Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 3 – Part 1

Dorama

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 3 – Part 1

Kembali ke sinopsis Kahogo no Kahoko, setiap episode drama ini semakin seru aja. Baper sama korelasi Kahoko dan Mugino, cute banged mereka berdua. Tapi di episode ini makin kesal sama mamanya Mineko. Overprotective banged. Ya sesuai judulnya sih, ia kayak nggak mau kehilangan anaknya alias nggak mau anaknya tergantung sama orang lain selain dirinya. Hmmmm

Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 3

Ending episode 2 kemarin ialah orang renta Kahoko melihat Kahoko digendong oleh Mugino. Tapi awal episode 3 dimulai dengan Kahoko yang tidur di kamarnya sambil senyam senyum dan ia bermimpi mengenai tragedi semalam dikala ia menangis di pelukan Mugino yang berujung pada dirinya yang akan mencium Mugino, untung Mugino menghentikannya dan menyuruh Kahoko bangkit alasannya ialah di dunia konkret hal menyerupai ini tak akan terjadi, ini ialah mimpi Kahoko.
Dan Kahoko eksklusif tersentak bangun. Kahoko masih belum mengembalikan pikirannya dan ibunya masuk untuk membangunkannya menyerupai biasa. Ibu terkejut melihat Kahoko sudah bangkit padahal selama 22 tahun ini Kahoko nggak akan bangkit kalau nggak dibangunkan ibunya.
Ibu berfikir kalau Kahoko tidak sanggup tidur semalam atau Kahoko bermimpi buruk, tapi tentu saja KAhoko membantah hal itu. Ia tidak mau menceritakan pada ibunya dan kabur dengan alasan ke toilet. Ibu terkejut.

Sbangun pagi ialah perubahan pada Kahoko, tapi kebiasaannya meminta ibu memilihkannya baju belum berubah, meski kali ini ia kelihatan tidak suka dengan baju pilihan ibunya untuk digunakan hari ini.
KAhoko kemudian bertanya mengenai tragedi semalam, ia ketiduran jadi ia tak ingat, tapi ia yakin Mugino mengantarkannya pulang. Ibu hanya terdiam. Kahoko bertanya apakah Mugino menyampaikan sesuatu.

Lalu flashback ke tragedi semalam, Mugino panik melihat orang renta Kahoko dan mencoba menjelaskan apa  yang terjadi. Mugino berbohong menyampaikan kalau ia yang memanggil Kahoko keluar untuk meminta saran akan sesuatu. Ibu tak peduli dan terkejut melihat bekas air mata Kahoko dan menuduh Mugino melaksanakan sesuatu pada Kahoko yang menciptakan Kahoko menangis.
Mugino mencoba menjelaskan kalau malam itu mereka bicara mengenai pekerjaan dan bagaimana KAhoko kesulitan mendapat pekerjaan, alasannya ialah itu Kahoko menangis, alasannya ialah ia sedikit membentak Kahoko.
Ibu memohon pada mugino untuk tidak mendekati puterinya lagi, melaksanakan sesuatu yang menciptakan Kahoko salah paham. Karena Kahoko tidak pernah ragu pada seseorang, ia selalu mempercayai orang lain dan gampang ditipu. Ibu kelihatan banged menuduh Mugino meski Mugino menyampaikan kalau ia tak berniat buruk.
Ayah segera menghentikan mereka dengan mengajak ibu membawa Kahoko ke rumah. Ibu sekali lagi meminta Mugino jangan menemui Kahoko lagi, alasannya ialah mereka hidup di dunia yang sangat berbeda.
Mugino tampaknya kelihatan sedikit terluka, tapi ia tak terlalu memikirkan hal itu dan permisi dengan gayanya yang lucu, menyampaikan kalau ia akan menghilang.

Kembali ke ibu dan Kahoko, ibu menyuruh Kahoko jangan dekat-dekat dengan stalker menyerupai Mugino. Kahoko menyampaikan kalau ibunya salah, ia lah yang memanggil Mugino untuk meminta saran dan ibu menyampaikan Kahoko sanggup saja berdiskusi dengan ibu kenapa malah memanggil stranger.
Kahoko kemudian mengingat tragedi mengenai Ito dan ia masih tak sanggup menyampaikan pada ibu. Meski ia hampir keceplosan menyebutkan nama Ito. Kahoko menyampaikan ia hanya meminta saran pada Mugino bagaimana menciptakan Ito ceria lagi, dan ia menyampaikan kalau Mugino bukanlah orang jahat.
Tapi ibu tetap tidak percaya, ia mengingatkan Kahoko sudah pulang tak sadarkan diri (karena tertidur) sebanyak dua kali, bagaimana kalau Mugino melaksanakan sesuatu pada Kahoko? Ibu mengingatkan Kahoko kalau semua laki-laki seumuran Mugino ialah serigala.
Kahoko tidak mengerti dan ia berfikir. Ia kemudian membayangkan dirinya yang tidur diserang serigala Mugi HAAHAHAHAHAHA.

Kahoko kemudian menatap ayahnya dan bertanya apakah ayahnya dulu ialah serigala HAHAHAHAHHAHA.
Ayah tak sanggup menjawab langsung, alasannya ialah aklau ia bilang tidak artinya ia bohong, tapi kalau ia mengaku ia akan terlihat jelek di mata puterinya yang manis HAHAHAHAHAHA.
Ibu menyampaikan kalau ia akan menemukan seseorang yang cocok dengan Kahoko. Kahoko selama ini selalu mengikuti pilihannya dan ia tak pernah salah.
Kahoko membisu saja tapi eskpresi wajahnya memperlihatkan kalau ia tidak setuju.
Lucunya ayah dan anak ini menciptakan lisan wajah yang sama HHAHAHAHAHA.

Istirahat makan siang di kampus, Kahoko menyerupai kehilangan pikirannya. Ia melihat pasangan yang mesra berjalan dihadapannya dan pasangan yang makan dengan mesra didekatnya. Kahoko hanya menatap keduanya sementara ia sendirian.
Kemudian seseorang berbaju hitam lewat dan Kahoko eksklusif berdiri berfikir itu ialah Mugino. Dan ternyata ia salah orang. EAAAAAAAA Kahoko kayaknya kangen Mugino HAHAHAHHAHHA.
Kahoko kelihatan duka banged. Pada akhirnya, meski ia dihentikan oleh mama, ia tetap pergi ke studio seni.

Kahoko ragu-ragu untuk membuka pintu. Ia teringat bayangan serigala Mugi dan tetapkan untuk pergi saja, tapi malah berpapasan dengan Mugino yang gres datang. Mugino bertanya kenapa kahoko tiba ke kampus padahal ini ialah liburan demam isu panas. Ia juga mengingatkan kalau ibu Kahoko melarang mereka bertemu jadi ia menyuruh Kahoko, jadi ia menyuruh Kahoko pulang. Kahoko kelihatan kecewa dan ia mulai menunduk dengan wajah sedih, ia melangkah akan pergi.
Mugino risih dengan raut wajah Kahoko dan memanggilnya kembali, ia meminta ponsel Kahoko dan memasukkan nomornya disana. Menurutnya ibu hanya melarang mereka bertemu tapi tidak melarang mereka bicara di telpon, jadi mereka sanggup saling telponan. Kahoko merasa itu inspirasi yang sangat bagus. Tak lupa Mugino mengingatkan kalau Kahoko yang harus menelpon, ekonomis pulsa HAHHAAAHAHAHAHHA.

Kahoko kemudian keluar dan mulai menelpon Mugino, ujung-ujungnya mereka hanya terpisah dinding HAHAHHAHH
Kahoko kemudian mulai bertanya apakah Mugino akan melukis selama liburan ini, apakah Mugino tidak akan pergi liburan, kencan misalnya. Kahoko menanyakan dengan hati-hati, untuk mengetahui apakah Mugino punya pacar.
Senyuman eksklusif mekar di wajah Kahoko dikala Mugino menyampaikan ia tak punya pacar HAHAHAHAHAHA. IA pikir Mugino niscaya punya alasannya ialah Mugino kelihatan populer. Mugino menyampaikan ia tak pernah memikirkan wacana pacaran. Kahoko kemudian ingin tau perempuan ideal Mugino dan Mugino agak bersemangat menjawabnya, ia menyampaikan ia suka seseorang yang rapi, pintar, kalem, jujur, seksi dan yang paling penting orang itu harus punya harapan atau tahu apa yang ingin ia lakukan dalam hidup.
Kahoko kemudian menatap dirinya sendiri yang tidak seksi dan tidak tahu apa impiannya. Ia kelihatan tidak bersemangat dan menyampaikan kalau tipe ideal Mugino bertolak belakang dengan dirinya HHAHHAHAHAHAHHA.
Mugino bertanya kenapa Kahoko menanyakan hal menyerupai itu dan ia menebak kalau Kahoko sedang menyukai seseorang. Kahoko membenarkan dan Mugino ingin tau siapa orangnya.
Kahoko menyampaikan kalau laki-laki itu hambar dan lidahnya tajam, tapi ia orang baik, memiliki impian….
Mugino mengerutkan keningnya, HAH? Bukankah itu aku?
HAHHAHAHAHAHAHAHAHA

Kahoko shock alasannya ialah ia ketahuan, ia gugup dan akan membenarkan tapi Mugino malah menyampaikan kalau ia bercanda, alasannya ialah tak mungkin Kahoko menyukainya, dan kalau mereka jadian juga mereka tidak akan cocok satu sama lain. Mendengar itu Kahoko kecewa.
Mugino menyampaikan kalau Kahoko butuh nasehat cinta, Kahoko sanggup menelponnya kapan saja, kalau Kahoko melaksanakan menyerupai yang ia katakan, maka laki-laki itu niscaya jatuh cinta padanya. Kahoko mengerti, Kahoko kelihatan senang hanya dengan hal itu HAHAHHAAHHA.
Tiba-tiba ada telpon masuk dan Kahoko harus tetapkan sambungan dengan Mugino. Itu telpon dari ibu Ito yang bertanya apakah sesuatu terjadi pada Ito, alasannya ialah Ito menolak bicara, dan menyuruh bertanya pada Kahoko mengenai apa yang terjadi. Kahoko terkejut tapi ia tak sanggup mengatakannya, ia alhasil menyampaikan tidak ada apa-apa.
Bibinya meminta Kahoko mengunjungi Ito lagi, alasannya ialah ia pikir Ito akan bicara pada Kahoko. KAhoko mengerti.

Kahoko masih tidak percaya diri menemui Ito sendirian jadi ia menyeret Mugino ikut bersamanya, lebih tepatnya ia meminta Mugino bicara pada Ito.
Meski Mugino tak mengerti kenapa ia harus menemui Ito, Mugino tetap saja ikut ke rumah sakit LOL.
Kahoko menyampaikan kalau Mugino pernah menyampaikan Ito ialah tipenya, Mugino tidak mengerti alasannya ialah tentu saja ini dan itu berbeda.
Kahoko menyampaikan ia pikir Ito tidak ingin bertemu dengannya, jadi ia meminta tolong supaya Mugino yang menemuinya. MUgino tentu saja menolak, tapi Kahoko mulai memasang wajah puppy-nya dan Mugino hampir menyumpah alasannya ialah Kahoko ini begitu merepotkan HAHAHHAAHAHAHA.
Tapi alhasil meski mengeluh dan mengeluh, Mugino mau menemui Ito. EHAAAKKK, perjaka baik XD

Mugino masuk ke kamar Ito dan ia merasa agak aneh alasannya ialah ini pertama kali mereka bertemu, ia memperkenalkan diri sebagai teman Kahoko.
Ia bertanya bagaimana keadaan Ito, ia mengetahuinya alasannya ialah ia ada di lokasi tragedi dikala itu. Ia merasa kalau niscaya aneh ia menanyakan ini alasannya ialah mereka gres pertama bertemu, tapi ia mengerti perasaan Ito yang sebal pada Kahoko waktu itu, dan ia bertanya apakah Ito mau memaafkan KAhoko, alasannya ialah Ito juga tahu kalau Kahoko tidak bermaksud apa-apa dikala itu.
Ito membisu saja. Mugino menyampaikan kalau ia seorang seniman juga, kalau ada yang menyuruhnya untuk tidak melukis lagi ia juga akan sangat membencinya. Ia melihat penampilan Ito waktu itu, ia sanggup melihat kalau Ito sangat menyukai musik, jadi ia harap Ito tidak keluar dari dunia musik.
Tiba-tiba Mugino merasa kalau ia sudah kelewatan dan ia juga agak malu, ia meminta Ito melupakan apa yang ia katakan dan menyampaikan ia akan menghilang dari sana.
Mugino bersiap keluar tapi Ito menghentikannya, ia ingin melihat lukisan Mugino.

Mugino memperlihatkan buku sketsanya dan Ito melihat satu per satu gambar disana. Ia melihat gambar Kahoko disana dan menyampaikan itu ialah sebuah gambar yang bagus.
Ito kemudian melihat lukisan dirinya disana dan Mugino panik dan meminta maaf alasannya ialah ia menggambar tanpa izin. Tapi Ito ingin melihat gambar itu lebih lama.
Ito menatap lukisan dirinya yang digambar Mugino dan ia mulai menangis.
Kahoko melihat keduanya dari luar dan tiba-tiba ia merasa sedih. Kahoko meninggalkan daerah itu.

Kahoko berjalan di lobi rumah sakit sambil menunduk sehingga ia tak sadar kalau ia berselisih dengan bibinya (bukan ibu Ito, anak bungsu neneknya dari pihak ibu). Bibi menyapa Kahoko dan Kahoko mengembalikan kesadarannya.
Bibi bertanya ada apa dan Kahoko menyampaikan tidak ada apa-apa. Bibi menyampaikan kalau ia akan menjenguk Ito tapi Kahoko menghalanginya alasannya ialah Ito ada tamu dan bibi mengerti. Kahoko mengajak bibinya duduk alasannya ialah ia ingin menanyakan sesuatu.
Ia bertanya pada bibinya kenapa bibinya tetapkan menikah dengan pamannya. Bibi berfikir dan menyampaikan dikala pertama bertemu ia pikir mereka berdua cocok dan ia eksklusif berfikir kalau ia menemukan takdirnya. Karena ia juga sudah berumur dan berfikir ia tidak ingin menghabiskan sisa hidupnya sendirian.

Kahoko dan bibi pergi menemui suami bibinya dan menanyakan hal yang sama, balasan paman ialah alasannya ialah bibi Kahoko selalu baik, ia merasa senang hanya dengan berdua bersama bibi. Bibi bahkan hingga malu LOL. Bibi dan Paman ini masih pengantin gres jadi masih mesra-mesranya.
Bibi memperlihatkan bekal pada paman dan Kahoko tersenyum melihat kemesraan mereka.

Paman melaksanakan tugasnya sementara bibi dan Kahoko memandanginya. Bibi menyampaikan kalau paman selalu baik pada belum dewasa meskipun anak itu terlihat menyerupai preman, ia menyampaikan kalau mereka tidak akan melaksanakan hal buruk.
Kahoko menyampaikan ia bertanya-tanya apakah ia akan menemukan seseorang yang ditakdirkan bersamanya,orang menyerupai pamannya.
Bibi eksklusif mengerti dan bertanya apakah Kahoko sedang menyukai seseorang. Kahoko tidak mengerti, hanya saja ia mencicipi sesuatu didadanya dan bibinya menyampaikan kalau itu ialah cinta. Bibi senang banged Kahoko alhasil menemukan cinta pertamanya.
Kahoko masih tidak mengerti akan cinta dan bibi bertanya apakah Kahoko sudah menembak orang itu. Kahoko panik dan menyampaikan kalau tipe ideal orang itu bertolak belakang dengannya. Bibi tersenyum dan memintanya jangan memikirkan hal menyerupai itu. Kahoko harus memiliki keberanian, alasannya ialah Kahoko tidak sanggup bersama ibunya selamanya, Kahoko harus menemukan seseorang yang ia percayai, yang akan mendukungnya.
Kahoko mengerti.

Malam harinya, di kamarnya, Kahoko searching mengenai bagaimana cara menyatakan perasaan pada orang yang kau suka. Tentu saja hasil yang keluar ada banyak, menyerupai lihat eksklusif ke mata orangnya, kadang lebih baik melalui telpon atau sms, memakai bahasa informal, eksklusif bilang lets go out, jangan ragu untuk mendekati pasangan, gunakan kata ‘suka’ dalam percakapan, gunakan sentuhan, memanggil dengan nama depan dan Kahoko galau mau pilih yang mana, dan lagi menurutnya mustahil ia sanggup memanggil Mugino dengan ‘Hajime.
Saat Kahoko sedang serius, tiba-tiba ayahnya masuk. Kahoko shock dan eksklusif melompat ke laptopnya, menutup lamptopnya, ayah terkejut melihat reaksi puterinya dan meminta maaf. Ia menyampaikan ini saatnya makan malam. Ayah kemudian akan keluar dan Kahoko gres ingat ia belum bertanya pada ayahnya.
Kahoko kemudian bertanya kenapa ayahnya sanggup jatuh cinta pada ibunya, siapa yang nembak duluan dlsb, ayah senang ditanya puterinya dan menutup pintu supaya ibu tak mengdengarkan percakapan mereka.
Ayah menyampaikan kalau ia tidak terlalu ingat akan hal itu dan Kahoko tampak kecewa. Ayah eksklusif tau melihat reaksi Kahoko dan mencoba mengingatnya lagi, ia menyampaikan dikala ia memakan bento buatan ibu, ia berfikir ia akan menikahi ibu. Kahoko mengangguk mengerti.

KAhoko makan malam sambil berfikir dan ayah memperhatikannya sedari tadi. IA bertanya-tanya kenapa Kahoko jadi begitu.
Kahoko meminta ibunya mengajarinya menciptakan bento dan ibu mulai curiga, bertanya apakah Kahoko akan membuatkannya untuk seseorang. Kahoko dengan gugup menjawab kalau ia ingin menciptakan bento-nya sendiri.
Tapi ibu tentu tak percaya begitu saja, ia bertanya apakah KAhoko masih menemui Mugino dan Kahoko menyampaikan ia tidak menemui Mugino lagi.
Ibu mengerti. ayah menatap Kahoko dan berfikir kalau tampaknya akan ada perang di rumah mereka nantinya.

Keesokan harinya, Mugino di studio sedang melukis dan ia kelihatan tidak puas dengan lukisannya. Ia masih menyimpan daerah cat minyak yang dulu diberikan KAhoko padanya dan menatap itu. Ia juga mengambil buku sketsanya, tapi kemudian ia mendapat telpon dari Kahoko. Kahoko sendiri ada di pintu, berjinjit dengan lucu, tentu saja ia tak membuka pintu alasannya ialah mereka kan nggak boleh ketemu XD
Mugino protes alasannya ialah Kahoko menghilang waktu itu di rumah sakit, ia jadinya panik. Kahoko meminta maaf, alasannya ialah berjalan lancar jadi ia tidak ingin mengganggu, jadinya ia pergi.
Mugino mengerti dan ia membenarkan kalau ia dan Ito cocok, ia bahkan memuji-muji Ito. Mugino kemudian bertanya mengenai laki-laki yang disukai Kahoko, menurutnya Kahoko harus cepat melaksanakan sesuatu, kalau tidak laki-laki itu sanggup diambil orang lain.
Kahoko menyampaikan ia mulai memikirkan sesuatu, ia pikir ia akan menyebarkan bento untuk orang itu. Mugino baiklah banged, menurutnya laki-laki akan jatuh hati pada perempuan yang menciptakan perut mereka kenyang HAAHHAHAHAHAHAHAHA
Kahoko kemudian menanyakan masakan kesukaan Mugino dan Mugino menyampaikan kalau ia makan semua makanan, tapi yang paling ia suka tentu saja daging dan sesuatu yang digoreng. Kahoko kemudian menanyakan masakan yang tidak disukai Mugino dan Mugi tanpa curiga menjawab ia tak suka tomat dan cabai hijau (WHY???? I love Tomato XD).
Mugino galau dan bertanya, btw kenapa kau menanyakannya? apa hubungannya denganku?

Kahoko meminta maaf dan tiba-tiba pintu terbuka dan Kahoko hampir jatuh alasannya ialah ia bersandar tadinya.
Mugino sudah mulai merasa sebal dengan telpon-telponan ini dan menyuruh Kahoko masuk saja, alasannya ialah toh Kahoko juga udah tiba HAHAHAHAHAH (Sebenarnya maksud Mugino dulu itu ya telponan kalau mereka lagi jauh, sementara Kahoko pikirannya asalkan mereka nggak ketemu jadi di depan pintu juga ia nelpon HAHAHAH. Padahal ya tinggal ketemu, kalau begitu juga ga ada gunanya ngomong di telpon HAHAHAHHA).
Akhirnya Kahoko masuk ke ruangan dan Mugino merasa Khawatir apakah Kahoko sanggup menyatakan perasaan dengan benar pada si orang itu, alasannya ialah tentu saja hal utama ialah itu, ia ragu alasannya ialah well, Kahoko gitu lho XD
Kahoko menyampaikan ia sudah mengumpulkan banyak sekali informasi mengenai bagaimana cara melakukannya (HAHAAHAHA, anak zaman kini mainnya internet).
Mugino mengerti dan menyampaikan kalau ia akan latihan bersama Kahoko. Kahoko tentu saja jadi gugup alasannya ialah orang yang ia sukai ialah Mugino dan Mugino kayaknya memang nggak merasa HAHAHHAHAHAHAHA.

Kahoko kemudian berfikir dan mencoba mengingat apa yang ia baca semalam, step pertama ‘kurangi jarak dan mendekat dengan berani’.
Sesi latihan dimulai, Mugino menyuruh Kahoko berdiri agak jauh. Begitu Mugino menyampaikan ‘action!’ Kahoko eksklusif berjalan mendekati Mugino, sangat bersahabat hingga Mugino galau mau meletakkan tangan dimana, ia bahkan sudah hampir hingga ke dinding dan bertanya kenapa Kahoko bersahabat sekali.
Kahoko memanggil Mugino dengan ‘Mugino-kun’ dan kemudian ia ingat step 2 ‘memanggil dengan nama kecil’ dan Kahoko memanggil Mugino dengan Hajime. Mugino memainkan matanya dan bergumam, kau memakai nama kecilku, kau benar-benar total melakukannya’.
Kahoko kemudian ingat step tiga ‘banyak-banyak memakai kata -suki/suka-‘, dan Kahoko mulai berkata, Kahoko menyukai lukisan Hajime-kun, Kahoko menyukai Hajime-kun dan dikala Hajime-kun melukis….
Mugino jadi kesal dibuatnya dan dalam hati ia berteriak kalau Kahoko menyerang dengan kata ‘suki’ LOL
Kahoko ingat step keempat ‘menyentuh’ dan Kahoko mulai bicara sambil menyentuh Mugino, lebih tepatnya memukulnya disana sini menciptakan Mugino kabur darinya HAHAHAHAHAHAHA.
Kahoko berkata, Aku sedikit menyukai wajahmu, kepribadianmu juga. Uhm… dan kaos kotor ini dan celanamu juga, sepatumu juga dan semua barang-barangmu.

Mugino nggak tahan lagi dan menyuruh Kahoko berhenti, Aku merasa kalau saya dipukuli, atau cuma perasaanku saja?
Kahoko masih belum mengalah dan serius dengan hal ini, Apa yang ingin saya katakan adalah, ayo berkencan!
Mugino cuma sanggup geleng-geleng, dan kali ini kau eksklusif tembak saja?!
Kahoko tak peduli, ia memukul-mukul Mugino lagi dan berteriak, bukankah ini bagus, Hajime!
Mugino mengalah alasannya ialah kali ini Kahoko bahkan tidak menambahkan -kun di belakang nama kecilnya.
Mugino benar-benar kehabisan kata-kata, mana badannya sakit dipukuli lagi, ia menyuruh Kahoko berhenti alasannya ialah ini bukan panggung komedi. Kahoko meminta maaf dan bertanya bagaimana dengan pernyataan cintanya.
Mugino menyampaikan kalau itu sangat buruk, jikalau Kahoko melaksanakan hal menyerupai itu maka 100% Kahoko akan ditolak.
Kahoko eksklusif lemas dan terduduk mendengarnya.

Kahoko duka dan Mugino nggak tahan kalau melihat Kahoko memasang muka memelas. Ia mencoba menghibur Kahoko menyampaikan kalau laki-laki kadang tak peduli apa yang dikatakan si wanita, mereka menentukan berdasarkan penampilan, jadi kenapa kau tidak memikirkan pakaian menyerupai apa yang akan kau gunakan nanti, yang membuatmu terlihat sangat cantik?
KAhoko kemudian bersemangat lagi alasannya ialah itu juga tertulis di internet untuk memakai baju terbaikmu.
Ia mendapat inspirasi lagi.
Kasian banged Mugino dan nggak peka banged HAHAHAHAHAHA.

Continue Reading

More in Dorama

To Top