Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 5 – Part 1

Dorama

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 5 – Part 1

Di Episode ini Kahoko putus asa banged sebab banyak problem di keluarganya dan ia ingin menyelesaikannya, tapi ia tidak tahu bagaimana caranya. Ibunya masih ibarat biasa terlalu melindunginya dan tidak bisa membiarkan Kahoko sendirian. Masa kemudian Mugino Hajime hasilnya terungkap disini. Hajime menyadari kalau ia sudah terpesona oleh Kahoko semenjak lama dan tidak bisa melepaskan pandangan darinya.

Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 5 Bagian 1

Pagi yang indah di keluarga Nemoto. Kahoko ibarat biasanya tidak bisa berdiri kalau tidak dibangunkan oleh ibunya. Setelah berdiri ia akan membawa 2 baju keluar dan meminta ibunya memilihkan baju mana yang akan ia pakai hari ini.
Tapi ada yang berbeda pagi itu disana, ayah tidak ada. Semalam ayah murka ibu dan Kahoko sebab tidak menganggapnya dan kabur dari rumah.
Mama dan Kahoko sarapan berdua. Ibu kelihatan biasa saja sementara Kahoko khawatir pada ayahnya, ia bertanya apakah ibu sudah menghubunginya dan bagaimana kalau ayah tidak kembali. Ibu meminta Kahoko jangan mengkahwatirkan hal itu, ayah akan kembali kalau marahnya sudah reda,karena ayah tak akan bisa hidup tanpa melihat wajah Kahoko.

Ayah sendiri pulang ke rumah orang tuanya. Adiknya mengejeknya sebab melaksanakan hal yang sama dengannya. Tapi ayah membantah menyampaikan ia tak kabur dari rumah, ini hanya ibarat kunjungan ke rumah orang tua, hingga istri dan anaknya mengerti bertapa berharganya dirinya.
Tapi ibu tahu kalau anaknya bertengkar dengan istrinya. Ayah menyampaikan kalau keduanya akan segera tiba meminta maaf padanya sebab keduanya tak akan bisa hidup tanpanya. Tapi adiknya menyampaikan ia yakin Kahoko dan mama sedang berbahagia tanpa memikirkan ayah HAHHAHAHAHAH.
Ayah kesal banged, sebab ia jadi tidak tenang, bagaimana kalau itu benar HAHHAAA

Kahoko masih khawatir dan bertanya pada ibunya apakah ia harus menelpon ayah, sebab mereka tidak bisa selamanya bertengkar. Ibu mengingatkan Kahoko kalau mereka tidak bertengkar, insiden semalam hanya ayah yang murka dan meninggalkan rumah dengan sendirinya. Ibu juga menyampaikan ayah kemarin sangat garang pada mereka, bagaimana bisa ayah menyampaikan kalau ia ialah sponsor keluarga, ibu sedikit tersinggung.
IA menyampaikan selama ini ia bertanya apakah ayah butuh makan malam sebab ia ingin menyediakan masakan hangat untuk ayah, bukannya apa-apa. Dan problem gelas, ibu lah yang mencucinya, jadi ia tahu betul kalau gelas kemarin susah dicuci. Harusnya ayah tidak sengaja melaksanakan itu. Kahoko membisu saja, sebab apa yang ibu katakan masuk akal.
Ibu meminta KAhoko jangan menghubungi ayah, memintanya pulang, hingga ayah tiba meminta maaf sendiri.

PAgi itu ayah berangkat ke kantor dengan tidak bersemangat. Saat ia mendengar bunyi HP berdering, ia eksklusif mengambil HP-nya, ternyata bukan HP-nya yang berbunyi. Ayah kecewa. Ia juga terngiang-ngiang bunyi KAhoko yang memanggilnya, ternyata anak orang lain yang menemui ayahnya mengantarkan bekal.
Baru sehari, ayah sudah kangen berat sama Kahoko HAHHAHAHAHA.
Ayah juga kecewa sih kenapa Kahoko tidak menghubunginya.

Ibu mengantar Kahoko ke stasiun dan Kahoko mendapat sms dari Mugino Hajime yang bertanya apakah Kahoko ke kampus hari ini, sebab ia mau meminta tolong sesuatu. wajah Kahoko eksklusif berseri-seri HAHAHAAHA.
Ibu menatapnya dengan khawatir. Ia bertanya untuk meyakinkan kalau Kahoko dan Mugino hanya berteman, dan Kahoko membenarkan, sebab Mugino tidak punya perasaan lebih dari sahabat padanya. BTW Kahoko sudah mulai manggil MUgino dengan Hajime, jadi saya balik manggil beliau HAjime aja ya HAHHAAHHAAHAHA.
Ibu menyampaikan tidak ada yang namanya sahabat antara laki-laki dan wanita, ia meminta Kahoko berhenti menemuinya. Tapi Kahoko menyampaikan Hajime membutuhkannya untuk menilai baik buruknya lukisannya dan HAjime juga banyak mengajarkannya perihal hal-hal baru.
Ibu hasilnya tak bisa membalas lagi, Kahoko meninggalkan ibunya.

Hajime ada di ruang seni sedang menatap lukisan Kahoko, Ito dan Ayah. Ia juga masih memegang kawasan cat minyak yang sudah lama itu. Kahoko tiba dengan wajah cerah ceria menemuinya dan bertanya apa undangan Hajime.
Hajime mulai menjelaskan kalau Kahoko selalu menyampaikan ia akan melampaui PIcasso setiap ia melukis wajah seseorang dan ia pikir kemampuannya membaik kalau ia melukis gambar ibarat itu, jadi ia ingin meminta Kahoko menjadi modelnya.
Kahoko resah dan melihat sebuah buku seni gambar nude di depannya, Kahoko panik dan menutup dadanya HAAHAHAHAHAHA dikira Hajime bakalan memintanya berpose nude.
Hajime eksklusif panik dan menyampaikan Kahoko tidak perlu sejauh itu, hanya mengukiti pose itu saja LOL. KAhoko jadi tenang.

Kemudian berbaringlah Kahoko dengan sangat kaku di sofa. Kakinya lurus banged dan Hajime mencoba mengatur posisinya, memiringkan kaki Kahoko sedikit. Dan pose tangan mengikuti pose di buku, tangan dibawah kepala. Hajime juga membantu Kahoko.
Kahoko saking nervousnya badannya tegang semuanya, jadi Hajime kesulitan mengaturnya, bahkan sebab wajah Hajime terlalu akrab dengannya, kaki Kahoko yang tadi sudah di atur jadi lurus lagi HAHAHHAHAHAHHA.
Belum aapa-apa Hajime udah capek banged dan menyuruh Kahoko jangan tegang, rileks, rileks. Tapi Kahoko menyampaikan ini pertama kalinya ia jadi model, jadi ia tak bisa rileks HAHAHAAHHA.

Setelah cukup susah mengatur pose, hasilnya Hajime menyuruh Kahoko memeluk tas saja dan memintanya tersenyum. Kahoko tersenyum sangat dipaksakan, Hajime menyuruhnya lebih natural tapi Kahoko tidak bisa HAHHAHAHAHAHA.
Hajime mengalah dan hasilnya membiarkan Kahoko berpose ibarat itu.
Saat Hajime akan mulai melukis, Kahoko mendapat pesan dari mamanya, jadi ia melihat pesan dulu. Ibunya ingin makan berdua dengan Kahoko di luar dan Hajime kaget, sebab mereka akan pergi tanpa papa.

Kahoko menjelaskan kalau semalam papa murka pada mama dan dirinya, ia bahkan menirukan bagaimana ayahnya menyampaikan kata ‘sponsor’ HAHAHHAHA.
Hajime malah suka banged, sebab ayah hasilnya bisa menyampaikan isi hatinya selama ini. Kahoko menyampaikan kalau ia ingin membantu ayahnya kembali ke rumah, ia harus melaksanakan sesuatu, sebab ayah bahkan membungkuk deminya ketika itu.
Hajime menyampaikan sebaiknya Kahoko membiarkan semuanya mereda dan ayah akan kembali pada waktunya. Kahoko tidak mengerti kenapa HAjime dan mama menyampaikan hal yang sama. Tapi Hajime menolak menjelaskan, ia menyampaikan ada banyak keluarga yang lebih parah dari itu kalau bertengkar, untuk kasus keluarga Kahoko, ayahnya niscaya akan kembali.
Kahoko masih tidak mengerti dan kembali berpose.
Hajime bergumam menyampaikan kalau Kahoko tidak akan mengerti bagaimana rasanya tidak diperhatikan orang tua, dan bagaimana beruntungnya Kahoko dilahiran di keluarga yang sangat mencintainya.
Kahoko mendengar hal itu dan beranya apakah orang bau tanah Hajime tidak mencintainya. Hajime hingga mematahkan pensilnya ketika mendengar hal itu.
Kahoko ingat kalau Hajime pernah menyampaikan kalau ia tidak punya orang tua. Hajime protes sebab Kahoko menanyakan pertanyaan sensitif ibarat itu tanap khawatir sedikitpun.
Kahoko meminta maaf.

Kahoko menatap Hajime dengan wajah khawatir dan Hajime lemah dengan tatapan itu, hasilnya ia menjelaskan sedikit mengenai keluarganya. Ia menyampaikan ayahnya meninggal dunia ketika ia masih kecil, ia bahkan tidak ingat wajah ayahnya. Dan ibunya hidup senang dengan laki-laki lain disuatu tempat.
Kahoko terkejut dan bertanya, jadi kamu tidak pernah bertemu dengan ibumu lagi?
Hajime malas membahas hal itu dan menyuruh Kahoko segera berpose supaya ia bisa lanjut melukis.
Kahoko meminta maaf dan mulai berpose lagi, tapi ia menatap Hajime dengan penuh ke kahwatiran.

Kahoko belanja roti di minimarket dan ternyata uang bulanan di kartu tidak cukup, uang tunainya juga tidak cukup, jadi ia batal belanja. Ia ingin mengirim pesan pada ayahnya kalau ia lupa mengisi kartu tapi ia membatalkan niatnya. Ia teringat perkataan ayahnya semalam kalau Kahoko hanya ingat padanya jikalau problem uang.

Sementara itu, ayah pulang bekerja dengan wajah lebih lelah dari biasanya. Ia mengecek ponselnya dan ia kecewa sebab istri dan puterinya sama sekali tidak menghubunginya.
Ayah akan mengirim pesan apakah Kahoko ingin nitip sesuatu, tapi ia menghapusnya sebab ingat ia dalam masa ngambek pada keluarga HAHAHAHAHA.
Kemudian Kahoko mengirim pesan dan papa sangat senang. Kahoko bertanya pada ayahnya apakah berdasarkan ayahnya ia terlalu dimanja. Ayah berfikir untuk menjawabnya dan ia tetapkan jujur, membenarkan hal itu. Kahoko mengerti dan pesannya hingga disana saja.
Ayah kecewa sebab ia sangat merindukan Kahoko. Ia berniat menelpon Kahoko tapi kemudian istrinya menelpon, ayah kaget.
Ibu menelpon untuk mengingatkan ayah mengenai belanja bulanan, ayah mengerti ia akan mentransfernya besok. Ibu kemudian bertanya apakah ayah butuh makan malam besok dan kata-kata itu sangat tabu bagi ayah, jadi ia eksklusif mematikan telponnya. Ayah jadi kesal lagi dan niat pulang ke rumah malam itu gagal HAHAHAAHHA.

Malam itu, mama dan Kahoko makan malam berdua. Kahoko masih tidak hening sebab ayahnya tidak kembali dan juga sebab ayahnya menyampaikan kalau ia terlalu dilindungi/dimanja/overprotected.
Selesai makan malam mereka bahkan nonton video ibarat biasanya. Ibu terlihat baik-baik saja sementara Kahoko tidak bisa berhenti Khawatir. Kahoko bertanya apakah ibu sudah menghubungi ayah dan ibu menyampaikan mereka bicara di telpon hari ini.
kahoko senang mendengarnya, ia bertanya kapan ayah akan pulang. Ibu menyampaikan ayah tidak menyinggung problem pulang di telpon. Kahoko kecewa.
Ibu meminta Kahoko jangan khawatir, ayah akan pulang kalau sudah saatnya dan meminta Kahoko untuk mandi kemudian tidur.

Pagi harinya, adik ayah lagi-lagi mengejek ayah yang tidak pulang-pulang, ia menyampaikan kalau ayah nanti bercerai, tanggungan rumah akan bertambah satu. Ayah kesal menyampaikan mereka tidak akan bercerai, lagi pula kalau bercerai rumah itu ialah miliknya jadi ia tak akan tinggal dirumah orang bau tanah ibarat adiknya.
Adik ayah masih tidak mengalah menyuruh ayah pulang, kalau tidak ia akan meminta uang makan pada ayah dan ayah makin kesal mengeluarkan uang makan supaya adiknya tidak protes HAAHAHHAHAHA.

Kahoko masih melaksanakan tugasnya ibarat model dengan pose yang agak dipaksakan dan wajah cemberutnya, menciptakan Hajime tidak konsentrasi melukis dan menyampaikan kalau mereka berhenti saja. Ia tak mau menggambar wajah tidak senang KAhoko HAHAHAHAHA.
Kahoko meminta maaf, ia menghela nafas dan menatap lukisan ayah di dinding dan Hajime bertanya apakah ayah belum kembali. Kahoko membenarkan, ia berjongkok di sofa dan menyampaikan pada Hajime kalau ibarat kata Hajime apa yang kita inginkan tak bisa ditemukan di internet, itu benar adanya. Ia sudah mencari solusi di internet tapi tidak menemukannya. Ia juga menyadari betapa beruntungnya ia sebab ada banyak keluarga tidak senang yang ia baca.

Hajime memuji Kahoko yang mulai sedikit lebih dewasa, tapi Kahoko masih memasang wajah sedih sebab ia masih belum tahu bagaimana caranya biar ayah kembali ke rumah.
Hajime menyuruh Kahoko menangis meminta ayah kembali, tapi Kahoko menyampaikan itu tidak akan menuntaskan masalahnya. Hajime kagum lagi sebab Kahoko lebih cukup umur sekarang.
Kahoko sebal, meminta Hajime jangan terus memujinya tapi memberinya solusi. HAHAHAAHHAHA.
Hajime berkata, ibarat yang saya bilang kemarin, biarkan saja ayah sendirian. Dia akan kembali nanti.
Kahoko meminta Hajime jangan dengan gampang menyampaikan hal ibarat itu, bagaimana jikalau saya tidak bisa melihatnya lagi?
Hajime berfikir dan menyampaikan mungkin itu justru lebih baik, kalau ayah tidak ada disekitar Kahoko maka Kahoko akan berhenti menjadi anak manja.
Kahoko sedddiiiiiiiiiiiiiiiiiih banged Hajime menyampaikan hal itu, ia memasang wajah puppy-nya dan menunduk, Hajime panik dan menyampaikan kalau ia cuma bercanda HAHAHHAHAAHHAHAHAAHA. Jangan main-main sama Kahoko Hajime-kun, beliau nggak tau mana yang serius mana yang candaan HAHHAAHHAHHA

Hajime mencoba menciptakan Kahoko bersemangat lagi, ia menyampaikan kalau apa yang ingin ia katakan ialah semua yang terjadi niscaya ada tujuannya, Saat ayahmu meninggalkan rumah, tuhan mungkin ingin menyampaikan padamu ‘berhentilah manja pada orang tuamu! KAu harus lebih memikirkan masa depanmu!’.
KAhoko bingung. Hajime mengingatkan Kahoko yang pernah menyampaikan ingin punya pekerjaan yang menciptakan orang bahagia, tapi Kahoko belum melaksanakan apapun semenjak ia membaca buku ‘A 13 year old’s Hello Work’.
KAhoko membesarkan matanya, artinya beliau membenarkan apa yang dikatakan Hajime. Hajime melanjutkan, Kenapa kamu tidak mencari pekerjaan paruh waktu atau internships yang bisa kamu lakukan? Jika kamu bekerja dibanyak kawasan berbeda, kamu mungkin akan menemukan apa yang ingin kamu lakukan.
KAhoko mengangguk-angguk sepakat dengan HAjime, pikiran Kahoko hasilnya terbuka.

Kahoko mulai mencari pekerjaan paruh waktu di internet ketika ibunya masuk sesudah selesai memperbaiki kancing bajunya yang rusak. Kahoko masih gugup melaksanakan apapun jadi ia bahkan menjatuhkan minuman di kawasan tidurnya. Ia ingin membersihkan sendiri tapi ibu melarangnya sebab jikalau Kahoko melaksanakan akan memakan waktu lama.
Kahoko kemudian menyampaikan niatnya yang ingin mencari pekerjaan paruh waktu, sebab dengan banyak pengalaman, ia akan menemukan apa yang ingin ia lakukan.
Ibu menatap Kahoko dan menebak kalau Hajime niscaya menyampaikan itu pada Kahoko. Kahoko membenarkan, tapi ia pikir itu ada benarnya, makanya ia akan mencoba mencari pekerjaan paruh waktu. kalau nanti orag tuanya sakit, ia bisa menghasilkan uang sendiri. Ibu tertawa dan menyampaikan kalau Kahoko tidak perlu khawatir problem keuangan. Kahoko tetap bersikeras dan memohon menatap ibunya.
Ibu hasilnya mengalah dan memperbolehkan Kahoko melaksanakan pekerjaan paruh waktu.
Kahoko sangat senang hingga ibunya menyampaikan mereka berdua akan mencarinya bersama-sama.
Kahoko ingin menolak sebab ia ingin melakukannya sendiri, tapi ia tidak bisa.
(Lucu banged kalau Kahoko pengen bilang sesuatu tapi ibunya terus bicara dan pada hasilnya ia tak bisa menyampaikan apapun. Mitsuki aktingnya anggun banged hhuhuhuhu).

Dan begitulah keesokan harinya, Kahoko dan mama mulai mencari pekerjaan paru waktu untuk Kahoko. Lucunya, sebab di luar area, jadi mama agak pemalu, kalau ada apa-apa beliau bisik-bisik ke Kahoko dan Kahoko lah yang bicara menanyakannya, hingga bapaknya resah HAHAHAHAHAHA.
Tapi kalau ada dalam areanya, mama aktif banged bertanya ini dan itu hingga KAhoko tidak bersuara sama sekali, padahal yang ingin kerja ialah Kahoko.
Dan begitulah pencarian kerja hari itu berakhir ketika mama menemukan pekerjaan yang cocok dengan Kahoko, yaitu part time di sebuah taman kanak-kanak.

Kahoko mulai bekerja beberapa hari kemudian. Ia sangat senang ketika mendapat kartunya.
Ia bekerja dengan sangat rajin dan kawaii banged.XD
Ia membersihkan loker sepatu, membersihkan meja, mengepel lantai sebelum bawah umur datang. Tapi Kahoko ya tetap Kahoko, beliau orangnya tidak teliti, ia menumpahkan air pel di lantai yang gres ia pel. Saat membantu menuntaskan soal, ia malah ketiduran HAHAHAHAHHA.
Dan lucunya, si mama nggak bisa meninggalkan anaknya sendirian, beliau malah mengintip dari luar dan mengkhawatirkan KAhoko. (Ya ampun mama, KAhoko bukan anak SD lagi lho :’D ).

Saat jam istirahat, Kahoko mengawasi bawah umur main di luar dan beberapa orang berebut ingin main dengan Kahoko. Mereka menarik baju Kahoko dan yang lain menarik tangannya, Kahoko jadi bingung.
Salah satu anak jatuh dan menangis, Kahoko ingin menolongnya tapi ibunya malah tiba duluan dan membantu anak itu biar berhenti menangis.
Kahoko terdiam, pada hasilnya Kahoko gagal di hari pertamanya bekerja, sebab ibunya HAHAHAHAHAHAHA.

Ibu dan Kahoko pulang ke rumah. Kahoko kelihatan tidak bersemangat. Ibu menyampaikan Kahoko tidak cocok bekerja dengan anak-anak, sebab bawah umur kini manja.
Kahoko menyampaikan kalau ia suka anak-anak, tapi ibu mengingatkan mengenai insiden hari ini dan pekerjaan akan lebih sulit kalau salah satu orang bau tanah siswa itu pemarah.
Kahoko terdiam. Kemudian ada kilas balik ketika Kahoko kecil, ibu ternyata salah satu orang bau tanah yang suka teriak pada guru kalau anaknya nangis HAHAHAHHAAHHA.

Ayah ada di bawah apartemen, tapi ia ragu untuk masuk. Saat ayah masih berfikir apakah ia harus masuk atau tidak, tiba-tiba Kahoko keluar dan berlari sekencang-kencangnya. Ayah terkejut apa yang terjadi.
Ternyata Kahoko ke rumah sakit, ia mendengar kabar kalau bibi kecilnya masuk rumah sakit. Bibinya punya penyakit asma dan sakitnya kambuh. Kahoko sangat khawatir.
Paman ada disana menemani istrinya. Paman menyampaikan ini semua salahnya, sebab ia minum-minum lagi, padahal ia akad tidak akan mabuk lagi sesudah menikah. Hanya saja dengan pekerjaannya belakangan, ia sedikit stress dan ingin minum. Bibi tidak menyukai hal itu.
Saat mereka sedang bicara, ayah Ito yang merupakan perawat disana masuk, ia ingin minta tolong pada paman sebab ada problem dengan Ito.

Ito ternyata ditahan di kantor polisi. Wew.
Mereka meminta paman membantu Ito keluar. Kahoko ikut kesana.
Ito benar-benar jadi anak pemberontak, Ibunya menyampaikan kalau Ito sangat absurd semenjak ia masuk rumah sakit, ia jadi tak bicara, kalau ada apa-apa selalu membisu dan kini bersikap ibarat ini.
Ito menyampaikan kalau itu tidak ada hubungannya dengan ibunya.  Ibu jadi kesal dan menampar Ito, ia tak suka perilaku Ito yang ibarat itu pada orang tua. Ito menyampaikan ia tidak menganggap mereka orang tuanya. Ia aib punya orang bau tanah ibarat mereka, ia juga lelah melihat wajah mereka.
Kahoko terkejut mendengarnya, ia ingin menghentikan Ito sebab sudah menyakiti hati orang tuanya, tapi Ito menyuruhnya membisu sebab KAhoko orang luar.
Ito kemudian meninggalkan mereka. Semuanya tidak bisa menghentikan Ito.
(Meh, ada masa dimana anak memberontak, tapi keterlaluan banged memang, beliau lupa ya beliau bisa ibarat kini sebab orang tuanya).

Kahoko kembali menjadi model untuk lukisan Hajime dan Hajime menyampaikan kalau ia mengalah untuk melukis Kahoko. Kahoko bertanya kenapa?
Hajime menyampaikan kalau Kahoko menciptakan wajah lebih angker dari kemarin HAHAHAHAHAHA.
Kahoko meminta maaf, ia menyampaikan sebab ia banyak pikiran. Hajime bertanya apakah sebab ayah masih belum pulang?
Kahoko menyampaikan bukan hanya itu, ada problem dengan keluarga juga. Ia menceritakan mengenai Ito yang ditangkap polisi sebab pergi ke hotel bersama dengan laki-laki yang ia kenal dari dating site.
Kahoko resah apa yang harus ia lakukan. Hajime menyampaikan yang bisa Kahoko lakukan hanya membiarkan Ito sendirian, sebab itu bukan problem yang bisa Kahoko selesaikan.
Kahoko kecewa banged mendengarnya, ia tahu hal itu tapi ia ingin melaksanakan sesuatu.

Kahoko kemudian memikirkan sesuatu dan mendapat ide. Kahoko mendekati Hajime dan memintanya untuk bicara dengan Ito, Hajime bisa meminta Ito menjadi modelnya.
Hajime menolak, ia menyampaikan ia sudah berkata sesuatu yang jahat pada Ito beberapa waktu yang lalu. Kahoko tidak mengerti, sebab ia tidak tahu insiden itu.
Kahoko meminta Hajime jangan menyampaikan hal ibarat itu, ia pikir Ito tidak membenci Hajime, jadi kalau Hajime meminta, Ito niscaya mau.
HAjime kemudian menatap Kahoko, Apa kamu tidak apa-apa dengan itu?
Kahoko bingung, heh?
Hajime mencoba menjelaskan, Well, ini bukan sesuatu yang seharusnya saya katakan, tapi… bukankah kamu menyukaiku?
Kahoko tiba-tiba tersenyum aib dan senang HAHAAHHAHAHA. Hajime bahkan resah dengan reaksi Kahoko, kenapa Kahoko baiklah oke aja kalau beliau melukis perempuan lain EHAAAAAAAAAK.

Kahoko menyampaikan kalau Hajime pernah berkata pada Ito ialah tipenya (Kahoko menirukan persis bagaimana Hajime mengatakannya HAHAHHAAHAH).
Bagi Kahoko kalau Hajime dan Ito memiliki perasaan yang sama, itu suatu yang membahagiakan.
Hajime mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, kemudian bagaimana denganmu yang ingin bebas dari ibumu?
Kahoko mengerutkan kening, ternyata ia juga punya problem lain, ia hingga lupa.
Hajime menyampaikan meskipun Kahoko sudah mulai ingin melaksanakan sesuatu, tapi ibunya selalu berakhir dengan mengikutinya dan malah mengambil alih kendali.
Kahoko membenarkan, ia bertanya apa yang harus ia lakukan.
Hajime menyampaikan kalau Kahoko tidak punya pilihan lain, KAhoko harus eksklusif to the point menyampaikan ‘Jangan ikut campur urusan Kahoko lagi!’ (Hajime menirukan cara bicara dan gerakan, dengan gerakan yang lucu, wkwkkwkw, susah menjelaskannya LOL).
Kahoko terkejut menatap Hajime dan berkata ia tidak bisa menyampaikan hal kejam ibarat itu, sebab ia menyukai mamanya.
Hajime jadi kesal, ok. ok. ok. Kalau begitu kamu akan jadi ibarat ini selamanya. Diantar dan dijemput, dibuatkan bekal, dan begitu saja terus.

Kahoko terdiam, ia tak tahu harus bagaimana.
Kemudian ia teringat bekalnya dan mengajak Hajime makan bersama-sama, tapi Hajime menolak, takut dimarahi mama, lagi pula beliau tidak lapar.
Tapi kemudian perutnya bunyi HAHHAHAHAHAHAHAHA. Timingnya nggak sempurna banged LOL.
Kahoko tersenyum dan meminta Hajime jangan menyampaikan hal ibarat itu.
Ia mengambil bekalnya dan kemudian melihat sesuatu, kawasan cat minyak yang selalu dibawa HAjime. Kahoko bertanya kenapa Hajime selalu membawa itu padahal sudah tidak bisa digunakan.
Hajime menyampaikan bukan apa-apa. Kahoko masih ingin tau dan bertanya apakah benda itu meninggalkan kenangan bagi Hajime.
Hajime jadi kesal dan menyuruh Kahoko berhenti bertanya dan membuang itu.
Kahoko tidak tega tapi Hajime meninggikan bunyi menyuruhnya membuang itu.

 

Kahoko hasilnya membuangnya meski ragu. Setelah itu Hajime jadi bad mood dan menyuruh Kahoko pulang.
Kahoko bertanya kenapa?
Hajime menyampaikan ia harus tidur sebab ia punya pekerjaan sepanjang malam, bagi orang miskin tampaknya mereka harus bekerja setiap hari biar bisa hidup, tidak ibarat Kahoko.
Hajime membereskan peralatan lukisanya dan Kahoko merasa tidak yummy ingin bicara lagi. Ia kemudian mendapat pesan dari ibunya, bertanya jam berapa Kahoko mau dijemput.
Kahoko pusing banged, masalahnya rasanya bertambah berat saja.

Continue Reading

More in Dorama

To Top