampaikan itu benar ia akan segera meninggalkan desa, tapi ia sangat menyayangi desa mereka, tapi bagaimana pun alasannya ia nak ketiga ia harus meninggalkan desa dan mandiri. Itu sudah ditakdirkan semenjak ia dilahirkan, tapi meskipun begitu ia sangat menyukai desa, orang ibarat mereka yang menyukai desa harus meninggalkan desa dan mereka hanya ingin menciptakan sebuah kenangan sebelum meninggalkannya. Mitsuo juga menyampaikan mengenai Tokiko dan Ayah Mineko yang menyukai desa tapi harus meninggalkan desa.
Mitsuo menangis dikala ia menyampaikan hal itu, ini pertama kalinya ia memohon sesuatu pada kakaknya, ia harap kakaknya mau mempertimbangkan kembali.

Taro menyampaikan tak ada yang perlu di bicarakan, ini hanya wangsit bawah umur manja. Ia sangat membenci anak ketiga alasannya mereka tak pernah melihat pada kenyataan diluar, selalu melihat diri mereka sendiri. Ia murka alasannya Mitsuo menyampaikan ia ditakdirkan untuk meninggalkan desa alasannya ia anak ketiga keluarga petani tapi Mitsuo tak pernah memikirkan perasaan mereka yang menjadi anak pertama yang dilarang meninggalkan desa. Mitsuo selalu memperlihatkan wajah menyedihkan memikirkan dirinya dan tidak memikirkan orang lain.
Mineko ingin membela Mitsuo tapi Taro menyuruhnya diam. Ketiganya cuma sanggup membisu dan menunduk mendengarkan ceramah Taro.
Tapi tiba-tiba Taro dan Toyosaku berdiri dan malah membicarakan biaya, kemudian mengenai biaya obor dan mereka juga perlu polisi untuk berjaga-jaga, minuman untuk para tetua, surat untuk dikirim ke surat kabar dan TV dan bla bla bla.
Tiba-tiba mereka mulai bersemangat untuk menata kostum, souvenir dan lain sebagainya.
Mineko dkk tentu saja resah kenapa tiba-tiba pembicaraan berubah. Taro menyampaikan mereka akan melakukannya, mereka juga ingin memperlihatkan apa yang ookuibaraki sanggup lakukan dikala olimpiade ini.
Mineko dkk sangat senang mendengarnya, mereka berpelukan alasannya mereka sanggup melaksanakan relay obor olimpiade ibarat harapan mereka.
Para perjaka sibuk membicarakan mengenai siapa yang akan jadi pelari dan pelari terakhir sebagai orang yang paling penting. Mitsuo menyampaikan kalau Mineko yang akan melakukannya. Mineko cukup kaget alasannya ia tak diberitahu sebelumnya. Tapi Mitsuo dan Tokiko oke Mineko harus melakukannya biar ayahnya melihat di Tokyo nanti.
Rapat berakhir dengan lancar, para ibu di luar juga meneteskan air mata melihat bawah umur mereka untuk pertama kalinya menyampaikan apa yang mereka inginkan.

Persiapan torch relay dilakukan sebelum program tanpa mengganggu kegiatan sehari-hari. Keluarga Mineko bertugas untuk menciptakan poster yang akan di tempel di papan pengumuman, biar seluruh warga tahu mengenai program ini, dan biar desa lain yang tertarik juga sanggup tiba menonton.
Keluarga Tokiko bertugas menulis nama pelari yang akan di pakai di dada nantinya. Sementara Mitsuo dan kakaknya sibuk membangun obor besar yang akan dinyalakan nantinya. Mineko dan Tokiko menyebar selebaran dan melekat poster. Para perjaka desa sibuk menentukan siapa saja yang akan mereka undang, baik sebagai pelari dan lain-lain, mereka berniat mengundang walikota (?) dll.
Para pelari dilatih oleh guru di sekolah Mineko dkk, bagaimana lari yang baik dengan membawa obor. Obor sendiri dibentuk oleh guru disekolah mereka juga.
Semuanya bersemangat, mereka juga membangun gapura di lapangan, daerah dimana relay akan dimulai dan berakhir. Persiapan berlangsung dengan cepat dan kesudahannya besok ialah program utamanya.

Seluruh warga Ookuibaraki berkumpul, ini benar-benar terlihat ibarat festival. Ada musik, ada yang jualan juga. Wartawan dari surat kabar dan Stasiun TV juga tiba meliput.
Pelari pertama ialah Mitsuo yang kelihatan sangat gugup. Ibunya bahkan menangis melihat puteranya berlari. Mitsuo berlari sambil memikirkan desanya, desa yang ia cintai dan ia akan segera meninggalkannya. Ia berterima kasih pada Ookuibaraki dan menyampaikan ia tak akan pernah melupakan desanya. Mitsuo menangis, ini ialah caranya mengucapkan selamat tinggal pada desanya.
Pelari selanjutnya ialah para petugas desa dan beberapa pemuda. Tokiko ialah pelari 2 terakhir, dimana ia tentu saja bersiap dengan anggun alasannya ada kamera disana.
Ia mendapatkan obor dari kakaknya dan memberikannya pada pelari terakhir, Mineko.  Mineko tentu saja berlari sambil memikirkan ayahnya, ia berharap ayahnya melihatnya dan baik-baik saja, ia percaya komitmen ayahnya yang akan kembali dan ia ingin memperlihatkan kalau mereka baik-baik saja di desa. Ia berharap perasaannya mencapai ayahnya.
PAra keluarga dan warga menonton program itu dengan sangat bersemangat, mereka memberi semangat pada para pelari. Mineko kesudahannya hingga dititik simpulan dimana keluarganya menunggu dan ia kembali ke titik start dan menyalakan obor besar disana.
Seluruh warga bersuka cita, program berjalan dengan sangat lancar.

Acara torch relay di Ookuibaraki menjadi gosip di TV, katanya sih gosip singkat tapi ternyata sangat panjang HAHAHAHAH.
Seluruh keluarga menonton, keluarga Mineko, keluarga Tokiko dan Keluarga Mitsuo. Mereka melihat program dari awal hingga akhir, Mitsuo yang berlari, Tokiko dan Mineko. Bahkan pembawa acaranya menceritakan mengenai Mitsuo yang akan meninggalkan desa, Tokiko yang ingin jadi artis dan Mineko yang ayahnya bekerja di Tokyo.
Selain itu kakek Mineko juga direkam, ibu Tokiko dan Mineko, ayah dan ibu Mitsuo, abang Mitsuo tentu saja, bahkan Chiyoko dan Susumu punya segmennya sendiri.
PAman Mineko agak kesal alasannya ia hanya muncul sedikit tapi ia tak dibahas. Ayah Tokik lebih kesal alasannya ia tidak muncul sama sekali, hanya separuh wajahnya yang kelihatan HAHAAHAHHA.
TApi after tastenya kata mereka kurang heboh, sesudah program selesai ya hingga segitu aja. Chiyoko dan Susumu berharap kalau ayah melihat program itu, mereka yakin kalau ayah melihatnya.
Seluruh keluaga kemudian berpesta sesudah menonton program mereka sendiri.

Malam harinya Mineko memandangi bulan dan ia menangis. Ia teringat ayahnya lagi.

Satu ahad sesudah program itu, olimpiade Tokyo dimulai.
Keluarga YAtabe menonton di TV program pembukaannya dan melihat gedung yang dibangun oleh ayah mereka.
Mineko memikirkan dalam hatinya kalau gedung yang ayahnya bangun, ribuan orang disana dan seluruh jepang menyaksikannya. Ia berharap ayahnya juga menyaksikan olimpiade itu di suatu tempat.

Olimpiade Tokyo berakhir.
Memasuki trend gugur, Tokiko dan Mitsuo tampak tidak bersemangat.
Saat program torch relay, Mitsuo diperlakukan berbeda di rumah, dan ia mulai percaya diri, tapi sesudah program berakhir mereka memperlakukannya ibarat biasa lagi, menyuruhnya ini dan itu. Apalagi kakaknya kembali bicara dengan nada berangasan padanya.
Tokiko juga mencicipi hal yang sama, padahal dikala acara, ibunya ibarat mendukung impiannya untuk jadi aktris, tapi sesudah program torch relay, ibunya malah menyampaikan kalau ia tidak oke anaknya jadi artis, kembali ke awal ibu menentangnya ke Tokyo.
Mineko sendiri menyampaikan kalau ia sudah menciptakan sebuah keputusan besar. Saat teman-temannya bertanya apa itu, Mineko menyampaikan ia tak sanggup menyampaikan pada mereka, alasannya ia belum menyampaikan pada ibunya.

IA menyampaikan ini tak gampang untuk menyampaikan pada ibu, alasannya kalau ia mengatakannya maka itu seperti menyampaikan pada ibu kalau ayahnya tidak akan pernah kembali. Ibu percaya dan akan menunggu ayah, jadi ia tak sanggup mengatakannya.
Teman-temannya makin bingung, tapi Mineko hanya sanggup menjelaskan hingga disitu, ia akan menyampaikan pada keduanya kalau ia sudah menyampaikan pada ibunya dan menerima persetujuan.

Sementara itu di Tokyo, Watahiki Masayoshi, seorang polisi  yang berjanji pada ibu Mineko akan mencoba mencari ayah Mineko dikala ia libur, menepati janjinya. Ia berusaha kesana kemari mencari Minoru, ayah Mineko dengan membawa foto ayah. Ia memperlihatkan ke pekerja apakah mengenali ayah tapi tentu saja hasilnya nihil. BAhkan ada pekerja yang menyampaikan untuk tidak mencari orang hilang alasannya sia-sia saja.
Tapi watahiki tidak menyerah. Ia sempat menerima kabar kalau ada laki-laki berusia 40 tahunan dan berfikir kalau itu ialah orang yang ia cari, tapi dikala melihatnya dan mencocokkan dengan foto yang ada, ternyata orang itu bukan Minoru.

Mineko sedang bekerja bersama kakeknya. Kakek bertanya apakah Mineko suka bekerja dan Mineko tanpa ragu menjawab kalau ia sangat suka. Kakek bersyukur dan menurutnya itu saja sudah cukup, dengan keinginan untuk bekerja ada dalam diri seseorang, maka mengambarkan kalau orang itu hidup.
Ibu Mineko kemudian tiba menemui mereka, ibu gres pulang dari suatu tempat, koperasi tani. Ibu mengaakan pada kakek kalau mereka sanggup menunda pembayaran dan mereka merasa sanggup damai bulan ini. Mineko yang mendengarnya merasa kalau ia harus segera menyampaikan keputusannya lagi.

Tiba-tiba ada pak pos tiba membawa surat. Ibu terkejut alasannya itu surat dari Watahiki, ia takut membukanya. Ia menjelaskan pada Mineko dan kakek kalau Watahiki ialah orang yang berjanji padanya akan mencari ayah di Tokyo diwaktu luang.
Mineko meyakinkan ibu kalau semuanya akan baik-baik saja.
Ibu mulai membuka surat itu dan membacanya, ternyata itu surat seruan maaf Watahiki alasannya ia belum sanggup menemukan ayah Mineko. Tapi ia akan berusaha lagi.
Kakek membaca surat itu dan menyampaikan mereka harus benar-benar berterimakasih pada orang itu. Ibu setuju. Mereka berfikir kalau Watahiki ialah laki-laki yang sangat baik.
awwwwwwwww jangan-jangan bener nih beliau yang bakalan jadi jodohnya Mineko XD

Ibu meletakkan surat itu di altar, tampaknya itu daerah berdoa untuk keselamatan ayah, bukan latar orang mati.
Chiyoko dan Susumu sedang bermain berdua dikala tidak ada orang di rumah dan Chiyoko melihat surat itu. Ia membukanya dan tampaknya membacanya.

Malam harinya, Mineko sedang menyiapkan makan malam sementara ibu masih menjahit alasannya ia belum menuntaskan pesanan untuk besok.
Mineko resah kenapa Chiyoko nggak muncuk-muncul, ia memanggil Chiyoko tapi Chiyoko tidak ada di rumah. Ibu terkejut dan segera melihat surat dari ayah dan menyadari ada yang hilang. Ibu terkejut dan khawatir, tapa menjelaskan apa-apa, ibu berlari ke luar rumah, Mineko yang khawatir mengikutinya.

Mineko berlari mengikuti ibu dan bertanya apa yang terjadi. Ibu menyampaikan tampaknya Chiyoko pergi mencari ayah dan Mineko terkejut. Tapi di halaman rumah, mereka melihat Jiro-san menggendong Chiyoko dan bertanya apa yang terjadi. Ibu sangat khawatir dan menilik puterinya apakah ada yang terluka.
Chiyoko kelihatan murka dan tidak menjelaskan apa-apa. IBu, Mineko dan Jiro mengikutinya ke rumah. Chiyoko masuk ke kamar dan mengunci diri di daerah menyimpan futon. Jiro-san meminta ibu Mineko jangan murka pada Chiyoko.

Ibu mengajak Jiro masuk untuk istirahat. Jiro hendak menjelaskan apa yang terjadi tapi ibu khawatir alasannya ada Susumu disana.
Chiyoko keluar dan mengajak Susumu bersamanya, ia murka pada ibu yang tidak menyampaikan apa-apa padanya alasannya ia hanya anak kecil. Ia ngambek.
Ibu mengajak JIro ke ruang makan mereka dan bicara disana. Jiro menjelaskan ia melihat Chiyoko menunggu bus sendirian dan dikala ia bertanya Chiyoko menyampaikan ia ingin menemui ayahnya. Tapi dikala Jiro bertanya apakah ibu tahu, Chiyoko diam. Karena itu ia menyuruh Chiyoko masuk ke bus, Chiyoko menangis dikala itu dan kesudahannya ketiduran, begitulah ia sanggup membawa Chiyoko pulang.
Keluarga Yatabe meminta maaf pada Jiro alasannya Chiyoko menimbulkan masalah. Jiro menyampaikan kalau itu juga bab dari tugasnya sebagai konduktor bos, untuk menjaga keselamatan penumpangnya. Ia mengerti perasaan Chiyoko yang merindukan ayahnya, alasannya itu ia meminta ibu jangan murka pada Chiyoko.

Setelah Jiro pulang, ibu menilik Chiyoko dan Susumu, mereka berdua sudah tidur. Ibu ingin memindahkan mereka, tapi kakek menyampaikan biarkan saja mereka ibarat itu dulu.
Ibu semakin khawatir alasannya suatu hari mereka harus menyampaikan hal yang bekerjsama pada Chiyoko dan Susumu mengenai ayah yang menghilang. Melihat ibu yang khawatir, Mineko kesudahannya tetapkan untuk bicara.
Ia menyampaikan pada ibu dan kakek kalau ayah niscaya akan kembali, alasannya begitulah komitmen ayah pada mereka. Ayah menyampaikan kalau ia akan kembali dikala tahun baru. Ibu mengangguk ia menyampaikan ayah akan kembali dan niscaya kembali.

Mineko tiba-tiba duduk hormat di hadapan kakek dan ibu menciptakan ibu terkejut dan bertanya ada apa.
Mineko menyampaikan kalau ia sudah menciptakan keputusan dan ingin kakek dan ibu jangan menentangnya. Seandainya ayah tidak juga kembali dikala tahun gres nanti, ia berfikir untuk pergi ke Tokyo dan bekerja. Seperti ayahnya, ia akan berkerja dan mengirim uang setiap bulan. Itu ialah hal terbaik yang ia pikirkan lebih tepatnya ia ingin melaksanakan itu. Dan lagi kalau ia di Tokyo ia mungkin saja sanggup menemukan ayah. Karena itu ia sudah tetapkan hal itu.
Mineko meneteskan air mata dikala menyampaikan itu pada ibunya. Ibu dan kakek hanya diam, mereka tak menyampaikan sepatah katapun. Mineko menangis dan bertanya, ayah niscaya pulang kan?
Ibu mengangguk meyakinkan kalau ayah akan pulang.

-The End-

Komentar:
Wow, keputusan yang dibentuk Mineko cukup cepat, kita masih di ahad ketiga. Ternyata ia tetapkan ke Tokyo secepat ini ya, alasannya seingat saya di Mare dulu, Mare berfikirnya agak lama, meski problem mereka berdua beda 100% seih ya.
Minggu sedapn tampaknya MIneko dkk akan berangkat ke Tokyo dan niscaya akan banjir air mata lagi, omg.

Hiyokko tiap episodenya memang nggak pernah gagal mebuat saya menangis. Aku menangis dikala Ibu menyampaikan pada Mineko mengenai ayah yang menghilang, dikala Mitsuo memberikan perasaannya sebagai anak ketiga pada kakaknya dan anggota pemuda, dikala Chiyoko menghilang dan dikala Mineko menyampaikan ia tetapkan bekerja di Tokyo.
Namanya juga family drama ya, slice of life drama ini kental banged dan kalau yang suka genre kehidupan sehari-hari niscaya suka banged.

Tapi di episode ini berdasarkan saya program olimpiadenya kepanjangan LOL. Makara terasa banged plot-nya draggy.
Acara torch relay-nya memakan waktu 1 episode dan program nonton barengnya juga 1 episode lho. Katanya suaran singkat tapi ternyata sangat panjang bahkan hal yang nggak penting juga dimasukkan.
Tapi mungkin niatnya biar yang dulu melewati masa kecil dikala olimpiade jadi merasa teringat lagi dengan pengalaman mereka ya, jadi masuk akal aja sih. Karena di awal Hiyokko diumumkan mereka menekankan kalau kisahnya akan ada diseputar olimpiade Tokyo.

Aku memang selalu menyampaikan siapa kira-kira yang bakal jadi jodoh Mineko, tapi asadora itu nggak sama dengan Reply series ya, ini bukan tentang  tebak suami HAHAHAHAHAHA. Sepertinya banyak yang salah paham alasannya saya sering membahas itu.
Disini kisahnya mengalir, jadi siapa saja sanggup menjadi suami tokoh utama, nggak ada istilah tebak-tebakan, cuma akunya aja yang kebetulan di asadora kali ini, ikemennya banyak, jadi ingin tau dengan siapa Mineko akan menikah nantinya. Setidaknya love interestnya lah ya, meski asadora nggak banyak sweet sweet momentnya LOL.
Watahiki kayaknya mulai berpotensi. Aku gres nyadar kalau Mitsuo artinya nggak akan kembali ke desa lagi nanti sesudah kerja di Tokyo, jadi kemungkinan beliau akan tetap di Tokyo dan sanggup jadi beliau memang sama Tokiko yang ingin jadi aktris.

Watahiki sendiri semenjak awal dikatakan kalau beliau orang ibaraki, jadi ia satu desa dengan Mineko meski usianya beda jauh sih, tapi sanggup jadi nanti kalau mereka bersama mereka kembali ke desa, scara gitu Mineko kan sangat menyayangi kampung halamannya HAHAHAHHA.
Tapi masih ada si chef muda dan Ryoma TAkeuchi sih, perlu dilihat perkembangannya juga dan ingat, niscaya ada plot twist nantinya, alasannya Mineko punya banyak sobat perempuan juga ^^
Tapi saya jadi ingat di asadora, keluarga tokoh utama biasa ada yang nikah sama temannya tokoh utama. Jangan-jangan Chiyoko nanti sama Mitsuo BUWHAHAHHAHHA.
Aih masih week 3 HAHAHAHA

Aku nggak ngerti kenapa rating Hiyokko susah banged naiknya, padahal ceritanya bagus, penggemar asadora enjoy banged sih menonton drama ini. Tapi berdasarkan saya Hiyokko slice of life-nya kental banged dan plot-nya agak sedikit lambat dari asadora biasanya dan mungkin alasannya konfliknya kurang kali ya.
Tapi sejauh ini asik-asik aja sih 🙂
Aku nggak sabar dengan episode selanjutnya

Continue Reading

More in Asadora

To Top