Connect with us

Locafest.co.id

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 7-1

Dorama

[Sinopsis] Kahogo No Kahoko Episode 7-1

Episode 7 ini episode yang bikin emosi. Kahoko mengetahui mengenai kelemahan masing-maisng keluarganya dan diam-diam mereka. Termasuk neneknya yang ternyata sedang sakit. Ia ingin berusaha mengabulkan undangan neneknya dan malah membuatnya semakin pusing alasannya ialah semuanya tidak berjalan sesuai rencananya. Keluarganya yang biasanya serasi malah menjadi penuh pertengkaran dan Kahoko merasa kasihan pada neneknya yang sangat menginginkan perkumpulan keluarga. Hal itu juga membawa pertengkaran dalam hubungan Hajime dan Kahoko yang gres berkencan beberapa hari.

Sinopsis Overprotected Kahoko Episode 7 Bagian 1

Seperti biasa, di awal episode Kahogo no Kahoko dimulai dipagi hari di rumah keluarga Nemoto.
Pagi itu Kahoko masih setengah terbangun dan ia mengingat kejadian semalam dimana ia dan ibunya sudah berjanji tidak akan mencampuri urusan masing-masing, alasannya ialah Kahoko ingin mandiri.
Jadi, kalau biasanya ibunya selalu membangunkan KAhoko, pagi itu Kahoko berusaha bangkit sendiri, meski ia sulit bangkit dan hampir ketiduran lagi sesudah mematikan alarmnya.
Tapi Kahoko lagi-lagi melupakan kalau ia harus mandiri, ia melaksanakan kebiasaan paginya, mengambil dua pakaian dan bertanya pada ibunya yang mana yang harus ia kenakan hari ini. Saat ia menyadarinya kalau ia sudah menanyakan hal yang tak seharusnya ditanyakan, Kahoko berusaha mengubah topik pembicaraan menyampaikan kalau ia sudah menentukan sendiri baju mana yang akan ia pakai.
Tapi ibunya sengaja menentukan baju yang berlawanan dengan pilihan Kahoko.

Kahoko kembali ke kamarnya dan berusaha menentukan baju sendiri di depan kaca.
Karena Kahoko ingin mandiri, jadi ibu juga sengaja tidak memasak untuknya dan tidak menyebarkan bekal, hari ini Kahoko menciptakan bekalnya sendiri.
Kahoko memasak di dapur ketika ibu dan ayah sedang sarapan. Kahoko teringat kejadian di rumah neneknya kemarin, mengenai nenek yang mengidap penyakit.
Tapi ketika itu nenek menyampaikan kalau ia hanya latihan akting, alasannya ialah ia menyukai sebuah drama dimana tokoh utamanya mengidap penyakit yang sama, alasannya ialah ia sangat menyukai drama itu, jadi ia sengaja akting mengikuti adegan didalamnya.
Kahoko ragu akan hal itu, ia masih kepikiran dan ingin membahasnya dengan mama. Tapi alasannya ialah dan mama dilarang saling membantu, jadi Kahoko galau harus bagaimana. Ia bahkan sudah memanggil mama tapi kemudian ia memanggil papa juga dan ketika akan membahas mengenai baba, kata-katanya tertahan.
IA kemudian menerima pesan dari baba yang memintanya bertemu. Kahoko memperlihatkan sms itu dan mama ingin ikut, tapi mama kemudian sadar kalau mereka berdua dilarang ikut campur urusan masing-masing dan mengurungkan niatnya.

Kahoko ke rumah neneknya sendirian sambil berlari, jadi ia berkeringat tiba disana. Nenek memberinya minum dan mulai menceritakan apa yang sebetulnya terjadi, pertama ia meminta maaf pada Kahoko alasannya ialah sudah berbohong kemarin.
Nenek menyampaikan kalau hati/jantungnya bermasalah, dimana membutuhkan operasi pencangkokan atau sejenisnya. Tapi nenek terlalu renta dan resikonya sangat besar. Kahoko tentu saja terkejut mendengarnya dan ia akan melaksanakan apapun yang sanggup ia lakukan kalau itu sanggup membantu nenek.
Nenek menyampaikan ia punya 2 permintaan, pertama ia meminta Kahoko memeluknya dan Kahoko melakukannya. *SEDIH BANGED*
Permintaan kedua ialah nenek ingin Kahoko merahasiakan hal ini dari keluarga. Kahoko tentu saja terkejut alasannya ialah hal menyerupai ini harus dibicarakan bersama keluarga. Tapi nenek menyampaikan ia tidak ingin menciptakan semuanya khawatir, ia ingin menikmati hari-hari senang menyerupai biasa dan lagi, ia ingin meninggal di rumahnya sendiri.
Karena itu ia memohon pada Kahoko untuk mengabulkan permintaannya itu. Kahoko ketika itu tidak sanggup berfikir banyak alasannya ialah nenek memang memaksa kalau ia tidak ingin ada yang tahu mengenai penyakitnya. Kaprikornus Kahoko hanya sanggup memeluknya.

Kahoko makan siang di kampus dengan bekal buatannya sendiri yang di protes oleh pacarnya Hajime, alasannya ialah isi bekal Kahoko yang menyedihkan, tidak glamor menyerupai biasa. Kahoko sih nggak peduli mengenai hal itu. Lucunya, Hajime kini selalu mengakhiri kalimatnya dengan ‘Kahoko, Kahoko dan KAhoko’.
Kahoko jadi galau kenapa Hajime terus memanggil namanya. Hajime menyampaikan alasannya ialah ia pemalu, ia akan kesulitan kalau tiba-tiba Kahoko nanti memintanya memanggil nama menyerupai waktu itu, jadi ia ingin berusaha membiasakannya HAHAHHAAHAH. Dan lagi-lagi ia mengakhirinya dengan ‘Kahoko’.
Kahoko malah nggak peduli dan fokus pada HP-nya, menciptakan Hajime kecewa alasannya ialah hal itu tidak menciptakan Kahoko senang. Kahoko meminta maaf, ia menyampaikan kini kepalanya dipenuhi oleh baba (nenek), jadi ia tidak sanggup berkonsentrasi dengan hal lainnya.
Ia bertanya pada Hajime apa yang harus ia lakukan.
Hajime sih menjawab enteng, menyampaikan apa yang sanggup Kahoko lakukan hanya melaksanakan apa yang neneknya minta. TApi Hajime cukup binging apa tidak duduk kasus Kahoko menyampaikan duduk kasus ini padanya, padahal nenek meminta Kahoko merahasiakan dari keluarga.
Kahoko menyampaikan nenek memperbolehkannya menceritakan hal ini pada orang yang ia sukai. Kahoko tersenyum. Hehhhehehehe.

Kemudian Kahoko melihat jam dan menyadari ia hampir terlambat, Kahoko kemudian meminta Hajime bersiap untuk ikut padanya. Hajime bingung. Kahoko menjelaskan kalau baba ingin bertemu dengan Hajime.
Hajime tentu saja terkejut, ia menyampaikan ia belum melaksanakan persiapan -untuk bertemu secara resmi dengan keluarga Kahoko-.
Kahoko memohon pada HAjime alasannya ialah ia ingin Hajime bertemu dengan nenek secepatnya, memperkenalkan orang yang ia sukai pada neneknya.
Kahoko menatap Hajime dengan tatapan memohonnya yang sudah niscaya 100% nggak akan sanggup ditolak oleh Hajime HAHHAHAHAHAH.

Dan nggak disangka, Hajime yang biasanya begitu ternyata sanggup nervous juga.
Tenggorokannya rasanya kering dan ia bertanya-tanya apakah ia tak apa-apa mengenakan pakaian menyerupai ini bertemu dengan nenek (pakaian HAjime yang biasanya dari ep 1 nggak ganti-ganti wwkwkwkwwkw).
Kahoko menyampaikan kalau nenek tidak akan mempermasalahkan hal menyerupai itu. Tapi Hajime masih nervous dan bahkan ingin ke toilet. Kahoko galau alasannya ialah Hajime gres saja ke toilet tadi HAHHAHAHAHHAHAHAHA.
Hajime beneran lucu, nervous banged, ia sama sekali tidak tenang.
BTW mereka berdua menunggu nenek di rumah sakit, tampaknya nenek melaksanakan pemeriksaan.

Nenek kemudian muncul dan KAhoko segera mendekati neneknya. Hajime ngikut di belakang.
Nenek menatap Hajime dan berkata, oh, jadi kamu orangnya, yang dengan datar menyampaikan apa yang tidak sanggup kami katakan pada Kahoko?
Hajime tersenyum dan memberi salam, namaku ialah Mugino Hajime, saya merasa terhormat sanggup berpacaran dengan Kahoko… san. Well, hari ini cuacanya cerah ya, hahhaahah.
Hajime benar-benar gugup bertemu dengan nenek, ia jadi celoteh sendiri. Nenek sih hanya menatapnya saja dan saya rasa ia menyukai Hajime.

Nenek, Kahoko dan Hajime pergi ke rumah nenek untuk mengobrol.
Nenek mulai menanyakan apakah Hajime menyukai Kahoko dan Hajime membenarkan. Kahoko tersenyum bahagia.
Nenek berkomentar, ini akan sulit bagimu, berpacaran dengan Kahoko, kamu mengerti maksudku kan?
Hajime membenarkan, tapi selain sulit, menurutku sangat menarik. Saat kami bersama, ada banyak hal tak terduga yang terjadi.
Nenek menyukai hal itu, ia menyampaikan kalau ini saam menyerupai ketika ia pertama kali pacaran dengan kakek.
Hajime menyampaikan kalau ia tidak pernah berfikir akan pacaran dengan gadis menyerupai Kahoko sebelumnya.
Nenek membenarkan, alasannya ialah hidup ini kadang lucu, banyak hal yang tidak terduga yang

Kahoko tidak damai dengan pembicaraan ini alasannya ialah ia masih mengkhawatirkan neneknya. IA bertanya pada neneknya bagaimana kalau mereka berkonsultasi dengan dokter lainnya dan nenek menyampaikan kalau ia sudah melakukannya dan hasilnya sama saja.
KAhoko tetap ingin memberitahu keluarga, bagaimana kalau ia memberitahu mamanya saja.
Tapi nenek menolak, ia menyampaikan ia ingin menjalani kehidupan menyerupai biasa saja, berkumpul dengan keluarga, merayakan ulang tahun, festival, dan lain-lain seeperti biasanya. Ia tidak ingin semuanya khawatir, ia ingin meninggal dengan damai di rumahnya. Kaprikornus ia memohon semoga Kahoko juga bersikap menyerupai biasanya.
Ia mengingatkan Kahoko juga ingin menjadi anak yang berdikari dan tidak tergantung pada orang tuanya, jadi Kahoko dilarang tergantung pada mama lagi. Ia mengingatkan Kahoko kalau Kahoko lebih besar lengan berkuasa dari yang ia pikirkan, alasannya ialah Kahoko eksklusif sanggup menyadari kalau ada sesuatu yang asing dengan keluarga, apakah ada yang merasa tidak baik atau khawatir, itu ialah bukti kalau Kahoko sebetulnya anak yang besar lengan berkuasa dan sanggup melaksanakan apapun. IA selalu berfikir ketika melihat KAhoko menyerupai itu, bahawa Kahoko ialah anak yang sanggup melaksanakan apapun, lebih dari siapapun untuk sanggup menciptakan orang lain bahagia.
Kahoko hanya terdiam. Nenek meminta pendapat Hajime dan HAjime oke dengan nenek, bahwa KAhoko memang orang menyerupai itu.

Tiba-tiba pembicaraan mereka terganggu ketika kakek pulang dan nenek meminta mereka bersikap menyerupai biasa.
Kakek kemudian menyadari ada refreshing-young man disana dan Hajime memperkenalkan diri sebagai pacar KAhoko. Kakek terkejut dan berfikir kalau Kahoko akan menikah, ia mengucapkan selamat HAHAHAHAHHA.
Tapi tentu saja Kahoko menyampaikan bukan begitu. Nenek menyampaikan kalau ia yang meminta Kahoko membawa pacarnya ke rumah, alasannya ialah ia ingin melihat langsung.
Kakek kemudian berfikir kalau Kahoko ingin meminta uang, tapi tentu saja Kahoko menolak dan meminta kakek untuk memperlakukan nenek dengan baik dan kakek galau alasannya ialah ia selalu memperlakukan nenek dengan baik. KAhoko menatap tajam kakek dan menyampaikan harus lebih lebih lebih baik lagi.
Hajime berusaha mencairkan suasana dengan bertanya mengenai kelas puisi yang gres kakek ikuti dan kakek senang ada yang tertarik dengan puisinya, ia mengajak Hajime untuk membicarakan itu berdua. Dan begitulah Hajime eksklusif klop sama kakek Hehehhehehehhe.

Nenek melihat keduanya dan menyampaikan kalau Hajime ialah orang yang baik. Kahoko membenarkan. Nenek meminta Kahoko untuk tersenyum dan jangan menciptakan wajah sedih, alasannya ialah kalau Kahoko tidak tersenyum, nenek juga tidak akan merasa bahagia.
Kahoko mencoba untuk tersenyum dan dimulailah senyuman paksaan di wajah Kahoko.

Di rumah, mama sedang menonton video-video Kahoko sendirian, ia khawatir alasannya ialah sudah larut malam dan Kahoko belum pulang. Begitu ada yang masuk, mama segera mematikan TV dan akal-akalan sibuk membaca. Ternyata yang pulang ialah ayah, bukan Kahoko.
Ibu menyerupai biasa akan menanyakan apakah ayah butuh makan malam besok, tapi kemudian ia menyadari ia tak boleh menanyakan itu, jadi ia mengurungkan niatnya. Ayah menyadari itu dan menyampaikan ia tak butuh makan malam besok. Itu menyampaikan ia tak peduli HAHAHHAHAH.
Ayah bertanya apakah Kahoko belum pulang, apakah KAhoko menghubungi kalau ia akan pulang telat.
Tapi ibu berusaha terlihat hambar dan tak peduli, padahal ia khawatir.

Kahoko sendiri sudah di depan rumahnya dan ia ingat pesan neneknya untuk selalu tersenyum. Kahoko berusaha menciptakan wajah tersenyum dengan memaksakan pipinya untuk tersenyum, lucu banged.
Ia kemudian masuk dengan wajah tersenyum yang dipaksakan dan ibu mulai akan mengomel kenapa Kahoko pulang larut malam, tapi diakhiri dengan ‘meskipun ia tak peduli alasannya’ ketika mengingat kesepakatan mereka untuk tidak mencampuri urusan masing-masing.
Kahoko hanya menjawab kalau ia punya urusan sedikit dan ibu bertanya, apa kamu kencan dengan HAjime? well, meskipun saya tidak peduli.
Kahoko menyampaikan bukan begitu dan ibu bertanya kemudian kenapa -kahoko pulang telat-?
Kahoko jadi kesal dan mengatakan, nggak duduk kasus kan kalau saya pulang telat -dan nggak menyampaikan alasannya-
Keduanya terdiam. Ayah mencoba mencairkan suasana dengan mengajak Kahoko makan malam. Tapi Kahoko menyampaikan ia tidak lapar dan akan masuk ke kamar, tapi perutnya bunyi. Kahoko kesal sekali memegang perutnya dan mengeluh kenapa ia masih saja lapar disaat-saat menyerupai ini HAHAHHAHAHA. Perut mah nggak sanggup kompromi.

Kahoko kemudian menatap ibunya dan ingin menyampaikan mengenai duduk kasus nenek tapi ia tak sanggup mengatakannya alasannya ialah ia sudah berjanji pada nenek.
Lalu telpon berdering, dari ibu Ito dan ibu mengangkatnya. Ibu Ito ingin membatalkan perayaan ulang tahun di rumah nenek tahun ini, alasannya ialah Ito sendiri suasana hatinya tidak baik dan bahkan tidak mau bicara, ia juga tidak akan tiba ke pesta ulang tahunnya.
Ibu Kahoko mengerti dan menyampaikan akan meyakinkan nenek untuk membatalkannya.
Mendengar itu, Kahoko tentu saja menolak dan mematikan telpon, melarang ibu menghubungi nenek. Kahoko ingin menyampaikan duduk kasus nenek lagi, kenapa nenek ingin berkumpul dengan keluarga tapi ia tak sanggup mengatakannya dan alhasil menciptakan alasan kalau nenek ingin menciptakan Ito bersemangat lagi, siapa tahu dengan pesta ulang tahun ini, Ito kembali menyerupai biasanya.
Kahoko menyampaikan kalau ia akan melaksanakan sesuatu semoga Ito tiba ke pesta ulang tahun itu.

Kahoko ada di ruang seni dan menatap ponselnya dengan wajah berkerut.
Hajime yang berusaha menuntaskan lukisannya bertanya apakah tidak duduk kasus Kahoko menyampaikan hal itu? dan Kahoko menjawab kalau ia akan melaksanakan sesuatu semoga Ito tiba ke pesta ulang tahun.
Tapi Hajime sudah sanggup menebak KAhoko menatap ponselnya dari tadi alasannya ialah ia mengirim pesan ke Ito tapi sama sekali tidak dijawab. Kahoko menyampaikan ia akan melaksanakan sesuatu mengenai hal itu.
HAjime tak suka mendengar itu dan menyampaikan pada Kahoko, kalau seseorang menyampaikan ‘aku akan melaksanakan sesuatu mengenai hal itu’ artinya orang itu sama sekali tidak punya solusi.
Kahoko yang semenjak tadi mencoba memasang wajah tersenyumnya jadi tak bersemangat tapi tetap memasang wajah tersenyum dan menciptakan Hajime bertanya kenapa semenjak tadi KAhoko memasang senyuman terpaksa.
Kahoko menyampaikan nenek memintanya untuk selalu tersenyum sesulit apapun keadaan dan Hajime menyampaikan ia memberi apresiasi pada kegigihan Kahoko, tapi menurutnya senyuman itu sangat tidak natural dan jatuhnya malah terlihat mengerikan.
Kahoko terkejut dan senyumannya menghilang.
Hajime menyampaikan menurutnya nenek menyuruh Kahoko tersenyum itu maksudnya ialah hidup menyerupai biasanya, menciptakan planning untuk masa depan juga. Intinya bukan tersenyum paksa begitu.
Kahoko mengerti.

Kemudian Hajime mengubah pembicaraan mengenai mereka berdua, Kau tahu, kita gres mulai pacaran, tapi… kita belum pernah berkencan.
Kahoko membenarkan dan ia makin galau alasannya ialah ia melupakan banyak hal alasannya ialah duduk kasus neneknya.
Hajime menyampaikan ia akan membantu Kahoko bersemangat lagi dan bertanya apakah ada kawasan yang ingin KAhoko kunjungi, mereka sanggup pergi bersama-sama. Ia akan membawa Kahoko kemanapun dan kapanpun.
Tiba-tiba Kahoko mengangkat wajahnya, ia berdiri dan menemukan sesuatu untuk dilakukan. Ia menatap Hajime dengan tatapan, ayo ikut denganku sekarang.

Kahoko dan Hajime pergi ke sebuah kompleks apartemen dan Hajime bingung, ia tak tahu itu dimana. Kahoko menyampaikan kalau ini ialah rumah Ito dan Hajime terkejut alasannya ialah Kahoko berencana menunggu Ito disana. Kahoko menyampaikan kalau ia tak tahu cara lain untuk menemui Ito, jadi ia akan menunggu disana.
Hajime menyampaikan kalau mereka bahkan tak tahu kapan Ito akan pulang. Kahoko menyampaikan ia sudah melaksanakan persiapan, mengeluarkan masakan dan minuman dari tasnya. Ia mengeluarkan satu per satu dan menawarkan pada Hajime, ia meminta maaf alasannya ialah ia masih belum sanggup memikirkan duduk kasus kencan dan lain sebagainya. Hajime menyampaikan kalau ia tak masalah, setidaknya mereka masih sanggup mengobrol.
Kahoko terus mengeluarkan masakan dan kemudian teringat sesuatu, ia mengambil masakan dari tangan Hajime dan menyuruhnya pulang. Hajime terkejut, Kenapa?
Kahoko menyampaikan kalau Ito melihat mereka berdua, Ito akan kesal dan tidak akan mendengarkannya nanti, jadi sebaiknya Hajime pulang saja. Kahoko meminta maaf.
Hajime mengerti meski ia kelihatan kecewa, lol. (Sepertinya Hajime kalau duduk kasus nge-date lebih aktif dari Kahoko, beliau sebetulnya pengen banged HAHHAHAHHA).

Kahoko mengirim pesan pada ibunya, menyampaikan ia akan menunggu Ito di depan rumah hingga ia sanggup bicara dengan Ito dan ibu khawatir.
Kemudian ayah pulang dan ibu ingin menyambutnya tapi ia mengurungkan niatnya.
ayah menyampaikan ia tak melihat Kahoko, apakah Kahoko pulang telat lagi. Ibu menceritakan mengenai Kahoko yang menunggu Ito dan Ayah kahwatir apakah Kahoko akan baik-baik saja.
Ibu menyampaikan pada ayah kalau ayah Khawatir pergi saja melihatnya, alasannya ialah ia sedang sibuk.
Ibu kemudian berusaha terlihat sibuk memasak sementara ayah menatapnya dengan senyuman mengejek alasannya ialah ia tahu kalau ibu lebih khawair daripada dirinya hHAAHAHAHA.

Kahoko menunggu di bawah apartemen Ito hingga malam dan begitu Ito pulang diantara geng-nya, Kahoko eksklusif mendekatinya, tentu saja Kahoko meminta Ito tiba ke program ulang tahunnya nanti. Tapi Ito menolak menyampaikan ia benci keluarga mereka.
Kahoko mencoba meyakinkan Ito, setidaknya Ito dilarang membenci nenek, alasannya ialah nenek ingin menyemangati Ito. Tapi Ito menyampaikan nenek ialah orang yang sok tahu semuanya dan sangat menjengkelkan. Kahoko menatap Ito dengan tatapan murka alasannya ialah kata-kata Ito dan menyampaikan padanya untuk tidak menyampaikan hal jelek mengenai nenek. Kahoko menyampaikan kalau Ito bicara baik-baik pada nenek ia yakin Ito akan mengerti bagaimana nenek sangat memikirkan mengenai mereka, dan juga menurutnya keluarga ialah orang yang lebih mengerti akan diri kita dari pada diri kita sendiri.
Kahoko memberi conton mengenai Ito yang menyadarkannya ketika Ito berteriak padanya waktu itu, kalau ia ialah ikan mas yang berenang di akuarium dan Ito kesal menyampaikan kalau Kahoko salah mengira, ia sama sekali tidak pernah menganggap Kahoko sebagai keluarganya.
Ito kemudian meninggalkan Kahoko.

KAhoko kembali ke rumah dengan tidak bersemangat, menyerupai biasa ia memaksakan wajahnya untuk tersenyum. Dan ketika ia akan masuk ke rumah, pintu terbuka dan kepalanya terbentur, ternyata ayah mengkhawtirkannya dan ingin menyusul.
Ibu tidak mengerti kenapa Kahoko sebegitu inginnya mengadakan pesta ulang tahun, ia tahu kalau Ito niscaya menolak. Kahoko menyampaikan ia akan tetap berusaha, ia akan menyebarkan cookie favorite Ito.
Ibu meminta Kahoko berhenti melaksanakan itu alasannya ialah program tahun ini kemungkinan besar akan batal, Tamaki-chan juga tidak akan hadir di program ulang tahun Ito.
Kahoko terkejut.

Keesokan harinya, Kahoko ke rumah sakit, ternyata Tamaki-chan masuk rumah sakit alasannya ialah asma-nya kambuh lagi.
Masalah bertambah banyak saja disekitar Kahoko dan ia mengetahui diam-diam mengenai Tamaki-chan dan suaminya yang selama ini selalu menyampaikan pertemuan mereka ialah takdir dan selalu terlihat mesra berdua.
Ternyata Tamaki-chan menyampaikan kalau ia ialah perempuan yang tidak akan pernah bahagia, semenjak kecil sakit-sakitan dan ia selalu melaksanakan sesuatu yang selama ini ia rahasiakan, yaitu mencuri. Selama ini ia tidak ketahuan, semenjak kecil ia melakukannya. Suatu hari ketika ia mencuri di supermarket, ia tertangkap tangan oleh suaminya dan alasannya ialah itulah mereka bertemu dan kemudian menikah. Ia berjanji tidak akan melakukannya lagi, tapi belakangan ini ia melakukannya lagi.
Ia menyampaikan kalau Kahoko pernah bertanya kenapa mereka menikah dan ia akan menawarkan tanggapan jujur sekarang, kalau mereka berdua ialah orang lemah, makanya mereka memutuskan menikah, mereka pikir mereka akan sanggup mendukung satu sama lain, tapi pada akhirya hal itu sama sekali tidak bekerja, mereka kembali pada diri mereka sebelumnya.
Suami Tamaki-chan meminta mereka tidak mengalah tapi Tamaki menyampaikan ia sudah tidak sanggup melakukannya. Kahoko hanya melamun mendengarkan.

Kahoko menghempaskan kepalanya ke sofa di ruang seni dan Hajime berkomentar kalau Kahoko tampaknya makin kesulitan menyampaikan duduk kasus baba pada keluarganya alasannya ialah semuanya punya duduk kasus masing-masing. Ito yang berkumpul dengan orang asing dan Tamaki yang memiliki diam-diam menyerupai itu.
Kahoko kemudian menatap Hajime dengan tatapan kosong dan perlahan ia memaksa tersenyum, menyampaikan semuanya akan baik-baik saja, ia tidak akan menyerah.
Hajime menyampaikan duduk kasus Kahoko semakin berat dan berkomentar kalau tas Kahoko semakin besar, lebih besar dari ketika ia membawa masakan di dalamnya.
Kahoko menyampaikan ia memakaikan banyak sekali hal mengenai apa yang harus ia lakukan ketika pesta nanti, ia mengeluarkan wig badut dan memakainya sambil tersenyum memaksa.
Hajime meminta Kahoko untuk menyerah, alasannya ialah semakin Kahoko bersemangat, ia jadi semakin punya perasaan yang jelek mengenai hal ini.
Kahoko menyampaikan ia tak akan menyerah, ia ingin menciptakan impian nenek tercapai, melaksanakan semuanya menyerupai biasa, mereka biasa merayakan ulang tahun gotong royong jadi ia akan berusaha semoga program itu berlangsung tahun ini, kalau tidak kemungkinan keluarga mereka tidak akan pernah berkumpul lagi.

Hajime tidak sanggup membantah lagi. Ia bertanya, apakah berkumpul bersama keluarga itu segitu pentingnya?
Kahoko tidak mengerti, kenapa kamu bertanya begitu?
Hajime menyampaikan alasannya ialah adakala bukankah mereka akan lebih senang kalau berpisah?
Kahoko duka mendengarnya, apakah itu menjadi alasanmu selama ini untuk tidak mencari ibumu?
Hajime tak mengerti kenapa pembicaraan berubah pada ibunya dan Kahoko menggunakan kesempatan itu untuk mengajak Hajime mencari ibunya. Tentu saja Hajime menolak.
Kahoko meminta HAjime jangan sok kuat, alasannya ialah baginya, tidak bertemu dengan ibu selama 1 atau 2 hari, ia akan merasa kesepian, ia tak sanggup membayangkan betapa kesepiannya hajime yang tidak bertemu ibunya selama bertahun-tahun.
Hajime meminta Kahoko jangan membicarakan hal itu lagi dan Kahoko bersikeras kalau ibunya ialah satu-satunya keluarga Hajime. Hajime hampir membentak Kahoko menyampaikan beliau tak punya keluarga, tapi ia kemudian menahannya dan meminta maaf, ia menyampaikan nggak ada untungnya mereka bertengkar alasannya ialah duduk kasus itu.
Kahoko membenarkan dan mencoba kembali tersenyum dan Hajime masih tak suka Kahoko senyum memaksa gitu, ia meminta Kahoko untuk tidak perlu memaksa tersenyum dihadapannya.
Kahoko alhasil menghentikan senyumannya dan ia memasang wajah yang cocok dengan suasana hatinya ketika ini, sedih.

Hajime menasehati Kahoko untuk menangis ketika keadaan sulit, alasannya ialah ia belum pernah melihat Kahoko menangis sesudah mengetahui keadaan neneknya.
Kahoko menyampaikan kalau ia ingin menjadi orang remaja dan memutuskan kalau ia tidak akan menangis lagi.
Kahoko kemudian tersenyum lagi. Hajime hanya sanggup menghela nafas alasannya ialah Kahoko tidak akan mendengarkan apa yang ia katakan.

Continue Reading

More in Dorama

To Top