Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 6 – 1

Dorama

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 6 – 1

Ini episode paling kacau kayaknya, alasannya yakni keluarga mamanya Kahoko tampaknya punya koneksi tertentu yang menciptakan kalau yang satu bertengkar dengan suami, maka yang satunya juga. Makara ada dua kubu, kubu para ibu dan kubu para ayah. Kahoko satu-satunya yang khawatir dengan keadaan keluarganya, sementara Ito sama sekali nggak peduli. hmmmm. Ini anak perlu dikasi pelajaran kayaknya.
Sementara itu Hajime dan Kahoko resmi pacaran, tapi Hajime kesulitan untuk menyampaikan perasaannya dihadapan Kahoko yang menciptakan Kahoko jadi meragukannya.

 Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 6 Bagian 1
 

Pagi yang indah di apartemen keluarga Nemoto. Kahoko masih di kawasan tidur senyam senyum sendiri mengingat insiden semalam, dimana secara resmi Hajime meminta izin pada ayah dan ibu Kahoko untuk terus menemui Kahoko, alias ngajak kencan hehehhehe.
Ini pertama kalinya Hajime melaksanakan hal ibarat utu, meski semalam mereka tak sempat bicara sesudah itu, Kahoko sudah berbunga-bunga. Ia kemudian terbangun 100% dan menyadari kalau ia terlambat ke kampus.
Ia keluar mencari mama tapi mama tidak ada, yang ada di dapur yakni papa yang mencoba memasak tapi tidak tahu dimana letak minyak goreng. omg papa, tau kau sibuk tapi sekali sekali ke dapur-lah XD.
Kahoko kemudian teringat insiden semalam, sesudah Hajime pulang, ia menyampaikan pada mama kalau ia tidak ingin tergantung pada mama lagi, ingin mencoba melaksanakan sendiri. Mama murka dan meninggalkan rumah.

Kahoko dan papa pada hasilnya sarapan dengan telur rebus. Kahoko menatap dingklik dimana mama biasa duduk dan terlihat sedih. Ia mencoba mengirim pesan tapi tidak dibaca oleh ibunya, semenjak semalam. Kahoko takut ibunya tidak akan kembali ke rumah, tapi ayah menyampaikan ibu akan niscaya akan kembali.
Telpon berdering dan ayah mengangkatnya, ternyata dari rumah nenek Kahoko. Nenek melaporkan kalau ibu tiba ke rumah kemarin dan bertanya apakah terjadi sesuatu. Karena ibu kalau murka akan mogok bicara, jad meski ia tanya, ibu nggak akan menjawab.
Ayah kemudian membahas apa ayng terjadi semalam, mengenai Hajime yang mengajak Kahoko jadian di hadapan mereka dan Kahoko yang menyampaikan kalau ia ingin mandiri. Hanya saja ayah tidak engerti alasan ibu pergi dari rumah tuh apa.

Nenek mengerti dan ia merasa mungkin ibu berfikir kalau ia tidak di butuhkan lagi di rumah, Ibu merasa kesepian dan seakan-akan Kahoko yang sangat ia cintai lebih menentukan Hajime dibanding dirinya.
Ayah tidak tahu apa yang harus ia lakukan dan nenek menyampaikan ia akan mencoba bicara pada ibu. Kahoko jadi murung alasannya yakni ia tak bermaksud ibarat itu pada mama.
Ayah menyampaikan ia akan membujuk ibu pulang, Kahoko tidak perlu ikut alasannya yakni nanti akan memperburuk suasana hati ibu. Kahoko mengerti dan menyampaikan ia kan melaksanakan pekerjaan rumah.
Tapi Kahoko ya Kahoko, gres mau mulai beres-beres, susu tumpah ke lantai dan ia panik sendiri. Ayah tak sanggup mempercayakan rumah padanya HAHAHAHHA.

Kahoko ke kampus dan menceritakan hal itu pada Hajime. Hajime cukup kagum dengan keluarga Kahoko, kemarin papa, kini mama yang ninggalin rumah. Kahoko kesal alasannya yakni ini bukan materi candaan, ia minta sara pada Hajime apa yang harus ia lakukan. Hajime menyampaikan kalau Kahoko memang ingin mama kembali, bilang aja kalau Kahoko membutuhkan mama.
Tapi Kahoko merasa tidak manis menyampaikan hal ibarat itu, alasannya yakni kata-kata itu tidak akan menuntaskan duduk kasus yang ada. Hajime kagum alasannya yakni KAhoko kelihatan lebih dewasa.
Kahoko menyampaikan ketika ayah meninggalkan rumah waktu itu, Hajime menyampaikan padanya kalau mungkin tuhan ingin menyampaikan pada KAhoko untuk mandiri, jadi kali ini ibunya meninggalkan rumah, berdasarkan Hajime apa kira-kira yang ingin tuhan sampaikan padanya.
Hajime menyuruh Kahoko mikir sendiri alasannya yakni Kahoko sudah dewasa. Kahoko jadi kesal dan memasang wajah curiga pada Hajime, Hajime sanggup mengartikan sebagai tatapan kalau Kahoko berfikir ia tak tahu jawabannya dan menghindari pertanyaan.
Kahoko membantah hal itu, ia menyampaikan ini pertama kalinya mama meninggalkan rumah dan ia tak tahu apa yang harus ia lakukan. Hajime mengerti kenapa dari tadi Kahoko terus melihat ponselnya, alasannya yakni ia nggak tahu kapan mama akan membalas pesannya.
Hajime kemudian bergumam kalau ia sudah bertahun-tahun tidak bertemu dengan mamanya.

Kahoko melamun dan ia meminta maaf. Hajime menyampaikan kalau Kahoko tak perlu meminta maaf. Kahoko mengajak Hajime mencari ibu Hajime tapi Hajime menyampaikan Kahoko tak perlu melaksanakan itu. Kahoko mendesah dan menyampaikan ia ingin tau kenapa ibu meninggalkan Hajime.
Kahoko kembali fokus pada ponselnya, pesannya belum dibaca mama. Hajime nggak tahan melihat wajah murung Kahoko dan mengubah topik pembicaraan, Bukankah ada yang lebih penting yang harus kita bicarakan?
Kahoko tidak mengerti dan bertanya apa?
Hajime kesal, kau nggak ingat saya mengajakmu pacaran kemarin malam?
Wajah Kahoko tiba-tiba berseri dan menyampaikan tentu saja ia ingat. Ia membungkuk dan mengucapkan terima kasih pada Hajime.
Hajime menyampaikan kalau Kahoko minta maaf begitu, ia merasa kalau Kahoko ibarat sedang menolaknya HAHAHAHAHAA.
Kahoko menyampaikan ia masih belum mempercayainya kalau Hajime memiliki perasaan yang sama dengannya. Ia mendekati Hajime dan bertanya apa yang harus ia lakukan, apakah kau mau berkencan atau………
Kahoko memasang wajah senyuman mencurigakan dan ketawa-ketawa sendiri, Hajime menebak kalau Kahoko niscaya memikirkan sesuatu yang asing wkwkwkwkwkwk.
Tapi Hajime meminta Kahoko tidak perlu menyampaikan apa yang ada dipikirannya, alasannya yakni ia tahu apa itu dan ia pikir ia tak akan sanggup menyampaikan tanggapan yang diinginkan Kahoko HAHHAAHA

Kahoko kemudian berfikir dan menyampaikan kalau ia punya 2 permintaan, ia ingin Hajime melakukannya untuknya.
Hajime bertanya apa itu.
Permintaan pertama, Kahoko ingin Hajime memanggilnya dengan nama kecilnya, Kahoko. Karena Hajime memang belum pernah memanggil namanya semenjak pertama mereka bertemu.
Itu bukan undangan sulit, jadi HAjime setuju. Ia menatap Kahoko dan akan memanggil nama Kahoko. Kahoko sudah menantikannya dengan wajahnya yang sangat lucu.
TApi ternyata memanggil nama itu tidak semudah yang Hajime bayangkan, K..k..k…..ka….ka……..aaahhhhhhhh, undangan kedua, apa undangan keduamu?
Kahoko menyampaikan undangan keduanya, ia ingin Hajime menyatakan perasaannya secara pribadi dihadapannya, alasannya yakni Hajime belum pernah menyampaikan ‘suka’ pribadi padanya.
Hajime kemudian berfikir, dan kelihatannya makin sulit. Ia kembali bersiap untuk menyampaikan perasaannya dan Kahoko menunggu dengan penuh antisipasi.
Hajime: S….s…..su……su…..sssssaaahhhhh maaf, maaf, maaf, apakah kau sanggup memberiku waktu lebih usang lagi? Aku tidak sanggup mengatakannya secara tiba-tiba, saya belum menyiapkan hatiku.
Kahoko menatap Hajime dengan tatapan mewaspadai Hajime kalau ia berbohong, Hajime menyuruhnya jangan menatapnya begitu HAHAHAHHAHA.
Hajime pada hasilnya mengganti topik pembicaraan lagi, mengenai ibu yang kabur dari rumah HAHAHAHHAAHAHHA.
*Hajime-kun, saya padamu lah XD

Sore harinya, sepulang kerja, ayah ke rumah mertuanya untuk menemui ibu. Ia ingin membawa ibu pulang. Ia sudah menyiapkan kata-katanya dan membayangkan ibu tersentuh, tapi tentu saja di hadapan ibu, ayah jadi gagap LOL.
Saat ayah mengajak ibu bicara, ibu masih mogok bicara, ia tak menyampaikan sepatah katapun dan hanya mendengarkan, ia bahkan menjawabnya dengan mengirimkan sms pada ayah HAHAHAHAHAH.
Ayah menyampaikan dalam hati kalau ibu sangat menyeramkan kalau marah. Tapi ayah masih belum mengalah mengajak ibu pulang hingga tiba-tiba ibu membuka mulutnya dan ayah pikir ibu bicara padanya, tapi ternyata ibu bicara pada adiknya, Setsu, ibu Ito yang juga kabur dari rumah.
Ibu Ito kembali ke rumah orang tuanya sambil menangis alasannya yakni bertengkar dengan suaminya, suaminya menyalahkannya yang salah membesarkan anak makanya Ito jadi begitu. Ibu Kahoko kesal sekali kenapa laki-laki selalu menyalahkan istri mengenai duduk kasus membesarkan anak.
Ibu Ito curhat mengenai suaminya dan ibu Kahoko mendengarkan dan menenangkan ibu Ito. Ibu Ito kemudian sadar kalau ayah Kahoko juga disana dan menyadati kalau kakaknya dan ayah Kahoko juga bertengkar.
Ayah jadi kehilangan kesempatan untuk membujuk ibu pulang alasannya yakni ibu fokus pada ibu Ito.

Ayah Kahoko pulang dengan tidak bersemangat. Kahoko ada di dapur yang berantakan, Kahoko sedang mencari plastik sampah, ia tidak menemukannya. Bahkan ketika mereka mencari plastiknya, air mendidih dan tumpah.
Kahoko menyampaikan sajian makan malam mereka yakni hamburger dan ayah shock alasannya yakni Kahoko membeli daging yang harganya mahal banged, tapi ia tak sanggup protes HAHHAHHAHHA.
Kahoko menanyakan ibu dan ayah menceritakan apa yang terjadi, kalau ia kehilangan kesempatan membujuk ibu alasannya yakni ibu Ito juga bertengkar dengan suaminya dan tiba ke rumah nenek. IA menyampaikan ia akan membujuk ibu besok. Kahoko memasang wajah tidak mempercayai ayah HAHAHAHA.
Ayah akan ke ruang tengah ketika melihat pakaian kotor dimana-mana, Kahoko menyampaikan ia berencana mencuci tapi ia tak tahu cara memakai mesin basuh HAHAHHAHA. Ayah akan membereskannya tapi Kahoko melarangnya, ia menyampaikan ia yang akan melaksanakan semua pekerjaan rumah. Ia menyuruh ayah mandi alasannya yakni ia sudah menghangatkan air.
Ayah masuk ke kamar mandi dan ternyata kolam kosong alasannya yakni Kahoko lupa menutup baknya HAHAHHAAHHAHAHA.
Ayah benar-benar khawatir dengan rumah mereka.

Keesokan harinya, ayah kembali ke rumah nenek untuk membujuk ibu pulang, ia menyampaikan mengenai Kahoko yang melaksanakan semua pekerjaan rumah, tapi semakin Kahoko melakukannya, rumah mereka semakin berantakan.
Ibu masih menolak bicara dan mengirim sms, menyampaikan kalau ayah dan KAhoko butuh dirinya hanya sebagai pembantu di rumah. Tentu saja ayah membantah. Tapi belum sempat mereka bicara lebih lanjut, bibi kecil Kahoko, Tamaki juga tiba ke rumah, ia kabur dari rumah HAHAHAHHAHAAHHAH.
Tamaki-chan kabur bukan alasannya yakni bertengkar, melainkan rasa takut dalam dirinya kalau kebahagiaannya akan hilang alasannya yakni menikah. Ibu Kahoko sangat perhatian dan bicara panjang lebar pada Tamaki-chan, ayah jadi berfikir kalau ibu memang hanya hambar padanya HAHHAAAHAHAH.
Suami Tamaki-chan pribadi tiba menjemput Tamaki dan Tamaki tidak mau pulang. Mereka berdua kejar-kejaran di rumah HAHAHAHA
Nenek mencoba menghentikan mereka berdua. Ibu Kahoko setuju, menyampaikan alasannya yakni mereka suami istri mereka harus duduk dan dengan kepala dingin bicara menuntaskan masalah.
Ayah KAhoko terbelalak bisa-bisanya ibu menyampaikan hal itu pada adiknya, padahal ia sendiri mogok bicara padanya wkwkkwkwkwkwwkw.

Saat Tamaki dan suaminya kejar kejaran di rumah, ayah Ito juga tiba menjemput ibu, tapi ibu nggak mau pulang, alasannya yakni ia sakit hati pada suaminya. IA juga kecewa suaminya tiba paling akhir, ayah Ito menyampaikan kalau ia ada shif hari ini. Dan bla bla bla, keduanya bertengkar sambil berteriak, ibu Ito memukul suaminya dan nenek mencoba menghentikan mereka.
Tamaki di luar masih masin kejar-kejaran dan berakhir memukul suaminya. Suasana rumah nenek heboh banged alasannya yakni pertengkaran pasangan suami istri, satu-satunya yang dicuekin yakni ayah Kahoko HAHAHAHA.
Suasana makin kacau ketika kakek pulang sesudah memenangkan sesuatu tapi ia diminta membisu oleh anaknya dan menciptakan ayah berang, ia menumpahkan barang bawaannya dan rumah makin kacau HAHAHAHHAHAHA.

KAhoko sedang membaca resep sajian makan malam ketika ayah pulang dengan wajah tak bersemangat, KAhoko menyampaikan sajian makan malam hari ini yakni omurice.
Kahoko bertanya mengenai mama dan ayah minta maaf, ia menceritakan mengenai TAmaki yang juga bertengkar dengan suaminya jadi ia tak sanggup bicara dengan mama. Kahoko kelihatan kecewa dan memperlihatkan wajah kehilangan kepercayaan pada ayah. Ayah berjanji akan membawa mama pulang besok.
Ayah mendesah dan ingin istirahat di ruang tamu tapi keadaan rumah lebih acak-acakan dari sebelumnya, pakaian dimana-mana HAHAHHAHAHA. IA juga melihat KAhoko yang bahkan memecahkan telur aja kelihatan tidak ahli. Ia memperlihatkan memesan makanan saja malam ini, tapi Kahoko menolak.
Tiba-tiba bel berbunyi, Kahoko segera berlari ke luar, berharap itu yakni mama.
Tapi ternyata kakek (ayahnya ayah) yang tiba ke rumah mereka, bahkan menyampaikan Kahoko angpao meminta Kahoko tidak melapor.

Ayah menelpon rumah dan nenek menyampaikan kalau ayah dan adiknya bertengkar lagi, jadi kakek pergi dari rumah. Ayah meminta nenek menjemput kakek alasannya yakni keadaan rumah tangganya juga sedang berantakan, tapi ibu menolak dan meminta mereka mengurus kakek, alasannya yakni sudah usang ia tidak sendirian di rumah, ia ingin santai HAHAHAHAHHAHAHA.
Kahoko bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan ayah meminta Kahoko jangan khawatir. Kahoko kemudian menyampaikan kalau sebaiknya mereka memesan makanan saja malam ini dan ayah melihat hasil omurice Kahoko yang gosong HAHAAHAHHA.

Kahoko sedang melaksanakan tugasnya sebagai model dan berpose untuk Hajime, sambil menceritakan duduk kasus keluarganya. Hajime sih nggak terlalu khawatir alasannya yakni mereka yakni keluarga Kahoko, niscaya akan segera baikan. Hajime agak keceplosan memanggil Kahoko, tapi gres sampe ‘Kaho’ aja dan Kahoko wajahnya bersinar-sinar alasannya yakni Hajime memanggil namanya tapi Hajime membantah ia tidak melakukannya dan menyampaikan kalau ia ingin menyampaikan hal baik akan tiba pada orang yang menunggu (Kaho wa netemattete yuotoshitta dakede).
Kahoko pribadi kecewa berat mendengarnya, Ia berjongkok dan berharap kalau Hajime tidak melupakan permintaannya. Hajime menyampaikan kalau ia tidak melupakannya. Makara Kahoko meminta HAjime setidaknya memanggil namanya, ia akan lebih bersemangat kalau Hajime melakukannya.

 

Hajime tidak sanggup terus kabur, jadi ia mengerti dan mendekati Kahoko, ia akan memanggil nama KAhoko. Kahoko menahan nafasnya, menunggu HAHHAHAHAH.
Tapi Hajime masih tidak sanggup mengatakannya, ia menyampaikan kalau Kahoko terus menatapnya begitu ia jadi deg degan dan sulit mengatakannya LOL
NGAKAK banged ini yang berdua, mereka deg degan banged dan mengambil nafas untuk berkonsentrasi kembali. Kahoko bahkan menyampaikan ‘silakan’ tanda Hajime untuk memulainya.
Hajime meminta Kahoko tidak perlu memberi kode begitu dan Kahoko resah apa yang harus ia lakukan. Hajime beneran nggak sanggup mengatakannya dan meminta Kahoko untuk memberinya waktu, alasannya yakni ia sangat jelek dalam hal percintaan.

Kahoko kemudian menunduk murung alasannya yakni kecewa dan Hajime paling nggak sanggup melihat wajah Kahoko yang ibarat itu.
Ia hasilnya menyampaikan kalau ia akan melakukannya. Kahoko senang mendengarnya HAHAHHAHAHHA.
Makara Hajime dan Kahokos sudah saling berhadapan, Hajime menarik nafas dan menyampaikan ia akan mulai. Kahoko tersenyum bersemangat dan mengangguk. Ia menantikanya.
K…Ka…….Ito-chan?
KAhoko resah dan melihat kebelakang, Ito ada disana melihat mereka.

Penampilan Ito kali ini makin berbeda dan Hajime mengomentarinya. Ito menyampaikan ia sudah berhenti dari musik, jadi nggak duduk kasus kalau ia mengubah penampilan. Kahoko bertanya apakah Ito yakin?
Ito menyampaikan intinya anak miskin tampaknya tidak akan sanggup menjadi pemusik ternama, alasannya yakni untuk ini dan itu membutuhkan banyak uang, apalagi berguru di luar negeri. Ia merasa orang tuanya juga niscaya senang ia melukai tangannya. Kahoko meminta Ito jangan menyampaikan hal ibarat itu dan memintanya baikan dengan orang tuanya. Ia tidak mau melihat keluarga mereka berantakan. Ia akan melaksanakan segalanya untuk ito.
Ito bertanya apakah Kahoko serius dan Kahoko membenarkan. Ito kemudian meminta Kahoko menyampaikan Hajime padanya. Kahoko dan Hajime terkejut dan saling pandang. Ito bertanya, bukannya kau bilang kau akan melaksanakan segalanya?
Kahoko berfikir dan Hajime mencoba menengahi mereka. Tapi Kahoko meminta maaf pada Ito, maaf, saya tidak sanggup memberikannya padamu. Hajime bukanlah barang dan saya menyukai Hajime.
Hajime menatap Kahoko.

 

Ito bertanya apakah Hajime juga menyukai Kahoko dan Hajime menyampaikan ya, saya pikir begitu.
Ito tidak suka dengan tanggapan begitu, ia ingin Hajime to the point menyampaikan kalau ia menyukai Kahoko.
Kahoko menatap Hajime dengan penuh harapan, Tapi Hajime tidak sanggup mengatakannya dan malah menyampaikan kalau ia sedang bekerja dan sangat sulit jikalau menyampaikan itu pada rekan kerjanya, tapi bukan berarti ia tidak menyukai Kahoko, dari hatinya paling dalam ia ingin kencan dengan Kahoko tapi entah kenapa ia tidak sanggup mengatakannya.
Ito tertawa dan menyampaikan kalau Hajime bodoh. Kahoko juga kecewa dan meninggalkan Hajime.

Kahoko belanja di supermarket untuk makan malam dan tetapkan memanggang ikan malam ini.
Saat belanja, Kahoko melihat bibinya, adik ayah sedang mencatat nomor telpon sebuah lamaran pekerjaan.
Keduanya bicara di luar, bibi membawa barang bawaannya, tampaknya ia kabur dari rumah juga.
Bibi dan Kahoko curhat. Bibi menyampaikan kalau ia terlalu dingin, semenjak dulu ia tidak peduli pada keluarganya, ia bahkan berfikir kenapa ia harus menyayangi keluarganya hanya alasannya yakni mereka punya kekerabatan darah. Bibi berfikir kalau ia punya anak mungkin ia akan mengerti, ia tahu ia tak seharusnya begini dan melaksanakan banyak hal juga, tapi pada hasilnya ia hanya mengakibatkan masalah. PAda hasilnya ia tidak berguna.
KAhoko menatap Bibi dan menyadari sesuatu, kalau ia ibarat dengan bibinya, ia mencoba melaksanakan sesuatu tapi pada hasilnya malah menciptakan keadaan makin jelek dan ia merasa tak berguna.
Bibi membenarkan mengenai hal itu dan KAhoko jadi sedih, bibi memintanya jangan memperlihatkan wajah murung alasannya yakni melukai hatinya LOL.
Bibi menyampaikan Kahoko jangan khawatir, alasannya yakni Kahoko menyukai keluarganya, Kahoko tidak akan berakhir sepertinya.

Kahoko kembali ke rumah, ada banyak sepatu disana. Ternyata ayah Ito, suami Tamaki (Mamoru) tiba ke rumah mereka. Ayah menjelaskan kalau mereka hari ini ke rumah nenek dan membujuk para istri untuk pulang, tapi mereka tidak berhasil. Makara mereka tetapkan makan malam bersama sambil menyusun strategi.
Kahoko mengerti dan ia ingin membantu memasak tapi ayah melarangnya, alasannya yakni ayah Ito cukup sanggup diandalkan di dapur, mereka takut KAhoko memasak HAHAHHAHAHA.
Tiba-tiba bel berbunyi dan Kahok berfikir itu mama, ia segera berlari, ternyata itu yakni kakeknya (ayahnya ibu).
Kahoko resah kenapa kakek disana dan Kakek meminta Kahoko mendengarkan curhatnya.

Makara di rumah tadi sedang makan malam dan semuanya terdiam, kakek ingin mencairkan suasana dan menyampaikan sudah usang semenjak terakhir kali mereka makan berlima, ia senang belum dewasa yang ia besarkan bahagia.
3 puterinya tidak menyukai hal itu dan menyampaikan kalau yang membesarkan mereka yakni nenek, bukan ayah. Ayah selalu sanggup enaknya, sama sekali tidak mau membantu ibu di rumah. Mereka juga menyampaikan ibu terlalu lembut pada ayah, tak peduli seberat apapun, ibu selalu sabar menghadapi ayah dan setia, tidak pernah murka dan lain-lain, sehingga menciptakan ayah manja.
Tanpa ibu, ayah tidak sanggup apa-apa sama sekali dan menyampaikan sekali-kali ibu harus memberi pelajaran pada ayah dan bla bla bla.
Ayah jadi tersinggung dan meninggalkan rumah HAHAHAHAHAHHA.
Dan begitulah kakek berakhir di rumah Kahoko.

Continue Reading

More in Dorama

To Top