Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 5 – Part 2

Dorama

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 5 – Part 2

—————————————————————————————–
Kahogo no Kahoko Episode 5 Bagian 1

Kahoko mengunjungi rumah neneknya dan terkejut melihat kakeknya tiduran di ruang tengah. Kakek sedang sakit, semenjak pagi beliau sakit perut dan menyampaikan umurnya tidak panjang lagi. Kahoko sangat khawatir. Nenek menyampaikan kalau kakek sakit perut alasannya kebanyakan makan kemarin, ia sudah menyuruh kakek ke rumah sakit tapi kakek menolak.
Kakek menyampaikan ia benci rumah sakit. Kahoko membujuk kakek untuk pergi ke rumah sakit. Karena diminta oleh cucunya yang imut, kakek karenanya oke ke rumah sakit.
Nenek tahu alasan Kahoko datang, alasannya Kahoko banyak pikiran, mengenai bibi kecil yang bertengkar dengan suaminya, Ito yang bernafsu pada orang renta dan ayah Kahoko ayng tidak pulang ke rumah.
Kakek terkejut alasannya ia tidak tahu apa-apa, sementara Kahoko kaget alasannya nenek tahu semuanya.

Setelah kakek pergi ke rumah sakit, Kahoko bicara pada neneknya, bertanya apa yang harus ia lakukan, alasannya ia terbiasa dengan keluarga mereka yang selalu bahagia. Ia tidak suka bibinya berhenti tersenyum, tapi ia tak tahu apa yang harus ia lakukan, alasannya kalau ia salah, ia akan menyakiti mereka.
Nenek tersenyum melihat cucunya dan  menyampaikan kalau Kahoko terlihat lebih dewasa. Nenek tahu itu alasannya orang yang disukai Kahoko. Ia jadi ingin bertemu dengan orang itu suatu hari nanti.
Kahoko menyampaikan ia juga ingin melaksanakan sesuatu untuk orang itu, tapi ia tidak punya sesuatu yang elok / ia tidak bisa melaksanakan apapun dengan baik. Ia juga menyampaikan Hajime tidak punya keluarga dan ia pikir Hajime kesepian.

Nenek tertawa dan menciptakan Kahoko bingung. Nenek menyampaikan kalau ibu Kahoko pernah menanyakan hal yang sama padanya dulu, dikala ibu jatuh cinta pada ayah.  Kahoko terkejut mendengarnya. Nenek menyampaikan dikala itu ia menyarankan ibu menciptakan bekal untuk ayah.
Kahoko mengangguk, ia mengerti. Nenek menyampaikan jikalau ibu tidak melaksanakan itu dulu, Kahoko mungkin tidak akan lahir.
Kahoko tersenyum mendengarnya, ia jadi punya pandangan gres mengembangkan Hajime bekal, tapia gres ingat ia tidak bisa memasak. Nenek memberi pandangan gres mengembangkan onigiri. Kahoko setuju.
Kahoko kemudian mendapat sms dari mama lagi, nanya kapan pulang, Kahoko kembali bingung, beliau bahwasanya ingin mama berhenti menyerupai itu. Tapi Kahoko sudah menciptakan keputusan hari ini, ia akan pulang sendiri.
Ia mengirim pesan pada ibunya kalau ia akan pulang larut dan mama tidak perlu menjemputnya.

Nenek menelpon ibu untuk membicarakan Kahoko. Saat itu Kahoko sibuk di dapur menciptakan onigiri.
Nenek menyampaikan ia tahu kalau ibu menyayangi KAhoko lebih dari siapapun, tapi Kahoko sudah 22 tahun,  ini waktunya membiarkan Kahoko melaksanakan apapun yang beliau inginkan. Jika tidak, Kahoko tidak akan bisa masuk ke masyarakat.
Intinya nenek ingin ibu membiarkan Kahoko mandiri, kahwatir boleh tapi jangan terlalu memanjakan dengan seolah mengawasinya 24 jam.
Nenek menyampaikan Kahoko lebih berpengaruh dari yang mereka bayangkan. Itu benar kalau Kahoko butuh waktu mempelajari sesuatu, tapi beliau selalu berusaha lebih keras dari orang lain. Kahoko memiliki kemampuan lebih dari yang mereka pikirkan.
Ibu menyampaikan ia ingin melaksanakan semua yang bisa ia lakukan untuk Kahoko. Ia ingin bersama Kahoko selamanya, ia tahu itu tidak mungkin. Ia tidak ingin menyesalinya nanti, berfikir kalau ia harusnya melaksanakan ini dan itu.
Nenek menyampaikan dalam membesarkan anak, tidak ada orang renta yang tidak punya penyesalan, kamu tahu itu? Bahkan akupun berharap dulu saya melaksanakan ini dan itu untuk kalian. Tapi yang bisa orang renta lakukan ialah percaya bahwa anak niscaya bisa bangun lagi sehabis mereka terjatuh. Dari pada menyayangi mereka, lebih sulit untuk percaya bahwa mereka bisa melaksanakan semuanya sendiri.
Ibu terdiam.

Ayah udah kangen berat pada Kahoko, ia menatap foto keluarga dan menjadi emo.
Adiknya mengejeknya, kalau memang segitu kangennya kenapa nggak pulang aja? Kahoko tidak akan tiba menjemputmu.
Ayah menyuruh adiknya diam. Ayah mulai menceritakan dikala kecil, Kahoko suka sekali main peek-a-boo dengannya, Kahoko akan terus tertawa jikalau ia melakukannya berulang-ulang. Setiap kali orang-orang menyampaikan kalau Kahoko ialah bayi kecil yang imut dan menyerupai ibunya, ia merasa sedikit sedih. Tapi dikala Kahoko TK, mereka menonton TV berdua dan ia menyadari kalau kaki mereka sama-sama lurus kedepan, dan kaki mereka mirip, ia sangat senang alasannya ia menemukan kesamaan dirinya dan Kahoko yang menerangkan kalau dalam DNA Kahoko ada DNA-nya.
Adiknya menatapnya galau alasannya ayah mulai menangis HAHAHHAHAHHAHA. Ayah bertanya-tanya apakah Kahoko tidak akan menjemputnya, apakah Kahoko tidak mencintainya lagi.
Ia menatap adiknya dan adiknya kabur alasannya ia tak tahu jawabannya. ayah menyampaikan kalau Kahoko menjawab iya, maka ia tak bisa hidup lagi.
Adiknya kesal dan menyuruh ibunya menyampaikan sesuatu HAHAHHAHAHAHAHA.

Bel berbunyi, adiknya menyuruh ayah membuka pintu, siapa tahu itu Kahoko. Tapi ayah menyampaikan tak mungkin itu Kahoko.
Ayah berjalan tak bersemangat ke pintu, dan dikala ia membukanya, ternyata itu Kahoko, ayah sangat sangat sangat bahagia. Ia pribadi menghapus air matanya.
Kahoko menyampaikan kalau ia punya 2 usul pada ayah. Ayah khawatir kalau Kahoko minta uang HAHAHAHAHHA.
Teryata Kahoko ingin ayahnya kembali ke rumah. awww. Kahoko menyampaikan ia akan menjadi sampaumur dan tidak mengkhawatirkan ayah lagi. Ayah mengerti, ia juga meminta maaf alasannya menyampaikan hal kejam waktu itu.
Ayah bersemangat ingin pulang. Tapi Kahoko menyampaikan ia punya 1 usul lagi.
Permintaan kedua, ia harus ke suatu daerah dan ingin ayahnya pulang sendirian. HAHAHHAHAHAHAHAHA.
Kahoko pribadi berlari meninggalkan rumah neneknya. Ayah hanya bisa berdiri galau apa yang bahwasanya gres terjadi. HAAHAHAAH

Kahoko berlari dengan kencang ke suatu daerah yang tak lain dan tak bukan ialah daerah kerja sambilan Hajime.
Tentu saja ia membawa bekal yang ia buatkan.
Kebetulan Hajime sedang istirahat dan Kahoko pribadi memanggil namanya dan berlari ke arahnya. Kahoko menyampaikan ia mengembangkan bento untuk Hajime dan ingin Hajime menerimanya.
Hajime curiga dan bertanya apakah mama yang membuatnya. Kahoko malu-malu menyampaikan kalau ia membuatnya sendiri, nenek mengajarinya.
Hajime kelihatan senang sih, tapi beliau sedikit bercanda, eh? apakah itu kondusif dimakan? HAHAHHAHAHAHAHAHAHA. Hidoi!
Kahoko seidkit berfikir dan menyampaikan ia pikir ini kondusif dimakan.

Hajime karenanya setuju, ia juga tak punya alasan menolak masakan gratis.
Kahoko senang dan membuka onigiri buatannya. Tapi melihat itu, Hajime pribadi mengubah raut wajahnya, ia menyampaikan ia tidak akan memakannya. Kahoko bingung. Hajime menyampaikan ia benci onigiri.
Kahoko bertanya kenapa?
Hajime mengatakan, memangnya siapa peduli alasannya? Aku membawa roti, saya makan roti saja.
Kahoko hanya bisa menatap Hajime, ia tidak mengerti kenapa Hajime benci onigiri.

Hajime mengambil rotinya dan tak sengaja sesuatu terjatuh. Awwwwww, itu ialah cat minyak yang sudah lama itu, beliau memungutnya lagi dari daerah sampah.
Kahoko terkejut dan mengambilnya, Hajime terdiam. Kahoko menatap Hajime dengan tatapan ‘kenapa ini ada padamu, bukankah tadi sudah dibuang’. Tapi Kahoko tak bisa mengeluarkan suaranya.
Hajime menatapnya dan lemah pada tatapan Kahoko, jadi ia terpaksa menjelaskannya.
Hajime menyampaikan kalau dulu ibunya membelikannya cat minyak meskipun mereka tidak punya uang. Saat itu ia masih tinggal bersama ibunya, ibunya menyampaikan ‘Hajime, kamu cerdik melukis, kenapa kamu tidak jadi seniman saja sehabis sampaumur nanti?’, alasannya itu lah Hajime melukis. Saat saya memutuskan untuk menjadi pelukis dan mulai melukis dengan cat itu, kamu tahu apa yang terjadi? Saat saya berusia 7 tahun, saya bangun di pagi hari dan ia meninggalkan onigiri di meja dengan sebuah pesan yang menyampaikan ia minta maaf dan ia menghilang!
Kahoko terkejut, ia bertanya kenapa dan Hajime menyampaikan ia tak tahu alasannya, Mungkin beliau menemukan laki-laki lain? Kemudian saya masuk ke panti asuhan dan alasannya tidak ada yang mengadopsi anak sepertiku, saya disana hingga lulus SMA, bekerja part time dan begitulah saya bisa masuk universitas dan beginilah saya sekarang.

Ini pertama kalinya Hajime menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dan Kahoko tentu saja terkejut, ia bertanya apakah semenjak dikala itu Hajime tidak pernah bertemu dengan ibunya. Hajime menjawan tentu saja tidak pernah.
Kahoko terdiam, ia menatap onigiri buatannya dan mengkahwatirkan Hajime. Ia bertanya apakah Hajime pernah mencari ibunya dan Hajime menyampaikan ia sudah bertanya pada keluarga mereka lainnya dan mereka menyampaikan tidak tahu.
Kahoko bertanya-tanya apakah ada cara untuk mencari ibu Hajime.
Hajime kesal, kenapa saya harus melaksanakan hal menyerupai itu?
Kahoko berkata, karena… kamu menyimpan ini selama ini, bukankah itu artinya kamu ingin bertemu dengannya?
Hajime terdiam. Kata-kata Kahoko menusuknya, alasannya KAhoko benar. Tapi Hajime tidak bisa membenarkan hal itu.
Ia merebut cat minyak itu dan membuangnya ke sungai sambil berteriak membantah hal itu.

Kahoko terkejut.
Hajime berteriak, kamu tahu alasan kenapa saya tetap menyimpan benda ndeso itu ialah untuk melampaui PIcasso suatu hari nanti dan menyampaikan padanya!!
KAhoko menatap Hajime dengan tatapan sedihnya yang tidak biasa. Hajime jadi kesal dan menyuruh Kahoko pulang alasannya mama akan mengkhawtirkan Kahoko.
Kahoko membisu saja, matanya mulai berkaca-kaca. Ia kemudian melangkah meninggalkan Hajime, bukan ke arah pulang, melainkan masuk ke dalam sungai itu. Hajime terkejut.

Kahoko masuk ke sungai untuk mencari cat minyak tadi. Hajime bertanya apa yang ia lakukan dan menyampaikan ia tidak membutuhkan hal itu lagi. Ia menyuruh Kahoko berhenti dan memanggil Kahoko bodoh, alasannya mama akan murka pada Kahoko.
Kahoko menangis menyampaikan kalau ini ialah pertama kalinya baginya.
Hajime tidak mengerti.
Kahoko berkata, Aku sangat putus asa alasannya saya tidak bisa melaksanakan apapun. Aku ingin melaksanakan sesuatu untukmu dan untuk keluargaku, saya ingin mereka bahagia, saya ingin mereka berbaikan lagi, tapi saya benci dengan diriku sendiri yang tidak bisa melaksanakan apapun. saya tidak tahan. Apakah ini alasannya saya terlalu dilindungi? Jika memang begitu, saya benci diriku sendiri yang terlalu dilindungi ini (overprotected). Ini sangat menyakitkan, saya sangat frustasi!
Hajime menyampaikan meski begitu Kahoko tidak harus melaksanakan hal ini.
Kahoko menangis dan berkata, tapi saya tidak bisa memikirkan hal lain yang bisa saya lakukan selain ini!
awwwwwwww

Kahoko terus mencari cat minyak itu diantara kerikil di sungai, ia tak peduli ia basah, ia mencarinya dengan berlutut disana,
Hajime sangat khawatir, ia hanya bisa menghela nafas alasannya Kahoko tidak akan bisa menemukannya. Kahoko tidak peduli, ia terus mencarinya.
Kahoko mencicipi tangannya menyentuh sesuatu dan ia berteriak kalau ia menemukannya, Hajime terkejut.
Tapi ternyata bukan, Kahoko kecewa dan mencari lagi. Hajime semakin khawatir.

Kahoko terjatuh dan Hajime segera berlari menolongnya. Hajime menyuruh Kahoko berhenti tapi Kahoko memaksa mencarinya alasannya ia belum menemukanya.
Karena Kahoko terus menolak, Hajime tidak punya cara lain lagi dan ia menggendong paksa Kahoko. Kahoko terkejut. Hajime menyampaikan tidak apa-apa jikalau Kahoko tidak menemukannya.
Kahoko terdiam, Hajime terus menatapnya dan membawanya keluar dari sungai.

Malam harinya, ayah kembali ke rumah.
Ia menarik nafas dalam dan memikirkan cara minta maaf pada ibu dan Kahoko. Ia merasa rencananya lancar, ia akan membicarakan mengenai Kahoko malam ini, mengenai masa depan Kahoko dan bagaimana mereka kini harus membiarkan Kahoko mandiri.
Tapi menyerupai biasa, ayah masuk ke rumah dan ia gugup kalau bicara dengan ibu.
Ibu sedang menonton video masa kecil Kahoko dan menyampaikan Kahoko dulu sangat manis, sangat menyukai peek-a-boo ayah (cilukba). Ia juga membahas mengenai kepolosan Kahoko itu berasal dari ayah dan lain sebagainya. Ibu karenanya menyadari kalau selama ini ia terlalu memanjakan Kahoko.
Ayah menarik nafas dan ingin membahas mengenai duduk kasus Kahoko, tapi tiba-tiba bel berbunyi dan pembicaraan mereka berhenti.

Ibu keluar untuk membuka pintu dan terkeut melihat Kahoko basah. Hajime kemudian muncul dan meminta maaf, ini semua kesalahannya. Hajime meminta waktu pada ayah dan ibu alasannya ia ingin membicarakan sesuatu. Tapi ibu menolak.
Ibu berkata, kenapa hal menyerupai ini selalu terjadi setiap Kahoko bersamamu?
Ibu menarik Kahoko masuk ke rumah dan Kahoko ingin menjelaskan pada ibunya, tapi ibu menolak mendengarkan dan menyuruh Kahoko ganti baju.
Ibu berkata pada Hajime untuk tidak bertemu dengan Kahoko lagi. Aku khawatir! Sangat angker memikirkan apa yang akan terjadi kalau beliau bersamamu!
Ibu akan menutup pintu tapi Hajime menahannya, ia menolak, Aku tidak bisa.
Semuanya terkejut.

Hajime untuk pertama kalinya terlihat serius mengenai Kahoko, ia menatap ibu dan berkata, Aku tidak bisa untuk tidak bertemu dengan puteri anda lagi.
Kahoko terkejut mendengarnya.
Hajime berkata, Kahoko sangat sederhana dan jujur sampai-sampai ia kelihatan bodoh. Dia selalu melaksanakan sesuatu diluar harapanku dan saya tidak bisa melepaskan pandanganku darinya. Dia membuatku berfikir bahwa saya juga harus melaksanakan yang terbaik. Kenapa kalian berfikir beliau sangat cute, kini saya mengerti alasannya. Jika memungkinkan saya ingin kalian mendapatkan hubungan kami. Aku terlihat menyerupai ini sekarang, jadi saya akan tiba lagi lain waktu.
Seluruh keluarga termangu mendengar perkataan Hajime. Hajime serius gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa udah kaya minta izin meminang anak semata wayang keluarga nemoto HAHAHAHAHAHA.
Kahoko tentu saja shock dengan kata-kata Hajime.
Hajime kemudian permisi meninggalkan mereka.
Ibu seolah tadi menahan nafas dan karenanya bisa menghela nafas lagi. Kahoko sendiri masih tidak percaya dengan apa yang ia dengarkan. Aku rasa ia berfikir kalau ini mungkin mimpi. awww Kaho Kaho XD

Ibu berusaha melupakan hal itu dan menyuruh Kahoko segera mandi, ia akan menngambilkan handuk dan piyama.
Kahoko ingin membicarakan sesuatu dengan ibunya. Ia menyampaikan ia baik-baik saja,  ia akan melaksanakan semuanya sendiri mulai dari sekarang.
Ibu dan ayah terkejut. Kahoko menyampaikan ia akan berusaha tidak bergantung pada ibu lagi, ia akan bangun pagi sendiri, menentukan pakaian sendiri, menciptakan bekal sendiri, mencuci piring sendiri, mengganti bed cover sendiri, menjahit kancing baju kalau ada yang lepas sedirian, ia juga tidak akan meminta ibu menjemput di stasiun,  ia akan berjalan pulang ke rumah sendiri.
Mengenai mencari pekerjaan juga, Kahoko menyampaikan ia akan memikirkannya dan menyampaikan apa yang ia pikirkan jikalau ia sudah menemukannya.
Kahoko menyampaikan jikalau ia tidak melaksanakan hal itu, ia mungkin tidak akan pernah dewasa.

Ibu terdiam. Kahoko meminta izin pada ibunya untuk melaksanakan hal itu.
Ibu menatap Kahoko  cukup lama. Ayah memuji Kahoko dalam hati, alasannya Kahoko menyampaikan apa yang ingin ia katakan tadi.
Ibu kemudian karenanya mengangguk, dan memperbolehkan.
Kahoko sangat senang, ia tersenyum dan berterima kasih pada mama.
Ibu mengembalikan tas di tangannya pada Kahoko dan masuk ke kamar.

Kahoko dan ayah saling tatap, takut ibu marah.
Mereka bertanya kenapa perilaku ibu abnormal dan mendekati kamar. Ibu kemudian keluar dengan membawa tas, ia mengambil ponselnya dan menuju pintu. Kahoko dan ayah mengikutinya, Kahoko terus memanggil mama tapi ibu tidak mendengarkan.
Ibu tanpa bicara apa-apa meninggalkan rumah.

-The End-

Komentar:

OMG!!
Setelah ayah kembali ke rumah, kali ini giliran ibu yang meninggalkan rumah HAHAHAAHHAHA.
Setelah bertemu Hajime kayaknya hidup Kahoko tidak hening ya, ada aja duduk kasus dalam keluarganya. Tapi bukan salah Hajime juga sih, alasannya bahwasanya Kahoko sedikit terlambat mencicipi permasalahan keluarga, tampaknya sebelum ini keluarganya tenang-tenang aja.

Ibu Kahoko tuh maunya apa ya?
Apakah memang alasannya beliau terlalu menyayangi Kahoko dan ga mau berpisah dengannya, ga mau Kahoko diambil orang lain ya?
Well, jawabannya ada di episode 6 sih.
Tapi di episode ini ibu Kahoko sudah seikit mau mendapatkan Kahoko temenan sama Hajime, cuma beliau murka lagi di ending alasannya Kahoko selalu dalam keadaan tidak baik kalau pulang sama Hajime.
Biasanya kalau di drama lain yang murka niscaya sang ayah ya.
Ayah Kahoko disini kenapa sih susah banged ngomong XD

Aku ngakak banged melihat ayah dan adiknya bertengkar di rumah orang renta mereka. Padahal mereka sama aja, sama-sama kabur dari rumah dan tinggal di rumah orang tua.
Orang renta mereka udah kehabisan kata-kata, toh anak mereka nggak mau pulang, jadi biarin aja. sakit kepala juga sih si ibu, tapi ayah malah tidur aja kerjanya, mungkin menghindari percakapan kali ya HAHHAHAHA.
Aku suka nenek Kahoko dari pihak ibu, beliau tau betul bagaimana ibu Kahoko dan menasehatinya supaya lebih percaya pada KAhoko, alasannya mempercayai lebih sulit dari mencintai.

Masalah Kahoko memang banyak banged sekali datang. Dengan orang tuanya lah, paman dan bibi, keluarga Ito, dengan Hajime juga, makanya beliau tidak tenang.
Kahoko ingin melaksanakan sesuatu tapi ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Dia terbiasa dengan keluarga yang harmonis, jadi sekali ada duduk kasus beliau ingin segera menyelesaikannya.
Kahoko tuh baik banged, kadang kasian melihatnya. Makanya Hajime juga nggak bisa meninggalkannya sendirian. Meski kadang Hajime udah kesel memberi nasehat ini dan itu, ia tetap menyampaikan sesuatu yang menciptakan Kahoko bangun dan bersemangat lagi.
Makanya Hajime dan Kahoko cocok banged.

Hajime di episode ini namja banged, di ending!
Suka banged karenanya beliau jujur kalau beliau juga punya perasaan sama Kahoko dan ingin orang renta Kahoko menerimanya.
Selama ini kalau beliau nggak suka seharusnya di ignore aja ya, tapi toh beliau tetap sama-sama Kahoko dan puncaknya ialah dikala di sungai itu, Kahoko beneran memikirkan semuanya dari dalam hatinya, ingin melaksanakan sesuatu untuk mereka.
Untuk pertama kali Hajime menyampaikan mengenai dirinya, ternyata begitu ceritanya. Hajime kehidupannya juga sangat sulit dan ia melaksanakan yang terbaik selama ini. Kira-kira kemana ibu Hajime ya? Apakah kita akan melihatnya di drama ini?
Aku harap Kahoko akan mencari ibu Hajime dan menciptakan keduanya bertemu lagi. Kahoko benar sih, bahwasanya Hajime ingin bertemu ibunya lagi, makanya ia masih menyimpan cat minyak itu.

Ini drama berapa episode ya, saya bahkan nggak tahu HAHAHHAHAHA, saya terus aja nungguin hari rabu untuk melihat spoilernya, alasannya subtitle drama ini sedikit lambat.
Drama ini sudah tayang hingga episode 7 hingga saya menciptakan sinopsis ini dan ada banyak sekali duduk kasus yang muncul di kehidupan OTP kita.
Tapi semoga semuanya berjalan dengan baik ya, namanya juga kehidupan niscaya ada duduk kasus di dalamnya.
Aku suka banged sama akting Takahata Mitsuki disini, beliau pas banged jadi Kahoko, imut bnageeeeed.
Dan chemistry-nya sama Takeuchi Ryoma memang juara XD
Semoga MugiKaho berakhir senang ya, hehhehhe.
Sebenarnya di setiap opening drama ini kita melihat Kahoko menjadi dewasa, mulai dari Kahoko masih dalam balutan plastik menyerupai di poster, bayi, TK, SD, SMP, SMA, Kuliah dan selanjutnya, menyampaikan setiap episode beliau bertambah dewasa. Aku ingin tau endingnya nanti apa ya? Hanayome? HEHEHEHEH

Continue Reading

More in Dorama

To Top