Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 2

Dorama

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 2

Sub Kahogo no Kahoko rilis 2 ahad sehabis episodenya tayang, ternyata tidak mengecewakan usang juga ya, soalnya sub episode 2 rilis pas episode 4 tayang. Syukur juga sih ada yang ngambil proyek sub drama ini, alasannya sempat khawatir kok nggak ada yang tertarik, padahal dramanya tidak mengecewakan bikin baper Hehehhehehe.
Kahoko imut banged, Mugino Hajime yang awalnya saya panggil Hajime, kini jadi Mugino aja, Mugi Mugi, nggak bisa menolak seruan kalau udah ditatap dengan tatapan tamat hidup Kahoko HAHAHAHHA.

Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 2

Kembali ke Kahogo no Kahoko, kali ini di episode 2 kembali di awali dengan narasi dari ayah Kahoko yang menceritakan mengenai keluarganya.
IStrinya terlalu mengasihi anaknya, tapi istrinya sangat tegas padanya. Istrinya memiliki area dimana kalau ia ada di area itu, maka istrinya seakan-akan bertindak sebagai pemimpin keluarga, dengan rasa percaya diri yang tinggi. Tapi kalau keluar dari areanya, istrinya akan menjadi sangat kalem, pendiam, suaranya kecil dan penurut.
Sementara puterinya yang menciptakan ia khawatir, alasannya terlalu dimanjakan, puterinya yang manis tidak bisa mengurus diri sendiri, bahkan menentukan baju yang akan dikenakan pun yaitu ibunya. Itu menciptakan ayah khawatir alasannya puterinya sudah 22 tahun dan akan memasuki masyarakat tapi belum ada perusahaan yang menerimanya bekerja. TApi ayahnya sangat lemah pada tatapan sang puteri dan ujung-ujungnya sang ayah tidak bisa menasehati puterinya atau istrinya.

HAri itu, Kahoko, ibu dan ayah berangkat bekerja mereka membahas mengenai insiden kemarin dimana untuk pertama kalinya Kahoko tidak pulang ke rumah dan ketika pulang KAhoko menyampaikan ia ingin memiliki pekerjaan yang menciptakan orang lain bahagia. Kahoko menyampaikan pada ayahnya itu alasannya ia melihat lukisan Mugino-kun (Hajime Mugino) dan lukisan itu membuatnya bahagia. Ia pikir ia jadi ingin memiliki pekerjaan yang memperlihatkan kesan menyerupai itu, menciptakan orang lain bahagia. Ibu masih bersikeras ingin Kahoko berlatih jadi ibu rumah tangga yang baik tapi Kahoko kelihatan tidak setuju, alasannya Mugino menyampaikan pekerjaan menyerupai itu sama sekali tidak bagus. Ibu jadi bingung.
Kahoko menceritakan insiden kemarin ketika Mugino menyampaikan padanya kalau ia hanya takut terjun ke masyarakat dan tidak percaya diri, tidak mau keluar dari istana nyamannya.
Ibu yang mendengar hal itu jadi murka dan mulai menjelekkan Mugino, mencurigainya kalau Mugino jangan-jangan sedang melaksanakan bisnis palsu atau berbagi agama gres HAHAHAHHAHAHAH.

Ia kemudian bertanya pada kahoko bagaimana cara Kahoko mencari pekerjaan yang menciptakan orang lain senang itu, pekerjaan itu yaitu pekerjaan bagus, tapi niscaya sulit ditemukan. Kahoko menyampaikan ia merasa kalau ia bisa menemukannya, sesuatu yang hanya Kahoko bisa melakukannya. Ia kemudian mendapat ilham untuk mengunjungi perusahaan ayahnya, melihat bagaimana ayahnya bekerja. Ayah sih oke-oke aja dan Kahoko juga berfikir mengunjungi daerah paman-pamannya bekerja, untuk menemukan referensi.
Ibu setuju, tapi ia ingin ikut menemani Kahoko LOL. Ia tak bisa membiarkan Kahoko pergi sendirian. Ayah sih kelihatan tak sepakat tapi ia tidak bisa menyampaikan apa-apa HAHAHHAHAHAHA.

Dan begitulah keesokan harinya, Kahoko dan ibu mengunjungi perusahaan ayahnya untuk melihat bagaimana pekerjaan ayahnya. Ayah sudah meminta izin pada atasannya dan atasannya cukup kagum alasannya jarang sekali ada anak yang tertarik melihat pekerjaan ayahnya. Apalagi Kahoko sangatlah imut.
Ayahnya menceritakan mengenai pekerjaannya tapi Kahoko memperlihatkan wajah datar, kalau ia sama sekali tidak mengerti mengenai pekerjaan itu, pada dasarnya ia tidak cocok bekerja disana.
Ia dan ibu pergi ke daerah kerja pamannya, seorang polisi, tapi mereka merasa Kahoko tidak cocok dibidang pekerjaan itu. Mereka juga mengunjungi paman Kahoko yang bekerja sebagai perawat, mereka juga merasa KAhoko tidak cocok bekerja disana.
Ibu dan KAhoko kemudian mengunjungi rumah kakek dan nenek (dari ayah) untuk bertanya-tanya. Disana Kahoko mendapat sedikit pencerahakan kalau Kahoko dilarang berfikir ingin menjadi ibu rumah tangga saja, alasannya pekerjaan ibu rumah tangga sangatlah sulit.
Ujung-ujungnya Kahoko kehilangan semangat lagi, ia tak tahu pekerjaan apa yang cocok untuknya. Bibinya menyampaikan kalau Kahoko tidak perlu buru-buru memikirkannya, nanti Kahoko juga akan menemukannya dengan sendirinya.

Pada akhirnya, Kahoko mengunjungi Mugino yang menciptakan laki-laki itu shock alasannya KAhoko tanpa bunyi muncul di pintu daerah ia biasa melukis. Saat itu Mugino sedang mencoba melukis lagi tapi ia merasa hasilnya tidak memuaskan, ia kemudian melihat lukisannya dimana ia menggambar wajah Kahoko dan mengingat bagaimana Kahoko memujinya dan menyampaikan padanya kalau ia niscaya bisa menjadi pelukis ternama, tapi Mugino tak mengerti apa bagusnya lukisan itu.
KAhoko tiba untuk mengucapkan terima kasih alasannya sudah mengantarnya pulang malam itu, meski ia tak ingat detail bagaimana ia bisa hingga ke rumah.
Mugino sedang menyiapkan karyanya untuk mencoba mengikuti kompetisi berikutnya, KAhoko memperlihatkan wajah kalau lukisan Mugino buruk tapi ia tetap mencoba memujinya menyampaikan Mugino niscaya bisa selevel Picasso. Khoko ini lucu banged, ia nggak bisa menyembunyikan wajahnya kalau ia memikirkan sesuatu, wajahnya berubah seiring moodnya, jadi pribadi ketebak. LOL.
Kemudian Kahoko tertarik dengan lukisan Munch The Scream dan berfikir kalau itu lukisan orang yang berteriak tapi Mugino menjelaskan kalau itu bekerjsama seseorang yang menutup telinganya, alasannya ada teriakan mengerikan disekitarnya.
KAhoko kemudian bertanya kenapa Mugino ingin menjadi pelukis dan Mugino menyampaikan itu alasannya ia suka melukis dan alasannya ada seseorang yang menyampaikan kalau ia akan menjadi the best artist suatu hari nanti.
Kahoko resah dan bertanya siapa?
Mugino shock alasannya KAhoko tidak ingat kata-katanya semalam HAHAHAHAHA. Cieeeeeeh, Mugi Mugi nih ya XD

Mugino bertanya kenapa Kahoko menanyakan hal itu dan Kahoko menjawab kalau ia sedang mencari pekerjaan yang bisa menciptakan orang senang menyerupai Mugino. Ia sudah mengunjungi daerah kerja keluarganya tapi ia belum mendapatkan petunjuk, Bibinya menyampaikan padanya kalau ia butuh kualifikasi untuk melakukannya.
Mugino tidak sepakat karena  menurutnya kualifikasi yaitu sesuatu yang gres bisa di dapatkan kalau kita sudah tetapkan apa yang harus kita lakukan. KAhoko sama sekali tidak mengerti, melihat wajah Kahoko, Mugino sudah tahu kalau Kahoko resah HAHAHHAHAHA. KAhoko memperlihatkan wajah depresinya dan Mugino mencoba menghiburnya dengan menyampaikan kalau Kahoko niscaya punya sesuatu yang bisa dilakukan, KAhoko bersemangat lagi da bertanya kira-kira apa itu. Mugino kesal alasannya itu yaitu sesuatu yang harus dipikirkan oleh KAhoko sendiri HAHAHAHHAHA. Kahoko murung lagi, Mugino menyuruhnya jangan memperlihatkan wajah menyerupai anjing kecil yang diabaikan dan KAhoko mulai tersenyum tapi Mugino tahu Kahoko memaksakan diri tersenyum, jadinya terlihat menakutkan HAHAHAHAHA. Kahoko kemudian menciptakan wajah depresi lagi.
MUgino jadi kesal dan jadinya mengerti, ia memperlihatkan saran pada KAhoko untuk mencoba membaca sebuah buku mengenai pekerjaan yang biasanya dibaca anak usia 13 tahun. Menurutnya buku itu gampang dimengerti untuk orang menyerupai Kahoko. Kahoko tiba-tiba jadi bersemangat lagi dan pribadi meninggalkan Mugino HAHAHAHHAA.
Kahoko berlari secepat kilat ke toko buku untuk membeli buku itu.

Malam harinya, Kahoko asik membaca buku dengan serius. Ayah cukup kagum alasannya jarang banged KAhoko membaca buku. Ibu yang sedang menyetrika juga awalnya resah alasannya Kahoko membeli buku, padahal Kahoko benci membaca.
KAhoko sedang menelusuri banyak sekali pekerjaan dan bertanya-tanya pekerjaan apa yang cocok untuknya, kalau ia menemukan satu, ia akan berteriak pada ibunya meminta pendapat.
KAhoko bertanya mengenai pekerjaan pramugari, ibunya menyampaikan KAhoko punya senyuman manis, jadi ia pikir cocok, tapi sayangnya Kahoko tidak cantik dalam bahasa Inggris.
KAhoko jadi tak bersemangat lagi dan kembali membaca, memikirkan banyak sekali macam pekejaan, pattisier, guru TK, guru, astronot, tukang bangunan, bahkan biksu.
IA mendapatkan ilham bagaimana dengan perangkai bunga dan ibu menyampaikan itu pekerjaan bagus, tapi KAhoko kan alergi bunga HAHHAHAHAHAHA.
PAda jadinya Kahoko tidak menemukan pekerjaan yang cocok dengannya, ibu menyuruhnya makan dulu dan berhenti membaca, ia kembali menyarakan biar Kahoko latihan jadi ibu rumah tangga saja, tapi Kahoko tidak sepakat alasannya nenek menyampaikan Kahoko dilarang menjadi ibu rumah tangga saja, alasannya itu pekerjaan yang sulit.

Tiba-tiba ada telpon masuk dan ibu tidak mengenal nomornya, jadi ia meminta ayah menjawabnya. Rupanya itu dari adik ibu  Kahoko yang menelpon dari daerah kerjanya, alasannya ia tidak mau buang-buang pulsa, ia harus ekonomis demi menyekolahkan anaknya Ito-chan ke luar negeri untuk menjadi cellist pro.
IA menelpon untuk mengajak keluarga Kahoko melihat kompetisi Ito tamat pekan nanti. Ibu kelihatan tidak terlalu tertarik tapi ia tidak bisa menolak.
KAlau saya lihat sih, ibu Kahoko ini merasa minder alasannya Ito-chan kelihatan begitu yakin akan impiannya sementara Kahoko sedang kesulitan mencari pekerjaan.

Keesokan harinya, Kahoko mengunjungi Ito-chan dan melihat Ito latihan dari beling pintu, ia kaget alasannya Ito kelihatan kesulitan bermain cello, tangannya terluka.
Kahoko sangat khawatir, ia pribadi masuk dan menanyakan keadaan Ito. Ito menyampaikan kalau ia baik-baik saja, cidera menyerupai itu biasa bagi pemain cello. Tapi Kahoko tetap khawatir.
Ito meminta Kahoko merahasiakan hal ini dari anggota keluarga lainnya. Kahoko mengerti.
Kahoko tiba untuk menanyakan kenapa Ito tetapkan bermain cello dan Ito menyampaikan kalau ia memang menyukai musik semenjak kecil, tapi ketika SD ia mendengar permainan cello seseorang, ia tersentuh dan gemetar, ketika itulah ia merasa ia menemukan apa yang ia ingin lakukan. Ia menyampaikan ia sangat menyukai cello, asalkan ia memiliki cello, ia akan baik-baik saja, bahkan kalau semua orang menghilang.
Kahoko tersenyum mendengar hal itu, dan bertanya-tanya apakah ia akan menemukan sesuatu menyerupai itu juga. Ito menyampaikan ia yakin kalau Kahoko akan menemukannya.
Kahoko merasa lega sehabis bicara dengan Ito, tapi ia tetap khawatir dengan cidera Ito.

Hari kompetisi cello, seluruh keluarga tiba mendukung Ito. Semuanya menyemangati Ito. Kahoko sendiri merasa tidak damai kalau menyimpan rahasia, pikirannya kelihatan tidak ada disana, tapi ia sudah komitmen kalau ia dilarang menyampaikan pada keluarga.
Setelah Ito masuk ke ruang tunggu, KAhoko masih kahwatir, ia ragu apakah ia harus menemui Ito atau  ikut keluarga ke daerah duduk penonton. Ia sangat ragu-ragu di pintu, masuk atau tidak dan ternyata Mugino melihat Ito dan menyapanya.
Mugino terkejut alasannya Kahoko mengenali seorang gadis kelihatan inteligent menyerupai Ito, ia bahkan menyampaikan kalau Ito yaitu tipe idelanya HAHAHHAHAHA.
Kahoko tidak terlalu mendengarkan Mugino alasannya pikirannya ada pada Ito, well, meskipun KAhoko menyampaikan kalau Ito yaitu sepupunya.
Kahoko bertanya kenapa Mugino ada disana dan Mugino menyampaikan kalau ia sedang kerja sambilan disana.
Kahoko kembali tidak peduli dan mulai bergerak ragu akan masuk atau tidak, ia resah sendiri dan Mugino juga resah dengan tingkah Kahoko, ia bahkan menirukan KAhoko, tapi belum sempat mereka mengobrol, Mugino dipanggil oleh bosnya dan meninggalkan Kahoko.

Ito ada di ruang tunggu sedang latihan dan pemain yang lain menyampaikan padanay untuk tidak perlu terlalu berusaha alasannya pemenangnya sudah ditentukan. Ito terkejut, yang lain menyampaikan mereka mendengar gosip kalau salah satu kepala juri yaitu kenalan si gadis dan sudah dipastikan ia akan memenangkan kompetisi ini.

Kahoko jadinya masuk dan duduk di samping ibunya, ia tidak damai sama sekali, ia terus melaksanakan gerakan aneh sehingga ibunya pikir Kahoko kebelet pengen ke toilet HAHAAHAHA.
Akhirnya giliran tampil Ito, Ito memainkan cello-nya dengan sangat baik dan semuanya terpesona, hanya hingga tiba-tiba tangannya sakit dan ia tak bisa meneruskan permainan, menciptakan semuanya shock.

Ito pingsan dan dibawa ke rumah sakit. seluruh keluarga khawatir dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. Kahoko masih dalam posisi kebelet ke toilet, alasannya ia tak tahan menyimpan rahasia.
Orang renta Ito kembali dari ruangan dokter dan menyampaikan Ito baik-baik saja, tapi kemungkinan besar Ito tak akan bisa bermain cello lagi dan menciptakan seluruh anggota keluarga shock. Ibu Ito menangis menyampaikan kalau ia selama ini tidak menyadari kalau anaknya memaksakan diri, hal ini menciptakan KAhoko sebagai satu-satunya yang mengetahui makin merasa tidak tenang.
Dalam situasi itu, Ibu Kahoko satu-satunya yang tidak panik dan ia mulai membagi kiprah semua orang, apa yang harus mereka lakukan di hadapan Ito. Tapi untuk hari ini ada baiknya mereka meninggalkan Ito sendirian.

Dan begitulah mereka pulang ke rumah untuk hari itu. TApi memang tidak bisa dipungkiri kalau ibu Kahoko malah kelihatan excited akan sesuatu, mungkin alasannya berfikir Ito ternyata tak sesempurna yang ia pikirkan? (Aku ga mau mikir buruk kalau ibu Kahoko senang Ito terluka, tapi kelihatan emang begitu sih).
Kahoko sendiri hatinya semakin berat, nafasnya tak tenang, alasannya menyimpan rahasia itu. KAwaii banged si Kahoko.
Di rumah, ketika makan malam, mereka menonton video masa kecil KAhoko dan Ito, Kahoko dan Ito ketika kecil sangat sangat manis, mereka berdua sangatlah akrab. Kahoko makin merasa bersalah dan jadinya ia mengakui pada ibunya kalau bekerjsama ia mengetahui mengenai cidera di lengan Ito, yang menciptakan ibu terkejut. Kahoko tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
Ibu malah menyampaikan padanya untuk tetap merahasiakan itu, alasannya nggak ada gunanya juga kalau Kahoko mengaku sekarang, toh Ito tidak akan kembali menyerupai semula.
Ayah benar-benar ingin menyampaikan sesuatu tapi ujung-ujungnya ia malah berkhayal menyampaikan hal baik pada istri dan anaknya LOL. Ini bapak kenapa kagak berani sih XD

Keesokan harinya di kampus, Kahoko makan bareng Mugino dan ia menceritakan mengenai hal itu, ia tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menciptakan Ito ceria. Mugino menyuruh Kahoko mencari online dan Kahoko menyampaikan ia sudah melakukannya, mencari bagaimana cara simpani pada orang yang kesusahan, atau bagaimana cara menghadapi kesulitan. Mugino bertanya apa jawabannya dan Kahoko menyampaikan mereka menulis pergi liburan atau melaksanakan sesuatu yang disukai.
Mugino tertawa, jadi hanya hal menyerupai itu yang muncul? Apa yang benar-benar ingin kau ketahui mengenai kehidupan, tidak bisa kau temukan di internet. Itulah maksudnya.
Tapi Kahoko tak peduli dengan hal itu dan bertanya pada mUgino apa yang harus ia lakukan. Mugino kesal alasannya ia gres saja menyampaikan sebuah quote yang cantik tapi KAhoko malah nggak mendengarkan HAHAHAHAHAHA.

Tapi tiba-tiba KAhoko mendapat ilham yang bagus, ia mendekat ke arah Mugino dan menyuruhnya menyampaikan sesuatu yang cantik pada Ito, menyerupai yang biasa Mugino lakukan padanya. Tentu saja mugino menolak alasannya ia tidak cantik dalam hal menyemangati orang lain. Kahoko memperlihatkan wajah puppy-nya dan meminta Mugino jangan menyampaikan hal menyerupai itu. Mugino jadi panik dan meminta Kahoko jangan memperlihatkan wajah menyerupai itu padanya. Mugino bahkan memalingkan wajahnya, takut tak bisa menolak seruan Kahoko.
Kahoko tak mengalah dan pergi ke arah satunya, menatap Mugino dengan lebih dekat lagi dengan wajah puppy-nya. Terlalu dekat, Kahoko tak peduli, ia makin mendekatkan hingga Mugino jadinya menyampaikan OK. HAHAHAHHAHAHAHAHAHAH. KAHOKO WHY YOU SO CUTE?!!!!

Mugino dan Kahoko di rumah sakit, takut Mugi kabur, Kahoko mendorongnya dari belakang, lucu bangeeeed, Mugino kok kayak sengaja gitu jadi Kahoko terus mendorongnya, meski Mugino menyampaikan berhenti mendorongnya alasannya ia akan pergi.
Aduh ini yang berdua saya ship juga lama-lama HAHAHAHAHHAHA *tapi Mitsuki udah pacaran sama Sakaken HAHAHAHHA.
begitu hingga ke ruang rawat inap Ito, Kahoko dan Mugino bersembunyi alasannya keluarga sangat ramai mengunjungi Ito. Mereka menunggu hingga semuanya pulang. Mugino tidak mengerti kenapa mereka bersembunyi, Kahoko menyampaikan ia tak tahu harus memperlihatkan wajah apa kalau bertemu mereka.

Setelah merasa aman, keduanya mengintip kamar Ito, Kahoko meminta Mugino masuk untuk menyampaikan sesuatu pada Ito. Tapi jadinya Mugino tetap merasa ini tidak benar, ia menyampaikan kalau menghibur seseorang yang sedang kesulitan bisa menjadikan side effect, alasannya bisa saja kita dianggap menyebalkan. Menurut Mugino mereka harus membiarkan Ito untuk sementara dan jangan menganggunya.
Kahoko bekerjsama nggak terlalu mengerti, meski ia kahwatir tapi ia sepakat dengan Mugino.

Kahoko dan Mugino kembali ke ruang seni. Mugino melanjutkan melukis sementara KAhoko mencari sesuatu di internet. Awalnya suasana damai hingga Kahoko berteriak alasannya ia menemukan sesuatu, tapi kemudian ia murung lagi alasannya menurutnya itu tidak bagus.
Mugino sama sekali nggak bisa damai dan bertanya apa yang bekerjsama Kahoko lakukan. Kahoko ternyata mencari website yang ada quote-nya, ia berfikir ia akan memakai quote itu untuk menghibur Ito.
Mugino jadi kesal lagi dan menyuruh Kahoko jangan melaksanakan hal menyerupai itu. Kahoko cemberut, bagaimana pun ia ingin melakuakan sesuatu untuk menghibur Ito.
Mugino menyampaikan kalau begitu kau bisa membuatkan ia sesuatu, cake misalnya, atau sesuatu yang ia sukai.
Kahoko menyampaikan kalau ia tidak pernah menciptakan sesuatu menyerupai itu, ia tak percaya diri.
Mugino menyampaikan Kahoko bisa meminta mama mengajarinya.
Kahoko menjawab, kalau saya meminta pemberian mama, pada jadinya mama akan menuntaskan semuanya sendirian.
Mugino naik darah lagi, sepakat oke oke, kalau begitu buatlah sesuatu yang bisa kau buat sendiri.

Kahoko menujukkan wajah berfikirnya, ia memainkan bola matanya, mencari sesuatu yang bisa ia buat sendiri. Kahoko berfikir sangat usang jadi Mugino khawatir jangan-jangan Kahoko tak bisa menciptakan apapun sendirian tapi kemudian Kahoko menemukan ide.
Ia bisa menciptakan bangau kertas dan ia bersemangat ia akan menciptakan bangau kertas untuk menyemangati Ito, ia bertanya-tanya kenapa ia nggak kepikiran menciptakan itu, alasannya itu kan hal yang biasa dibentuk untuk menyemangati seseorang yang sedang sakit.
Mugino menyampaikan kalau menciptakan 1000 bangau kertas butuh waktu lama. Kahoko kemudian terdiam.
Ia mendekati Mugino dan menatap dengan tatapan ‘tolong bantu aku’.
Mugino melirik dan mengerti arti tatapan itu, tentu saja ia menolak, ia harus menuntaskan lukisannya dan ia juga punya pekerjaan paruh waktu.
Kahoko tak peduli dan terus mendekati Mugino dengan tatapan puppy-nya dan Mugino menyuruhnya berheti menatapnya menyerupai itu.
Tapi Kahoko tidak peduli dan terus berusaha, Akhirnya Mugino mengalah dan menyampaikan ia akan membantu Kahoko dengan syarat 100 yen untuk satu bangau kertas. HAHAHHAHAHAHAAHHA.
Untuk 500 bangau, butuh 50000 yen, Mugino yakin Kahoko tak punya uang sebanyak itu. Kahoko hanya bengong menatap Mugino. Melihat tatapan itu, Mugino yakin Kahoko tidak mau melakukannya.
Makara ia tenang. LOL.

Malam harinya, Mugino sedang kerja sambilan dan Kahoko tiba-tiba tiba berlari dengan kecepatan penuh dan menabrak pagar pembatas jalan saking bersemangatnya HAHAHAHHAHA.
Kahoko membawa kertas untuk menciptakan bangau dan uang 50000 yen, sesuai komitmen biar Mugino membantunya. Mugino tentu saja terkejut dari mana Kahoko mendapat uang sebanayak itu. Kahoko menyampaikan ia mengambilnya dari tabungannya, ia selalu diberi uang tiap ia mengunjungi rumah kakek dan neneknya dan uangnya terkumpul begitu saja.
Mugino masih tidak mengerti, bagaimana kalau nanti Kahoko ingin membeli baju dan Kahoko menjawab ayahnya akan membelikan untuknya HAHAHHAHAHHAHA.
Pada akhirnya, Mugino tidak bisa menolak seruan Kahoko.

Malam itu, Mugino menciptakan 500 bangau kertas, sementara 500 lagi, Kahoko membuatnya dengan melawan rasa kantuknya. Sepertinya ini pertama kalinya KAhoko begadang seumur hidupnya.

Dan begitulah, 1000 bangau kertas selesai dalam semalam, Kahoko dan Mugino membawanya ke rumah sakit.
Kahoko terlihat ngantuk berat, jadi Mugino tahu kalau Kahoko begadang hingga pagi untuk menciptakan itu. Kahoko lucu banged, jalan sambil tidur hampir nabrak dinding HAHAHAHAHA.
Mugino hanya mengantar Kahoko hingga pintu kamar inap Ito, dan meninggalkannya. Kahoko memanggilnya kenapa Mugino tidak masuk bersamanya. Mugino memakai alasan kalau alasannya menciptakan bangau itu, proyek lukisannya jadi tertunda, ia harus segera menyelesaikannya.
Kahoko mengerti dan ia meminta maaf dan berterima kasih.
Mugino lemah pada wajah Kahoko yang kelihatan tidak tahu harus melaksanakan apa-apa dan jadinya ia kembali mendekati Kahoko dan memberinya sedikit nasehat, sehabis memperlihatkan bunga dan bangau kertasnya, KAhoko jangan bicara terlalu banyak dan segera pulang, ia yakin Ito sedang tidak ingin diganggu dan dikasihani. Kahoko mengerti.

Setelah Mugino pulang, Kahoko jadinya masuk ke kamar Ito.
Ia awalnya melaksanakan menyerupai yang disuruh Mugino, masuk memperlihatkan bunga dan bangaunya, bicara sedikit dan akan pulang. Ito meminta Kahoko jangan mengkhawatirkannya alasannya ia meminta Kahoko merahasiakan cideranya dari keluarga.
Ito menyampaikan meski Kahoko menyampaikan pada keluarga atau tidak, itu tak akan merubah semuanya. Ia menyampaikan ketika keluarga menyampaikan ia tidak bisa bermain cello lagi, itu membuatnya ingin tertawa, itu sama menyerupai bertanya padanya apa yang harus ia lakukan kini sementara satu-satunya yang ia punya hanya cello.

Kahoko berfikir untuk menanggapi hal itu, tapi ia resah mau menyampaikan apa dan disitulah duduk masalah dimulai, ketika Kahoko tidak tahu harus bicara apa, ia mengeluarkan hasil search di internet, ternyata Kahoko sudah menciptakan kliping quote-quote itu dan memperlihatkan pada Ito, kata-kata penyemangat dan apa yang harus dilakukan kalau kita kehilangan kemampuan, menyerupai seorang pianis yang tak bisa bermain piano dengan normal tapi bisa melaksanakan dengan satu tangan, atau mencoba hal lain menyerupai menyanyi. Tapi KAhoko yakin kalau Ito akan pulih, kakek, nenek, paman, bibi semuanya menyukai permainan Ito dan mereka ingin melihat Ito tampil lagi. Karena Ito pintar, Ito akan baik-baik saja, ia yakin keajaiban akan terjadi dan sesuatu menyerupai itu.
Hal itu menciptakan Ito sangat kesal, ia menyampaikan ia tahu mengenai hal itu, makanya ia berusaha terlihat baik-baik saja, tapi ia tak suka cara KAhoko yang seolah mengguruinya.
Kahoko terkejut dan bertanya ada apa dengan Ito. Ito menyampaikan kalau ini yaitu dirinya yang sebenarnya. Karena kau disini saya akan menyampaikan padamu, sebenarnya, saya sangat membenci keluarga kita! Ulang tahun, kelulusan, golden week, obon, kita selalu berkumpul, itu sangat menyebalkan! Aku pergi hanya alasannya saya akan mendapatkan uang disana,  tapi kenapa saya harus memainkan cello di hadapan orang yang tidak tahu apa-apa menyerupai kalian?! Dan terlebih lagi, kau, kau yaitu orang yang paling saya benci! Kau tidak memiliki kemampuan apapun, mereka selalu memanggilmu cute dan membelikanmu apapun! Seekor ikan mas yang berenang di akuarium nyaman sepertimu, tidak akan mengerti bagaimana rasa sakitku, bagaimana depresinya saya yang berenang di lautan luas! Kau bahkan membawakan benda kurang cerdik menyerupai ini dan berusaha menghiburku?! PERGI! TINGGALKAN AKU!

Kahoko shock dengan apa yang gres saja ia dengar, Ito yang biasanya manis dan selalu tersenyum menyampaikan kalau ia benci keluarga mereka dan membencinya. Kahoko terduduk sambil menutup telinganya, menyerupai lukisan The Scream Munch.
Ito sangat murka pada KAhoko dan melempar bunga serta 1000 bangau kertas yang dibawakan Kahoko, sementara KAhoko berjongkok di sudut dan masih shock.
Kahoko meninggalkan rumah sakit sambil terus menutup telinganya, kata-kata Ito, teriakan Ito terngiang-ngiang di telinganya.
Ia kembali ke apartemen malam itu, menciptakan ibunya khawatir alasannya ibu terus menunggu di stasiun tapi Kahoko tidak kelihatan. Kahoko ingin menyampaikan apa yang terjadi pada ibunya, tapi pada jadinya ia tak bisa mengatakannya.

 

Saat ia masuk ke rumah, ibu Ito ternyata disana sedang berdiskusi dengan ayah mengenai dokter yang akan merawat Ito. Ibu Kahoko menyampaikan kalau Kahoko gres menjenguk Ito dan Ibu Ito senang sekali berharap Kahoko terus mengunjungi Ito. Kahoko mengerti, tapi sikapnya aneh, ia menyerupai kehilangan arah dan tidak tenang, ia masuk ke kamarnya dan menciptakan semuanay khawatir.
Kahoko kembali menutup telinganya alasannya bunyi Ito masih terngiang-ngiang di telinganya.

Tiba-tiba ia mendengar bunyi seseorang melempar jendelanya dengan kerikil. Kahoko terkejut dan melihat keluar.
Awwwwwwwww, Mugino ada disana dengan kereta pengantar pizza-nya, Kahoko tentu saja kaget. Mugino mengkawatirkan Kahoko, jadi sekalian lewat, ia ingin bertanya bagaimana hasil pertemuan Kahoko dan Ito.
Kahoko ingin mencoba menjelaskan tapi ia tak bisa berteriak alasannya akan kedengaran orang tuanya, jadi ia menyuruh Mugino menunggunya di kuil dekat rumah.

btw ini nih Munch’s ‘The Scream’ XD

Mugino menunggu Kahoko di kuil dan melihat itu berlari dengan kecepatan tinggi ke arahnya tanpa rem LOL, kebiasaan Kahoko, jadi  Kahoko hampir menabrak Mugino.
Mugino bertanya apa Kahoko keluar rahasia dan nggak takut dimarahi mama?
Kahoko berfikir tapi lebih penting lagi ia ingin membicarakan duduk masalah Ito. Tapi belum sempat Kahoko bicara, bunyi Ito kembali muncul dan Kahoko menutup telinganya. Mugino bertanya ada apa. Kahoko menciptakan verbal menyerupai Munch The Scream dan Mugino berjongkok untuk melihat keadaan Kahoko.
Kahoko menyampaikan ini yaitu pertama kalinya. Mugino pribadi mengerti, Apakah Ito menyampaikan sesuatu yang kejam padamu?
Kahoko membenarkan. Mugino mencoba menenangkan KAhoko, ketika seseorang kehilangan harapan yang ingin mereka raih, mereka akan sangat murka kalau seseorang yang carefree sepertimu mencoba menghibur mereka.
Kahoko masih tidak mengerti, tapi… kenapa anak baik menyerupai Ito… menyampaikan hal menyerupai itu….
Mugino menyampaikan kalau itu sama sekali tidak mengejurkan. Setiap orang memiliki 2 wajah. Kau lah yang aneh alasannya tidak pernah mengalami pengalaman menyerupai ini. Sekarang kau mengerti tanggapan yang kau lakukan kan?

Kahoko masih tidak mengerti, ia mulai jalan sana sini dengan panik, kenapa bunyi Ito terus terngiang-ngiang di telinganya. Terlebih lagi kalau sesuatu terjadi di sekolah, ia akan dengan gampang mengatakannya pada mama, tapi ia tidak bisa menyampaikan hal menyerupai ini pada mamanya. Kalau ia mengatakannya, Mama dan bibinya niscaya akan bertengkar.
Mugino mendekati Kahoko dan memegang bahunya, Ia menyampaikan ia mengerti. Ia menatap Kahoko dan berkata, untuk sekarang, menangislah.
Kahoko menatap Mugino, huh?
Mugino menyampaikan bagaimana Kahoko bertindak kini sangatlah tidak dewasa, tapi kau sama sekali tidak melaksanakan hal yang salah, kan? Merahasian itu dari mama bukanlah sesuatu yang salah. Itu yaitu kebaikanmu. Makara jangan menyalahkan dirimu sendiri. Sekarang kau harusnya sedang shock dan merasa terluka, jadi menangislah dan lupakan hal itu.
Kahoko terdiam. Mugino memukul dadanya sendiri dan menyuruh Kahoko menangis di dadanya, ia akan meminjamkannya pada KAhoko. Kahoko bengong menatapnya. Mugino menyampaikan kalau ia hanya bercanda tapi Kahoko sudah berjalan ke arahnya dan menjatuhkan diri di pelukan Mugino, hingga Mugino jatuh terduduk di kursi.
Dan ia masih sempat berteriak kalau ia bercanda hHAHAHAHAHHAHAHA.

Kahoko tidak peduli dan mulai menangis sekeras-kerasnya di dada Mugino, Mugino masih mencoba menciptakan Kahoko pulang kerumah untuk menangis HAHHAHAHAHA.
Posisi yang awkward dan Mugino tidak tahu harus bagaimana, orang-orang lewat dan menatap mereka jadi Mugino menyuruh Kahoko menangis dengan bunyi kecil. Lucunya, Kahoko berdasarkan dan mencoba menangis tanpa bunyi tapi malah membuatnya jadi mual dan akah muntah HAHAHAHAHHAHAHAHAHA.
Akhirnya Mugino menyuruhnya menangis dengan nyaman dan Kahoko memangis lagi. Mugino hanya bisa menghela nafas menatapnya dan membelai punggung Kahoko. Ia mengatakan, mulai kini kalau ada sesuatu yang tidak bisa kau katakan pada mama, saya akan mendengarkanmu, oke.
AWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWWW KENAPA SWEET BANGED!!! ADUH MUGI MUGI xd xd

Kahoko terus menangis dan Mugino menepuk punggung Kahoko. Kahoko tiba-tiba mengangkat wajahnya dan menatap ke mata Mugino. Mugino kali ini tidak mengerti apa arti tatapan itu.
Kahoko berkata, Mugino-kun… Cukup mengejutkan kau bisa sebaik ini.
Mugino bingung, Apa?
Kahoko bertanya, apakah ini wajah keduamu?
Kahoko mendekatkan wajahnya ke wajah Mugino. Mugino mengerutkan kening dan menghindari tatapan Kahoko, well, saya rasa kau bisa menyebutnya begitu.
Kahoko tersenyum, ah, jadi begituuuuuuuuuuuuuuuuuuuu….
Dan Kahoko lanjut menangis di dada Mugino hHAHAHHAHAHHAHA Kali ini tangisan dengan senyuman. Mugino mencoba melepaskan diri tapi ia tak bisa LOL.

Sementara itu di rumah sakit, Ito tampaknya merasa bersalah pada Kahoko, tapi ia tetap terluka alasannya ia tidak bisa bermain cello lagi.
Ia menangis sendirian di ruangan yang gelap itu.

Sehabis menangis, Kahoko pribadi tertidur.
Mugino menjadi korban kedua kalinya untuk mengantar Kahoko ke rumahnya, alasannya percuma saja membangunkan Kahoko, nggak akan bangun-bangun.
Ia berencana melaksanakan hal menyerupai sebelumnya, mengantar Kahoko ke depan pintu rumah, meletakkan Kahoko didepan pintu, menekan bel dan lari. Recana sempurna, hingga tiba-tiba pintu apartemen terbuka, ayah dan ibu Kahoko keluar, melihat puterinya ada di punggung laki-laki yang mereka kenal. Mugino terkejut. Oh. My. God.

-The End-

Komentar:

wkkwkwkwkkwkwkwkwkkwkwkw ini drama makin makin cute!!!
Aku suka banged, drama yang paling saya nantikan setiap minggunya.
Mitsuki Takahatan itu lho, ya ampun, kok cute banged gitu!!! Gemesssssssss!!
Memang tatapannya itu, nggak ada yang bisa melepaskan diri kalau udah di tatap sama Kahoko.

Aku suka banged sama Mugino. Dia sering kesal alasannya kepolosan Kahoko, tapi ternyata KAhoko menjadi salah satu penyemangatnya untuk tidak berhenti melukis. Selain itu ia jadi nggak bisa membiarkan Kahoko sendirian alasannya KAhoko tidak tahu apa-apa.
IA juga jadi mengkhawatirkan Kahoko dan mulai membuka hatinya. Saat ia menyampaikan kalau ia akan mendengarkan keluh kesah Kahoko, itu sudah lampu hijau ya, cieeeeeeeh, orang kaya Mugino jadinya tersihir sama Kahoko. LOL.
Mereka berdua cocok banged, tapi kayaknya belum cantik kalau pacaran, hubungan menyerupai ini aja udah manis HAHAHAHHA, Sedikit spoiler sih episode 3 nanti Kahoko di tolak LOL
Nggak apa sih, asalkan meski ditolak mereka masih menghabiskan waktu bersama.
Cuma alasannya ini dorama dan bukan romance juga, saya khawatir hingga tamat hubungan mereka berdua gitu-gitu aja wkkkwkwkw.

Kahoko memang polos, nggak punya pengalaman, nggak tahu apa-apa, tapi ia baik banged. Aku ingin tau wajah kedua Kahoko menyerupai apa ya?
Aku suka ketika Mugino menyampaikan insan punya 2 wajah dan ia memang benar. Tiap orang, saya rasa memang punya dua wajah. Lihat aja diri sendiri LOL.
MUgino ini Quote-nya asik-asik nih, tapi saya nggak sempat mengumpulkan. Aku suka quote-nya mengenai ‘Apa yang bekerjsama ingin kau ketahui mengenai kehidupan tidak bisa ditemukan di internet’.
Bener banged sih, internet mungkin berisi 1001 lebih informasi, tapi tetap saja, ada hal-hal yang tidak bisa kau temukan disana. Kita harus mengalaminya dulu gres merasakannya.

Mengenai Ito yang membenci keluarga, saya cukup shock. Sejak awal saya pikir Ito memang tidak menyukai Kahoko, menurutku masuk akal sih, tapi ternyata ia membenci keluarganya dalam artian, ia males banged kumpul-kumpul disetiap ada kesempatan. Apakah ada ayng begitu?
Kalau memang ada saya rasa perasaan itu dihilangkan deh. Semakin remaja kamu, maka akan semakin sedikit waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Coba bandingkan kau kini dan ketika kau kecil, seberapa sering sih berkumpul bareng keluarga besar?
Kalau saya pribadi, memang semakin remaja waktu berkumpul dengan keluarga besar memang semakin sangat berkurang, paling tidak itu sekali setahun ya ketika lebaran.
Bahkan dengan keluarga sendiri juga begitu, semenjak mulai tinggal sendiri, nggak punya banyak waktu, atau ketika kau pulang mungkin saudara yang lain nggak lengkap dan lain sebagainya.
Makara berdasarkan saya ya, yang masih punya banyak waktu ngumpul bareng keluarga itu harus menghargai waktu itu. Karena bisa jadi itu yaitu ketika terakhir menghabiskan waktu bersama. Makara kalau ada kesempatan, jangan cari-cari alasan, apalagi yang bekerjasama dengan keluarga ini.

Aku ingin tau jadi apa kira-kira pekerjaan yang cocok dengan Kahoko?
Dalam drama ini, ia proses pencarian jati diri, apa yang ia inginkan dan pekerjaan apa yang sesuai dengannya.
Aku ingin tau apa yang penulis pikirkan, ia mungkin sudah punya endingnya nanti.
Mugino mungkin akan berhasil dengan kompetisinya ya.
Ito mungkin akan kembali sembuh dan mulai bermain cello dari awal.
Dnn saya harap ibu Kahoko berhenti iri pada It. Atau mungkin ibunya nggak iri, cuma ia khawatirsama Kahoko, kalau Kahoko dan Ito sering bersama nanti Kahoko jadi membandingkan diri?
Dan ayah juga, tolong lebih tegas, kasian keseringan berkhayal memperlihatkan nasehat pada keluarganya, tapi nggak bisa ngomong pribadi lol.

Continue Reading

More in Dorama

To Top