Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 10-2 Final

Dorama

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 10-2 Final

———————————————————————————————-

Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 10 Part 2 FINAL

D-Day.
HAjime dan Kahoko ada di panti asuhan tempat Hajime dibesarkan. Mereka melaksanakan persiapan disana, sementara upacara akan dilakukan di gereja bersahabat sana.
Kepala panti sangat senang dan menyampaikan Hajime sudah menemukan gadis yang baik. Hajime dan Kahoko membungkuk berterima kasih.
Kakek dan para bibi kemudian datang, mereka mengucapkan selamat pada Kahoko. Tamaki dan Mamoru membawa gaun pengantin untuk Kahoko, ia memilihkan gaun yang terlihat akan sangat cocok untuk Kahoko. Mereka juga menyampaikan kalau mereka resmi rujuk kembali sebagai suami istri.
Kahoko sangat senang mendengarnya. Tamaki dan Mamoru kembali menyerupai dulu, pasangan yang mesra dan menciptakan ibu Ito kesal,ibu Ito tiba membawakan wedding cake untuk Kahoko.
Kahoko menanyakan mengenai Ito, ayah dan ibu Ito menyampaikan semenjak itu Ito tidak berkumpul dengan orang abnormal lagi, ia mengunci diri di kamar mendengarkan musik. Ia juga sudah meminta Ito tiba tapi Ito tampaknya tidak mendengar.
Kahoko mengerti, tapi ia murung sebab Ito tidak sanggup hadir.

Kakek menyerupai biasa excited untuk memotret mereka, tapi para bibi menyampaikan ayah dan ibu Kahoko belum datang.  Mereka bertanya apakah orang renta Kahoko benar-benar tidak akan tiba dan Kahoko membenarkan. Kakek kesal sekali sebab orang renta Kahoko tidak tiba di hari komitmen nikah Kahoko.
Kahoko juga terlihat sedih. Tapi kemudian ayah tiba dan Kahoko terkejut. Tapi ayah tiba sendirian, ia sudah mencoba meyakinkan mama, tapi mama tidak mau datang.
Semuanya jadi terdiam, Kahoko sedih, Hajime tak tahu mau menyampaikan apa dan Kakek tidak suka suasana jadi muram begini jadi ia menyuruh semuanya berkumpul, ia akan mengambil foto mereka.

Semuanya berkumpul bersahabat pintu untuk dipotret. Kakek sangat bersemangat dan terus mundur untuk mendapat posisi yang bagus.
Tentu saja ia tak melihat apa yang ada dibelakangnya, ia menabrak meja dan hampir jatuh, ia berpegangan pada bantalan meja yang malah menciptakan wedding cake terjatuh ke lantai.
Kakek panik dan akan bangun tapi ia tergelincir dan pegangan pada wedding dress Kahoko yang menciptakan wedding dress itu robek.
semuanya panik dengan apa yang gres saja terjadi, acar belum dimulai, semuanya berantakan.

Ibu Kahoko ada di kamar Kahoko, ia menatap kamar Kahoko yang hampir kosong sebab ia sudah memasukkan semua barangnya untuk pindahan.
Telpon berdering dan ibu menjawabnya. Ayah menelpon meminta ibu tiba ke tempat resepsi, sebab semuanya berantakan, wedding cake hancurm wedding dress robek, ibunya yang membawa makanan untuk tamu tergelincir dan makanan terjatuh.
Ibu bertanya, apa kini kamu ingin menyampaikan kamu membutuhkanku untuk menyelamatkan hari ini sebab kamu tidak sanggup melaksanakan apa-apa?
Ayah tentu saja membantah, apa yang ingin ia katakan ialah apakah istrinya yakin akan membiarkan hari komitmen nikah puterinya bermetamorfosis bencana?
Ibu menyalahkan Kahoko yang buru-buru ingin menikah.
Ayah menghela nafas dan bertanya, Alasan kenapa Kahoko memaksa untuk menikah hari ini, apa kamu masih tidak menyadarinya?
Ibu tidak mengerti. Ayah menyampaikan itu sebab hari ini ialah hari ulang tahun komitmen nikah mereka. Ibu terkejut.

Ayah melanjutkan, Sampai sekarang, kita selalu melindungi Kahoko menyerupai sebuah dinding, tapi kini bukan kah kita menyerupai dinding yang menghalangi Kahoko untuk mendapat kebebasannya? Bukankah kita seharusnya membukakan pintu untuknya? Masa depan ialah satu-satunya yang tidak sanggup kita beli atau kita berikan padanya.
Ibu menghela nafas dan menyampaikan ia mengerti. Ayah senang sebab ibu akan tiba tapi ibu malah bilang kalau ia tak bisa. Ayah tentu saja terkejut.
Ibu mengingatkan kalau kawasan melewati jembatan itu bukan wilayahnya lagi, ada banyak kendaraan beroda empat dan berbahaya. (Aku hingga lupa kalau ibu punya kawasan dimana ia jadi bos dan kawasan dimana ia akan gugup dan tidak sanggup berbuat apa-apa lol).
Ayah menyampaikan ini ialah kesempatan ibu untuk merobohkan dinding itu. Ibu kelihatan khawatir dan ia sangat gugup.

Kahoko di panti asuhan terlihat lemas sebab semuanya berantakan. Hajime mengkhawatirkan Kahoko. Para paman dan bibi meminta maaf, sebab ini semua gara-gara mereka.
Tiba-tiba pintu terbuka, ibu ada disana. Ibu melawan rasa takutnya dan keluar dari areanya, ia juga berusaha untuk tidak gugup dan bicara menyerupai biasanya (ibu kalau diluar areanya bicara pelan bangeeeeeed).
Ibu berteriak pada mereka, apa yang mereka lakukan disaat menyerupai ini. Kahoko dan yang lain terkejut sebab ibu muncul.
Ayah lega istrinya alhasil datang, ia menyampaikan Kahoko dan Hajime tetapkan mereka tidak akan melaksanakan resepsi pernikahan.
Ibu berjalan mendekati mereka dan berkata, Apa yang kamu katakan?! Kahoko, apakah keinginanmu untuk menyayangi dan menikah hanya sebatas ini? Saat beberapa hal tidak berjalan lancar, kamu bahkan membatalkan pesta pernikahanmu?!
Ibu juga menatap Hajime, dan kau, bukankah kamu yang selalu bilang ‘aku akan bekerja keras tak peduli seberapa sulit itu’ dan kini kamu tidak melaksanakan apapun?!
Kahoko meminta maaf. Kakek membela Kahoko, meminta ibu jangan murka pada Kahoko sebab ini ialah kesalahannya.

Ibu tak peduli dan kemudian mengajak semuanya untuk bekerja dan mengikutinya.
Ibu membuka mobilnya dan bertanya mengenai cake, Ibu Ito menyampaikan mustahil membuatnya sekarang, tapi ibu mengeluarkan materi dan menyampaikan ia akan membantu nanti, jadi ia ingin ibu Ito mulai duluan. Ibu Ito mengerti.
Ibu mengeluarkan sesuatu dan meminta Ayah Ito dan Mamoru-kun untuk mendekorasi ruangan. Mereka mengerti.
Kakek juga ingin bergabung, ibu menyuruh kakek untuk menyanyi menyerupai biasa dan menciptakan pendeta untuk tetap menunggu hingga persiapan selesai. Kakek mengerti.
Keluarga ayah KAhoko agak kaget dengan perilaku ibu Kahoko yang tak pernah mereka lihat, sebab kalau tiba ke rumah mereka, ibu Kahoko selalu pendiam, bicaranya kecil, pokoknya kalem banged. Mereka berfikir ibu Kahoko terlihat angker HAHHAHAHHA.

Ibu kemudian memanggil mertua dan adik iparnya untuk segera membantu menyebarkan makanan untuk tamu. Mereka mengerti.
IA juga meminta ayah mertuanya mengajak belum dewasa hadir di pesta pernikahan, sebab mereka juga tak punya banyak tamu hari ini. Kakek mengerti.
Kahoko ingin bicara sesuatu pada ibu tapi ibu sedang sibuk. Ibu mengeluarkan sesuatu dan meminta suaminya membantu Hajime untuk berpakaian (lucu banged ibu memanggil Hajime dengan ‘that boy’ HAHAHHAHAHA). Ibu protes dengan pakaian Hajime, Kau akan menikah dengan pakaian menyerupai itu? (Lol, gue dari kemaren udah protes sebab Hajime nggak punya baju lain dan bener juga ya kalau nggak disuruh mama jangan-jangan ia berencana make baju itu HAHAHHAHAHHA).
Ibu kemudian sibuk lagi dan Kahoko ingin bicara, tapi ibu mengeluarkan sesuatu dan menawarkan pada TAmaki-chan. Tamaki sanggup menebak kalau itu ialah wedding dress milik ibu Kahoko.
Ibu meminta Tamaki membantu Kahoko bersiap, Kahoko mengerti. PAda alhasil Kahoko tidak sanggup menyampaikan apa yang ingin ia katakan.
Awwwwww, Mama memang jempolan deh, dalam waktu singkat persoalan teratasi.

Acara komitmen nikah akan segera dimulai.
Kahoko sudah bersiap dan seluruh keluarga memuji ia bagus sekali dengan wedding dress.
Kakek tidak sabar ingin mengambil foto tapi ibu menyampaikan tidak ada waktu, mereka harus bersiap dan segera melaksanakan upacara. Ia meminta seluruh keluarga untuk masuk ke gedung.
Kahoko ingin menyampaikan sesuatu lagi tapi ibu dengan cepat mengalihkan pembicaraan, ibu tampaknya sengaja menolak mendengarkan sesuatu dari Kahoko.
Tapi pada alhasil Kahoko sanggup menanyakannya, ia ingin bertanya ibu tiba ke pernikahannya artinya ibu memebri restu pada mereka. Ibu ingin menyampaikan sesuatu, tapi Mamoru tiba dan menyampaikan ada masalah, sebab mereka tak punya orang untuk menyanyikan lagu pernikahan.
Ibu menyampaikan mereka tidak perlu memikirkan hal itu. Ia meminta Mamoru masuk dan ia mengikuti dari belakang,
Kahoko tinggal berdua dengan papa. KAhoko dan papa resah apa yang ingin ibu lakukan dengan lagu pernikahan.

Papa dan Kahoko tinggal berdua, Kahoko memakai kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih pada ayahnya sebab sudah membesarkannya selama ini. Tapi ayah tidak siap dengan hal itu dan belum sempat ia menyampaikan apa-apa, pintu terbuka.
Ayah dan Kahoko panik, dengan kaku ayah menawarkan tangannya, Kahoko memegangnya. Ayah dan anak nervous banged masuk ke ruangan itu.
Seluruh keluarga sudah menunggu disana dan yang memainkan lagu komitmen nikah ialah Ito-chan, tentu saja dengan cello-nya.
Kahoko terkejut dan ia terharu. Ia menatap Hajime, Hajime tersenyum padanya. Kahoko menatap satu per satu keluarganya, hari ini mereka semuanya ada disini, merayakan pesta pernikahannya. Kahoko sangat bahagia.

Kahoko berjalan bersama ayahnya dan ayah mulai menangis, ayahnya tidak sanggup menahan tangisannya. hehhehhehe.
Mereka berdua tiba dihadapan mempelai pria. Ayah maju dan berbisik pada HAjime, Jika kamu pikir saya ialah orang yang selalu baik, maka kamu salah besar. Jika kamu menciptakan Kahoko tidak bahagia, saya akan membunuhmu.
Ayah tersenyum sambil mengatakannya, Hajime takut HAHAHAHAHAHAH.

Kahoko berterima kasih pada Ito atas wedding march-nya dan Ito menyampaikan kalau ia tidak melakukannya dengan baik sebab kondisinya, tapi Kahoko menyampaikan itu ialah wedding march paling indah di dunia 🙂
Hajime membenarkan, ia juga kaget sebab ia pikir Ito tidak akan datang. Ito menyampaikan ia dimarahi oleh ibu Kahoko, ibu menyampaikan padanya jikalau sedikit saja ia pernah merasa bersyukur sebab Kahoko, maka ia harus tiba dan mengucapkan terima kasih pada Kahoko. Makanya ia datang. 
Kahoko terkejut dan menatap ibunya. Ito menyampaikan kalau ia tidak akan pernah berpisah dengan musik lagi, apakah itu bernyanyi atau menulis lagu, ia akan melaksanakan apapun yang menawarkan kebahagiaan pada orang lain memalui musiknya. Ia tahu itu tidak akan mudah, tapi ia tidak akan menyerah. Seperti Kahoko yang tidak pernah mengalah akan dirinya.
Ito mengeluarkan boneka kodok yang diberikan Kahoko dulu. Kahoko tersenyum senang mendengarnya. Hajime juga senang sebab Kahoko dan istrinya bahagia.

Acara komitmen nikah alhasil dimulai.
Saat pertukaran cincin, ternyata Hajime benar-benar sangat gugup. Tangannya gemetaran banged HAHHAHAHAHAHAH.
Saking gemetarannya, cincinnya jatuh dan menggelinding, dikala Hajime akan mengejarnya, ia malah terjatuh.
Semuanya panik.

Ibu Kahoko pribadi berlari mengejar cincin itu, menciptakan semuanya kaget.
Cincin itu menggelinding jauh sekali dan ibu tak menyerah, bahkan cincin itu hampir masuk ke kolam, ibu melompat dan berhasil menangkapnya. WOW.
Ia membawa cincin itu kembali ke gereja, ke tangan pemiliknya. Kahoko berterima kasih pada ibu.
Ibu masih sesak nafas sebab ia berlari kencang sekali tadi, ia berkata pada Kahoko, hingga kini kamu menawarkan kebahagiaan yang tak terhingga pada papa dan mama, terima kasih untuk itu. Seperti yang biasa saya lakukan, saya ingin sekali tetap memegang tanganmu, tapi… mulai kini hiduplah bersama Hajime-kun dan berikan kebahagiaan pada semua yang ada disini dan pada semua orang yang akan kamu temui kedepannya. KAhoko niscaya sanggup melakukannya, sebab kamu punya kekuatan untuk membuka hati seseorang.
Kahoko menahan air matanya dan ia mengangguk. Ia menatap Hajime dan Hajime tersenyum padanya sambil mengangguk.

Kahoko kemudian menyampaikan pada ibunya kalau ia punya dua permintaan.
Permintaan pertama ialah ia ingin ibunya memeluknya.
Ibu menyampaikan tapi bajunya kotor tapi Kahoko menyampaikan kalau ia tak peduli. Ibu alhasil memeluk Kahoko dan Kahoko menangis. Ibu berusaha untuk tidak menangis. Ia menanyakan seruan kedua Kahoko.
Kahoko dengan berlinang air mata berkata, seruan keduaku adalah, kamu harus berumur panjang, oke?
Ibu memeluk Kahoko semakin erat. Kahoko menyampaikan dikala nenek meninggal, ia melihat betapa depresinya ibunya, itu membuatnya berfikir, apa yang akan terjadi padanya jikalau ia kehilangan ibunya suau hari nanti.
Ibu menangis dan menyampaikan ia mengerti, ia akan berumur panjang hingga Kahoko menyampaikan padanya ‘sudah cukup’.
Kahoko tersenyum sambil menangis, ia berterima kasih. Ibu juga tersenyum padanya.

Kahoko kemudian bicara pada semuanya, Ia berterima kasih pada ayahnya, kedua kakeknya, neneknya, paman dan bibinya, Ito-chan dan tak lupa pada suami tercintanya, Hajime.
Awwww Hajime mengangguk, ternyata ia juga menangis  T____T
Kahoko menyampaikan kalau ia tidak akan menjadi Kahoko yang kini tanpa mereka semuanya. Semuanya, saya menyayangi kalian.

Dan kemudian upacara dimulai kembali.
Semuanya menangis haru. Hajime alhasil berhasil memasangkan cincin di jari manis Kahoko. Hajime dan Kahoko saling pandang dan tersenyum bahagia.
Dan Kahoko, si little princess, hari ini menjadi seorang ratu di kerajaan kecil miliknya sendiri.

Ini ialah malam pertama dimana Kahoko tidak tinggal di rumah keluarga Nemoto.
Ayah dan ibu menghabiskan malam itu dengan menonton video Kahoko yang mereka rekam semenjak kecil.
Saat sedang menonton, ibu mengajak ayah bicara.
Ibu: Hey, Papa.
Ayah: Ada apa?
Ibu: Haruskan kita bercerai?
Ayah terkejut dan menatap ibu, Apa?
Ibu berkata, Sekarang Kahoko sudah tidak ada, tidak ada lagi yang sanggup kita lakukan bersama-sama. Bukankah kamu berfikir ini sudah cukup untuk kita?
Ayah mengerutkan keningnya dan ia tak mengerti. Ia kemudian memeluk ibu dan ibu terkejut.
Narasi ayah adalah, Silakan kalian bayangkan apa yang akan terjadi sesudah ini…
(HAHAHHAHAHA, suer, awalnya saya pikir mama mau bilang, apakah kita harus buat anak lagi lho XD, nggak nyangka mama minta cerai. Ganbatte, papa!).

1 TAHUN KEMUDIAN
Di rumah nenek, yang kini menjadi kediaman 2 keluarga, Keluarga Mugino dan keluarga Nemoto, Kahoko sedang sibuk melaksanakan tugasnya sebagai ibu rumah tangga.
Ia membersihkan rumah, membersihkan halaman, menyiram tanaman, Kahoko benar-benar menyerupai dengan babanya.
Hajime pulang tak usang sesudah itu, Hajime bekerja sebagai pelukis dan menyampaikan hari ini ia menjual 7 lukisan.
Kahoko tidak tertarik dan bertanya, Hajime-kun, apakah besok kamu membutuhkan makan malam?
Hajime berfikir cukup usang dan alhasil ia menyampaikan ‘mungkin’.
Kahoko mengerutkan kening menyampaikan ia akan sanggup persoalan kalau Hajime menyampaikan ‘mungkin’.
Hajime alhasil tetapkan kalau ia membutuhkan makan malam besok.
KAhoko mengerti.

Hajime kemudian akan duduk dikala Kahoko berteriak pada Hajime untuk tidak duduk disana sebab ia gres membersihkan tempat itu, apalagi baju Hajime masih kotor
Hajime panik, ia bangun dan meminta maaf. Ia kemudian mengatakan, ngomong-ngomong, kenapa belakangan ini kamu semakin menyerupai mama?
Kahoko terkejut dan membantah hal itu HAHHAHAHAHHAHAH.
Kahoko kemudian meminta Hajime untuk membantunya menyusun meja. Tapi Hajime menyampaikan ia harus mulai menuntaskan lukisannya sekarang.
Kahoko mengingatkan kalau hari ini ialah pesta komitmen nikah Ito.
Hajime gres ingat, ia mengerti.

Kita melihat Kahoko sudah membeli banyak materi masakan, ia akan memasak untuk ulang tahun Ito.
Ia dan Hajime juga sibuk menyusun meja dan kemudian menyampaikan kalau ini ialah pertama kalinya baginya. Hajime bertanya apa maksud Kahoko.
Kahoko berkata, Aku gres menyadari bertapa hebatnya nenek. Tidak hanya ruangan yang besar ini, tapi gerbang depan, teras, taman, semuanya dibersihkan oleh nenek sendirian dan selalu terlihat indah. BAhkan dikala liburan, tahun baru, ulang tahun, nenek menyebarkan banyak makanan sendirian.
Hajime mengangguk, ia setuju, nenek sangat lah hebat.
Kahoko menatap foto nenek dan bertanya-tanya apakah ia sanggup melindungi rumah ini menyerupai seruan nenek.
Hajime tersenyum menatap Kahoko, Hei! Jika itu kau, saya yakin kamu sanggup melakukannya. selama kamu terus memakai kekuatan untuk mengatasi segala hal menyerupai mamamu dan kamu tidak lupa untuk bersikap baik menyerupai papamu.

Kahoko tersenyum mendengarnya. Hajime malu dan meminta Kahoko jangan menciptakan wajah menyerupai itu. Kahoko menyampaikan itu sebab Hajime menciptakan wajah ‘Aku menyampaikan sesuatu yang bagus, kan?’ lagi.
Hehhheheehe, Hajime sanggup malu juga ya XD
Hajime menyampaikan pada Kahoko untuk tidak mengungkit hal itu lagi, kalau tidak ia tidak akan menyampaikan apa-apa lagi.
Keduanya memindahkan meja dengan good mood dan berakhir membenturkan kepala mereka ke dinding Lol

Kahoko bekerja di tempat bibinya yang diberi nama Kahoko’s House. Ia menemani belum dewasa untuk bermain dan menyanyi, juga mengurus kalau ada yang pipis di celana.
Kakek dan bibi menemani anak lainnya untuk belajar.
Sementara kiprah nenek ialah menyebarkan makanan untuk mereka.

“Aku yakin puteri masih membutuhkan ratu untuk menyelamatkannya dalam beberapa waktu ini, tapi kami percaya, suatu hari Kahoko yang terlalu dilindungi selama ini, akan sanggup memakai kekuatannya yang penuh cinta itu untuk melindungi keluarga dan orang-orang yang akan ia temui di masa depan.”

Kahoko membawa belum dewasa Kahoko’s House untuk bermain di taman, Hajime juga menemani mereka, ia mengajarkan mereka melukis.
Kahoko menatap langit dan Hajime tiba mendekatinya, ia bertanya apa yang Kahoko lakukan.
Kahoko menyampaikan setiap ia menatap langit, ia selalu memikirkan neneknya. Tak peduli seberapa berat, tidurlah dengan baik, makan dengan baik dan jangan melepaskan tangan orang yang kamu cintai. Seperti itulah kita akan terus hidup.
Kahoko mengenggam tangan Hajime, Hajime membalasnya dengan genggaman yang lebih erat.
Hajime dan Kahoko saling pandang dan tersenyum bahagia.
Mereka berdua menatap ke langit, Kau melihat kami kan, nenek?
Hajime menatap langit yang sama dan tersenyum. Kahoko menatap Hajime dan menariknya, mereka berdua terjatuh bersama-sama, tiduran di rerumputan.
belum dewasa yang lain tiba dan mengerumuni mereka.
Kahoko dan Hajime, hidup senang selamanya.

-THE END-

Komentar:
Huwaaaaaaaaaaaa udah selesai, udah tamat T__________T
Kita mendapat happy ending, yang sangat sangat mengharukan, untuk Kahoko dan Hajime. Omedetou, Kahoko Mugino & Hajime Mugino 🙂
Akhirnya kalian berdua membentuk sebuah keluarga gres dengan penuh cinta dan kasih sayang, atas proteksi orang-orang disekeliling kalian *sobs*

Meski nggak ada kissu, bahkan sanggup dibilang pelukan kayaknya juga ga banyak, tapi drama ini tetap bikin doki-doki dan senyam senyum sendiri. Intinya tetap baper sama Kahoko dan Hajime.
Rasanya nggak rela ya berpisah dengan mereka, terasa hampa bangeeeeeeed. soalnya kayaknya dorama-dorama selanjutnya nggak ada yang bikin baper HAHAHHAHAH.
Endingnya sudah cukup memuaskan, tapi alangkah lebih bagusnya kalau kita melihat lebih jauh kehidupan Hajime dan KAhoko sesudah menikah. Meski kita melihat sedikit sih, tapi kurang banged.
Makanya pengen ada season 2 atau paling tidak SP-nya. PLISSSSSSSSSSSSSSSSSS.
Karena ini drama ratingnya tidak mengecewakan juga, semoga ya mereka mau bikin season 2 nya HAHHAHAHHA.

Meski mama itu menyebalkan, tapi memang tanpa mama semuanya nggak akan sanggup berjalan lancar ya. Kalau mama nggak datang, bayangin aja gimana itu komitmen nikah KAhoko, akan dibatalkan program resepsinya. Mama mungkin egois, tapi ia sanggup mengatur semuanya dengan baik, dan pada alhasil semuanya berjalan lancar.
Aku terharu dikala mama berlari mengejar cincin itu dan membawanya kembali ke hadapan Kahoko. Aku suka bagaimana cara penulisnya menciptakan ibu alhasil merestui komitmen nikah mereka dengan cara menyerupai itu.
Pembicaraan ibu dan Kahoko benar-benar sangat mengharukan. Aku nangis banged, meski udah nonton 2 kali sebelum menciptakan sinopsis ini.

Pada alhasil Kahoko bekerja sebagai perawat anak di Kahoko House. Aku memang merawa Kahoko cocok dengan pekerjaan ini dan ternyata penulis sudah menyiapkan kalau Kahoko memang akan bekerja berafiliasi dengan anak-anak.
Hajime sendiri bekerja sebagai pelukis dan ia juga masih punya banyak pekerjaan paruh waktu. Hidup mereka mungkin tidak mudah, tapi mereka niscaya sanggup mengatasinya.
terima kasih pada kakek sebab kakek meminta mereka tinggal bersamanya. Kahoko juga jadi sanggup menjaga kakek dan rumah itu.
Kahoko alhasil menyadari betapa sulitnya mengurus rumah dan betapa hebatnya apa yang nenek lakukan semasa hidupnya.
Makanya orang bilang jangan remehkan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, meski kesannya dirumah aja, tapi nggak semudah itu lho.
Karena itu nenek Kahoko pernah menyampaikan jangan mau jadi ibu rumah tangga saja, sebab itu pekerjaan yang sangat sulit.

Aku ngakak pas mama minta cerai dari papa sebab Kahoko sudah tidak bersama mereka.
Papa terang masih menyayangi mama jadi alhasil ia bertindak, untung kali ini bukan khayalan lagi.
Aku pikir mereka akan punya anak lagi, tapi mengingat ibu kesulitan mendapat Kahoko, saya rasa itu akan sangat sulit. Dan lagi, kan nggak lucu nanti anaknya Kahoko seumuran adiknya.
Tapi Kahoko dan Hajime masih tidak berfikiran pengen punya momongan sih ya, mereka masih menikmati hari-hari mereka sebagai pengantin baru.
Tapi Kahoko lama-lama memang makin menyerupai mamanya wkkkwkwkkw. Nanyain makan malam, nggak boleh begini dan begitu. Meski ia nggak suka dibilang miri mama, tapi buah memang jatuh nggak jauh dari pohonnya wkkwkwkww.
Aku udah membayangkan kalau Hajime dan Kahoko bertengkar, trus papa dan mama juga, Hajime dan papa serta para papa lain bergabung niscaya lucu, menyerupai beberapa episode kemudian HAHAHHAHA.
Makanya pengen season 2 XD

Pada awalnya saya sama sekali tidak berniat menciptakan sinopsis drama ini.
Tapi saya memang sudah tertarik dikala tahu Mitsuki akan main drama baru. Dan semakin tertarik sebab Ryoma Takeuchi juga main.
Aku menonton episode 1 dan ternyata sangat menarik, makanya saya tetapkan menciptakan sinopsisnya, meskipun dikala itu saya ragu apakah saya sanggup menyelesaikannya atau tidak.
Ternyata alhasil selesai juga, sesudah sekian lama.
Terima kasih sudah membaca sinopsis di ^^

Continue Reading

More in Dorama

To Top