Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 4

Kahogo no Kahoko

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 4

Di episode ini, Kahoko patah hati alasannya ditolak Mugino, tapi itu pengalaman yang penting baginya alasannya sesudah mencicipi patah hati Kahoko akan jadi lebih dewasa. Tapi Kahoko patah hati bikin ngakak, orang tuanya khawatir beliau depresi taunya laper HAHAHAHAHHA.
Aku harap sih Mugino bersedia menemui Kahoko lagi bukan cma alasannya seruan ayah Kahoko, tapi alasannya beliau memang membutuhkan Kahoko. EAAAAAAAAAAAA.

Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 4

Kahoko tidur di kamarnya, sesudah bencana kemarin tampaknya ia berhasil kembali ke rumah. PAgi itu ia bermimpi mengenai bagaimana ia menyatakan perasaan pada Mugino dan ia pribadi kabur. Hal itu menciptakan Kahoko berdiri sendiri pagi itu. Ia pribadi ingin melapor ke mamanya tapi begitu hingga pintu, ia gres ingat bencana sebelumnya kalau ia sedang bertengkar dengan mama.
Mama juga melaksanakan hal yang sama, kebiasaan pagi ia akan membangunkan KAhoko, tapi begitu hingga pintu ia teringat kalau mereka sedang bertengkar. Pada hasilnya tidak ada yang membuka pintu.
ayah sendiri tahu kalau suasana sedang memburuk, malam itu ketika ia keluar akan mencari Kahoko ia melihat ibu ada bawah dan tidak mencari Kahoko, alasannya ibu tahu Kahoko ada disekitar sana, ia malah masuk lagi menyampaikan ada hal yang harus ia lakukan.
Sementara ayah yang mengkhawatirkan puterinya akan mencari Kahoko dan melihat Kahoko termangu tak jauh dari sana, Kahoko takut masuk alasannya marahan sama mama. Kaprikornus ayah mengajaknya untuk masuk ke rumah.

Mama menyiapkan bento ibarat biasa dan Kahoko ternyata masih tak sanggup menentukan baju sendiri, untuk digunakan hari ini. Ia keluar membawa dua dress dan bertanya pada ibunya mana yang harus ia pakai. Kahoko mengeluarkan baju biasa dan baju yang dibeli bersama ayah. Ibu tentu saja menentukan baju yang biasa tapi Kahoko malah memaka baju yang ia beli bersama ayah. Ibu jadi makin kesal.
Di meja makan, keduanya tidak bicara, kalau mau bicara mereka ngomong ke ayah dulu, menyuruh menyampaikan pada ibu dan sebaliknya HAHAHAHAA. Ayah sendiri jadi galau dan merasa nggak nyaman dengan situasi ini. Kahoko menolak meminta maaf alasannya ia merasa tak melaksanakan kesalahan apapun dan ia akan tetap menemui Mugino meski ibu melarangnya. Ibu makin kesal dan menyampaikan mulai kini ia tak akan peduli pada Kahoko lagi.
Tapi meski sedang bertengkar, ibu tetap menyetir membawa keduanya ke stasiun. Ayah benar-benar khawatir dengan suasana sunyi di kendaraan beroda empat dan mencoba mencairkan suasana dengan bertanya mereka mau dibawakan buah tangan apa.
Tapi apa yang ibu pilih Kahoko tak mau makan, dan ketika ayah menyampaikan piknik keluarga, Kahoko mau ke Aquarium tapi ibu tidak mau HAHAHAHAH.

Kahoko bertemu dengan bibi Tamaki dan suaminya sang polisi. Suami istri itu sangat mesra dan Kahoko jadi iri. Kahoko meneceritakan kalau ia sudah menyatakan perasaannya dan tidak mau bertemu Mugino lagi alasannya malu, ia juga takut akan balasan Mugino. Tapi bibi menyampaikan kalau itu tidak baik, hal itu hanya akan menciptakan KAhoko resah alasannya akan terus memikirkan jawabannya, jadi lebih baik diperjelas dengan menemuinya dan meminta jawaban.
Kahoko tidak mengerti kenapa orang-orang jatuh cinta. Melihat paman dan bibi lovey dovey beliau jadi iri. Paman dan Bibi menyampaikan meski mereka terlihat ibarat itu, tapi mereka juga punya rahasia masing-masing dan begitu juga orang lain. Paman membenarkan, setiap orang memiliki rahasia dan kekhawatiran yang tidak sanggup diceritakan pada keluarga, dan hanya sanggup diceritakan pada padangan hidup. KAhoko bertanya apa contohnya, tapi bibi menyampaikan ia tak sanggup menyampaikan pada Kahoko.
Bibi menyampaikan kalau orang-orang sanggup berubah dan Kahoko salah satunya, ia sanggup berubah sesudah bertemu Mugino.

Mugino ada di ruang seni sedang mencoba melukis gambar asing lagi, tapi ia sama sekali tidak sanggup berkonsentrasi. Ia membuka buku sketsa-nya dan melihat lukisan Kahoko. Kemudian ia mulai latihan bagaimana cara menolak pernyataan cinta Kahoko. Ia memakai sebuah manekin untuk latihan.
Ia mulai dengan menolak secara pribadi dengan menyampaikan kalau ia tak sanggup berkencan dan hanya punya lukisan dalam pikirannya, tapi ia tak puas alasannya kelihatan kalau ia hanya asal ngomong.
Ia mencoba menolak dengan menyampaikan kalau ia tak sanggup melihat masa depan bersama Kotoko, tapi ia juga tak puas alasannya kelihatan kalau ia berbohong (lah? HAHAAHHAHA).
Ia mencoba lagi dengan penolakan biasa, menyampaikan kalau mereka sanggup mulai dari berteman, tapi ia juga tak puas dan menyampaikan kalau ia tak mengerti bagaimana karakternya sebenarnya, alasannya ia tak tahu harus bilang apa.

Saat sedang resah dan gelisah, ternyata Kahoko sudah ada di pintu dan Mugino shock banged, ia ibarat melihat hantu HAHAHAHAHAHA.
Ia bertanya sudah berapa usang Kahoko disana, ia takut tertangkap lembap latihan, tapi ternyata Kahoko gres tiba ketika keluhan ketiganya, ia tak tahu karakternya yang sebenarnya. Kaprikornus Mugino sedikit bersyukur.
Mugino mencoba bersikap biasa sementara Kahoko tidah bergerak dari pintu dan Mugino jadi kesal sesungguhnya apa yang diinginkan Kahoko tiba kesana. Kahoko kemudian bertanya dengan gugup bagaimana keadaan Mugino, alasannya cuaca sangat panas apakah Mugino baik-baik saja. Mugino menyampaikan ia baik-baik saja.
Setelah mendengarkan itu Kahoko mengerti dan pamit. Tentu saja Mugino menahannya, alasannya ia yakin Kahoko kesana bukan untuk menanyakan itu.

Kahoko kemudian berkata dengan gugup membahas pernyataan cinta kemarin, ia meminta Mugino jangan terlalu memikirkannya, alasannya itu yaitu perasaannya sendiri jadi ia tak memerlukan jawaban, ia meminta Mugino melupakannya.
Mugino bertanya apakah tidak apa-apa begitu? Bukankan lebih baik diperjelas dan kamu memperlihatkan keseriusanmu akan pernyataan itu? Jika tidak pihak yang ditembak juga tidak akan hening mengenai hal itu.
Kahoko termangu dan mengerti. Ia mendekati Mugino dan mulai menyatakan sekali lagi, mengajak Mugino berpacaran. Dan Mugino yang udah latihan menolak dengan balasan berbelit-belit malah hanya menyampaikan ‘tidak’. HAHHAHAHAHAHA.
Kahoko shock. Mugino minta maaf, ia menyampaikan anak kecil yang terlalu dilindungi ibarat Kahoko bukanlah tipenya.
Kahoko mengerti dan hampir pingsan alasannya ditolak HAHAHAHAHAHHAAH. Ia meminta Kahoko jangan salah paham, ia hanya tak ingin menciptakan harapan Kahoko jadi tinggi jadi ia diawal menyampaikan balasan itu.
Mugino menyampaikan seorang young lady ibarat Kahoko tidak akan cocok dengannya.
Kahoko mengerti dan mulai keluar dari ruangan dengan sangat lemas dan mengkhawatirkan.

di jalan menuju rumah ia melihat banyak couple dan Kahoko yang gres ditolak bahkan menabrak papan penunjuk jalan. Kahoko sudah kehilangan semangat.
Saat bertemu ayahnya di erat rumah, ayahnya membawa makanan ringan manis dan Kahoko menyampaikan ia senang tapi wajahnya galau, ayah bingung.
Setibanya di rumah, ayah melihat ibu memasakkan omurice kesukaan Kahoko dan ia mencoba menciptakan Kahoko menjadi ceria tapi Kahoko menyampaikan ia tak ingin makan malam. Ia juga menyampaikan pada ibu untuk tidak mengkhawatirkan problem Mugino lagi alasannya ia sudah ditolak.
Kahoko masuk ke kamarnya dan menangis.

Ayah benar-benar terkejut dan khawatir alasannya Kahoko memangis cukup keras, sementara ibu malah senang sambil menyanyi kecil membereskan makan malam milik Kahoko. Ibu menyampaikan kalau Kahoko lapar nanti beliau akan keluar sendiri.
Tapi hingga tengah malam Kahoko tidak keluar dan ayah sangat Khawatir. Ibu mengingatkan ayah untuk tidak membelikan makanan untuk Kahoko, itu yaitu eksekusi bagi Kahoko. Tapi tentu saja ayah merasa sangat kahwatir.
Setelah ibu tidur, ayah rahasia mencoba mendengarkan KAhoko dari balik pintu dan mulai mendengar bunyi aneh, jadi ayah masuk.
Kahoko menyembunyikan diri di balik selimut dan menangis. Ayah mencoba menghiburnya menyampaikan kalau ia akan mencarikan laki-laki yang lebih baik dari Mugino, tapi Kahoko menyampaikan ia menangis bukan alasannya itu.
Ia pikir alasannya patah hati ia akan mogok makan tapi ternyata ia kelaparan hingga rasanya ia akan mati dan itu membuatnya sangat murung HAHAHAHAHAHAHHAHAHA.
KAhoko menangis lagi dan bunyi asing itu ternyata bunyi perut Kahoko yang kelaparan.

Kahoko meminta ayahnya membelikan omurice, donat dan chips di supermarket dan jangan beritahu mama. Ayah mengerti. ayah ingin keluar rahasia tapi ibu tahu dan keluar kamar, bertanya ayah mau kemana. Ayah mencoba menciptakan alasan membeli bir ke supermarket dan ibu mengerti. LOL.
Ayah kembali dengan selamat dan Kahoko sudah pingsan dibawah kawasan tidur saking laparnya HAHAHAHHAHA.
Energi Kahoko hasilnya kembali sesudah ia makan, kali ini ia sudah sanggup tersenyum ibarat biasa. Saat Kahoko makan, Kahoko bertanya apakah ayahnya pernah ditolak dan bagaimana cara ayah melupakannya.
Ayah menyampaikan kalau tentu saja ia pernah ditolak, ia melupakannya dengan cara mencari penggantinya. Kahoko berfikir mungkin ia harus mendaftar ke dating site, tapi ayah menyampaikan sebaiknya jangan. KAhoko kemudian bertanya cara lainnya dan ayah pikir cara melupakan terbaik yaitu minum alkohol. Kahoko jadi berfikir ia harus mencoba alkohol juga, tapi tentu saja ayah tidak setuju.
Kahoko kemudian bertanya mengenai ibu yang niscaya senang alasannya Kahoko ditolak, tapi ayah menyampaikan tentu saja tidak, ibu hanya mengkhawatirkan Kahoko saja, takut Kahoko terluka. Kahoko setengah percaya setengah tidak.

Ayah kemudian keluar dari kamar Kahoko membawa plastik sampah dan ketika ia akan membuangnya, ia tertangkap lembap oleh ibu. Ibu kesal alasannya ayah tidak melaksanakan ibarat yang ia katakan dan menyampaikan kalau ayah terlalu memanjakan Kahoko HAHAHAHHAHAHA.
Ayah selalu mencoba melawan tapi ia selalu kalah, ujung-ujungnya ia menarik nafas dalam dan menyampaikan pada dirinya untuk tetap hening yaitu hal terbaik.

Keesokan harinya di kampus, Mugino kelihatan masih kesulitan melukis dan ia menatap lukisan Kahoko lagi. Saat itu seseorang masuk, ternyata Ito-chan. Ia tiba alasannya Mugino pernah menyampaikan ia sanggup tiba kapan saja.
Mugino bertanya mengenai keadaan lengan Ito dan Ito menyampaikan mereka sudah pergi ke banyak sekali dokter dan tampaknya tangannya tidak sanggup disembuhkan lagi. Mugino mengerti, ketika itu pintu terbuka dan terdengar bunyi cello, Mugino panik sendiri pribadi menutup pintu.
Mugino meminta pendapat Ito mengenai lukisannya dan Ito menyampaikan semuanya bagus, tapi Mugino malah tidak terlalu puas dengan jawabannya. Ia menyampaikan belakangan ia kehilangan karakter, ia bahkan tak tahu harus melukis apa.

Hp Ito kemudian berbunyi tapi Ito tidak mengangkat panggilannya. Ito menyampaikan itu ibunya, belakangan ibunya lebih depresi daripada dirinya alasannya ia melukai tangannya, jadi ia merasa terlalu gloomy ada disekitar orang tuanya. Ito menyampaikan kadang ia berfikir apakah beliau bukan anak kandung mereka, bagaimana kalau ia dilahirkan di keluarga yang berbeda yang sanggup menunjang impiannya, mungkin ia tak akan terluka, ia akan masuk sekolah Cello ternama.
Mugino tidak menyukai ucapan Ito dan menyampaikan pada hasilnya Ito malah menyalahkan orang tuanya alasannya kesalahannya sendiri, menurutnya kalau Ito punya waktu memikirkan itu, Ito seharusnya bicara baik-baik pada kedua orang tuanya, perihal apa yang akan Ito lakukan mulai sekarang. Karena bagaimana pun orang tuanya bekerja selama ini untuk menciptakan cita-cita Ito terwujud.
Ito tidak suka diceramahi alasannya menurutnya Mugino tak punya hak bicara begitu. Mugino menyuruh Ito pergi alasannya ia harus bekerja, tapi Ito malah menyampaikan kalau Mugino sanggup menjadikannya model lukisan. Mugino menolak dan menyampaikan ia tak ingin melukis orang ibarat Ito. Itu menciptakan Ito marah, ia membuang lukisannya yang dilukis Mugino dan keluar dari sana.

Kahoko di kamarnya mencari cara bagaimana cara menyembuhkan patah hati.
1. Coba me-list alasan kenapa semuanya berjalan tidak baik. Kahoko kemudian mengambil alat tulisnya dan menulis ‘Mugino membenci Kahoko’, hanya itu alasan kenapa ia ditolak HAHAHAHHA.
2. Mencoba menangis hingga merasa baikan. Kahoko menyampaikan ia sudah melakukannya tapi ia belum baikan.
3. Sepenuhnya tenggelamkan diri dalam hobi kita. Kahoko galau alasannya ia tak punya hobi HAHAHA.
4. Mencoba mempercantik diri. Kahoko melihat ke cermin dan memegang pipinya, ia tak tahu cara melakukannya.
5. Hapus email dan nomor telponnya. Kahoko mencoba melakukannya tapi ia tak sanggup HAHHAHAHAHAHAH. Poor Kahoko.

Ayah kemudian masuk membawakan makan siang untuk Kahoko dan mengajaknya makan di luar, tapi KAhoko menolak, ia tak ingin mendengarkan ibu menyampaikan sesuatu, alasannya ia masih shock alasannya penolakan itu.
Ayah kemudian bertanya apakah Kahoko mau menemui kakek dan nenek. KAhoko berfikir, ia membuka laptop kembali dan melihat no 6 yaitu pergi menemui orang-orang yang akan memberimu kepercayaan diri.
Kahoko setuju.
Ayah mengajak ibu, tapi ibu menolak, katanya ia masih punya banyak pekerjaan yang harus dikerjakan  tapi ayah tahu ibu menolak alasannya ia tak ingin tertangkap lembap kalau ia sedang bertengkar dengan KAhoko.

Kahoko dan ayah tiba di rumah kakek dan nenek dari ibu. Kahoko menemui neneknya di dapur dan nenek kelihatan banyak pikiran. Ia bertanya kenapa kahoko tiba-tiba tiba menemui mereka, Kahoko menyampaikan ia hanya ingin melihat wajah semuanya. Nenek tetapkan menelpon keluarga lainnya.
dan begitulah, Kahoko, kakek, nenek, ayah, ibu, ayah dan ibu Ito, paman dan bibi kecil berkumpul di rumah nenek, tapi suasananya sangat suram, tidak bersemangat. Nenek menyadari mungkin alasannya ibu Kahoko tidak datang.
nenek tahu ada problem di wajah Kahoko, ketika ia bertanya Kahoko hampir keceplosan kalau ia ditolak, untung ia tak jadi mengatakannya. Ayah dan bibi mencairkan suasana. Kahoko menyadari kalau paman dan bibi kecil tidak bicara semenjak tadi. Ternyata keduanya sedang bertengkar gara-gara suaminya minum alkohol padahal sudah dilarang. Sementara ayah dan ibu Ito membisu saja alasannya mereka sedang memikirkan Ito yang belakangan menolak bicara pada mereka.
Kakek tidak tahan dengan suasana ini dan tetapkan memesan pizza tapi Kahoko kemudian berteriak kalau kakek tidak boleh memesannya, itu menciptakan semuanya kaget. Kahoko beralasan ia sedang diet. Ayah tahu alasannya yaitu alasannya Kahoko ditolak si pengantar pizza, jadi KAhoko tak sanggup menyampaikan yang sesungguhnya HAHAAHHAHAHHA.

Kakek mengerti dan bertanya jadi apa yang Kahoko inginkan, ia akan memesankannya. KAhoko kemudian berfikir dan melihat botol bir, ia ingin mencoba minum bir.
Ayah tentu saja khawair alasannya Kahoko belum pernah minum bir. Ia akan melarang, tapi Kahoko menatapnya dengan tatapan maut, menciptakan ayah hasilnya mengalah, menurutnya tak apa sekali ini demi Kahoko yang ingin melupakan patah hatinya.
Dan hasilnya kakek menuangkan bir pertama Kahoko.

Nenek tampaknya tahu problem mereka jadi ia menelpon ibu Kahoko, ia bertanya apakah Kahoko bertengkar dengan ibu. Ibu berfikir kalau Kahoko menyampaikan pada nenek, tapi nenek berkata ia sanggup menebaknya tanpa diberitahu. Anehnya, nenek sanggup menebak kalau Kahoko sedang menyukai seseorang, ibu melarang dan keduanya bertengkar.
Ibu membisu saja, jadi nenek tahu kalau tebakannya benar. Menurut nenek Kahoko sudah cukup umur jadi tidak apa-apa punya orang yang disukai.Ibu membela diri menyampaikan kalau ia tidak melarang KAhoko jatuh cinta, ia hanya berfikir kalau laki-laki itu tidak baik.
Tapi nenek ragu, benarkah? bukankah kamu akan tetap akan melarangnya tak peduli siapa itu?
Ibu terkejut alasannya tampaknya apa yang dikatakan nenek ada benarnya. Belum sempat beliau menjawab, ayah memanggil nenek alasannya ada problem di ruang makan.

Ternyata kekacauan terjadi disana, bibi kecil dan suaminya bertengkar disana, ayah dan ibu Ito menangis alasannya anakanya sementara KAhoko dan kakek terus minum dan bersulang HAHHAHAHAA.
Ayah ternyata juga sudah mabuk, padahal niatnya beliau tidak mau minum alasannya ia harus menyetir pulang nanti.
Kahoko yang asik minum tiba-tiba menyampaikan kalau ia harus pergi ke suatu kawasan dan ia pribadi meninggalkan rumah nenek, berlari sekencang-kencagnya.

Kahoko ternyata pergi ke ruang seni Mugino. Mugino sanggup menebak kalau Kahoko mabuk dan menyampaikan ia benci orang mabuk, ia meminta Kahoko jangan mengganggu kreativitasnya. Kahoko kesal sekali dan berteriak kalau Mugino ndeso dan mulai merusak lukisan Mugino. Mugino shock dan berteriak, Kahoko tak peduli. Mugino mencoba menyelamatkan lukisannya. Kahoko kemudian melihat gambar Ito yang dilukis Mugino dan Kahoko kemudian berubah lagi, ia menyampaikan kalau ia tersentuh alasannya lukisan itu dan menyampaikan Mugino sangatlah jenius, Mugino harus terus melukis.
Mugino jadi bingung. Kahoko menyampaikan ia tak akan sanggup menemui Mugino lagi sesudah ini dan ia harap Mugino jangan mengalah akan impiannya. Mugino terdiam. ketika Kahoko akan pergi, Mugino memanggilnya.
Mugino meminta pendapat Kahoko mengenai lukisannya dan setiap Mugino memperlihatkan lukisannya, Kahoko menyampaikan itu tidak bagus dan merusaknya HAHAHAHAHA.
Kahoko ganas banged merusak semua lukisan yang menurutnya jelek, kayaknya Mugino menyesal menanyakan pendapat Kahoko HAHAHAHAHAHHA.
Kahoko kalau mabuk ternyata menyeramkan, saya ngakak ketika Kahoko akan muntah dan Mugino panik mencari ember, malah mengambil kawasan cat minyak dan berteriak pada Kahoko semoga tidak muntah HAHAHAHAHAHA.

Malam harinya, Kahoko sudah di rumah, sesudah mabuk ia tetidur. Ibu menyalahkan ayah yang membiarkan Kahoko minum.
Saat Kahoko mulai sadar, ibu keluar dari kamar. Kahoko bertanya apa yang terjadi dan ayah meceritakan kalau Kahoko dibawa pulang oleh Mugino lagi hari ini. Kahoko kemudian berfikir apa yang terjadi dan ia beteriak histeris alasannya ia sudah melaksanakan sesuatu yang sangat memalukan dan jahat, ia menangis alasannya ia tak akan sanggup melihat Mugino lagi sesudah ini. Ia menyalahkan ayah yang tidak menghentikannya dan ayah menyampaikan kalau Kahoko larinya sangat cepat.
Kahoko sangat depresi alasannya orang tak berkhasiat tampaknya sebaiknya tidak meninggalkan kamarnya. Ayah yang mengkhawatirkan Kahoko tiba-tiba dipanggil ibu alasannya ada telpon dari orang tuanya.
Ayah pusing alasannya ada banyak masalah, kali ini mengenai adiknya yang kena kasus penipuan alasannya ingin membuka les komputer waktu itu.

Mugino sedang mengemas lukisannya yang dirusak Kahoko ketika ia menerima pesan dari KAhoko, menyampaikan kalau ia tak akan menemui Mugino lagi, jadi jangan kahwatir. Mugino membisu saja menatap sms itu. Tiba-tiba ia mencicipi ada aura seseorang di pintu dan ketika ia melihat ke arah sana, ayah Kahoko sudah berdiri disana, Mugino tentu saja terkejut.
ayah ternyata tiba untuk meminta Mugino tetap menemui Kahoko, ia tak tahan melihat puterinya depresi ibarat itu. Dulu ia pikir ia akan melarang puterinya erat dengan laki-laki lain, tapi ternyata sesudah melihat bagaimana sedihnya Kahoko alasannya ditolak, ia tak sanggup membiarkannya, jadi ia meminta Mugino tetap menemui Kahoko, meskipun sebagai teman. Karena ia pikir Kahoko membutuhkan Mugino, alasannya Kahoko sedang mencoba tahap menjadi dewasa, jadi ia butuh seseorang ibarat Mugino yang menyampaikan apapun sejujurnya.
Mugino awalnya membisu saja, pada hasilnya ia setuju. Tapi ia punya syarat dan ia menatap ayah KAhoko dengan tatapan serigala yang akan menyerang, menciptakan ayah Kahoko berfikir jangan-jangan Mugino itu gay HAHAHAHAHHAHAHAA.

Kahoko masih bersedih di kamarnya, bersembunyi di bawah selimut. Ia masih menangis ketika hp-nya bergetar dan ada sms dari Mugino, mengajaknya bertemu. Kahoko terkejut.
Kahoko pribadi panik dan berdiri dari kawasan tidur, menentukan baju.

Kahoko menemui Mugino di kawasan janjian, dengan hati-hati, ia mengintip terlebih dahulu.  Ia kemudian mendekati Mugino.
Begitu menyadari Kahoko datang, Mugino meminta maaf alasannya meminta Kahoko keluar tiba-tiba. Ia menyampaikan ia ingin Kahoko melihat sesuatu.
Mugino menyampaikan buku sketsannya dan KAhoko melihatnya, ternyata tadi seruan Mugino pada ayah Kahoko yaitu untuk jadi model lukisannya.
Kahoko menatap lukisan Mugino dengan penuh kekaguman dan menyampaikan kalau itu menakjubkan, Mugino sangat jenius dan ia yakin MUgino akan melampaui picasso. Mugino tak yummy setiap Kahoko membandingkannya dengan picasso jadi ia meminta Kahoko berhenti menyampaikan itu.

Mugino menatap Kahoko dan menyampaikan pada Kahoko, Tolong jangan katakan kalau kita tidak akan bertemu lagi.
Kahoko terkejut.
Mugino berkata, sejujurnya, saya belum punya perasaan khusus padamu, tapi, bagaimana saya mengatakannya, saya membutuhkanmu. Ketika kamu menyampaikan lukisanku bagus, saya sanggup mempercayainya, kamu tidak berbohong atau hanya mencoba berbaik hati, kamu mengatakannya sepenuh hati, dan itu memberiku rasa percaya diri.
Kahoko tidak ada reaksi, ia membisu saja menatap Mugino dengan wajah galau atau mungkin wajah tak percaya alasannya Mugino menyampaikan itu.

Mugino gemas sendiri dengan kata-katanya barusan dan reaksi Kahoko, jadi ia menyampaikan ia tahu Kahoko tidak puas dengan hal itu, Aku tahu kamu tidak puas dengan ini, tapi bisakah mulai kini kamu melihat lukisanku sekali-kali dan menyampaikan pendapatmu?
Kahoko sangat terharu akan hal itu, ia butuh beberapa detik untuk menyampaikan oke, wajah Kahoko benar-benar kelihatan bahagia, tapi bukan senang dengan senyuman manis.
Mugino juga puas dan sangat senang. Tapi tiba-tiba ia malah sok sibuk menyampaikan ia harus segera pergi (mungkin beliau malu), tapi Mugino untuk pertama kalinya tersenyum lapang dada pada Kahoko dan menyampaikan hingga besok.
Kahoko kembali memperlihatkan wajah terkejutnya, ia terharu dan berkaca-kaca dan menyampaikan kalau ini pertama kali baginya, saya tidak tahu kalau kata ‘sampai besok’ yaitu kata-kata yang sangat indah. Di dunia ini memiliki seseorang selain keluargamu yang membutuhkanmu dan yang ingin melihatmu kapan saja, sungguh sesuatu yang membahagiakan. Hal ini ibarat menyampaikan padaku kalau saya hidup.
Mugino membisu saja melihat reaksi Kahoko. Kahoko sangat bahagia, ia menyampaikan hingga besok pada Mugino dan berlari meninggalkannya. Kahoko sangat sangat sangat bahagia.

Mugino menatap kepergian Kahoko, awwwwww.

Malam harinya, ayah pulang dengan cemilan ibarat biasa, ia sudah memastikan malam ini ia harus menciptakan Kahoko dan mama berbaikan. Tapi begitu ia masuk rumah, ia kaget keduanya sudah menonton video masa kecil Kahoko sambil tertawa bahagia. Ayah galau alasannya keduanya sudah baikan.
KAhoko menyampaikan kalau ia sudah meminta maaf pada mama. Ia juga punya seruan pada papa untuk dibelikan buku mengenai PIcasso.
Ayah masih heran dan akan mengambil gelas untuk minum bir tapi ibu melarangnya memakai gelas itu alasannya gelas itu susah dibersihkan, ayah mengerti. Ibu kemudian menanyakan apakah ayah butuh makan malah besok dan kali ini ayah benar-benar kesal.

 

Ia mengambil gelas tadi dan menuang birnya. IBu terkejut, Ayah menyampaikan apa salahnya beliau memakai gelas di rumahnya sendiri, kenapa ia harus dilarang-larang. Ia juga murka pada ibu yang selalu menanyakan apakah ia butuh makan malam setiap hari dan ia juga kesal alasannya Kahoko bicara padanya hanya kalau ia butuh dibelikan sesuatu.
Ayah melampiaskan bagaimana perasaannya selama ini, kalau ia merasa di rumahnya sendiri ia tak dianggap, ia merasa mereka hanya menyukai uangnya, bukan dirinya.
Kahoko dan mama terkejut, ayah yang murka kabur dari rumah.

The End

Komentar:

wow, plot twistnya tidak mengecewakan nih, hasilnya kemarahan ayah keluar juga, tampaknya ia terlalu banyak menahan selama ini, alasannya ia tak pernah sanggup melawan istrinya. Aku udah feeling sih suatu ketika ayah akan marah. Kasian juga tiap hari ditanya apakah ayah butuh makan malam atau tidak, tapi kalau kita dilihat dari sudut pandang ibu, itu akan memudahkannya untuk memasak LOL.
sesudah pemberontakan KAhoko, kini pemberontakan ayah, tampaknya makin  menarik.

Akhirnya Mugino menolak Kahoko, dengan latihan penolakan mencari cara terbaik, ujung-ujungnya beliau cuma bilang tidak bisa. HAHAHAAHHA. Intinya sih alasannya beliau belum punya perasaan romantis pada Kahoko. Mungkin akan berkembang seiring berjalannya waktu. Tapi saya cukup kaget lho alasannya ternyata ayah memintanya bertemu dengan Kahoko.
Tapi saya rasa sih, Mugino memang merasa nggak yummy sama Kahoko dan beliau juga ga ada niat ga ketemu lagi, ketika mendapatkan sms Kahoko beliau juga kelihatan sedih, jadi ketika ayah datang, ia jadi yakin menemui Kahoko lagi.
Kahoko cute banged ketika Mugino menyampaikan ingin menemuinya lagi sesudah ini, hehehehehehehe. Kahoko memang manis banged.
Tapi saya suka Mugino hasilnya memperlihatkan sisi lembutnya, ia masih sanggup tersenyum manis ternyata, saya kirain wajahnya berkerut terus HAHAHAHHAHA.

Aku suka Mugino ini nggak pilih kasih dan selalu menyampaikan sesuatu sesuai dengan pendapatnya. Saat Ito menemuinya, ia tahu kalau Ito hanya menyalahkan orang tuanya atas apa yang terjadi padanya. bahasa lainnya sih melarikan diri dari kenyataan kali ya, tidak mau menyalahkan diri sendiri malah melampiaskan pada orang tuanya. murung banged melihat ayah dan ibunya jadi nggak konsen kerja alasannya anaknya mogok bicara dengan mereka.
Ito ini orangnya agak sombong dan arogan sih kalau saya lihat. Sepertinya di episode selanjutnya beliau akan menciptakan lebih banyak masalah. Hmmmmm tapi drama memang butuh tokoh ibarat ini sih biar seru wkkkwkwkwkwkw.

Drama ini udah tayang sampe episode 6. Tapi ketika bikin sinopsis ini saya belum nonton episode 6 cuma udah liat spoilernya sih kayaknya Mugino udah mulai-mulai ada rasa sama Kahoko, meksi sikapnya masih sama, kadang agak kejam. Tapi Kahoko orangnya sabar banged, hehehehhehe. Episode 5 nanti manis banged, saya baper sama Mugino HAHAHAHAHA.

Continue Reading

More in Kahogo no Kahoko

To Top