Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Hiyokko Week 4 (Episode 19-24)

Asadora

[Sinopsis] Hiyokko Week 4 (Episode 19-24)

Ini episode sedih banged melihat keluarga mengantarkan bawah umur mereka untuk bekerja di Tokyo. Mineko dkk juga bertemu dengan orang gres yang akan bekerja dengan mereka disana. Dalam hati mereka, tentu saja mereka takut menghadapi apa yang akan terjadi di Tokyo, tapi mereka sudah tidak bisa mundur lagi.

Sinopsis Hiyokko Week 4 (Episode 19-24): Time for Departure

Setelah akreditasi Mineko malam itu, kehidupan keluarga Yatabe kembali menyerupai biasanya. Ookuibaraki memasuki animo dingin, jadi mereka melaksanakan persiapan animo hambar menyerupai menyimpan sayur-sayuran d tanah, atau menggantungnya untuk dikeringkan dan lain sebagainya. KArena ketika animo hambar pertanian akan berhenti. Mereka menyibukkan diri dengan kegiatan lain menyerupai membersihkan rumah atau menciptakan mochi bersama-sama.
Mineko menjalani harinya dengan keyakinan bahwa ayahnya akan kembali ketika tahun baru. Keuangan keluarga juga semakin menipis. Ibu Tokiko yang tahu akan hal itu bahkan menyampaikan uang meski tidak banyak tapi tentu saja ibu menolaknya. Bahkan berapa kalipun IBu Tokiko menyampaikan tak apa-apa, ibu tetap menolak, ia tak mau berhutang pada sahabatnya sendiri.
Karena ibu terus menolak, kesudahannya ibu Tokiko tiba membawa materi masakan untuk keluarga Yatabe. Karena ini bukan uang jadi setidaknya ibu bisa menerimanya. Ibu tidak bisa menolak lagi kali ini. Ia sangat tersentuh dengan kebaikan temannya itu.

Dan kesudahannya malam tahun gres tiba.
Seperti biasa, Mineko, Chiyoko dan Susumu menunggu kepulangan ayah di kawasan pemberhentian bis. Biasanya ayah akan pulang ketika sore hari. Tapi mereka menunggu hingga bus terakhir lewat dan sayang sekali ayah tidak kelihatan.
Mineko sudah menduganya, ia mencoba bersikap tegar membawa adiknya pulang. Saat adiknya Susumu bertanya kenapa ayah tidak pulang, Mineko menciptakan alasan kalau ayah mungkin sibuk bekerja.
Mineko dan adiknya kembali ke rumah dengan wajah ceria, menyembunyikan kesedihan mereka. Ibu menyibukkan diri dengan memasak masakan tahun gres dan Mineko membantunya.

Tahun gres tiba, pagi harinya keluarga Yatabe makan hidangan tahun gres dan mendapatkan amplop tahun gres mereka dari kakek. Mineko juga menyisihkan uang jajannya dan menyampaikan pada adik-adiknya.
Ia menyampaikan pada adik-adiknya kalau animo semi nanti, sehabis lulus SMA, ia akan berangkat ke Tokyo untuk bekerja, sama menyerupai ayah mereka. Ia juga mencoba menjelaskan kalau ayah menghilang di Tokyo dan ia akan berusaha mencarinya.
Karena ia tidak akan ada di rumah lagi, ia meminta adiknya untuk membantu pekerjaan di rumah. Ia meminta kakek dan ibu untuk menjaga keluarga Yatabe. Chiyoko dan Susumu jadi sedih alasannya hal itu dan memeluk kakaknya, keduanya menangis. Mineko hanya mencoba tersenyum menyampaikan kalau ia belum pergi, ia masih akan disini selama animo dingin.

Malam harinya, Ibu bicara dengan Mineko. Ibu menyampaikan ia minta maaf pada Mineko alasannya menciptakan Mineko mengambil keputusan menyerupai itu. Ibu meminta Mineko jangan menyampaikan hal menyerupai itu padanya, ia tidak ingin ibu meminta maaf alasannya itu ialah keputusannya. Mineko menangis dipelukan ibunya.
Ia sangat sedih alasannya ayah tidak kembali ketika tahun baru, ia mengeluarkan kesedihan yang ia tahan selama ini.

Paman berkunjung keesokan harinya, menyampaikan amplop tahun gres pada Keponakannya. Ia mengajak Mineko keluar dan menceritakan mengenai sebuah boyband inggris The Beatles.  Awalnya ia ingin Mineko mendengarkan lagu mereka, tapi alasannya radio rusak mereka tak bisa mendengarkannya. Mineko sama sekali tidak tahu The Beatles yang ketika itu sangat terkenal, Muneo ternyata fans berat mereka.
Ia bahkan meminta Mineko nanti mengiriminya majalah dan CD The Beatles alasannya sangat sulit mencarinya di desa mereka HAHAHAHHAHAH. *jadi ingat dulu kalau ada sahabat yang ke kota saya juga suka nitip majalah asia dan manga XD
Mereka juga membicarakan persoalan MMineko yang akan ke Tokyo, paman Khawatir alasannya Mineko masih terlalu muda. Ia tidak ingin Mineko menaggung beban sendirain dan meminta Mineko hidup menyerupai yang ia inginkan, tapi Mineko sendiri tidak mengerti bagaimana hidup menyerupai yang ia inginkan, disekolah juga ia sering mendengarkan kata-kata alasannya masih muda mereka bisa menentukan hidup menyerupai yang mereka inginkan, tapi bagaimana itu ia sama sekali tidak mengerti. Karena ia suka melaksanakan sesuatu yang ada di hadapannya dengan segala kemampuannya. Ia tidak menginginkan hal lainnya.

Keesokan harinya, Tokiko menunggu Mineko di depan rumahnya menyerupai biasa. Ia khawtair Mineko akan berwajah sedih alasannya ayahnya tidak kembali ketika tahun baru. Tapi Mineko tiba dengan wajah ceria dan ia sedikit kaget.
Saat mereka berjalan ke stasiun bus, MIneko menyampaikan kalau ia sudah memutuskan akan bekerja di Tokyo sehabis lulus. Tapi reaksi Tokiko tidak menyerupai yang ia bayangkan.
Ia juga menyampaikan pada Mitsuo dan reaksi Mitsuo juga sangat aneh, keduanya memperlihatkan ekspresi tidak senang sama sekali alasannya ia akan ke Tokyo dan Mineko jadi kesal, kenapa mereka tidak senang padahal ia akan bersama dengan mereka di Tokyo nanti.

Mitsuo menyampaikan tentu saja ia senang, hanya saja bukan kah itu sangat sulit alasannya Mineko gres memutuskan sekarang, alasannya animo berburu kerja sudah berakhir ketika animo panas dan tidak akan ada perekrutan lagi. Mineko terkejut ia tidak berfikir jauh kesana.
Mineko panik, ia terlalu memikirkan mengenai mereka yang akan tolong-menolong ke Tokyo tapi melupakan hal penting. Ia bertanya apa yang harus ia lakukan.

Mineko menemui guru mereka, Tagami Sensei yang biasanya mencarikan pekerjaan bagi siswa lulusan Sekolah Menengan Atas mereka yang ingin bekerja di Tokyo. Tagami Sensei menyampaikan kalau itu akan sangat sulit alasannya ia tidak pernah mendengar penambahan pekerja sehabis animo perekrutan.
Mineko bagaimanapun harus ke Tokyo jadi ia memohon pada sensei untuk mencarikannya pekerjaan apapun, ia akan melaksanakan apapun.
Sensei tidak suka Mineko menyampaikan kalau ia akan melaksanakan apapun, baginya MIneko ialah salah satu siswanya yang berharga, bagaimana ia bisa melepaskan MIneko untuk pekerjaan yang tidak terpercaya. Makara sensei menyampaikan ia akan berusaha sebisa mungkin mencari pekerjaan untuk Mineko. Tapi MIneko jangan berharap banyak.

Mitsuo dan Tokiko menunggu Mineko di luar. Mineko tidak menceritakan apa yang terjadi di dalam, ia hanya menyampaikan kalau sensei akan membantunya mencarikan pekerjaan. Ia menyadari betapa bodohnya dirinya, ia terlalu gembira tanpa memikirkan yang paling penting.
Tokiko merasa kasihan pada MIneko dan menyampaikan jikalau sensei tidak menemukan pekerjaan untuk Mineko maka ia akan menyampaikan pekerjaannya pada Mineko.
Mineko tentu saja terkejut dan ia menolak. Tapi apa yang akan Mineko lakukan setelahnya, Mineko menyampaikan ia akan menyerah, meski ia tidak sanggup pekerjaan, ia akan memikirkan hal lain, tapi mengambil posisi Tokiko, ia terang tidak akan melakukannya. Ia kemudian mengajak mereka pulang.

Sensei terus berusaha menghubungi banyak sekali perusahaan, menanyakan apakan mereka ada penambahan karyawan atau posisi kosong dan lain sebagainya. Tapi tentu saja tidak mudah. Ia juga menghubungi Mukojima Electric dan diangkat oleh salah satu karyawan, Nagai Aiko. Sayangnya perusahaan mereka juga tidak mendapatkan karyawan gres lagi alasannya sudah limitnya. Sensei mengerti, tapi ia meminta Aiko mengecek untuk penerimaan April nanti, siapa tahu ada karyawan yang keluar atau bagaimana.
Sensei bekerja hingga malam dan seorang guru melihatnya, ia tiba mengobrol bersama Sensei dan memperlihatkan santunan alasannya Sensei terlihat sangat khawatir dan sangat ingin menemukan pekerjaan untuk Mineko, alasannya ia tahu persoalan keluarga Mineko.
Pada kesudahannya Aiko menelpon kembali alasannya ia menemukan sesuatu, meski dialog telpon mereka berakhir dengan teriakan dari Aiko akrena menjatuhkan minuman ke berkas yang ia bawa dan sibuk mencari kain lap, tapi kemudian ia lupa tadi ia menelpon. Sepertinya Aiko ini ceroboh banged.

Mineko pulang ke rumah sore harinya, ia kelihatan memaksakan diri untuk ceria dan ibu mengetahuinya, ada sesuatu yang salah pada MIneko. Mineko galau kenapa ibu mengetahuinya, apakah sangat terlihat terang di wajahnya. Ibu menyampaikan ia tahu alasannya ia ialah ibu yang membesarkan Mineko semenjak dalam kandungan.
Malam harinya, ketika keluarga Mineko makan malam, tiba-tiba ada yang menggedor pintu dengan berpengaruh dan menciptakan keluarga Yatabe terkejut.
Ternyata Tagami sensei tiba kesana dengan tergesa-gesa. Mereka bertanya ada apa. Sensei ngos ngosan alasannya ia berlari ke rumah Mineko dari sekolah, ia akan bicara tapi tak bisa alasannya ia kelelahan. Ibu menyuruhnya masuk dan duduk dulu sementara Mineko mengambilkan minuman untuk sensei.
Setelah sensei tenang, sensei kesudahannya menyampaikan dengan excited kalau Mineko benar-benar anak yang beruntung, ia gres saja mendapat telpon kalau ada posisi kosong di sebuah perusahaan dan Mineko bisa masuk ke dalamnya sebagai karyawan. mineko terkejut.

Mineko terlihat mengayuh sepedanya dengan tergesa-gesa ke suatu tempat. Rumah Tokiko. Ia mencari Tokiko dan menemukannya di sangkar sapi, sedang memberi makan peliharaan keluarganya.
Mineko tak sabar ingin menyampaikan pada Tokiko kalau ia berhasil mendapatkan pekerjaan dan tempatnya ialah perusahaan yang sama dengan perusahaan yang merekrut Tokiko.
Tokiko yang mendengarnya bukannya senang malah meneteskan air mata, ia menangis dan menciptakan Mineko bingung. Tokiko memeluk Mineko dengan erat dan mengucapkan terima kasih.
Ia menyampaikan kalau bergotong-royong selama ini ia takut, ia takut akan ke Tokyo sendirian, ia tidak punya rasa percaya diri dan selama ini ia hanya berpura-pura terlihat tegar, bergotong-royong ia sangat sangat takut, jadi mendengar Mineko akan pergi bersamanya ke perusahaan yang sama, ia sangat senang.
Ayah dan ibu Tokiko melihat mereka berdua, ibu menangis dan menyampaikan tampaknya ia harus mendukung kepergian puterinya. Ayah terkejut alasannya selama ini ibu selalu menyampaikan tidak pada Tokiko yang ingin ke Tokyo.

Mineko dan Tokiko kemudian mengobrol berdua.
Tokiko menyampaikan selama ini ia mencoba bersikap tegar padahal bergotong-royong ia ingin kabur dari semua itu.
Mineko menyampaikan kalau ia tahu mengenai hal itu. Tokiko terkejut.
Mineko menyampaikan itu sangat kelihatan dari perilaku Tokiko, ia dan Tokiko sudah saling mengenal semenjak mereka masih kecil. Mineko menyampaikan selain keluarganya, ia paling mengerti akan Tokiko, orang yang paling memikirkan Tokiko dan selalu mengkhawatirkan Tokiko ialah dirinya. Ia sangat menyayangi Tokiko.
Tokiko tiba-tiba tertawa dan menyampaikan Mineko menyerupai sedang menyatakan perasaan padanya. Mineko menyadari hal itu dan merasa malu. Keduanya berpelukan kembali dan menangis haru.

Pagi harinya, Mineko dan Tokiko terlihat sangat ceria, mereka bahkan melaksanakan pose selamat pagi dan memaksa Mitsuo melaksanakan juga. Mitsuo galau ada apa.
Saat di bus, Mineko menceritakan semuanya. Mitsuo merasa dirinya di abaikan alasannya Mineko pribadi ke rumah Tokiko malah itu tapi tidak kerumahnya. Mineko menyampaikan itu alasannya rumah Mitsuo sangat jauh.
Mereka bertiga sangat senang alasannya mereka masih akan tetap tolong-menolong sehabis kelulusan nantinya, meskipun jalan mereka berbeda-beda, setidaknya mereka sama-sama di Tokyo.

Hari kelulusan kesudahannya tiba.
Hari itu, sesuai janjinya, ia mengenakan sepatu pemberian ayahnya untuk pertama kalinya. Sepatunya sangat manis dan pas untuk Mineko. Ibu menyampaikan ayah niscaya memikirkan Mineko ketika membeli itu. Mineko membenarkan, keduanya tersenyum.
Mineko berangkat ke sekolah dan ia berhenti ketika melihat adiknya, ia menyampaikan pada Chiyoko kalau ia akan menyampaikan sepedanya untuk Chiyoko sehabis ia berangkat ke Tokyo nanti. Chiyoko sangat senang.
Mineko mengayuh sepedanya, untuk terakhir kalinya ia berangkat ke sekolah dengan sepeda itu, ia mengucapkan terima kasih pada sepedanya yang menciptakan hari-harinya menjadi simpel dan menyenangkan setiap harinya.

Tokiko bersiap berangkat ke sekolah, ibunya memaksa untuk ikut ke sekolah alasannya ini hari kelulusan, tapi Tokiko menyampaikan ia akan baik-baik saja. Tapi ibu tetap memaksa, untung kakaknya menahan ibu jadi Tokiko bisa berangkat dengan tenang.
Ia menunggu Mineko di halaman dan pribadi menyadari sepatu gres Mineko ketika Mineko tiba.
Sementara itu Mitsuo juga berangkat ke sekolah, tapi ia diperlakukan menyerupai biasa oleh keluarganya, ibunya bahkan menyuruhnya cepat pulang untuk bekerja.
Mitsuo sudah terbiasa dengan hal itu,jadi ia baik baik saja. Sebelum pergi ia mengucapkan terima kasih pada keluarganya yang sudah menjaganya hingga ketika ini. Ibu bahkan shock alasannya tak biasanya anaknya menyerupai itu, ia hingga jatuh dari tangga mendengarnya.

Hari terakhir mereka naik bus ke sekolah, Mineko dan Tokiko telat lagi dan menyerupai biasa, Mitsuo menahan bus biar tidak berangkat.
Mereka berangkat dengan wajah tersenyum dan menyampaikan kalau mereka tidak akan menangis ketika upacara kelulusan nanti, meski mereka ragu dan mengejek masing-masing niscaya menangis (Mineko menyampaikan ia tak akan menangis dan memastikan Mitsuo akan menangis, tapi Mitsuo bilang ia tak akan menangis, ia yakin Mineko yang akan menangis dan begitu seterusnya).
Mineko kemudian menanyakan pada Mitsuo apakah ia menyadari ada sesuatu yang berbeda darinya hari ini, alasannya semenjak tadi Mitsuo tidak berkomentar.
Mitsuo menatap Mineko dan Mineko memamerkan sepatu barunya, tapi Mitsuo tetap tidak tahu apa yang beda HAHHAHAHAHA.
Hari terakhir mereka berangkat ke sekolah berakhir dengan langgar lisan antara Mitsuo dan Mineko.

Ibu Mineko bekerja di ladang dan kakek bertanya-tanya apakah upacara kelulusan sudah mulai atau belum.
Ibu menyanyikan lagu kelulusan dan tiba-tiba ada yang menyahut. Ibu Tokiko ternyata tiba berkunjung, bukan hanya ibu Tokiko, tapi ibu Mitsuo juga datang. Pada kesudahannya kakek mengajak mereka beristirahat dan para ibu berkumpul di rumah keluarga Yatabe.
Mereka membicarakan mengenai bawah umur mereka yang akan ke Tokyo. Mereka lega alasannya para sahabat itu akan pergi bersama-sama.
Ibu Mitsuo menyampaikan kalau ia bukanlah ibu yang baik, ia selalu menyampaikan pada Mitsuo untuk cepat pulang ke rumah dan bekerja, tidak menyerupai ibu Mineko dan Tokiko yang menyayangi anak mereka, ia sengaja melaksanakan itu supaya ia dibenci, alasannya katanya lebih baik kalau ia dibenci. Ibu menceritakan kegelisahannya akan Mitsuo yang semenjak kecil terlahir lemah dan merupakan anak ketiga dari petani yang suatu ketika harus meninggalkan rumah, alasannya itu ia bersikap begitu, seperti ia memaksanya keluar dari rumah jadi ia ingin puteranya berfikir kalau ketika ia keluar rumah nanti, puteranya merasa senang meninggalkan rumah mereka . Makanya ia pikir menjadi ibu yang jelek ialah yang terbaik yang bisa ia lakukan.

Karenanya ia selalu kompalin pada Mitsuo, menyampaikan padanya kalau ia akan meninggalkan rumah suatu hari nanti, ia selalu menyampaikan hal yang jelek pada Mitsuo, alasannya itu ibu berfikir kalau Mitsuo niscaya membencinya.
Ibu Mitsuo menangis menceritakan kegelisahan hatinya, alasan ia bersikap jelek ialah biar anaknya nanti lega keluar dari rumah dan tidak merasa terlalu berat meninggalkan rumah.
Ibu Mineko dan ibu Tokiko menenangkan ibu Mitsuo dan menyampaikan itu tidak benar Mitsuo membenci ibunya, Mitsuo niscaya menyayangi ibunya. Ibu bertanya apakah benar begitu, apakah Mitsuo nanti sekali kali akan mengunjunginya dan merindukannya.
Para ibu tentu menyampaikan Mitsuo mengerti benar situasinya dan yakin Mitsuo akan tiba suatu hari nanti alasannya merindukan ibunya. Karena bawah umur mereka ialah anak yang baik dan sudah dewasa.
*Ini adegan TOP banged, gue nangis gilaaaaaaaaa!

Sementara itu di sekolah, upcara kelulusan selesai. 3 sekawan yang menyampaikan kalau mereka tidak akan menangis malah menangis sejadi-jadinya, mereka tidak tahan untuk tidak menangis. Mereka mengingat kenangan mereka selama di Ookuibaraki, hal itu menciptakan mereka sedih alasannya mereka akan segera meninggalkan desa yang mereka cintai ini.

Malam harinya, di rumah, MIneko bicara pada dua adiknya. Ia menjelaskan pada mereka mengenai kepergiannya. Ia akan ke Tokyo bukan untuk liburan tapi bekerja, jadi akan sulit baginya untuk kembali ke desa. Tapi ia niscaya akan pulang jikalau ia mendapat hari libur, tapi tentu saja kita tidak tahu apa yang akan terjadi.
Ia tidak akan bertemu dengan adiknya dalam waktu yang usang dan meminta mereka berdua membantu kakek dan ibu dan jangan menciptakan orang renta khawatir.
Keduanya mengerti dan memeluk kakaknya, mereka menangis lagi. Mineko menyampaikan ia cukup sedih alasannya ia tak pernah berfikir akan berpisah dengan mereka menyerupai ini.
Ia berjanji akan melaksanakan yang terbaik di Tokyo dan meminta adik-adiknya melaksanakan yang terbaik juga di desa.

Malam itu ibu menyampaikan korek api dari Suzufuritei pada Mineko. Awalnya Mineko menolak alasannya itu barang berharga ibu yang ditinggalkan ayah terakhir kalinya. Tapi Ibu ingin Mineko membawanya, alasannya ia merasa itu ialah jimat keberuntungan mereka, yang akan melindungi Mineko nantinya.
Ibu juga menyampaikan sebuah jaket merah yang manis pada MIneko, MIneko bisa memakai disana dan tidak akan aib alasannya ia berasal dari desa di Tokyo nanti. Mineko sangat senang.
Saat mereka akan tidur, Mineko pindah ke akrab ibunya, ia ingin memeluk ibunya ketika tidur sebelum ia berangkat ke Tokyo besok.

Keesokan harinya, hari keberangkatan Mineko ke Tokyo. Dia akan berangkat dengan kereta siang, jadi pagi harinya, ia masih di rumah. Ia menatap sawah dan ladang mereka untuk terakhir kalinya, menyentuh tanah ibaraki sambil tersenyum.
Saat kembali ke rumah, ia harus mengurus kasur alasannya adiknya Susumu pipis di kasur lagi, MIneko mengeluh kenapa ia harus mengurus kasur adiknya di hari ia berangkat ke Tokyo, meski ia hanya bercanda.
Kakek kemudian menyampaikan uang pada Mineko untuk disimpan, Mineko bisa menggunakannya ketika terdesak. Awalnya Mineko menolak, tapi kakek ingin Mineko membawanya, hanya itu yang bisa ia berikan pada Mineko.
kakek memberi nasehat pada cucunya biar Mineko selalu mengangkat kepalanya ketika bekerja, bekerja dengan jujur dengan begitu Mineko akan baik-baik saja. Mineko mengerti.

Perpisahan di rumah Mitsuo ketika sarapan cukup menciptakan saya ingin menangis.
Mitsuo makan dengan lahap dan cepat. Ia terus meminta tambah lagi dan lagi menciptakan ibunya bingung. MItsuo tidak berhenti mengunyah nasi dan ingin tambah terus hingga kesudahannya nasi sudah habis dan ia makan di mangkuk terakhirnya, barulah ia makan dengan pelan. Taro mengerti perasaan adiknya dan menyampaikan lauknya pada adiknya.
Mitsuo matanya sudah berkaca-kaca ketika makan.

Sementara itu di rumah Tokiko ibu menangis, ia masih tidak percaya kalau puterinya akan pergi hari ini, meninggalkannya menyerupai ini. Ibunya ingin Tokiko memikirkan ulang mengenai kepergiannya, alasannya jikalau Tokiko pergi rumah mereka akan membosankan, alasannya hanya ada 2 laki-laki tak berkhasiat bersamanya HAHAHAHHAHA.
Tapi alasannya Tokiko sudah memutuskan akan pergi, ibu tak punya pilihan dan menyampaikan pada puterinya untuk menjadi artis no 1 di jepang. Tokiko terkejut alasannya ibu kesudahannya mendukung impiannya ingin mejadi artis.

Di rumah Mineko, Mineko juga makan dengan sangat lahap. Ia minta tambah juga. Sementara adik-adiknya tidak berselera makan. Mineko menyampaikan kalau mereka tidak makan maka ia akan makan lauk mereka dan adiknya malah menyampaikan semuanya kalau kakaknya mau. Mineko tertawa melihat mereka berdua dan menyampaikan kalau ia hanya bercanda.
Ibu bertanya apakah Mineko benar tidak mau diantar hingga ke stasiun kereta dan Mineko menyampaikan ia dan teman-temannya memutuskan keluarga mengantar hingga stasiun bus saja, mereka akan baik-baik saja, alasannya mereka tak ingin cengeng di stasiun kereta alasannya niscaya banyak yang begitu disana. Ibu tersenyum dan menyampaikan kalau mereka sudah dewasa.

Mineko berangkat ke stasiun bus bersama ibu, Chiyoko dan Susumu, kakek menantap kepergiannya. Mineko melambai untuk terakhir kalinya.

Keluarga mengantar bawah umur mereka yang akan berangkat ke Tokyo. Mineko, Tokiko dan Mitsuo sudah masuk ke dalam bus.
Ibu Mitsuo mengingatkan puteranya untuk tidak sakit dan menjaga kesehatan, bekerja dengan rajin. Ibu Tokiko meminta puterinya menjaga kesehatan. Sementara ibu Mineko tidak menyampaikan apa-apa dan hanya tersenyum pada puterinya.

Bus kemudian berangkat, pada ibu memanggil bawah umur mereka. Chiyoko dan Susumu mengejar bus sekuat tenaga dan Mineko berteriak pada mereka untuk melaksanakan yang terbaik berkali-kali.
Keberangkatan mereka penuh haru. Para orang renta menangis melihat kepergian bawah umur mereka. Chiyoko dan Susumu terus mengejar sambil menangis.
Sementara mereka bertga di dalam bus terus menatap keluar jendela hingga semuanya menghilang dari pandangan. Tentu saja mereka juga menangis tapi mereka berusaha bersikap kuat.

PAda masa itu, ada kereta khusus yang membawa para siswa yang merupakan grup pekerja ke Tokyo, ada sekitar 15000 siswa yang berangkat ke Tokyo untuk bekerja dalam 100 kali perjalanan.
PAra siswa kebanyakan ialah siswa SMP. Mineko dkk ada diantara mereka, Tokiko memuji baju Mineko yang cantik, MIneko gembira alasannya ibu menjahitnya khusus untuknya. Sementara itu Mitsuo mengkhawatirkan Mineko yang akan bekerja di pabrik radio, pekerjaan yang membutuhkan ketelitian sementara Mineko orangnya clumsy. Tokiko juga khawatir, Mineko bergotong-royong juga sempat berfikir mengenai hal itu, tapi itu malah membuatnya depresi jadi ia berhenti memikirkannya HAHAHAHHAHA.

Mineko dkk kemudian makan bekal mereka di kereta, mereka sangat menikmati bekal terakhir yang dibentuk orang renta mereka. Mineko kemudian menyadari ada seorang anak yang tidak membawa bekal dan duduk sendirian. Ia mengajak anak itu mengobrol dengan memuji jepitan rambutnya, pada kesudahannya mereka meminta anak itu bergabung dengan mereka dan makan bekal bersama. Awalnya anak itu menolak tapi mereka memaksa dengan alasan onee-san ini kalau ditolak niat baiknya akan sanga menyeramkan, begitulah kata Mitsuo.
Anak itu gres lulus SMP, berjulukan Nabatame Sumiko yang ternyata akan bekerja di pabrik yang sama dengan Mineko dan Tokiko, sungguh sebuah kebetulan.

Kereta kesudahannya tiba di Tokyo, seluruh siswa yang ada disana berdiri dan keluar.
Stasiun Ueno ketika itu sangatlah ramai, untuk orang yang gres pertama ke Tokyo, itu ialah kawasan yang seram alasannya simpel tersetar. Mineko dan Tokiko saling bergandengan tangan. Mineko menyampaikan dalam hati ini pertama kalinya ia melihat begitu banyak orang asing dan ia sangat takut.
Para kelompok pekerja berkumpul menunggu orang dari perusahaan yang menjemput mereka.
Mitsuo dijeput pertama dan ia dengan cepat meninggalkan Mineko dan Tokiko, bahkan tanpa salam perpisahan, alasannya orang yang membawanya kelihatan sibuk dan cekatan.

Satu per satu dari para siswa di panggil dan waktu berlalu, tapi orang dari Mukojima Electric belum juga tiba menjemput.
YAng menjemput mereka ialah Aiko-san, orang yang ditelpon oleh Tagami sensei waktu itu. Ia meminta maaf alasannya terlambat dan bahkan mengomentari kalau ia pikir Tagami Sensei lebih renta lagi. HAHAHAHAHHA.
Sensei kemudian memperkenalkan para siswanya dan Aiko-san mengecek catatan pegawai gres dari perusahaan, ada nama Tokiko dan Sumiko, tapi nama Mineko tidak ada. Tentu saja Sensei panik dan mengingatkan kalau Mineko ialah pegawai gres suplemen waktu itu.
Aiko-san juga tak mengerti kenapa nama Mineko tidak ada, ia memutuskan menelpon perusahaan untuk mengecek kembali dan Tagami sensei menemaninya.

Mineko kelihatan shock dan ia mulai takut bagaimana kalau namanya tidak ada disana. Tiba-tiba lututnya lemas, Mineko akan menangis. Tokiko bertanya apakah ia baik-baik saja. Mineko khawatir apa yang harus ia lakukan kalau ia tak sanggup pekerjaan.
Tokiko menyampaikan itu tak mungkin terjadi. Tapi Mineko sudah dipenuhi dengan pikiran negatif, ia bertanya-tanya apakah ia harus pulang ke desa, tapi ia tentu saja tak bisa kembali.
Tokiko dan Sumiko berusaha meyakinkan Mineko semuanya akan baik-baik saja.

Tak usang kemudian Aiko dan Tagami sensei kembali dan ia sudah mengkonfirmasi ke perusahaan kalau nama Mineko ada disana. Mineko lega mendengarnya.
Mineko bahkan menangis dan Aiko meminta maaf alasannya menciptakan Mineko kahwatir. Ia mengucapkan selamat tiba ke perusahaan mereka dan Mineko menyampaikan ayo bekerja bersama-sama.
Tagami sensei meminta Aiko-san menjaga siswanya, ia juga meminta Mineko dkk menjaga kesehatan dan melaksanakan yang terbaik dalam pekerjaan mereka.
Mineko dkk berterima kasih pada sensei dan mereka membungkuk.

Mineko dkk kemudian mengikuti Aiko-san menuju ke perusahaan, Aiko-san kelihatan malah lupa jalan pulang arah kemana, menciptakan Mineko dkk khawatir, HAHAHAHHAHA.
Tokiko menyampaikan pada Mineko untuk tidak kalah dengan Tokyo. MIneko mengerti.

-The End-

Komentar:
Hiyokko memang tidak pernah gagal menciptakan menangis di setiap episodenya, ini drama nggak terlalu populuer internasional tapi beneran bagus dan slice of life-nya menyentuh banged.
Apalagi di episode ini Mineko dkk meninggalkan desa untuk memulai kehidupan gres ditempat yang tidak mereka kenali dan hanya dengan diri mereka sendiri. Untuk tahap awal, modal mereka adaalh keberanian dan percaya pada orang lain.
Tidaklah simpel untuk memulai sesuatu, mengingat usia mereka yang masih mudah.
Tapi Mineko dkk sudah remaja dibanding pekerja lain yang meninggalkan kampung halaman sehabis lulus SMP.

Persahabatan Mineko, Tokiko dan Mitsuo boleh keren, tapi persahabatan orang renta mereka juga nggak kalah dan sangat menghangatkan hati. Aku memang selalu bertanya-tanya kenapa sih keluarga Mitsuo itu menyerupai itu, kok kayak nggak sayang sama beliau gitu. Tapi ternyata ibu punya alasannya sendiri, biar Mitsuo nantinya tidak berat hati meninggalkan rumah. Dalam pikiran ibu sih kalau Mitsuo membencinya maka akan simpel bagi Kistuo meninggalkan rumah nantinya.
TApi tentu saja bagi seorang ibu berlaku menyerupai itu pada anaknya tidaklah mudah, ia juga terluka alasannya berlaku berangasan pada anaknya sendiri.


Mulai ahad depan, fokus Hiyokko ialah Tokyo, kita masuk ke part Tokyo dan tampaknya kita tidak akan melihat Ibaraki lagi. Mungkin akan ada beberapa scene saja.
Aku ingin tau bagaimana pertemuan Mineko dan keluarga Suzufuritei dan juga Watahiki :))
Bagaimana Mineko di kawasan kerjanya, apakah ada antagonis jahat atau tidak. Tapi biasanya sih asadora jarang ada yang jahat banged ya.
Tapi kisah Hiyokko kayaknya ketebak sih, mungkin persoalan ahad depan ialah kesulitan MIneko di kawasan kerjanya.

Continue Reading

More in Asadora

To Top