Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 6 – 2

Dorama

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 6 – 2

————————————————————————————–
Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 6 Bagian 2

Para suami + Kahoko makan malam bersama. Ayah Kahoko bertanya-tanya kenapa hal ibarat ini terjadi pada mereka.
Ayah Ito menyampaikan kalau mereka bertanya masalahnya pada para istri, mereka akan menyalahkan para ayah.
Suami Tamaki-chan setuju, ia berharap para sitri lebih mengerti mereka dan lebih menghargai kerja keras mereka.
Ayah Kahoko setuju, alasannya mereka juga melaksanakan yang terbaik untuk mencari uang.
Suami Tamaki menyampaikan sehabis menikah ia jadi mengerti bahwa hal yang penting dalam kehidupan berumah tangga ialah mood istri, kalau mood istri baik, maka semuanya akan baik-baik saja.
Yang lain setuju. Ayah Ito juga ingin tau kenapa istri mereka memandang rendah pada mereka.
Kakek angkat bicara, benarkah? Aku tidak ibarat itu.
Suami Tamaki menyampaikan itu alasannya nenek ialah orang yang serba bisa. Kakek orang yang beruntung. Tapi kakek menyampaikan ia paling tidak suka dikatakan begitu, seakan-akan ia tidak dapat apa-apa tanpa istrinya.

Tapi berdasarkan para ayah, kehidupan kakek ialah kehidupan ideal para laki-laki HAHAHHAA. Yang lain setuju, mereka iri pada kakek alasannya kakek punya istri yang baik.
Kakek tidak suka dibilang begitu dan meminta Kahoko menyampaikan pada mereka, alasannya ia tak mengerti dan Kahoko menyampaikan kalau semuanya menyampaikan hal ibarat itu alasannya mereka menyukai kakek.
Kakek eksklusif good mood dan menyampaikan kalau Kahoko sangat baik.
Para paman menyampaikan mereka ingin Kahoko selalu pure ibarat ini, Kahoko niscaya akan menjadi istri yang baik. Melihat Kahoko saja mereka sudah tersenyum bahagia, alasannya Kahoko selalu menyayangi keluarga.
Tiba-tiba para paman memiliki ide, bagaimana kalau Kahoko yang bicara pada istri mereka. Mereka yakin kalau Kahoko yang bicara niscaya mereka akan mengerti. Ayah juga setuju, kalau Kahoko pergi mungkin mama akan pulang.

 

Kahoko hanya membisu mendengarkan dan ia merasa tak yummy alasannya tiba-tiba mereka mengalihkan tanggungjawab ke tangannya. Kahoko berdiri dan meminta semuanya berhenti menyampaikan hal itu. Asalkan kalian tahu, Kahoko yang kini tidak akan dapat menjadi istri yang baik ibarat istri kalian yang andal itu. Aku masih anak-anak, saya tidak dapat melaksanakan pekerjaan rumah, saya sama sekali tidak berguna.
Yang lain jadi merasa tak yummy dan menyampaikan kalau mereka tidak berfikir begitu. Kahoko menunjukkan buktinya, nggak ada yang makan ikan yang ia panggang dan para paman eksklusif memakan ikan itu HAHHAHAHAHAH.
KAhoko melanjutkan, Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan, tapi bagaimana kalau kalian menyampaikan pada mereka betapa bersyukurnya kalian dapat bersama dengan mereka? Aku menyukai kalian semuanya, tapi saya tidak suka kalian ragu dan ragu disini, saya tidak ingin melihat wajah kalian ibarat ini.
Mereka mencoba menenangkan Kahoko dan Kahoko nggak tahan lagi, memaksa mereka untuk ke rumah nenek kini juga, mereka dihentikan pulang sebelum baikan dengan sitri mereka. Ia juga membangunkan kakeknya satu lagi dan menyuruhnya pulang, tapi kakek bilang besok aja, dan Kahoko menyampaikan haru kini HAHAHHAHA.

Dan begitulah, Kakek, suami Tamaki, Ayah Ito, Ayah Kahoko dan Kahoko kembali ke rumah nenek, mereka masuk rahasia ke rumah dan bertany-tanya siapa yang duluan. Mereka masih takut dan memutuskan untuk mendengarkan percakapan para perempuan diam-diam.
Nenek, mama Kahoko, ibu Ito dan Tamaki-chan sedang mengobrol sambil makan semangka. Nenek terharu alasannya sudah usang mereka tidak berkumpul berempat begini.
Tapi ia masih berusaha menyuruh mereka pulang. Ibu Kahoko oke dan menyuruh mereka pulang, alasannya semenjak tadi ibu Ito terus melihat ponsel.
Yang lain juga nggak kalah menyuruh ibu Kahoko pulang dan ibu menyampaikan kalau Kahoko tidak membutuhkannya lagi di rumah, dan mereka menyampaikan itu tidak benar.

Mereka membicarakan kenagan masa kecil mereka dan disini saya gres tahu kalau ibu Ito ialah anak bungsu keluarga ini HAHAHHAHAHAHA. Awalnya saya pikir anak bungsu itu Tamaki-chan.
Sementara itu Tamaki yang alasannya paling tidak masuk nalar kabur dari rumah, berdasarkan mereka sangat aneh alasannya Tamaki mengkhawatirkan hal ibarat itu, selama ini Tamaki ialah anak yang baik. Tamaki menyampaikan ia bukan anak yang baik, semenjak kecil ia sakit-sakitan dan merasa iri pada mereka, kenapa ia yang harus menderita dan mereka dapat main dengan puas. Makanya ia ingin mencari suami yang lebih baik dari suami keduanya, semoga ia dapat membanggakannya.
Yang lain menyampaikan Tamaki sudah bertemu dengan Mamoru dan Tamaki pernah bilang kalau mereka pasangan yang ditakdirkan, Tamaki menyampaikan alasannya itulah ia merasa ada yang lain dalam dirinya, bahwa ia merasa ia tidak mengasihi suaminya dari lubuk hatinya yang terdalam, ia terus menyembunyikannya makanya ia bersikap ibarat ini.
YAng lain tertawa dan menyampaikan kalau Tamaki-chan terlalu memikirkan hal itu.

Ibu Ito juga curhat menyampaikan dulu ia dibully dikala sekolah, alasannya ia selalu dibandingkan dengan kakaknya yang pintar,cantik, cute dan baik, sementara ia kolot dan jelek.
Tapi Tamaki menyampaikan kalau Ibu Ito dulu terkenal dikalangan pria, Ibu Ito membenarkan hanya saja para laki-laki yang menyukainya itu tidak ada yang bagus, semuanya ibarat ayah Ito HAHAHHAHHA.
Nenek mengingatkan kalau mereka akan dieksekusi kalau bicara ibarat itu terus, suami ibu Ito ialah orang yang baik.
Ibu Kahoko oke menyampaikan kalau adiknya disayangi oleh keluarganya, berbeda dengannya. Tapi mereka berfikir justru ibu Kahoko lebih baik nasibnya. Ibu Kahoko menyampaikan waktu kecil ia selalu ditinggalkan sendiri, sementara 2 adiknya selalu bermain. Adiknya menyampaikan itu alasannya ibu Kahoko tidak memperdulikan mereka. Ibu Kahoko menyampaikan kalau nenek paling keras padanya sementara adiknya dimanjakan dan ibu mengatakn itu alasannya ibu Kahoko semenjak kecil keras kepala.
Ibu Kahoko mencari pembelaan lagi dan membahas anjing mereka dulu, ia yang membawanya tapi malah tidak tiba kalau ia memanggil dan selalu menghabiskan waktu dengan adik-adiknya.
Mereka semuanya tertawa dan nggak mengingatnya.

 

Ibu Kahoko kemudian menyampaikan semenjak dikala itu ia jadi khawatir, kalau mungkin tidak ada yang akan menyukainya.
Yang lain jadi saling pandang. Ibu kemudian melanjutkan, tapi kalian tahu, Kahoko berbeda. Hanya Kahoko-lah yang tanpa dipanggil akan berlari ke pelukannya dengan senyumannya yang ibarat malaikat. Dia akan berlari ke hadapanku dengan tubuhnya yang kecil itu dan memelukku dengan erat. Aku sangat bahagia. Hanya gadis itulah yang mencintaiku tanpa syarat. Apapun yang terjadi, saya percaya akan cintanya.
Kahoko melamun mendengar hal itu. Nenek kemudian bertanya, Apakah alasannya itu, kamu takut kalau Mugino-kun akan mengambilnya darimu?
Ibu menggeleng dan menyampaikan bukan begitu, Aku hanya ingin sedikit lebih usang bersama Kahoko.
Nenek menyampaikan ia mengerti perasaan ibu, Jika anak ialah sebuah kapal, suatu hari nanti mereka niscaya akan meninggalkan pelabuhan. Jika mereka lelah mengarungi samudera, mereka akan kembali lagi ke pelabuhan.
Semuanya terdiam.

Para laki-laki di persembunyian mereka jadi semakin sulit untuk bergabung dan mulai meributkan siapa yang duluan akan keluar.
Nenek ternyata tahu kalau mereka medengarkan dan menyuruh mereka segera masuk dan jangan bersembunyi lagi. Kaprikornus para laki-laki membuka pintu dan para istri terkejut, tidak ada yang menyadarinya selain nenek.
Kahoko memanggil ibunya dan berlari ke hadapan ibunya. Ibu terkejut.
Kahoko dengan mata berkaca-kaca berkata, Mama… aku… ini ialah pertama kalinya bagiku. Aku menyadari saya tidak mengetahui apapun tentangmu. Sampai sekarang, mama hanyalah mama bagiku, tapi ternyata saya sadar kalau mama juga seorang wanita. Aku selalu bertanya-tanya kenapa mama meninggalkan rumah dan berfikir niscaya ada arti dibalik itu semuanya. Dan saya karenanya mengerti, tuhan ingin menyampaikan padaku untuk lebih mengerti mengenai mama. Aku pikir cinta mama ialah cinta sederhana, tapi ternyata tidak sesedehana itu. Itu ialah hal yang sangat menakjubkan, sebuah harta karun berharga. Cinta ibu sangat hebat. Maaf saya tidak menyadarinya hingga sekarang, saya minta maaf alasannya saya tidak berusaha untuk mengerti dirimu.
Ibu menatap puterinya dan ayah mendekati istrinya,  meminta ibu puang ke rumah, ia juga akan berusaha lebih memahami ibu. Ia juga meminta ibu setidaknya membaca pesan Kahoko selama beberapa hari ini, alasannya selama ini mereka mengkhawatirkan ibu.

Ibu membuka ponselnya dan membaca pesan-pesan Kahoko yang ia abaikan dan semua pesan Kahoko mengandung kata ‘i love you’.
Ibu membaca satu per satu, mama saya mencintaimu, mama saya selalu mencintaimu, mama apapun yang terjadi saya akan selalu mencintaimu, mama saya akan selalu mencintaimu dan pesan lainnya dimana Kahoko tidak pernha lupa mengetikkan i love you.
Ibu tidak dapat menahan tangisnya dan ingin menyentuh wajah puterinya, tapi ia tidak dapat dan memutuskan berlari ke kamar. Ayah ingin mengejarnya dan nenek meminta mereka membiarkan ibu KAhoko untuk hari ini. Ia menyampaikan semuanya akan baik-baik, ia yakin ibu akan pulang sendiri ke rumah besok.
Yang lain juga meminta Kahoko jangan khawatir, alasannya prediksi nenek selalu benar. Nenek tak melupakan 2 puterinya itu dan menyuruh keduanya segera pulang ke rumah masing-masing.

Keesokan harinya, Kahoko menjadi model Hajime lagi dan Hajime bertanya apakah mama sudah pulang. Kahoko menyampaikan belum, ia khawatir apakah semuanya akan baik-baik saja.
Hajime menyampaikan prediksi nenek selalu benar dan Kahoko harus mempercayai hal itu. Kahoko mengerti.
Meski begitu, Kahoko terus melihat ponselnya dan mengirim pesan pada mama. Hajime jadi ingin tau dan melihat apa yang diketikkan Kahoko.
Kahoko mengetik: Hari ini saya juga mencintaimu, mama.
Hajime membaca pesan-pesan Kahoko pada mama dan melihat semua pesannya ada kata ‘i love you.’
Hajime rahasia mengalihkan pandangan dari ponsel ke arah Kahoko. Ia menatap Kahoko yang fokus pada ponselnya.

“Aku menyukaimu, Kahoko.”
Kahoko terkejut, ia menatap ke arah Hajime, He?
Hajime cukup mengejutkan, ia tidak mengalihkan pandangannya dan berkata, kok he?
Kahoko masih belum mengerti apa yang terjadi dan terus menatap Hajime dengan tatapan terkejut dan Hajime jadinya sebal,  Apaan sih, jangan tatap saya dengan tatapan seakan-akan kamu gres melihat alien!
Kahoko menyampaikan kalau ia masih gemetar dengan apa yang gres saja terjadi.
Hajime tak peduli dan menyampaikan kalau ia sudah mengabulkan petmintaan Kahoko.

Kahoko pusing dan menutup matanya, ia berdiri dan memohon Hajime mengulanginya sekali lagi alasannya tadi hatinya belum siap.
Hajime tentu saja menolak, ia tak dapat menyampaikan hal ibarat itu dua kali. Kahoko tak mengalah dan terus memohon mengikuti Hajime, mereka jadi berkeliling di ruang seni HAHAHHAHAH.
Hajime menyampaikan kata-kata ibarat itu harus dikatakan dengan natural, kalau tidak ia tidak bisa.
Mendengar itu Kahoko sangat kecewa, ia kembali memasang wajah sedihnya dan menunduk. Hajime kesal Kahoko memasang wajah ibarat itu lagi. Kahoko jadinya menatap Hajime dan mulai tersenyum memohon Hajime mengatakannya lagi,
Hajime hanya dapat tersenyum melihat manisnya gadis itu, ia tidak dapat melawan tatapan Kahoko dan memutuskan mengatakannya sekali lagi.

Hajime menatap Kahoko dan dengan serius berkata, Ayo berkencan, Kahoko. Aku akan meminta izin orang tuamu sehabis ibumu kembali ke rumah.
Kahoko sangat sangat sangat sangat senang mendengar hal itu, Kahoko tersenyum lebar dan mengangguk. Awwwwwwwwwwww SHIAWASEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!! GEMES GEMES GEMES GEMESSSSSSSSSSSSSS!!!!

Malam harinya, Kahoko menunggu kepulangan ibu. Tapi ibu belum juga kembali, bahkan hingga ayah pulang kerja. Kahoko khawatir dan ayah meminta Kahoko jangan khawatir, ibu akan kembali dan menunjukkan wajah biasa jadi mereka juga harus bersikap biasa. Kahoko mengerti.
Tak usang sehabis itu pintu terbuka, ibu kembali. Kahoko dan papa berusaha menyambut ibarat biasa, tapi ibu eksklusif masuk ke kamar. Ia ke ruang tengah dan melihat rumah sangat berantakan, Kahoko meminta maaf, ia menyampaikan ia akan membersihkannya, ibu ke dapur dan semuanya berantakan. Ibu tak menyampaikan sepatah katapun, ia mengambil celemek dan mulai membersihkan rumah, membuang sampah, membersihkan semuanya, mengumpulkan baju kotor, mencuci piring, menyiram tanaman, mengikat koran, membereskan remote tv dan dalam beberapa menit rumah kembali rapi.
Kahoko dan papa kagum dengan kelihaian mama.

Ibu kemudian mengambil sebotol wine dan ayah pikir ibu ingin bersulang merayakan kepulangan ke rumah, tapi ibu menyampaikan kalau ia hanya ingin minum sendiri.
Ibu menyampaikan mulai kini mereka harus bersikap bebas, terutama Kahoko yang ingin mandiri. Ia menyampaikan pada Kahoko untuk melaksanakan apapun yang diinginkan Kahoko, ia tidak akan ikut campur lagi. Tapi Kahoko dihentikan bergantung padanya lagi.
Ayah khawatir dengan hal itu, alasannya kalau tiba-tiba KAhoko akan kewalahan. Ibu tak peduli dan menyampaikan pada ayah kalau ia juga tak akan menanyakan mengenai makan malam lagi. Ia tidak ingin mereka menganggapnya pembantu di rumah, kalau ayah membutuhkan makan malam ayah dapat menyampaikan padanya.
Ayah ingin bicara tapi ibu memotongnya, ia menyampaikan hingga dikala ini, ia tidak berfikir apa yang ia lakukan salah dan ia tidak berfikir untuk merubahnya. Tapi kalau mereka berdua menginginkannya, mereka akan melakukannya.
Ayah tidak terlalu setuju, tapi Kahoko menyampaikan kalau ia mengerti.

Kahoko mengatakan  ia akan berusaha keras hingga mama mengakuinya.
Kahoko mengambil juice dan mengajak ibu bersulang, one shot!
Ayah khawatir melihat mereka berdua, alasannya pertarungan ibu dan anak akan dimulai.

Suatu hari di rumah nenek, nenek sedang menelpon seseorang menyampaikan untuk tidak menyampaikan itu pada suaminya, alasannya kalau suaminya tahu ia akan segera mati, suaminya akan panik. Ia juga akan menyampaikan perlahan pada keluarganya.
Ia tidak menyadari kalau Kahoko mendengarkan itu di belakangnya. Saat nenek melihat KAhoko, nenek terkejut dan kertas yang ia pegang terjatuh.
Nenek bertanya kenapa Kahoko disana. Kahoko menyampaikan kalau ia ingin berterima kasih alasannya mama sudah kembali.
Nenek mungkin mencoba untuk bersikap biasa tapi Kahoko sudah mendengarkan semuanya, Kahoko bertanya apakah itu benar, kalau nenek akan meninggal?

-The End-

Komentar:
Hmmmmmmmmmmm.
Aku berharap ini drama seger dan jangan pake penyakit-penyakit segala, ini nih yang malesin kalau udah ada yang sakit T________T
Terlanjur nonton, apa boleh buat HAHHAHAHA.
Semoga semuanya sehat hingga final deh, saya nggak mau ada yang meninggal, babaaaaaaa T________T

Mama Kahoko memang sesuatu banged. Aku mengerti perasaannya mengenai Kahoko, ia sangat mengasihi Kahoko dan tidak mau Kahoko diambil orang lain, ia ingin lebih usang menghabiskan waktu dengan Kahoko, menjadi orang yang Kahoko paling cintai, tapi ibu seharusnya juga lebh dewasa, alasannya Kahoko bukan 17 tahun lagi, melainkan 22 tahun, sudah saatnya mandiri.
Karena cinta ibunya, Kahoko jadi ibarat itu, nggak dapat apa-apa. Aku melihat banyak anak manja di sekitar saya sih dan saya juga termasuk manja, tapi nggak segitunya juga, Kahoko udah ada di level berbeda, nggak tahu deh kalau memang ada anak seumuran Kahoko yang ibarat ia HAHAHAHHA.
Biasanya kalau anak gadis yang overrotective papa-nya kan ya, contohnya anaknya pacaran ayahnya nggak oke alasannya nggak mau anaknya diambil laki-laki lain, tapi disini si mama yang berulah.
Setidaknya papa Kahoko ini orangnya kalem dan ia nggak terlalu mempermasalahkan Kahoko dengan siapapun, alasannya Hajime juga anak baik.

Ngumpul bareng keluarga di episode ini seru banged ya. Menceritakan masa lalu, dan dapat jujur sehabis sekian usang menyimpan di dalam hati dan malah jadi materi candaan.
Kalau anggota keluarga banyak, serunya tuh memang dibagian ngumpul-ngumpul ya.
Aku menyukai keluarga ibu Kahoko, terutama si nenek, orangnya hening banged, ia dapat menghadapi semuanya dengan mudah. Dan meerka benar sih, kakek beruntung banged alasannya istrinya nenek. Kata perkumpulan para laki-laki sih, kehidupan ideal para suami HAHAHAHHAHA.
Karena saya udah menonton episode 7 dan 8, jadi saya udah tahu reaksi kakek dikala tahu penyakit nenek, pada dasarnya sih saya bukannya murung malah ngakak melihat reaksi kakek. hahahahhaha. gomen ne, nenek.

Kahoko dan Hajime, aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh, saya baper berat sama couple ini!!!!! Gila cemistry mereka berdua itu lho, berlimpah-limpah HAHAHAHAHA.
Cuma adegan ‘suki da yo, Kahoko’ saya udah teriak-teriak, nggak tau berapa kali itu adegan saya ulangin dan ulangin, bunyi dalem Hajime itu lho, addduuuuuuuuuh XD XD XD
Ryoma Takeuchi memang arif banged bikin baper ya. Hajime udah pas buat Kahoko, terutama kalau melihat episode berikutnya, mereka berdua itu klop lah, melengkapi satu sama lain :))
Kahoko emang jagonya menciptakan wajah murung dan HAjime nggak dapat menolak kalau ia udah masang wajah begitu, soalnya cute banged heheehehhe.
Hajime yang awalnya nggak dapat bilang suka n manggil nama Kahoko, sekalinya eksklusif mengabulkan 2 undangan Kahoko hehehheehhe.
Kahoko seneng banged tuh.

Tapi tentu saja duduk kasus gres akan dimulai dari sana. Kayaknya nggak perlu di spoiler ya, nikmati aja adegan mereka di episode ini. Masih belum move on HAHAHAHA.
Ryoma cocok banged jadi Hajime dan jodohnya sama KAhoko. Untung Ryoma nggak jadi sama Mineko di Hiyokko wkwkwkkwkwkw. Spoile Hiyokko dikit, Mineko jadian sama Hide & tampaknya sih nikah ya, soalnya di syuting terakhir mereka pake cincin couple XD KYAAAAAAAAA, seneng banged saia!!
Makanya, Ryoma memang sama Mitsuki aja, biarin Kasumin sama Hayato wkkwkkwkwkwkw

Continue Reading

More in Dorama

To Top